BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian
Kawasan Sarbagita merupakan suatu kawasan yang dipersiapkan oleh Departemen Prasarana dan Pemukiman Wilayah (Kimpraswil) sebagai salah satu kawasan metropolis terpadu yang ada di Indonesia, seperti halnya Kawasan Jabotabek untuk wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Kawasan Sarbagita terdiri dari Kota Denpasar, ibukota propinsi Bali yang merupakan inti dari kawasan ini dan tiga daerah lainnya sebagai daerah penyangga, yaitu : Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Tabanan. Kawasan ini merupakan pusat perekonomian Bali saat ini yang mengakibatkan tumbuhnya berbagai bentuk usaha perekonomian termasuk juga di bidang usaha kecil dan menengah. Untuk itu, strategi yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah Propinsi Bali untuk kawasan ini adalah prioritas pembangunan tetap diletakkan pada bidang ekonomi yang menitikberatkan pada pengembangan industri dan pertanian, termasuk di dalamnya bidang usaha kecil dan menengah sebagai ujung tombak pelaku ekonomi daerah.
Untuk mewakili populasi industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali yang jumlahnya sebesar 7.379 industri kecil dan menengah, dengan menggunakan rumus Slovin didapatkan sampel sebanyak 99 responden, dengan proporsi sampel untuk empat daerah yang termasuk dalam Kawasan Sarbagita, yaitu : Kota Denpasar sebanyak 5 responden, Kabupaten Badung 25 responden, Kabupaten Gianyar 63
responden dan Kabupaten Tabanan 6 responden. Proporsi sampel ini disesuaikan dengan jumlah populasi industri kecil dan menengah di masing-masing daerah tersebut.
5.2. Karakteristik Responden
Analisa data ini bertujuan untuk menggambarkan hasil penelitian yang mempergunakan responden sebanyak 99 industri kecil dan menengah pada Kawasan Sarbagita, Bali mengenai karakterisitik individu yang terdiri dari : jenis kelamin, usia, status, tingkat pendidikan serta posisi dalam usaha; dan karakterisitik usaha yang terdiri dari lokasi usaha, usia usaha dan jenis usaha. Gambaran hasil penelitian yang merupakan karakteristik responden adalah sebagai berikut:
5.2.1. Karateristik Individu
a. Jumlah Responden ditinjau berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 6. Karakteristik Responden Pengusaha Kecil dan Menengah di Kawasan Sarbagita, Bali ditinjau berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Prosentase
Pria Wanita Total 74 25 99 74,7% 25,3% 100,00%
Sumber: Data primer yang diolah, 2004.
Berdasarkan data yang ada pada Tabel 6, dapat dilihat melalui jumlahnya bahwa mayoritas responden adalah pria yaitu 74 orang atau 74,7%. Jika hasil tersebut dikaitkan dengan jenis industrinya, mayoritas responden merupakan pengusaha yang membutuhkan kekuatan atau
kemampuan fisik yang lebih tinggi. Kekuatan atau kemampuan fisik yang lebih tinggi ini pada umumnya dimiliki oleh kaum pria.
b. Jumlah Responden ditinjau berdasarkan Usia
Tabel 7. Karakteristik Responden Pengusaha Kecil dan Menengah di Kawasan Sarbagita, Bali ditinjau berdasarkan Usia
Usia Jumlah Prosentase
21-25 tahun 26-30 tahun 31-35 tahun 36-40 tahun 41-45 tahun 46-50 tahun > 50 tahun Total 1 9 28 21 24 10 6 99 1,0% 9,1% 28,3% 21,2% 24,2% 10,1% 6,1% 100,00%
Sumber: Data primer yang diolah, 2004.
Berdasarkan data yang ada pada Tabel 7, di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu 28 orang atau 28,3% responden berusia antara 31–35 tahun. Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa sebagian besar karyawan masih berada dalam usia yang produktif yang memungkinkan mereka untuk menjalankan suatu usaha.
c. Jumlah Responden ditinjau berdasarkan Status Pernikahan
Tabel 8. Karakteristik Responden Pengusaha Kecil dan Menengah di Kawasan Sarbagita, Bali ditinjau berdasarkan Status Pernikahan
Status Pernikahan Jumlah Prosentase
Menikah Belum Menikah Total 96 3 99 97,0% 3,0% 100,00%
Berdasarkan data pada Tabel 8, dari jumlah total 99 orang responden, sebanyak 96 orang responden atau sebesar 97,0% telah menikah, sedangkan sisanya sebanyak 3 orang responden atau sebesar 3,0% belum menikah. Hal ini bisa dikatakan bahwa status menikah dapat memotivasi responden untuk berwirausaha untuk menghidupi keluarganya.
d. Jumlah Responden ditinjau berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tabel 9. Karakteristik Responden Pengusaha Kecil dan Menengah di Kawasan Sarbagita, Bali ditinjau berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase
SD/Sederajat SLTP/Sederajat SMU/Sederajat Diploma S1 S1/S2 Lainnya Total 8 23 48 7 11 1 1 99 8,1% 23,2% 48,5% 7,1% 11,1% 1,0% 1,0% 100,00%
Sumber: Data primer yang diolah, 2004.
Tabel 9 menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu 48 orang atau 48,5% tingkat pendidikan terakhirnya adalah SMU/Sederajat. Hal ini terjadi dikarenakan mayoritas dari responden tersebut merupakan lulusan dari Sekolah Menengah Khusus (SMK) di bidang seni, terutama seni ukir yang pada akhirnya mereka membuka usahanya sesuai dengan keahlian yang mereka dapatkan.
e. Jumlah Responden ditinjau berdasarkan Posisi dalam Usaha
Tabel 10. Karakteristik Responden Pengusaha Kecil dan Menengah di Kawasan Sarbagita, Bali ditinjau berdasarkan Posisi dalam Usaha
Posisi Jumlah Prosentase
Pemilik Manajer Lain-lain Total 87 9 3 99 87,9% 9,1% 3,0% 100,00%
Sumber: Data primer yang diolah, 2004.
Berdasarkan Tabel 10 di atas, terlihat bahwa mayoritas responden yaitu 87 orang atau 87,9% merupakan pemilik yang juga langsung mengelola usahanya sendiri.
5.2.2. Karakteristik Usaha
a. Jumlah Responden ditinjau berdasarkan Kota/Kabupaten
Tabel 11. Karakteristik Responden Industri Kecil dan Menengah di Kawasan Sarbagita, Bali ditinjau berdasarkan Kota/Kabupaten
Kota/Kabupaten Jumlah Prosentase
Denpasar Badung Gianyar Tabanan Total 5 25 63 6 99 5,1% 25,3% 63,6% 6,1 100,00%
Sumber: Data primer yang diolah, 2004.
Berdasarkan data yang ada pada Tabel 11, dapat dilihat melalui jumlahnya bahwa mayoritas responden adalah terdapat di Kabupaten Gianyar yaitu sebanyak 63 industri kecil dan menengah atau 63,6%. Jika jumlah tersebut dikaitkan dengan populasi industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Kabupaten Gianyar memiliki populasi
industri kecil dan menengah yang paling besar dibandingkan tiga daerah lainnya.
b. Jumlah Responden ditinjau berdasarkan Usia Usaha
Tabel 12. Karakteristik Responden Industri Kecil dan Menengah di Kawasan Sarbagita, Bali ditinjau berdasarkan Usia Usaha
Usia Usaha Jumlah Prosentase
5 – 10 tahun 11 – 15 tahun 16 – 20 tahun > 20 tahun Total 61 19 10 9 99 61,6% 19,2% 10,1% 9,1% 100,00%
Sumber: Data primer yang diolah, 2004.
Tabel 12 di atas menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu 61 industri kecil dan menengah atau 61,6% responden memiliki usia usaha antara 5 – 10 tahun. Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa sebagian besar responden membuka usahanya pada 5 – 10 tahun terakhir yang juga merupakan era reformasi yang menggairahkan orang untuk membuka usaha mandiri apa lagi sebagian dari mereka merupakan bekas karyawan dari beberapa perusahaan yang terkena likuidasi dari pemerintah serta adanya fluktuasi nilai dollar yang menguntungkan mereka untuk mengekspor hasil industri kecil dan menengah mereka.
c. Jumlah Respondenditinjau berdasarkan Jenis Usaha
Tabel 13. Karakteristik Responden Industri Kecil dan Menengah di Kawasan Sarbagita, Bali ditinjau berdasarkan Jenis Usaha
Jenis Usaha Jumlah Prosentase
Industri Pertanian Industri Non Pertanian
Total 7 92 99 7,1% 92,9% 100,00%
Sumber: Data primer yang diolah, 2004.
Tabel 13 menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu 92 responden atau 92,9% adalah bergerak di bidang industri non pertanian. Hal ini diakibatkan karena populasi industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali sebagian besar bergerak dibidang seni ukir yang merupakan produk andalan Bali yang bahan-bahannya bukan dari hasil pertanian.
d. Jumlah Responden ditinjau berdasarkan Tenaga Kerja
Tabel 14. Karakteristik Responden Pengusaha Kecil dan Menengah di Kawasan Sarbagita, Bali ditinjau berdasarkan Tenaga Kerja
Tenaga Kerja Jumlah Prosentase
<5 orang 6 – 10 orang 11 – 15 orang 16 – 20 orang > 20 orang Total 1 50 17 9 22 99 1,0% 50,5% 17,2% 9,1% 22,2% 100,00%
Sumber: Data primer yang diolah, 2004.
