• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

3. Triwulan III ( Juli–September 2020)

 Target: 63.45%, Realisasi: 57.41%

 Kendala: keterlambatan survey sehingga kegiatan analisis data dan penyusunan konsep rencana terhambat, peta dasar dari BIG juga mengalami keterlambatan karena adanya perubahan jadwal survey sehingga sebagian peta dasar yang digunakan untuk analisi masih menggunakan data lama

 Tindak Lanjut: memaksimalkan perolehan data saat melakukan survey dan komunikasi intensif dengan BIG untuk segera menyelesaikan peta dasar. Penyelarasan data sekunder dan data hasil survey untuk meningkatkan kualitas materi teknis yang disusun.

4. Triwulan IV (Oktober–Desember 2020)

 Target: 100%, Realisasi: 100%

 Kendala: penyesuaian jadwal antara pemerintah pusat dan daerah.

 Tindak lanjut: melakukan penjadwalan kembali untuk setiap tahapan kegiatan yang tertunda, koordinasi lebih lanjut dengan sektor-sektor terkait, serta penyempurnaan akhir output sesuai dengan masukan dalam konsultasi publik.

Pada akhirnya capaian pada bulan Desember 2020 terpenuhi sesuai target.

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 63 3.1.2 Realisasi Perjanjian Kinerja Tahun 2020

Kinerja yang dipertanggungjawabkan oleh Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II pada analisis realisasi perjanjian kinerja ini didasarkan pada dokumen perjanjian kinerja revisi terakhir. Pada dokumen tersebut, Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II memiliki dua sasaran strategis yang didukung oleh indikator kinerja. Sasaran strategis yang dimaksud adalah: 1) Meningkatkan pemenuhan rencana pengembangan kawasan “Persentase pemenuhan rencana pengembangan kawasan” dengan target sebesar 21%; dan 2) Menghadirkan dukungan manajemen yang efektif, yang didukung oleh indikator “Persentase dukungan kebijakan dan kemitraan bidang penataan kawasan” dengan target sebesar 69%

Pada Perjanjian Kinerja tahun 2020, sudah digunakan nomenklatur yang baru yakni Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II, dan masih terdapat kesamaan sasaran strategis, indikator kinerja pada perjanjian kinerja tahun 2019.

Adapun hasil pemantauan progres capaian Perjanjian Kinerja TA 2020 adalah sebagai berikut:

a. Sasaran Kegiatan 1 :

Meningkatkan pemenuhan rencana pengembangan kawasan.

 Indikator : Persentase pemenuhan rencana pengembangan kawasan, dengan target 21 %

a) Definisi: Indikator ini dimaksudkan Untuk mendukung indeks produktivitas pada pengukuran kinerja di tingkat Eselon I melalui penyusunan rencana rinci tata ruang di kawasan perkotaan, perdesaan, dan ekonomi serta penyusunan rekomendasi teknis penataan ruang berbasis pengurangan resiko bencana di kawasan rawan bencana dan rentan dampak perubahan iklim.

b) Metode Pengukuran : Jumlah rencana pengembangan kawasan yang dihasilkan dibanding target rencana pengembangan kawasan dalam RPJMN dan RKP, dengan pembobotan:

- Kawasan Perkotaan 25% (Kota Baru 50% dan Kota Tematik 50%)

- Kawasan Perdesaan 25% (KPPN 60%, dan Kawasan Perdesaan Lainnya 40%)

- Kawasan Ekonomi 25% (KEK 25%, KI 25%, KSPN 25%, Kawasan Ekonomi Lainnya 25%)

- Kawasan Rawan Bencana dan Rentan Dampak Perubahan Iklim 25% (Kawasan Rawan Bencana 50%, Kawasan Rentan Dampak Perubahan Iklim 50%).

c) Hasil Kinerja: Target 21% (18 rencana pengembangan kawasan) tercapai, karena untuk mencapai target tersebut Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II telah menyusun 18 rencana pengembangan kawasan pada TA 2020, yang terdiri dari 5 materi teknis RDTR Kota, 3 materi teknis RDTR Kawasan Perdesaan, 5 materi teknis RDTR Kawasan Ekonomi, dan 5 Penataan Kawasan Rawan Bencana. Target Tahun 2020 adalah 21% dikarenakan Tahun 2020 merupakan tahun pertama dalam menjalankan rencana baru yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024. Perlu diperhatikan bahwa dalam menghitung persentase berlaku sistem pembobotan sebagaimana dijelaskan sebelumnya.

b. Sasaran Kegiatan 2 :

Menghadirkan dukungan manajemen yang efektif bidang penataan kawasan.

