• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Adanya Tenaga Kerja Asing Di Indonesia

PENGATURAN HUKUM TERHADAP KEBERADAAN TENAGA KERJA ASING INDONESIA

B. Tujuan Adanya Tenaga Kerja Asing Di Indonesia

Pemerintah telah memiliki sejumlah rencana untuk melakukan pembangunan nasional dan juga pembangunan daerah untuk mencapai cita cita yang telah dituangkan oleh falsafah negara dan dasar hukum Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Oleh karena itudalam rangka menyukseskan pembangunan nasional yang sudah direncanakan oleh pemerintah, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional telah menyusun Rencana Pembangunan Nasional 2015-2019 melalui Buku 1 Tentang Agenda Pembangunan Nasional.

Beberapa tujuan pembangunan nasional yang telah dituangkan oleh rencana tersebut yakni:

1. Pembangunan untuk menciptakan pendidikan yang merata

2. Pembangunan untuk menciptakan rakyat Indonesiasehat dan sejahtera

44Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 10 Tahun 2018 Pasal 5

3. Menciptakan Produktivitas Rakyat dan Daya saing Pasar Internasional dari sektor ekonomi. Adapun Tujuan untuk menyukseskan tujuan pembanguna dari sektor ekonomi, diperlukan rencana seperti berikut:

a. Membangun konektivitas nasional untuk mencapai keseimbangan pembangunan.

b. Membangun transportasi umum massal perkotaan membangun perumahan dan kawasan permukiman.

c. Peningkatan efektivitas, dan efisiensi dalam pembiayaan infrastruktur.

d. Penguatan investasi.45

Apabila melihat rencana pembangunan yang telah disusun pemeritah tersebut, artinya keterlibatan tenaga kerja asing dalam rangka menciptakan rencana pembangunan nasional juga memiliki peran penting untuk memperbaiki sumber daya manusia lokal.

Salah satu subtansi untuk menyukseskan pembangunan nasional adalah penguatan investasi didalam negeri. Arah kebijakan pemerintah dalam melakukan penguatan investasi adalah sebagai penguatan investasi ditempuh melalui dua pilar kebijakan yaitu:

1. Peningkatan iklim investasi dan dan iklim usaha untuk meningkatkan efisiensi proses perijinan bisnis;

2. Peningkatan investasi yang inklusif terutama dari investor domestik.

Kedua pilar kebijakan ini akan dilakukan secara terintegrasi baik di

45Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Rencana Pembangunan Nasional 2015-2019. Republik Indonesiahlm 1-3

tingkat pusat maupun di daerah. Arah kebijakan yang ditempuh dalam pilar pertama penguatan investasi adalah menciptakan iklim investasi dan iklim usaha yang lebih berdaya saing, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang dapat meningkatkan efisiensi proses perijinan, meningkatkan kepastian berinvestasi dan berusaha di Indonesia, serta mendorong persaingan usaha yang lebih sehat dan berkeadilan.46

Adapun strategi yang ditempuh adalah:47

1. Peningkatan kepastian hukum terkait investasi dan usaha,yang terutama dilakukan melalui:

a. Sinkronisasi dan harmonisasi peraturan pusat dan daerah agar kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah daerah dapat selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Salah satu upayanya adalah dengan penyusunan peta jalan harmonisasi regulasi investasi;

b. Penghapusan regulasi dan peraturan di pusat dan daerah yang menghambat dan mempersulit dunia usaha untuk berinvestasi dan berusaha;

c. Penghapusan rente ekonomi yang menyebabkan tingginya biaya perijinan, baik di pusat maupun di daerah;

d. penyediaan tata ruang wilayah kabupaten/kota yang telah dijabarkan ke dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk kepastian perijinan lokasi usaha dan investasi.

46Ibid hlm 104

47Ibid hlm 105

2. Penyederhanaan prosedur perijinan investasi dan usaha di pusat dan daerah, terutama untuk sektor pengolahan dan jasa, antara lain: sektor migas, jasa transportasi laut, serta sektor industri manufaktur berbasis sumber daya alam.

