BAB III. MEMBIMBING ANAK KEPADA KRISTUS
E. Tips Membawa Anak Kepada Kristus
Anda dapat bertanya kepada anak, ”Maukah engkau berbicara kepada Allah bahwa kamu percaya Tuhan Yesus telah dihukum untuk dosa-dosamu?” Kemudian biarkan anak berbicara kepada Allah.
Setelah anak menerima Kristus, bimbing dia untuk melihat firman Tuhan yang menyatakan bahwa dia sekarang sudah selamat.
1. Kembali ke ayat dalam bagian-bagian yang telah anda presentasikan
2. Masukkan nama anak dalam ayat tersebut 3. Tanyakan ”Apa yang dikatakan Alkitab tentang
pemberian yang Allah berikan bagimu?
Siapakah engkau menurut Alkitab? Ya, engkau adalah Anak Allah – bagian dari keluarga Allah!”
E. TIPS MEMBAWA ANAK KEPADA KRISTUS
1. Jelaskan istilah-istilah kepada anak.
2. Gunakan Alkitab untuk memberitakan keselamatan kepada anak-anak.
3. Bicara pribadi.
4. Berikan kebebasan untuk membuat keputusan pribadi.
5. Bergantung kepada kuasa Roh Kudus yang akan menuntun kita.
F. KESIMPULAN/RESUME ANDA:
BAB. IV
KARAKTERISTIK ANAK
A. KATEGORI KELOMPOK UMUR:
1. Nursery (bayi/pra sekolah): umur 0-3 tahun
2. Pre-primary: umur 4-5 tahun
3. Primary: umur 6-8 tahun
4. Junior: umur 9-11 tahun
5. Young teen (tunasremaja): umur 12-14 tahun.
Beberapa Petunjuk Yang Dapat Menolong Mengenali Kelompok Umur
1. Nursery (0-3 tahun) si Penemu a. Mereka adalah :
b. aktor c. penemu d. self centre e. peniru
f. Variasi –
………
g. Dikenal/tidak asing (familiar) –
………..
….………
1. 5 indera –
……….………
………
2. Musik –
……….………
………
3. Sederhanakan –
………
………..
4. Independen – ……….
2. Pre-primary (4-5 tahun) si Penanya a. Mereka adalah
Suka bermain
Suka bertanya
Self centered
Percaya b. Suka bergerak –
……….…
………....
c. 5 indera –
……….…
………....
d. Dikenal/tidak asing
………
1. Menghafal ayat –
……….…
………
2. Sharing –
……….…
……….All ah –
……….…
………
3. Keselamatan –
………
………..
3. Primary (6-8 tahun): si Aktif a. Mereka adalah
1. Bermain dalam kelompok 2. peneliti (observer)
3. energik
f. Keselamatan –
………
………
…………..
4. Junior (9-11 tahun): si Energik a. Mereka adalah
1. penjelajah 2. penyelidik 3. spirit kelompok 4. penyembah
b. Tantangan –
………
………
c. Menghafal dengan baik –
………
5. Young teen (12-14 tahun): siPerubah (change) a. Merekaadalah
1. berubah 2. kritis
3. persahabatan
4. pengakuan lebih sulit
b. Berubah –
……….…
………
c. Teman-teman sebaya –
………
………
d. Tertarik –
……….…
……….
e. Tantangan –
………..
……….
f. Bimbingan –
………
………
B. PRINSIP-PRINSIP UMUM UNTUK SEMUA KELOMPOK UMUR
1. Siap – ajar selagi mereka terbuka dan siap untuk belajar
2. Ketika mereka bertanya tentang pelajaran-pelajaran yang umum
3. Ketika hidup sehari-hari mereka berhubungan dengan pengajaran kita
4. Efek (dampak) –
………
………..
5. Gunakan –
………
………
6. Pengulangan –
………
………
7. Belum lama –
……….
