• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

Nature of Relationship

Companies which stockholders and some members of management are the same with the Company and its subsidiaries:

(Lanjutan)

perusahaan:

− PT Kukuh Manunggal Fiber Industries

− PT Surya Karya Pratama Textile

− PT Grand Textile Industry

− PT Daya Manunggal

− PT Citra Sari Inti Buana

− PT Lawe Adyaprima Spinning Mills

− PT Argo Fajar Textile Industry

− PT Bekasi Fajar Industrial Estate

− PT Argo Beni Manunggal Transaksi Hubungan Istimewa

Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang meliputi antara lain:

Transactions with Related Parties

In the normal course of business, the Company entered into certain transactions with related parties including the following:

a. 1,20% dan 1,68% dari jumlah penjualan masing-masing pada tahun 2003 dan 2002, merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dimana menurut manajamen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Pada tanggal neraca, piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha, yang meliputi 0,11% dan 0,07% dari jumlah aktiva masing-masing pada ta nggal 31 Desember 2003 dan 2002.

a. 1.20% and 1.68% of total net sales for 2003 and 2002 were made to related parties which, according to management, were made at normal prices and conditions as those done with third parties. At balance sheet date, accounts receivable from these sales were recorded as part of trade accounts receivable, which constituted 0.11% and 0.07%, of total assets as of December 31, 2003 and 2002, respectively.

Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut:

The details of sales to related parties are as follows:

2003 2002

Rp'000 Rp'000

PT Argo Fajar Textile Industry 6.646.354 4.485.644 PT Argo Fajar Textile Industry PT Daya Manunggal 3.113.384 1.719.898 PT Daya Manunggal

PT Citra Sari Inti Buana 2.564.176 5.571.897 PT Citra Sari Inti Buana PT Grand Textile Industry - 5.376.886 PT Grand Textile Industry

Lainnya (masing-masing Others (below Rp 250,000

dibawah Rp 250.000 ribu) 11.751 221.535 thousand each)

Jumlah 12.335.665 17.375.860 Total

b. 29,88% dan 16,59% dari jumlah pembelian masing-masing pada tahun 2003 dan 2002, merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Pada tanggal neraca, hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha, yang meliputi 0,63% dan 0,66% dari jumlah hutang masing-masing pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002.

b. 29.88% and 16.59% of total purchases for 2003 and 2002 were purchases from related parties which, according to management, were made at normal prices and conditions as those done with third parties. At balance sheet date, the accounts payable for the purchases was recorded as part of trade accounts payable, which constituted 0.63% and 0.66% of total liabilities as of December 31, 2003 and 2002, respectively.

Rincian pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai

The details of purchases from related parties are as follows:

44 -berikut:

2003 2002

Rp'000 Rp'000

PT Kukuh Manunggal Fiber PT Kukuh Manunggal Fiber

Industries 188.896.840 54.541.102 Industries

PT Lawe Adyaprima Spinning PT Lawe Adyaprima Spinning

Mills 14.860.633 20.565.137 Mills

PT Citra Sari Inti Buana 2.722.748 9.279.892 PT Citra Sari Inti Buana

PT Daya Manunggal 1.634.480 - PT Daya Manunggal

PT Surya Karya Pratama Textile 272.044 2.389.139 PT Surya Karya Pratama Textile

Jumlah 208.386.745 86.775.270 Total

c. Perusahaan dan anak perusahaan juga mempunyai transaksi diluar usaha dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti yang telah diungkapkan pada Catatan 7 dan 9.

c. The Company and its subsidiaries also entered into nontrade transactions with related parties as described in Notes 7 and 9.

33. INFORMASI SEGMEN USAHA 33. SEGMENT INFORMATION Segmen Usaha

Perusahaan dan anak perusahaan pada saat ini melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:

1. Manufaktur produk tekstil.

2. Kantor perwakilan pemasaran.

3. Pencarian dana untuk induk perusahaan (pendanaan).

4. Perdagangan umum.

Business Segment

The Company and its subsidiaries are presently engaged in the following businesses:

1. Manufacturing of textile products.

2. Marketing representative.

3. Funding for holding company.

4. General trading.

Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:

The following are segment information based on business segment:

(Lanjutan)

Manufaktur Kantor perwakilan Pendanaan

produk tektil/ pemasaran/ Perusahaan/ Perdagangan

Manufacturing Marketing Funding for holding umum/ Jumlah/ Eliminasi/ Konsolidasi/

textile products representative company General trading Total Elimination Consolidated

Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000

PENDAPATAN SALES

Pendapatan ekstern 1.028.793.764 - - - 1.028.793.764 - 1.028.793.764 External sales

HASIL RESULT

Income (loss) from Laba (rugi) usaha (79.762.107) (17.737) 7.159.556 (317.716) (72.938.004) (7.159.556) (80.097.560) operations

Penghasilan bunga 385.005 - - - 385.005 - 385.005 Interest income

Keuntungan kurs mata Gain on foreign

uang asing - bersih 92.459.516 - (441.072) - 92.018.444 - 92.018.444 exchange - net

Keuntungan penjualan Gain on sale of property,

aktiva tetap 535.050 - - - 535.050 - 535.050 plant and equipment

Bagian rugi bersih Equity in net losses of

anak perusahaan (508.747) - - - (508.747) 508.747 - subsidiaries

Beban bunga (73.278.778) - (6.866.259) - (80.145.037) 7.159.556 (72.985.481) Interest expense

Lain- lain - bersih (9.039.446) - 7.430 (620) (9.032.636) - (9.032.636) Others - net

Beban (manfaat) pajak (7.732.744) - 32.329 - (7.700.415) - (7.700.415) Tax expense (benefit)

POS LUAR BIASA - bersih EXTRAORDINARY ITEM

-setelah alokasi beban net of deferred tax

pajak tangguhan 75.144.872 - - - 75.144.872 - 75.144.872 expense allocation

Laba (rugi ) bersih 13.668.109 (17.737) 7.159.556 (318.336) 13.159.362 508.747 13.668.109 Net income (loss)

INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION

Aktiva segmen 2.353.267.870 9.102 281.908.177 598.206.704 3.233.392.853 (1.107.422.844) 2.125.970.009 Segment assets Kewajiban segmen 2.141.050.174 279.299.009 571.839 599.604.706 3.020.525.730 (895.773.418) 2.124.752.312 Segment liabilities

Pengeluaran modal 28.842.058 - - - 28.842.058 - 28.842.058 Capital Expenditures

Penyusutan 101.802.753 - - - 101.802.753 101.802.753 Depreciation

2003

Manufaktur Kantor perwakilan Pendanaan

produk tektil/ pemasaran/ Perusahaan/ Perdagangan

Manufacturing Marketing Funding for holding umum/ Jumlah/ Eliminasi/ Konsolidasi/

textile products representative company General trading Total Elimination Consolidated

Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000

PENDAPATAN SALES

Pendapatan ekstern 1.033.463.859 - - - 1.033.463.859 - 1.033.463.859 External sales

HASIL RESULT

Income (loss) from

Laba (rugi) usaha (10.651.772) (45.921) 13.302.854 (247.831) 2.357.330 (13.302.854) (10.945.524) operations

Penghasilan bunga 1.810.735 - - - 1.810.735 - 1.810.735 Interest income

Keuntungan (kerugian) kurs Gain (loss) on foreign

mata uang asing - bersih 341.014.583 - (340.913) - 340.673.670 - 340.673.670 exchange - net

Keuntungan penjualan Gain on sale of property,

aktiva tetap 531.400 - - - 531.400 - 531.400 plant and equipment

Bagian rugi bersih Equity in net losses of

anak perusahaan (175.209) - - - (175.209) 175.209 - subsidiaries

Lain- lain - bersih (103.997.955) - (12.891.150) 112.580 (116.776.525) 13.302.854 (103.473.671) Others - net

Beban pajak 78.667.827 - 64.828 - 78.732.655 - 78.732.655 Tax expense

POS LUAR BIASA - bersih EXTRAORDINARY ITEM

-setelah alokasi beban net of deferred tax

pajak tangguhan 395.949.424 - - - 395.949.424 - 395.949.424 expense allocation

Laba (rugi ) bersih 545.813.379 (45.921) 5.963 (135.251) 545.638.170 175.209 545.813.379 Net income (loss)

INFORMASI LAINNYA OTHER INFORMATION

Aktiva segmen 2.493.411.631 10.256 398.580.745 598.230.613 3.490.233.245 (1.225.059.522) 2.265.173.723 Segment assets Kewajiban segmen 2.294.736.312 583.367 395.645.063 599.310.280 3.290.275.022 (1.012.776.617) 2.277.498.405 Segment liabilities

