Asesmen Infrastruktur Sistem Keuangan
6.2. PERKEMBANGAN TRANSAKSI SISTEM PEMBAYARAN
6.2.4. Transaksi Alat Pembayaran Menggunakan Kartu
-Volume (dalam ribu) Nilai (Triliun Rp)
Rata-rata Harian Volume Rata-rata Harian Nilai
90 250
Jan-12 Feb-12 Mar-12 Apr-12 Mei-12 Jun-12 Jul-12 Ags-12 Sep-12 Okt-12 Nov-12 Des-12 Jan-13 Feb-13 Mar-13 Apr-13 Mei-13 Jun-13 Jul-13 Ags-13 Sep-13 Okt-13 Nov-13 Des-13
-Volume (dalam ribu) Nilai (Triliun Rp)
Rata-rata Harian Volume Rata-rata Harian Nilai
6.2.2. Bank Indonesia ^ĐƌŝƉůĞƐƐ ^ĞĐƵƌŝƟĞƐ ^ĞƩůĞŵĞŶƚ
System (BI-SSSS)
^ĞƉĞƌƟŚĂůŶLJĂƉĂĚĂ^ŝƐƚĞŵ/ͲZd'^͕ĂŬƟǀŝƚĂƐƚƌĂŶƐĂŬƐŝ
pembayaran melalui BI-SSSS pada semester II 2013 mengalami peningkatan dari sisi nilai transaksi dan penurunan dari sisi volume transaksi. Pada semester II 2013 nilai transaksi yang diselesaikan melalui BI-SSSS sebesar Rp16,36 ribu triliun atau naik sebesar 43,72% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp11,38 ribu triliun.
Sementara itu, untuk volume transaksi tercatat sebanyak 63,35 ribu transaksi atau turun sebesar 14,43% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 74,04 ribu transaksi.
Dengan demikian rata-rata harian transaksi yang dilakukan melalui BI-SSSS pada semester II 2013 mencapai nilai Rp133,1 triliun dengan volume sebanyak 515 transaksi. Penurunan volume transaksi BI-SSSS tersebut disebabkan menurunnya volume transaksi operasi moneter yang sejalan dengan ƐƚĂŶĐĞ kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia.
Sumber : Bank Indonesia, diolah
Sumber : Bank Indonesia, diolah
Perkembangan Transaksi BI-SSSS
Perkembangan Transaksi SKNBI
'ƌĂĮŬϲ͘Ϯ͘
'ƌĂĮŬϲ͘ϯ͘
Rp1,12 ribu triliun. Sementara volume transaksi yang tercatat sebanyak 54,02 juta transaksi atau turun sebesar 1,54%
dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 54,87 juta transaksi.Dengan demikian rata-rata harian transaksi yang dilakukan melalui SKNBI pada semester II tahun 2013 mencapai nilai Rp11,2 triliun dengan volume sebesar 435 ribu transaksi. Sampai dengan akhir periode laporan, jumlah peserta SKNBI sebanyak 139 peserta bank dan 1 peserta Bank Indonesia.
ϲ͘Ϯ͘ϯ͘^ŝƐƚĞŵ<ůŝƌŝŶŐEĂƐŝŽŶĂůĂŶŬ/ŶĚŽŶĞƐŝĂ;^<E/Ϳ Aktivitas transaksi melalui SKNBI pada semester II 2013 meningkat. Nilai transaksi melalui SKNBI mencapai Rp1,39 ribu triliun atau naik sebesar 23,86% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai
6.2.4. Transaksi Alat Pembayaran Menggunakan Kartu
ŬƟǀŝƚĂƐ ƚƌĂŶƐĂŬƐŝ ƉĞŵďĂLJĂƌĂŶ ŵĞŶŐŐƵŶĂŬĂŶ ůĂƚ
Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) selama semester II 2013 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi dengan menggunakan APMK mencapai Rp2,11 ribu triliun atau naik sebesar 22,30% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,73 ribu triliun. Sementara volume transaksi yang tercatat sebanyak 1,98 miliar transaksi atau naik sebesar 22,87% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 1,61 miliar transaksi.
Selama semester II 2013, rata-rata harian nilai dan volume transaksi APMK sebesar Rp11,48 triliun dan 10,77 juta transaksi.
