PESAN MORAL
D. TUGAS DI RUMAH Hitunglah dengan teliti !
1. 80 cm + 70 cm = ... m + ... cm 2. 60 cm + 90 cm = ... m + ... cm 3. 50 cm + 130 cm = ... m + ... cm 4. 170 cm + 130cm = ... m + ... cm 5. 110 cm + 40 cm = ... m + ... cm 6. 120 cm + 130 cm = ... m + ... cm 7. 140cm + 110 cm = ... m + ... cm 8. 150 cm + 100 cm = ... m + ... cm 9. 240 cm + 260 cm = ... m + ... cm 10. 270 cm + 1 80 cm = ... m + ... cm
Terus Cobalah berlatih menjumlahkan bilangan yang melibatkan satuan panjang !
E. CERITA PENUTUP
Kluntung Waluh
Sebuah desa kecil bernama desa Gembung. Di desa itu seorang janda miskin bernama Aminah . Setiap hari Aminah bekerja sebagai penumbuk padi di rumah para tetangga. Ia mempunyai anak laki-laki bernama Kluntung Waluh, yang tidak mempunyai tangan dan kaki. Kluntung artinya menggelinding dan Waluh artinya semacam labu.
Aminah sering mengeluh .
Seandainya anaknya tidak cacat , ia tak perlu bekerja keras seperti ini. Kluntung Waluh mendengar keluhan ibunya, ia menangis sangat sedih. Maka, pagi-pagi sekali, ia pergi ke sawah hendak mencangkul sawahnya.
Ketika berada di tengah sawah, seorang bidadari menemuinya dan memberi uang Kluntung Waluh.
Kluntung Waluh memberikan uang itu kepada ibunya untuk berbelanja
Setiap belanja justru uangnya makin banyak . Yang lebih mengherankan lagi ketika Aminah pulang dari pasar melewati sawahnya, ternyata sawahnya sudah ditanami padi semuanya. Semua dikerjakan Kluntung Waluh dengan bantuan bidadari.
Ibunya sungguh menyesal karena selama ini sering menyesali memiliki anak yang cacat, yang ternyata anaknya benar-benar anak yang berbudi luhur . Aminah berjanji tidak akan mengeluh lagi.
PESAN MORAL
Tema : Pengalaman
Sub Tema : Pengalaman Mengenal Tanaman
Aku bukan anak yang malas membaca. Aku bukan anak yang malas berhitung. Aku bukan anak yang bodoh.
Akan kutunjukkan semuanya itu Aku bisa.
Hari ke- : 3 A. JADWAL HARIAN
No. Kegiatan Mata Pelajaran
1. Pembukaan :
- Membaca percakapan Bahasa Indonesia 2. Inti:
- Mendengarkan cerita yang berjudul Rumah Baru - Menjawab pertanyaan sesuai isi cerita
- Menjawab pertanyaan berdasarkan denah rumah - Mengerjakan soal yang melibatkan satuan pengukuran
panjang Bahasa Indonesia Matematika 3. Penutup : - Mendengarkan cerita B. TEKNIS PELAKSANAAN
Guru mengajak siswa membaca percakapan antara Bima dan ibunya. Guru membacakan cerita yang berjudul Rumah Baru, siswa diminta
mendengarkannya dengan baik.
Guru menugasi siswa menjawab pertanyaan sesuai isi cerita.
Guru mengajak siswa mengamati denah rumah Bima kemudian siswa ditugasi untuk menjawab pertanyaan sesuai denah tersebut.
Guru menugasi siswa untuk menyelesaikan soal latihan pengukuran dengan benar
Guru bercerita dengan judul Rusa yang Cerdik dan menyampaikan pesan moral yang terkandung di dalamnya, siswa diminta untuk mendengarkannya dengan baik.
C. CATATAN SISWA
Agar kita bisa mengetahui panjang, lebar, atau luas sebuah benda atau ruangan,kita dapat mengukurnya dengan satuan ukuran baku yang cocok.
Untuk pelajaran esok, bawalah satu tanaman kecil misalnya tanaman cabai, tomat, atau bayam. Bawalah juga macam-macam daun yang masih segar/ hijau.