Pengeluaran modal 6.511.005 - - - 6.511.005 - 6.511.005 Capital Expenditures

Penyusutan 102.791.243 - - - 102.791.243 - 102.791.243 Depreciation

2002

Segmen Geografis

Penjualan berdasarkan pasar geografis

Geographical Segment Sales by geographical market

46 -Berikut menunjukkan distribusi dari keseluruhan penjualan Perusahaan dan anak perusahaan berdasarkan pasar geografis tanpa memperhatikan tempat diproduksinya barang:

The following table shows the distribution of the Company’s and its subsidairies’ sales by geographical market, regardless of where the goods were produced:

2003 2002

Rp'000 Rp'000

Lokal - Jawa 270.154.006 277.898.760 Local - Java

Ekspor Export

Asia pasifik 464.791.514 392.273.439 Asia Pacific

Eropa 178.037.677 161.653.613 Europe

Amerika Serikat 30.290.417 37.630.840 United State of America

Lain-lain 85.520.150 164.007.207 Others

Jumlah 1.028.793.764 1.033.463.859 Total

Tidak terdapat penjualan antar segmen. There were no intersegment sales.

34. IKATAN DAN PERJANJIAN

a. Perusahaan mengadakan perjanjian penggunaan fasilitas Letter of Credit dengan Bank Mandiri yang digunakan untuk impor bahan baku dan bahan pembantu dari supplier luar negeri berdasarkan perjanjian No. KP-COD/005/PK-LC/2002 tanggal 14 Mei 2002. Fasilitas ini dapat diperpanjang secara tahunan, dan telah diperpanjang sampai dengan 31 Maret 2003.

b. Perusahaan mengadakan perjanjian penggunaan fasilitas Letter of Credit dengan Sumitomo Niaga Bank yang digunakan untuk impor bahan baku dan bahan pembantu dari supplier luar negeri berdasarkan perjanjian No. BSN 0279 tanggal 31 Agustus 1995. Fasilitas ini dapat diperpanjang enam bulanan, dan telah diperpanjang sampai dengan bulan Juni 2003.

34. COMMITMENTS AND AGREEMENT

a. The Company entered into a Letter of Credit facilitiy agreement with Bank Mandiri for the importation of raw and indirect materials from offshore suppliers based on agreement No. KP-COD/005/PK-LC/2002 dated May 14, 2002. This facility is extendable annually, and has been extended until March 31, 2003.

b. The Company entered into a Letter of Credit facility agreement with Sumitomo Niaga Bank for the importation of raw and indirect materials from offshore suppliers based on agreement No. BSN 0279 dated August 31, 1995. This facility is extendable semiannually, and has been extended until June 2003.

35. TERM SHEET RESTRUKTURISASI HUTANG 35. LOAN RESTRUCTURING TERM SHEET Pada tanggal 12 Desember 2000, Perusahaan

telah menandatangani Term Sheet Restrukturisasi Hutang (Debt Restructuring Term Sheet) dengan kreditur untuk merestrukturisasi seluruh hutang bank dan wesel bayar (Catatan 12, 16 dan 17).

Berdasarkan Term Sheet tersebut restrukturisasi akan diselesaikan melalui 3 (tiga) tranche dengan rincian sebagai berikut:

On December 12, 2000, the Company has signed a Debt Restructuring Term Sheet (the

“Term Sheet”) with creditors of all bank loans and notes payable (see Notes 12, 16 and 17).

Based on the Term Sheet, the restructuring shall be accomplished in 3 (three) tranches with details as follows:

a. Tranche A : Pinjaman dalam dan luar negeri dengan jumlah sebesar US$ 148.100.000.

b. Tranche B : Convertible Bonds dengan jumlah US$ 85.000.000.

a. Tranche A : Onshore Creditors and Offshore Creditors amounting to US$ 148,100,000.

b. Tranche B : secured Convertible Bonds amounting to US$ 85,000,000.

(Lanjutan)

c. Tranche C : Debt to Equity Swap dengan jumlah US$ 40.000.000.

c. Tranche C : Debt to Equity Swap amounting to US$ 40,000,000.

Sehubungan dengan Term Sheet tersebut di atas, Perusahaan juga dibatasi atau dilarang, tanpa persetujuan dari mayoritas kreditur untuk melakukan antara lain membuat hutang baru selain dari kredit usaha, menjual atau melepaskan aktiva dan membuat pinjaman dan jaminan-jaminan.