 Indikator 1: Persentase dukungan kebijakan dan kemitraan bidang penataan kawasan, dengan target 69%.

a) Definisi: Indikator ini dimaksudkan untuk mendukung indeks efektivitas pada pengukuran kinerja di tingkat Eselon I melalui pengukuran dokumen SAKIP, pelibatan pemangku kepentingan, dan penyusunan kajian teknis kewilayahan dan tata ruang.

b) Metode Pengukuran: Rata-rata nilai dari capaian IKSK dibawahnya (Capaian hasil evaluasi kinerja pelaksanaan program Penataan Kawasan, Persentase keterlibatan pemangku kepentingan bidang penataan kawasan, Persentase kebijakan dan program anggaran penataan kawasan).

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 64 c) Hasil Kinerja : Target 69% tercapai melalui pengumpulan

dokumen SAKIP dapat dikumpulkan tepat waktu, kualitas dokumen SAKIP dan nilai implementasi SAKIP mendapat nilai minimal 85 dari Inspektorat Jenderal (self assessment), terwujudnya inisiasi kerjasama dengan PPGT UI, Pemahaman responden mengenai tata ruang, tersusunnya 1 dokumen program dan anggaran, tersusunya 2 dokumen kebijakan dan strategi bidang penataan kawasan.

 Indikator 2: Persentase Pemenuhan Kebutuhan Data dan Informasi serta Delineasi Wilayah RDTR dalam rangka mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dengan target 100%.

a) Metode Pengukuran: Jumlah lokasi RDTR Kabupaten/Kota yang memiliki potensi investasi tinggi dibanding dengan total lokasi di Direktorat Jenderal Tata Ruang (75 lokasi)

b) Hasil Kinerja : Target 100% tercapai melalui tersusunnya 20 dokumen kompilasi data dan delineasi lokasi RDTR dalam rangka mendukung investasi (OSS). Perhitungan secara detail dapat dilihat pada tabel 3.2.

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 65 Tabel 3. 2 Rekap Capaian Indikator Kinerja Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Metode Perhitungan Realisasi Kinerja Outcome

1 Meningkatkan pemenuhan rencana pengembangan kawasan

1 Persentase pemenuhan rencana

pengembangan kawasan 21% Jumlah rencana pengembangan kawasan (perkotaan,

perdesaan, ekonomi, rawan bencana dan rentan dampak perubahan iklim) yang dihasilkan dibanding target rencana pengembangan kawasan dalam RPJMN 2020 - 2024 dan RKP

21% Tarcapai, dengan menghasilkan 18 rencana pengembangan kawasan, terdiri dari 5 materi teknis RDTR Kota, 3 materi teknis RDTR Kawasan Perdesaan, 5 materi teknis RDTR Kawasan Ekonomi, dan 5 Penataan Kawasan Rawan Bencana

Materi Teknis RDTR, ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah untuk dijadikan perda, sehingga memberi untuk setiap zona.

2 Menghadirkan dukungan manajemen yang efektif

1 Persentase dukungan kebijakan dan

kemitraan bidang penataan kawasan 69% Rata-rata nilai dari capaian IKSK dibawahnya (Capaian hasil evaluasi kinerja

pelaksanaan program Penataan Kawasan, Persentase

keterlibatan pemangku kepentingan bidang penataan kawasan, Persentase kebijakan dan program anggaran penataan kawasan)

69% Tercapai , melalui

pengumpulan dokumen SAKIP dapat dikumpulkan tepat waktu, kualitas dokumen SAKIP dan nilai implementasi SAKIP mendapat nilai minimal 85 dari Inspektorat Jenderal (self assessment), terwujudnya inisiasi kerjasama dengan PPGT UI, Pemahaman responden mengenai tata ruang, tersusunnya 1 dokumen program dan anggaran, serta tersusunya 2 dokumen kebijakan dan strategi bidang penataan kawasan

Mengefektifikan manajemen bidang penataan kawasan.

