BAB II TAHAPAN BELAJAR
TUGAS TEORI DAN UNJUK KERJA
3. Penguat Tegangan (Volt Amplifier)
3.2. Tugas Unjuk Kerja
3.2.1 Tugas 1 : Merakit Penguat Mula dan Tone Control (Kriteria Unjuk Kerja : 2.3)
Petunjuk langkah-langkah kerja
a. Rencanakan sebuah rangkaian tone control yang mempunyai kendali (control) volume, bass, treeble, dan balans. Tegangan catu +12 volt.
b. Gambarkan Skema diagram rangkaian penguat mula dan tone control lengkap dengan nomor komponen , type dan jenis komponen pada halaman 20 buku kerja ini.
c. Identifikasi kebutuhan komponen yang dipasang pada PCB Contoh tabel
No. No. Komponen
NAMA KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH KETERA
NGAN
1 R1
2
d. Identifikasi kebutuhan asesoris yang akan dipasang pada chasis dasar, panel depan maupun panel belakang secara lengkap
Contoh tabel
1 2
e. Insert komponen pada PCB sesuai dengan ketentuan.
f. Solder komponen mulai dengan komponen yang paling rendah.
g. Uji dengan Ohm meter terminal-terminal tegangan catu untuk mencegah hubung singkat yang akan merusak catu daya.
Lembar untuk gambar skema penguat mula dan tone control
3.2.2 Tugas 2 : Pengujian dengan sinyal injector atau sinyal generator pada rangkaian Penguat Mula dan Tone Control
(Kriteria Unjuk Kerja : 3.1) Petunjuk langkah-langkah kerja
1. Siapkan tegangan catu (power supply ) yang outputnya mensuply tegangan 12 volt atau sesusi dengan kit rangkaian , serta arusnya minimal 200 mA.
2. Siapkan Sinyal Injector atau Sinyal Audio Generator yang mengeluarkan gelombang sinus atau segi empat 1 KHz, level tegangan 0,2 mVolt. Level
tegangan rendah dapat dicapai dengan menggunakan fasilitas attenuator apabila tersedia.
3. Pasang pada output rangkaian Penguat Mula dan Tone Control earphone atau buzer
4. Umpankan sinyal kepada titik-titik input rangkaian penguat, lihat skema rangkaian , bila transistor pada basisnya
5. Buatlah tabel pengukuran seperti contoh dibawah ini.
No Titik pengumpanan (test point) tegangan keterangan 1
2 Dst.
Keterangan : kolom tegangan adalah hasil pengukuran pada terminal output
rangkaian , dengan menggunakan voltmeter pada probe " output " atau gunakan voltmeter AC yang ujungnya diseri kapasitor sebesar 100nF
3.2.3 Tugas 3 : Pengukuran respon frequensi rangkaian penguat mula dan Tone Control
(Kriteria Unjuk Kerja : 3.2) Petunjuk langkah-langkah kerja
1. Siapkan tegangan catu (power supply ) yang outputnya mensuply tegangan 12 volt atau sesusi dengan kit rangkaian , serta arusnya minimal 200 mA.
2. Siapkan Sinyal Audio Generator yang mengeluarkan gelombang sinus dan segi empat 1 KHz, level tegangan 0,2 mVolt. Pilihan frekuensi mulai dari 50 Hz sampai dengan 20 KHz
3. Pasang pada output rangkaian Penguat Mula dan Tone Control Oscilloscope 4. Umpankan sinyal kepada input rangkaian penguat, Buatlah tabel pengukuran
seperti contoh dibawah ini.
5. Mulailah dengan frekuensi 50 Hz selanjutnya kalikan frekuensi awal dengna faktor pengali 2 log (frek. Sebelumnya)
No Frekuensi tegangan keterangan
1 50 Hz 2
Dst.
3.2.4 Tugas 4 : Pengukuran rangkaian penguat dan peredam pada rangkain Tone Control
6. Siapkan tegangan catu (power supply ) yang outputnya mensuply tegangan 12 volt atau sesusi dengan kit rangkaian , serta arusnya minimal 200 mA.
7. Siapkan Sinyal Audio Generator yang mengeluarkan gelombang sinus dan segi empat 1 KHz, level tegangan 0,2 mVolt. Pilihan frekuensi mulai dari 50 Hz sampai dengan 20 KHz
8. Pasang pada output rangkaian Penguat Mula dan Tone Control Oscilloscope 9. Umpankan sinyal kepada input rangkaian penguat, Buatlah tabel pengukuran
seperti contoh dibawah ini.
10. Mulailah dengan frekuensi 50 Hz selanjutnya kalikan frekuensi awal dengna faktor pengali 2 log (frek. Sebelumnya)
No Frekuensi tegangan keterangan
1 50 Hz 2
Dst.
3.2.5 Tugas 5 : Merakit Penguat Daya (Power Amplifier) (Kriteria Unjuk Kerja : 4.3)
Petunjuk langkah-langkah kerja
Rencanakan sebuah rangkaian Penguat Daya (Power Amplifier)
1. Gambarkan Skema diagram rangkaian Penguat Daya lengkap dengan nomor komponen , type dan jenis komponen pada halaman 25 buku kerja ini.
