Laporan Penilaian Sendiri (Self Assessment ) Penerapan Tata Kelola BPR
B. Proses Penerapan Tata Kelola (P)
11 Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan, serta pelaporan internal
Laporan Tata Kelola 2020
Perhitungan rata-rata dengan dibagi
jumlah pertanyaan (S): 2 2
Dikali dengan bobot Struktur dan
Infrastruktur Tata Kelola (S): 40% 0.80
C. Hasil Penerapan Tata Kelola (H)
6) Rencana bisnis termasuk perubahan rencana bisnis disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan sesuai
ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. v
Apabila ada perubahan (Koreksi)
rencana bisnis bank, berdasarkan hasil evaluasi BPR akan menyampaikan kembali kepada OJK pada bulan juni tahun berjalan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk masing-masing
Skala Penerapan 1 0 0 0 0
Total Penerapan nilai untuk seluruh Skala 1
Perhitungan rata-rata dengan dibagi
jumlah pertanyaan (S): 1 1
Dikali dengan bobot Struktur dan
Infrastruktur Tata Kelola (S): 10% 0.10
Penjumlahan S + P + H 1.73
Total Penilaian Faktor 10 Dikalikan
dengan bobot Faktor 10 0.14
No Kriteria/Indikator
Skala Penerapan
Keterangan SB B CB KB TB
1 2 3 4 5
118 Laporan Tata Kelola 2020
A. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola (S)
1) Tersedianya sistem pelaporan keuangan dan non keuangan yang didukung oleh sistem informasi manajemen yang memadai sesuai ketentuan termasuk sumber daya manusia yang kompeten untuk menghasilkan laporan yang lengkap, akurat, kini, dan utuh.
v
BPR mempunyai sistem Informasi Manajemen yang cukup memadai untuk Pelaporan Keuangan
maupun Laporan Non Keuangan
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk masing-masing
Skala Penerapan 0 2 0 0 0
Total Penerapan nilai untuk seluruh Skala 2
Perhitungan rata-rata dengan dibagi
jumlah pertanyaan (S): 1 2.00
Dikali dengan bobot Struktur dan
Infrastruktur Tata Kelola (S): 50% 1.00
2) BPR menyusun laporan keuangan publikasi setiap triwulanan dengan materi paling sedikit memuat laporan keuangan, informasi lainnya, susunan pengurus dan komposisi pemegang saham sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
v
BPR menyusun laporan publikasi setiap triwulan telah sesuai dengan ketentuan OJK
119 Laporan Tata Kelola 2020
3) BPR menyusun laporan tahunan dengan materi paling sedikit memuat informasi umum, laporan keuangan, opini dari akuntan publik atas laporan keuangan tahunan BPR (apabila ada), seluruh aspek transparansi dan informasi, serta seluruh aspek pengungkapan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
v
BPR sudah baik menyusun laporan Tahunan telah melalui pemeriksaan laporan keuangan tahunan BPR oleh Akuntan Publik serta telah sesuai dengan ketentuan OJK
4) BPR melaksanakan transparansi informasi mengenai produk, layanan dan/atau penggunaan data nasabah BPR dengan berpedoman pada persyaratan dan tata cara sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
v
BPR telah sudah memiliki tentang Transparansi Informasi meneganai produk, penggunaan data nasabah yang telah mengacu kepada ketentuan OJK.