………
8. Integrasi –
……….
……….
C. KESIMPULAN/RESUME:
BAB. V METODE DISIPLIN
A. APA PENYEBAB MASALAH DISIPLIN 1. Anak-anak
a. Kejenuhan anak dapat menyebabkan masalah.
b.
Saran-saran: ………
c. Kepentingan diri sendiri pada anak dapat menyebabkan masalah.
d. Saran: ………
e. Kelakuan jahat (evil attitudes) anak-anak dapat menyebabkan masalah.
f. Saran: ………
2. Ruangan
a. Ruangan yang sangat terang atau sangat gelap
b. Kursi-kursi yang tidak sesuai ukuran c. Ruangan yang ”berantakan”/ kurang rapi d. Alihkan gangguan perhatian
e. Minimalkan gangguan 3. Guru
a. Persiapan dapat menyebabkan masalah disiplin
b. Pengawasan yang rendah dapat menyebabkan masalah
c. Gagal
d. Otoritas rendah
e. Kemampuan berbicara rendah
f. Sikap yang buruk dapat menghancurkan pelayanan
Refleksi: Di antara ketiga pokok penyebab masalah disiplin, manakah di antara 3 pokok ini yang menjadi penyebab utama masalah disiplin? Sebutkan 2-3 hal
yang dapat mencegah masalah
ini: ………
B. BAGAIMANA MENCEGAH JIKA MASALAH TERJADI?
1. Kenali muridmu
a. Melihat anak sebagai individu
b. Mengenal karakteristik anak yang kita layani c. Menyadari kebutuhan anak yang
berbeda-beda dan respon mereka
d. Mengenal latar belakang anak, apa yang menarik mereka, ambisi-ambisi, kesulitan, kebutuhan, tingkat pertumbuhan (emosi dan kerohanian). Luangkan waktu di luar jam kelas: pesta, piknik, ajak ke rumah, telepon mereka, kunjungi rumah mereka, kenal orang tua dan teman-temannya.
2. Waktu di antara kita dengan mereka a. Doakan mereka.
b. Buat standar yang jelas/ baik c. Berikan instruksi yang jelas.
d. Buatlah aturan yang sederhana dan sedikit.
e. Misalnya ………
…………..………..
3. Control lingkungan belajar
a. Pastikan bahwa ruangan kelas
mengundang –
……….
b. Memperhatikan situasi yang dapat memicu masalah disiplin
4. Introspeksi diri (lihatlah keadaan diri kita) a. Apakah kita mengalami pertumbuhan
rohani?
b. Apakah kita telah menjadi model yang baik bagi murid kita?
5. Atur waktu dan belajar sungguh-sungguh a. Ambil waktu untuk persiapan pelayanan
dan aktivitas kelas. Jadikan pelajaran Alkitab menjadi bagian hidup kita.
b. Datang lebih awal dan pastikan bahwa segala perlengkapan telah siap.
c. Jangan biarkan kelas menjadi membosankan; rencanakan fun time dan kejutan-kejutan yang menarik. Siapa bilang SM tidak menyenangkan!!
d. Dengar mereka
e. Terima setiap anak apa adanya – lihat dalam diri mereka
f. Sambut mereka dengan hangat
g. Beri kepada setiap anak kata-kata yang memotivasi
h. Dengar apa yang mereka katakan dan bagaimana mereka mengatakannya i. Jangan pernah mempermalukan anak j. Beri mereka harapan positif. Anak dapat
melakukan sesuai dengan harapan kita.
Jika kita memberikan komentar yang negatif, mereka akan jatuh dalam kelakuan yang buruk dan mencoba melakukan seperti apa yang diucapkan tentang mereka. Sudah terbukti ketika kita memberi mereka harapan yang positif, mereka akan berusaha melakukan sesuai harapan kita.
k. Puji setiap tindakan yang baik dan tugas yang telah diselesaikan. Hal ini membuat mereka merasa baik dan berusaha meningkatkan sikap baik itu.