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 66

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Metode Perhitungan Realisasi Kinerja Outcome

2 Persentase Pemenuhan Kebutuhan Data dan Informasi serta Delineasi Wilayah RDTR dalam rangka mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

100% Jumlah lokasi RDTR

Kabupaten/Kota yang memiliki potensi investasi tinggi dibanding dengan total lokasi di Direktorat Jenderal Tata Ruang (75 lokasi)

100% tersusunnya 20 dokumen kompilasi data dan lokasi RDTR dalam rangka mendukung investasi (OSS).

Kegiatan ini selanjutnya perlu ditindaklanjuti dengan penyusunan materi teknis dan ranperkada kemudian dapat dilanjutkan oleh Pemerintah Daerah untuk dijadikan perkada, sehingga memberi manfaat sebagai penentu lokasi berbagai kegiatan pemanfaatan ruang, alat operasionalisasi dalam sistem, pengendalian pemanfaatan ruang, dan ketentuan intensitas pemanfaatan ruang untuk setiap zona.

Tabel 3. 3 Perhitungan Detail IKU 1 Persentase Pemenuhan Rencana Pengembangan Kawasan

No. Indikator Bobot Metode

Pengukuran

Target 2020-2024 Realisasi 2020-2024 Persent

ase Capaian

2020

Wilayah 1 Wilayah 2 Total Wilayah 1 Wilayah 2 Total

A

Persentase pemenuhan rencana pengembangan kawasan perkotaan

25% 13%

1 Kota Baru 50% Jumlah rencana

pengembangan 0 - 0 - 0 0 - 0 - 0 -

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 67

No. Indikator Bobot Metode

Pengukuran

Target 2020-2024 Realisasi 2020-2024 Persent

ase Capaian

2020

Wilayah 1 Wilayah 2 Total Wilayah 1 Wilayah 2 Total

2 Kota Tematik 50% kawasan yang dihasilkan dibanding target rencana pengembangan kawasan dalam RPJMN dan RKP

16 9 25 1 Dumai 4 Singkawang,

Palopo, IKN Pusat Ekonomi dan IKN Pusat Pemerintahan

5 20%

B

Persentase pemenuhan rencana pengembangan kawasan perdesaan

25% 40%

1 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN)

60% Jumlah rencana pengembangan kawasan yang dihasilkan dibanding target rencana pengembangan kawasan dalam RPJMN dan RKP

8 5 13 0 0 0 100%

2 Desa Lainnya 40% 1 DAS Citarum 2 Bima, Geopark

Rinjani 3 1 DAS Citarum 2 Bima, Geopark

Rinjani 3 100%

C

Persentase pemenuhan rencana pengembangan kawasan ekonomi

25% 9%

1 Kawasan Ekonomi

Khusus (KEK) 25% Jumlah rencana pengembangan kawasan yang dihasilkan dibanding target rencana pengembangan kawasan dalam RPJMN dan RKP

0 - 0 - 0 0 - 0 - 0 0

2 Kawasan Industri

Prioritas (KIP) 25% 9 8 17 1 KI Sadai 1 KI Teluk Weda 2 12%

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 68

No. Indikator Bobot Metode

Pengukuran

Target 2020-2024 Realisasi 2020-2024 Persent

ase Capaian

2020

Wilayah 1 Wilayah 2 Total Wilayah 1 Wilayah 2 Total

3 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)

25% 10 6 16 0 - 3 Derawan,

Palopo, dan Likupang

3 19%

4 Kawasan Ekonomi

Lainnya 25% 0 - 0 - 0 0 - 0 - 0 0

D

Persentase pemenuhan rencana pengembangan kawasan rawan bencanaa dan rentan dampak perubahan iklim

25% 21%

1 Kawasan Rawan Bencana

50% Jumlah rencana pengembangan kawasan yang dihasilkan dibanding target rencana pengembangan kawasan dalam RPJMN dan RKP

