BAB II RINCIAN RENCANA KERJA
8. Tugas Mandiri Terstruktur dan Tidak Terstruktur
10. Program Pengayaan 11. Agenda Mengajar Guru 12. Jurnal Mengajar
2.2 Rincian Kerja Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X Tahun Pelajaran 2014/2015
1. Kelender Pendidikan
Kalender pendidikan yang digunakan di SMA Negeri 1 Bontang merupakan kalender pendidikan yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Timur dan kemudian ditambah dengan kegiatan lain sesuai dengan kebutuhan sekolah, namun tidak mengurangi minggu efektif. Kelender pendidikan tersebut kemudian digunakan sebagai pedoman untuk menyusun kalender pembelajaran yang disesuaikan dengan kebijakan di SMA Negeri 1 Bontang. Kalender pendidikan tersebut memuat minggu efektif yang digunakan untuk pembelajaran dan kegiatan evaluasi sekolah seperti UTS (Ulangan Tengah Semester), US (Ulangan Semester) dan UAS (Ulangan Akhir Semester) termasuk kegiatan UN (Ujian Nasional). Dari Kalender tersebut kita dapat melihat dan merencanakan kegiatan pembelajaran secara efektif.
Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X Tahun Pembelajaran 2014/2015. Disusun oleh Ni Made Adnyani. SMA Negeri 1 Bontang. Web: http//adnyaninatha.com, email : [email protected]
2. Jadwal Pelajaran
JADWAL PELAJARAN AGAMA HINDU SEMESTER 1 TAHUN 2014/2015
HARI 1 07.000 - 0745 2 07.45 – 08.30 3 08.30 – 09.15 4 09.15 – 10.00 ISTIRAHAT 10.00 – 10.30 5 10.30 – 11.15 6 11.15 – 12.00 ISTIRAHAT 12.00 – 12.30 7 12.30 – 13.15 8 13.15 – 14.00SENIN X MIA 5 XI MIA 4 XI MIA 4
SELASA XI MIA 3 XI MIA 3
RABU X MIA 5 X MIA 5
KAMIS XII IPA 1
VIDATRA XII IPS 1 VIDATRA XII IPS 1 VIDATRA XI IPA 1 VIDATRA
JUMAT XII IPA2 XII IPA2
Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X Tahun Pembelajaran 2014/2015. Disusun oleh Ni Made Adnyani. SMA Negeri 1 Bontang. Web: http//adnyaninatha.com, email : [email protected]
JADWAL PELAJARAN AGAMA HINDU SEMESTER 2 TAHUN 2014/2015
HARI 1 07.000 - 0745 2 07.45 – 08.30 3 08.30 – 09.15 4 09.15 – 10.00 ISTIRAHAT 10.00 – 10.30 5 10.30 – 11.15 6 11.15 – 12.00 ISTIRAHAT 12.00 – 12.30 7 12.30 – 13.15 8 13.15 – 14.00
SENIN XII IPA 2 XII IPA 2
SELASA XI MIA 4 X MIA 5 X MIA 5
RABU
XI MIA 5
XI MIA 3 XI MIA 3
KAMIS XII IPA 1
VIDATRA XII IPS 1 VIDATRA XII IPS 1 VIDATRA XI IPA 1 VIDATRA JUMAT SABTU
3. Program Tahunan
Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (KI dan KD) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa. Penentuan alokasi waktu ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku serta keluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa.
Program Tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, berisi tentang garis-garis besar yang hendak dicapai dalam satu tahun dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Program ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran dimulai , karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, yakni program semester, mingguan dan harian serta keterlaksanaan materi dalap silabus dan pelaksanaan penilaian. Komponen - komponen program tahunan meliputi identifikasi (satuan pendidikan, mata pelajaran, tahun pelajaran), standart kompetensi (Kompetensi Inti) , kompetensi dasar , alokasi waktu dan keterangan
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan program tahunan adalah :
1. Melihat berapa jam alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran dalam seminggu sesuai struktur kurikulum yang telah ditetapkan pemerintah, analisis berapa minggu efektif dalam satu semester, seperti yang telah ditetapkan dalam alokasi waktu efektif dalam kalender pendidikan.
2. Melalaui analisis tersebut kita dapat menentukan berapa minggu waktu yang tersedia untuk pelaksanan proses pembelajaran .
Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X Tahun Pembelajaran 2014/2015. Disusun oleh Ni Made Adnyani. SMA Negeri 1 Bontang. Web: http//adnyaninatha.com, email : [email protected]
PFM. 7.5-01/L4
PROGRAM TAHUNAN
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN AGAMA HINDU
Kelas / Program : X
Tahun Pelajaran : 2014 / 2015
A. PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU TIAP SEMESTER B. DISTRIBUSI ALOKASI WAKTU TIAP MATERI POKOK
No Nama Bulan Seluruhnya BANYAK PEKAN SEMESTER 1 Tidak Efektif Efektif (Jam Pel.) Jumlah Urut No. Materi Pokok Alokasi Waktu ( Jam Pel.)
1 Juli 5 3 2 6 1 YAJNA DALAM RAMAYANA 21
2 Agustus 4 0 4 12 2 UPAVEDA 15 3 September 4 0 4 12 3 PADEWASAN 18 4 Oktober 5 2 3 9 4 5 November 4 0 4 12 6 Desember 5 4 1 3 J u m l a h 27 9 18 54 J u m l a h 54
No Nama Bulan Seluruhnya BANYAK PEKAN SEMESTER 2 Tidak Efektif Efektif (Jam Pel.) Jumlah Urut No. Materi Pokok Alokasi Waktu ( Jam Pel.)
1 Januari 5 1 4 12 1 DARSANA 21
2 Februari 4 0 4 12 2 CATUR ASHRAMA 18
3 Maret 4 2 2 6 3 CATUR VARNA 15
4 April 5 1 4 12 4 5 Mei 4 0 4 12 6 Juni 4 4 0 0 J u m l a h 26 8 18 54 J u m l a h 54
4. Program Semester
Semester adalah satuan waktu yang digunakan untuk penyelenggaraan program pendidikan yang lamanya 6 bulan. Kegiatan yang dilaksanakan satu semester itu, terdiri dari kegiatan tatap muka, pratik, Ulangan Harian, Tugas terstruktur, tugas mandiri tidak terstruktur, Mid Semester, Ujian Semester dan berbagai kegiatan lainya yang diberi penilaian keberhasilan.
Program semester adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan. Isi dari program semester adalah tentang waktu tatap muka dan minggu efektif, pokok bahasan yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan, dan keterangan-keterangan.
Berikut adalah program semester yang dirancang untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu kelas X berdasarkan KI dan KD dalam kurikulum 2013.
Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X Tahun Pembelajaran 2014/2015. Disusun oleh Ni Made Adnyani. SMA Negeri 1 Bontang. Web: http//adnyaninatha.com, email : [email protected]
FPM.7.5-01/L5
PROGRAM SEMESTER
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA HINDU
KELAS / PROGRAM : X / MIA/IIS
SEMESTER : I
TAHUN PELAJARAN : 2014/2015
No
KOMPETENSI INTI / MATERI POKOK / KOMPETENSI DASAR / INDIKATOR
Alokasi Bulan / Mingguke
Ket.
Urut SK/
KD
Waktu Juli Agustus September Oktober Nopember Desember
( jampel.)
1 2
3 4
5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5
1 1 Nilai - nilaiYajnaDalam Ramayana 21 3 3
3 3 3 3 3
2 1.1 MemahamiHakekatdanNilai - nilaiYajna yang terkandungdalamkitab Ramayana 9 3 3 3 3 1.2 MempraktekkanPelaksanaanYajnamenurutKitab Ramayana dalamkehidupan 9 3 3 3 4 1.3 Ulanganharian 3 3 5 2 AjaranUpaveda 15 3 3 3 3 3 6 2.1 MenyebutkanajaranUpavedasebagaituntunanhidup 6 3 3 7 2.2 MenalarUpavedasebagaituntunanHidup 6 3 3 8 2.3 Ulanganharian 3 3 9 3 HakekatPadewasan 18 3 3 3 3 3 3 10 3.1 MenjelaskanhakekatPadewasan (Wariga) dalamkehidupanumat Hindu 6 3 3 11 3.2 MempraktekkancaramenentukanPadewasan (Wariga) dalamkehidupanumat Hindu 9 3 3 3 12 3.3 Ulanganharian 3 3
FPM.7.5-01/L5
PROGRAM SEMESTER
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA HINDU
KELAS / PROGRAM : X / MIA/IIS
SEMESTER : 2
TAHUN PELAJARAN : 2014/2015
No
KOMPETENSI INTI / MATERI POKOK / KOMPETENSI DASAR / INDIKATOR
Alokasi Bulan / Minggu ke
Ket.
Urut SK/ KD
Waktu JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI
( jam
pel.) 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4
1 4 Ajaran Darsana 21 3 3 3 3 3 3 3
2 4,1 Menjelaskan ajaran Darsana dalam agama Hindu 9 3 3 3
3 4,2 Menalar Ajaran Dharsana sebagai bagian dalam filsafat Hindu 9 3 3 3
4 4,3 Ulangan Harian 3 3
7 5 Catur Ashrama 18 3 3 3 3 3 3
8 5,1 Menjelaskan Ajaran Catur Ashrama 9 3 3 3
9 5,2 Mempraktekkan manfaat Menjalani ajaran Catur Ashrama dalam Kehidupan 6 3 3
10 5,3 Ulangan Harian 3 3
11 6 Catur Varna 15 3 3 3 3 3
12 6,1 Menjelaskan perilaku gotong royong dan kerjasama serta berinteraksi secara efektif dengan menjalankan ajaran catur varna sesuai sastra Hindu 6 3 3
13 6,2 Menyaji masing masing fungsi catur Varna dalam masyarakat 6 3 3
Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X Tahun Pembelajaran 2014/2015. Disusun oleh Ni Made Adnyani. SMA Negeri 1 Bontang. Web: http//adnyaninatha.com, email : [email protected]
5. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)
KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) adalah kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mampu mencapai standart kompetensi dan berhak melanjutkan ke kompetensi berikutnya sebagai target pencapaian penguasaan materi sesuai dengan KI dan KD-nya. KKM ditetapkan diawal tahun ajaran oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.
Fungsi KKM
1. Sebagai acuan bagi seorang guru untuk menilai kompetensi peserta didik sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD)
2. Sebagai acuan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti pembelajaran
3. Sebagai target pencapaian penguasaan materi sesuai dengan SK/KD – nya 4. Sebagai salah satu instrument dalam melakukan evaluasi pembelajaran 5. Sebagai “kontrak” pedagogik antara pendidik, peserta didik dan masyarakat
(khususnya orang tua dan wali murid)
Tahapan Penetapan KKM
Seperti pada uraian diatas bahwa penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. Adapun langkah dan tahapan penetapan KKM antara lain:
1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik. Kompleksitas mengacu pada tingkat kesulitan Kompetensi Dasar yang bersangkutan. Daya dukung meliputi kelengkapan mengajar seperti buku, ruang belajar, laboratorium (jika diperlukan) dan lain-lain. Sedangkan Intake merupakan standar kemampuan rata-rata peserta didik berdasarkan data awal, misalnya untuk kelas X, intakenya adalah NEM SMP, kelas XI intakenya adalah nilai kelas X dan kelas XII intakenya adalah nilai kelas XI.
2. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian 3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan,
4. KKM dicantumkan dalam laporan hasi belajar atau raport pada saat hasil penilaian dan dilaporkan kepada orang tua / wali peserta didik
PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER KD. DAN INDIKATOR
FPM.7.5-01/L3 Mata Pelajaran : PENDIDIKAN AGAMA HINDU
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2014/2015
Nomor
SK Kompetensi Dasar/Indikator
Kriteria Pencapaian Ketuntasan Belajar Peserta Didik
(KD/Indikator) Kriteria Ketuntasan Minimal Kom plek sitas Daya Dukung Intake Rata -rata Indik ator Pengeta huan Praktik 3.1
Memahami hakekat dan nilai-nilai Yajňa yang terkandung dalam kitab Ramayana
80 77 83 80 80,00
4.1
Mempraktikkan pelaksanaan Yajňa menurut kitab Ramayana dalam kehidupan
80 77 83 80,00 80,00
3.2 Menyebutkan ajaran Upaveda sebagai
tuntunan hidup 80 77 83 80,00 80,00
4.2 Menalar Upaveda sebagai tuntunan
hidup 80 77 83 80,00 80,00
3.3
Menjelaskan hakekat Padewasan (wariga) dalam kehidupan umat Hindu.
80 77 83 80,00 80,00
4.3
Mempraktekkan cara menentukan padewasan (wariga) dalam kehidupan umat Hindu
80 77 83 80,00 80,00
KKM MATA PELAJARAN 80 80
Keterangan:
1. Nilai KKM Kompetensi Dasar Merupakan
Angka Bulat Bontang, Juli 2014
2. Skala Penilaian: Guru Mata Pelajaran,
Aspek Yang Dianalisis Kriteria dan Skala Penilaian Tinggi Sedang Rendah
Kompleksitas < 75 75 - 85 86 - 100
Daya Dukung 86 - 100 75 - 85 < 75 NI MADE ADNYANI, S.Ag
Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X Tahun Pembelajaran 2014/2015. Disusun oleh Ni Made Adnyani. SMA Negeri 1 Bontang. Web: http//adnyaninatha.com, email : [email protected]
PENENTUAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER KD. DAN INDIKATOR
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN AGAMA HINDU FPM.7.5-01/L3
Kelas/Semester : X/2 Tahun Pelajaran : 2014/2015
Nomor
SK Kompetensi Dasar/Indikator
Kriteria Pencapaian Ketuntasan Belajar Peserta Didik
(KD/Indikator) Kriteria Ketuntasan Minimal Kom pleksi tas Daya Dukun g Intak e Rata-rata Indik ator Pengeta huan Praktik 3.4
Menjelaskan ajaran Dharsana dalam
agama Hindu 80 77 83 80 80,00
4.4 Menalar ajaran Dharsana sabagai
bagian dalam filsafat Hindu 80 77 83 80,00 80,00
3.5 Menjelaskan ajaran Catur Asrama 80 77 83 80,00 80,00
4.5 Mempraktekkan manfaat menjalani
ajaran Catur Asrama dalamkehidupan 80 77 83 80,00 80,00
3.6
Menjelaskan perilaku gotong royong dan kerjasama, serta berinteraksi secara efektif dengan menjalankan ajaran Catur Warna sesuai sastra Hindu
80 77 83 80,00 80,00
4.6 Menyaji masing-masing fungsi Catur
Warna dalam masyarakat 80 77 83 80,00 80,00
KKM MATA PELAJARAN 80 80
Keterangan:
1. Nilai KKM Kompetensi Dasar Merupakan Angka
Bulat Bontang, Juli 2014
2. Skala Penilaian: Guru Mata Pelajaran,
Aspek Yang Dianalisis Kriteria dan Skala Penilaian Tinggi Sedang Rendah
Kompleksitas < 75 75 - 85 86 - 100
Daya Dukung 86 - 100 75 - 85 < 75 NI MADE ADNYANI, S.Ag
6. Silabus
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Berdasarkan Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Silabus memuat:
a. Identitas mata pelajaran
b. Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas;
c. Kompetensi inti, Merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan yang harus di pelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
d. Kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran;
e. Materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indicator pencapaian kompetensi;
f. Pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
g. Penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik;
h. Alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan
i. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.
Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. Silabus digunakan sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X Tahun Pembelajaran 2014/2015. Disusun oleh Ni Made Adnyani. SMA Negeri 1 Bontang. Web: http//adnyaninatha.com, email : [email protected] 1.A SILABUS MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI
Satuan Pendidikan : SMA
Kelas : X
Kompetensi Inti :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi
Waktu Sumber Belajar 1.1 Membiasakan
mengucapkan salam agama Hindu.
1.2 Membiasakan
mengucapkan dainika upasana (doa sehari-hari).
2.1 Toleran terhadap sesama, keluarga, dan lingkungan dengan cara menyayangi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi
Waktu Sumber Belajar ciptaan Sang Hyang
Widhi (Ahimsa). 2.2 Berperilaku jujur
(Satya), menghargai dan menghormati (Tat Tvam Asi) makhluk ciptaan Sang Hyang Widhi. 3.1 Memahami hakekat dan
nilai-nilai Yajňa yang terkandung dalam kitab Ramayana 4.1 Mempraktikkan pelaksanaan Yajňa menurut kitab Ramayana dalam kehidupan Nilai-nilai Yajňa dalam Ramayana Mengamati:
Peserta didik mengamati pelaksanaan Yajňa dan nilai-nilai yang terkandung dalam kitab Ramayana
Peserta didik membaca sumber-sumber atau sloka yang mewajibkan melaksanakan Yajňa
Menanya:
Peserta didik menanyakan jenis-jenis Yajňa yang terdapat dalam kitab Ramayana
Pendidik menunjukkan sarana yang dapat dipakai sebagai Yajňa
Mengeksperimen/mengeksplorasikan:
Peserta didik menuliskan macam-macam Yajňa yang terdapat dalam kitab Ramayana
Tugas:
Membuat ringkasan materi Yajňa yang terkandung dalam kitab Ramayana Observasi: Mengumpulkan hasil mengamati pelaksanaan Yajňa yang terkandung dalam kitab
Ramayana dan dalam masyarakat Portofolio: Membuat laporan pelaksanaan Yajňa yang terkandung 18 JP Buku teks Pelajajaran Agama Hindu Kitab Sarasamuscaya Kitab Bhagavadgita Kitab Ramayana
Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X Tahun Pembelajaran 2014/2015. Disusun oleh Ni Made Adnyani. SMA Negeri 1 Bontang. Web: http//adnyaninatha.com, email : [email protected]
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi
Waktu Sumber Belajar
Pendidik mencontohkan Yajňa yang tepat sesuai cerita Ramayana
Mengasosiasi:
Peserta didik menyimpulkan pelaksanaan Yajňa dalam kitab Ramayana
Menganalisis berbagai macam hal yang dihadapi dalam pelaksanaan Yajňa dalam cerita Ramayana
Mengomunikasikan:
Peserta didik menyampaikan dalam bentuk tulisan pelaksanaan Yajňa dalam kitab Ramayana
Menunjukkan gambar/foto terkait kegiatan pelaksanaan Yajňa, menonton dalam cerita Ramayana
dalam kitab Ramayana di masyarakat
Tes:
Tertulis, lisan nilai-nilai Yajňa
3.2 Menyebutkan ajaran Upaveda sebagai tuntunan hidup
4.2 Menalar Upaveda
sebagai tuntunan hidup
Ajaran Upaveda Mengamati:
Peserta didik mendengarkan dengan seksama penjelasan Upaveda
Peserta didik mengamati penerapan Upaveda dalam kehidupan
Tugas:
Membuat ringkasan dan peta konsep Upaveda Observasi: 18 JP Kitab Veda Buku teks Pelajajaran Agama Hindu Kitab Dharmasastra
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi
Waktu Sumber Belajar Menanya:
Peserta didik menanyakan bagian-bagian Upaveda
Pendidik menunjukkan pentingnya penerapan Upaveda dalam kehidupan
Mengeksperimen/mengeksplorasikan:
Peserta didik membuat struktur dalam bentuk peta konsep bagian-bagian Upaveda