5) BPR menyusun dan menyajikan laporan dengan tata cara, jenis dan cakupan sebagaimana diatur dalam ketentuan
Otoritas Jasa Keuangan. v
BPR telah menyusun dan meyajikan laporan dengan tata cara, jenis dan cakupan yang diatur dalam ketentuan OJK akan tetapi belum sepenuhnya mengacu kepada SE POJK
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk masing-masing
Skala Penerapan 0 8 0 0 0
Total Penerapan nilai untuk seluruh Skala 8
Perhitungan rata-rata dengan dibagi
jumlah pertanyaan (S): 4 2.00
Dikali dengan bobot Struktur dan
Infrastruktur Tata Kelola (S): 40% 0.80
120 Laporan Tata Kelola 2020
6) Laporan tahunan dan laporan keuangan publikasi ditandatangani paling sedikit oleh 1 (satu) anggota Direksi dengan mencantumkan nama secara jelas serta disampaikan secara lengkap dan tepat waktu kepada Otoritas Jasa Keuangan dan/atau dipublikasikan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
v
Laporan sudah ditandatangani paling sedikit oleh 1 anggota Direksi serta disampaikan secara lengkap dan tepat waktu sesuai peraturan yang berlaku
7) Laporan penanganan pengaduan dan penyelesaian pengaduan, dan laporan pengaduan dan tindak lanjut pelayanan dan penyelesaian pengaduan disampaikan sesuai ketentuan secara tepat waktu.
v
BPR dalam Laporan penanganan pengaduan dan penyelesaianya serta tindak lanjut pelayanan pengaduan nasabah waktu
Jumlah jawaban pada Skala Penerapan a x 1 b x 2 c x 3 d x 4 e x 5
Hasil perkalian untuk masing-masing
Skala Penerapan 1 2 0 0 0
Total Penerapan nilai untuk seluruh Skala 3
Perhitungan rata-rata dengan dibagi
jumlah pertanyaan (S): 2 1.50
Dikali dengan bobot Struktur dan
Infrastruktur Tata Kelola (S): 10% 0.15
Penjumlahan S + P + H 1.95
Total Penilaian Faktor 11 Dikalikan
121 Laporan Tata Kelola 2020
Hasil Penilaian Penerapan Tata Kelola BPR
Faktor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nilai Komposit
Total Penilaian Faktor
0.24 0.24 - 0.22 0.15 0.21 0.03 - 0.16 0.14 0.16 1.55
Predikat Komposit Sangat Baik
Kesimpulan
Tata Kelola Perusahaan yang baik merupakan unsur penting di dalam industri perbankan mengingat risiko dan tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan yang semakin meningkat. Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik dan konsisten akan memperkuat posisi daya saing perusahaan, memaksimalkan nilai perusahaan, mengelola sumber daya dan risiko secara lebih efisien dan efektif, yang pada akhirnya akan memperkokoh kepercayaan Pemegang Saham dan stakeholder sehingga Bank dapat beroperasi dan tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang. PT. BPR Ronabasa secara bertahap selalu menyesuaikan diri dan berusaha memenuhi ketentuan-ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perundang-undangan lain yang berlaku. Termasuk melakukan penilaian sendiri (self assessment) atas penerapan tata kelola BPR sesuai SEOJK No. 5/SEOJK.03/2016. Direksi BPR Ronabasa telah memiliki struktur organisasi yang disusun dengan kejelasan tugas dan tanggung jawab yang disesuaikan dengan tujuan dan kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas kegiatan usaha Bank. Direksi cukup kompeten dalam mengimplementasikan kompetensi yang dimilikinya, tercermin dari realisasi target kerja yang sudah direncanakan. Direksi
berupaya sebaik mungkin menjalankan tugas dan tanggung jawabnya menghadapi tantangan yang terjadi di industri perbankan danmerumuskan dan menerapkan berbagai kebijakan dan mengambil keputusan yang bersifat strategis.
Dewan Komisaris belum mengoptimalkan tugas pengawasan dan pemberian pengarahan kepada Direksi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab, tercermin dari kehadiran rapat Dewan Komisaris di kantor hanya 1 (satu )kali dalam setahun, pembuatan memo kepada direksi dan kunjungan ke kantor-kantor cabang. Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada pemegang saham dalam hal mengawasi dan pemberian nasihat atas kebijakan Direksi terhadap operasional Bank secara umum yang mengacu kepada rencana bisnis yang telah ditetapkan, serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dewan Komisaris telah menjalankan perannya untuk senantiasa berupaya memastikan Bank telah dikelola sesuai kepentingan stakeholder, namun belum optimal. Berkaitan dengan hal tersebut, Dewan Komisaris senantiasa menjaga obyektivitas dan independensi dalam menjalankan tugas, sehingga tidak terlibat dalam pengambilan keputusan operasional Bank.
