Tanggapan diwaktu yang
L. Media Promosi K
1) Tipikal poster yang baik
Menurut Linda ewles dan Ina simnett (1985:373) tipe poster yang baik, antara lain: berhasil menyampaikan informasi secara cepat, ide dan isi yang menarik perhatian, mempengaruhi, membentuk opini/pandangan, menggunakan warna warna yang menyolok dan menarik, menerapkan prinsip
’simplicity’/sederhana dan lugas, tekankan hal hal yang penting dengan
mengubah huruf, style atau warna, gunakan bahasa yang dimengerti sasaran, besar huruf harus masuk dalam jangkauan mata, gunakan letak display dengan optimal dan gunakan warna.
Membuat poster perlu memperhatikan psycologi warna atau pemaknaan warna, agar pesan dan gambar yang dibuat lebih apresiatif dalam merancang pembuatan poster desainer grafisnya perlu memperhatikan psycologi warna dalam tata penyajian pesannya, agar lebih menyentuh rasa dan lebih komunikatif serta memberikan daya tarik yang tinggi. Dalam psikologi warna dapat memiliki makna dan kesan masing masing seperti berukut ini: arna merah memiliki berbagai arti. Merah dapat berarti berhenti, warna merah juga sering digunakan untuk melambangkan kemarahan, rasa malu, darah, kekerasan, perang, nafsu, api, dan bisa juga digunakan sebagai tanda bahaya besar, dalam bendera kebangsaan Indonesia warna merah dalam bendera Indonesia melambangkan keberanian. Di Cina warna merah berarti perayaan, keberuntungan, dan kemakmuran, dalam desain ragam hias warna merah berarti ada penekanan atau ada yang harus diperhatikan.
(2001) poster adalah gambar yang besar, yang memberi tekanan pada satu atau dua ide pokok, sehingga dapat dimengerti, melihatnya sepintas lalu.
Perbedaan mendasar poster dengan media promosi lainnya adalah poster dibaca orang yang sedang bergerak, mungkin sedang berkendara atau berjalan kaki. Brosur, booklet, flyer dirancang untuk dibaca secara khusus, mungkin duduk atau sesaat sambil berdiri. Poster harus dapat menarik perhatian pembacanya seketika, dan dalam hitungan detik, pesannya harus dimengerti. Poster digunakan untuk berbagai macam keperluan, seperti berikut ini: mengumumkan/memperkenalkan suatu acara, mempromosikan layanan/jasa, menjual suatu produk, membentuk sikap atau pandangan
Menurut Linda ewles dan Ina simnett (1985:373) tipe poster yang baik, antara lain: berhasil menyampaikan informasi secara cepat, ide dan isi yang menarik perhatian, mempengaruhi, membentuk opini/pandangan, menggunakan warna warna yang menyolok dan menarik, menerapkan prinsip ’ /sederhana dan lugas, tekankan hal hal yang penting dengan mengubah huruf, style atau warna, gunakan bahasa yang dimengerti sasaran, besar huruf harus masuk dalam jangkauan mata, gunakan letak display dengan optimal dan gunakan warna.
Membuat poster perlu memperhatikan psycologi warna atau pemaknaan warna, agar pesan dan gambar yang dibuat lebih apresiatif dalam merancang pembuatan poster desainer grafisnya perlu memperhatikan psycologi warna dalam tata penyajian pesannya, agar lebih menyentuh rasa dan lebih komunikatif serta memberikan daya tarik yang tinggi. Dalam psikologi warna dapat memiliki makna dan kesan masing masing seperti berukut ini: arna merah memiliki berbagai arti. Merah dapat berarti berhenti, warna merah juga sering digunakan untuk melambangkan kemarahan, rasa malu, darah, kekerasan, perang, nafsu, api, dan bisa juga digunakan sebagai tanda bahaya besar, dalam bendera kebangsaan Indonesia warna merah dalam bendera Indonesia melambangkan keberanian. Di Cina warna merah berarti perayaan, keberuntungan, dan kemakmuran, dalam desain ragam hias warna merah berarti ada penekanan atau ada yang harus diperhatikan.
arna biru sering diasosiasikan sebagai warna langit atau warna lautan. Biru bisa melambangkan persatuan, ketenangan, percaya diri, kebijaksanaaan, idealisme, loyalitas, cahaya, planet Bumi, udara, teknologi, konservatisme, kedamaian, kebenaran dan keramahtamahan. Banyak yang berpendapat biru adalah warna terbaik dengan berbagai sifat positif. Kuning adalah warna yang melambangkan sinar matahari, keceriaan, kegembiraan,optimisme, kekayaan (emas), harapan, liberalisme, ketidakjujuran, ramah, keserakahan, kelemahan, cemburu, bergairah dan lain lain. Di Mesir kuning berarti berkabung, di epang berarti keberanian. arna kuning sering juga diartikan sebagai lambang keagungan.warna kuning memiliki kesan semangat ,dan panas.