Pendidik mencontohkan sari-sari Itihasa yang berkaitan dengan kehidupan
Mengasosiasi:
Peserta didik membuat sipnosis cerita Ramayana dan Mahabharata, bagian dari Upaveda
Peserta didik mengenal tokoh-tokoh yang Dharma dan Adharma dalam Itihasa
Mengomunikasikan:
Peserta didik menyampaikan dalam bentuk tulisan bermain peran seperti tokoh-tokoh yang terdapat dalam
Menuliskan hasil mengamati pelaksanaan Upaveda dalam masyarakat Hindu setempat Portofolio: Membuat laporan pelaksanaan dan penerapan Upaveda dalam masyarakat Tes:
Tertulis, lisan materi Upaveda
Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X Tahun Pembelajaran 2014/2015. Disusun oleh Ni Made Adnyani. SMA Negeri 1 Bontang. Web: http//adnyaninatha.com, email : [email protected]
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi
Waktu Sumber Belajar Ramayana dan Mahabharata
Membuat dalam bentuk gambar-gambar, peta Konsep, diagram bagian-bagian dari Upaveda 3.3 Menjelaskan hakekat
Padewasan (wariga) dalam kehidupan umat Hindu.
4.3 Mempraktekkan cara menentukan padewasan (wariga) dalam
kehidupan umat Hindu
Hakekat Padewasan
Mengamati:
Peserta didik menyimak penjelasan hakekat Padewasan dalam kehidupan masyarakat
Peserta didik mengamati kalender Hindu dalam rangka pemahaman Padewasan (Wariga)
Menanya:
Peserta didik menanyakan cara-cara menentukan Pedewasan agar segala sesuatu yang dikerjakan berhasil dengan baik
Peserta didik menanya dampak baik dan negative terhadap penerapan Padewasan (Wariga)
Mengeksperimen/mengeksplorasikan:
Peserta didik mengumpulkan data macam-macam pedewasan, baik untuk Upacara keagamaan maupun dalam kegiatan kemasyarakatan
Tugas:
Membuat ringkasan Padewasan (wariga)
Menuliskan
Pawukon dan Sasih secara berurutan Observasi: Menuliskan hasil mengamati pelaksanaan Padewasan (wariga) dalam masyarakat Hindu sesuai dengan daerah setempat Portofolio: Membuat laporan pelaksanaan Padewasan (wariga) dalam masyarakat Hindu sesuai dengan
18 JP Buku teks Pelajajaran Agama Hindu Buku Wariga Kalender Hindu
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi
Waktu Sumber Belajar
Mengumpulkan data-data untuk mendukung penerapan Padewasan (Wariga)
Mengasosiasi:
Peserta didik menentukan manfaat Padewasan dan akibat baik dan buruk dalam pelaksanaannya
Menganalisis berbagai macam hal yang dihadapi dalam penerapan Padewasan (Wariga)
Mengomunikasikan:
Peserta didik menyampaikan hasil belajar dalam bentuk tulisan dampak positf dan negatif dalam pelaksanaan Padewasan
Membuat dalam bentuk gambar-gambar/foto kegiatan yang dilakukan sesuai dengan penerapan Padewasan
daerah setempat
Tes:
Tertulis, lisan materi Wariga/padewasan
3.4 Menjelaskan ajaran Dharsana dalam agama Hindu
4.4 Menalar ajaran Dharsana sabagai
Ajaran Dharsana Mengamati:
Peserta didik menyimak dengan seksama penjelasan Dharsana
Peserta didik mendengarkan pendidik menjelaskan bagian-bagian Tugas: Peserta didik membuat ringkasan Dharsana 18 JP Buku teks Pelajajaran Agama Hindu Kitab Dharmasastra
Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X Tahun Pembelajaran 2014/2015. Disusun oleh Ni Made Adnyani. SMA Negeri 1 Bontang. Web: http//adnyaninatha.com, email : [email protected]
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi
Waktu Sumber Belajar bagian dalam filsafat