122 Laporan Tata Kelola 2020
BPR Ronabasa dalam hal terkait dengan benturan kepentingan, Bank sudah memiliki kebijakan, sistem, dan prosedur
penyelesaian benturan kepentingan. BPR dengan inti kurang dari Rp. 50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) BPR Ronabasa sudah menunjuk 2 (dua) anggota direksi yaitu Direktur utama dan Direktur membawakan fungsi kepatuhan yang sudah sesuai dengan ketentuan Otoritas jasa keuangan. Keberadaan fungsi kepatuhan pada Bank juga masih harus dioptimalkan
keberadaannya guna mendukung kinerja Bank agar lebih baik dan meminimalisasi tingkat pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, serta menimbulkan budaya patuh kepada ketentuan yang sudah ditetapkan, baik oleh internal Bank maupun eksternal.
Bank sudah memiliki dan menunjuk Pejabat Eksekutif fungsi audit intern yang bersifat independen, sesuai dengan
peraturan yang berlaku. Keberadaan dan peran audit intern bagi BPR masih harus ditingkatkan demi terlaksananya audit secara memadai yang mencangkup kesemua kegiatan audit,mulai dari persiapan, penyusunan,pelaksanaan,pelaporan dan tindak lanjut audit. Selain itu, Bank juga masih harus mengoptimalkan fungsi pengendalian internal dari semua pemangku kepentingan
perusahaan. Sebagai tambahan, Bank senantiasa mensosialisasikan setiap ketentuan dan prosedur guna mewujudkan dan
meningkatkan kepatuhan karyawannya. Bank juga senantiasa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawannya dengan pelatihan-pelatihan baik yang bersifat internal perusahaan maupun yang diselenggarakan oleh pihak ekstern.
Sesuai ketentuan OJK, BPR kembali menunjuk KAP yang sudah terdaftar, yaitu effendy & Rekan tertanggal 22 februari 2018. Penugasan audit tersebut sudah memenuhi aspek legalitas perjanjian dan standar yang berlaku. Bank juga sudah memiliki sumber daya manusia dan sistem pelaporan, baik keuangan maupun non keuangan, yang didukung oleh sistem informasi
manajemen yang memadai untuk menghasilkan laporan yang akurat, lengkap, kini dan utuh sesuai ketentuan yang berlaku; walaupun beberapa laporan, terutama laporan non keuangan seperti: APU/PPT, PPATK masih bersifat manual (belum ada koneksi langsung antara sistem bank dan pelaporannya) namun sudah mengacu ke format laporan tersebut.
Dari sisi pemberian kredit, Bank sudah memiliki kebijakan, sistem, dan prosedur tertulis terkait dengan pemberian kredit berikut monitoring dan penyelesaian masalahnya. Kebijakan, sistem, dan prosedur secara berkala dievaluasi dan dikinikan agar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pelaporan pemberian kredit kepada pihak terkait dan/atau yang melanggar dan/atau melampaui BMPK juga sudah dilakukan secara berkala kepada OJK menurut ketentuan yang berlaku.
123 Laporan Tata Kelola 2020
Direksi BPR selalu menyusun rencana bisnis tahunan yang dibuat dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan internal yang sedang dan diprediksi mampu mempengaruhi kinerja BPR di masa yang akan datang, azas perbankan yang sehat, prinsip kehati-hatian, dan manajemen risiko. Rencana bisnis tersebut disetujui oleh Dewan Komisaris dan pemegang saham, terutama terkait dengan terciptanya struktur permodalan dan infrastruktur pendukung BPR yang makin kuat. Selama ini BPR mempersiapkan rencana bisnis jangka pendek (tahunan) saja, ke depannya BPR perlu membuat rencana bisnis jangka menengah dan panjang guna memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang posisi dan arah perusahaan di masa yang akan datang.