Sehubungan dengan pembelian kembali hutang bank, hutang lembaga keuangan bukan bank dan wesel bayar seperti yang dijelaskan pada Catatan 12, 16 dan 17, Term Sheet tersebut sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

In connection with the above Term Sheet, the Company is restricted or prohibited, without the consent of the majority creditors, to among others, incur new indebtedness other than trade credit, sale or dispose assets and make loans and guarantees.

In connection with the buybacks of banks loans, loans from nonbank financial institutions and notes payable as explained in Notes 12, 16 and 17, this Term Sheet became no longer appropriate with the current condition.

36. AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING

Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:

36. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES As of December 31, 2003 and 2002, the Company and its subsidiaries’ monetary assets and liabilities in foreign currencies are as follows:

2003 2002

Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen

Asing / Rupiah / Asing / Rupiah /

Foreign Equivalent in Foreign Equivalent in

Currency Rp'000 Currency Rp'000

Aktiva Assets

Kas dan bank Cash on hand and in banks

US$ 1.499.366 12.692.137 1.410.620 12.610.940 US$

Deposito berjangka Time deposit

US$ 291.536 2.467.852 - - US$

Piutang usaha Trade accounts receivable

US$ 10.541.944 89.237.558 12.293.828 109.906.818 US$

Piutang lain-lain Other accounts receivable

US$ 1.616.418 13.682.980 - - US$

Jumlah Aktiva 118.080.527 122.517.758 Total Assets

2003 2002

Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen

Asing / Rupiah / Asing / Rupiah /

Foreign Equivalent in Foreign Equivalent in

Currency Rp'000 Currency Rp'000

Kewajiban Liabilities

Wesel bayar yang sudah jatuh

tempo Past due notes payable

US$ 4.000.000 33.860.000 4.000.000 35.760.000 US$

Hutang Usaha Trade accounts payable

US$ 34.280.978 290.188.480 24.546.557 219.446.219 US$

Lainnya - 919.791 - 136.122 Others

Biaya yang masih harus dibayar Accrued expenses

US$ 6.765.636 57.271.112 14.516.732 129.779.587 US$

Wesel bayar jangka panjang Long-term notes payable

US$ 25.000.000 211.625.000 29.243.750 261.439.125 US$

Hutang bank jangka panjang Past due long-term bank

yang sudah jatuh tempo loans

US$ 72.308.030 612.087.474 74.938.532 669.950.477 US$

Hutang bank jangka panjang Long-term bank loans

US$ 95.223.615 806.067.897 97.730.033 873.706.491 US$

Jumlah kewajiban 2.012.019.754 2.190.218.021 Total liabilities

Kewajiban Bersih (1.893.939.227) (2.067.700.263) Net Liabilities

Pada tanggal 1 April 2004 dan 31 Desember 2003 dan 2002, kurs konversi yang digunakan Perusahaan dan anak perusahaan adalah

The conversion rates used by the Company and its subsidiaries on April 1, 2004 and December 31, 2003 and 2002 were as

48 -Perusahaan dan anak perusahaan adalah sebagai berikut:

December 31, 2003 and 2002 were as follows:

1 April 2004 /

April 1, 2004 2003 2002

Rp Rp Rp

Mata Uang Asing Foreign Currency

US$ 1 8.574,00 8.465,00 8.940,00 US$ 1

31 Desember / December 31

37. KELANGSUNGAN HIDUP PERUSAHAAN DAN ANAK PERUSAHAAN

Hingga saat ini, kondisi ekonomi masih dipengaruhi oleh ketidakpastian keadaan sosial dan politik di dalam negeri. Walaupun secara makro telah terjadi perkembangan positif terhadap beberapa indikator ekonomi utama, seperti peningkatan kegiatan ekonomi, perbaikan likuiditas, penurunan tingkat bunga dan relatif stabilnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.

Perekonomian global yang belum pulih terutama perekonomian Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya seperti Jepang juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekspor nasional.

Selain itu adanya kenaikan biaya bahan bakar minyak, tarif dasar listrik, dan upah buruh mengakibatkan kenaikan-kenaikan harga yang sifatnya sangat luas sehingga menyebabkan lemahnya persaingan industri tekstil di pasar luar negeri terutama dengan produk-produk tekstil dari Cina.

Pada tanggal 31 Desember 2003, Perusahaan dan anak perusahaan mengalami defisit sebesar Rp 1.001.345.705 ribu yang disebabkan kerugian usaha, kerugian selisih kurs dan tingginya tingkat bunga tahun-tahun sebelumnya.