arna pink sering sering sekali dihubungkan dengan cinta,romantisme, kekagungan, ungkapan terima kasih, dan simpati. arna pink juga dapat menyimbolkan kewanitaan, kesehatan dan pernikahan. Segitiga berwarna pink menyimbolkan homoseksualitas dan biseksualitas. Pita berwarna pink biasa digunakan untuk menyemangati penderita kanker payudara. Palermo , salah satu tim kuda hitam Serie
menggunakan kostum warna pink. arna hijau adalah warna daun dan rumput lapangan sepakbola. arna ini sering diasosiasikan dengan pertumbuhan, kelahiran, hal hal alamiah, kesehatan, keseimbangan, dan stabilitas. Masih hijau berarti belum berpengalaman. Di merika hijau berarti uang, di Cina berarti aib atau malu, di frika tara menyimbolkan korupsi. Pada aman pertengahan Di Inggris, Irlandia, dan merika warna ini dianggap sebagai warna pembawa sial. arna hijau memiliki kesan menyejukkan.
Coklat melambangkan ketenangan, kedalaman, kekayaan, stabilitas, tradisi, kemiskinan, kekasaran. Bisa juga untuk melambangkan organisme natural atau hal hal alamiah. arna coklat dapat mendorong orang untuk memiliki keinginan, kesehatan kesetiaan kesederhanaan, keramahtamahan, dan sifat bertanggungjawab. Putih melambangkan salju, perdamaian, kebersihan, kesucian, tak bersalah, steril, dan kesederhanaan. Bendera putih digunakan sebagai tanda menyerah. Di India dan Cina putih berarti berkabung. bu abu bisa berarti kemewahan, kerendahan hati, penghormatan, keseimbangan, kebijaksanaan, netralitas, formalitas, kehalusan, kerusakan dan emosi yang kuat, sering diasosiakan dengan debu, asap, dan polusi.
arna jingga (oranye) melambangkan Hinduisme, Buddhisme, energi, keelokan, arogan, keseimbangan, emosi tinggi, suka bermain, dan antusiasme. Seperi warna kuning warna jingga juga memiliki kesan panas. arna hitam sering dihubung hubungkan dengan misteri, setan, ketakutan, dan kematian. arna yang biasa digunakan sebagai warna tinta ini juga dapat berarti modernitas, kekuatan, duniawi, kesedihan formalitas, dukacita dan kemewahan, warna hitam berkesan seram atau gotic warna hitam berkesan mengecilkan.
ntuk menghasilkan poster yang baik perlu menerapkan prinsip prinsip desain dalam pembuatan poster tersebut, antara lain:
a) Balance (keseimbangan)
da 2 jenis keseimbangan yang bisa diterapkan: keseimbangan bisa dicapai secara simetris, garis garis imajiner, baik vertikal atau horisontal dapat digunakan untuk mencapai keseimbangan, walaupun tidak simetris.
b) Movement, (alur baca). lur baca yang diatur secara sistematis oleh desainer untuk
mengarahkan ‘mata pembaca’ dalam menelusuri informasi, satu bagian ke bagian lain pada poster.
c) Emphasis, (penekanan). Prinsip ini yang terpenting dalam mendesain poster.
Penekanan bisa dicapai dengan membuat slogan/judul, atau ilustrasi/foto jauh lebih menonjol dari elemen desain lain berdasarkan urutan prioritas.
Penekanan bisa dicapai dengan:
1) Perbandingan ukuran
2) Latar belakang yang kontras dengan tulisan atau gambar 3) Perbedaan warna yang mencolok
) Memanfaatkan ‘white space’ atau bidang kosong 5) Perbedaan jenis, ukuran dan warna huruf.
d) Unity, (kesatuan). Beberapa bagian dalam poster harus digabung atau dipisah sedemikian rupa menjadi kelompok kelompok informasi. Misalnya nama gedung harus dekat dengan teks alamat. Splash diskon jangan berjauhan dengan produk yang dimaksud. Kesatuan dapat dicapai dengan: Mendekatkan beberapa elemen desain, dibuat ‘overlapping’, Menggunakan bidang kotak/lingkaran, Memanfaatkan garis untuk pemisahan informasi, Perbedaan warna background.
arna jingga (oranye) melambangkan Hinduisme, Buddhisme, energi, keelokan, arogan, keseimbangan, emosi tinggi, suka bermain, dan antusiasme. Seperi warna kuning warna jingga juga memiliki kesan panas. arna hitam sering dihubung hubungkan dengan misteri, setan, ketakutan, dan kematian. arna yang biasa digunakan sebagai warna tinta ini juga dapat berarti modernitas, kekuatan, duniawi, kesedihan formalitas, dukacita dan kemewahan, warna hitam berkesan seram atau gotic warna hitam berkesan mengecilkan.
ntuk menghasilkan poster yang baik perlu menerapkan prinsip prinsip desain dalam pembuatan poster tersebut, antara lain:
da 2 jenis keseimbangan yang bisa diterapkan: keseimbangan bisa dicapai secara simetris, garis garis imajiner, baik vertikal atau horisontal dapat digunakan untuk mencapai keseimbangan, walaupun tidak simetris.
lur baca yang diatur secara sistematis oleh desainer untuk mengarahkan ‘mata pembaca’ dalam menelusuri informasi, satu bagian ke bagian lain pada poster.
