III. PELUANG PASAR SEPATU CASUAL DI SPANYOL
3.2 Tren Sepatu / Alas Kaki di Spanyol
3.2.1 Tren Pasar Sepatu Casual di Spanyol
Trend dan karasteristik utama yang mempengaruhi permintaan akan alas kaki dari casual di Spanyol :
a. Semakin banyak penjualan alas kaki oleh merek pakaian dan jeans. Pengecer pakaian sepeti Zara dan Bershka (keduanya merupakan bagian dari grup Inditex yang berbasis di Spanyol), Mango, Diesel, Desigual, Lacoste atau Armand Basi telah mengembangkan rangkaian produk alas kaki dari kulit dengan tingkat keberhasilan yang relatif. Penjualan produk alas kaki mereka diharapkan meningkat lebih jauh karena konsumen mulai menyadari bahwa rangkaian produk alas kaki dari kulit yang bagus tersedia di outlet-outlet ini.
b. Mode ramah lingkungan/eco-fashion dan alas kaki daur ulang semakin populer di Spanyol. Konsumen di Spanyol menunjukkan minat dalam eco-fashion. Hal ini berarti produk-produk natural dan kulit yang disamak dengan nabati. Juga tersedia alas kaki yang terbuat dari kulit berlapis daur ulang/recycled upholstered leather (dari mobil dan furnitur) dengan sol dari ban lama, atau alas kaki yang terbuat dari PVC ramah lingkungan (seperti
yang dibuat oleh El Natura Lista). Tren ini lebih banyak diserap oleh konsumen muda yang memiliki minat lebih besar terhadap lingkungan hidup mereka dari pada penduduk Spanyol yang berusia lebih tua.
c. Rangkaian produk alas kaki edisi terbatas. Hal ini termasuk alas kaki yang didukung oleh selebritis, terutama untuk tipe sepatu perkotaan yang trendi, yang berkontribusi terhadap peran yang semakin besar yaitu mode yang semakin berperan dalam pasar alas kaki.
d. Tanggung jawab sosial semakin kukuh di beberapa bagian di Spanyol. Ada sebuah contoh dari satu produsen yang menggunakan profitnya untuk proyek-proyek pendidikan di beberapa negara berkembang. Konsumen semakin tertarik akan produk-produk seperti ini yang merupakan bagian dari tren yang semakin besar akan tanggung jawab lingkungan.
e. Tendensi musiman dalam desain alas kaki, dapat dilihat pada lampiran mengenai pameran perdagangan ‘Modacalzado’.
f. Konsumen berbelanja lebih sedikit. Para konsumen sepatu di Spanyol memotong belanja mereka sebesar 14% pada tahun 2009, dan volume pembelian per kapita untuk alas kaki menurun karena banyak rumah tangga menghadapi kesulitan finansial sehingga memotong pembelian non-esensial mereka untuk pakaian dan alas kaki.
g. Gaya kasual terus berkembang. Sepatu olah raga merupakan satu-satunya kategori di segmen alas kaki yang total penjualannya meningkat selama periode 2007-2012. Penjualan alas kaki olah raga meningkat sehubungan dengan semakin maraknya tren kesehatan dan kebugaran dan popularitas sepatu olah raga bergaya kota, yang menjadi kian trendi di kalangan kawula muda Spanyol.
h. Harga dan model menjadi faktor penentu pembelian Secara umum, sepatu murah merupakan yang paling sukses pada tahun 2012. Boots pendek, wedges, dan sepatu hak tinggi merupakan model-model yang paling diminati di segmen alas kaki wanita di Spanyol.
i. Keunikan dan individualisasi produk menarik perhatian konsumen. Tali, desainer dan manufaktur Spanyol, menawarkan konsumen untuk mendesain sepatu mereka sendiri. Produk ini meraih sukses besar di Spanyol karena mereka memungkinkan konsumen untuk menciptakan sepatu mereka sendiri, memilih gaya, warna, dan model, walaupun dengan biaya yang cukup tinggi.
j. Perubahan demografis. Populasi yang menua menunjuk pada kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan akan gaya desain dan persyaratan produk bagi grup konsumen berusia lebih tua. Hal ini berarti penekanan pada fungsi dan mode di semua tipe alas kaki. Tren demografis kunci lainnya adalah pertumbuhan populasi, yang kebanyakan diakibatkan oleh imigrasi. Hal ini menunjuk pada pasar yang akan tumbuh di masa depan. Proporsi imigran dalam populasi yang bertambah kemungkinan akan berujung pada berkembangnya perbedaan dalam tipe dan ragam produk yang akan diminta dan dibutuhkan oleh konsumen.
k. Rangkaian produk alas kaki edisi terbatas. Hal ini termasuk alas kaki yang didukung oleh selebritis, terutama untuk tipe sepatu perkotaan yang trendi, yang berkontribusi terhadap mode yang perannya semakin penting di pasar alas kaki.
l. Eco-fashion dan alas kaki daur ulang semakin populer di Spanyol. Konsumen Spanyol kian menunjukkan minat terhadap eco-fashion. Hal ini berarti produk-produk natural dan kulit yang disamak dengan bahan nabati. Selain itu tersedia juga alas kaki yang terbuat dari kulit berlapis daur ulang (recycled upholstered leather) dari mobil dan furnitur dengan sol dari ban lama, atau alas kaki yang terbuat dari PVC ramah lingkungan (seperti yang dibuat oleh El Natura Lista). Tren ini lebih banyak diserap oleh konsumen muda yang memiliki minat lebih besar terhadap lingkungan hidup mereka dari pada penduduk Spanyol yang berusia lebih tua.