Tabel 14 menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu 50 responden atau 48,5% mempekerjakan 6 sampai 10 orang tenaga kerja. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden kalau dilihat dari jumlah tenaga kerjanya merupakan industri kecil.
5.3. Analisis Statistik
5.3.1. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian
Untuk menguji kuesioner sebagai instrumen penelitian, maka digunakan uji validitas dan realibilitas. Suatu instrumen dalam penelitian dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang ingin diukur dan dapat mengungkapkan data dari variabel-variabel yang diteliti secara tetap. Uji ini dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment, dengan kriteria pengujian yang digunakan adalah suatu instrumen dikatakan valid jika nilai r 0,30 dengan derajat signifikansi sebesar 5% (Saifuddin Azwar, 2000).
Sedangkan hasil dari uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian yang dipakai dapat digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda. Uji reliabilitas ini menggunakan formula koefisien alpha cronbach, dengan kriteria pengujian adalah suatu instrument dikatakan reliable jika mempunyai nilai koefisien alpha cronbach lebih besar dari 0,60.
a. Uji Validitas
Hasil uji validitas dengan menggunakan program SPSS versi
11.0 for Windows secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 dan 14. Sedangkan rekapitulasi hasil uji validitas untuk semua variable yang akan dianalisis pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 15.
Tabel 15. Rekapitulasi Hasil Uji Validitas
Variabel Sub Variabel Item r Signifikansi Keterangan
Produk baru yang pertama (X1.1) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0,873 0,888 0,908 0,895 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Pemimpin Pasar (X1.2) Item 1
Item 2 Item 3 Item 4 0,811 0,803 0,786 0,780 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Prospektor (X1) Fleksibilitas (X1.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0,876 0,822 0,811 0,765 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Produk yang terfokus
(X2.1) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0,803 0,815 0,802 0,827 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Pasar yang terfokus (X2.3) Item 1
Item 2 Item 3 Item 4 0,831 0,826 0,780 0,798 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Defender (X2) Efisiensi (X3.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0,896 0,809 0,850 0,850 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Produk yang berkesinambungan (X3.1) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0,820 0,822 0,896 0,889 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Penganalis pasar (X3.2) Item 1
Item 2 Item 3 Item 4 0,866 0,805 0,736 0,718 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Analyzer (X3)
Penganalis pesaing (X3.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0,830 0,779 0,808 0,768 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Produk sesuai dengan
lingkungan (X4.1) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0,795 0,804 0,885 0,837 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Pasar sesuai dengan
pesaing (X4.2) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0,817 0,927 0,848 0,780 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Reaktor (X4)
Kurang Baik dalam Strategi Persaingan (X4.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0,862 0,922 0,813 0,794 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Sumber: Data primer yang diolah, 2004.
Berdasarkan hasil uji validitas yang terdapat pada Tabel 15, menunjukkan bahwa nilai korelasi (r) seluruh item variabel lebih besar dari 0,3 sehingga seluruh item dalam instrument penelitian ini dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk analisis data selanjutnya.
b. Uji Reliabilitas
Hasil uji reliabiltas dengan menggunakan program SPSS versi 11.0 for
Windows secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 dan 14. Sedangkan rekapitulasi hasil uji reliabilitas untuk semua variable yang akan dianalisis pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 16.
Tabel 16. Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Sub Variabel Alpha Keterangan
Produk baru yang pertama (X1.1) 0,9122 Reliabel
Pemimpin Pasar (X1.2) 0,8415 Reliabel
Prospektor (X1)
Fleksibilitas (X1.3) 0,8365 Reliabel
Produk yang terfokus (X2.1) 0,8238 Reliabel
Pasar yang terfokus (X2.2) 0,8229 Reliabel
Defender (X2)
Efisiensi (X2.3) 0,8719 Reliabel
Produk berkesinambungan (X3.1) 0,8307 Reliabel
Penganalis pasar (X3.2) 0,7897 Reliabel
Analyzer (X3)
Penganalis pesaing (X3.3) 0,8067 Reliabel
Produk sesuai dengan lingkungan (X4.1) 0,8484 Reliabel Pasar sesuai dengan pesaing (X4.2) 0,8636 Reliabel Reaktor
(X4)
Kurang Baik dalam Strategi Persaingan (X4.3) 0,8707 Reliabel Sumber: Data primer yang diolah, 2004.
Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang terdapat pada Tabel 16, menunjukkan bahwa nilai alpha cronbach seluruh variabel lebih besar dari 0,6, sehingga seluruh variabel dalam instrument penelitian ini dinyatakan reliable dan dapat digunakan untuk analisis data selanjutnya.
5.3.2. Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk menginterpretasikan distribusi jawaban responden dalam penelitian ini. Adapun rekapitulasi distribusi frekuensi masing-masing item variabel bisa dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17. Rekapitulasi Distribusi Frekuensi
Skor Jawaban
1 2 3 4 5
Variabel Indikator Item
f % f % f % f % f %
Mean Indikator Mean Produk baru yang
pertama (X1.1) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 4 12 20 29 4,0 12,1 20,2 29,3 32 54 46 47 32,3 54,5 46,5 47,5 34 12 15 12 34,3 12,1 15,2 12,1 13 14 14 9 13,1 14,1 14,1 9,1 16 7 4 2 16,2 7,1 4,0 2,0 3,05 2,49 2,35 2,07 2,49 Pemimpin Pasar (X1.2) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 11 31 15 14 11,1 31,3 15,2 14,1 42 34 28 46 42,4 34,3 28,3 46,5 22 15 38 19 22,2 15,2 38,4 19,2 13 13 14 15 13,1 13,1 14,1 15,2 11 6 4 5 11,1 6,1 4,0 5,1 2,71 2,28 2,64 2,51 2,54 Prospektor (X1) Fleksibilitas (X1.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 10 15 19 8 10,1 15,2 19,2 8,1 55 56 37 15 55,6 56,6 37,4 15,2 13 11 23 56 13,1 11,1 23,2 56,6 13 16 19 11 13,1 16,2 19,2 11,1 8 1 1 9 8,1 1,0 1,0 9,1 2,54 2,31 2,45 2,98 2,57 Produk yang terfokus (X2.1) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 18 10 14 20 18,2 10,1 14,1 20,2 28 14 42 30 28,3 14,1 42,4 30,3 33 46 25 26 33,3 46,5 25,3 26,3 18 18 16 9 18,2 18,2 16,2 9,1 2 11 2 14 2 11,1 2 14,1 2,58 3,06 2,49 2,67 2,70
Pasar yang terfokus (X2.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 10 15 17 9 10,1 15,2 17,2 9,1 45 36 18 26 45,5 36,4 18,2 26,3 22 26 42 39 22,2 26,3 42,4 39,4 15 12 15 18 15,2 12,1 15,2 18,2 7 10 7 7 7,1 10,1 7,1 7,1 2,64 2,66 2,77 2,88 2,74 Defender (X2) Efisiensi (X3.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 5 13 11 11 5,1 13,1 11,1 11,1 39 16 42 39 39,4 16,2 42,4 39,4 21 37 19 20 21,2 37,4 19,2 20,2 23 20 18 14 23,2 20,2 18,2 14,1 11 13 9 15 11,1 13,1 9,1 15,2 2,96 3,04 2,72 2,83 2,89 Produk yang berkesinambungan (X3.1) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 4 6 5 5 4,0 6,1 5,1 5,1 25 24 22 25 25,3 24,2 22,2 25,3 30 23 26 25 30,3 23,2 26,3 25,3 36 37 17 20 36,4 37,4 17,2 20,2 4 9 29 24 4 9,1 29,3 24,2 3,11 3,19 3,43 3,33 3,27 Penganalis pasar (X3.2) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 6 10 2 1 6,1 10,1 2,0 1,0 27 29 20 20 27,3 29,3 20,4 20,2 16 33 37 38 16,2 33,3 37,4 38,4 40 22 27 33 40,4 22,2 27,3 33,3 10 5 13 7 10,1 5,1 13,1 7,1 3,21 2,83 3,29 3,25 3,15 Analyzer (X3) Penganalis pesaing (X3.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 4 8 7 6 4,0 8,1 7,1 6,1 27 29 24 21 27,3 29,3 24,2 21,2 24 25 31 31 24,2 25,3 31,3 31,3 34 28 32 30 34,3 28,3 32,3 30,3 10 9 5 11 10,1 9,1 5,1 11,1 3,19 3,01 3,04 3,19 3,11 Produk sesuai dengan tekanan lingkungan (X4.1) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 8 8 32 46 8,1 8,1 32,3 46,5 41 46 51 33 41,4 46,5 51,5 33,3 44 39 10 14 44,4 39,4 10,1 14,1 6 6 6 6 6,1 6,1 6,1 6,1 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 2,48 2,43 1,90 1,80 2,15 Pasar sesuai dengan pesaing (X4.2) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 14 46 29 2 14,1 46,5 29,3 2,0 47 29 37 57 47,5 29,3 37,4 57,6 32 18 30 34 32,3 18,2 30,3 34,3 6 6 3 6 6,1 6,1 3,0 6,1 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 2,30 1,84 2,07 2,44 2,16 Reaktor (X4)
Kurang Baik dalam Strategi Persaingan (X4.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 18 30 9 9 18,2 30,3 9,1 9,1 54 51 52 21 54,5 51,5 52,5 21,2 21 12 32 63 21,2 12,1 32,3 63,6 6 6 6 6 6,1 6,1 6,1 6,1 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 2,15 1,94 2,35 2,67 2,28
Berdasarkan data dari Tabel 17, item 1 dari indikator produk baru yang
pertama (X1.1) adalah memiliki ide-ide produk baru dimana distribusi jawaban untuk item ini tertinggi pada skor jawaban 3, yaitu sebanyak 34,3% yang artinya bahwa sebagian besar responden kadang-kadang memiliki ide-ide produk baru. Untuk item 2, yaitu : mencari peluang-peluang produk baru memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 54,5% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang mencari peluang-peluang produk baru. Item 3, yaitu membuat produk baru yang belum pernah dibuat oleh
orang lain memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2, sebanyak 46,5% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang membuat produk baru yang belum pernah dibuat oleh orang lain. Selanjutnya untuk item terakhir, yaitu item 4 adalah mencoba menawarkan produk baru ke
pasar memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2, sebanyak 47,5 % yang bahwa sebagian besar responden sangat jarang mencoba menawarkan produk baru ke pasar. Sedangkan untuk nilai rata-rata indikator, yaitu: sebesar 2,49 yang dapat diartikan bahwa sebagian besar responden sangat jarang menciptakan produk baru yang pertama.
