• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. 2. 1. Trend Linier Sea Level Rise di Laut Pulau Jawa 28

Penelitian yang berjudul ”Analisa Sea Level Rise dari Data Satelit Altimetri Topex/Poseidon, Jason-1 dan Jason-2 di Perairan Laut Pulau Jawa Periode 2000 – 2010 “ ini mempunyai beberapa tujuan utama, diantaranya yaitu: mengolah data yang diperoleh dari satelit altimetri sehingga diperoleh data sea

0,91 ± 0,38 mm/tahun

commit to user

level rise (SLR) untuk perairan laut pulau Jawa, mengetahui fenomena alam perubahan ketinggian permukaan air laut di perairan laut pulau Jawa serta dapat menganalisa tingkat kenaikan permukaan air laut di perairan laut pulau Jawa per tahunnya dalam kurun waktu 10 tahun (2000 – 2010).

Penelitian ini menggunakan data Sea Level Anomaly(SLA) Monomission

yang diperoleh dengan cara mengunduh di salah satu serverpenyedia data satelit altimetri yaitu di CNES (Centre National d’Etudes Spatiales), Perancis dengan alamat www.aviso.oceanobs.com.

Berdasarkan dari grafik sea level rise yang dihasilkan pada penelitian ini diperoleh nilai kenaikannya dalam satuan mm/tahun. Pada penelitian ini nilai sea level rise dapat dibagi menjadi 2 kelompok daerah penelitian, yaitu bagian perairan utara pulau Jawa dan bagian perairan selatan pulau Jawa. Nilai sea level rise ini diperoleh dari perhitungan trendline pada grafik. Nilai trendline tersebut berasal dari nilai sea level riseyang diperoleh berdasarkan luasan area yang sama yaitu 0,5ox 0,5odengan periode dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2010. Nilai

trend linier ini menunjukkan tingkat kenaikan muka air laut dalam setiap tahunnya. Untuk perairan utara pulau Jawa dihasilkan sea level rise dari grafik seperti berikut :

Tabel 4.1. Sea level rise perairan utara pulau Jawa Lokasi pemantauan Trendline (mm/thn)

Jakarta 2,50 ± 0,24

Semarang 2,16 ± 0,20

Surabaya 2,72 ± 0,19

Rata-rata 2,46 ± 0,21

Sedangkan untuk perairan selatan pulau Jawa dihasilkan sea level risedari grafik seperti berikut :

commit to user

Tabel 4.2. Sea level rise perairan selatan pulau Jawa Lokasi pemantauan Trendline (mm/thn)

Pangandaran 0,71± 0,33

Jogjakarta 0,91± 0,38

Prigi 1,30± 0,38

Rata-rata 0,97± 0,36

Pada Tabel 4.1 menunjukkan nilai kenaikan muka air laut di perairan utara pulau Jawa yang terdiri dari perairan Jakarta, Semarang dan Surabaya. Berdasarkan dari ketiga data tersebut dapat dihasilkan nilai sea level riserata – rata sebesar 2,46 ± 0,21 mm/tahun. Sedangkan pada Tabel 4.2 menunjukkan nilai kenaikan muka air laut untuk perairan selatan pulau Jawa yang terdiri dari perairan Pangandaran, Jogjakarta dan Prigi. Berdasarkan dari ketiga data tersebut dihasilkan nilai sea level rise rata – rata sebesar 0,97 ± 0,36 mm/tahun. Nilai kenaikan tersebut menunjukkan nilai sea level rise untuk perairan bagian selatan pulau Jawa dalam periode 2000 - 2010.

Pada penelitian ini diperoleh grafik yang terdapat kesamaan pola naik turun grafik sea level rise-nya yang dapat menunjukkan bahwa suatu daerah satu dengan daerah yang lain masih berada pada suatu wilayah perairan yang sama. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.7 dan Gambar 4.8. Dimana terdapat kemiripan pola sea level rise di perairan Jakarta, Semarang dan Surabaya yang dapat menunjukkan bahwa ketiga daerah penelitian tersebut merupakan dalam suatu wilayah perairan laut yang sama. Ketika nilai sea level anomaly(SLA) pada salah satu daerah tersebut mengalami penurunan, maka daerah yang lainnya juga mengalami penurunan nilai. Sehingga nilai trendlinepada ketiga daerah penelitian di bagian utara juga hampir sama seperti yang ditunjukkan oleh Tabel 4.1. Demikian juga terdapat kemiripan pola sea level rise di perairan Pangandaran, Jogjakarta dan Prigi juga menunjukkan bahwa ketiga daerah penelitian tersebut merupakan dalam suatu wilayah perairan laut yang sama. Ketika nilai sea level anomaly (SLA) di Pangandaran mengalami kenaikan, maka daerah yang lainnya seperti di Jogjakarta dan Prigi juga mengalami kenaikan nilai SLA-nya. Nilai

commit to user

SLA-nya pun juga mendekati sama, sehingga nilai trendline pada ketiga daerah penelitian di bagian utara juga hampir sama seperti yang ditunjukkan oleh Tabel 4.2.