Volume (dalam ribu) Nilai (Miliar Rp)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Rata-rata Harian Nilai Rata-rata Harian Volume (skala kanan) Volume (dalam ribu)
Nilai (Triliun Rp)
Rata-rata Harian Nilai Rata-rata Harian Volume (skala kanan) Volume (dalam ribu) Nilai (Triliun Rp)
Rata-rata Harian Nilai Rata-rata Harian Volume (skala kanan)
ϲ͘Ϯ͘ϰ͘ϭ͘dƌĂŶƐĂŬƐŝDĞŶŐŐƵŶĂŬĂŶ<ĂƌƚƵdDĚĂŶdDͬ
Debet
ŬƟǀŝƚĂƐ ƚƌĂŶƐĂŬƐŝ ƉĞŵďĂLJĂƌĂŶ ŵĞŶŐŐƵŶĂŬĂŶ <ĂƌƚƵ
ATM dan ATM/Debet selama semester II 2013 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi dengan menggunakan Kartu ATM dan ATM/Debet mencapai Rp1,99 ribu triliun atau naik sebesar 22,96% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,62 ribu triliun. Sementara
volume transaksi yang tercatat sebanyak 1,86 miliar transaksi atau naik sebesar 24,02% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 1,49 miliar transaksi.
Selama semester II 2013, rata-rata harian nilai dan volume transaksi menggunakan Kartu ATM dan ATM/Debet sebesar Rp10,85 triliun dan 10,10 juta transaksi.
ϲ͘Ϯ͘ϰ͘Ϯ͘dƌĂŶƐĂŬƐŝDĞŶŐŐƵŶĂŬĂŶ<ĂƌƚƵ<ƌĞĚŝƚ
ŬƟǀŝƚĂƐ ƚƌĂŶƐĂŬƐŝ ƉĞŵďĂLJĂƌĂŶ ŵĞŶŐŐƵŶĂŬĂŶ <ĂƌƚƵ
Kredit selama semester II 2013 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nilai transaksi dengan menggunakan Kartu Kredit mencapai Rp116,70 triliun atau naik sebesar 12,01% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp104,19 triliun. Sementara volume transaksi yang tercatat sebanyak 122,87 juta transaksi atau naik sebesar 8,96%
dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 112,77 juta transaksi. Selama semester II 2013, rata-rata harian nilai dan volume transaksi menggunakan Kartu Kredit sebesar Rp634,03 miliar dan 667,49 ribu transaksi.
Sumber : Bank Indonesia, diolah
Sumber : Bank Indonesia, diolah Sumber : Bank Indonesia, diolah
Perkembangan Transaksi APMK
Perkembangan Transaksi Kartu ATM/Debet Perkembangan Transaksi Kartu Kredit 'ƌĂĮŬϲ͘ϰ͘
'ƌĂĮŬϲ͘ϱ͘ 'ƌĂĮŬϲ͘ϲ͘
0,00
BUKU 1 BUKU 2 BUKU 3 BUKU 4 Industri
2012 Sem I 2012 Sem II 2013 Sem I 2013 Sem II dƵƌŶKǀĞƌZĂƟŽ = KƵƚŐŽŝŶŐƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ dibagi saldo awal peserta Sistem BI-RTGS Volume (dalam ribu)
Nilai (Miliar Rp)
Rata-rata Harian Nilai Rata-rata Harian Volume (skala kanan)
Sumber : Bank Indonesia, diolah
Sumber : Bank Indonesia, diolah
Perkembangan Transaksi Uang Elektronik
Perkembangan dƵƌŶKǀĞƌZĂƟŽ
'ƌĂĮŬϲ͘ϳ͘
'ƌĂĮŬϲ͘ϴ͘
ϲ͘Ϯ͘ϱ͘dƌĂŶƐĂŬƐŝDĞŶŐŐƵŶĂŬĂŶhĂŶŐůĞŬƚƌŽŶŝŬ
ŬƟǀŝƚĂƐ ƚƌĂŶƐĂŬƐŝ ƉĞŵďĂLJĂƌĂŶ ŵĞŶŐŐƵŶĂŬĂŶ hĂŶŐ
Elektronik selama semester II 2013 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selama semester II 2013, rata-rata harian nilai dan volume transaksi menggunakan Uang Elektronik sebesar Rp8,88 miliar dan 396,34 ribu transaksi dengan total nilai dan volume transaksi selama semester II 2013 mencapai Rp1,64 triliun dan 72,91 juta transaksi.
mengharapkan ŝŶĐŽŵŝŶŐ ƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ untuk menyelesaikan transaksi pembayaran, terutama kelompok BUKU 2 dengan TOR sebesar 1,36. Sebaliknya, peserta Sistem BI-RTGS yang ƟĚĂŬĐĞŶĚĞƌƵŶŐŵĞŶŐŚĂƌĂƉŬĂŶŝŶĐŽŵŝŶŐƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ untuk menyelesaikan transaksi pembayaran berasal dari kelompok BUKU 4 dengan TOR sebesar 0,97.