Setelah melakukan penilaian terhadap masing-masing faktor di atas, yang tercermin dari penilaian pelaksanaan Self
Assessment GCG terlampir, maka dengan ini menetapkan penilaian pelaksanaan tata kelola PT. Ronabasa Tahun 2020 adalah Baik
124 Laporan Tata Kelola 2020
Hasil Penilaian Penerapan Tata Kelola BPR
Faktor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nilai Komposit
Total Penilaian
Faktor
0.21 0.21 - 0.20 0.13 0.19 0.03 0.17 0.15 0.13 0.15 1.57
Predikat Komposit Sangat Baik
Kesimpulan
Penerapan praktik Tata Kelola atau Good Corporate Govenance (GCG) di PT. BPR Ronabasa merupakan suatu upaya dalam melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pengelolaan Bank secara berkelanjutan. Tata kelola berperan sebagai landasan dalam peningkatan kinerja serta pengembangan usaha jangka panjang yang dapat memberikan manfaat seoptimal mungkin kepada seluruh
stakeholders perusahaan.
Direksi BPR Ronabasa telah memiliki struktur organisasi yang disusun dengan kejelasan tugas dan tanggung jawab yang
disesuaikan dengan tujuan dan kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas kegiatan usaha Bank. Direksi berupaya sebaik mungkin
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya menghadapi tantangan yang terjadi di industri perbankan dengan merumuskan dan menerapkan berbagai kebijakan serta mengambil keputusan yang bersifat strategis.
Dewan Komisaris belum mengoptimalkan tugas pengawasan dan pemberian pengarahan kepada Direksi dengan penuh tanggung jawab, tercermin dari kehadiran Dewan Komisaris di kantor paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun, pembuatan memo kepada direksi dan kunjungan ke kantor-kantor cabang. Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada pemegang saham dalam hal mengawasi dan pemberian nasehat atas kebijakan Direksi terhadap operasional Bank secara umum yang mengacu kepada rencana bisnis yang telah ditetapkan, serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dewan Komisaris telah menjalankan perannya untuk senantiasa berupaya memastikan Bank telah dikelola sesuai kepentingan stakeholder. Berkaitan dengan hal tersebut, Dewan Komisaris senantiasa menjaga obyektivitas dan independensi dalam menjalankan tugas, sehingga tidak terlibat dalam pengambilan keputusan operasional Bank.
125 Laporan Tata Kelola 2020
Dalam hal terkait dengan benturan kepentingan, Bank sudah memiliki kebijakan, sistem, dan prosedur penyelesaian benturan kepentingan. Sedangkan dalam hal penerapan fungsi kepatuhan, Bank sudah menunjuk Pejabat Eksekutif fungsi kepatuhan dan diantara 2 (dua) yaitu Direktur utama dan Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan. Dengan demikian BPR Ronabsa telah memenuhi ketentuan yang berlaku sebagai BPR yang mempunyai modal inti di bawah Rp. 50.000.000.000,- .Keberadaan fungsi kepatuhan pada Bank juga masih harus dioptimalkan keberadaannya guna mendukung kinerja Bank supaya lebih baik, jika terjadi penurunan kejadian fraud dan tingkat pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, serta menimbulkan budaya patuh kepada ketentuan yang sudah ditetapkan, baik oleh internal Bank maupun eksternal.
