METODE PENELITIAN
4.5 Total Efisiensi Penyisihan COD dan TSS
Dari hasil penelitian yang diperoleh, dapat dilihat total efisiensi terhadap penyisihan konsentrasi COD dan TSS dari proses running anaerob hingga proses fitoremediasi menggunakan tanaman kiambang dapat dilihat pada tabel 4.4
Tabel 4.4 Total Efisiensi Penyisihan COD dan TSS Konsentrasi
5.1 KESIMPULAN
Reaktor biofilter anaerob media bioball mampu menyisihkan parameter COD dan TSS yang terdapat pada air limbah tahu. Pada proses seeding reaktor anaerob konsentrasi COD berada dalam kondisi steady state pada hari ke-20. Pada proses running reaktor anaerob pada hari ke-6 penurunan COD dari 1346,4 mg/L menjadi 448,8 mg/L dengan efisiensi penyisihan konsentrasi COD sebesar 66,66% dan untuk TSS pada hari ke 0 sampai hari ke 6 mengalami penurunan dari 613 mg/L menjadi 333 mg/L dengan efisiensi penyisihan 45,68%. Pada proses fitoremediasi dengan menggunakan tanaman kiambang COD dan TSS juga mengalami penurunan. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat hubungan antara pengaruh variasi massa tanaman kiambang dengan efisiensi penyisihan konsentrasi COD. Untuk konsentrasi COD efisinsi terbesar terjadi pada massa tanaman 250 gram dimana terjadi penurunan COD dari 448.8 mg/L menjadi 93,94 mg/L dengan efisiensi 79.07%. Sedangkan untuk TSS efisiensi terbesar terjadi pada massa tanaman 50 gram, dimana terjadi peurunan dari 333 mg/L menjadi 63 mg/L dengan efisiensi 81.08 %.Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan antara efisiensi penyihan konsentrasi COD dan TSS dengan waktu tinggal. Waktu tinggal yang paling efektif untuk penurunan konsentrasi COD dan TSS pada air limbah tahu menggunakan tanaman kiambang adalah 6 hari untuk semua variasi massa tanaman, karena pada hari ke-7 tanaman sudah mulai mulai layu bahkan mengalami kematian. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tanaman kiambang (salvinia molesta) efektif dalam menurunkan konsentrasi COD dan TSS.
5.2 SARAN
Adapun saran yang dapat dilakukan untuk penelitian berikutnya adalah :
1. Disarankan pada penelitian berikutnya ditambahkan inokulum yang lebih banyak mengandung bakteri agar pertumbuhan mikroorganisme pada tahap seeding lebih cepat.
2. Disarankan apabila ada penambahan nutrisi pada reaktor anaerob maka perlu dilakukan proses aklimatisasi terhadap air limbah
3. Disarankan pada penelitian berikutnya pada proses fitoremediasi langsung melanjutkan proses running tanpa aklimatisasi tanaman.
4. Disarankan pada penelitian berikutnya ditentukan lamanya penirisan tanaman agar perhitungan berat basah tanaman lebih akurat.
Adisasmito, S., Rasrenda, C, B., Chandra, H., and Gunartono, M, A. 2018. Anaerobic Reactor for Indonesian Tofu Wastewater Treatment. International Journal of Engineering & Technology Amri, K, dan Wesen, P. 2015. Pengolahan Air Limbah Domestik Menggunakan Biofilter Anaerob
Bermedia Plastik (Bioball). Jurnal teknik lingkungan. Volume 7 No.2
Anggraini, D. 2014. Pengaruh Volume Lumpur Aktif dengan Proses Kontak Stabilisasi Pada Efektivitas Pengolahan Air Limbah Industri Cold Stroage. JSAL Volume 1 No 3.
Angraini, Sutisna, M, dan Pratama, Y. 2014. Pengolahan Limbah Cair Tahu Secara Anaerob Menggunakan Sistem Batch. Jurnal Institut Teknologi Nasional. Volume 2 No.1
Ariani, W., Sumiyati, S., dan Wardhana, I, W. 2014. Studi Penurunan Kadar COD dan TSS pada Limbah Cair Rumah Makan Dengan Teknologi Biofilm Anaerob-Aerob Menggunakan Media Bioring Susunan Random.
Asmadi dan Suharno. 2012. Dasar- Dasar Teknologi Pengolahan Air Limbah. Yogyakarta : Gosyen Publishing.
Atima, W. 2015. BOD dan COD Sebagai Parameter Pencemaran Air Dan Baku Mutu Air Limbah.
