• Tidak ada hasil yang ditemukan

TIPE-TIPE PENONJOLAN JUDUL BERITA OLAHRAGA SURAT KABAR MERAPI EDISI JANUARI-DESEMBER 2007

3.1 Pengantar

Pada bab ini dipaparkan tipe-tipe penonjolan judul berita olahraga surat

kabar Merapi edisi Januari-Desember 2007. Berdasarkan unsur yang ditonjolkan,

judul berita olahraga surat kabar Merapi edisi Januari-Desember 2007 dapat

dibedakan menjadi enam tipe yaitu (1) judul berita yang menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’; (2) judul berita yang menonjolkan ‘pihak yang dikalahkan’; (3)

judul berita yang menonjolkan ‘pihak yang memenangkan’; (4) judul berita yang

menonjolkan ‘pihak yang menahan’; (5) judul berita yang menonjolkan ‘pihak

yang menang’; (6) judul berita yang menonjolkan ‘pihak yang kalah’.

3.1.1 Judul Berita yang Menonjolkan ‘Pihak yang Mengalahkan’

Judul berita jenis ini berunsur fungsional S (subjek), P (predikat), O

(objek), dan K (keterangan). S (subjek) diisi oleh N (nomina), P (predikat) diisi

oleh V (verba), O (objek) diisi oleh N (nomina), dan K diisi oleh (verba,

adjektiva, numeralia, preposisi). Dari segi semantis, N (nomina) yang mengisi S

(subjek) menyatakan ‘pihak yang mengalahkan’, V (verba) yang mengisi P

(predikat) menyatakan ‘perbuatan mengalahkan’, N (nomina) yang mengisi O

(numeralia), Prep (preposisi) yang mengisi K (keterangan) menyatakan ‘hasil

pertandingan’.

Berikut ini contohnya:

(63) Cina Gasak Uzbekistan (Merapi, 29 Maret 2007)

Contoh (63) terdiri dari S (Cina), P (Gasak), dan O (Uzbekistan). Dari segi

kategoris kata, S diisi oleh N (Cina), P diisi V (Gasak), sedangkan O diisi N

(Uzbekistan). Contoh judul berita (63) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang

mengalahkan’ (Cina); ‘perbuatan mengalahkan’ (Gasak); dan ‘pihak yang

dikalahkan’ (Uzbekistan). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ berada di

urutan terdepan yaitu Cina, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada contoh judul berita (63) tersebut

dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(63a)

Cina Gasak Uzbekistan

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Adapun contoh judul berita yang lain dan setipe dengan contoh (63) adalah

sebagai berikut:

(64) Gaseta Tumbangkan IM (Merapi, 24 Juli 2007)

(65) PSST Gulung Gulser (Merapi, 18 April 2007)

(67) Maju Lancar Gebuk Samodra (Merapi, 1 Agustus 2007)

(68) Barca Makin Benamkan Huelva (Merapi, 26 November 2007)

(69) Bocka Sikat Nawungan (Merapi, 10 Mei 2007)

(70) Telkom Bungkam Bharata 3-1 (Merapi, 2 April 2007)

(71) Spanyol Optimis Gilas Swedia (Merapi, 17 November 2007)

(72) Kroasia Hajar Slovakia (Merapi, 18 Oktober 2007)

(73) Porak Jaya Taklukkan Grim (Merapi, 5 April 2007)

(74) Organ Tundukkan HW 5-2 (Merapi, 11 April 2007)

(75) Bayern Depak Real (Merapi, 9 Maret 2007)

(76) Persipur Tekuk Persebi 2-0 (Merapi, 21 Mei 2007)

(77) Rio Muda Bungkam Bocka (Merapi, 22 September 2007)

(78) UII Bekuk POP 2-1 (Merapi, 5 April 2007)

(79) Arsenal Hentikan City (Merapi, 27 Agustus 2007)

(80) Kaerjeng Tendang Lillestrom (Merapi, 2 Agustus 2007)

(81) Melati Muda Hempaskan Bina Putra (Merapi, 16 April 2007)

(82) Halilintar Sambar Gulser 7-1 (Merapi, 24 April 2007)

(83) Villareal Bantai Levante (Merapi, 10 November 2007)

(84) Timnas U-16 Kuliti Siwo Jaya 12-0 (Merapi, 19 Oktober 2007)

(85) Brasil Gedor Ekuador (Merapi, 19 Oktober 2007)

(86) Italia Kubur Skotlandia (Merapi, 19 November 2007)

