• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II SISTEM PENDIDIKAN

2. Kurikulum

2.13 Tugas AKhir

Mahasiswa wajib menyelesaikan Tugas Akhir sebagai syarat kelulusan sebagai Sarjana

a. Pengertian

Tugas Akhir merupakan karya ilmiah dalam bidang / cabang ilmu tertentu ditulis berdasarkan hasil penelitian, studi kepustakaan, praktek kerja, atau tugas lain

b. Sifat dan Tujuan

(1) Ujian Tugas Tkhir program sarjana adalah ujian terakhir yang wajib ditempuh mahasiswa sebagai syarat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan. (2) Ujian Tugas Akhir program sarjana bersifat komprehensif.

(3) Ujian Tugas Akhir dilaksanakan secara lisan dan bertujuan untuk mengevalasi mahasiswa dalam penguasaan ilmu dan penerapan teknologi sesuai dengan bidang yang dikaji.

c. Syarat‐syarat membuat Tugas Akhir

(1) Secara umum untuk mahasiswa KBK:

• Terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik yang bersangkutan.

• Mengumpulkan beban kredit sekurang‐kurangnya 96 sks.

• IP Kumulatif sekurang‐kurangnya 2,00

• Nilai D/D+ tidak melebihi 10% dari beban kredit total.

• Telah lulus MK Metodologi Riset dengan nilai sekurang‐kurangnya D. d. Waktu penyelesaian Tugas Akhir

(1) Tugas Akhir sudah harus diselesaikan dalam waktu 6 (enam) bulan sejak Tugas Akhir diprogramkan dalam KRS.

(2) Perpanjangan waktu harus mendapatkan persetujuan Dekan/ Ketua Jurusan dengan tata cara yang ditentukan oleh Fakultas.

e. Nilai kredit Tugas Akhir

Nilai kredit Tugas Akhir adalah 6 (enam) sks, dengan rincian proposal 2 sks dan pelaksanaan 4 sks.

f. Proses pembuatan Tugas Akhir

(1) Mahasiswa mengajukan judul penelitian kemudian dikonsultasikan kepada pembimbing Tugas Akhir.

(2) Setelah mendapatkan persetujuan mahasiswa diperkenankan membuat proposal.

(3) Proposal akan diuji oleh kedua dosen pembimbing yang bersangkutan. (4) Sebelum pelaksanaan Tugas Akhir, mahasiswa harus mendapatkan

(5) Setelah lulus ujian proposal, mahasiswa melaksanakan penelitian kemudian hasilnya akan diuji oleh tim penguji yang ditetapkan dengan Surat Tugas dari Dekan.

g. Bimbingan Tugas Akhir

(1) Jumlah Pembimbing

Seorang mahasiswa yang membuat Tugas Akhir, dibimbing oleh dua orang yang terdiri dari seorang Pembimbing Utama dan seorang Pembimbing Pendamping. Penyimpangan persyaratan di atas ditentukan oleh Dekan atas usul Ketua Jurusan/ Ketua Program Studi.

(2) Penentuan Pembimbing

Dekan menentukan Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping atas usul Ketua Jurusan atau Ketua Program Studi. Dosen Pembimbing dapat berasal dari luar fakultas selama diperlukan. Dosen luar biasa atau dosen tamu dapat diusulkan menjadi Pembimbing Utama atau Pembimbing Pendamping.

(3) Tugas dan Kewajiban Pembimbing.

Tugas dan kewajiban Pembimbing Utama adalah:

• Membantu mahasiswa dalam mencari permasalahan yang dijadikan dasar pembuatan Tugas Akhir.

• Membimbing mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir.

• Membimbing mahasiswa dalam penulisan tugas akhir.

Tugas dan kewajiban Pembimbing Pendamping adalah membantu Pembimbing Utama dalam melaksanakan bimbingan tugas akhir mahasiswa. h. Majelis Penguji Ujian Tugas Akhir

(1) Majelis Penguji ditetapkan oleh Ketua Jurusan atas usul Tim Pengelola Tugas Akhir.