Bank sudah memiliki dan menunjuk Pejabat Eksekutif fungsi audit intern yang bersifat independen, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Keberadaan dan peran audit intern bagi BPR masih harus ditingkatkan demi terlaksananya audit secara memadai yang
mencangkup kesemua kegiatan audit,mulai dari persiapan, penyusunan,pelaksanaan,pelaporan dan tindak lanjut audit. Selain itu, Bank juga masih harus mengoptimalkan fungsi pengendalian internal dari semua pemangku kepentingan perusahaan mengingat masih adanya kejadian fraud. Sebagai tambahan, Bank senantiasa mensosialisasikan setiap ketentuan dan prosedur guna mewujudkan dan meningkatkan kepatuhan karyawannya. Bank juga senantiasa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawannya dengan pelatihan-pelatihan baik yang bersifat internal perusahaan maupun yang diselenggarakan oleh pihak ekstern.
Sesuai ketentuan OJK, BPR menunjuk KAP yang sudah terdaftar, yaitu Efenddy & Rekan berdasarkan persetujuan RUPS.
Penugasan audit tersebut sudah memenuhi aspek legalitas perjanjian dan standar yang berlaku. Bank juga sudah memiliki sumber daya manusia dan sistem pelaporan, baik keuangan maupun non keuangan, yang didukung oleh sistem informasi manajemen yang memadai untuk menghasilkan laporan yang akurat, lengkap, kini dan utuh sesuai ketentuan yang berlaku; walaupun beberapa laporan, terutama laporan non keuangan seperti: APU-PPT, PPATK masih bersifat manual (belum ada koneksi langsung antara sistem bank dan
pelaporannya) namun sudah mengacu ke format laporan tersebut.
Dari sisi pemberian kredit, Bank sudah memiliki kebijakan, sistem, dan prosedur tertulis terkait dengan pemberian kredit berikut monitoring dan penyelesaian masalahnya. Kebijakan, sistem, dan prosedur secara berkala dievaluasi dan dikinikan agar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pelaporan pemberian kredit kepada pihak terkait dan/atau yang melanggar dan/atau melampaui BMPK juga sudah dilakukan secara berkala kepada OJK menurut ketentuan yang berlaku.
126 Laporan Tata Kelola 2020
Direksi BPR Ronabasa selalu menyusun rencana bisnis tahunan yang dibuat dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan internal yang sedang dan diprediksi mampu mempengaruhi kinerja BPR di masa yang akan datang, azas perbankan yang sehat, prinsip kehati-hatian, dan manajemen risiko. Rencana bisnis tersebut disetujui oleh Dewan Komisaris dan pemegang saham, terutama terkait dengan terciptanya struktur permodalan dan infrastruktur pendukung BPR yang makin kuat. Selama ini BPR mempersiapkan rencana bisnis jangka pendek (tahunan) saja, ke depannya BPR perlu membuat rencana bisnis jangka menengah dan panjang guna memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang posisi dan arah perusahaan di masa yang akan datang.
Setelah melakukan penilaian terhadap masing-masing faktor di atas, kecuali faktor penerapan manajemen risiko yang memang belum diperhitungkan karena periode penahapan penerapan manajemen risiko itu sendiri, yang tercermin dari penilaian pelaksanaan
Self Assessment GCG terlampir, maka dengan ini menetapkan penilaian pelaksanaan tata kelola PT. BPR Ronabasa Tahun 2020 adalah
127 Laporan Tata Kelola 2020
Bobot BPR B
Jumlah Bobot Jumlah Bobot Jumlah Bobot
S P H 1 2 3 4 5 50% 1 2 3 4 5 40% 1 2 3 4 5 10% Faktor 1 6 8 5 6 0 0 0 0 6 0 8 0 0 0 0 8 0 2 3 0 0 0 5 0 0 22% Nilai Awal 6 0 0 0 0 6 0 8 0 0 0 0 8 0 2 6 0 0 0 8 0 0 0 Rata-rata 1.00 0.50 1.00 0.40 1.60 0.16 1.06 0.24 Faktor 2 9 8 1 6 3 0 0 0 9 0 3 5 0 0 0 8 0 1 0 0 0 0 1 0 0 16.67% Nilai Awal 6 6 0 0 0 12 0 3 10 0 0 0 13 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 Rata-rata 1.33 0.67 1.63 0.65 1.00 0.10 1.42 0.24 Faktor 3 1 3 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00% Nilai Awal 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Rata-rata 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Faktor 4 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 11.11% Nilai Awal 0 2 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 2 0 0 0 Rata-rata 2.00 1.00 2.00 0.80 2.00 0.20 2.00 0.22 Faktor 5 5 5 3 3 2 0 0 0 5 0 4 1 0 0 0 5 0 1 2 0 0 0 3 0 0 11.11% Nilai Awal 3 4 0 0 0 7 0 4 2 0 0 0 6 0 1 4 0 0 0 5 0 0 0 Rata-rata 1.40 0.70 1.20 0.48 1.67 0.17 1.35 0.15 Faktor 6 5 4 4 2 2 1 0 0 5 0 0 4 0 0 0 4 0 1 2 1 0 0 4 0 0 11.11% Nilai Awal 2 4 3 0 0 9 0 0 8 0 0 0 8 0 1 4 3 0 0 8 0 0 0 Rata-rata 1.80 0.90 2.00 0.80 2.00 0.20 1.90 0.21 Faktor 7 1 2 2 1 0 0 0 0 1 0 2 0 0 0 0 2 0 2 0 0 0 0 2 0 0 2.78% Nilai Awal 1 0 0 0 0 1 0 2 0 0 0 0 2 0 2 0 0 0 0 2 0 0 0 Rata-rata 1.00 0.50 1.00 0.40 1.00 0.10 1.00 0.03 Faktor 8 3 7 2 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0% Nilai Awal 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Rata-rata 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Faktor 9 1 2 2 0 1 0 0 0 1 0 0 2 0 0 0 2 0 1 1 0 0 0 2 0 0 8.33% Nilai Awal 0 2 0 0 0 2 0 0 4 0 0 0 4 0 1 2 0 0 0 3 0 0 0 Rata-rata 2.00 1.00 2.00 0.80 1.50 0.15 1.95 0.16 Faktor 10 3 2 1 1 2 0 0 0 3 0 0 2 0 0 0 2 0 1 0 0 0 0 1 0 0 8.33% Nilai Awal 1 4 0 0 0 5 0 0 4 0 0 0 4 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 Rata-rata 1.67 0.83 2.00 0.80 1.00 0.10 1.73 0.14 Faktor 11 1 4 2 0 1 0 0 0 1 0 0 4 0 0 0 4 0 1 1 0 0 0 2 0 0 8.33% Nilai Awal 0 2 0 0 0 2 0 0 8 0 0 0 8 0 1 2 0 0 0 3 0 0 0 Rata-rata 2.00 1.00 2.00 0.80 1.50 0.15 1.95 0.16 1.55 Sangat Baik Predikat Komposit
Penilaian Penerapan Tata Kelola BPR - Sebelum Penerapan Manajemen Risiko Faktor Tata