3. Pengembangan layanan investasi yang memberikan kemudahan, kepastian, dan transparansi proses perijinan bagi investor dan pengusaha, melalui:

a.Optimalisasi penyelenggaraan PTSP di daerah, antara lain dengan pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari lembaga/instansi yg memiliki kewenangan.

b. Pendirian Pelayanan Terpadu Satu Pintu–tingkat Pusat (PTSP- Pusat), untuk menyatukan perijinan tingkat pusat pada satu tempat layanan perijinan. Adapun langkah yang akan dilakukan, antara lain adalah: - Pengembangan kelembagaan PTSP-Pusat - Penyederhanaan dan standarisasi prosedur, pengembangan proses perijinan secara paralel untuk menghemat waktu, serta pengembangan layanan pengaduan permasalahan perijinan; - Penciptaan transparansi dan akuntabilitas proses perijinan, sehingga dapat meningkatkan kepastian waktu dan kredibilitas layanan; - Pengembangan trackingsystem perijinan di PTSPPusat;48

48Ibid hlm 106

Menurut data yang ditemukan dari Perencanaan perkiraan Realisasi Investasi PMA dan PMDN. Pada tahun 2015 hingga 2019 investasi yang dilakukan melalui investor lokal dan luar negeri berkisar 933,0 Triliun Rupiah.49Artinya, disisi lain tujuan adanyatenaga kerja asing adalah sebagai salah satu upaya dalam pembangunan nasional dari sektor pengembangan sumber daya manusia lokal dan tenaga kerja asing yang datang keIndonesia merupakan salah satu cara untuk menarik peningkatan minat investor asing dalam melakukan penanaman modal. Karena sebagaian masyarakat menilai bahwa kegiatan yang dijalankan tenaga kerja asing memiliki nilai dalam melaksanakan kegiatan usaha disebabkan tenaga kerja asing memiliki kemampuan tertentu dalam melakukan pekerjaannya. Oleh karena itu tenaga kerja asing juga berpengaruh untuk mendongrak penguatan investasi atau penanaman modal yang dilakukan oleh investor lokal maupun asing..

Menurut penyataan Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Anton J. Supit bahwa kedatangan tenaga kerja asing memiliki manfaat, karena dengan adanya tenaga kerja asing merupakan bentuk dari pemerintah untuk mendorong para investor datang, sehingga mampu mendongrak perekonomian negara dan pemasukan negara.50 Namun disisi lain pernyataan diatas memiliki dampak yang sangat berpengaruh terhadap eksitensi tenaga kerja lokal, oleh karena itu tenaga kerja asing yang memiliki manfaat adalah tenaga kerja yang memiliki kemampuan pada bidang tertentu dalam melaksanakan perintah pada instansi atau perusahaan dimana pekerja tersebut

49Ibid hlm 107

50 https://www.cnnIndonesia.com/ekonomi/20180427063718-532-293997/pengusaha-sebut-aturan-tka-banyak-manfaat-dari-mudarat(diakses pada tanggal 24 oktober 2018 pukul 20.44)

dipekerjakan. Sehingga keahlian tersebut dapat disalurkan oleh tenaga kerja lokal yang menjadi pedamping tenaga kerja tasing tersebut dalam hal yang tertentu.

Sementara itu, terkait penempatan tenaga kerja asing yang ada di Indonesia, H.S Syarif menyatakan bahwa sampai saat ini dan mungkin juga untuk waktu waktu yang akan datang penggunaan tenaga kerja asing di Indonesia tetap dibutuhkan mengingat hal-hal sebagai berikut :

1. Adanya tenaga kerja warga negara asing pendatang dimungkinkan kerena kaitannya dengan penanaman modal dan masuknya barang-barang modal dari luar yang masih dibutuhkan sebagai pelengkap dalam rangka pembangunan nasional serta penguasaan alih teknologi yang merupakan proses berlanjut dan proses berkesinambungan.

2. Indonesiamemerlukan persiapan waktu dalam upaya tersedianya cukup jumlah tenaga kerja ahli dan terampil untuk menggantikan tenaga kerja warga negara asing.

3. Kurang cukup tersedianya tenaga kerja Indonesiayang memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan yang tersedia.

4. Pemakaian mesin-mesin yang bersifat canggih yang mengandung resiko tinggi, sehingga jika tidak ditangani oleh mereka yang ahli dapat mengakibatkan kerugian besar, baik berupa kehilangan yang bersifat materi ataupun bersifat yang non-materi.

5. Semakin luas dan berkembang berbagai usaha membutuhkan tenaga kerja asing.51

C. Syarat dan Ketentuan Keberadaan Tenaga Kerja Asing Di Indonesia