Jurnal Biology Science & Education. Volume 4 No. 1
Bapedda Medan. 1993. Penelitian Pencemaran Air Limbah di Sentra Industri Kecil Tahu/Tempe di Kecamatan Medan Tuntungan Kotamadya Dati II Medan. Laporan penelitian. Bapedda TK II Medan
Baroroh, F., Handayanto, E., dan Irawanto, R. 2018. Fitoremediasi Air Tercemar Tembaga (Cu) Menggunakan Salvinia Molesta dan Pistia Stratiotes Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Tanaman Brassica rapa. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Volume 5 No.1 Bhardwaj, P., Kaushal, J., Naithani., and Singh A, P. 2018. Phytoremediation of Pulp and Paper Mill
Effluents by Salvinia Molesta and Its Comparison With Nanoparticles Inclusive Phytoremediation. International Journal of Basic and Applied Research
Bulan, Rumondang. 2018. Pengaruh Variasi Beban Organik Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Reaktor Anaerobik [skripsi]. Medan : Universitas Sumatera Utara
Caroline, J dan Moa, G. 2015. Fitoremediasi Logam Timbal (Pb) Menggunakan Tanaman Melati Air (Echinodorus Palaefolius) Pada Limbah Industri Peleburan Tembaga dan Kuningan. Jurnal Teknik Lingkungan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Dewa, R, P., dan Idrus, S. 2017. Identifikasi Cemaran Air Limbah Industri Tahu di Kota Ambon.
Majalah Biam 13 (02) : 11-15
Fachrurozi, M, Utami, L, B., dan Suryani, D. 2010. Pengaruh Variasi Biomassa Pistia Stratiotes L, Terhadap Penurunan Kadar BOD, COD, dan TSS Limbah Cair Tahu Di Dusun Klero Sleman Yogyakarta. KES MAS Volume 4 No.1 : 1-75.
Filliazati, M., Apriani, I., dan Zahara, T,A. 2013. Pengolahan Limbah Cair Domestik Dengan Biofilter Aerob Menggunakan Media Bioball dan Tanaman Kiambang. Pontianak : Universitas Tanjungpura
Herlambang, P., dan Hendriyanto, O. 2016. Fitoremediasi Limbah Deterjen Menggunakan Kayu Apu (Pistia Stratiote) Dan Genjer (Limnocharis Flava L). Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Volume 7 No.2
Kayu Apu dalam Menurunkan Bahan Organik Limbah Industri Tahu (Skala Laboratorium).
Volume 3 Nomor 1.
Jenie, B, S., dan Rahayu, W, P. 1993. Penanganan Limbah Industri Pangan. Yogyakarta : Penerbit Kansius
Khaliq, A. 2015. Pengolahan Air Limbah Pada Kelurahan Kelayan Luar Kawasan IPAL Perkapuran Raya PD PAL Kota Banjarmasin. Jurnal Poros Teknik Volume 7 No.1.
Komala, Ria. 2015. Proses Fitoremediasi Limbah Cair Tahu Untuk Menurunkan COD dan TSS dengan Memanfaatkan Kiambang (Salviniamolesta). Kinetika Volume 6.
Mahida, U, N. 1993. Pencemaran Air dan Pemanfaatan Limbah Industri. Jakarta ; PT Raja Grafindo Persada.
Matilda, Filomena, Biyatmoko, D., Rizali, A., dan Abdullah. 2016. Peningkatan Kualitas Effluen Air Limbah Industri Tahu Pada Sistem Lumpur Aktif Dengan Variasi Laju ALir Menggunakan Arang Aktif Kayu Ulin. Enviro Scienteae 12 (3) : 1-6.
Metcalf and Eddy. 2003. Wastewater Engineering: Treatment and Reuse 4th Edition. New York : McGraw Hill
Muhajir, M, S. 2013. Penurunan Limbah Cair BOD dan COD pada Industri Tahu Menggunakan Tanaman Cattail (Typha Angustifolia) dengan Sistem Constructed Wetland [skripsi].
Semarang : Universitas Negeri Semarang
Ningrum, I, H. 2018. Studi Penurunan COD dan Amonia Pada Limbah Cair Tinja Menggunakan Biofilter Anaerob Media Sarang Tawon [skripsi]. Medan : Universitas Sumatera Utara
Nurafifah, S. 2016. Pengaruh Kombinasi Kiambang (Salvinia Molesta) dan Zeolit Terhadap Penurunan Logam Berat Kadmium (Cd) [skripsi]. Surabaya : Universitas Airlangga
Nurjanah, S, Badrus, Z, dan Syakur, A. 2017. Penyisihan BOD dan COD Limbah Cair Industri Karet Dengan Sistem Biofilter Aeerob dan Plasma Dielectric Barrier Dischare (DBD). Jurnal Teknik Lingkungan. Volume 6 No. 1
Pavithra, M., Kousar, H., Dhanushree, M, S., Navitha, K, R., Akshata, K, U., and Shivraj. 2018.