Kelola
Jumlah Pertanyaan Penilaian Structure (S) Penilaian Process (P) Penilaian Outcome (H) Jumlah Nilai SPO
per Faktor
Nilai akhir Faktor
Nilai Structure (S) Nilai Process (P) Nilai Outcome (H)
128 Laporan Tata Kelola 2020
Bobot BPR B
Jumlah Bobot Jumlah Bobot Jumlah Bobot
S P H 1 2 3 4 5 50% 1 2 3 4 5 40% 1 2 3 4 5 10% Faktor 1 6 8 5 6 0 0 0 0 6 0 8 0 0 0 0 8 0 2 3 0 0 0 5 0 0 20% Nilai Awal 6 0 0 0 0 6 0 8 0 0 0 0 8 0 2 6 0 0 0 8 0 0 0 Rata-rata 1.00 0.50 1.00 0.40 1.60 0.16 1.06 0.21 Faktor 2 9 8 1 6 3 0 0 0 9 0 3 5 0 0 0 8 0 1 0 0 0 0 1 0 0 15.00% Nilai Awal 6 6 0 0 0 12 0 3 10 0 0 0 13 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 Rata-rata 1.33 0.67 1.63 0.65 1.00 0.10 1.42 0.21 Faktor 3 1 3 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0.00% Nilai Awal 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Rata-rata 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Faktor 4 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 10.00% Nilai Awal 0 2 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 2 0 0 0 Rata-rata 2.00 1.00 2.00 0.80 2.00 0.20 2.00 0.20 Faktor 5 5 5 3 3 2 0 0 0 5 0 4 1 0 0 0 5 0 1 2 0 0 0 3 0 0 10.00% Nilai Awal 3 4 0 0 0 7 0 4 2 0 0 0 6 0 1 4 0 0 0 5 0 0 0 Rata-rata 1.40 0.70 1.20 0.48 1.67 0.17 1.35 0.13 Faktor 6 5 4 4 2 2 1 0 0 5 0 0 4 0 0 0 4 0 1 2 1 0 0 4 0 0 10.00% Nilai Awal 2 4 3 0 0 9 0 0 8 0 0 0 8 0 1 4 3 0 0 8 0 0 0 Rata-rata 1.80 0.90 2.00 0.80 2.00 0.20 1.90 0.19 Faktor 7 1 2 2 1 0 0 0 0 1 0 2 0 0 0 0 2 0 2 0 0 0 0 2 0 0 2.50% Nilai Awal 1 0 0 0 0 1 0 2 0 0 0 0 2 0 2 0 0 0 0 2 0 0 0 Rata-rata 1.00 0.50 1.00 0.40 1.00 0.10 1.00 0.03 Faktor 8 3 7 2 1 2 0 0 0 3 0 0 7 0 0 0 7 0 2 0 0 0 0 2 0 0 10% Nilai Awal 1 4 0 0 0 5 0 0 14 0 0 0 14 0 2 0 0 0 0 2 0 0 0 Rata-rata 1.67 0.83 2.00 0.80 1.00 0.10 1.73 0.17 Faktor 9 1 2 2 0 1 0 0 0 1 0 0 2 0 0 0 2 0 1 1 0 0 0 2 0 0 7.50% Nilai Awal 0 2 0 0 0 2 0 0 4 0 0 0 4 0 1 2 0 0 0 3 0 0 0 Rata-rata 2.00 1.00 2.00 0.80 1.50 0.15 1.95 0.15 Faktor 10 3 2 1 1 2 0 0 0 3 0 0 2 0 0 0 2 0 1 0 0 0 0 1 0 0 7.50% Nilai Awal 1 4 0 0 0 5 0 0 4 0 0 0 4 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 Rata-rata 1.67 0.83 2.00 0.80 1.00 0.10 1.73 0.13 Faktor 11 1 4 2 0 1 0 0 0 1 0 0 4 0 0 0 4 0 1 1 0 0 0 2 0 0 7.50% Nilai Awal 0 2 0 0 0 2 0 0 8 0 0 0 8 0 1 2 0 0 0 3 0 0 0 Rata-rata 2.00 1.00 2.00 0.80 1.50 0.15 1.95 0.15 1.57 Sangat Baik Predikat Komposit
Penilaian Penerapan Tata Kelola BPR - Setelah Penerapan Manajemen Risiko Faktor Tata
Kelola
Jumlah Pertanyaan Penilaian Structure (S) Penilaian Process (P) Penilaian Outcome (H) Jumlah Nilai SPO
per Faktor
Nilai akhir Faktor
Nilai Structure (S) Nilai Process (P) Nilai Outcome (H)