2. Identifikasi kebutuhan komponen yang dipasang pada PCB
Contoh tabel No. No.
Komponen
NAMA KOMPONEN SPESIFIKASI JUMLAH KETERA
1 R1 2
3. Identifikasi kebutuhan asesoris yang akan dipasang pada chasis dasar, panel depan maupun panel belakang yang berkaitan dengan rangkaian penguat daya. Contoh tabel
No. NAMA BARANG SPESIFIKASI JUMLAH KETERANGAN
1 2
4. Insert komponen pada PCB sesuai dengan ketentuan.
5. Solder komponen mulai dengan komponen yang paling rendah.
6. Uji dengan Ohm meter terminal-terminal tegangan catu untuk mencegah hubung singkat yang akan merusak catu daya.
3.2.6 Tugas 6 : : Pengujian dengan sinyal injector atau sinyal generator pada rangkaian Penguat Daya
(Kriteria Unjuk Kerja : 5.1) Petunjuk langkah-langkah kerja
1. Buat catu daya +42 volt, Ground -42volt. Minimal 3 Ampere, dilengkapi dengan saklar dan pengaman (sikring)
2. Tempatkan rangkaian catu daya dan rangkaian penguat daya dalam satu box 3. Siapkan Sinyal Injector atau Sinyal Audio Generator yang mengeluarkan
gelombang sinus atau segi empat 1 KHz, level tegangan 200 mVolt. Level
tegangan rendah dapat dicapai dengan menggunakan fasilitas attenuator apabila tersedia.
4. Pasang pada output rangkaian Penguat Daya 2 box buah Speker yang berkekuatan minimal 100 watt
5. Umpankan sinyal kepada titik-titik input rangkaian penguat, lihat skema rangkaian , bila transistor pada basisnya
6. Buatlah tabel pengukuran seperti contoh dibawah ini.
7. Contoh tabel pengukuran
No Titik pengumpanan (test point)
Tegangan output keterangan
1 2 Dst.
Keterangan : kolom tegangan adalah hasil pengukuran pada terminal output
rangkaian , dengan menggunakan voltmeter pada probe " output " atau gunakan voltmeter AC yang ujungnya diseri kapasitor sebesar 100nF
3.2.7 Tugas 7 : : Pengukuran tegangan dan arus rangkaian penguat daya (Kriteria Unjuk Kerja : 5.2)
Petunjuk langkah-langkah kerja
1. Siapkan tegangan catu daya terbagi (split power supply ) yang outputnya mensuply tegangan + 42 volt, Ground dan - 42 volt atau sesusi dengan kit rangkaian , serta arusnya minimal 3 A.
2. Siapkan Sinyal Injector atau Sinyal Audio Generator yang mengeluarkan gelombang sinus atau segi empat 1 KHz, level tegangan 200 mVolt. Level
tegangan rendah dapat dicapai dengan menggunakan fasilitas attenuator apabila tersedia.
3. Pasang pada output rangkaian Penguat Daya 2 box buah Speker
4. Umpankan sinyal kepada pada input rangkaian penguat, lihat skema rangkaian , bila transistor pada basisnya
5. Buatlah tabel pengukuran tegangna seperti contoh dibawah ini.
No Titik pengukuran (test point) tegangan
Komponen Kaki / pin Dengan sinyal Tanpa sinyal
6. Ukur arus pada terminal positif dan terminal negatif catu daya dengan menggunakan ampermeter dengan batas ukur minimal 5 Ampere a. Arus pada terminal positif . . . Ampere
b. Arus pada terminal negatif . . . Ampere
3.2.7 Tugas 7 : : Pengujian kemampuan penguatan daya rangkaian penguat daya (Kriteria Unjuk Kerja : 5.3)
Petunjuk langkah-langkah kerja
1. Siapkan tegangan catu daya terbagi (split power supply ) yang outputnya mensuply tegangan + 42 volt, Ground dan - 42 volt atau sesusi dengan kit rangkaian , serta arusnya minimal 3 A.
2. Siapkan Sinyal Audio Generator yang mengeluarkan gelombang sinus atau segi empat 1 KHz, level tegangan variable antara 20 s/d 200 mVolt. Umpankan pada input
3. Siapkan Oscilloscope set pada selektor volt/div terbesar dan time/div sekitar frekuensi audio (1 KHz)
4. Pasang pada output rangkaian Penguat Daya 2 box buah Speker
5. Ubah-ubah level tegangan Sinyal Audio Generator, amati pada oscilloscope. Berapa Vp-p tegangan output
6. Untuk mendapatkan daya rms output rangkaian, kalikan tegangan output dengan arus DC pada terminal catu daya (lihat tugas 6)
7. Untuk mendapatkan daya PMPO (Peak music power output ) , umpankan sinyal musik pada input, amati pada oscilloscope puncak gelombang tertinggi kalikan dengan arus DC pada terminal catu daya (lihat tugas 6)
Daya RMS . . . watt Daya PMPO . . . watt