(87) Hamburg Hancurkan Stuttgart (Merapi, 22 November 2007)

(88) Barca Siap Lalap Rangers (Merapi, 7 November 2007)

(90) Maduretno Permalukan Potorono (Merapi, 21 September 2007)

(91) Leverkusen Siap Redam Muenchen (Merapi, 29 September 2007)

(92) Brasil NgamukLawan Ekuador (Merapi, 17 Oktober 2007)

(93) Brasil InginBalas Meksiko (Merapi, 13 September 2007)

(94) Persik Matikan Bambang (Merapi, 12 September 2007)

(95) Everton Hajar Boro (Merapi, 2 Oktober 2007)

(96) United Tenggelamkan Chelsea (Merapi, 25 September 2007)

(97) PSV Libas Utrecht (Merapi, 24 Desember 2007)

(98) Jonggrang Lumat Asri 4-0 (Merapi, 8 Desember 2007)

(99) SDN Badran Tantang SD Muh Sagan (Merapi, 6 September 2007)

(100) Norwegia Singkirkan Tuan Rumah (Merapi, 25 September 2007)

Contoh (64) terdiri dari S (Gaseta), P (Tumbangkan), dan O (IM). Dari

segi kategori kata, S diisi oleh N (Gaseta), P diisi V (Tumbangkan), sedangkan O

diisi N (IM). Judul berita (64) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang

mengalahkan’ (Gaseta); ‘perbuatan mengalahkan’ (Tumbangkan); dan ‘pihak

yang dikalahkan’ (IM). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Gaseta

berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (64) dapat

(64a) Gaseta Tumbangkan IM F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (65) terdiri dari S (PSST), P (Gulung), dan O (Gulser). Dari segi

kategori kata, S diisi oleh N (PSST), P diisi V (Gulung), sedangkan O diisi N

(Gulser). Judul berita (65) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’

(PSST); ‘perbuatan mengalahkan’ (Gulung); dan ‘pihak yang dikalahkan’

(Gulser). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni PSST berada di urutan

terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun

struktur sintaksis pada judul berita contoh (65) dapat ditunjukkan melalui tabel

berikut: (65a) PSST Gulung Gulser F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (66) terdiri dari S (Persig), P (Kandaskan), dan O (Persikup). Dari

segi kategori kata, S diisi oleh N (Persig), P diisi V (Kandaskan), sedangkan O

diisi N (Persikup). Judul berita (66) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang

dikalahkan’ (Persikup). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Persig

berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (66) dapat

ditunjukkan melalui tabel berikut:

(66a)

Persig Kandaskan Persikup

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (67) disebutkan terdiri dari S (Maju Lancar), P (Gebuk), dan O

(Samodra). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Maju Lancar), P diisi V

(Gebuk), sedangkan O diisi N (Samodra). Dalam judul berita (67) terdiri dari tiga

unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (Maju Lancar); ‘perbuatan mengalahkan’

(Gebuk); dan ‘pihak yang dikalahkan’ (Samodra). Karena unsur ‘pihak yang

mengalahkan’ yakni Maju Lancar berada di urutan terdepan, judul berita tersebut

menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul

berita contoh (67) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(67a)

Maju Lancar Gebuk Samodra

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (68) terdiri dari S (Barca), P (‘aspek’ Makin Benamkan), dan O

(Huelva). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Barca), P diisi V (‘aspek’ Makin

Benamkan), sedangkan O diisi N (Huelva). Judul berita (68) terdiri dari tiga unsur

yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (Barca); ‘perbuatan mengalahkan’ (‘aspek’

Makin Benamkan); dan ‘pihak yang dikalahkan’ (Huelva). Karena unsur ‘pihak

yang mengalahkan’ yakni Barca berada di urutan terdepan, judul berita tersebut

menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul

berita contoh (68) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(68a)

Barca ’aspek’ Makin Benamkan Huelva F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (69) terdiri dari S (Bocka), P (Sikat), dan O (Nawungan). Dari segi

kategori kata, S diisi oleh N (Bocka), P diisi V (Sikat), sedangkan O diisi N

(Nawungan). Judul berita (69) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang

mengalahkan’ (Bocka); ‘perbuatan mengalahkan’ (Sikat); dan ‘pihak yang

dikalahkan’ (Nawungan). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Bocka

berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (69) dapat

(69a)

Bocka Sikat Nawungan

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (70) terdiri dari S (Telkom), P (Bungkam), O (Bharata), dan K(

