BAB III PROSPEKTUS YANG MENYESATKAN PADA
2. Tujuan dan Kegunaan Prospektus
Adapun kegunaan prospektus yaitu untuk mendapatkan Gambaran keadaan emiten. Penjelasan Pasal 78 ayat (1) Prospektus merupakan salah satu dokumen pokok dalam rangka penawaran umum, oleh karena itu, informasi yang terkandung di dalamnya harus memuat hal-hal yang benar-benar menggambarkan keadaan emiten yang bersangkutan sehingga keterangan atau informasi dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk menetapkan keputusan investasinya..."Sebagai Dasar Keputusan Investasi Investor Penjelasan Pasal 71 UU Pasar Modal "Dengan ketentuan ini, pemodal mempunyai kesempatan memahami isi Prospektus sebagai dasar untuk mengambil keputusan investasinya.
Pasal 78 ayat (1) UU Pasar Modal "Setiap Prospektus dilarang memuat keterangan yang tidak benar tentang Fakta Material atau tidak memuat keterangan yang benar tentang Fakta Material yang diperlukan agar Prospektus tidak
125 Sri Hermunigsih, Loc.Cit.
126 Asril Sitompul, Penawaran Umum dan Permasalahannya,(Bandung:Citra Aditya Bakti,1996), hlm.64
memberikan gambaran yang menyesatkan."Dari bunyi Pasal 78 ayat (1) UU Pasar Modal tersebut maka isi Prospektus:
a. Dilarang memuat keterangan yang tidak benar;
b. Tidak memuat keterangan yang benar;
c. Dilarang memberikan gambaran yang menyesatkan;
Penjelasan 78 ayat (3) UU Pasar Modal menjelaskan bahwa Prospektus sekurang-kurangnya memuat :
a. Uraian tentang Penawaran Umum;
b. Tujuan dan penggunaan dana Penawaran Umum;
c. Analisis dan pembahasan mengenai kegiatan dan keuangan;
d. Risiko usaha;
e. Data keuangan;
f. Keterangan dari segi hukum;
g. Informasi mengenai pemesanan pembelian Efek; dan h. Keterangan tentang anggaran dasar.
Disamping yang dijelaskan oleh Penjelasan Pasal 78 ayat (3) UU Pasar Modal isi Prospektus juga memuat: Adanya Hubungan Afiliasi atau Hubungan Lain Yang Bersifat Material Antara Perusahaan Efek Dengan Emiten.Pasal 40 UU Pasar Modal "Perusahaan Efek yang bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek harus mengungkapkan dalam Prospektus adanya hubungan Afiliasi atau hubungan lain yang bersifat material antara Perusahaan Efek dengan Emiten."
3. Isi Prospektus
Informasi pada bagian luar kulit muka Prospektus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
a. tanggal efektif Pernyataan Pendaftaran dari OJK;
b. masa penawaran;
c. tanggal penjatahan;
d. tanggal pengembalian uang pemesanan;
e. tanggal distribusi efek;
f. tanggal pencatatan, jika efek tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek;
g. nama lengkap emiten, alamat, logo (jika ada), nomor telepon, nomor faksimili, surat elektronik, Situs Web, dan kotak pos termasuk pabrik serta kantor perwakilan (jika ada), dan kegiatan usaha utama dari Emiten;
h. nama Bursa Efek, jika Efek tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek;
i. jenis dari penawaran, termasuk uraian mengenai:
i. jenis dan jumlah efek bersifat ekuitas;
ii. uraian singkat tentang efek bersifat ekuitas yang ditawarkan; dan iii. jumlah nominal (jika ada), harga penawaran, dan total nilai penawaran;
j. nama dari penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek (jika ada);
k. tempat dan tanggal Prospektus diterbitkan-
l. pernyataan berikut dalam huruf kapital yang langsung dapat menarik perhatian pembaca:“otoritas jasa keuangan tidak memberikan `pernyataan menyetujui atau tidak menyetujui efek ini, tidak juga menyatakan kebenaran atau kecukupan isi prospektus ini. Setiap pernyataan yang bertentangan dengan