Perusahaan dan anak perusahaan menangguhkan pelunasan sebagian pokok dan bunga pinjaman yang sudah jatuh tempo, serta tidak dapat memenuhi ketentuan rasio hutang terhadap ekuitas yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman. Keadaan ini memungkinkan kreditur menyatakan pinjaman tersebut menjadi segera jatuh tempo dan terutang.

37. GOING CONCERN OF THE COMPANY AND ITS SUBSIDIARIES

Currently, the country’s economic conditions continue to be affected by uncertainties in the domestic social and political condition.

Although at the macro level, there are positive improvements to some major economic indicators, such as increase in economic activity, improvement in liquidity, lowered interest rate and stability of the Rupiah currency against United States Dollar currency. Slow global economy recovery, especially in United Stated of America and other developed countries, such as Japan, is also one of the important factors that influenced the growth of national export. The increasing petroleum and electricity prices, as well as labor cost, which have wide impact on overall price increases caused the weakness of competitiveness in the international market, especially in competing with products from China.

As of December 31, 2003, the Company and its subsidiaries incurred deficit amounting to Rp 1,001,345,705 thousand because of operating losses, loss on foreign exchange and high interest e xpense from previous years.

The Company and its subsidiary deferred payment of a portion of the principal and interest due on their debts, and failed to maintain their debt to net worth ratios as required by the debt agreements. These situations enable th e creditors to demand that the debts become immediately due and payable.

Hal-hal tersebut dapat menimbulkan ketidakpastian yang signifikan mengenai kemampuan Perusahaan dan anak perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Those things caused significant uncertainty of the Company and its subsidiaries’ capability to continue to operate as going concern entities.

(Lanjutan)

kelangsungan hidupnya.

Laporan keuangan kons olidasi terlampir disusun dengan asumsi Perusahaan dan anak perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kemampuan Perusahaan dan anak perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dimasa yang akan datang dan merealisasikan aktiva serta menyelesaikan pembayaran kewajiban dalam bisnis normal dan pada nilai yang dinyatakan dalam laporan keuangan konsolidasi sangat tergantung pada situasi ekonomi makro saat ini dan keberhasilan manajemen Perusahaan dan anak perusahaan untuk menyelesaikan sisa hutangnya yang saat ini sedang dinegosiasikan dengan para kreditur serta kemampuan untuk menghasilkan arus kas yang cukup dari kegiatan usaha dimasa yang akan datang. Laporan keuangan konsolidasi tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul dari ketidakpastian tersebut.

The consolidated financial statements have been prepared assuming that the Company and its subsidiaries will continue to operate as going concerns. The ability of the Company and its subsidiaries to continue as going concerns and to realize their assets and extinguish their liabilities in the normal course of business and at the amounts stated in the consolidated financial statements is dependent upon the macro economic situation and the success of the Company and its subsidiaries’ management to settle their remaining debts with the creditors and their ability to generate sufficient cash flows from future operations. The consolidated financial statements do not include any adjustments that might result from the outcome of this uncertainty.

Manajemen tetap berhati -hati (prudent) dalam mengelola dan menjalankan operasi Perusahaan dan anak perusahaan dengan mengambil langkah-langkah berikut:

1. Melanjutkan usaha penyelesaian hutang melalui restrukturisasi atas sisa hutang Perusahaan dan anak perusahaan.

2. Pengendalian biaya akan dilakukan di semua bagian sebagai upaya agar Perusahaan tetap menguntungkan dan kompetitif.

3. Usaha peremajaan mesin-mesin weaving, spinning dan utility.

4. Mempertahankan dan meningkatkan optimisasi kinerja kapasitas produksi.

5. Berupaya menerobos pasar-pasar baru untuk memasarkan produk Perusahaan yang bermargin tinggi (high value added product).

6. Menjaga dan meningkatkan hubungan dengan konsumen.

7. Meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan arus informasi untuk memenuhi kepuasan konsumen.

8. Melepas anak perusahaan yang bidang usahanya tidak sejenis dengan Perusahaan dan dana yang diperoleh akan digunakan untuk menyelesaikan hutang.

Seperti dijelaskan pada Catatan 16 dan 17, pada tahun 2003 dan 2002, Perusahaan telah berhasil membeli kembali sebagian

The management of the Company and its subsidiaries will conti nue to be prudent in their management and operations, by implementing the following measures:

1. Continue the loan settlement process through restructuring of the remaining Company and its subsidiary’s loans.

2. Cost control will be implemented in every aspect of the Company in order to keep the Company’s profitability and competitiveness.