E. CERITA PENUTUP
Rusa yang Cerdik
Zaman dahulu hidup sekelompok rusa. Mereka hidup rukun dan tenteram di hutan. Mereka rajin belajar agar pintar. “Mari, sekarang sudah waktunya belajar. Kalian harus belajar sungguh-sungguh. Kelak ilmu itu akan bermanfaat untuk kalian.” Paman rusa menasihati. Rusa-rusa muda belajar dengan semangat. Paman rusa senang dan bangga melihatnya.
Pada suatu hari rusa-rusa muda berkeliling hutan.
“Hai, lihat. Bukankah itu teman kita?” kata rusa yang lain. “Ya, tampaknya ia terperangkap,”ujar yang satunya. “Ayo, cepat lari, kita beri tahu ibunya!” sahut yang seekor lagi. Mereka pun lari sangat kencang. Lalu mereka melapor kepada ibunya. “Bu, anakmu terjerat perangkap,” seru kawanan rusa muda itu. “Apa??? Anakku terperangkap???,” ibunya berkata terkejut, lalu menangis.
Ibu rusa segera melapor kepada paman rusa. “Tenang, tenang. Anakmu telah belajar sungguh-sungguh. Anakmu sudah kuajarkan cara menyelamatkan diri. Dia akan pulang dengan selamat.” kata paman rusa.
Sementara itu rusa muda yang terjerat menghentikan tangisnya. “Mengapa aku harus menangis? Itu hanya melelahkan saja ya, aku ingat ilmu cara menyelamatkan diri,” rusa muda berkata dalam hati.
Lalu dia merebahkan badannya di tanah.
Kaki direntangkan kaku, berpura-pura mati. Beberapa saat kemudian datang sang pemburu. “Nah, kena kau. Rupanya kau sudah mati,” seru pemburu. Sang pemburu segera membuka jeratan kaki rusa.
Seketika itu juga rusa muda melarikan diri. Dia lari sekencang-kencangnya. Rusa muda selamat, akhirnya kembali kepada ibunya.
PESAN MORAL
Memang benar! Menangis tidak dapat menyelesaikan masalah. Daripada
menangis, lebih baik belajar dan membantu orangtua.
Tema : Pengalaman
Sub Tema : Pengalaman Mengenal Tanaman Hari ke- : 4
A. JADWAL HARIAN
No. Kegiatan Mata Pelajaran
1. Pembukaan :
- Menyanyikan lagu berjudul Kebunku dan menjawab pertanyaan berdasarkan isi lagu
2. Inti:
- Membaca cerita cerita berjudul Membuat Taman
- Mengamati gambar tumbuhan dan mendata bagian-bagian dari tumbuhan tersebut
- Menjawab pertanyaan seputar tumbuhan dengan cara diskusi - Menunjukkan bagian-bagian Tumbuhan pada tanaman yang di
bawa anak
- Memasangkan gambar bagian-bagian tumbuhan .
Bahasa Indonesia I P A
3. Penutup :
- Mendengarkan cerita B. TEKNIS PELAKSANAAN
Guru mengajak siswa menyanyikan lagu yang berjudul Kebunku dengan gembira.
Guru menugasi siswa membaca cerita yang berjudul Membuat Taman dengan lafal dan intonasi yang tepat.
Guru menjelaskan arti beberapa kata yang dianggap sulit dari bacaan. Guru mengajak siswa mengamati gambar tumbuhan dan menyebutkan
bagian-bagiannya.
Guru menugasi siswa diskusi kelompok, untuk untuk membahas dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan keempat gambar tumbuhan yang sudah diamati.
Guru menugasi siswa untuk menunjukan bagian-bagian tanaman yang dibawa
Guru mengajak siswa memasangkan gambar tumbuhan dengan tepat. Guru meminta siswa mendengarkan cerita tentang Perbuatan yang
bodoh yang dibacakan oleh guru. C. CATATAN SISWA
Di sekitar kita banyak sekali jenis tanaman.
Ada tanaman yang berbuah dan ada yng tidak berbuah Ada tanaman yang dimanfaatkan daunnya, buahnya, umbinya.
Contoh tanaman yang dimanfaatkan daunnya: bayam,kangkung,daun singkong,dll. Contoh tanaman yang dimanfaatkan buahnya: toman ,jeruk,pepaya, mentimun,dll. Contoh tanaman yang dimanfaatkan umbinya: ubi,kentang,bawang,wortel, dll. D. TUGAS DI RUMAH
Tanyakan kepada orangtuamu nama-nama tanaman yang ada di sekitar rumahmu. Tuliskan ciri-ciri tanaman tersebut pada buku tulismu !
E. CERITA PENUTUP
Perbuatan yang Bodoh
Pada suatu hari seekor kera sedang duduk santai dibawah pohon. Dia menikmati semilir angin dan indahnya alam. Tiba-tiba terdengar suara “Buk!” sebuah durian yang ranum jatuh. Kera itu terkejut. Mengetahui yang jatuh adalah durian, ia segera mengambilnya.
Di tempat lain, seekor musang juga sedang menunggu durian yang jatuh. Dia sudah beberapa hari mencium bau harum durian itu. Musang menunggu di bawah pohon dari kejauhan. Begitu durian yang ditungguinya jatuh, ia segera berlari hendak mengambil durian itu. Tapi sayang, kera telah mendahuluinya. Maka terjadilah perebutan buah durian antara mereka berdua.
“Hai, itu durianku. Aku telah menciumnya sejak kemarin dulu,” kata musang.
“Tidak bisa. Aku telah melihat durian itu sejak kemarin. Aku juga yang tahu terlebih dahulu durian ini jatuh,” kata kera.
Perselisihan terjadi. Tetapi keduanya tidak mau berkelahi. “Sekarang kita mencari keadilan,” kata musang.“Ke mana?”“Kepada siapa saja yang dapat menyelesaikan permasalahan ini secara adil.” Mereka berjalan menyusuri jalan setapak sambil membawa sebuah durian. Di jalan mereka bertemu burung hantu. “Hai burung hantu, aku melihat durian jatuh dan mengambilnya. Bukankah durian ini menjadi milikku?” kata kera.
“Tetapi aku telah mencium bau durian itu sejak lama. Aku juga menunggui dari kejauhan durian itu jatuh, burung hantu!” sahut musang.
“Kamu mencium bau durian itu lebih dulu musang? Dan kamu melihat durian itu jatuh lebih dulu, Kera?”, tanya burung hantu.“Betul, burung hantu,” jawab mereka berdua.
“Aku sekarang juga melihat dan mencium bau durian itu. Karena itu, sebaiknya kita bagi bertiga saja durian itu,” jawab burung hantu.
Kera dan musang tidak puas mendengar jawaban burung hantu. Lalu mereka pergi meninggalkan burung hantu. Di perjalanan mereka bertemu dengan kuda. Mereka meminta pertimbangan atas permasalahan itu. “Maaf, kawan-kawan. Telingaku tuli, mataku ditutup, gigiku sakit. Apa yang bisa saya katakan? Maaf kawan, aku tidak bisa membantu,” jawab kuda.
Kera dan musang pergi meninggalkan kuda. Beruntungkah mereka betemu dengan gajah. Gajah terkenal sebagai hakim nan adil. Kera dan musang segera melaporkan perihalnya.
“Begini saudara-saudaraku. Alat indra itu ciptaan Tuhan dan diberikan kepada kita untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mata, telinga, dan hidung, sama-sama pentingnya. Karena itu, kalian berdua memiliki hak yang sama atas durian itu,” kata gajah menjelaskan.
Kera dan musang lega hatinya. Mereka akan membagi durian itu berdua. Tetapi apa yang tejadi? Kera dan musang terkejut bukan kepalang. Durian itu tinggal kulitnya saja. Mereka kecewa, tetapi siapa yang bersalah? Ya, tentu saja tidak ada yang bersalah. Hanya perbuatan bodoh mereka saja yang membuatnya berebut durian tak ada isinya.
PESAN MORAL Kera dan musang memang bodoh. Durian tidak ada isinya diperebutkan. Sudah capai-capai membawa durian, tetapi tidak ada hasilnya. Itulah akibat dari kebodohan. Aku tidak mau menjadi orang bodoh. Aku mau belajar lebih rajin lagi.