Pujian, stickers, catatan untuk orang tua, pujian di hadapan orang tua, hadiah kecil atau piagam, dll.
l. Tegur mereka atas sikap yang tidak baik melalui disiplin bila itu harus dilakukan.
Ingat, semua disiplin adalah untuk kebaikan dan tidak dilaksanakan dalam kemarahan tapi dalam kasih.
6. Libatkan murid dalam aktivitas
a. Libatkan setiap murid. Anak-anak tidak hanya mendengar, mereka harus melihat dan melakukan
b. Berikan mereka tanggung jawab. Jika mereka merasa diperlukan, mereka akan lebih bertanggung jawab. Hal ini efektif dengan anak yang tidak taat
Bersihkan papan tulis, membagikan kertas, absensi, menajamkan pensil, dll
Pada anak yang
ribut: ………
……….
Sensitif terhadap kepribadian dan kemampuan anak. Jangan pernah menyebut anak dengan sebutan yang merendahkan.
Berdoa agar Tuhan memberi hikmat dalam menangani anak yang menguatirkan dan anak yang pemalu.
7. Jangan pernah kehilangan kontrol diri
a. Tetap tenang – penguasaan diri (buah Roh)
b. Jangan biarkan sesuatu yang kita tidak harapkan menguasai kita
c. Bawa mereka kepada Tuhan
a. Bimbing mereka kepada Tuhan
a. Permintaanhormatdarimurid-murid. Hormat kepada kita, orang lain dan lembaga
b. Sopan dan hargaimurid-murid.
c. Gunakankeheningan. Beriwaktutime
outuntukdiambagiseluruhkelassebelummulai kembali. Anggukankepalaatauangkat tangan.
d. Pujilah tindakan yang baik
(”………) e. Minta murid yang aktif untuk menolong f. Turunkan nada suara
2. Petunjuk khusus:
a. Bertindaklah. Pikirkan dan rencanakan.
Jika sesuatu terjadi kemudian saya akan melakukan hal ini.
Contoh rencana 1:
1. Bicara pribadi dengan anak mengenai sikap buruknya
2. Pindahkan anak di dalam kelas (time out) 3. Pindahkan anak keluar kelas (waktu
tertentu)
4. Pindahkan anak keluar kelas (sepanjang kelas)
5. Cari dukungan orang tua 6. Singkirkan anak dari kelas
Contoh rencana 2:
a. Dudukkan dia di sudut sendirian b. Jangan puji/beri hadiah dia ketika kita
memberi kepada yang lain c. Bicara kepada orang tua
D. PETUNJUK PENTING YANG LAIN
1. Konsisten – lakukan apa yang harus dilakukan
(contoh: ………..) 2. Jangan mohon pengertian untuk
ketidakmampuan
(contoh: ……….) 3. Hindari kata-kata yang konstan untuk
perbaikan –
………...
4. Gunakan pendekatan positif –
………...………
5. Hindari kekerasan/ pukulan 6. Lihat yang lain
(contoh: ………
………..) 7. Lihat kepada peningkatan bukan
kesempurnaan
8. Buatlah hukuman sesuai dengan pelanggarannya
(……….………) 9. Puji anak ketika mereka berusaha (bukan
saja yang tampak, juga sikap dan karakter yang baik)
10. Jadilah diri sendiri, murni, transparan
11. Jadikan orang tua murid sebagai mitra/
partner
12. Let the kids have fun!!
DAFTAR PUSTAKA
ALKITAB
LAI. Alkitab Sabda. Jakarta: LAI, 2015
LAI. Alkitab Edisi Studi. Jakarta: LAI, 2016
LAI. Perjanjian Baru Yunani-Indonesia. Jakarta: LAI, 2000.
KAMUS
W.J. S Powerdarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai
Pustaka. 1986.
Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka, 1999.