hal–hal tersebut adalah perbuatan melanggar hukum.”prospektus ini penting dan perlu mendapat perhatian segera. Apabila terdapat keraguan pada tindakan yang akan diambil, sebaiknya berkonsultasi dengan pihak yang kompeten”
m. mpernyataan dalam huruf capital bahwa emiten dan penjamin pelaksana emisi Efek (jika ada) bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua informasi dan kejujuran pendapat yang diungkapkan dalam Prospektus sebagai berikut:“Emiten dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Jika Ada) Bertanggung Jawab Sepenuhnya Atas Kebenaransemua Informasi, Fakta, Data, atau Laporan dan Kejujuran Pendapat Yang Tercantum Dalam Prospektus Ini.”;dan
n. pernyataan singkat dalam huruf kapital yang langsung dapat menarik perhatian pembaca, mengenai:
i. risiko utama yang dihadapi Emiten; dan
ii. risiko kemungkinan tidak likuidnya efek bersifat ekuitas yang ditawarkan (jika ada).127
lsi prospektus mengenai leporan keuangan dan Neraca Rugi/Laba disiapkan oleb Akuntan Publik. Akuntan publik turut bertanggungjawab terhadap kebenaran Neraca Rugi/laba tersebut. Setiap prospektus dilarang memuat keterangan yang tidak benar ten tang fakta penting atau relevan atau tidak memuat pemyataan tentang fakta penting dan relevan yang dibutuhkan, agar keterangan
127 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 8 /Pojk.04/2017 Tentangbentuk Dan Isi Prospektus Dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Pasal 7
yang dimuat dalam prospektus tersebut tidak memberikan gambaran yang menyesatkan.128
Berkaitan dengan hal tersebut, misalnya, seorang akuntan publik di Jakarta diskor oleh Bapepam, dalam kegiatannya yang bersangkutan dalam Pasar Modal.
Begitu juga seorang pemegang saham telah menggugat sebuah bank di Jakarta berdasarkan alasan bahwa prospektus Bank tersebut waktu go public tidak memuat fakta penting dan relevan dibutuhkan, agar keterangan yang dimuat dalam prospektus tersebut tidak memberikan gambaran yang menyesatkan.
4. Kedudukan Prospektus dalam Transaksi di Pasar Modal
Informasi yang disajikan dalam prospektus adalah laporan keuangan perusahaan yang berisi informasi keuangan dan non-keuangan yang secara teoritis informasi keuangan memang merupakan salah satu sumber utama dalam proses penentuan harga suatu Initial Public Offering atau (IPO). Informasi keuangan dapat diperoleh melalui laporan keuangan yang terdiri atas neraca, laporan laba atau rugi, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Sebaliknya, informasi non-keuangan berisi informasi tentang penjamin emisi, auditor independen, konsultan hukum, nilai penawaran saham, persentase saham yang ditawarkan, umur perusahaan, dan informasi lain yang mendukung.129
128 Erman Radjagukguk, Mekanisme Pasar Modal Dan Persoalan-Persoalan Hukum Yang Timbul, Seminar Masa1ah-Masalah Hukum di Bidang Pasal.1f Modal, di VII, Yogyakarla, 1-2 Maret 1992, hlm 112
129Nabil Abduh Hilabi. Keterbukaan Informasi Sebagai Perlindungan Hukum Terhadap Investor Dalam Transaksi Penawaran Umum Di Pasar Modal Studi Kasus : Gugatan Perdata Investor Atas Prospektus Menyesatkan Pada Penawaran Umum Saham Pt.Media Nusantra Citra Tbk, Skripsi Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum Kekhususan Hukum Tentang Kegiatan Ekonomi, 2012, hlm 8
Prospektus yang menggambarkan fakta material yang benar sangat penting bagi investor. Prospektus bertujuan untuk menyediakan informasi penting tentang perusahaan yang melakuk an pendaftaran. Penyediaan informasi yang demikian itu membantu para investor dalam membuat keputusan untuk membeli saham yang ditawarkan.130
Kedudukan prospektus sama dengan kedudukan iklan dari suatu produk dimana tidak saja isinya harus benar, tetapi juga tidak boleh misleading.