Untuk item 1 indikator Pemimpin Pasar (X1.2), yaitu : merespon secara
cepat peluang – peluang pasar baru, dimana distribusi jawaban untuk item ini tertinggi pada skor jawaban 2, yaitu sebanyak 42,4% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang merespon secara cepat peluang – peluang pasar baru. Berikutnya adalah item 2, menjadi pemain yang pertama
dalam pasar, memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 34,3% yang artinya bahwa sebagaian besar responden sangat jarang menjadi pemain yang pertama dalam pasar. Item 3, yaitu : mencoba
mendapatkan pangsa pasar terbesar tanpa memandang pesaing yang ada
memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 38,4% yang artinya bahwa sebagian besar responden kadang-kadang mencoba mendapatkan pangsa pasar terbesar tanpa memandang pesaing yang ada. Untuk Item 4, yaitu : berusaha untuk mendahului pesaing memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 46,5% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang berusaha untuk mendahului pesaing. Sedangkan untuk nilai rata-rata indikator, yaitu: sebesar 2,54 yang dapat diartikan bahwa sebagian besar responden kadang-kadang menjadi pemimpin pasar.
Selanjutnya, untuk item 1 indikator fleksibilitas (X1.3) adalah mengutamakan fleksibiltas produksi dibandingkan efisiensi memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 55,6% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang mengutamakan fleksibiltas produksi dibandingkan efisiensi. Untuk item 2, yaitu : fleksibel dalam struktur
usaha memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 56,5% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang fleksibel dalam struktur usaha. Item 3, yaitu : fleksibel dalam lini produk memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 37,4% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang fleksibel dalam lini produk. Item terakhir, yaitu: item 4 fleksibel terhadap lingkungan persaingan
yang tidak menentu memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 56,6% yang artinya bahwa sebgaian besar responden kadang-kadang fleksibel terhadap lingkungan persaingan yang tidak menentu. Sedangkan untuk nilai rata-rata indikator, yaitu: sebesar 2,57 dapat diartikan
bahwa keseluruhan responden kadang-kadang memiliki fleksibilitas dalam menjalankan usahanya.
Pada item 1 dari indikator produk yang terfokus (X2.1) adalah
berkonsentrasi pada lini produk yang terbatas memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 33,3% yang artinya bahwa sebagian besar responden kadang-kadang berkonsentrasi pada lini produk yang terbatas. Berikutnya adalah item 2, yaitu : menitikberatkan pada kualitas yang
lebih baik dibandingkan pesaing memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 46,5% yang artinya bahwa sebagian besar responden kadang-kadang menitikberatkan pada kualitas yang lebih baik dibandingkan pesaing. Untuk Item 3, yaitu : menitikberatkan pada jasa layanan
yang lebih baik dibandingkan pesaing memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 42,4% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang menitikberatkan pada jasa layanan yang lebih baik dibandingkan pesaing. Item terakhir atau item 4 , yaitu : menitikberatkan
pada harga yang lebih baik dibandingkan pesaing memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 42,4% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang menitikberatkan pada harga yang lebih baik dibandingkan pesaing. Sedangkan untuk nilai rata-rata indikator sebesar 2,70 yang dapat diartikan bahwa seabgaian besar responden kadang-kadang memiliki produk yang terfokus.
Untuk item 1 indikator pasar yang terfokus (X2.2) adalah beroperasi pada
pasar yang terfokus memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 45,5% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang adalah beroperasi pada pasar yang terfokus. Berikutnya untuk item
2, yaitu memasarkan produk pada segmen pasar tertentu memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 36,4% yang bahwa sebagian besar responden sangat jarang memasarkan produk pada segmen pasar tertentu. Item 3, yaitu : berusaha memelihara lingkungan pasar yang stabil memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 42,4% yang artinya bahwa sebagian besar responden kadang-kadang berusaha memelihara lingkungan pasar yang stabil. Untuk item terakhir atau item 4, yaitu :
mampu mengidentifikasi ceruk pasar yang ada memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 39,4% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden kadang-kadang mampu mengidentifikasi ceruk pasar yang ada. Sedangkan untuk nilai rata-rata indikator pasar yang terfokus
(X2.2) sebesar 2,74 yang dapat diartikan bahwa keseluruhan responden kadang-kadang memiliki pasar yang terfokus.
Pada item 1 indikator efisiensi (X2.3), yaitu : memperhatikan efisiensi kerja memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 39,4% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat jarang memperhatikan efisiensi kerja. Berikutnya adalah item 2, yaitu : mengutamakan
efisiensi produksi memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 37,4% yang artinya bahwa sebagian besar responden kadang-kadang mengutamakan efisiensi produksi. Untuk Item 3, yaitu :
melakukan efisiensi dalam struktur usaha memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 42,4% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat jarang melakukan efisiensi dalam struktur usaha. Item terakhir (item 4), yaitu : melakukan efisiensi dalam hal
jawaban 2 sebanyak 39,4% yang menunjukkan bahwa sebgaian besar responden sangat jarang melakukan efisiensi dalam hal ketenagakerjaan. Sedangkan untuk nilai rata-rata indikator efisiensi (X2.3) sebesar 2,89 dapat diartikan bahwa sebagian besar responden kadang-kadang melakukan efisiensi dalam menjalankan usahanya.
Pada indikator produk berkesinambungan (X3.1) untuk item 1, yaitu:
mengamati produk baru yang dibuat oleh pesaing memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 4 sebanyak 36,3% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sering mengamati produk baru yang dibuat oleh pesaing. Berikutnya, untuk item 2, yaitu : mengembangkan produk baru
yang mendapat respon positif memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 4 sebanyak 37,4% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sering mengembangkan produk baru yang mendapat respon positif. Untuk Item 3, yaitu : menyempurnakan produk yang sudah ada agar sesuai
dengan pasar memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 5 sebanyak 29,3% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden hampir selalu menyempurnakan produk yang sudah ada. Untuk Item terakhir (item 4), yaitu : mengembangkan kembali produk yang sudah ada secara
berkesinambungan memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 dan 3, masing-masing sebanyak 25,3% yang bahwa sebagian besar responden sangat jarang dan kadang-kadang mengembangkan kembali produk yang sudah ada secara berkesinambungan. Sedangkan untuk nilai rata-rata indikator produk berkesinambungan (X3.1) sebesar 3,27 dapat diartikan bahwa keseluruhan responden kadang-kadang mengembangkan produk secara berkesinambungan.
Sedangkan indikator penganalis pasar (X3.2) untuk item 1, yaitu :
menganalisis trend pasar secara hati-hati memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 4 sebanyak 40,4% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sering menganalisis trend pasar secara hati-hati. Untuk item 2, yaitu : mengamati pemimpin pasar secara terus menerus memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 33,3% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden kadang-kadang mengamati pemimpin pasar secara terus menerus. Untuk item 3, yaitu : mengamati respon
pasar terhadap penawaran suatu produk memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 37,4% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden kadang-kadang mengamati respon pasar terhadap penawaran suatu produk. Untuk item terakhir (item 4), yaitu : memasukki pasar
baru setelah yakin bahwa pasar itu telah mapan memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 38,4% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden kadang-kadang memasukki pasar baru setelah yakin bahwa pasar itu telah mapan. Sedangkan untuk nilai rata-rata indikator penganalis pasar (X3.2) sebesar 3,15 yang dapat diartikan bahwa keseluruhan responden kadang-kadang sebagai penganalis pasar.
Untuk indikator penganalis pesaing (X3.3), pada item 1, yaitu : mengamati
pesaing-pesaing yang ada memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 4 sebanyak 34,3% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang menjawab sering mengamati pesaing-pesaing yang ada. Berikutnya, untuk item 2, yaitu : menganalisis kesalahan-kesalahan para pesaing memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 29,3% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat jarang
menganalisis kesalahan-kesalahan para pesaing. Untuk Item 3, yaitu :
menyempurnakan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pesaing memiliki
distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 4 sebanyak 32,3% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sering menyempurnakan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pesaing. Untuk item terakhir (item 4), yaitu : mengadopsi kelebihan-kelebihan yang dimiliki pesaing memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 31,3% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden kadang-kadang mengadopsi kelebihan-kelebihan yang dimiliki pesaing. Sedangkan untuk nilai rata-rata indikator penganalis pesaing (X3.3) sebesar 3,11 yang dapat diartikan bahwa keseluruhan responden kadang-kadang sebagai penganalis pasar.