ϲ͘ϯ͘/E/<dKZ^/^dDWDzZE ϲ͘ϯ͘ϭ͘dƵƌŶKǀĞƌZĂƟŽ
Indikator dƵƌŶ KǀĞƌ ZĂƚŝŽ (TOR) digunakan untuk mengetahui kecenderungan kemampuan peserta sistem BI-RTGS memenuhi kewajiban dalam melakukan transaksi pembayaran. Secara industri perbankan, pada semester II 2013 nilai TOR sebesar 1,09. Nilai tersebut mengalami sedikit kenaikan dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 0,94. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa peserta BI-RTGS memiliki kemampuan yang memadai untuk memenuhi kewajiban dalam melakukan transaksi pembayaran.
Sementara itu, apabila dilihat dari sisi BUKU, pada semester II 2013 sebagian peserta sistem BI-RTGS cenderung
ϲ͘ϯ͘Ϯ͘YƵĞƵĞdƌĂŶƐĂĐƟŽŶ
YƵĞƵĞdƌĂŶƐĂĐƟŽŶ merupakan transaksi yang pernah ŵĞŶŐĂůĂŵŝ ĂŶƚƌŝĂŶ Ěŝ ƐŝƐƚĞŵ /ͲZd'^ ŬĂƌĞŶĂ ďĂŶŬ ƟĚĂŬ
memiliki kecukupan dana untuk melakukan setelmen pada saat transaksi dikirimkan. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pada semester II 2013 terjadi penurunan ƋƵĞƵĞ ƚƌĂŶƐĂĐƚŝŽŶ baik secara nilai maupun volume. Selama periode laporan nilai ƋƵĞƵĞ ƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ
tercatat sebesar Rp84,87 miliar atau 0,0016% dari total nilai transaksi sistem BI-RTGS. Nilai tersebut menurun 45,86% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) yang sebesar Rp156,77 miliar. Penurunan ƋƵĞƵĞ ƚƌĂŶƐĂĐƚŝŽŶ pada semester II 2013 merupakan dampak dari upaya yang dilakukan Bank Indonesia untuk memitigasi likuiditas perbankan yang cenderung ketat, khususnya melalui kebijakan penurunan batas atas GWM LDR dari 100% menjadi 92%. Penurunan ƋƵĞƵĞƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ
0 4000
3000
2000
1000
BUKU 1 BUKU 2 BUKU 3 BUKU 4 Industri
2012 Sem I 2012 Sem II 2013 Sem I 2013 Sem II
BUKU 1 BUKU 2 BUKU 3 BUKU 4 Industri
2012 Sem I Miliar Rp
2012 Sem II 2013 Sem I 2013 Sem II
tersebut menunjukan bahwa perbankan memiliki likuiditas yang lebih memadai dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi BUKU, penurunan nilai queue transaction terjadi pada seluruh kelompok BUKU, kecuali kelompok BUKU 1 yang mengalami peningkatan sebesar Rp0,71 miliar.
Demikian pula halnya dengan volume ƋƵĞƵĞ ƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ
yang sepanjang semester II 2013 tercatat sebanyak 1375 transaksi, menurun 44,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 2496 transaksi.
Penurunan volume ƋƵĞƵĞ ƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ tersebut terutama berasal dari kelompok BUKU 2, yang mengalami penurunan sebanyak 1066 transaksi atau sebesar 87,88%. Pada umumnya qƵĞƵĞ ƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ dapat diselesaikan sebelum ǁĂŬƚƵ ŽƉĞƌĂƐŝŽŶĂů ƐŝƐƚĞŵ /ͲZd'^ ďĞƌĂŬŚŝƌ͕ƐĞŚŝŶŐŐĂ ƟĚĂŬ
menggangu operasional secara keseluruhan.
ϲ͘ϯ͘ϯ͘^ĂůĚŽ'ŝƌŽ
Pada semester II 2013, secara keseluruhan saldo akhir rekening giro peserta sistem BI-RTGS di Bank Indonesia mengalami peningkatan dibandingkan saldo awal, yaitu dari Rp227,98 triliun menjadi Rp244,31 triliun atau meningkat sebesar 7,16%. Peningkatan saldo rekening giro tersebut mencerminkan bahwa likuiditas peserta sistem BI-RTGS secara ŬĞƐĞůƵƌƵŚĂŶ ƌĞůĂƟĨ ŵĞŵĂĚĂŝ ƵŶƚƵŬ ŵĞŵĞŶƵŚŝ ŬĞǁĂũŝďĂŶ
transaksi pembayaran.
Meningkatnya likuiditas pada saldo rekening giro peserta sistem BI-RTGS di Bank Indonesia terutama berasal dari transaksi Pemerintah (ekspansi net sebesar Rp122,82 triliun), sementara menurunnya likuiditas terutama berasal dari transaksi setelmen intervensi valas oleh BI (kontraksi net sebesar Rp89,34 triliun).
ϲ͘ϰ͘ Z/^/<K ^/^dD WDzZE E hWz
D/d/'^/Z/^/<K 6.4.1. Risiko Setelmen
Risiko setelmen dari sisi peserta merupakan risiko yang muncul akibat peserta sistem BI-RTGS terlambat atau ƟĚĂŬ ĚĂƉĂƚ ŵĞŶLJĞůĞƐĂŝŬĂŶ ƚƌĂŶƐĂŬƐŝ ƉĞŵďĂLJĂƌĂŶ ŬĂƌĞŶĂ
saling menunggu ŝŶĐŽŵŝŶŐ ƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ dari peserta lain.
Risiko setelmen tercermin dari besarnya nilai dan volume ƚƌĂŶƐĂŬƐŝ ƉĞŵďĂLJĂƌĂŶ ŵĞůĂůƵŝ ƐŝƐƚĞŵ /ͲZd'^ LJĂŶŐ ƟĚĂŬ
dapat diselesaikan ;ƵŶƐĞƩůĞĚƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶͿ sampai berakhirnya waktu ;ǁŝŶĚŽǁƟŵĞͿ operasional Sistem BI-RTGS.
^ĞƉĂŶũĂŶŐƐĞŵĞƐƚĞƌ//ϮϬϭϯŶŝůĂŝƵŶƐĞƩůĞĚƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ
relatif kecil, yaitu tercatat sebesar Rp1,09 triliun atau sebesar 0,00022% dari total nilai transaksi sistem BI-RTGS
Sumber : Bank Indonesia, diolah
Sumber : Bank Indonesia, diolah
YƵĞƵĞdƌĂŶƐĂĐƟŽŶ(Nilai)
YƵĞƵĞdƌĂŶƐĂĐƟŽŶ;sŽůƵŵĞͿ 'ƌĂĮŬϲ͘ϵ͘
'ƌĂĮŬϲ͘ϭϬ͘
secara keseluruhan. Begitu pula dengan ǀŽůƵŵĞ ƵŶƐĞƩůĞĚ
ƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ yang selama semester II 2013 tercatat sebesar 56 transaksi atau sebesar 0,00063% dari total volume secara keseluruhan. hŶƐĞƩůĞĚƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶƚĞƌƐĞďƵƚƟĚĂŬŵĞŶŐĂŶŐŐƵ
kelancaran operasional sistem BI-RTGS, mengingat porsi ƵŶƐĞƩůĞĚ ƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ LJĂŶŐ ƌĞůĂƟĨ ŬĞĐŝů ĚĂƌŝ ŶŝůĂŝ ƚƌĂŶƐĂŬƐŝ
secara keseluruhan.
Dari sisi penyelenggara, risiko setelmen tidak dimungkinkan terjadi karena penyelenggaraan sistem BI-RTGS menerapkan prinsip ŶŽ ŵŽŶĞLJ ŶŽ ŐĂŵĞ dimana setelmen transaksi hanya dilakukan apabila terdapat kecukupan dana.
6.4.2. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas dalam sistem pembayaran terjadi manakala salah satu peserta dalam penyelenggaraan ƐŝƐƚĞŵ/ͲZd'^ƟĚĂŬŵĞŵŝůŝŬŝĐƵŬƵƉĚĂŶĂƵŶƚƵŬŵĞŵĞŶƵŚŝ
kewajibannya pada saat jatuh tempo, meskipun mungkin mampu memenuhi kewajiban tersebut pada waktu berikutnya.
Untuk memitigasi risiko likuiditas, Bank Indonesia menyediakan Fasilitas Likuiditas Intrahari (FLI). FLI merupakan fasilitas pendanaan dari Bank Indonesia kepada bank dengan cara ƌĞƉƵƌĐŚĂƐĞ ĂŐƌĞĞŵĞŶƚ (repo) surat berharga.
Penggunaan FLI diajukan oleh peserta dengan persetujuan
ĂŶŬ/ŶĚŽŶĞƐŝĂĚĂŶĂŬĂŶĚŝŐƵŶĂŬĂŶŽůĞŚďĂŶŬƐĞĐĂƌĂŽƚŽŵĂƟƐ
ŬĞƟŬĂƐĂůĚŽƌĞŬĞŶŝŶŐŐŝƌŽďĂŶŬƉĞƐĞƌƚĂƟĚĂŬŵĞŶĐƵŬƵƉŝƵŶƚƵŬ
melakukan ŽƵƚŐŽŝŶŐ ƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ. Pelunasan FLI dilakukan ƐĞĐĂƌĂ ŽƚŽŵĂƟƐ ƐĞƟĂƉ ƚĞƌĚĂƉĂƚ ŝŶĐŽŵŝŶŐ ƚƌĂŶƐĂĐƟŽŶ ke rekening giro peserta.
^ĞƉĞƌƟŚĂůŶLJĂƐĞŵĞƐƚĞƌ/ϮϬϭϯ͕ƉĂĚĂƐĞŵĞƐƚĞƌ//ϮϬϭϯ
jaringan yang digunakan. sistem BI-RTGS merupakan muara dari mayoritas penyelesaian transaksi keuangan di Indonesia.
^ĞďĂŐĂŝƐŝƐƚĞŵƐĞƚĞůŵĞŶLJĂŶŐďĞƌƐŝĨĂƚƐƚƌĂƚĞŐŝƐĚĂŶŬƌŝƟŬĂů
ƐĞƌƚĂďĞƌĚĂŵƉĂŬůƵĂƐ͕ƉĞƌŚĂƟĂŶƚĞƌŚĂĚĂƉƉĞŶŐĞůŽůĂĂŶƌŝƐŝŬŽ
operasional dalam penyelenggaraan sistem BI-RTGS menjadi ĐŽŶĐĞƌŶ utama Bank Indonesia, mengingat terjadinya risiko ŽƉĞƌĂƐŝŽŶĂůƐĞĐĂƌĂƟĚĂŬůĂŶŐƐƵŶŐĂŬĂŶŵĞŵďĞƌŝŬĂŶƐƟŵƵůƵƐ
terhadap terjadinya risiko likuiditas yang pada akhirnya berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.
ĞďĞƌĂƉĂƵƉĂLJĂŵŝƟŐĂƐŝLJĂŶŐĚŝƚĞŵƉƵŚĂŶŬ/ŶĚŽŶĞƐŝĂ
untuk meminimalisasi risiko operasional adalah melalui penyediaan ƵƐŝŶĞƐƐ ŽŶƚŝŶƵŝƚLJ WůĂŶ (BCP) termasuk ketersediaan infrastruktur back up system yang dapat menggantikan operasional setiap saat dengan baik dan dengan performa yang sama dengan sistem utama ;ƉƌŽĚƵĐƟŽŶ
system), pelaksanaan security audit secara berkala, kegiatan ŵĞŵďĞƌĐĞƌƟĮĐĂƟŽŶŬĞƉĂĚĂƉĞƐĞƌƚĂ͕ĚĂŶƉĞŵďĞŶƚƵŬĂŶƟŵ
ŚĞůƉĚĞƐŬ.
Selama semester II 2013, untuk menjaga keandalan sistem back-up, telah dilakukan uji coba dari sisi /ŶĨŽƌŵĂƟŽŶ
dĞĐŚŶŽůŽŐLJ (IT) sebanyak 2 kali. Satu diantaranya melakukan operasional sistem BI-RTGS, BI-SSSS dan SKNBI secara live dengan menggunakan infrastruktur teknologi informasi di lokasi ŝƐĂƐƚĞƌZĞĐŽǀĞƌLJĞŶƚƌĞ (DRC) Bank Indonesia dengan hasil yang memuaskan.
^ĞůĂŝŶ ŝƚƵ͕ ƵŶƚƵŬ ŵĞŵĂƐƟŬĂŶ ŬĞƐŝĂƉĂŶ ŝŶĨƌĂƐƚƌƵŬƚƵƌ
back-up siap digunakan, secara periodik dilakukan pengecekan dan uji coba parsial terhadap infrastruktur sistem RTGS, BI-SSSS, dan SKNBI di lokasi DRC dan ĂĐŬͲƵƉ&ƌŽŶƚKĸĐĞ͘