Gambar 4.7.Sea level rise utara pulau Jawa

commit to user

Nilai sea level rise yang dihasilkan dalam penelitian ini untuk wilayah utara pulau Jawa sebesar 2,46 ± 0,21 mm/tahun dan di wilayah selatan pulau Jawa sebesar 0,97 ± 0,36 mm/tahun. Hal ini masih terdapat perbedaan nilai sea level risepada penelitian yang dilakukan oleh Shinta (2009) yaitu di Laut Jawa sebesar 6,08 mm/tahun dan di Samudera Hindia sebesar 5,4 mm/tahun. Perbedaan ini dikarenakan terdapat perbedaan kurun waktu data sea level rise-nya, kurun waktu data dalam penelitian ini selama 10 tahun sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Shinta (2009) selama 3 tahun dari tahun 2002-2005. Dalam Solomon et al (2007) menunjukkan bahwa nilai sea level rise dari tahun 1993 – 2003 di kawasan pulau Jawa dalam rentang 0 – 3 mm/tahun. Dengan begitu nilai

sea level rise dalam penelitian ini sesuai dengan nilai sea level rise yang ditunjukkan oleh Solomon et al(2007).

IV. 2. 2. Keterkaitan antara Arus Laut Indonesia dan Sea Level Rise di Perairan Laut Pulau Jawa

Arus laut (sea current) adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara vertikal (gerak ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping) (Stewart, 2008). Arus laut ini diakibatkan karena adanya perbedaan tekanan, angin dan perbedaan densitas (Pariwono, 1998). Arus laut di Indonesia ini sering disebut dengan istilah Arlindo. Arlindo adalah suatu sistem arus yang menghubungkan Samudera Pasifik dengan Samudera Hindia yang disebabkan karena adanya perbedaan tinggi paras air laut.

commit to user

Dengan adanya Arlindo ini sehingga akan mempengaruhi naik turunnya tinggi permukaan air laut. Di perairan laut pulau Jawa Arlindo tadi mengalir dari selatan selat Makasar menuju ke laut Jawa kemudian mengalir ke Samudera Hindia. Arus laut yang melalui perairan di sekitar pulau Jawa ini mengakibatkan bertambahnya level air laut di pulau Jawa. Sehingga hal ini merupakan faktor yang mempengaruhi sea level risedi perairan laut pulau Jawa.

Terjadinya perbedaan nilai sea level rise antara sea level rise di perairan utara pulau Jawa dan sea level rise di perairan selatan pulau Jawa ini juga dipengaruhi oleh arus laut Indonesia. Massa air laut yang berasal dari selat Makasar menuju Samudera Hindia ini telah berkurang karena arus laut tersebut terhambat oleh pulau Jawa dan kepulauan di sekitar pulau Jawa. Sehingga arus air laut tersebut hanya mengalir melalui celah – celah sempit selat di sekitar pulau Jawa. Dengan begitu terdapat perbedaan nilai sea level rise antara kedua wilayah penelitian. Dalam penelitian ini terdapat perbedaan nilai sea level rise seperti di tunjukkan pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.3.Perbedaan nilaisea level rise perairan utara pulau Jawa dansea level rise perairan selatan pulau Jawa Wilayah perairan Trendline (mm/thn) Utara pulau Jawa 2,46 ± 0,21 Selatan pulau Jawa 0,97 ± 0,36

Selisih 1,49

Berdasarkan Tabel 4.3 di atas diperoleh selisih sea level rise pertahun antara perairan di utara pulau Jawa dan perairan di selatan pulau Jawa sebesar 1,49 mm/tahun. Dengan begitu laju kenaikan muka air laut di utara pulau Jawa lebih cepat daripada laju kenaikan muka air laut di selatan pulau Jawa.

IV. 2. 3. Korelasi antara Data Satelit Altimetri

Dokumen terkait