(2) Susunan Majelis Penguji terdiri dari seorang penguji netral yang merangkap sebagai ketua, dan 2 orang anggota.

(3) Anggota Majelis adalah dosen pembimbing serta dosen lain yang ditunjuk dengan pangkat serendah‐rendahnya Lektor Kepala bagi pemegang ijazah S1 (Sarjana), Lektor bagi pemegang ijazah minimal S2 (Magister) atau Asisten

(5) Penguji bukan pembimbing dapat diangkat dari instansi lain yang sesuai bidang ilmunya, ditentukan oleh Dekan atas usul Ketua Tim Tugas Akhir. (6) Tugas Majelis Penguji :

• Ketua Penguji bertugas memimpin dan mengatur kelancaran pelaksanaan ujian.

• Majelis Penguji bertugas menguji dan memberikan penilaian pada calon Sarjana Kedokteran.

• Menentukan kelulusan calon Sarjana dan menyampaikan hal‐hal yang terkait dengan penyelesaian pelaksanaan Tugas Akhir.

• Menentukan tugas‐tugas / ketentuan lain yang harus dipenuhi oleh calon Sarjana yang dinyatakan tidak lulus.

i. Waktu Ujian Tugas Akhir

Waktu yang disediakan untuk ujian Tugas Akhir Sarjana paling lama 1 (satu) jam. j. Penilaian

(1) Yang dinilai dalam ujian Tugas Akhir meliputi :

• Penilaian Proses Penulisan Tugas Akhir dan Penilaian Selama Ujian dengan bobot masing‐masing 50%

• Penilaian Proses Penulisan meliputi Sikap (40%), Pengetahuan Ilmu (40%), Kreativitas Keilmuan (20%).

• Penilaian Selama Ujian meliputi Naskah (40%), Penyajian (40%), Pengetahuan Ilmu (20%).

(2) Penentuan Nilai Akhir

Nilai akhir ujian Tugas Akhir diputuskan melalui musyawarah Majelis Penguji. Nilai akhir ujian dinyatakan dengan huruf A, B+, B, C+, C, D+, D atau E; dan atas kesepakatan Majelis Penguji diberitahukan kepada mahasiswa. (3) Untuk dapat dinyatakan lulus ujian seorang mahasiswa sekurang‐kurangnya

harus mencapai nilai C. Dalam hal revisi dianggap cukup banyak, Ketua Penguji boleh mengumumkan dengan kata “lulus” saja.

(4) Mahasiswa yang dinyatakan belum lulus ujian harus melaksanakan keputusan Majelis Penguji.

2.14 Resume Kurikulum Berbasis Kompetensi Program Studi Pendidikan Bidan FKUB

PROFIL LULUSAN PENDIDIKAN BIDAN

Care Providers, Decision-makers, Communicators, Community Leaders, Managers.

Legal Practicioner Professional Midwife Practice Primary Health Care Provider Reflective & Ethical Practice

DOMAIN / AREA KOMPETENSI KEBIDANAN

Komunikasi Efektif Etika Legal dan Keselamatan pasien

9 Asuhan Kebidanan

Manajemen Kewirausahaan dan Kepemimpinan Promosi Kesehatan Pengembangan Diri

dan Profesionalisme Peneliti

AREA KOMPETENSI

Elemen Kognitif Elemen Skill& Afektif BLOK MATAKULIAH PENDUKUNG (MKP) 1. Pengantar Kebidanan 2. Humaniora 1,2,3,4 3. Dasar-dasar Komunikasi

4. Etika Legal dan Keselamatan pasien 5. Askeb 1 : Masa Remaja & Pranikah 6. Askeb 2 : Masa Prakonsepsi

7. Askeb 3 : Masa Kehamilan ( Antenatal ) Normal 8. Askeb 4 : Masa Kehamilan Patologis

9. Askeb 5: Masa Persalinan

10. Askeb 6 : Masa Nifas dan Menyusui 11. Askeb 7 : Bayi Lahir (Neonataus) 12. Askeb 8 : Bayi dan Balita 13. Askeb 9 : Kebidanan Komunitas

14. Askeb 10 : Wanita dan Gangguan Reproduksi 15. Manajemjen,Kewirausahaan dan Kepemimpinan 16. Promosi Kesehatan

17. Pengembangan Diri dan Profesionalisme 18. Metodologi Riset

• Distribusi dalam MKK • Distribusi dalam Semester • Distribusi dalam Beban Studi

• Model Pembelajaran

2.15 Kompetensi Lulusan

a. Area Kompetensi Komunikasi Efektif Kompetensi:

Memahami dan mampu melakukan komunikasi efektif kepada perempuan dan keluarganya, teman sejawat, profesi lain serta masyarakat.

Komponen Kompetensi:

(1) Elemen Kognitif

Memahami:

• Pendekatan dalam melakukan interview

• Cara interview secara sekuensial

• Cara mengembangkan “therapeutic relationship (Menjelaskan rencana tindakan)“

• Aspek sosial‐budaya dan agama dalam interview

• Interview dalam kondisi khusus

(2) Elemen Psikomotor & Afektif

• Mampu melakukan:

• Interview dalam berbagai level dengan berbagai teknik Cambridge‐

Calgary.

• Peragaan sikap penuh perhatian dan memahami penderitaan pasiennya

• Penciptaaan kondisi yang kondusif yang membuat pasien lebih percaya diri untuk menyampaikan keluhannya.

Mata kuliah Pendukung:

(1) Psikologi, (3) Sosiologi Kesehatan, (2) Antropologi Budaya, (4) Humaniora

b. Area Kompetensi Etika Legal dan Keselamatan Pasien Kompetensi:

Memahami unsur‐unsur legal dalam praktek kebidanan, dan mengutamakan pelayanan yang aman dan nyaman kepada pasien.

Komponen Kompetensi:

(1) Elemen Kognitif:

Memahami kode etik, standar profesional, norma‐norma, dan peraturan perundang‐undangan terkait dengan praktik kebidanan.

(2) Elemen Psikomotorik dan Afektif:

Mampu melakukan:

• Praktik kebidanan dengan menjunjung tinggi kode etik kebidanan, standar profesional kebidanan, dan peraturan serta keterikatan lainnya terhadap perundang‐undangan yang terkait.

• Pengenalan (orientasi), mengidentifikasi dan merefleksikan dampak dari agama, budaya, nilai yang dianutnya sepanjang tidak merugikan pasien maupun menjaga pelayanan yang aman dan nyaman bagi pasien dan komunitas.

Matakuliah Pendukung:

(1) Ilmu Hukum, (2) Forensik.

c. Area Kompetensi Asuhan Kebidanan 1 Masa Remaja dan Pranikah Kompetensi:

Memberikan asuhan kebidanan bagi remaja dan usia pranikah maupun kepada orangtua atau walinya menyangkut karakteristik pertumbuhan fisik,alat kelamin sekunder, dan kejiwaan pemuda seusianya.

Komponen Kompetensi:

(1) Elemen Kognitif

Memahami:

• Perkembangan karakteristik fisik sekunder remaja pria dan wanita

• Perkembangan karakteristik fisiologis remaja pria dan wanita

• Memahami kebutuhan emosional dan psikososial penunjang perkembangan reproduksi sehat.

(2) Elemen Psikomotor dan Afektif

Mampu melakukan:

• Diskusi efektif kepada para remaja

• Wawancara dan berdialog dengan orangtua, wali, komunitas terkait.

• Pemeriksaan fisik dan skrining tumbuh kembang remaja.

• Imunisasi remaja

• Bimbingan remaja dan pranikah

• Pendidikan tumbuh kembang remaja pada teman sebaya

Matakuliah Pendukung:

(1) Psikologi (perkembangan remaja), (2) Gizi Ibu dan Anak,

(3) Fisiologi, (4) IKA

d. Area Kompetensi Asuhan Kebidanan 2: Masa Prakonsepsi Kompetensi:

Memahami prinsip‐prinsip struktur, fungsi, mekanisme alat reproduksi pada masa prakonsepsi dan melakukan pemeriksaan , konseling, dan tindakan‐ tindakan yang tepat(Keluarga Berencana) pada masa prakonsepsi.

Komponen Kompetensi:

(1) Elemen Kognitif

Mamahami:

• Anatomi dan fisiologi alat reproduksi

• Pengaturan fungsi neurohormonal sistim reproduksi

• Fisiologi menstruasi

• Gametogenesis

• Tujuan pemeriksaan labotorium pra konsepsi

• Jenis, indikasi , cara pemakaian, cara kerja dan efek samping berbagai kontrasepsi.

• Pemeriksaan fisik dan laboratorium pra konsepsi untuk mengetahui potensi kehamilan yang sehat

Kolaborasi pemeriksaan laboratorium: pemeriksaan darah lengkap,

golongan darah, rubella, toxoplasmosis hepatitis B, TB, HIV/AIDS dan screening cervix

• Konseling bagi wanita yang akan menggunakan kontrasepsi termasuk didalamnya masalah IMS, HIV/AIDS

• Edukasi dan atau pemasangan dan pencabutan berbagai metode kontrasepsi .

Matakuliah Pendukung:

(1) Anatomi, (4) Keluarga Berencana, (2) Fisiologi, (5) Mikrobiolobi,

(3) Biologi Reproduksi, (6) Parasitologi.

e. Area Kompetensi Asuhan Kebidanan 3: Masa Kehamilan (Antenatal) Normal Kompetensi:

Memberikan asuhan antenatal guna mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan yang meliputi: diagnosa dan penanganan (diagnosa dini, penanganan awal dan rujukan dari komplikasi kehamilan .

Komponen Kompetensi:

(1) Elemen Kognitif

Memahami:

• Anatomi dan fisiologi terkait kehamilan (proses konsepsi sampai dengan tumbuh kembang janin)

• Faktor‐faktor yang mempengaruhinya tumbuh kembang janin

• Cara menentukan mendiagnosa kehamilan yang meliputi:

→ Komponen riwayat kesehatan

→ Perubahan psikologis yang normal dalam kehamilan dan dampak kehamilan terhadap keluarga

→ Cara menentukan umur kehamilan dari riwayat menstruasi, pembesaran atau tinggi fundus uteri

→ Mengenal tanda dan gejala anemia , kehamilan ektopik, abortus, molahydatidosa, hyperemesis gravidarum, pre eklamsia, kehamilan ganda, dan kelainan letak

→ Nilai normal dari pemeriksaan laboratorium seperti Haemaglobin dalam darah, test gula, protein, acetone dan bakteri dalam urine.

• Cara menuliskan diagnosa dan masalah

• Cara melakukan penalaksanaan pada kehamilan meliputi:

→ Mengurangi ketidaknyamanan selama masa kehamilan meliputi penggunaan obat‐obat atau ramuan tradisional yang teruji aman.

→ Penatalaksanaan gizi bagi wanita hamil (termasuk penghitungan kebutuhan).

→ Melakukan immunisasi pada wanita hamil.

→ Penyuluhan dalam kehamilan meliputi: i. perubahan fisik.

ii. perawatan buah dada. iii. Ketidaknyamanan. iv. kebersihan. v. Seksualitas. vi. Nutrisi. vii. pekerjaan .

viii. aktifitas (senam hamil).

ix. akibat dari penyakit akut dan kronis yang disebut diatas bagi kehamilan dan janinnya.

x. persiapan persalinan, kelahiran, dan menjadi orang tua.

xi. persiapan keadaan rumah/keluarga untuk menyambut kelahiran bayi,tanda‐tanda dimulainya persalinan,promosi dan dukungan pada ibu menyusui, teknik relaksasi dan strategi meringankan

xii. akibat yang ditimbulkan dari merokok, penggunaan alkohol, dan obat terlarang bagi wanita hamil dan janin.

xiii. akibat yang ditimbulkan/ditularkan oleh binatang tertentu terhadap kehamilan, misalnya toxoplasmasmosis.

xiv. kesejahteraan janin termasuk DJJ dan pola aktivitas janin, tanda, gejala dan indikasi rujukan pada komplikasi tertentu dalam kehamilan, seperti asma, infeksi HIV, infeksi menular seksual (IMS), diabetes, kelainan jantung, postmatur atau serotinus.

• Cara Resusitasi kardiopulmonary wanita hamil dengan kegawat‐daruratan

• Mendokumentasikan asuhan yang diberikan. (2) Elemen Psikomotor & Afektif

Mampu melakukan:

• Pegumpulan data riwayat kesehatan dan kehamilan termasuk data kondisi psikologi ibu serta menganalisanya pada setiap kunjungan dan pemeriksaan ibu hamil.

• Cara mengkaji kenaikan berat badan ibu dan tekanan darah hubungannya dengan komplikasi kehamilan.

• Cara mengkaji status nutrisi ibu hamil dan hubungannya dengan pertumbuhan janin.

• Pemeriksaan fisik umum secara sistematis dan lengkap termasuk pengukuran tinggi fundus uteri, presentasi dan penurunan janin.

• Penilaian pelvik, termasuk ukuran dan struktur tulang panggul.

• Penilaian keadaan janin selama kehamilan termasuk detak jantung janin dan gerakan janin meliputi: palpasi uterus, fetoscope /funandoskope (Pinard) , dopler dan USG.

• Cara penilaian usia kehamilan dan menentukan perkiraan persalinan.

• Pemberian/penggunaan obat‐obat atau ramuan tradisional yang teruji aman

• Pemberian pengobatan dan atau kolaborasi terhadap adanya penyimpangan dari keadaan normal sesuai standar kewenangan.

• Penatalaksanaan kehamilan pada anemia ringan, hyperemesis gravidarum tingkat I, abortus iminens dan pre eklamsia ringan.

• Memberikan immunisasi pada ibu hamil.

• Identifikasi, penatalaksanaan penyimpangan kehamilan normal termasuk merujuk ke fasilitas pelayanan tepat dari:

→ Kekurangan gizi.

→ Pertumbuhan janin yang tidak adekuat: SGA & LGA.

→ Pre eklamsia berat dan hipertensi.

→ Perdarahan per‐vaginam.

→ Kehamilan ganda pada janin kehamilan aterm.

→ Kelainan letak pada janin kehamilan aterm.

→ Kematian janin.

→ Adanya adema yang signifikan, sakit kepala yang hebat, gangguan pandangan, nyeri epigastrium yang disebabkan tekanan darah tinggi.

→ Ketuban pecah sebelum waktu (KPD=Ketuban Pecah Dini).

→ Persangkaan polyhydramnion.

→ Kehamilan dengan diabetes melitus.

→ Kelainan congenital pada janin.

→ Hasil laboratorium yang tidak normal.

→ Persangkaan kelainan janin.

→ Infeksi pada ibu hamil seperti: IMS, vaginitis, infeksi saluran perkemihan.

• Melaksanakan asuhan pasca keguguran.

• Penyuluhan tentang:

→ Tanda dan gejala penyimpangan kehamilan normal dan cara menghubungi bidan

→ Cara mengurangi ketidaknyamanan yang lazim terjadi dalam kehamilan.

→ Memberikan bimbingan dan penyuluhan mengenai perilaku sehat selama hamil seperti nutrisi, latihan (senam), kebersihan, keamanan dan berhenti merokok

Mata kuliah pendukung:

(1) Anatomi, (4) Obstetri Fisiologi, (2) Biologi Reproduksi, (5) Farmakologi, (3) Konsep Kebidanan, (6) Mikrobiologi.

f. Area Kompetensi Asuhan Kebidanan 4: Masa Kehamilan Patologis Kompetensi:

Memberikan asuhan kehamilan pathologis

Komponen Kompetensi

(1) Elemen Kognitif

Memahami:

• Konsep Dasar Kehamilan Patologis Trimester I

→ Perdarahan Hamil Muda

→ Hiperemesis gravidarum

→ Respons psikologis hamil muda

→ Askeb Komplikasi Kehamian Trimester I

• Konsep Dasar Kehamilan Patologis Trimester II

→ Hipertensi dalam kehamilan

→ Perdarahan antepartum dan anemia

→ Penyakit yang menyertai kehamilan kehamilan

→ Askeb komplikasi kehamilan trimester II

• Konsep Dasar Kehamilan Patologis Trimester III

→ Pre‐Eklampsia, Eklampsia

→ Kelainan masa gestasi, letak, ganda, bayi besar, Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW), CPD

Mampu melakukan: • Anamnesis • Pemeriksaan Fisik • Pemeriksaan Penunjang • Bimbingan Konseling • Tindakan Kebidanan Matakuliah Pendukung:

(1) Anatomi, (4) Obstetri Fisiologi, (2) Biologi Reproduksi, (5) Ilmu Jiwa,

(3) Konsep Kebidanan, (6) Farmakologi.

g. Area Kompetensi Asuhan Kebidanan 5: Masa Persalinan Kompetensi:

Bidan memberikan asuhan selama persalinan yang bersih dan aman, serta menangani situasi kegawat daruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan wanita dan bayinya yang baru lahir.

Komponen Kompetensi:

(3) Elemen Kognitif

Memahami:

• Fisiologi persalinan.

• Anatomi tulang tengkorak janin, diameter yang penting dan bagian kepala sebagai petunjuk.

• Aspek psikologis dan cultural pada persalinan dan kelahiran.

• Indikator tanda‐tanda mulai persalinan.

• Kemajuan persalinan normal dengan menggunakan partograf.

• Penilaian kesejahteraan janin dalam masa persalinan.

• Penilaian kesejahteraan ibu dalam masa persalinan.

• Proses penurunan janin melalui pelvik selama persalinan dan kelahiran.

• Cara memberikan kenyamanan dalam persalinan, seperti: kehadiran keluarga sebagai pendamping, pengaturan posisi, hidrasi, dukungan moril, pengurangan nyeri.

Prinsip manajemen fisiologis kala III terutama managemen aktif kala III

• Transisi bayi baru lahir terhadap kehidupan diluar uterus.

• Pemenuhan kebutuhan fisik bayi baru lahir meliputi: pernapasan, kehangatan dan memberikan ASI eksklusif 6 bulan dan atau PASI

• Pentingnya pemenuhan kebutuhan emosional bayi baru lahir, jika memungkinkan antara lain kontak kulit langsung, dan kontak mata antara bayi dan ibunya

• Indikasi tindakan kedaruratan kebidanan seperti: distosia bahu, asfiksia neonatal, retensio plasenta, perdarahan karena atonia uteri dan mengatasi renjatan.

• Indikasi tindakan operatif pada persalinan misalnya gawat janin, CPD.

• Indikator komplikasi persalinan: perdarahan, partus macet, kelainan presentasi, eklamsia, kelelahan ibu( partus lama, gawat janin, infeksi, ketuban pecah dini tanpa infeksi, distosia karena inersia uteri primer, post term dan pre term serta tali pusat menumbung.

(4) Elemen Psikomotor & Afektif

Mampu melakukan:

• Pegumpulkan data yang terfokus pada riwayat kebidanan dan tanda‐ tanda vital ibu pada persalinan sekarang.

• Pemeriksaan fisik yang terfokus.

• Pemeriksaan abdomen secara lengkap untuk Presentasi, posisi dan penurunan janin.

• Pencatatat waktu dan mengkaji kontraksi uterus (lama, kekuatan dan frekuensi).

Pemeriksaan panggul (pemeriksaan dalam) secara lengkap dan akurat

meliputi pembukaan,penipisan, ketuban, presentasi, posisi, penurunan bagian terendah, dan proporsi panggul dengan bayi.

• Pemberian dukungan psikologis bagi wanita dan keluarganya.

• Pemberian cairan, nutrisi dan kenyamanan yang adekuat selama persalinan.

• Identifikasi secara dini kemungkinan persalinan abnormal dan kegawat daruratan dengan intervensi yang sesuai dan atau melakukan rujukan dengan tepat waktu.

• Akselerasi dan induksi persalinan.

• Melakukan amniotomi pada pembukaan serviks lebih dari 4 cm sesuai dengan indikasi.

• Menolong kelahiran bayi dengan lilitan tali pusat.

• Melakukan episiotomi, anestesi lokal dan penjahitan serta memberikan antibiotik profilaksis.

• Melaksanakan manajemen aktif fisiologi kala III terutama managemen aktif kala III.

• Memberikan suntikan intra muskuler meliputi uterotonika.

• Memasang infus, mengambil darah untuk pemeriksaan hemoglobin (HB) dan hematokrit (HT).

• Mengidentifikasi dan penatalaksanaan malpresentasi, distosia bahu, gawat janin, tali pusat menumbung dan kematian janin dalam kandungan (IUFD) dengan tepat.

• Penatalaksanaan persalinan abnormal dalam keadaan darurat: letak sungsang (presentasi bokong), partus macet kepala di dasar panggul, ketuban pecah dini tanpa infeksi, post term dan pre term. Serta penatalaksanaan persalinan dengan malpresentasi dalam situasi darurat.

• Melakukan ekstraksi forcep rendah dan vacum jika diperlukan sesuai kewenangan

• Pemeriksaan kelengkapan plasenta dan selaputnya.

• Pengeluaran, plasenta secara manual.

• Pemindahan ibu untuk tindakan tambahan atau kegawat daruratan dengan tepat waktu sesuai indikasi.

• Meningkatkan hubungan atau ikatan tali kasih ibu dan bayi baru lahir.

• Fasilitasi ibu untuk menyusui sesegera mungkin dan mendukung ASI eksklusif.

• Pembuatan resep dan atau pemberian obat‐obatan untuk mengurangi nyeri jika diperlukan sesuai kewenangan.

• Mendokumentasikan temuan‐temuan yang penting dan intervensi yang dilakukan.

Matakuliah Pendukung:

(1) Anatomi, (5) Obstetri Fisiologi, (2) Fisiologi, (6) Ilmu Jiwa,

(3) Biologi Reproduksi, (7) Farmakologi. (4) Konsep Kebidanan,

h. Area Kompetensi Asuhan Kebidanan 6: Masa Nifas dan Menyusui Kompetensi:

Memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui.

Komponen Kompetensi:

(1) Elemen Kognitif

Memahami:

• Fisiologis nifas.

• Adaptasi psikologis ibu sesudah bersalin dan abortus.

• “Bonding‐Atacchment” orang tua dan bayi baru lahir untuk menciptakan

hubungan positif.

• Proses involusi dan penyembuhan sesudah persalinan atau abortus.

• Indikator subinvolusi: misalnya perdarahan yang terus‐menerus, infeksi.

• Proses laktasi atau menyusui dan teknik menyusui yang benar serta penyimpangan yang lazim terjadi termasuk pembengkakan payudara,

• Indikator masalah‐masalah laktasi.

• Gizi ibu nifas, kebutuhan istirahat, aktifitas dan kebutuhan fisiologis lainnya seperti pengosongan kandung kemih.

• Kebutuhan gizi bayi baru lahir.

• Kebutuhan asuhan dan konseling selama dan sesudah pasca persalinan atau pasca abortus.

• Tanda dan gejala yang mengancam kehidupan misalnya perdarahan pervaginam aktif, sisa plasenta, renjatan (syok) dan pre‐eklamsia pasca peralinan (post partum).

• Indikator komplikasi tertentu dalam periode post partum, seperti anemia kronis,hematoma vulva, retensi urine danincontinetia alvi.

(2) Elemen Psikomotor & Elemen Afektif

Mampu melakukan:

• Pengumpulkan data tentang riwayat kesehatan yang terfokus, termasuk keterangan rinci tentang kehamilan, persalinan dan kelahiran.

• Pemeriksaan fisik yang terfokus pada ibu nifas (laktasi, involusi serta proses penyembuhan jalan lahir).

• Diagnosa masa nifas.

• Penalaksanaan pada masa nifas:

• Dukungan pemberian ASI eksklusif.

• Pendidikan kesehatan pada ibu meliputi perawatan diri sendiri, istirahat, gizi, seksualitas dan asuhan bayi baru lahir.

• Melakukan konseling pada ibu tentang KB pasca persalinan.

• Mengidentifikasi hematoma vulva dan melaksanakan rujukan bilamana perlu.

• Identifikasi infeksi pada ibu, mengobati sesuai kewenangan atau merujuk untuk tindakan yang sesuai.

• Penatalaksanaan ibu post partum abnormal: sisa plasenta, renjatan dan infeksi ringan.

• Mencatat dan mendokumentasikan temuan‐temuan dan intervensi yang dilakukan.

Mata kuliah pendukung:

(1) Anatomi, (5) Ilmu Jiwa, (2) Biologi Reproduksi, (6) Farmakologi, (3) Konsep Kebidanan, (7) IKA.

(4) Obstetri Fisiologi,

i. Area Kompetensi Asuhan Kebidanan 7: Bayi Lahir ( Neonatus) Kompetensi:

Memberikan asuhan pada bayi baru lahir sehat sampai dengan usia1 bulan.

Komponen Kompetensi:

(1) Elemen Kognitif

Memahami:

• Adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus.

• Indikator pengkajian bayi baru lahir, misalnya dariApgar score,Dubowitz

Score.

• Kebutuhan dasar bayi baru lahir: kebersihan jalan napas, perawatan tali pusat, kehangatan, nutrisi, “bonding‐attachment”.

• Penampilan dan perilaku bayi baru lahir.

• Tumbuh kembang yang normal pada bayi baru lahir selama 1 bulan.

• Masalah yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti: caput, moulding, mongolian spot, hemangioma.

• Komplikasi yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti: hypoglikemia, hypotermi, dehidrasi, diare, infeksi, dan ikterus.

• Imunisasi pada bayi.

• Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada bayi baru lahir sampai usia 1 bulan.

• Pertumbuhan dan perkembangan bayi premature.

(2) Elemen Psikomotor & Afektif

Mampu melakukan:

• Pembersihan jalan nafas dan memelihara kelancaran pernafasan.

• Penilaian segera bayi baru lahir seperti nilaiAPGAR score,Dubowitz score.

• Pengeringan badan bayi, mengganti dengan kain hangat, merawat tali pusat, meletakkan di atas perut ibu untuk inisiasi menyusu dini selama 1 jam.

• Pemeriksaan fisik yang terfokus pada bayi baru lahir dan screening untuk menemukan adanya tanda kelainan‐kelainan pada bayi baru lahir yang tidak memungkinkan untuk hidup.

• Pemberian immunisasi pada bayi.

• Penddikan pada orang tua tentang tanda‐tanda bahaya dan kapan harus membawa bayi untuk minta pertolongan medik.

• Tindakan pertolongan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir, seperti: kesulitan bernafas atau asphyksia, hypotermia, hypoglycemi.

• Pemindahan secara aman bayi baru lahir ke fasilitas kegawatdaruratan apabila dimungkinkan.

• Pengajaran pada orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi yang normal dan asuhannya.

• Pemberian bantuan terhadap orang tua dan keluarga untuk memperoleh sumber daya yang tersedia di masyarakat.

• Dukungan kepada orang tua selama masa berduka cita sebagai akibat bayi dengan cacat bawaan, keguguran, atau kematian bayi.

• Dukungan kepada orang tua selama bayinya dalam perjalanan rujukan ke fasilitas perawatan kegawatdaruratan.

Dokumen terkait