• Tidak ada hasil yang ditemukan

Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan yang dimiliki Perusahaan dan anak perusahaan adalah risiko suku bunga, risiko nilai tukar, risiko kredit dan risiko likuiditas. Kegiatan operasional Perusahaan dan anak perusahaan dijalankan secara berhati-hati dengan mengelola risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi Perusahaan dan anak perusahaan.

Risiko Suku Bunga

Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Perusahaan dan anak perusahaan yang terpengaruh risiko suku bunga terutama terkait dengan pinjaman bank jangka pendek, pinjaman jangka panjang dan utang obligasi.

Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Perusahaan dan anak perusahaan mengelola beban bunga melalui kombinasi utang dengan suku bunga tetap dan suku bunga variabel, dengan mengevaluasi kecenderungan suku bunga pasar. Manajemen juga melakukan penelaahan berbagai suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang menguntungkan sebelum mengambil keputusan untuk melakukan perikatan utang.

Tabel berikut adalah nilai tercatat, berdasarkan jatuh temponya, atas aset dan liabilitas keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan yang terkait risiko suku bunga pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010:

Rata-rata Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo

Suku Bunga Efektif dalam Satu Tahun pada Tahun ke - 2 pada Tahun ke - 3 pada Tahun ke - 4 pada Tahun ke - 5 Total

% Rp Rp Rp Rp Rp Rp

Aset Bunga Tetap

Kas dan setara kas 7% - 7,25% 320.913.579.580 - - - - 320.913.579.580

Liabilitas Bunga Tetap

Pinjaman bank jangka pendek JIBOR 3 bulan + 1,50%

dan 9,00% - 9,25% 525.000.000.000 - - - - 525.000.000.000

Utang obligasi 13,75% - 299.187.024.400 - - - 299.187.024.400

Bunga Mengambang

Pinjaman jangka panjang JIBOR 3 bulan + 1,50% - 2,00%

dan 9,50% - 10,75% 159.235.058.259 470.671.197.298 270.948.028.976 437.071.654.671 646.072.750.269 1.983.998.689.474 2011

Rata-rata Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Jatuh Tempo Suku Bunga Efektif dalam Satu Tahun pada Tahun ke - 2 pada Tahun ke - 3 pada Tahun ke - 4 pada Tahun ke - 5 Total

% Rp Rp Rp Rp Rp Rp

Aset Bunga Tetap

Kas dan setara kas 7,00% - 13,50% 468.895.131.921 - - - - 468.895.131.921

Investasi jangka pendek-deposito berjangka 0,25% - 3,50% 4.793.569.466 - - - - 4.793.569.466

Liabilitas Bunga Tetap

Pinjaman bank jangka pendek 10,00% - 10,25% 75.000.000.000 - - - - 75.000.000.000

Utang obligasi 13,75% - - 298.613.159.270 - - 298.613.159.270

Bunga Mengambang

Pinjaman jangka panjang SBI 3 bulan + 2,00%

dan 10,25% - 10,75% 109.704.343.601 110.309.498.647 387.689.156.728 87.840.408.499 253.913.329.258 949.456.736.733 2010

Risiko Nilai Tukar

Risiko nilai tukar adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan nilai tukar. Eksposur Perusahaan dan anak perusahaan yang terpengaruh risiko suku bunga terutama terkait dengan piutang usaha dan utang usaha.

Perusahaan dan anak perusahaan memiliki eksposur dalam mata uang asing yang timbul dari transaksi operasionalnya. Eksposur tersebut timbul karena transaksi yang bersangkutan dilakukan dalam mata uang selain mata uang fungsional unit operasional atau pihak lawan. Pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009 Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:

Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen

Asing Rp Asing Rp Asing Rp

Aset

Kas dan setara kas USD 6.366.704 57.733.271.068 12.996.661 116.852.982.467 6.605.490 62.091.605.154

EUR 96.141 1.128.597.063 35.177 420.573.727 33.524 452.893.636

Investasi jangka

pendek-deposito berjangka USD - - 330.232 2.969.115.912 459.723 4.321.392.722

EUR - - 152.600 1.824.453.554 527.767 7.129.963.699

Piutang usaha USD 41.305.988 374.562.697.008 25.997.750 233.745.774.549 13.166.984 123.769.654.164

EUR - - - - 30.003 405.334.712

Total Aset 433.424.565.139 355.812.900.209 198.170.844.087

Liabilitas

Utang usaha USD 31.306.807 283.890.127.457 16.679.342 149.963.960.984 19.669.674 184.894.937.288

EUR 4.812.415 56.492.896.843 1.209.298 14.697.233.757 5.111.945 69.060.797.314 CNY 2.678.992 3.855.497.803 1.281.000 1.739.098.410 - -SGD 81.194 566.270.891 24.975 174.341.362 10.601 83.086.651 AUD 631 5.803.026 - - 156.208 1.250.841.617 CHF 406 3.915.906 19 182.403 34.805 362.093.899 GBP 5 71.942 18.697 259.778.492 10.205 154.250.690 MYR - - 563.949 1.644.390.692 - -JPY - - 31.880.388 3.515.938.154 - -Total Liabilitas 344.814.583.868 171.994.924.254 255.806.007.459

Nilai Bersih Aset (Liabilitas) 88.609.981.271 183.817.975.955 (57.635.163.372)

2011 2010 2009

Pada tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009, kurs konversi yang digunakan Perusahaan dan anak perusahaan diungkapkan pada Catatan 2d mengenai kebijakan akuntansi.

Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko bahwa Perusahaan dan anak perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan akibat gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan. Perusahaan dan anak perusahaan mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan hubungan usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi kredit, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak tertagih.

Berikut adalah eksposur laporan posisi keuangan konsolidasian yang terkait risiko kredit:

Jumlah Bruto Jumlah Neto Jumlah Bruto Jumlah Neto

Rp Rp Rp Rp

Pinjaman yang diberikan dan piutang

Kas dan setara kas 320.913.579.580 320.913.579.580 468.895.131.921 468.895.131.921

Investasi jangka pendek - deposito - - 4.793.569.466 4.793.569.466

Piutang usaha 1.673.615.780.740 1.673.227.844.346 1.294.862.111.897 1.294.684.174.946 Piutang lain-lain 34.127.009.081 34.127.009.081 33.849.742.838 33.849.742.838 Uang jaminan 690.901.677 690.901.677 580.175.183 580.175.183 Total 2.029.347.271.078 2.028.959.334.684 1.802.980.731.305 1.802.802.794.354 2011 2010 Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perusahaan tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya.

Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Perusahaan dan anak perusahaan dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.

Berikut adalah jadwal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan konsolidasian berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010.