BUKU-BUKU
Dyck, Anni, Tantangan dan Kebutuhan Anak. Malang:
YPPII, 1982
Homrighausen, Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1957
R. Boehlke Robert, Melengkapi Bagi Pelayanan dan Pertumbuhan, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002
R. Boehlke Robert, Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek PAK dari Yohanes Amos Comenius sampai Perkembangan PAK di Indonesia, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997
R. Boehlke Robert, Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek PAK dari Plato sampai IG.Loyola, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1991
Thomas Groome, Christian Religius Education, New York: Harper & Row Publishers, 1980
CV PENULIS
Yurini Liyong adalah putri dari bapak Liong lahir di Nusa Onap, Dusun Nanga Kompi, Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi Kalimantan Barat. Dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan full time.
Telah menyelesaikan Pendidikan S1 di Kota Pontianak di Sekolah Tinggi Teologi Program Studi Teologi Kependetaan dari tahun 2002-2007.
Setelah itu penulis melanjutkan pendidikan S2 di Sekolah Tinggi Teologi Jafray Jakarta mengambil Program Studi Pendidikan Agama Kristen pada tahun 2008-2011. Saat ini, penulis adalah Dosen tetap di Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kalimantan Barat sejak dari tahun 2012 – 2022 sebagai ketua Prodi Pendidikan Agama Kristen dan sedang menempuh Pendidikan S3 di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya, tinggal di Sintang Kalimantan Barat Indonesia.
SINOPSIS BUKU
Buku ini merupakan kumpulan catatan pendek tentang materi mengapa melayani anak yang penulis susun sebagai jawaban untuk pelayanan holistic.
Tulisan ini lahir dari satu kerinduan dan panggilan penulis untuk melakukan apa yang menjadi kerinduan hati Tuhan terhadap pelayanan kategorial anak, itu sebabnya dimulai dengan kalimat pertanyaan mengapa melayani anak, kemudian penulis menata Kembali tulisan pendek ini menjadi sebuah buku.
Bagian awal dari buku ini menjelaskan tiga hal seperti:
1. Pesan Allah kepada siapa saja (for every one), 2. Anak-anak adalah orang yang ”terhilang”
3. Firman Tuhan yang perintahkan:
a. Agar anak mengenal Allah sebagai pencipta alam semesta dan Yesus Kristus sebagai penebus dosa serta Juru Selamat bagi dunia b. Agar anak mengerta panggilan mereka selaku
anggota gereja Tuhan
c. Agar anak mengasihi sesama seperti Tuhan mengasihi mereka
d. Agar anak menyadari dosa mereka dan mau bertobat datang kepada Tuhan Yesus
e. Agar anak menjadikan Alkitab yang adalah Firman Allah sebagai pedoman hidup mereka.
Buku ini sangat praktis dan reflektif sehingga bisa dimanfaatkan oleh Dosen, guru untuk mengajar mahasiswa dan siswa yang terpanggil dalam pelayanan kategorial anak di sekolah Theologi seperti guru sekolah minggu di gereja, dan orang tua keluarga dirumah
Dengan hadirnya buku ini penulis memberikan sumbangan ilmu dalam pelayanan untuk anak-anak dengan mengharapkan kepada para pembaca yakni: Mahasiswa Teologi, Guru Sekolah Minggu, orang tua dirumah, guru disekolah dan Gereja agar bertanggung jawab terhadap pelayanan anak.
SERTIFIKAT PENGHARGAAN
No: 01/Edt/YPSIM/II/2022
Diberikan Kepada:
Minar Trisnawati Tobing, S.Pd., M.Pd
Editor Buku
MENGAPA MELAYANI ANAK ? BUKU PANDUAN PELAYANAN ANAK
yang diterbitkan pada Bulan Februari 2022 ISBN 978-623-4570-08-3
Pimpinan Penerbit YPSIM
Serang, 16 Februari 2022