Indikator produk sesuai dengan tekanan lingkungan (X4.1), untuk item 1, yaitu : mengembangkan produk baru sebagai tanggapan terhadap tekanan
lingkungan memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 44,4% yang menunjukkan bahwa sebagian responden kadang-kadang mengembangkan produk baru sebagai tanggapan terhadap tekanan lingkungan. Untuk item 2, yaitu : kurang merespon produk yang dibuat pesaing memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 46,5% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat jarang kurang merespon produk yang dibuat pesaing. Pada item 3, yaitu : mengabaikan strategi
pengembangan produk secara berkesinambungan memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 51,5% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang mengabaikan strategi pengembangan produk secara berkesinambungan. Untuk Item terakhir (item 4), yaitu : tidak
pada skor jawaban 1 sebanyak 46,5% yang bahwa sebagian besar responden tidak pernah tidak memiliki orientasi produk yang jelas. Sedangkan untuk nilai rata-rata indikator produk sesuai dengan lingkungan (X4.1) sebesar 2,15 yang dapat diartikan bahwa keseluruhan responden sangat jarang mengembangkan produk sesuai dengan tekanan lingkungan.
Selanjutnya, untuk indikator pasar sesuai dengan pesaing (X4.2), pada
item 1, yaitu : mengembangkan strategi pasar sesuai dengan pesaing lain kerjakan untuk mengurangi resiko memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 47,5 yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat jarang mengembangkan strategi pasar sesuai dengan pesaing lain kerjakan untuk mengurangi resiko. Untuk item 2, yaitu : tidak memiliki
orientasi pasar yang konsisten memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 1 sebanyak 46,5% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak pernah tidak memiliki orientasi pasar yang konsisten. Berikutnya untuk item 3, yaitu : tidak agresif dalam memasarkan produk memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 37,4% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang tidak agresif dalam memasarkan produk. Untuk Item terakhir (item 4), yaitu reaksi yang sederhana
terhadap perubahan pasar memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 57,6% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat jarang bereaksi yang sederhana terhadap perubahan pasar. Sedangkan untuk nilai rata-rata indikator pasar sesuai dengan pesaing (X4.2) sebesar 2,57 yang dapat diartikan bahwa keseluruhan responden kadang-kadang mengikuti pasar sesuai dengan pesaing.
Terakhir, untuk indikator kurang baik dalam strategi persaingan
(X4.3), pada item 1, yaitu : kurang memperhatikan strategi persaingan memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 54,5% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat jarang kurang memperhatikan strategi persaingan. Berikutnya, untuk item 2, yaitu : kurang memperhatikan visi dan misi usaha memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 51,5% yang artinya bahwa sebagian besar responden sangat jarang kurang memperhatikan visi dan misi usaha. Untuk item 3, yaitu : kurang
tanggap terhadap strategi pesaing memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 2 sebanyak 52,5% yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat jarang kurang tanggap terhadap strategi pesaing. Item terakhir (item 4) dari indikator kurang baik
dalam strategi Persaingan (X4.3) adalah kalah strategi dengan pesaing memiliki distribusi frekuensi jawaban tertinggi pada skor jawaban 3 sebanyak 63,6% yang memiliki arti bahwa sebagian besar responden kadang-kadang kalah strategi dengan pesaing. Sedangkan untuk nilai rata-rata indikator kurang baik dalam strategi persaingan (X4.3) sebesar 2,28 yang dapat diartikan bahwa keseluruhan responden sangat jarang kurang baik dalam strategi persaingan.
5.3.3. Analisis Cluster
Tujuan dari analisis cluster adalah untuk mengelompokkan obyek-obyek dalam hal ini industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali berdasarkan kesamaan karakteristik di antara obyek-obyek itu sendiri
obyek tersebut akan diklasifikasikan ke dalam satu kelompok (cluster) atau lebih sehingga obyek yang berada dalam satu cluster akan mempunyai kemiripan karakteristiknya satu dengan yang lain.
Analisis cluster pada prinsipnya digunakan untuk mereduksi data, yaitu proses meringkas sejumlah variable menjadi lebih sedikit (menjadi beberapa cluster). Karena jumlah sample (data) dibawah 100 responden, yaitu sebanyak 99 responden maka pengelompokkan ini menggunakan metode Hierarchical Clustering. Metode Hierarchical Clustering yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan prosedur agglomeratif yang memberikan hasil akhir bahwa semua industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali akan menjadi satu kelompok. Dalam prosedur agglomeratif digunakan metode Ward (Ward’s Method) yang akan membentuk cluster berdasarkan total kuadrat deviasi tiap pengamatan dari rata-rata cluster yang menjadi anggotanya. Dalam hal ini nilai sum of square merupakan fungsi obyektif pada saat melakukan penggabungan.
Pada penelitian ini ada dua kali analisis cluster, yaitu yang pertama analisis cluster berdasarkan variabel yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik masing-masing kelompok berdasarkan indikator-indikator penelitian yang digunakan; dan yang kedua adalah analisis cluster berdasarkan obyek yang tujuannya untuk mengelompokkan obyek dalam hal ini industri kecil dan menengah Analisis cluster pada penelitian ini menggunakan program SPSS versi 11.0 for Windows.
5.3.3.1. Analisis Cluster Berdasarkan Variabel
Untuk mengetahui karakteristik masing-masing kelompok maka sangat perlu dilakukan analisis cluster berdasarkan variabel penelitian yang kita pakai. Adapun hasil dari proses analisis cluster ini dapat dilihat pada dendogram yang diolah berdasarkan metode Wards yang disajikan pada Gambar 5.
* * * * * * H I E R A R C H I C A L C L U S T E R A N A L Y S I S * * * * * * Dendrogram using Ward Method
Rescaled Distance Cluster Combine
C A S E 0 5 10 15 20 25 Label Num +---+---+---+---+---+ X4.2 11 «± X4.3 12 ««««««««««««««««««««««««««± X4.1 10 «° ²«««««««««««««««««««««± X2.1 4 «± ¬ ¬ X2.3 6 ««««««««««««««««««««««««««° ¬ X2.2 5 «° ¬ X3.1 7 «± ¬ X3.2 8 ««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««± ¬ X3.3 9 «° ²«° X1.1 1 «´«± ¬ X1.3 3 «° ²«««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««° X1.2 2 «««°
Gambar 5. Dendogram Analisis Cluster Berdasarkan Variabel Industri Kecil dan Menengah di Kawasan Sarbagita, Bali
Sumber : Lampiran 27
Berdasarkan Gambar 5 di atas dapat dikatakan bahwa pengelompokkan terjadi satu demi satu dimulai dari indikator-indikator yang paling mirip. Artinya indikator-indikator yang paling mirip akan segera membentuk satu kelompok sedangkan indiator-indikator yang memiliki banyak perbedaan akan membentuk kelompok lain.
Gambar 6 juga menunjukkan bahwa pengelompokkan dimulai dari indikator pasar sesuai dengan pesaing (X4.2), kurang baik dalam
strategi persaingan (X4.3) dan produk sesuai dengan tekanan lingkungan
(X4.1) bergabung menjadi satu kelompok. Selanjutnya pada stage 2 bergabung kelompok yang terdiri dari indikator produk yang terfokus
(X2.1), efisiensi (X2.3) dan pasar yang terfokus (X2.2). Pada stage 3 atau stage terakhir pngelompokkan ini bergabung dengan kelompok hasil gabungan antara kelompok indikator produk yang berkesinambungan
(X3.1), penganalis tren pasar (X3.2) dan penganalis pesaing (X3.3) dengan kelompok indikator produk baru yang pertama (X1.1), fleksibilitas (X1.3) dan pemimpin pasar (X1.2).
Untuk lebih praktis mengetahui anggota yang ada pada masing-masing cluster kita dapat melihat Cluster Membership pada Lampiran 27 dapat kita buat hasil rekapitulasi seperti pada Tabel 18.
Tabel 18. Rekapitulasi Hasil Analisis Cluster berdasarkan Variabel
CLUSTER INDIKATOR TIPE STRATEGI
Cluster 1 Produk baru yang pertama (X1.1), Pemimpin pasar (X1.2),
Fleksibilitas (X1.3)
Prospektor
Cluster 2 Produk yang terfokus (X2.1), Pasar yang terfokus (X2.2), Efisiensi (X2.3)
Defender
Cluster 3 Produk yang berkesinambungan(X3.1), Penganalis tren pasar (X3.2),
Penganalis pesaing (X3.3)
Analyzer
Cluster 4 Produk sesuai dengan tekanan lingkungan (X4.1), Pasar sesuai dengan pesaing (X4.2),
Kurang baik dalam strategi persaingan (X4.3)
Reaktor
Berdasarkan Tabel 18 di atas hasil analisis cluster berdasarkan variabel terdapat empat cluster, yaitu : Cluster 1 yang terdiri dari indikator-indikator produk baru yang pertama (X1.1), pemimpin pasar
(X1.2), dan fleksibilitas (X1.3). Kalau dihubungkan dengan tipologi strategi Miles dan Snow, cluster dengan karakteristik seperti itu dinamakan tipe strategi Prospektor; Cluster 2 yang terdiri dari indikator-indikator produk
yang terfokus (X2.1), pasar yang terfokus (X2.2), dan efisiensi (X2.3) dinamakan tipe strategi Defender; Cluster 3 yang terdiri dari indikator-indikator produk yang berkesinambungan (X3.1), penganalis tren pasar
(X3.2) dan penganalis pesaing (X3.3) dinamakan tipe strategi Analyzer; dan Cluster 4 yang terdiri dari indikator-indikator produk sesuai dengan
tekanan lingkungan (X41), pasar sesuai dengan pesaing (X4.2), dan
kurang baik dalam strategi persaingan (X4.3) dinamakan tipe strategi
Reaktor.
