• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Tujuan dan Manfaat Penanaman Modal Asing

Semua negara saat ini membutuhkan penanaman modal asing, khususnya negara berkembang seperti Indonesia juga membutuhkan modal asing. Modal asing itu merupakan suatu hal yang semakin penting bagi pembangunan suatu negara. Sehingga kehadiran investor asing nampaknya tidak mungkin dihindari. Yang menjadi permasalahan bahwa kehadiran investor asing ini sangat dipengaruhi oleh kondisi internal suatu negara, seperti stabilitas ekonomi, politik negara, penegakan hukum.

Adanya penanaman modal pihak asing memberikan keuntungan kepada semua pihak, tidak hanya bagi investor saja, tetapi juga bagi perekonomian negara tempat modal itu ditanamkan serta bagi negara asal para investor. