Nama : Dr. Lasmery RM Girsang, S.IP., M.Si.
Jabatan : Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UBM Tanggal : 1 Juni 2020
Jenis Wawancara : Via Online (Whatsapp Video Call)
Peneliti (P) / Narasumber (N) P Selamat sore bu Lasmery.
N Iya selamat sore.
P Perkenalkan nama saya Dharma Kalyana. Saya mahasiswa ilmu komunikasi 2016 dari Universitas Multimedia Nusantara.
N Oke, salam kenal. Oke Dharma apa yang saya bisa bantu nih?
P Oke bu, saya mau tanya bagaimana tanggapan ibu karena ibu sudah menekuni bidang ilmu komunikasi. Bagaimana tanggapan ibu mengenai strategi Integrated Marketing Communication di sebuah perusahaan?
N Oke. Integrated Marketing Communication sekarang sudah menjadi sarana yang wajib ditengah maraknya e-commerce atau marketing digital. Jadi, mau tidak mau semua sudah terintegrasi. Tidak bisa lagi satu tool, satu tool, satu tool dipakai untuk promosi atau menjual produk. Sekarang perusahaan harus berpikir semua tool yang ada itu bisa bersinergi. Makanya menjadi IMC atau Integrated Marketing Communication. Itu sih poinnya.
P Sebelumnya saya ceritakan dulu penelitian saya tentang strategi IMC pasca rebranding di perusahaan Gibby. Gibby adalah salah satu perusahaan
berbasis aplikasi yang dulunya hanya untuk jasa titip. Tapi pada pertengahan 2019 mereka melakukan rebranding dan saya ingin meneliti IMC pasca rebrandingnya. Hasil penelitian saya, perusahaan Gibby untuk tool advertising mereka menggunakan sarana Facebook dan Instagram ads bu.
Mereka memiliki 3 jenis konten tentang introduction about Gibby, sales promotion, dan juga campaign yang sudah dijalankan maupun akan dijalankan. Apakah ini sudah cukup ideal menurut ibu?
N Oke. Saya sambil mempelajari situsnya. Saya melihat Gibby ada di “swa”
yang tentang bisnis ya. Itu yang saya lihat yang paling menarik istilahnya itu jastiper ya untuk orang yang melakukan jasa titip. Konsumennya juga dinamakan dengan gibster. Nah saya rasa, kalau mereka sampai menamakan konsumen mereka sudah berhasil melakukan rebranding. Walaupun 2016 baru mengembangkan aplikasinya, dan di 2019 sudah melakukan
rebranding, ketika mereka menggunakan sampai menamai konsumen atau calon konsumen mereka dengan istilah tertentu nah itu sudah masuk branding yang mereka coba tawarkan ke konsumen mereka. Sebentar saya sambil mencari nama yang tadi itu. Nah itu satu. Rebrandingnya dapat. Nah kemudian ketika mereka melakukan kampanye melalui media sosial dengan personal shopper atau gibster kemudian para jastiper nah itu berarti branding yang sudah dapat dulu di benak konsumen. Itu pasti diupayakan dengan campaign-campaign tertentu. Dan satu lagi sales promotion sudah dapat banget dengan mereka menggunakan istilah personal shopper yang disebut gibster. Mereka sudah menancapkan hal-hal yang dominan yang akan mereka kerjakan dahulu dan semoga ini bisa terintegrasi.
P Kalau untuk sales promotionnya saya mau tanggapan ibu. Dari hasil wawancara, pihak Gibby memberitahukan saya bahwa Gibby akan terus berusaha untuk promosi setiap dua hari atau setiap seminggu di aplikasinya.
Mereka itu kerja sama dengan sebuah brand supaya produknya ini yang dijual diskon ini hanya dijual di aplikasi Gibby. Menurut ibu, apakah promo ini sudah cukup ideal atau belum bu?
N Nah sebagai startup harus maintain serutin mungkin. Jangan sampai
kehilangan momen. Oleh karena itu, promosi dilakukan seintensif mungkin itu menurut saya sangat baik. Supaya tadi dengan banyaknya info yang sudah seliwir kemana-kemana semua aplikasi-aplikasi. Tadi yang seperti saya singgung di chat, bahwa ini bisa dikatakan sebagai inisiator di mana satu aplikasi menyediakan tidak hanya produk tetapi kemudahan untuk melakukan pembelian sebagai macamnya di satu aplikasi nah itu bagus sekali. Jadi promosinya harus memang gencar dilakukan supaya tidak kehilangan momen sebagai ciri khas dari cara promosi perusahaan tersebut.
P Baik bu. Berlanjut ke tool personal selling. Hasil wawancara saya, Gibby ini berusaha untuk melakukan penetrasi ke komunitas-komunitas yang ada untuk mendapatkan lebih banyak awareness dan user. Apakah strategi personal selling ini ideal bu?
N Hmm bisa saja. Personal selling memang kita maknai sebagai upaya yang dilakukan oleh person to person. Namanya juga personal, pembelian langsung. Pembelian langsung ini kan dulu konsep lamanya door to door.
Sekarang dengan menggunakan gadget, dengan menggunakan Internet, tentunya bisa dilakukan jauh lebih mudah untuk bisa menjangkau segmen ataupun konsumen atau lainnya secara persuasif. Memang harus ada
kelihatan soft sellingnya juga. Itu membantu ketika personal selling gencar dilakukan. Nah karena kita orang komunikasi kan kita tidak hanya sekedar melihat sisi pemasaran. Karena Marketing Communication kan lebih kepada perencanaan jangka panjang dan bagaimana cara menjual produk juga dilengkapi dengan soft sellingnya. Disini saya rasa kelebihan yang membedakan kita orang komunikasi dengan pemasaran murni. Semoga dengan personal selling yang dilakukan itu bisa diback up dengan promosi yang baik sehingga brandingnya sudah tertancap di benak konsumen. Nah hingga bagiamana perusahaan ini bisa melakukannya secara kontekstual saja.
P Oke bu. Nah dari yang tadi bu sekarang saya ingin berlanjut ke tool public relations bu. Hasil wawancara saya, Gibby mengatakan bahwa mereka belum bisa menemukan sosok yang ideal untuk menjadi public relations Gibby bu. Saya mau bertanya kepada ibu, bagaimana tanggapan ibu apakah ketika satu tools tidak dijalankan apakah akan berpengaruh banyak atau tidak bu? Mungkin pertimbangannya Gibby ini masuk baru rebranding dan startup baru di Indonesia yang mungkin masih mengesampingkan tools public relation.
N Nah saya kok setuju dengan itu ya. Karena ini adalah perusahaan startup murni bisnis, bagaimana sepertinya public relation belum terlalu bermain disini karena mereka masih menancapkan pangsa pasarnya dulu. Ketika mereka sudah mendapatkan branding, mereka bisa maintain promosinya itu sudah bagus. Sekarang tinggal bagaimana public relation bisa dilibatkan atau tidak. Saya rasa public relations secara murni seperti perusahaan mungkin tidak terlalu kontekstual dan tidak terlalu tepat. Mengapa tidak
menggunakan Marketing Communication saja? Jad memang ini adalah pilihan dari perusahaan. Apabila perusahaan itu masih dalam tahap baru dan masih berkembang mungkin mereka lebih banyak menargetkan pada
penjualan. Jadi tidak heran ketika public relation belum terlalu bermain. Lain halnya ketika perusahaan membutuhkan penanganan reputasi atau
penanganan brand image kedepannya bagaimana seperti Unilever. Seperti yang kita lihat dia memiliki banyak lini produk dan tidak mungkin
perusahaan sebesar itu dan se-establish begitu lama tidak mungkin tidak memiliki public relations. Nah jadi memang perlu kita lihat konteks core business, produk, atau konten yang dominan sehingga itu menjadi kebijakan perusahaan untuk menggunakan tools yang mana termasuk penggunaan tools public relation.
P Baik bu. Satu tools lagi yang belum dibahas bu yaitu direct and digital marketing. Dari hasil wawancara, pihak Gibby mengatakan bahwa Gibby memiliki konsep yang sama dengan advertising. Jadi konten-konten yang mereka sebar di newsletter atau direct email juga tetapi kontennya sama.
Apakah menurut ibu akan ada rasa bosan di benak konsumen?
N Jadi saya sempat searching. Sebelumnya saya tanya kompetitornya siapa.
Artinya saya ingin juga melihat perbandingan sebuah perusahaan bisnis startup ini mengembangkan konten mereka. Kalau ternyata tidak banyak berbeda, artinya memang namanya juga perusahaan baru. Tadi sempat saya sebutkan brand yang berbeda yaitu Shopee. Kenapa? Shoppe ini langsung mencolok di benak khalayak mengapa? Karena promosinya luar biasa.
Besar-besar gitu ya. Baik di televisi maupun online gitu ya dengan fitur yang menarik kemudian promo yang besar segala macam. Itu sudah melekat sekali di benak konsumen. Nah persoalannya kalau anda lihat tampilan fitur Shopee itu menarik ya. Full, lengkap, menarik semuanya bagus. Nah saya piker semua bisnis startup akan berupaya untuk mencoba menarik perhatian dari calon konsumennya dengan tampilan konten gitu ya. Nah mengapa ini tidak justru juga menjadi peluang dari sebuah perusahaan bisnis startup untuk “jor-joran” disini. Sehingga orang akan cepat berbalik ke Gibby ini gitu. Jadi anda sendiri melihat kok kontennya biasa-biasa saja atau sama, ini mungkin bisa menjadi salah satu masukkan anda kepada perusahaan yang anda teliti. Bagaimana teknisnya itu urusan perusahaan. Tetapi kita sebagai peneliti atau pengamat sudah bisa melihat bagian ini loh yang masih kurang.
Justru bagian ini yang harus bisa dikembangkan perusahaan tersebut ke depan sebagai startup.
P Dengan semua konsep yang ada yang sudah dilakukan oleh Gibby. Mungkin apakah ada saran dari ibu yang bisa disampaikan kepada perusahaan bu?
N Dari IMC kita bisa catat yang kurang dan belum maksimal itu direct and digital marketing dan public relations yang belum dijalankan. Jadi ini pekerjaan rumah untuk perusahaan. Bagaimana kita bisa melihat “dapur kerjanya” untuk bagian ini? Apakah Dharma sudah mendapatkan pernyataan dari perusahaannya bahwa direct and digital marketingnya belum optimal?
P Kemarin itu saya menanyakan bagaimana tentang efektivitas dari advertising dan juga direct and digital marketing apakah efektif atau tidak? Dari pihak Gibby menjawab bahwa masih belum efektif dan masih jauh dari harapan yang sudah ditetapkan. Seperti itu bu. Mungkin juga masalah yang ada di budgeting. Ketika saya bertanya tentang budgeting apakah ada budgeting tersendiri untuk advertising atau direct and digital marketing? Mereka menjawab bahwa kalau kita sedang kalau misalnya ada rencana apa yuk kita jalanin jadi tidak ada budget tertentu untuk advertising dan direct and digital marketing.
N Nah oke. Nah kalau mereka masih dengan konsumen bisnis startup mereka harus bersiap dengan teknologi. Dan teknologi tidak main-main ya.
Teknologi ini butuh cost yang tinggi kalau mau bergerak semua lini termasuk direct and digital marketingnya. Sayang ketika direct and digital marketingnya tidak ikut berkembang ya sejalan dengan tools-tools lainnya.
Kalau public relations oke lah, public relations kan itu istilahnya mohon
maaf hanya satu orang dari jubir perusahaan. Itu bisa dibentuklah. Tapi kalau platformnya digital, mau tidak mau direct and digital marketing ini syarat mutlak ya. Karena ini kan bergerak dibidang teknologi seperti ini bagaimana bisa menjangkau konsumennya kalau tidak dengan kekuatan teknologi. Menurut saya itu.
P Apalagi dengan konten-konten yang sama dengan advertising seperti diulang-ulang ya bu.
N Iya betul. Advertisingnya jalan jadi tinggal direct and digital marketingnya saja. Selain teknologi juga diperlukan SDM dan teknologi pun merupakan ciptaan dari SDMnya.
P Oke baik bu terima kasih banyak ya bu. Selamat sore.
N Oke baik Dharma. Selamat sore. Sukses ya.
P Terima kasih ibu.
DOKUMENTASI