27 4 31 2 Selat Sunda

dan Cirebon

3 Pulau Ambon, Gowa Takalar Makassar (Sulsel), dan Sentani (Papua)

5 16%

2 Kawasan Rentan Dampak Perubahan Iklim

50% 0 - 0 - 0 0 - 0 - 0 0

Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II

71 34 105 5 13 28 21%

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 69 Tabel 3. 4 Perhitungan Detail IKU 2 Persentase Dukungan Kebijakan Dan Kemitraan Bidang Penataan Kawasan

No. Indikator Bobot Metode Pengukuran Target 2020-2024 Realisasi 2020

A Nilai SAKIP Direktorat Bina Perencanaan Tata

Ruang Daerah Wilayah II 40%

88% 88%

1 Nilai ketepatan waktu pengumpulan dokumen

kelengkapan SAKIP 20% Nota penyampaian dokumen SAKIP, dengan

kriteria :

- 100 : sebelum dan tanggal deadline - 50 : setelah tanggal deadline Tanggal deadline berdasarkan surat pemberitahuan dari Biroren (surat resmi)

100% Estimasi LKJ dapat

dikumpulkan tepat waktu 100% Estimasi LKJ dapat dikumpulkan tepat waktu

2 Nilai kualitas dokumen SAKIP 80% rata-rata persentase capaian kualitas berdasarkan kriteria Lembar Kerja Evaluasi penyelenggaraan SAKIP (Permen PAN-RB 25/2015)/ Realiasi Nilai SAKIP Tahun 2020

88% Target nilai LKJ adalah 85 (A)

85% Estimasi nilai LKJ adalah 85 (A)

B Persentase keterlibatan pemangku kepentingan bidang penataan kawasan

40% 34% 34%

1 Persentase kerjasama pemangku kepentingan

bidang penataan kawasan 50% Jumlah inisiasi kerjasama asosiasi pemangku kepentingan bidang penataan kawasan yang ditandatangani dibanding dengan total inisiasi kerjasama asosiasi pemangku kepentingan bidang penataan kawasan

100% 5 Kerjasama 20% 2020 = PPGT UI

2 Persentase penyebaran informasi bidang penataan

kawasan 50% Jumlah masyarakat yang memahami tata

ruang dibanding jumlah responden yang dilibatkan

47% Pemahaman responden

mengenai tata ruang 47% 47% masyarakat yang berperan dalam aplikasi gagas ruang, (mengukur keaktifan masyarakat)

C Persentase kebijakan penataan kawasan 20% 100% 100%

1 Persentase Kebijakan Penataan Kawasan 100% Jumlah kajian bidang penataan kawasan dibanding jumlah kajian bidang penataan kawasan yang telah ditargetkan

100% 2020= 2 kebijakan dan

strategi penataan kawsan 100% 2020= 2 kebijakan dan strategi penataan kawsan Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang

Daerah Wilayah II 69% 69%

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 70 Tabel 3. 5 Perhitungan Detail IKU 3 Persentase Pemenuhan Kebutuhan Data dan Informasi serta Delineasi Wilayah RDTR dalam rangka Mendukung Program Pemulihan Ekonomi

Nasional (PEN)

No. Indikator Bobot Metode Pengukuran Target 2020-2024 Realisasi 2020

A Persentase Pemenuhan Kebutuhan Data dan Informasi serta Delineasi Wilayah RDTR Dalam Rangka Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

100%

- 100%

1 Persentase Pemenuhan Kebutuhan Data dan Informasi serta Delineasi Wilayah RDTR Dalam Rangka Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

100% Jumlah lokasi RDTR Kabupaten/Kota yang memiliki potensi investasi tinggi dibanding dengan total lokasi di Direktorat Jenderal Tata Ruang (75 lokasi)

- - 100% tersusunnya 20 dokumen

kompilasi data dan lokasi RDTR dalam rangka mendukung investasi (OSS).

Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang

Daerah Wilayah II 100% 100%

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 71 Berdasarkan Pepres No. 61 Tahun 2019 tentang Rencana Kerja

Pemerintah (RKP) Tahun 2020, Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II diamanatkan untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatan baik prioritas nasional, prioritas bidang dan prioritas K/L. Untuk kegiatan yang mendukung prioritas nasional, berfokus pada: (1) Meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing (Penataan Ruang Kawasan Industri dan Penataan Ruang Kawasan Pariwisata); dan (2) Membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim (Penataan Kawasan Rawan Bencana). Adapun kegiatan yang termasuk dalam prioritas bidang meliputi pengembangan kota sedang, pengembangan kawasan perdesaan, dan penyusunan rencana tata ruang calon Ibu Kota Negara (IKN), serta penyusunan RDTR dalam mendukung investasi (OSS).

Sedangkan kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan dukungan manajemen termasuk dalam kegiatan prioritas K/L yang meliputi penyusunan dokumen kebijakan dan stratgei kawsan perkotaan dan perdesaan, program anggaran, pelaksanaan monitoring evaluasi, penyusunan penyusunan kebijakan, fasilitasi kemitraan, dan pengembangan sistem informasi.Target dari setiap kegiatan prioritas nasional tersebut dapat dicapai seluruhnya, sebagaimana terlihat pada tabel 3.6.

Adapun progres, kendala, dan tindak lanjut pelaksanaan kegiatan setiap triwulan, dapat dilihat pada tabel 3.7(Triwulan I), tabel 3.8 (Triwulan II), tabel 3.9 (Triwulan III), dan tabel 3.10 (Triwulan IV).

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 72 Tabel 3. 6 Capaian Kegiatan Prioritas Nasional

Program Nasional Program Prioritas Kegiatan Prioritas Sasaran Kegiatan Target Realisasi Penanggung Jawab A. RDTR KAWASAN EKONOMI

Nilai Tambah Daya Alam, Termasuk Melalui

Pengembangan Smelter Dan Kawasan Industri Terutama Di Luar Jawa

Tersusunnya Raperda RDTR di sekitar KI

Penyusunan RDTR di

Sekitar KI Teluk Weda Materi Teknis, KLHS, Daya Alam, Termasuk Melalui

Pengembangan Smelter Dan Kawasan Industri Terutama Di Luar Jawa

Tersusunnya Raperda RDTR di sekitar KI

Penyusunan RDTR di

Sekitar KI Sadai Materi Teknis, KLHS, Saing Destinasi Dan Industri Pariwisata, Termasuk Wisata Alam, Yang Didukung Penguatan Rantai Pasok

Tersusunnya Raperda RDTR di sekitar Kawasan Pariwisata

Penyusunan RDTR di Kawasan Pariwisata Saing Destinasi Dan Industri Pariwisata, Termasuk Wisata Alam, Yang Didukung Penguatan Rantai Pasok

Tersusunnya Raperda RDTR di sekitar Kawasan Pariwisata

Penyusunan RDTR di Kawasan Pariwisata

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 73 Program Nasional Program Prioritas Kegiatan Prioritas Sasaran Kegiatan Target Realisasi Penanggung Jawab Nilai Tambah Saing Destinasi Dan Industri Pariwisata, Termasuk Wisata Alam, Yang Didukung Penguatan Rantai Pasok

Tersusunnya Raperda RDTR di sekitar Kawasan Pariwisata

Penyusunan RDTR di Kawasan Pariwisata

B. RDTR KAWASAN RAWAN BENCANA Ketahanan Pangan,

Air, Energi, dan Lingkungan Hidup

Penguatan

Ketahanan Pangan Penguatan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Tersusunnya Raperda RDTR di Kawasan Rawan Bencana

Penataan Kawasan Rawan Bencana di Kawasan Pesisir Selat Sunda Detail Tata Ruang Kawasan Daya Dukung Lingkungan Wilayah II Ketahanan Pangan,

Air, Energi, dan Lingkungan Hidup

Penguatan

Ketahanan Pangan Penguatan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Tersusunnya Raperda RDTR di Kawasan Rawan Bencana

Penataan Kawasan Rawan Bencana di Sentani, Provinsi Papua

Materi Detail Tata Ruang Kawasan Daya Rawan Bencana Pulau Ambon Detail Tata Ruang Kawasan Daya