3. Reconditioning machinery of weaving and spinning and utility.

4. Maintain and increase optimization of production capacity performance.

5. Search and develop new markets for the Company’s high value added products.

6. Maintain and increase good relationships with customers.

7. Increase coordination, communication, and information flows to fulfill customers’

satisfaction.

8. Release the subsidiary company which have different business line with the Company, and using the fund obtained to settle its loans.

As discussed in Notes 16 and 17, in 2003 and 2002, the Company has successfully bought back part of its loans.

50 -berhasil membeli kembali sebagian hutangnya.

back part of its loans.

38. KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA 38. SUBSEQUENT EVENTS Berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum

Pemegang Saham Luar Biasa P.T. Argo Pantes Tbk (“Perusahaan”) yang diadakan pada 17 Maret 2004, para pemegang saham telah menyetujui hal-hal sebagai berikut:

1. Menyetujui rencana Perusahaan untuk melakukan fungsi penjualan lokal melalui PT Argo Manunggal Trading dan melakukan fungsi pembelian melalui PT Ragam Logam yang keduanya merupakan perusahaan afiliasi.

2. Menyetujui rencana Perusahaan untuk melakukan divestasi seluruh saham pada PT Nusa Raya Mitratama (anak perusahaan).

Ringkasan neraca dan laporan laba rugi PT Nusa Raya Mitratama untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2003 yang termasuk dalam laporan keuangan konsolidasi Perusahaan dan anak perusahaan tahun 2003 adalah sebagai berikut:

The following resolutions were made based on decision made during the Extraordinary General Meeting of Shareholders of P.T. Argo Pantes Tbk (“Company”) held on March 17, 2004, herewith the shareholder’s conclusion as below:

1. Approved the Company’s plan to conduct the local sales through PT Argo Manunggal Trading and conduct the procurement function through PT Ragam Logam, which are affiliated parties.

2. The shareholders approved the Company’s plan to divest all shares in PT Nusa Raya Mitratama (a subsidiary).

The summary of balance sheets and income statement of PT Nusa Raya Mitratama for the year ended December 31, 2003 included at Company and its subsidiaries’ consolidated financial statement on 2003 were as follow:

Neraca Balance Sheets

2003 Rp'000

Aktiva Assets

Bank 2.488 Bank

Piutang lain-lain 1.300 Other accounts receivable

Investasi tanah - bersih 387.198.884 Investment in land - net

Jumlah Aktiva 387.202.672 Total Assets

Kewajiban Liabilities

Hutang lain-lain 266.911 Other accounts payable

Hutang kepada pihak yang mempunyai

hubungan istimewa 3.132.310 Accounts payable to related parties

Hutang pajak 3.420 Taxes payable

Uang jaminan 396.000.000 Guarantee deposits

Defisiensi modal (12.199.969) Capital deficiency Jumlah Kewajiban 387.202.672 Total Liabilities

Laba Rugi Statement of Operations

2003 Rp'000

Beban usaha 317.716 Operating expenses

Biaya lain-lain 332 Other expense

Rugi Bersih 318.048 Net Loss

39. KEJADIAN PENTING LAINNYA 39. OTHER IMPORTANT MATTER Seperti dijelaskan pada Catatan 17,

Perusahaan telah membeli kembali sebagian hutang sindikasi milik Perusahaan dan wesel bayar jangka panjang milik anak perusahaan (APFBV) dengan jumlah pembayaran sebesar

As discussed in Note 17, the Company had bought back part of its syndicated loans and its subsidiary’s (“APFBV”) long-term notes payable with total payments of US$ 17,091,970 and US$ 14,461,468 in 2003

(Lanjutan)

(APFBV) dengan jumlah pembayaran sebesar US$ 17.091.970 dan US$ 14.461.468 masing-masing pada tahun 2003 dan 2002. Namun demikian, pembelian tersebut belum dapat diefektifkan pada tahun 2003 dan 2002 karena masih menunggu penyelesaian dengan anggota sindikasi lainnya sesuai dengan perjanjian hutang sindikasi. Apabila diasumsikan bahwa pembelian kembali tersebut efektif pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, maka keuntungan pos luar biasa, laba bersih dan ekuitas konsolidasi Perusahaan dan anak perusahaan akan meningkat sebesar Rp 198.428.739 ribu dan Rp 272.069.658 ribu.

US$ 17,091,970 and US$ 14,461,468 in 2003

US$ 17,091,970 and US$ 14,461,468 in 2003

Dokumen terkait