3.2.2 Tren Produksi Sepatu Casual di Spanyol
Total Produksi
Spanyol adalah produsen alas kaki terbesar kedua di UE setelah Italia. Produksi alas kaki Spanyol pada tahun 2014, sebesar € 3,54 milyar, atau sejumlah 300 juta pasang. Produksi alas kaki di Spanyol terindikasi mengalami kenaikan baik nilai maupun volume jika dibandingkan dengan produksi yang dicapai pada tahun 2013 dengan masing kenaikan sebesar 12,48% (nilai) dan 6,57% (volumen).
Tetapi dari sisi jumlah perusahaan (company), pada tahun 2014 terdapat 1.729 perusahaan dan menurun 5,62% dari jumlah perusahaan yang beroperasi pada tahun 2008 yaitu sejumlah 1.832 perusahaan. Begitu juga dengan jumlah pegawai yang dimiliki oleh industri sepatu di Spanyol mengalami penurunan sebesar 5,90% pada tahun 2013 dengan jumlah seluruh tenaga kerja yang mencapai nilai 24.320 orang jika dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja
yang diserap pada oleh industri Alas kaki ditahun 2008 yang mencapai 29.056 orang. Ini membuktikan adanya penutupan maupun pengurangan jumlah industri maupun jumlah pegawai yang diserap oleh industri alas kaki di Spanyol. Sebagai indikasi atas pentingnya industri alas kaki di Spanyol, pemerintah Spanyol baru-baru ini telah menyetujui paket langkah-langkah untuk mendukung industri alas kaki karena industri ini menghadapi kompetisi yang semakin meningkat di pasar global.
Langkah-langkah ini termasuk pembiayaan untuk pelatihan dan subsidi, terutama untuk para pekerja yang lebih tua, dan juga untuk membantu mempertahankan pekerja terampil di dalam industri. Selain itu pemerintah Spanyol telah mengintesifkan beberapa kegiatan promosi diantaranya melalui pameran Modacalzado dan berpartisipasi pada pameran dagang dibeberapa negara.
Spain (Customs) Export Statistics
Commodity: 64, Footwear (Casual), Gaiters And The Like; Parts Of Such Articles
Year To Date: January – December 2014
Sumber: (GTA Trade Atlas)
Beberapa tren dan karakteristik utama yang mempengaruhi produksi sepatu casual di Spanyol:
2012. Pada saat menghadapi konsumen asing, banyak merek Spanyol berkomitmen pada desain eco-sustainable untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap produksi ramah lingkungan. Jaime Mascaró meluncurkan the Parachute Eco- Collection yang terbuat dari bahan parasut yang didaur ulang. Sementara dua merek Spanyol lainnya, yaitu Pikolinos dan El Naturalista, terlibat dalam proyek-proyek sosial sehingga menarik perhatian konsumen pada koleksi-koleksi baru mereka
b. Sebanyak lebih dari 50% dari hasil produksi diklasifikasikan sebagai produk berkualitas tinggi atau barang mewah dengan menggunakan kulit berkualitas tinggi yang telah disamak. Hal ini diharapkan meningkat di masa mendatang sebagai tekanan kembar untuk bersaing di pasar barang ekspor yang terpusat pada barang mewah, dan menggunakan desain yang inovatif dan berkualitas, sebagai jalan utama untuk bersaing dengan Cina dan Vietnam. Pemerintah telah menyediakan bantuan keuangan dalam pelatihan, pengembangan alas kaki inovatif, mempromosikan citra dari alas kaki Spanyol dan mengurangi PPN.
c. Internasionalisasi dengan cara memasuki pasar ekspor baru seperti Rusia, Republik Ceko, Polandia, Brasil, Meksiko, Jepang, Hong Kong dan Uni Emirat Arab.
d. Kerjasama dan konsentrasi dengan cara mengumpulkan beberapa perusahaan yang memiliki tujuan optimalisasi sumber daya, efisiensi manajemen, dan kampanye merek dan situs web bersama.
e. Biaya B2B tetap merupakan area utama untuk pengeluaran, bertanggung jawab untuk 82% dari total biaya pada tahun 2013. Seiring dengan penurunan jumlah karyawan di industri ini yang lebih cepat daripada total biaya tenaga kerja, jatuh sebesar 40% semenjak tahun 2008, rata-rata upah meningkat meningkat sebesar 34%. Sehubungan dengan biaya-biaya yang menurun dan kinerja yang sukses di pasar internasional, produsen lokal meningkatkan margin profit mereka sebesar 3,20% dari tahun 2008 sehingga mencapai 10% dari omzet pada akhir tahun 2013.
f. Hampir setengah dari total ekspor terdiri dari produksi dalam negeri, yaitu sebesar 43% pada tahun 2013. Ekspor Spanyol terutama terdiri dari alas kaki mewah dan buatan desainer, didorong oleh kreativitas desainer domestik dan penggunaan bahan baku berkualitas tinggi. Manufaktur lokal mengkhususkan diri pada kulit kualitas tinggi yang disamak, yang lebih banyak diminati dan tinggi permintaannya di luar negeri daripada di dalam negeri. Tiga besar tujuan ekspor Spanyol adalah Perancis, Italia, dan
Jerman, bertanggung jawab untuk 23%, 13%, dan 12% dari total ekspor pada tahun 2013.
Produk Alas Kaki Casual ada di peringkat kedua pada market Spanyol