Tema : Pengalaman
Sub Tema : Pengalaman Mengenal Tanaman Hari ke- : 5
A. JADWAL HARIAN
No. Kegiatan Mata Pelajaran
1. Pembukaan :
- Menyanyikan lagu berjudul Taman Bunga S B K 2. Inti:
- Mendaftar jenis tanaman yang banyak ditemukan di lingkungan rumah
- Menyebutkan bagian-bagian tumbuhan tersebut di atas. - Mendaftar jenis tanaman yang ditemukan di sekitar sekolah - Melengkapi gambar tanaman dengan bagian-bagiannya yang
tepat
- Menceritakan gambar tanaman sesuai dengan ciri-ciri fisiknya
I P A
Bahasa Indonesia
3. Penutup :
- Mendengarkan cerita B. TEKNIS PELAKSANAAN
Guru mengajak siswa menyanykan lagu yang berjudul Taman Bunga Guru menanyakan kepada siswa nama-nama tanaman yang
diketahuinya.
Guru menugasi siswa untuk menuliskan nama-nama tanaman yang ada di sekitar rumahnya pada tempat yang sudah disediakan.
Guru mengajak siswa keluar kelas untuk mengamati tanaman yang ada di sekitar sekolah kemudian memberi tugas menuliskan nama-nama yang sengaja ditanam oleh manusia.
Guru menugasi siswa melengkapi gambar tanaman dengan bagian lainnya yang sesuai.
Guru mengajak siswa mengamati gambar tanaman lalu menugasi siswa untuk menceritakan gambar-gambar tersebut secara rinci.
Guru bercerita dengan judul Kera dan Burung Manyar dan menyampaikan pesan moral yang terkandung di dalamnya, siswa diminta untuk mendengarkannya dengan baik.
C. CATATAN SISWA
Setiap jenis tanaman memiliki ciri yang berbeda.
Perbedaan tersebut bisa kita amati dari warnanya, bentuk daunnya, baunya, rasa buahnya, batangnya, dan kegunaannya.
D. TUGAS DI RUMAH
Ceritakanlah tanaman di bawah ini secara rinci ! 1. pohon pepaya 2. tanaman tomat 3. tanaman kaktus 4. tanaman jagung 5. tanaman singkong E. CERITA PENUTUP
Kera dan Burung Manyar
Seekor kera dan burung manyar tinggal di atas pohon yang sama. Manyar sangat rajin bekerja. Kera lebih suka bermalas-malasan.
Sebelum matahari terbit manyar terbang dan sore hari ia baru pulang.
Suatu hari manyar berkata kepada kera. “Sebentar lagi musim hujan tiba. Sebaikknya kamu membuat kandang!”
Kera menjawab, “Urus saja dirimu sendiri. Jangan mengurusi aku.”
“Tapi kamu harus ingat. Di mana kamu berteduh nanti, bila hujan turun?” Tanya manyar. Kera tidak menyahut. Matanya melotot menahan marah.
Selembar demi selembar rumput kering dibawa pulang. Manyar menjalin rumput itu pada sebatang ranting. Beberapa hari lamanya manyar terus bekerja. Hasilnya tidak sia-sia. Sarang yang dibuatnya selesai.
Suatu hari langit tampak gelap. Matahari tertutup awan yang tebal dan hitam. “Tidak lama lagi hujan pasti turun,“ pikir manyar. Ia pun terbang dengan cepat menuju sarangnya.
Manyar teringat si kera. “Ia pasti kehujanan. Kasihan!” ujar manyar dalam hati. Manyar memberi nasihat lagi. Katanya, “Besok cepat-cepatlah membuat kandang. Musim hujan akan berlangsung lama. Jangan biarkan dirimu kehujanan, apalagi malam hari.”
Kera diam saja. Matanya melotot menahan marah.
Ia berpikir, “Manyar itu tidak tahu diri. Berani memberi nasihat pada yang lebih kuat dan lebih pintar. Sebaiknya ia kuberi pelajaran. Ku hajar saja manyar cerewet itu!”
Manyar pergi meninggalkan pohon itu. Hatinya amat sedih.
Manyar menemui temannya. Ia menceritakan semua perilaku kera. “Padahal, aku memberi nasihat, karena kami berteman. Dan tinggal di pohon yang sama. Aku memberi nasihat dengan sungguh-sungguh!” ,katanya.
PESAN MORAL
Saya tidak boleh tersinggung kalau diingatkan oleh teman.
Saya seharusnya berterimakasih.
Dalam hidup ini memang harus tolong-menolong. Yang bisa menolong tidak boleh sombong.