3-1). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Telkom), P diisi V (Bungkam), O diisi

oleh N (Bharata), sedangkan K diisi oleh Num(3-1). Judul berita (70) terdiri dari

empat unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (Telkom); ‘perbuatan mengalahkan’

(Bungkam); ‘pihak yang dikalahkan’ (Bharata); ‘hasil pertandingan’ (3-1). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Telkom berada di urutan terdepan,

judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur

sintaksis pada judul berita contoh (70) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(70a)

Telkom Bungkam Bharata 3-1

F S P O K K N V N Num M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’ ’hasil pertandingan’

Contoh (71) terdiri dari S (Spanyol), P (‘aspek’ Optimis Gilas), dan O

(Swedia). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Spanyol), P diisi V (‘aspek’

Optimis Gilas), sedangkan O diisi N (Swedia). Judul berita (71) terdiri dari tiga

(‘aspek’ Optimis Gilas); dan ‘pihak yang dikalahkan’ (Swedia). Karena unsur

‘pihak yang mengalahkan’ yakni Spanyol berada di urutan terdepan, judul berita

tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada

judul berita contoh (71) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(71a) Spanyol ’aspek’ Optimis Gilas Swedia F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (72) terdiri dari S (Kroasia), P (Hajar), dan O (Slovakia). Dari

segi kategori kata, S diisi oleh N (Kroasia), P diisi V (Hajar), sedangkan O diisi

N (Slovakia). Judul berita (72) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang

mengalahkan’ (Kroasia); ‘perbuatan mengalahkan’ (Hajar); dan ‘pihak yang

dikalahkan’ (Slovakia). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Kroasia

berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (72) dapat

ditunjukkan melalui tabel berikut:

(72a)

Kroasia Hajar Slovakia

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (73) terdiri dari S (Porak Jaya), P (Taklukkan), dan O (Grim). Dari

segi kategori kata, S diisi oleh N (Porak Jaya), P diisi V (Taklukkan), sedangkan

O diisi N (Grim). Judul berita (73) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang

mengalahkan’ (Porak Jaya); ‘perbuatan mengalahkan’ (Taklukkan); dan ‘pihak

yang dikalahkan’ (Grim). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Porak

Jaya berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (73) dapat

ditunjukkan melalui tabel berikut:

(73a)

Porak Jaya Taklukkan Grim

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (74) terdiri dari S (Organ), P (Tundukkan), O (HW),

dan K (5-2). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Organ), P diisi V

(Tundukkan), O diisi oleh N (Grim), sedangkan K diisi oleh Num (5-2). Contoh

(74) terdiri dari empat unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (Organ); ‘perbuatan

mengalahkan’ (Tundukkan); ‘pihak yang dikalahkan’ (HW); dan ‘hasil

pertandingan’(5-2). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Organ berada

di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’.

Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (74) dapat ditunjukkan melalui

(74a) Organ Tundukkan HW 5-2 F S P O K K N V N Num M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’ ’hasil pertandingan’

Contoh judul berita (75) terdiri dari S (Bayern), P (Depak), dan P (Real).

Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Bayern), P diisi V (Depak), sedangkan O

diisi N (Real). Judul berita (75) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang

mengalahkan’ (Bayern); ‘perbuatan mengalahkan’ (Depak); dan ‘pihak yang

dikalahkan’ (Real). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Bayern berada

di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’.

Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (75) dapat ditunjukkan melalui

tabel berikut:

(75a)

Bayern Depak Real

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (76) terdiri dari S (Persipur), P (Tekuk), O (Persebi),

dan K(2-0). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Bayern), P diisi V (Depak), O

diisi oleh N (Persebi), sedangkan K diisi oleh Num(2-0). Judul berita (76) terdiri

mengalahkan’ (Tekuk); ‘pihak yang dikalahkan’ (Persebi); dan ‘hasil

pertandingan’ (2-0). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Persipur

berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (76) dapat

ditunjukkan melalui tabel berikut:

(76a)

Persipur Tekuk Persebi 2-0

F S P O K K N V N Num M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’ ’hasil pertandingan’

Judul berita (77) terdiri dari S (Rio Muda), P (Bungkam), dan O (Bocka).

Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Rio Muda), P diisi V (Bungkam),

sedangkan O diisi N (Bocka). Contoh (77) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak

yang mengalahkan’ (Rio Muda); ‘perbuatan mengalahkan’ (Bungkam); dan ‘pihak

yang dikalahkan’ (Bocka). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Rio

Muda berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (77) dapat

(77a)

Rio Muda Bungkam Bocka

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (78) terdiri dari S (UII), P (Bekuk), O (POP), dan K (2-1). Dari

segi kategori kata, S diisi oleh N (UII), P diisi V (Bekuk), O diisi N (POP), dan K

diisi Num (2-1). Judul berita (78) terdiri dari empat unsur yakni ‘pihak yang

mengalahkan’ (UII); ‘perbuatan mengalahkan’ (Bekuk); ‘pihak yang dikalahkan’

(POP), dan ‘hasil petandingan’ (2-1). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’

yakni UII berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak

yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (78)

dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(78a)

UII Bekuk POP 2-1

S P O K N V N Num ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’ ’hasil pertandingan’

Contoh (79) terdiri dari S (Arsenal), P (Hentikan), dan O (City). Dari segi

kategori kata, S diisi oleh N (Arsenal), P diisi V (Hentikan), sedangkan O diisi N

(City). Judul berita (79) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’

(City). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Arsenal berada di urutan

terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun

struktur sintaksis pada judul berita contoh (79) dapat ditunjukkan melalui tabel

berikut:

(79a)

Arsenal Hentikan City

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (80) terdiri dari S (Kaerjeng), P (Tendang), dan O (Lillestrom).

Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Kaerjeng), P diisi V (Tendang), sedangkan

O diisi N (Lillestrom). Judul berita (80) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang

mengalahkan’ (Kaerjeng); ‘perbuatan mengalahkan’ (Tendang); dan ‘pihak yang

dikalahkan’ (Lillestrom). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Kaerjeng

berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (80) dapat

ditunjukkan melalui tabel berikut:

(80a)

Kaerjeng Tendang Lillestrom

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (81) terdiri dari S (Melati Muda), P (Hempaskan), dan O (Bina

Putra). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Melati Muda), P diisi V

(Hempaskan), sedangkan O diisi N (Bina Putra). Judul berita (81) terdiri dari tiga

unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (Melati Muda); ‘perbuatan mengalahkan’

(Hempaskan); dan ‘pihak yang dikalahkan’ (Bina Putra). Karena unsur ‘pihak

yang mengalahkan’ yakni Melati Muda berada di urutan terdepan, judul berita

tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada

judul berita contoh (81) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(81a)

Melati Muda Hempaskan Bina Putra

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (82) terdiri dari S (Halilintar), P (Sambar), O

(Gulser), dan K (7-1). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Halilintar), P diisi V

(Sambar), O diisi oleh N (Gulser), dan K diisi oleh Num(7-1). Judul berita (82)

terdiri dari empat unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (Halilintar); ‘perbuatan

mengalahkan’ (Sambar); ‘pihak yang dikalahkan’ (Gulser), dan ‘hasil

pertandingan’ (7-1). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Halilintar

berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (82) dapat

(82a)

Halilintar Sambar Gulser 7-1

F S P O K K N V N Num M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’ ’hasil pertandingan’

Judul berita (83) terdiri dari S (Villareal), P (Bantai), dan O (Levante).

Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Villareal), P diisi V (Bantai), sedangkan O

diisi N (Levante). Contoh (83) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang

mengalahkan’ (Villareal); ‘perbuatan mengalahkan’ (Bantai); dan ‘pihak yang

dikalahkan’ (Levante). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Villareal

berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (83) dapat

ditunjukkan melalui tabel berikut:

(83a)

Villareal Bantai Levante

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (84) terdiri dari S (Timnas U-16), P (Kuliti), O (Siwo

Jaya), dan K(12-0). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Timnas U-16), P diisi

V (Kuliti), O diisi N (Siwo Jaya), dan K diisi Num(12-0). Judul berita (84) terdiri

mengalahkan’ (Kuliti); ‘pihak yang dikalahkan’ (Siwo Jaya); ‘hasil pertandingan’

(12-0). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Timnas U-16 berada di

urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’.

Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (84) dapat ditunjukkan melalui

tabel berikut:

(84a)

Timnas U-16 Kuliti Siwo Jaya 12-0

F S P O K K N V N Num M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’ ’hasil pertandingan’

Contoh (85) terdiri dari S (Brasil), P (Gedor), dan O (Ekuador). Dari segi

kategori kata, S diisi oleh N (Brasil), P diisi V (Gedor), sedangkan O diisi N

(Ekuador). Judul berita (85) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang

mengalahkan’ (Brasil); ‘perbuatan mengalahkan’ (Gedor); dan ‘pihak yang

dikalahkan’ (Ekuador). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Brasil

berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (85) dapat

(85a)

Brasil Gedor Ekuador

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (86) terdiri dari S (Italia), P (Kubur), dan O (Skotlandia). Dari segi

kategori kata, S diisi oleh N (Italia), P diisi V (Kubur), sedangkan O diisi N

(Skotlandia). Judul berita (86) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang

mengalahkan’ (Italia); ‘perbuatan mengalahkan’ (Kubur); dan ‘pihak yang

dikalahkan’ (Skotlandia). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Italia

berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang

mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (86) dapat

ditunjukkan melalui tabel berikut:

(86a)

Italia Kubur Skotlandia

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (87) terdiri dari S (Hamburg), P (Hancurkan), dan O (Stuttgart).

Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Hamburg), P diisi V (Hancurkan),

sedangkan O diisi N (Stuttgart). Judul berita (87) terdiri dari tiga unsur yakni

dan ‘pihak yang dikalahkan’ (Stuttgart). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’

yakni Hamburg berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan

‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh

(87) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(87a)

Hamburg Hancurkan Stuttgart

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (88) terdiri dari S (Barca), P (‘aspek’ Siap Lalap), dan O

(Rangers). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Barca), P diisi V (‘aspek’ Siap

Lalap), sedangkan O diisi N (Rangers). Judul berita (88) terdiri dari tiga unsur

yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (Barca); ‘perbuatan mengalahkan’ (‘aspek’ Siap

Lalap); dan ‘pihak yang dikalahkan’ (Rangers). Karena unsur ‘pihak yang

mengalahkan’ yakni Barca berada di urutan terdepan, judul berita tersebut

menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul

berita contoh (88) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(88a)

Barca ’aspek’ Siap lalap Rangers F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (89) terdiri dari S (Celtic), P (‘aspek’ Optimis

Singkirkan), dan O (Milan). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Celtic), P diisi

V (‘aspek’ Optimis Singkirkan), sedangkan O diisi N (Milan). Judul berita (89)

terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (Celtic); ‘perbuatan

mengalahkan’ (‘aspek’ Optimis Singkirkan); dan ‘pihak yang dikalahkan’ (Milan).

Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Celtic berada di urutan terdepan,

judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur

sintaksis pada judul berita contoh (89) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(89a) Celtic ’aspek’ Optimis Singkirkan Milan F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (90) terdiri dari S (Maduretno), P (Permalukan), dan

O (Potorono). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Maduretno), P diisi V

(Permalukan), sedangkan O diisi N (Potorono). Judul berita (90) terdiri dari tiga

unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (Maduretno); ‘perbuatan mengalahkan’

(Permalukan); dan ‘pihak yang dikalahkan’ (Potorono). Karena unsur ‘pihak yang

mengalahkan’ yakni Maduretno berada di urutan terdepan, judul berita tersebut

menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul

(90a)

Maduretno Permalukan Potorono

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (91) terdiri dari S (Leverkusen), P (‘aspek’ Siap

Redam), dan O (Muenchen). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Leverkusen),

P diisi V (‘aspek’ Siap Redam), sedangkan O diisi N (Muenchen). Judul berita

(91) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (Leverkusen);

‘perbuatan mengalahkan’ (‘aspek’ Siap Redam); dan ‘pihak yang dikalahkan’

(Muenchen). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Leverkusen berada di

urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’.

Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (91) dapat ditunjukkan melalui

tabel berikut:

(91a)

Leverkusen ’aspek’ Siap Redam Muenchen F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (92) terdiri dari S (Brasil), P (Ngamuk Lawan), dan O

(Ekuador). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Brasil), P diisi V (Ngamuk

yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (Brasil); ‘perbuatan mengalahkan’ (Ngamuk

Lawan); dan ‘pihak yang dikalahkan’ (Ekuador). Karena unsur ‘pihak yang

mengalahkan’ yakni Brasil berada di urutan terdepan, judul berita tersebut

menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul

berita contoh (92) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(92a) Brasil Ngamuk Lawan Ekuador F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Judul berita (93) terdiri dari S (Brasil), P (‘aspek’ Ingin Balas), dan O

(Meksiko). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Brasil), P diisi V (‘aspek’ Ingin