Prinsip ini yang terpenting dalam mendesain poster. Penekanan bisa dicapai dengan membuat slogan/judul, atau ilustrasi/foto jauh lebih menonjol dari elemen desain lain berdasarkan urutan prioritas.
1) Perbandingan ukuran
2) Latar belakang yang kontras dengan tulisan atau gambar 3) Perbedaan warna yang mencolok
) Memanfaatkan ‘white space’ atau bidang kosong 5) Perbedaan jenis, ukuran dan warna huruf.
Beberapa bagian dalam poster harus digabung atau dipisah sedemikian rupa menjadi kelompok kelompok informasi. Misalnya nama gedung harus dekat dengan teks alamat. Splash diskon jangan berjauhan dengan produk
yang dimaksud. Mendekatkan beberapa elemen
desain, dibuat ‘overlapping’, Menggunakan bidang kotak/lingkaran, Memanfaatkan garis untuk pemisahan informasi, Perbedaan warna background.
Poster dirancang untuk keperluan khusus berdasarkan suatu tema. Hal ini untuk memberikan ‘kesan’ suatu sentuhan yang
sesuai dengan produk, acara atau layanan. Poster untuk parfum wanita sebaiknya terkesan feminin, lembut atau dekoratif. Poster untuk menjual truk, sebaiknya menggunakan warna warna yang berat, huruf huruf yang tebal dan masif. Poster untuk promosi K3 sebaiknya memiliki kesan yan meyakinkan dan dapat memotivasi orang untuk merubah perilaku seseorang/kelompok menjadi lebih positip dan menyadarkan untuk lebih mengutamakan kesehatan dan keamanan kerja (safety
A. 5R
Tujuan 5 adalah untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas tempat kerja. Sedangkan manfaatnya antara lain:
1. Meningkatkan produktivitas karena pengaturan tempat kerja yang lebih efisien. 2. Meningkatkan kenyamanan karena tempat kerja selalu bersih dan luas.
3. Mengurangi bahaya di tempat kerja karena kualitas tempat kerja yang bagus/baik. . Menambah penghematan karena menghilangkan pemborosan pemborosan di tempat kerja.
Teori 5S merupakan suatu metode penataan dan pemberdayaan area kerja, pemrakarsa metode ini adalah epang. 5S sendiri merupakan singkatan dari Seiri (pemilahan), Seiton (penataan), Seiso (Pembersihan), Seiketsu (pemantapan) dan
Shitsuke (pembiasaan). Indonesia mencoba mentransformasi metode 5S dengan
sebutan 5 ( ingkas, api, esik, awat, ajin). 5S maupun 5 keduanya bertujuan untuk membuat area kerja menjadi tertata, bersih, merngurangi pemborosan sekaligus mengubah sikap para pelaku metode tersebut. Manfaat yang akan didapat dengan menerapkan 5S secara garis besar adalah:
1. Kemudahan mengidentifikasi barang, 2. Penggunaan alat kerja secara benar, 3. Memperlancar waktu proses,
4. Menghilangkan kerancuan dan ketidakpastian, 5. Kemampuan konsentrasi kerja lebih baik, 6. liran transportasi internal yang lebih baik, 7. Mempersingkat waktu pencarian barang, 8. Tempat yang aman dan aman untuk berkerja.
Keberhasilan kinerja suatu bengkel/laboratorium dinilai dari kondisi lingkungan di tempat kerja. Bengkel yang mempunyai kinerja yang buruk dapat dilihat dari situasi kerja yang tidak teratur, banyaknya barang reject atau rework, nilai absensi pekerja
BAB III
yang buruk, dan sebagainya. 5S merupakan indikator pertama untuk menilai kinerja bengkel tersebut. (SIE Consultant, 2008). 5S adalah suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang berasal dari epang. Isi dari 5S adalah Seiri (pemilahan), Seiton (penataan), Seiso (pembersihan), Seiketsu (pemantapan), dan Shitsuke (pembiasaan). Penerapan 5S bertujuan untuk memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus meningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh.
Gambar 93. Penerapan 5S
5S tidak sulit untuk dipahami, tapi 5S sangat sulit untuk dilaksanakan dengan benar. 5S memerlukan kegigihan, kebulatan tekad, dan memerlukan usaha yang terus menerus. 5S mungkin tidak akan memberikan hasil yang dramatis. amun 5S membuat pekerjaan lebih mudah. 5S akan mengurangi pemborosan waktu kerja kita. 5S akan membuat kita bangga atas pekerjaan kita. 5S akan meningkatkan produktifitas kerja dan mutu yang lebih baik, sedikit demi sedikit, namun terus menerus.