< 1 tahun 1-2 tahun 3-5 tahun Total Biaya transaksi Nilai Tercatat

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Aset

Kas dan setara kas 325.317 - - 325.317 - 325.317

Piutang usaha 1.673.228 - - 1.673.228 - 1.673.228

Piutang lain-lain 34.127 - - 34.127 - 34.127

Uang jaminan 691 - - 691 - 691

Total 2.032.672 - - 2.032.672 - 2.032.672

Liabilitas

Pinjaman bank jangka pendek 525.000 - - 525.000 - 525.000

Utang usaha 1.021.695 - - 1.021.695 - 1.021.695

Utang lain-lain 64.287 - - 64.287 - 64.287

Biaya yang masih harus dibayar 69.247 - - 69.247 - 69.247

Pinjaman jangka panjang 161.124 472.414 1.357.755 1.991.293 (7.295) 1.983.999

Utang obligasi - 299.187 - 299.187 - 299.187

Total 1.841.353 771.601 1.357.755 3.970.709 (7.295) 3.963.415

< 1 tahun 1-2 tahun 3-5 tahun Total Biaya transaksi Nilai Tercatat

Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000 Rp '000.000

Aset

Kas dan setara kas 472.106 - - 472.106 - 472.106

Investasi jangka pendek - deposito berjangka 4.793 - - 4.793 - 4.793

Piutang usaha 1.294.684 - - 1.294.684 - 1.294.684

Piutang lain-lain 33.849 - - 33.849 - 33.849

Uang jaminan 580 - - 580 - 580

Total 1.805.432 - - 1.805.432 - 1.805.432

Liabilitas

Pinjaman bank jangka pendek 75.000 - - 75.000 - 75.000

Utang usaha 646.936 - - 646.936 - 646.936

Utang lain-lain 27.766 - - 27.766 - 27.766

Biaya yang masih harus dibayar 137.071 - - 137.071 - 137.071

Pinjaman jangka panjang 110.293 110.893 730.400 951.586 (2.129) 949.456

Utang obligasi - - 298.613 298.613 - 298.613

Total 997.066 110.893 1.029.013 2.136.972 (2.129) 2.134.842

Selisih aset dengan liabilitas 808.366 (110.893) (1.029.013) (331.540) (2.129) (329.410) 2010

34. Ikatan

a. PT Torabika Eka Semesta dan PT Kakao Mas Gemilang, anak Perusahaan, memperoleh fasilitas pinjaman dari PT CIMB Niaga Tbk, Jakarta, berupa Import Sight, UPAS dan Usance Letter of Credit (LC) dengan jumlah kredit maksimum sebesar US$ 5.000.000. Fasilitas ini digunakan untuk impor bahan baku. Pada tahun 2011 fasilitas ini tidak diperpanjang lagi.

b. Perusahaan dan anak perusahaan memperoleh fasilitas berupa Sight LC, Usance LC dan Usance Payable At Sight (UPAS) dari PT Bank OCBC Indonesia, Jakarta, dengan kredit maksimum keseluruhan sebesar US$ 8.000.000 dan fasilitas Foreign Exchange (FX) Dealing sebesar US$ 2.000.000. Pada tahun 2010 dan 2009, fasilitas ini dijamin dengan deposito berjangka sebesar 25% dari jumlah Letter of Credit (LC) yang dibuka dan pada tahun 2011 dijamin dengan negative pledge. Fasilitas ini digunakan untuk impor bahan baku.

c. Perusahaan memperoleh fasilitas Acceptance Guarantee dalam bentuk letter of credit (Sight, Usance dan UPAS) dari PT Bank Mizuho Indonesia dan Letter of Credit lokal (SKBDN) dengan jumlah maksimum sebesar US$ 4.000.000. Fasilitas ini digunakan untuk transaksi impor.

d. Perusahaan dan PT Torabika Eka Semesta, anak perusahaan, memperoleh fasilitas Treasury Line/FX Dealing dan Cash Loan dalam bentuk Letter of Credit (Sight, usance dan UPAS) dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar US$ 5.000.000 dan US$ 2.000.000. Fasilitas ini digunakan untuk pembelian bahan baku dan bahan pembantu.

e. Perusahaan dan PT Kakao Mas Gemilang, anak perusahaan, memperoleh fasilitas

Pinjaman Rekening Koran (PRK) masing-masing sebesar Rp 5.000.000.000 dan Rp 10.000.000.000 dari PT Bank International Indonesia Tbk. Fasilitas ini digunakan untuk

menunjang kebutuhan modal kerja.

PT Kakao Mas Gemilang, anak perusahaan, memperoleh fasilitas letter of credit (sight dan usance) dengan jumlah maksimum US$ 5.000.000. Fasilitas ini digunakan sebagai jaminan pembayaran kepada supplier atau untuk pembelian bahan baku.

f. Perusahaan dan anak perusahaan memperoleh fasilitas letter of credit (sight, usance, UPAS) dan fasilitas export negotiation dari PT ANZ Panin Bank dengan kredit maksimum keseluruhan sebesar US$ 32.000.000. Fasilitas ini digunakan untuk membiayai impor bahan baku. Pada tahun 2011, fasilitas ini sudah digunakan.

g. Perusahaan memperoleh fasilitas Letter of Credit Sight dengan jumlah maksimum sebesar US$ 50.000.000 dari PT Bank Central Asia Tbk yang digunakan untuk jaminan pembayaran import mesin produksi. Perusahaan juga memperoleh fasilitas forex line dengan jumlah maksimum US$ 2.000.000 yang digunakan untuk import bahan baku. Pada tahun 2011, fasilitas ini sudah digunakan.

35. Informasi Segmen

Dokumen terkait