Balas), sedangkan O diisi N (Meksiko). Contoh (93) terdiri dari tiga unsur yakni

‘pihak yang mengalahkan’ (Brasil); ‘perbuatan mengalahkan’ (‘aspek’ Ingin

Balas); dan ‘pihak yang dikalahkan’ (Meksiko). Karena unsur ‘pihak yang

mengalahkan’ yakni Brasil berada di urutan terdepan, judul berita tersebut

menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul

(93a)

Brasil ’aspek’ Ingin Balas Meksiko F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (94) terdiri dari S (Persik), P (Matikan), dan O

(Bambang). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Persik), P diisi V (Matikan),

sedangkan O diisi N (Bambang). Judul berita (94) terdiri dari tiga unsur yakni

‘pihak yang mengalahkan’ (Persik); ‘perbuatan mengalahkan’ (Matikan); dan

‘pihak yang dikalahkan’ (Bambang). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’

yakni Persik berada di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak

yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (94)

dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(94a)

Persik Matikan Bambang

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh (95) terdiri dari S (Everton), P (Hajar), dan O (Boro). Dari segi

kategori kata, S diisi oleh N (Everton), P diisi V (Hajar), sedangkan O diisi N

(Boro). Judul berita (95) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’

Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Everton berada di urutan terdepan,

judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur

sintaksis pada judul berita contoh (95) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(95a)

Everton Hajar Boro

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (96) terdiri dari S (United), P (Tenggelamkan), dan O

(Chelsea). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (United), P diisi V

(Tenggelamkan), sedangkan O diisi N (Chelsea). Judul berita (96) terdiri dari tiga

unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (United); ‘perbuatan mengalahkan’

(Tenggelamkan); dan ‘pihak yang dikalahkan’ (Chelsea). Karena unsur ‘pihak

yang mengalahkan’ yakni United berada di urutan terdepan, judul berita tersebut

menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada judul

berita contoh (96) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(96a)

United Tenggelamkan Chelsea

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (97) terdiri dari S (PSV), P (Libas), dan O (Utrecht).

Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (PSV), P diisi V (Libas), sedangkan O diisi

N (Utrecht). Judul berita (97) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang

mengalahkan’ (PSV); ‘perbuatan mengalahkan’ (Libas); dan ‘pihak yang

dikalahkan’ (Utrecht). Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni PSV berada

di urutan terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’.

Adapun struktur sintaksis pada judul berita contoh (97) dapat ditunjukkan melalui

tabel berikut: (97a) PSV Libas Utrecht F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (98) terdiri dari S (Jonggrang), P (Lumat), O (Asri),

dan K (4-0). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Jonggrang), P diisi V

(Lumat), O diisi N (Asri), dan K diisi Num (4-0). Judul berita (98) terdiri dari

empat unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (Jonggrang); ‘perbuatan

mengalahkan’ (Lumat); ‘pihak yang dikalahkan’ (Asri); ‘hasil pertandingan’(4-0).

Karena unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni Jonggrang berada di urutan

terdepan, judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun

struktur sintaksis pada judul berita contoh (98) dapat ditunjukkan melalui tabel

(98a)

Jonggrang Lumat Asri 4-0

F S P O K K N V N Num M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’ ’hasil pertandingan’

Contoh judul berita (99) terdiri dari S (SDN Badran), P (Tantang), dan O

(SD Muh Sagan). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (SDN Badran), P diisi V

(Tantang), sedangkan O diisi N (SD Muh Sagan). Judul berita (99) terdiri dari tiga

unsur yakni ‘pihak yang mengalahkan’ (SDN Badran); aspek ‘perbuatan

mengalahkan’ (Tantang); dan ‘pihak yang dikalahkan’ (SD Muh Sagan). Karena

unsur ‘pihak yang mengalahkan’ yakni SDN Badran berada di urutan terdepan,

judul berita tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur

sintaksis pada judul berita contoh (99) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(99a)

SDN Badran Tantang SD Muh Sagan

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ Aspek ‘perbuatan mengalahkan’

‘pihak yang dikalahkan’

Contoh judul berita (100) terdiri dari S (Norwegia), P (Singkirkan), dan O

(Tuan Rumah). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Norwegia), P diisi V

(Singkirkan), sedangkan O diisi N (Tuan Rumah). Judul berita (100) terdiri dari

(Singkirkan); dan ‘pihak yang dikalahkan’ (Tuan Rumah). Karena unsur ‘pihak

yang mengalahkan’ yakni Norwegia berada di urutan terdepan, judul berita

tersebut menonjolkan ‘pihak yang mengalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada

judul berita contoh (100) dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(100a)