5.3.3.2. Analisis Cluster Berdasarkan Obyek
Berbeda dengan analisis cluster berdasarkan variable, analisis cluster berdasarkan obyek ini bertujuan untuk mengelompokkan responden dalam hal ini industri kecil dan menengah menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah keseluruhan responden berdasarkan kemiripan karakteristik yang mereka miliki. Sama halnya dengan analisis cluster berdasarkan sub variabel, hasil dari proses analisis cluster berdasarkan obyek ini, dapat dilihat pada dendogram yang diolah berdasarkan metode Wards yang disajikan pada Gambar 6.
* * * * H I E R A R C H I C A L C L U S T E R A N A L Y S I S * * * * * *
Dendrogram using Ward Method
Rescaled Distance Cluster Combine
C A S E 0 5 10 15 20 25 Label Num +---+---+---+---+---+ Case 12 12 «± Case 97 97 «³ Case 14 14 «³ Case 99 99 «³ Case 49 49 «³ Case 47 47 «³ Case 42 42 «³ Case 92 92 «³ Case 20 20 «³ Case 70 70 «³ Case 35 35 ««««± Case 85 85 «³ ¬ Case 60 60 «³ ¬ Case 76 76 «³ ¬ Case 86 86 «³ ²«««««««««««««««± Case 36 36 «³ ¬ ¬ Case 2 2 «° ¬ ¬ Case 8 8 «± ¬ ¬ Case 63 63 ««««° ²«««««««««««««««««««««««««««± Case 25 25 «³ ¬ ¬ Case 55 55 «° ¬ ¬ Case 79 79 «± ¬ ¬ Case 89 89 «³ ¬ ¬ Case 39 39 ««««««««««««««««««««° ¬ Case 4 4 «³ ¬ Case 94 94 «³ ¬ Case 44 44 «° ¬ Case 26 26 «± ¬ Case 96 96 «³ ¬ Case 11 11 «³ ¬ Case 46 46 «³ ¬ Case 71 71 ««± ¬ Case 1 1 «³ ¬ ¬ Case 91 91 «³ ¬ ¬ Case 41 41 «³ ¬ ¬ Case 10 10 «³ ²«««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««³ Case 65 65 «° ¬ ¬ Case 33 33 «± ¬ ¬ Case 58 58 ««³ ¬ Case 83 83 «° ¬ ¬ Case 13 13 «± ¬ ¬ Case 98 98 «³ ¬ ¬
Gambar 6. Dendogram Analisis Cluster Berdasarkan Obyek Industri Kecil dan Menengah di Kawasan Sarbagita, Bali
* * * * * * H I E R A R C H I C A L C L U S T E R A N A L Y S I S * * * * * * C A S E 0 5 10 15 20 25 Label Num +---+---+---+---+---+ Case 48 48 «³ ¬ ¬ Case 80 80 ««° ¬ Case 90 90 «³ ¬ Case 40 40 «³ ¬ Case 29 29 «³ ¬ Case 74 74 «° ¬ Case 57 57 «± ¬ Case 82 82 «³ ¬ Case 32 32 ««± ¬ Case 59 59 «³ ¬ ¬ Case 84 84 «³ ¬ ¬ Case 34 34 «° ¬ ¬ Case 15 15 «± ²«± ¬ Case 50 50 «³ ¬ ¬ ¬ Case 9 9 «³ ¬ ¬ ¬ Case 64 64 «³ ¬ ¬ ¬ Case 23 23 ««° ¬ ¬ Case 53 53 «³ ¬ ¬ Case 21 21 «³ ¬ ¬ Case 51 51 «³ ¬ ¬ Case 22 22 «³ ¬ ¬ Case 52 52 «³ ¬ ¬ Case 31 31 «³ ¬ ¬ Case 56 56 «³ ¬ ¬ Case 81 81 «³ ²«««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««° Case 16 16 «³ ¬ Case 61 61 «³ ¬ Case 6 6 «° ¬ Case 27 27 «± ¬ Case 72 72 ««± ¬ Case 43 43 «³ ¬ ¬ Case 93 93 «³ ¬ ¬ Case 3 3 «° ¬ ¬ Case 18 18 «± ¬ ¬ Case 68 68 «³ ¬ ¬ Case 28 28 «³ ¬ ¬ Case 73 73 «³ ¬ ¬ Case 45 45 «³ ²«° Case 95 95 «³ ¬ Case 5 5 «³ ¬ Case 66 66 «³ ¬ Case 24 24 «³ ¬ Case 54 54 «³ ¬ Case 19 19 «³ ¬ Case 69 69 «³ ¬ _ Gambar 6. (Lanjutan)
* * * * * * H I E R A R C H I C A L C L U S T E R A N A L Y S I S * * * * * * C A S E 0 5 10 15 20 25 Label Num +---+---+---+---+---+ Case 17 17 «³ ¬ Case 67 67 ««° Case 38 38 «³ Case 88 88 «³ Case 78 78 «³ Case 30 30 «³ Case 75 75 «³ Case 7 7 «³ Case 62 62 «³ Case 37 37 «³ Case 87 87 «³ Case 77 77 «° Gambar 6. (Lanjutan)
Berdasarkan Gambar 6 di atas dapat dikatakan bahwa pengelompokkan terjadi satu demi satu dimulai dari yang memiliki karakteristik yang paling mirip. Artinya industri kecil dan menengah yang memiliki kesamaan karakteristik yang paling mirip akan segera membentuk satu kelompok sedangkan industri kecil yang memiliki banyak perbedaan akan membentuk kelompok lain.
Gambar 7 juga menunjukkan bahwa pembentukan kelompok pertama dimulai dari Responden 12, 97,14, 99, 49, 47, 42, 92, 20, 70, 35,
85, 60, 76, 86, 36 dan Responden 2 yang memiliki kemiripan karakteristik, selanjutnya pada stage 2 kelompok kedua yang terdiri dari Responden 8,
63, 25 dan 55 bergabung dengan kelompok pertama karena memiliki kemiripan karakteristik. Demikian seterusnya sehingga terbentuk sebuah cluster besar yang mewakili semua industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali.
Untuk lebih praktis mengetahui anggota yang ada pada masing-masing cluster kita dapat melihat Cluster Membership pada Lampiran 28. Sedangkan rekapitulasi hasil analisis cluster untuk semua obyek (responden) pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 19.
Tabel 19. Rekapitulasi Hasil Analisis Cluster berdasarkan Obyek
CLUSTER RESPONDEN JUMLAH
Cluster 1 (Prospektor) 1, 10, 11, 13, 26, 29,33, 40, 41, 46, 48, 58, 65, 71, 74, 80, 83, 90, 91, 96, 98 21 Cluster 2 (Defender) 2, 8, 12, 14, 20, 25, 35, 36, 42, 47, 49, 55, 60, 63, 70, 76, 85, 86, 92, 97, 99 21 Cluster 3 (Analyzer) 3, 5, 6, 7, 9, 15, 16, 17, 18, 19, 21, 22, 23, 24, 27, 28, 30, 31, 32, 34, 37, 38, 43, 45, 50, 51, 52, 53, 54, 56, 57, 59, 61, 62, 64, 66, 67, 68, 69, 72, 73, 75, 77, 78, 81, 82, 84, 87, 88, 93, 95 51 Cluster 4 (Reaktor) 4, 39, 44, 79, 89, 94 6 TOTAL 99
Sumber: Rekapitulasi dari Lampiran 28
Berdasarkan Tabel 19 di atas hasil analisis cluster berdasarkan obyek (responden) terdapat empat cluster, dimana pada Cluster 1 (prospektor) dan Cluster 2 (defender), terdiri dari masing-masing 21 industri kecil dan menengah, Cluster 3 (analyzer) terdiri dari 51 industri kecil dan menengah sedangkan Cluster 4 (reaktor) terdiri dari 6 industri kecil dan menengah.