Hindu
Dharsana
Menanya:
Peserta didik menanyakan bagian-bagian Dharsana
Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menyebutkan tokoh-tokoh utama dari Dharsana
Mengeksperimen/mengeksplorasikan:
Peserta didik mengumpulkan data tokoh-tokoh utama yang berperan dalam Dharsana
Mengumpulkan sumber-sumber sastra untuk mendukung Dharsana
Mengasosiasi:
Peserta didik mendiskusikan persamaan dan perbedaan
pandangan dalam ajaran Dharsana
Menganalisis berbagai macam hal yang dihadapi dalam ajaran
Dharsana Mengomunikasikan: Observasi: Membuat hasil pengamatan Dharsana dalam masyarakat Portofolio: Membuat laporan pandangan Dharsana dan tanggapannya terhadap Veda sebagai ajaran Hindu
Tes:
Tertulis, lisan filsafat Dharsana
Buku Dharsana
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi
Waktu Sumber Belajar
Peserta didik menyampaikan dalam bentuk tulisan hakekat ajaran
Dharsana berkaitan dengan Sraddha dalam agama Hindu
Membuat dalam bentuk bagan yang memuat hal-hal yang ditonjolkan dari masing-masing Sad Dharsana
3.5 Menjelaskan ajaran Catur Asrama
4.5 Mempraktekkan manfaat menjalani ajaran Catur Asrama
dalam kehidupan
Catur Asrama Mengamati:
Peserta didik menyimak dengan seksama penjelasan ajaran Catur Asrama
Peserta didik membaca manfaat menjalani tahapan hidup dalam Catur Asrama
Menanya:
Peserta didik menanyakan bagian-bagian Catur Asrama
Pendidik memberikan kesempatan bertanya kepada peserta didik kewajiban yang harus dilakukan terhadap orang yang melaksanakan tahapan hidup sesuai dengan ajaran Catur Asrama Mengeksperimen/ Tugas: Peserta didik membuat ringkasan Catur Asrama Peserta didik
menuliskan hak dan kewajiban sesuai denga masa Brahmacarya Observasi: Membuat hasil mengamati pemahaman dan pelaksanaan Catur Asrama dalam masyarakat Hindu sesuai dengan budaya Hindu 18 JP Buku teks Pelajajaran Agama Hindu Kitab Manawa Dharmasastra Kitab Sarasamuscaya Kitab Bhagavadgita
Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Kelas X Tahun Pembelajaran 2014/2015. Disusun oleh Ni Made Adnyani. SMA Negeri 1 Bontang. Web: http//adnyaninatha.com, email : [email protected]
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi
Waktu Sumber Belajar mengeksplorasikan:
Peserta didik mengungkapkan contoh kewajiban masing-masing bagian Catur Asrama
Mengumpulkan data-data
dimasyarakat terkait pelaksanaan Catur Asrama
Mengasosiasi:
Mendiskusikan kewajiban dan tanggungjawab dalam bagian-bagian Catur Asrama jika
dihubungkan dengan budaya, adat istiadat, dalam kehidupan global
Menganalisis berbagai macam hal yang dihadapi dalam penerapan Catur Asrama dalam masyarakat
Mengomunikasikan:
Peserta didik menyampaikan dalam bentuk tulisan manfaat dan
tanggungjawab masing-masing bagian Catur Asrama
Menunjukkan gambar /foto kegiatan masing-masing tahapan hidup dalam Catur Asrama daerah setempat Portofolio: Membuat laporan pelaksanaan Catur Asrama berkaitan dengan hak dan kewajiban sebagai umat Hindu dalam masyarakat setempat
Tes:
Tertulis, lisan Catur Asrama
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi
Waktu Sumber Belajar 3.6 Menjelaskan perilaku
gotong royong dan kerjasama, serta berinteraksi secara efektif dengan menjalankan ajaran Catur Warna sesuai sastra Hindu
4.6 Menyaji masing-masing fungsi Catur Warna dalam masyarakat