Sungguhpun sistem hukum perjanjian kita kurang dapat menerima prospektus atau iklan sebagai suatu “offer” dari perjanjian paling tidak pihak yang terkait dalam prospektus telah melakukan suatu perbuatan yang pada gilirannya bisa jadi menimbulkan kerugian besar bagi orang lain. Undang-undang melarang penerbitan prospektus yang berisikan informasi mengenai fakta material yang tidak benar atau menyesatkan (misleading).131
Kedudukan suatu prospektus, atau sejauh mana pentingnya data bisnis dari suatu emiten (misalnya seperti yang terdapat dalam prospektus), terdapat berbagai pandangan yang tersimpul dalam tiga teori sebagai berikut:
1. Teori random walk ini mengajarkan bahwa harga dari suatu efek yang terjadi sebelumnya tidak ada hubungan atau tidak mempengaruhi harga sekarang atau yang akan datang. Jadi tidak ada link antara harga efek yang sudah terjadi dengan yang akan terjadi. Sehingga, investor dapat membuat uang di pasar
130 Bismar Nasution, Op. Cit., hlm.135.
131 Rendy N. Dachi, Perlindungan Hukum Terhadap Investor Akibat Prospektus Yang Menyesatkan Dalam Transaksi Efek Di Pasar Modal, Skripsi, Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara Medan 2010, hlm 40
modal bukan karena adanya angka-angka statistik, melainkan karena awareness mereka sendiri.
2. Teori market hypothesis seperti yang telah disinggung di atas, maka menurut teori ini, bahwa harga pasar darisuatu efek dipengaruhi oleh informasi yang diberikan kepada publik. Jadi informasi publik tersebutlah yang menentukan apakah seseorang akan melakukan tindakan jual, beli atau hold suatu efek.
Karena itu, kedudukan suatu prospektus tentunya sangat penting. Teori ini sangat mengecam pula tindakan insider trading, karena dengan informasi yang tidak kesampaian kepada publik tersebut, berarti publik sangat dirugikan dan seorang insider dapat mengalir di air keruh.
3. Teori capital asset pricing, teori ini membedakan antararisk yang sistematis dan risk yang tidak sistematis. Dan mengajarkan pula bahwa risiko dalam melakukan investasi di pasar modal dapat dieliminir dengan melakukan diversifikasi. Oleh karena itu, informasi tentang suatu perusahaan tertentu tidak begitu penting. Yang terpenting justru apa yang disebut sebagai Beta dari suatu efek. Yang dimaksud dengan “Beta” dari suatu efek adalah semacam pengukuran terhadap suatu efek dalam hubungan dengan pasar secara keseluruhan.132
B. Prospektus yang dalam Informasi atau Fakta Material 1. Pengertian Informasi yang menyesatkan dalam prospektus
Keterbukaan yang diwajibkan untuk disampaikan oleh emiten adalah keterbukaan yang menyangkut informasi, peristiwa, kejadian, atau fakta mengenai
132 Rokhmatussa’dyah, Ana, Hukum Investasi dan Pasar Modal, (Jakarta: Sinar Grafika, 2009) hlm. 45
emiten yang bersifat penting, relevan dan material. Secara tegas UU Pasar Modal, menjabarkan informasi dan fakta material ini sebagai informasi atau fakta penting dan relevan mengenai peristiwa, kejadian atau fakta yang dapat mempengaruhi harga efek pada bursa efek dan atau keputusan pemodal, calon pemodal, atau pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut. Undang-undang tidak menyebutkan apakah informasi dan fakta material tersebut, tetapi hanya menyebutkannya dengan mengemukakan beberapa contoh dalam penjelasan Pasal 1 angka 8 UU Pasar Modal. 133
Bapepam sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 177 tahun 2000, yang kemudian pelaksanaannya diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 2/KMK.01/2001 jo. Keputusan Menteri Keuangan No. 606/KMK.01/2005 terlihat bahwa Keputusan Menteri Keuangan ini, selain mengatur mengenai Struktur Organisasi, mengatur pula tugas dan fungsi dari masing-masing struktur organisasi dan bagian dari masing-masing struktur organisasi Bapepam.134
UU Pasar Modal mengatur kewenangan dan tugas dari Bapepam sebagai:
a. Lembaga Pembina b. Lembaga Pengatur c. Lembaga Pengawas.135
133 Hamud M Balfas, Op.Cit., hlm 181.
134 Richki Wemmi Sondakh, Pengawasan Bapepam Terhadap Pelaksanaan Pasar Modal Menurut UU Nomor 8 thn 1995, Lex Privatum, Vol.II/No. 1/Jan-Mar/2014, hlm 11
135 Tavinayati dan Yulia Qamariyanti, Op.Cit., hlm. 12
Ketiga kewenangan itu dilaksanakan oleh Bapepam dengan tujuan mewujudkan terciptanya pasar modal yang teratur, wajar dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat (Pasal 4 UU Pasar Modal).
2. Akibat prospektus yang menyesatkan
Prospektus memuat apa yang dinamakan undang-undang sebagai Informasi atau Fakta Material. Prospektus harus dibuat dalam bentuk tertentu dan berisi keterangan-keterangan tertentu pula. Pengertian informasi atau fakta material menurut Pasal 1 angka 7 UU Pasar Modal adalah informasi atau fakta penting dan relevan mengenai peristiwa, kejadian, atau fakta yang dapat mempengaruhi harga efek pada bursa efek dan atau keputusan pemodal, calon pemodal, atau pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut.136
Ketentuan Pasal 81 ayat (1) UU Pasar Modal menyatkan bahwa Setiap Pihak yang menawarkan atau menjual Efek dengan menggunakan Prospektus atau dengan cara lain, baik tertulis maupun lisan, yang memuat informasi yang tidak benar tentang Fakta Material atau tidak memuat informasi tentang Fakta Material dan Pihak tersebut mengetahui atau sepatutnya mengetahui mengenai hal tersebut wajib bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat perbuatan dimaksud.137
Prinsip keterbukaan (disclosure) di pasar modal Indonesia mengatur ketentuan-ketentuan mengenai larangan perbuatan menyesatkantersebut, baik dalam prospektus maupun dalam pengumuman di media massa yang berhubungan dengan suatu penawaran umum. Selain ketentuan larangan perbuatan
136 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995, Op.Cit., Pasal 1 angka 7
137 Ibid., Pasal 81 ayat (1)
menyesatkan, telah menetapkan sanksi berupa ancaman pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak lima belas milyar rupiah terhadap pelanggaran atas perbuatan-perbuatan tersebut.138
Pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan dapat menyebabkan informasi yang diterima investor adalah menyesatkan, gambaran semu, sehingga dari informasi yang menyesatkan atau gambaran semu tersebut pihak investor menjadi rugi. Pelaksanaan prinsip keterbukaan yang paling awal dalam mekanisme pasar modal sudah dimulai pada saat perusahaan memasuki tahap prapencatatan pernyataan pendaftaran. Pernyataan pendaftaran yang wajib diserahkan kepada Bapepam terdiri dari prospektus awal (preliminary prospectus) dan dokumen-dokumen pendukung. Sebenarnya sangat banyak ketentuan kewajiban keterbukaan (mandatory disclosure) bagi emiten atau perusahaan publik. Fokus sentral dari hukum pasar modal ini adalah prinsip keterbukaan, oleh karena perannya membuat investor atau pemegang saham dan pelaku-pelaku bursa mempunyai informasi yang cukup dan akurat dalam pengambilan keputusannya dalam berinvestasi. Dengan informasi ini dapat diantisipasi terjadinya perbuatan curang (fraudulent acts) atau pernyataan menyesatkan (misleading statement) atau penghilangan (omission) atau insider trading di pasar modal.139
Akibat yang di timbulkan oleh prospektur yang menyesatkan ini akan mengakibatkan salahnya informasi yang di terima oleh umum atau perseorangan yang berniat menginvestasikan dana di perusahaan tersebut dan akan menimbulkan kerugian bagi investor.
138 Bismar Nasution, Op. Cit., hlm. 76.
139Julrahmatiyalfajri., Loc.Cit
3. Pihak yang bertanggungjawab terhadap prospektur yang menyesatkan Suatu prospektus yang diterbitkan oleh emiten merupakan suatu dokumen penting didalam proses penawaran umum, Emiten harus memastikan bahwa prospektus merupakan penjelmaan dari apa-apa yang penting didalam keadaan dan berjanlannya suatu perusahaan. Sehingga usahausaha untuk menyembunyikan atau sengaja tidak mengungkapkan sesuatu/fakta yang penting, oleh karenanya merupakan kejahatan seperti diatur dalam Pasal 90, Pasal 91 UU Pasar Modal.
Pasal 80 ayat (1) UU Pasar Modal mengatur pertanggung jawaban terhadap pernyataan pendaftaran yang tidak benar (yang didalamnya juga terdapat prospektus). Pasal tersebut menetapkan bahwa yang bertanggung jawab atas informasi yang menyesatkan tersebut adalah :
4. Setiap pihak yang menandatangani pernyataan pendaftaran Direktur dan Komisaris Emiten pada waktu pernyataan pendaftaran menjadi efektif.
5. Penjamin pelaksana emisi efek.
6. Profesi penunjang pasar modal atau pihak lain yang memberikanpendapat atau keterangan dan atas persetujuannya dimuat dalam pernyataan pendaftaran.140
Sehubungan dengan keterbukaan, profesi penunjang mempunyai kewajiban untuk membantu emiten dalam mempersiapkan prospektus, yang tidak hanya mengungkapkan semua informasi material tetapi juga mengungkap secara jelas, sehingga mudah dimengerti oleh masyarakat. Adapun profesi penunjang pasar modal yang turut dalam pem buatan prospektus adalah :
140 Nabil Abduh Hilabi. Op.Cit, hlm 72-73
a. Akuntan Publik Akuntan memiliki tanggungjawab untuk membantu emiten dalam proses emisinya. Hal tersebut dapat berupa penyusunan prospektus, yang mencakup laporan keuangan yang di audit, yang disajikan secara jelas, mudah dimengerti dan memenuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Bapepam, disamping itu akuntan dapat juga membantu emiten dalam mematuhi persyaratan mengenai keterbukaan dengan mengungkapkan info dan fakta material yang relevan kepada masyarakat. Untuk dapat melaksanakan tugasnya akuntan harus selalu bersikap independen.
Pemeriksaan itu harus dilakukan dengan prinsip-prinsip akuntan yang ditetapkan secara konsisten, bersifat bebas dan tidak memihak. Akuntan publik akan member pendapat apakah laporan keuangan dan hasil usaha perusahaan tersebut disajikan secara wajar.