Untuk mengetahui indikator-indikator yang paling dipertimbangkan oleh responden pada cluster tipe strateginya masing-masing dapat dilihat pada distribusi frekuensi jawaban item-item pertanyaan pada indikator tersebut, yang rekapitulasinya sebagai berikut :
a. Cluster Prospektor
Tabel 20. Rekapitulasi Distribusi Frekuensi Cluster Prospektor
Skor Jawaban
1 2 3 4 5
Indikator Item
f % f % f % f % f %
Mean Indikator Mean Produk baru yang
pertama (X1.1) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0 0 0 1 0,0 0,0 0,0 4,8 2 1 3 9 9.5 4,8 14,3 42,9 3 13 14 9 14,3 61,9 66,7 42,9 16 7 4 2 76,2 33,3 19,0 9,5 4,67 4,29 4,05 3,57 4,15 Pemimpin Pasar (X1.2) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0 0 0 2 0,0 0,0 0,0 9,5 4 4 4 3 19,0 19,0 19,0 14,3 7 12 13 11 33,3 57,1 61,9 52,4 10 5 4 5 47,6 23,8 19,0 23,8 4,29 4,05 4,00 3,90 4,06 Fleksibilitas (X1.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 1 0 0 0 4,8 0,0 0,0 0,0 2 3 3 0 9,5 14,3 14,3 0,0 0 2 1 4 0,0 9,5 4,8 19,0 10 15 16 8 47,6 71,4 76,2 38,1 8 1 1 9 38,1 4,8 4,8 42,9 4,05 3,67 3,71 4,24 3,92
Sumber: Rekapitulasi dari Lampiran 29
Berdasarkan Tabel 20 di atas dapat dilihat bahwa dari keseluruhan responden yang termasuk ke dalam cluster Prospektor, indikator yang paling sering dilakukan adalah membuat produk baru yang pertama (X1.1) karena memiliki rata-rata indikator terbesar, yaitu sebesar 4,15; kemudian menjadi
pemimpin pasar (X1.2) dengan rata-rata sebesar 4,06 dan terakhir bersifat
fleksibilitas (X1.3) dengan rata-rata sebesar 3,92.
b. Cluster Defender
Tabel 21. Rekapitulasi Distribusi Frekuensi Cluster Defender
Skor Jawaban
1 2 3 4 5
Indikator Item
f % f % f % f % f %
Mean Indikator Mean Produk yang terfokus (X2.1) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0 1 1 0 0,0 4,8 4,8 0,0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 3 0 5 0 14,3 0,0 23,8 0,0 16 9 13 8 76,2 42,9 61,9 38,1 2 11 2 13 9,5 52,4 9,5 61,9 3,95 4,38 3,71 4,62 4,17 Pasar yang terfokus (X2.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 2 4 1 2 9,5 19,0 4,8 9,5 12 7 13 12 57,1 33,3 61,9 57,1 7 10 7 7 33,3 47,6 33,3 33,3 4,24 4,29 4,29 4,24 4,27 Efisiensi (X3.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 1 2 4 2 4,8 9,5 19,0 9,5 9 7 9 8 42,9 33,3 42,9 38,1 11 12 8 11 52,4 57,1 38,1 52,4 4,48 4,48 4,19 4,43 4,40
Berdasarkan Tabel 21 di atas dapat dilihat bahwa dari keseluruhan responden yang termasuk ke dalam cluster Defender, indikator paling sering dipertimbangkan adalah melakukan efisiensi (X2.3) karena memiliki rata-rata indikator terbesar, yaitu sebesar 4,40; kemudian sering beroperasi pada
pasar yang terfokus (X2.2) dengan rata-rata sebesar 4,27 dan membuat
produk yang terfokus (X2.1) dengan rata-rata sebesar 4,17.
c. Cluster Analyzer
Tabel 22. Rekapitulasi Distribusi Frekuensi Cluster Analyzer
Skor Jawaban
1 2 3 4 5
Indikator Item
f % f % f % f % f %
Mean Indikator Mean Produk yang berkesinambungan (X3.1) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 2 2 0 0 3,9 3,9 0,0 0,0 11 8 7 8 21,6 15,7 13,7 15,7 34 32 15 19 66,7 62,7 29,4 37,3 4 9 29 24 7,8 17,6 56,9 47,1 3,78 3,94 4,43 4,31 4,12 Penganalis pasar (X3.2) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0 1 1 2 0,0 2,0 2,0 3,9 4 25 12 12 7,8 49,0 23,5 23,5 37 20 25 31 72,5 39,2 49,0 60,8 10 5 13 6 19,6 9.8 25,5 11.8 4,12 3,57 3,98 3,80 3,87 Penganalis pesaing (X3.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0 0 1 0 0,0 0,0 2,0 0,0 2 4 2 4 3,9 7,8 3,9 7,8 7 11 14 8 13,7 21,6 27,5 15,7 32 27 29 28 62,7 52,9 56,9 54,9 10 9 5 11 19,6 17,6 9,8 21,6 3,98 3,80 3,69 3,90 3,84
Sumber: Rekapitulasi dari Lampiran 31
Berdasarkan Tabel 22 di atas dapat dilihat bahwa dari keseluruhan responden yang termasuk ke dalam cluster Analyzer, indikator paling sering dipertimbangkan responden adalah membuat produk yang
berkesinambungan (X3.1) karena memiliki rata-rata indikator terbesar, yaitu sebesar 4,12; kemudian sebagai penganalis pasar yang terfokus (X3.2) dengan rata-rata sebesar 3,87 dan yang terakhir sebagai penganalis pesaing
d. Cluster Reaktor
Tabel 23. Rekapitulasi Distribusi Frekuensi Cluster Reaktor
Skor Jawaban
1 2 3 4 5
Indikator Item
f % f % f % f % f %
Mean Indikator Mean Produk sesuai dengan tekanan lingkungan (X4.1) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 6 6 6 6 100 100 100 100 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00 Pasar sesuai dengan pesaing (X4.2) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0 0 3 0 0,0 0,0 50,0 0,0 6 6 3 6 100 100 50,0 100 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 4,00 4,00 3,50 4,00 3,88
Kurang Baik dalam Strategi Persaingan (X4.3) Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 6 6 6 6 100 100 100 100 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 4,00 4,00 4,00 4,00 4,00
Sumber: Rekapitulasi dari Lampiran 32
Berdasarkan Tabel 23 di atas dapat dilihat bahwa dari keseluruhan responden yang termasuk ke dalam cluster Reaktor, indikator paling sering dipertimbangkan responden adalah membuat
produk sesuai dengan tekanan lingkungan (X4.1) dan kurang baik dalam
strategi persaingan (X4.3) yang memiliki rata-rata indikator sama, yaitu sebesar 4,00. Indikator pasar sesuai dengan pesaing (X4.2) dengan
rata-rata 3,88 adalah hal yang juga sering dilakukan oleh responden yang termasuk ke dalam cluser prospector, tapi tidak sesering indikator lainnya.
5.3.4. Analisis ANOVA (Analysis of Variance)
Setelah responden dimasukkan ke dalam clusternya masing-masing, maka selanjutnya dilakukan uji perbedaan dengan menggunakan analisis ANOVA (Analysis of Variance). Prosedur yang digunakan dalam analisis ANOVA ini adalah prosedur One Way ANOVA atau sering disebut dengan perancangan sebuah faktor, yang merupakan salah satu alat analisis statistik ANOVA yang bersifat satu arah (satu jalur). Alat uji ini untuk menguji apakah dua populasi atau lebih yang independent,
memiliki rata-rata yang dianggap sama atau tidak sama. Teknik ANOVA akan menguji variabilitas dari observasi masing-masing kelompok dan variabilitas antar mean kelompok. Melalui kedua variabilitas tersebut, akan dapat ditarik kesimpulan mengenai mean populasi.
Tujuan dari analisis ANOVA dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan kesuksesan usaha antara kelompok tipe strategi industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali. Adapun kelompok tipe strategi yang terbentuk dari analisis cluster pada industri kecil dan menengah tersebut ada empat kelompok, yaitu : tipe strategi prospektor, defender, analyzer dan reaktor. Sedangkan kesuksesan usaha diukur dengan menggunakan tingkat ketahanan usaha (survival), pertumbuhan tenaga kerja (employment) dan pertumbuhan penjualan (sales).
5.3.4.1. Tes Homogenitas Varians (Test of Homogeneity of Variance)
Asumsi dasar dari analisis ANOVA adalah bahwa seluruh kelompok yang terbentuk harus memiliki variannya sama. Untuk menguji asumsi dasar ini dapat dilihat dari hasil test homogenitas dari varians dengan menggunakan uji Levene Statistic. Hipotesis yang digunakan dalam tes homogenitas varians adalah :
Ho : Diduga bahwa keempat varians adalah sama
Hi : Diduga bahwa keempat varians adalah berbeda
Dasar dari pengambilan keputusan adalah:
•
Jika probabilitas > 0,05, maka H0 diterimaTes homogenitas varians ini dilakukan untuk menguji variabel kesuksesan usaha, dimana ada tiga pengukuran kesuksesan usaha yang dipakai dalam penelitian ini, yaitu : ketahanan usaha (survival), pertumbuhan tenaga kerja (employment) dan pertumbuhan penjualan (sales). Untuk itu, harus dilakukan tes homogenitas varians untuk masing-masing pengukuran kesuksesan, yaitu sebagai berikut :
a. Tes homogenitas varians untuk ketahanan usaha (survival)
Dari hasil pengolahan data yang dapat dilihat pada Lampiran 34, didapatkan nilai Levene Test sebesar 8,029 dengan signifikansi 0,000. Jadi probabilitas 0,000 < 0,05 dengan demikian H0 ditolak. Dapat ditarik
kesimpulan bahwa keempat kelompok tipe strategi untuk tingkat ketahanan usaha (survival) tidak memiliki varians yang sama. Dengan demikian proses penghitungan ANOVA ini tidak bisa dilanjutkan karena asumsi dasar dari ANOVA tidak terpenuhi.
b. Tes homogenitas varians untuk pertumbuhan tenaga kerja (employment)
Dari hasil pengolahan data yang dapat dilihat pada Lampiran 35, didapatkan nilai Levene Test adalah 6,184 dengan signifikansi 0,001. Jadi probabilitas 0,001 < 0,05 dengan demikian H0 ditolak. Dapat ditarik
kesimpulan bahwa keempat tipe strategi untuk tingkat pertumbuhan tenaga kerja (emplyeement) tidak memiliki variansi yang sama. Dengan demikian proses penghitungan ANOVA ini tidak bisa dilanjutkan karena asumsi dasar dari ANOVA tidak terpenuhi.
c. Tes homogenitas varians untuk pertumbuhan penjualan penjualan (sales)
Dari hasil pengolahan data yang dapat dilihat pada Lampiran 36, didapatkan nilai Levene Test adalah 1,941 dengan signifikansi 0,128. Jadi
probabilitas 0,128 > 0,05 dengan demikian H0 diterima. Dapat ditarik
kesimpulan bahwa keempat tipe strategi untuk tingkat pertumbuhan penjualan (sales) memiliki varians yang sama. Dengan demikian proses penghitungan ANOVA ini bisa dilanjutkan karena asumsi dasar dari ANOVA terpenuhi.