Potential of Salvinia Molesta in Treatment of Textile Waste Water. International Journal of Research in Engineering and Technology.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 15 tahun 2008
Ponty, A, J. 2018. Studi Perbandingan Kemampuan Tanaman Eceng Gondok Dan Kangkung Air Dalam Menurunkan Cod Dan Amonia Dari Pengolahan Lanjut Biofilter Anaerob Media Sarang Tawon [skripsi]. Medan : Universitas Sumatera Utara
Pradana , T, D., Suharno, dan Apriansyah. 2018. Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Untuk Menurunkan Kadar TSS dan BOD. Jurnal Vokasi KesehatanVolume 4 No.2
Purnawan, C, Martini, T, dan Afidah, S. 2014. Penurunan Kadar Proten Limbah Cair Tahu Dengan Pemanfaatan Karbon Bagasse Terktivasi. Jurnal Manusia dan Lingkungan Volume 21 No. 2.
Putri, Ihmawani. 2017. Studi Penurunan Chemical Oxygen Demand (Cod) Dan Fosfat Pada Air Limbah Laundry Buatan Menggunakan Biofilter Anaerobik-Aerobik Tercelup Dengan Media Bio Ball
Limbah Industri Tahu Untuk Menurunkan Kadar BOD, COD dan TSS. Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan.
Rahadian, R., Sutrisno, E., dan Sumiyati, S. 2017. Efisiensi Penurunan COD dan TSS Dengan Fitoremediasi Menggunakan Tanaman Kayu Apu (Pistia Stratiotes l). Jurnal Teknik Lingkungan Volume 6 No.3
Rahmawati, A, Zaman, B, dan Purwono. 2016. Kemampuan Tanaman Kiambang (Salvinia Molesta) Dalam Menyisihkan BOD, COD, dan Fosfat Pada Limbah Domestik Dengan Sistem Fitoremediasi Secara Kontinyu. Jurnal Teknik Lingkungan Volume 5 No.4.
Ristanti, R. 2018. Distribusi Spasial Tersuspensi Hubungannya Dengan Klorofil-a Di Estuari Muara Sungai Tallo dan Sekitarnya [skripsi]. Makassar : Universitas Hasanuddin Makassar
Rizki, N, Sutrisno, E, dan Sumiyati, S. 2015. Penurunan Konsentrasi COD Dan TSS Pada Limbah Cair Tahu Dengan Teknologi Kolam (Pond)-Biofilm Menggunakan Media Biofilter Jaring Ikan Dan Bioball.
Ruhmawati, T., Sukandar, D., Karmini, M., dan Roni, T. 2017. Penurunan Kadar Total Suspended Solid (TSS) Air Limbah Pabrik Tahu Dengan Metode Fitoremediasi. Jurnal Permukiman Volume 2 No. 1
Said, N,I. 2017. Teknologi Pengolahan Air Limbah Teori dan Aplikasi. Jakarta : Erlangga
Sari, A, P., dan Adi, Y. 2016. Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Agar-agar. Jurnal Teknik Lingkungan ITS.
Sato, A., Utomo, P., Sustantyo, H., dan Abineri, B. 2015. Pengolahan Limbah Tahu Secara Anaerobik- Aerobik Kontinyu.
Sidauruk, L dan Sipayung, P. 2015. Fitoremediasi Lahan Tercemar di Kawasan Industri Medan Dengan Tanaman Hias. Jurnal Pertanian Tropik. Volume 2 No.2 (22) : 178-186
Silalahi, F, T. 2018. Pengolahan Limbah Cair Tahu Dengan Bioreaktor Anaerob Satu Tahap dan Dua Tahap Secara Batch [skripsi]. Medan : Universitas Sumatera Utara
Simatupang, I, Fatonah, S, dan Iriani, D. 2015. Pemanfaatan Kiambang Untuk Fitoremediasi Limbah Organik Pulp dan Karats. JOM FMIPA Volume 2 No.1.
Siswanto, A, D., dan Nugraha, W, A. 2016. Kajian Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) Dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Perairan Dalam Upaya Pengelolaan Lingkungan Pesisir di Kabupaten Bangkalan.
Sungkowo, T, H., Elystia, S, dan Andesgur, I. 2015. Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Tanaman Typha Latifolia dan Eceng Gondok Dengan Metode Fitoremediasi.
Jurnal Fakultas Teknik Volume 2 No 2.
Syaichurrozi, I., Rusdi, R., Muhammad, R., Basyir, M, F., Suhirman, dan Hidayat, T. 2017. Pengaruh pH Umpan Terhadap Produksi Biogas dari Kiambang. Jurnal Integrasi Proses. Volume 6 No. 4 Undang-Undang Republik Indonesia No.32 Tahun 2009
Wardhani, N, K., Sutrisno, E., dan Sumiyati, S. 2014. Penurunan Konsentrasi BOD dan TSS Pada Limbah Cair Tahu Dengan Teknologi Kolam (Pond) – Biofilm Menggunakan Media Biofilter Terjaring Ikan dan Boball.
Widya, C., Zaman, B., dan Syafrudin. 2015. Pengaruh Waktu Tinggal dan Jumlah Kayu Apu Terhadap Penurunan Konsentrasi BOD, COD, dan Warna.
Zulkifli, A. 2017. Pengelolaan Limbah Edisi 2. Yogyakarta ; Teknosain.