b. Peranan Konsultan Hukum Konsultan hukum harus benar-benar memahami pengungkapan informasi apakah pengungkapan informasi itu tidak cukup ataukah menyesatkan. UU Pasar Modal menegaskan bahwa terhadap pelaku pasar modal yang melakukan pelanggaran atas ketentuan yang berlaku akan dikenakan sanksi yang berat, maka konsultan hukun wajib membantu nasabahnya dalam melakukan.141
C. Kasus-kasus Prospektus yang menyesatkan
PT Media Nusantara Citra Tbk (PT MNC) didirikan pada tanggal 17 Juni 1997. Tujuan perusahaan didirikan adalah untuk menaungi dan mengelola berbagai unit usaha media di bawah payung satu perusahaan induk dan
141 Nurul Syafrina, Aspek Hukum Prospektus Dalam Rangka Go Publik Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995, Skripsi. Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan 2010, hlm 128-129
operasional agar terbentuk grup media yang sinergis, terintegrasi dinamis dan kreatif dalam menghadapi persaingan bisnis di industri media yang kompetitif.126 Pada tanggal 13 Juni 2007, PT MNC memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM-LK dengan Surat Keputusannya No. S-2841/BL/2007 untuk melakukan Penawaran Umum kepada masyarakat atas 4.125.000.000 lembar saham seri A terdiri dari 1.375.000.000 yang merupakan 10 persen dari saham beredar, sedangkan 2.750.000.000 lembar saham seri B yang merepresentasikan 20 persen saham beredar PT MNC dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 900 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Surabaya) pada tanggal 22 Juni 2007.127142
Kasus dengan nomor perkara No.681/Pdt.G/2011/PN.JKT Sel dimana Prospektus yang dikeluarkan oleh PT. Dayaindo Resources International, Tbk telah melakukan pelanggaran dalam UU Pasar Modal yaitu penyebaran informasi yang menyesatkan pada prospektus. Bentuk informasi yang disebarkan dalam prospektus yaitu berupa pernyataan yang salah mengenai fakta mateial yang terjadi di dalam prospektus dalam proses penawaran umum. Perlindungan hukum bagi pemodal dan calon investor pada perkara a quo terhadap informasi yang menyesatkan pada prospektus diatur dalam UU Pasar Modal. Salah satunya Investor sebagai pihak yang dirugikan dapat mengajukan tuntutan ganti rugi apabila terjadi pelanggaran hal ini berdasarkan Pasal 111 UU Pasar Modal, namun apabila ada perbuatan melawan hukum yang dapat mengalami kerugian maka
142 Maria Kresensia Ayuningtyas, Tinjauan Yuridis Penerapan Prinsip Keterbukaan Pada Perusahaan Publik Terkait Dengan Isi Prospektus Pt Mnc Tbk Pada Saat Pelaksanaan Penawaran Umum, Skripsi. Fakultas Hukum, Depok Januari 2012, hlm 63
Investor dapat menuntut ganti kerugian yang didasarkan pada Pasal 1365 KUHPerdata.143
Kasus PT. Multipolar Tbk ini diketahui memberikan deviden yang berbeda dengan yang disampaikan pada prospektus pada tanggal 8 Februari 2010 menjelang right issue beberapa saat lalu yang mana menurut prospektus apabila laba perusahaan lebih dari Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) deviden yang dibagikan berkisar ariara 15% (lima belas persen) sampai 25% (dua puluh lima persen) dari laba tahun buku 2010, namun dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, deviden yang dibagikan hanya sebesar 2,750 (dua koma tujuh puluh limapersen) dari laba tahun 2010 yang sebesar Rp2.830.626.000.000,00 (dua triliun delapan ratus tiga puluh miliar enam ratus dua puluh enam juta rupiah) yaitu sebesar Rp77.000.000.000,00 (t"juh puluh tujuh miliar rupiah) atau Rp10,00 (sepuluh rupiah) per saham. Namun setelah diteliti temyata pembagian deviden tersebut harus diusulkan kembali oleh direksi kepada RUPS sebagaimana temyata dalam anggaran dasar PT. Multipolar Tbk pasal 24 yang mana seharusnya dicantumkan juga dalam prospektus mengenai rencana pembagian deviden karena termasuk dalam fakta material. Oleh karena itu maka berdasarkan Pasal 90 (c) UU Pasar Modal, PT. Multipolar Tbk dinyatakan telah melakukan misleading information.144
Kasus PT. Bhuwanatala Indah Permai Tbk. Berkaitan dengan pemeriksaan kasus PT. Bhuwanatala Indah Permai Tbk., diperoleh beberapa temuan sebagai berikut
143 Nouzula Amouriza Goufe, Op.Cit., hlm 13
144 Alfa Frederick Yosep Lieputra.Dugaan misleading information dalam prospektus perusahaan: Studi kasus PT.Multipolar TBK = Presumption of misleading information in company prospectus (Case Study PT. Multipolar Tbk), Tesis Universitas Indonesia.Fakultas Hukum, 2012, hlm i
a. Prospektus Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) PT. Bhuwanatala Indah Permai Tbk. April 1998 tidak memuat keterangan lengkap tentang informasi atau fakta material berupa informasi mengenai carapembayaran atas transaksi pengambilalihan saham PT.Darmo Satelit Town (DST).