Dari ketiga tes homogenitas varians di atas, dapat dibuat rekapitulasi hasil tes homogenitas varians kesuksesan usaha, yang dapat dilihat pada Tabel 24.
Tabel 24. Tes Homogenitas Varians Kesuksesan Usaha NO KESUKSESAN USAHA LEVENE
STATISTIC SIGNIFIKANSI KEPUTUSAN
1. Ketahanan Usaha 8,029 0,000 Ditolak
2. Pertumbuhan Tenaga Kerja 6,184 0,001 Ditolak
3. Pertumbuhan Penjualan 1,941 0,128 Diterima
Sumber : Rekapitulasi dari Lampiran 33, 34, 35
5.3.4.2. Pengujian ANOVA (Uji F)
Berdasarkan tes homogenitas varians, ternyata hanya engukuran kesuksesan usaha berdasarkan pertumbuhan penjualan (sales) yang memenuhi asumsi dasar dari perhitungan ANOVA dimana keempat varians haruslah sama. Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ANOVA adalah :
Ho : Diduga bahwa keempat kelompok tipe strategi memiliki
rata-rata pertumbuhan penjualan sama.
Hi : Diduga bahwa keempat kelompok tipe strategi memiliki
Dasar dari pengambilan keputusan adalah:
•
Jika F hitung > F tabel 0,05, maka H0 ditolak•
Jika F hitung < F tabel 0,05, maka H0 diterimaDari hasil analisis ANOVA untuk pertumbuhan penjualan (sales) yang dapat dilihat output lengkapnya pada Lampiran 36, didapat nilai F hitung sebesar 12,050 dengan signifikansi 0,000. Sedangkan F tabel pada tingkat signifikansi 0,05 (95%) dengan Numerator (jumlah variable-1) = 3, dan Denumerator (jumlah bilangan cacah/kasus – jumlah variable = 96) adalah 2,70. Jadi F hitung 12,050 > F tabel Į 0,05 (df. 3-96) = 2,70. Dengan demikian H0 : ditolak, H1 : diterima.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata pertumbuhan penjualan (sales) pada keempat tipe strategi (prospektor, defender, analyzer dan reaktor) memang secara signifikan berbeda.
5.3.4.3. Tes Post Hoc (Post Hoc Test)
Dari pengujian ANOVA (F test) telah diketahui bahwa secara umum keempat tipe strategi memiliki perbedaan (tidak sama) dalam kesuksesan usaha dalam hal ini pertumbuhan penjualan (sales). Untuk mengetahui lebih lanjut perbedaan itu, perlu dilakukan Post Hoc Tests dengan menggunakan salah satu fungsi Tukey. Adapun hipotesis yang digunakan dalam tes ini adalah :
Ho : Diduga bahwa kedua kelompok memiliki nilai rata-rata
pertumbuhan penjualan yang sama.
Hi : Diduga bahwa kedua kelompok memiliki nilai rata-rata
Ketentuan dari uji ini adalah :
•
Jika probabilitas > 0,05, maka H0 diterima•
Jika probabilitas < 0,05, maka H0 ditolakBerdasarkan output Post Hoc Test pada Lampiran 36, dapat dilihat perbedaan antar dua kelompok, yaitu sebagai berikut :
a. Perbedaan means antara tipe strategi Prospektor dan Defender
Nilai probabilitas untuk perbedaan tipe strategi prospektor dan defender sebesar 0,860. Jadi probabilitas 0,860 > 0,05. Dengan demikian H0 : diterima, sehingga dapat disimpulkan
bahwa rata-rata pertumbuhan penjualan antara tipe strategi
prospektor dan defender secara signifikan adalah tidak berbeda (sama saja).
b. Perbedaan means antara tipe strategi Prospektor dan Analyzer Nilai probabilitas untuk perbedaan tipe strategi prospektor dan analyzer sebesar 0,003. Jadi probabilitas 0,003 < 0,05. Dengan demikian H0 : ditolak, sehingga dapat disimpulkan
bahwa rata -rata pertumbuhan penjualan antara tipe strategi
prospektor dan analyzer secara signifikan adalah berbeda (tidak sama).
c. Perbedaan means antara tipe strategi Prospektor dan Reaktor
Nilai probabilitas untuk perbedaan tipe strategi prospektor dan reaktor sebesar 0,256. Jadi probabilitas 0,256 > 0,05. Dengan demikian H0 : diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata
-rata pertumbuhan penjualan antara tipe strategi prospektor dan
reaktor secara signifikan adalah tidak berbeda (sama saja).
d. Perbedaan means antara tipe strategi Defender dan Analyzer
Nilai probabilitas untuk perbedaan tipe strategi defender dan analyzer sebesar 0,000. Jadi probabilitas 0,000 < 0,05. Dengan demikian H0 : ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa
rata -rata pertumbuhan penjualan antara tipe strategi defender dan analyzer secara signifikan adalah berbeda (tidak sama).
e. Perbedaan means antara tipe strategi Defender dan Reaktor
Nilai probabilitas untuk perbedaan tipe strategi defender dan reaktor sebesar 0,549. Jadi probabilitas 0,549 > 0,05. Dengan demikian H0 : diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata
-rata pertumbuhan penjualan antara tipe strategi defender dan
reaktor secara signifikan adalah tidak berbeda (sama saja).
f. Perbedaan means antara tipe strategi Analyzer dan Reaktor
Nilai probabilitas untuk perbedaan tipe strategi analyzer dan reaktor sebesar 0,000. Jadi probabilitas 0,000 < 0,05. Dengan demikian H0 : ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa
rata-rata pertumbuhan penjualan antara tipe strategi analyzer dan
reaktor secara signifikan adalah berbeda (tidak sama).
Dari hasil uraian Post Hoc Test di atas, dapat dibuat rekapitulasi yang dapat dilihat pada Tabel 25.
Tabel 25. Rekapitulasi Hasil Post Hoc Test Pertumbuhan Penjualan (Sales) NO PERBEDAAN ANTAR
KELOMPOK SIGNIFIKANSI KEPUTUSAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. Prospektor – Defender Prospektor – Analyzer Prospektor – Reaktor Defender – Analyzer Defender – Reaktor Analyzer - Reaktor 0,860 0,003 0,256 0,000 0,549 0,000
Tidak ada perbedaan Ada perbedaan Tidak ada perbedaan
Ada perbedaan Tidak ada perbedaan
Ada perbedaan Sumber : Rekapitulasi dari Lampiran 35
5.3.4.4. Means Plot
Tipe Strategi Reaktor Analyzer Defender Prospektor
Mean of Pertumbuhan Penjualan
.08 .07 .06 .05 .04 .03 .02 .01 0.00
Gambar 7. Diagram Means Plot Pertumbuhan Penjualan (Sales) Sumber : Lampiran 35
Berdasarkan output deskripsi statistik pada Lampiran 36 dan Gambar 7 di atas, terlihat bahwa industri kecil dan menengah yang masuk ke dalam kelompok tipe strategi Analyzer memiliki mean paling besar dibandingkan tiga kelompok tipe strategi lainnya, yaitu sebesar 0,0698. Kemudian diikuti oleh kelompok tipe strategi Prospektor dengan
mean sebesar 0,0386, kelompok tipe strategi Defender sebesar 0,0305 dan yang memiliki mean paling kecil adalah kelompok tipe strategi
Reaktor sebesar 0,0100. Hal ini mengindikasikan bahwa tipe strategi
Analyzer memiliki kesuksesan usaha paling tinggi dibandingkan tipe strategi yang lainnya, yang diukur berdasarkan pertumbuhan penjualan (sales).
5.4. Pembahasan Hasil Penelitian
Dari hasil analisis cluster didapatkan bahwa ada empat kelompok tipe strategi, yaitu Cluster 1 yang terdiri dari indikator produk baru yang
pertama (X1.1), pemimpin pasar (X1.2), dan fleksibilitas (X1.3). Kalau dihubungkan dengan tipologi strategi Miles dan Snow, cluster dengan karakteristik seperti itu dinamakan tipe strategi Prospektor. Responden yang termasuk dalam tipe strategi ini sebanyak 21 responden dimana indicator yang paling sering sering dilakukan adalah membuat produk
baru yang pertama(X1.1). Cluster 2 yang terdiri dari indikator produk yang
terfokus (X2.1), pasar yang terfokus (X2.2), dan efisiensi (X2.3) kemudian dinamakan tipe strategi Defender dengan jumlah responden yang termasuk di dalamnya sebesar 21 responden dengan indicator yang paling sering dipertimbangkan adalah efisiensi(X2.3). Cluster 3 yang terdiri dari indikator produk yang berkesinambungan (X3.1), penganalis tren
pasar (X3.2) dan penganalis pesaing (X3.3) dinamakan tipe strategi
Analyzer dengan jumlah responden yang termasuk di dalamnya sebesar 51 responden dengan indikator paling sering dipertimbangkan responden adalah membuat produk yang berkesinambungan (X3.1). Cluster terakhir,
yaitu Cluster 4 yang terdiri dari indikator produk sesuai dengan
lingkungan tekanan (X41), pasar sesuai dengan pesaing (X4.2), dan kurang
baik dalam strategi persaingan (X4.3) dinamakan tipe strategi Reaktor. Responden yang termasuk dalam tipe strategi ini sebanyak 6 responden dengan indikator yang paling sering dipertimbangkan responden adalah membuat produk sesuai dengan tekanan lingkungan (X4.1) dan kurang
baik dalam strategi persaingan (X4.3).