Norwegia Singkirkan Tuan rumah

F S P O K N V N M ‘pihak yang mengalahkan’ ‘perbuatan mengalahkan’ ‘pihak yang dikalahkan’

3.1.2 Judul Berita yang Menonjolkan ‘Pihak yang Dikalahkan’

Judul berita jenis ini berunsur fungsional S (subjek), P (predikat), O

(objek), dan K (keterangan). S (subjek) diisi oleh N (nomina), P (predikat) diisi

oleh V (verba), O (objek) diisi oleh N diisi oleh (nomina), dan K diisi oleh (verba,

adjektiva, numeralia, preposisi). Dari segi semantis, N (nomina) yang mengisi S

(subjek) menyatakan ‘pihak yang dikalahkan’, V (verba) yang mengisi P

(predikat) menyatakan ‘perbuatan yang dikalahkan’, N (nomina) yang mengisi O

(objek) menyatakan ‘pihak yang mengalahkan’, dan Num (numeralia), Prep

(preposisi) yang mengisi K (keterangan) menyatakan ‘hasil pertandingan’.

Berikut ini contohnya:

(101) Chelsea Rasakan Dihajar Rangers (Merapi, 12 Maret 2007)

Contoh (101) terdiri dari S (Chelsea), P (‘aspek’ Rasakan Dihajar), dan

(‘aspek’ Rasakan Dihajar), sedangkan Pel diisi N (Rangers). Contoh judul berita

(101) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang dikalahkan’ (Chelsea); ‘perbuatan

dikalahkan’ (‘aspek’ Rasakan Dihajar); dan ‘pihak yang mengalahkan’ (Rangers).

Karena unsur ‘pihak yang dikalahkan’ berada di urutan terdepan yakni Chelsea,

judul berita tersebut termasuk menonjolkan ‘pihak yang dikalahkan’. Adapun

struktur sintaksis pada contoh judul berita (101) tersebut dapat ditunjukkan

melalui tabel berikut:

(101a)

Chelsea ‘aspek’ Rasakan Dihajar Rangers F S P O K N V N M ‘pihak yang dikalahkan’ ‘perbuatan dikalahkan’ ‘pihak yang mengalahkan’

Adapun contoh judul berita yang lain dan setipe dengan contoh (101)

adalah sebagai berikut:

(102) PSS Ditebas Persitara 0-2 (Merapi, 5 Maret 2007)

(103) Motta Ditikam dari Belakang (Merapi, 3 Agustus 2007)

(104) PSIM Dibekuk Persmin 0-1 (Merapi, 12 Maret 2007)

(105) Giliran HW Tumbang Dibekuk RAS (Merapi, 7 Maret 2007)

(106) Milan Gagal Sikat Parma (Merapi, 24 September 2007)

(107) PSIM Disungkurkan Persekabpas 1-2 (Merapi, 10 September

Contoh (102) terdiri dari S (PSS), P (Ditebas), O (Persitara), dan K(0-2).

Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (PSS), P diisi V (Ditebas), O diisi N

(Persitara), dan K diisi Num (0-2). Contoh judul berita (102) terdiri dari empat

unsur yakni ‘pihak yang dikalahkan’ (PSS); ‘perbuatan dikalahkan’ (Ditebas);

‘pihak yang mengalahkan’ (Persitara); ‘hasil pertandingan’ (0-2). Karena unsur

‘pihak yang dikalahkan’ berada di urutan terdepan yakni PSS, judul berita tersebut

termasuk menonjolkan ‘pihak yang dikalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada

contoh judul berita (102) tersebut dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(102a) PSS Ditebas Persitara 0-2 F S P O K K N V N Num M ‘pihak yang dikalahkan’ ‘perbuatan dikalahkan’ ‘pihak yang mengalahkan’ ‘hasil pertandingan’

Contoh (103) terdiri dari S (Motta), P (Ditikam), dan K (dari Belakang).

Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Motta), P diisi V (Ditikam), sedangkan K

diisi Preposisi (dari Belakang). Contoh judul berita (103) terdiri dari tiga unsur

yakni ‘pihak yang dikalahkan’ (Motta); ‘perbuatan dikalahkan’ (Ditikam); dan

‘pihak yang mengalahkan’ (dari Belakang). Karena unsur ‘pihak yang dikalahkan’

berada di urutan terdepan yakni Motta, judul berita tersebut termasuk

menonjolkan ‘pihak yang dikalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada contoh

(103a)

Motta Ditikam dari Belakang

F S P K K N V Preposisi M ‘pihak yang dikalahkan’ ‘perbuatan dikalahkan’ ‘pihak yang mengalahkan’

Judul berita (104) terdiri dari S (PSIM), P (Dibekuk), O (Persmin), dan K

(0-1). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (PSIM), P diisi V (Dibekuk), O diisi

N (Persmin), K diisi Num(0-1). Contoh judul berita (104) terdiri dari empat unsur

yakni ‘pihak yang dikalahkan’ (PSIM); ‘perbuatan dikalahkan’ (Dibekuk); ‘pihak

yang mengalahkan’ (Persmin); dan ‘hasil pertandingan’ (0-1). Karena unsur

‘pihak yang dikalahkan’ berada di urutan terdepan yakni PSIM, judul berita

tersebut termasuk menonjolkan ‘pihak yang dikalahkan’. Adapun struktur

sintaksis pada contoh judul berita (104) tersebut dapat ditunjukkan melalui tabel

berikut:

(104a)

PSIM Dibekuk Persmin 0-1

F S P O K K N V N Num M ‘pihak yang dikalahkan’ ‘perbuatan dikalahkan’ ‘pihak yang mengalahkan’ ‘hasil pertandingan’

Contoh (105) terdiri dari S (Giliran HW), P (Tumbang Dibekuk), dan O

(RAS). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Giliran HW), P diisi V (Tumbang

unsur yakni ‘pihak yang dikalahkan’ (Giliran HW); ‘perbuatan dikalahkan’

(Tumbang Dibekuk); dan ‘pihak yang mengalahkan’ (RAS). Karena unsur ‘pihak

yang dikalahkan’ berada di urutan terdepan yakni Giliran HW judul berita tersebut

termasuk menonjolkan ‘pihak yang dikalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada

contoh judul berita (105) tersebut dapat ditunjukkan melalui tabel berikut:

(105a) Giliran HW Tumbang Dibekuk RAS F S P O K N V N M ‘pihak yang dikalahkan’ ‘perbuatan dikalahkan’ ‘pihak yang mengalahkan’

Judul berita (106) terdiri dari S (Milan), P (Gagal Sikat), dan Pel (Parma).

Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (Milan), P diisi V (Gagal Sikat), sedangkan

Pel diisi N (Parma). Contoh judul berita (106) terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak

yang dikalahkan’ (Milan); ‘perbuatan dikalahkan’ (Gagal Sikat); dan ‘pihak yang

mengalahkan’ (Parma). Karena unsur ‘pihak yang dikalahkan’ berada di urutan

terdepan yakni Milan, judul berita tersebut termasuk menonjolkan ‘pihak yang

dikalahkan’. Adapun struktur sintaksis pada contoh judul berita (106) tersebut

(106a)

Milan Gagal Sikat Parma

F S P Pel K N V N M ‘pihak yang dikalahkan’ ‘perbuatan dikalahkan’ ‘pihak yang mengalahkan’

Contoh (107) terdiri dari S (PSIM), P (Disungkurkan), dan O

(Persekabpas). Dari segi kategori kata, S diisi oleh N (PSIM), P diisi V

(Disungkurkan), sedangkan O diisi N (Persekabpas). Contoh judul berita (107)

terdiri dari tiga unsur yakni ‘pihak yang dikalahkan’ (PSIM); ‘perbuatan

dikalahkan’ (Disungkurkan); dan ‘pihak yang mengalahkan’ (Persekabpas).

Karena unsur ‘pihak yang dikalahkan’ berada di urutan terdepan yakni PSIM,

judul berita tersebut termasuk menonjolkan ‘pihak yang dikalahkan’. Adapun

struktur sintaksis pada contoh judul berita (107) tersebut dapat ditunjukkan

melalui tabel berikut:

(107a)

PSIM Disungkurkan Persekabpas

F S P O K N V N M ‘pihak yang dikalahkan’ ‘perbuatan dikalahkan’ ‘pihak yang mengalahkan’

3.1.3 Judul Berita yang Menonjolkan ‘Pihak yang Memenangkan’

Judul berita jenis ini terdiri dari S (subjek), P (predikat), dan O (objek). S

(subjek) biasanya diisi oleh N (nomina), sedangkan P (predikat) biasanya diisi

Dokumen terkait