b. Bahwa informasi tersebut merupakan informasi material yang penting diketahui pemodal dalam mengambil keputusan investasinya sehingga harusdimuat dalam Prospektus PUT III Perseroan sesuai Pasal 78 ayat (1) UU Pasar Modal.145
Kasus contoh laporan dari PT. Lippo e-Net. Kasus PT. Lippo Life Tbk., yang melakukan perubahan bisnis inti dari bidang usaha industri asuransi jiwa, kemudian berubah nama menjadi PT. Asuransi Lippo eNet, dimana harga sahamnya melambung, akan tetapi kemudian turun lagi. Sehingga terjadi kesimpangsiuran informasi di Pasar Modal mengenai perusahaan PT Lippo Life Tbk. Dengan adanya informasi yang tidak akurat, jelas, dan objektif mengenai perpindahan bisnis inti yang dilakukan oleh PT Lippo Life Tbk, menyebabkan fluktuasi harga saham, pihak Lippo diperkirakan mengambil keuntungan sendiri.
Sampai pada akhirnya pihak Bapepam meminta pihak Lippo e-Net untuk mengulang kembali public expose-nya.146
D. Prospektus yang Menyesatkan di Pasar Modal
Prospektus memuat apa yang dinamakan undang-undang sebagai Informasi atau fakta material. Prospektus harus dibuat dalam bentuk tertentu dan
145 Tamara Alifadina, Op.Cit., hlm 136-137
146Ratna Ramli, Keterbukaan Informasi Dalam Hubungannya Dengan Upaya Perlindungan Hukum Bagi Investor Berkaitan Dengan Kasus Informasi Yang Menyesatkan: studi kasus PT. Lippo e-Net, Tesis Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Fakultas Hukum, 2012, hlm i
berisi keterangan-keterangan tertentu pula. Pengertian informasi atau fakta material menurut Pasal 1 angka 7 UU Pasar Modal merupakan informasi atau fakta penting dan relevan mengenai peristiwa, kejadian, atau fakta yang dapat mempengaruhi harga efek pada bursa efek dan atau keputusan pemodal, calon pemodal, atau pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut.147
Prospektus yang menyesatkan berisi fakta material yang tidak benar muncul adalah jika telah terjadi suatu kesepakatan antara calon emiten dengan akuntan publik dan/atau konsultan hukumnya agar memanipulasi data sehingga dalam prospektus sebuah perusahaan terlihat bahwa perusahaan tersebut telah menunjukkan laba yang besar selama beberapa tahun terakhir sesuai dengan persyaratan untuk go-public, padahal keadaan yang sebenarnya dari perusahaan tidak demikian adanya. Pengungkapan informasi tentang fakta material secara akurat dan penuh diperkirakan dapat merealisasikan tujuan prinsip keterbukaan
Prospektus yang menyesatkan berisi fakta material yang tidak benar muncul adalah jika telah terjadi suatu kesepakatan antara calon emiten dengan akuntan publik dan/atau konsultan hukumnya agar memanipulasi data sehingga dalam prospektus sebuah perusahaan terlihat bahwa perusahaan tersebut telah menunjukkan laba yang besar selama beberapa tahun terakhir sesuai dengan persyaratan untuk go-public, padahal keadaan yang sebenarnya dari perusahaan tidak demikian adanya. Pengungkapan informasi tentang fakta material secara akurat dan penuh diperkirakan dapat merealisasikan tujuan prinsip keterbukaan