Untuk digunakan membedakan kesuksesan usaha di antara keempat kelompok tipe strategi digunakan analisis ANOVA dengan menggunakan metode One-Way. Pengukuran kesuksesan usaha dengan menggunakan tingkat ketahanan usaha (survival), pertumbuhan tenaga kerja (employeement) dan pertumbuhan penjualan (sales). Dari analisis
One-Way ANOVA didapatkan bahwa tingkat ketahanan usaha (survival) dan pertumbuhan tenaga kerja (employeement) untuk test homogenitas varians, memiliki tingkat probabililitas < 0,05 yaitu masing-masing sebesar 0,000 dan 0,001 yang berarti bahwa kedua pengukuran kesuksesan ini tidak memiliki varians yang sama sehingga tidak memenuhi asumsi dasar dari uji beda dengan menggunakan analisis ANOVA dimana semua kelompok harus memiliki varians yang sama. Untuk itu, ketahanan usaha (survival) dan pertumbuhan tenaga kerja (employeement) tidak bisa dipakai untuk menguji perbedaan masing-masing kelompok.
Sedangkan, untuk pertumbuhan penjualan (Sales) dari analisis
One-Way ANOVA untuk uji homogenitas memiliki nilai probabilitas > 0,05 yaitu sebesar 0,128 yang berarti bahwa pengukuran kesuksesan dengan
menggunakan pertumbuhan penjualan semua kelompok memiliki varians yang sama sehingga sehingga bisa digunakan untuk menguji perbedaan masing-masing kelompok. Masing-masing kelompok tipe strategi (prospektor, defender, analyzer dan reactor) untuk pertumbuhan penjualan (sales), secara signifikan berbeda yang bisa dilihat dari nilai F hitung yang sebesar 12,050 > F tabel Į 0,05 (df. 3-96) = 2,70.
Untuk melihat perbedaan means masing-masing kelompok tipe strategi kita lakukan Post Hoc Test, dimana jika nilai probabilitas kedua kelompok itu > 0,05 maka rata-rata means dinyatakan secara signifikan tidak berbeda (sama), sebaliknya jika nilai probabilitas kedua kelompok itu < 0,05 maka rata-rata means dinyatakan secara signifikan berbeda (tidak sama). Berdasarkan hasil Post Hoc Test didapatkan hubungan antara kelompok tipe strategi prospektor – defender, prospektor – reaktor dan defender – reaktor secara signifikan tidak ada perbedaan karena memiliki tingkat probabilitas > 0,05 yaitu masing-masing sebesar 0,860; 0,256 dan 0,549. Sedangkan untuk hubungan antara kelompok tipe strategi prospektor – analyzer, defender – analyzer dan analyzer -
reaktor secara signifikan ada perbedaan karena memiliki tingkat probabilitas < 0,05 yaitu masing-masing sebesar 0,003; 0,000 dan 0,000. Jadi dapat kita tarik kesimpulan kelompok tipe strategi yang memiliki perbedaan rata-rata means paling nyata adalah kelompok tipe strategi
Analyzer dibandingkan ketiga kelompok lainnya.
Berdasarkan gambar diagram means plot dan tabel deskriptif pertumbuhan penjualan dapat dilihat bahwa bahwa industri kecil dan menengah yang memiliki tipe strategi Analyzer memiliki mean paling
besar dibandingkan tiga tipe strategi lainnya, yaitu sebesar 0,0698. Kemudian diikuti oleh tipe strategi Prospektor dengan mean sebesar 0,0386, tipe strategi Defender sebesar 0,0305 dan yang memiliki mean paling kecil adalah tipe strategi Reaktor sebesar 0,0100. Hal ini mengindikasikan bahwa tipe strategi Analyzer memiliki kesuksesan usaha paling tinggi untuk pertumbuhan penjualan (sales) dibandingkan tipe strategi yang lainnya.
5.5. Pembuktian Hipotesis 5.5.1. Hipotesis 1
Dari hasil pembahasan di atas, dapat kita lihat bahwa dari hasil analisis cluster terdapat empat kelompok industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali, yaitu : a) tipe strategi prospektor, dengan karakteristik produk baru yang pertama, pemimpin pasar, dan fleksibilitas; b) tipe strategi defender dengan karakteristik efisiensi, pasar yang
terfokus, dan produk yang terfokus; c) tipe strategi analyzer, dengan karakteristik produk yang berkesinambungan, penganalis tren pasar dan
penganalis pesaing; dan d) tipe strategi reaktor, dengan karakteristik
produk sesuai dengan tekanan lingkungan, kurang baik dalam strategi persaingan dan pasar sesuai dengan pesaing. Hal ini mengindikasikan bahwa hipotesis 1 dalam penelitian, yaitu diduga ada empat kelompok tipe strategi, yaitu : Prospektor, Defender, Analyzer dan Reaktor pada industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali dapat diterima.
5.5.2. Hipotesis 2
Berdasarkan hasil pembahasan di atas, melalui analisis ANOVA didapatkan bahwa setiap kelompok tipe strategi yang terbentuk memiliki perbedaan kesuksesan dimana tipe strategi analyzer memiliki rata-rata kesuksesan usaha paling tinggi yang diukur melalui pertumbuhan penjualan (sales) dibandingkan tiga kelompok lainnya, yaitu : tipe strategi
prospektor, defender dan reaktor. Hal ini mengindikasikan bahwa hipotesis 2 dalam penelitian ini ditolak karena pada hipitesis 2 diduga ada perbedaan kesuksesan antar kelompok tipe strategi industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali dimana kelompok tipe strategi prospektor memiliki tingkat kesuksesan tertinggi.
5.6. Implikasi Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, baik bagi pengusaha/pengrajin maupun bagi peneliti-peneliti lain terhadap variable-variabel yang melandasi dan mendukung tipe strategi terhadap kesuksesan industri kecil dan menengah.
Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa industri kecil dan menengah di Kawasan Sarbagita, Bali terdapat empat kelompok tipe strategi yang didasarkan pada Tipologi Miles dan Snow, yaitu : tipe strategi prospektor, defender, analyzer dan reaktor. Dari keempat kelompok tersebut, ternyata kelompok tipe strategi analyzer yang memiliki kesuksesan usaha yang paling tinggi yang diukur dengan menggunakan rata-rata pertumbuhan penjualan selama lima tahun terakhir. Hasil penelitian ini, memiliki perbedaan dengan penelitian yang
dilakukan oleh McCann, Leon-Guerrero dan Haley (2001:50), yang secara empiris menemukan bahwa :
Tipe strategi prospektor memiliki kesuksesan lebih tinggi dibandingkan tipe strategi lainnya, yaitu : defender, analyzer dan reaktor pada usaha keluarga di Amerika Serikat.
Perbedaan hasil temuan ini dikarenakan oleh adanya perbedaan budaya kerja antara pengusaha industri kecil dan menengah di Indonesia, khususnya di Bali dengan pengusaha yang ada di Amerika Serikat, dimana pengusaha-pengusaha di Bali lebih cenderung untuk meminimalkan resiko dengan menyempurnakan produk-produk yang sudah ada atau mencontoh dari pengusaha lain yang sudah bisa diserap oleh pasar daripada membuat produk yang benar-benar baru yang belum tentu bisa diterima oleh pasar. Lain halnya dengan pengusaha di Amerika Serikat yang cenderung lebih inovatif dalam menciptakan ide-ide produk baru dimana konsumennya bisa dengan cepat menerima keberadaan produk baru tersebut. Selain itu, pengusaha di Bali juga lebih banyak menerima pesanan sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen atau pasar sehingga produk-produk yang dihasilkan pun bisa mengikuti tren pasar sehingga dapat meningkatkan penjualan dari industri kecil dan menengah itu sendiri.
5.7. Keterbatasan Penelitian
Beberapa keterbatasan yang dialami peneliti dalam penelitian ini, selain keterbatasan waktu dan biaya adalah ;
1. Data pendukung dari instansi terkait tidak lengkap dan tidak semuanya merupakan data terbaru sehingga tidak semua objek penelitian dapat terdeteksi.
2. Adanya perbedaan birokrasi masalah perijinan pengambilan data pada masing-masing daerah yang mengakibatkan data yang diambil pun tidak bisa maksimal.
3. Situasi responden pada saat pengisian kuesioner yang tidak dapat diduga, dimana pada saat pengisian kuesioner tersebut secara psikologis berada pada kondisi senang atau tidak yang mungkin dapat mempengaruhi responden dalam menjawab kuesioner. Hal ini karena pada saat penelitian ini dilakukan banyak responden yang sedang sibuk beraktivitas.
4. Keterbatasan peneliti dalam mengontrol setiap responden, dimana beberapa responden menunjukkan keinginannya untuk mendapatkan penjelasan secara lebih detail menyangkut beberapa item pertanyaan dalam kuesioner. Namun karena situasi dan kondisi, peneliti tidak dapat secara maksimal memberikan penjelasan sebagaimana yang diharapkan.
5. Responden tidak mengembalikan kuesioner atau kuesioner dianggap gugur karena jawaban tidak lengkap sehingga peneliti harus mencari responden pengganti untuk memperoleh sampel yang diharapkan.