Penataan Kawasan Rawan Bencana di Provinsi Sulawesi Detail Tata Ruang Kawasan Daya Dukung Lingkungan Wilayah II

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 74 Program Nasional Program Prioritas Kegiatan Prioritas Sasaran Kegiatan Target Realisasi Penanggung Jawab Prioritas Bidang

- - -

Penataan Kawasan Rawan Bencana Kota Cirebon Detail Tata Ruang Kawasan Sosial Budaya Wilayah II C. RDTR KAWASAN PERKOTAAN

Prioritas Bidang

- - -

Penyusunan RDTR BWP Prioritas Pengembangan Ekonomi Kota Sedang di Kota Singkawang

Materi Teknis

dan Ranperda Materi Teknis

dan Ranperda Subdit

Perencanaan Tata Ruang Provinsi dan Kota Wilayah II

Prioritas Bidang

- - -

Penyusunan RDTR BWP Prioritas Pengembangan Ekonomi Kota Sedang di Kota Dumai dan Kota Wilayah II

Prioritas Bidang

- - -

Penyusunan RDTR BWP Prioritas Pengembangan Ekonomi Kota Sedang di Kota Palopo

Materi dan Kota Wilayah II

Prioritas Bidang

- - -

Penyusunan RDTR Pusat Pemerintahan pada Kawasan Calon IKN Detail Tata Ruang Kawasan Daya Pusat Ekonomi pada Kawasan Calon IKN

Materi Detail Tata Ruang Kawasan Daya Dukung Lingkungan Wilayah II

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 75 Program Nasional Program Prioritas Kegiatan Prioritas Sasaran Kegiatan Target Realisasi Penanggung Jawab

D. RDTR KAWASAN PERDESAAN Prioritas Bidang

- - -

Penyusunan RDTR Kawasan Perdesaan di Bagian Hulu DAS Citarum (Kabupaten Sumedang)

Materi Teknis

dan Ranperda Materi Teknis

dan Ranperda Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Ekonomi Wilayah II Prioritas Bidang

- - -

Penyusunan RDTR Kawasan Perdesaan Untuk Mendukung UNESCO Global Geopark Rinjani di Kabupaten Lombok Detail Tata Ruang Kawasan Ekonomi Wilayah II

Prioritas Bidang

- - -

Penyusunan RDTR Kawasan Perdesaan untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bima Detail Tata Ruang Kawasan Ekonomi Wilayah II F. KEBIJAKAN DAN KEMITRAAN BIDANG PENATAAN KAWASAN

Prioritas

1 Kebijakan 1 Kebijakan Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Sosial Budaya Wilayah II Prioritas

1 Kebijakan 1 Kebijakan Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Sosial Budaya Wilayah II Prioritas

1 Kebijakan 1 Kebijakan Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Sosial Budaya Wilayah II

Prioritas Bidang - - - Pengelolaan,

Pengembangan, serta 1 Kebijakan 1 Kebijakan Subdit Perencanaan

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 76 Program Nasional Program Prioritas Kegiatan Prioritas Sasaran Kegiatan Target Realisasi Penanggung Jawab

Penyebarluasan Data dan Informasi Bidang Penataan Kawasan

Detail Tata Ruang Kawasan Sosial Budaya Wilayah II Prioritas

Kementerian/

Lembaga - - -

Penyusunan Kebijakan dan Strategi Kawasan Perkotaan

1 Kebijakan 1 Kebijakan Subdit

Perencanaan Tata Ruang Provinsi dan Kota Wilayah II

Prioritas Kementerian/

Lembaga - - -

Penyusunan Kebijakan dan Strategi Kawasan Perdesaan

1 Kebijakan 1 Kebijakan Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Ekonomi Wilayah II G. Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR

Prioritas Bidang

- - -

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Murung Raya

1 Kompilasi

data 1 Kompilasi

data Subdit

Perencanaan Tata Ruang Provinsi dan Kota Wilayah II

Prioritas Bidang

- - -

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Kotawaringin Detail Tata Ruang Kawasan Daya

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Tanah Bumbu

1 Kompilasi

data 1 Kompilasi

data Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Sosial Budaya Wilayah II Prioritas Bidang

- - -

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Kotabaru

1 Kompilasi

data 1 Kompilasi

data Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Ekonomi Wilayah II

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 77 Program Nasional Program Prioritas Kegiatan Prioritas Sasaran Kegiatan Target Realisasi Penanggung Jawab Prioritas Bidang

- - -

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Banjar

1 Kompilasi

data 1 Kompilasi

data Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Daya

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kota Banjarmasin

1 Kompilasi

data 1 Kompilasi

data Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Daya

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Nunukan

1 Kompilasi

data 1 Kompilasi

data Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Ekonomi Wilayah II Prioritas Bidang

- - -

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Banggai

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Morowali

1 Kompilasi

data 1 Kompilasi

data Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Sosial Budaya Wilayah II Prioritas Bidang

- - -

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Jeneponto

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Kolaka dan Kota Wilayah II

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 78 Program Nasional Program Prioritas Kegiatan Prioritas Sasaran Kegiatan Target Realisasi Penanggung Jawab Prioritas Bidang

- - -

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Bombana

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Konawe

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Pohuwato

1 Kompilasi

data 1 Kompilasi

data Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Sosial Budaya Wilayah II Prioritas Bidang

- - -

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Gorontalo

1 Kompilasi

data 1 Kompilasi

data Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Ekonomi Wilayah II Prioritas Bidang

- - -

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Kepulauan dan Kota Wilayah II

Prioritas Bidang

- - -

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Halmahera Selatan

1 Kompilasi

data 1 Kompilasi

data Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Ekonomi Wilayah II Prioritas Bidang

- - -

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kota Mataram

1 Kompilasi

data 1 Kompilasi

data Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Sosial Budaya Wilayah II Prioritas Bidang

- - - Kompilasi Data dan

Delineasi Lokasi RDTR Kab. Malaka

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 79 Program Nasional Program Prioritas Kegiatan Prioritas Sasaran Kegiatan Target Realisasi Penanggung Jawab

dan Kota Wilayah II

Prioritas Bidang

- - -

Kompilasi Data dan Delineasi Lokasi RDTR Kab. Raja Ampat

1 Kompilasi

data 1 Kompilasi

data Subdit Perencanaan Detail Tata Ruang Kawasan Daya Dukung Lingkungan Wilayah II G. LAYANAN PERKANTORAN

Prioritas Kementerian/

Lembaga - - - Penyusunan Arsip dan

Tata Usaha 1 Layanan 1 Layanan Subbag Tata Usaha

Laporan Kinerja – Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II TA 2020 80 Tabel 3. 7 Progres , Kendala, dan Tindak Lanjut Pelaksanaan Kegiatan Triwulan I

Indikator Kinerja Kegiatan TRIWULAN I

Progres Kendala Tindak Lanjut

Persentase pemenuhan rencana pengembangan kawasan 1 Persentase pemenuhan rencana

pengembangan kawasan ekonomi  Penyiapan rencana kerja pada bulan I

 Rencana kerja dan metode kerja dengan target bulanan (timeline tahap persiapan, penyusunan materi teknis, finalisasi materi teknis, dan

pembahasan ranperda)

 Daftar walidata dan ketersediaan peta

 Identifikasi indikasi delineasi dengan stakeholder terkait

 Pengolahan data untuk peta sesuai dengan area of interest

 Identifikasi indikasi delineasi dengan stakeholders terkait

 Peta indikasi delineasi kawasan perencanaan dengan skala 1:5000

Penundaan kegiatan koordinasi awal untuk persiapan dan penyepakatan delineasi serta identifikasi isu pembangunan berkelanjutan, akibat adanya Pandemi Covid-19

 Koordinasi awal dengan daerah tetap dilakukan secara daring

 Mengatur kembali jadwal kunjungan dan koordinasi di daerah mengenai penyepakatan delineasi

2 Persentase pemenuhan rencana

pengembangan kawasan perkotaan  Rencana kerja dan metode kerja dengan target bulanan (timeline tahap persiapan, penyusunan materi teknis, finalisasi materi teknis, dan

pembahasan ranperda)

pembahasan ranperda)

Dokumen terkait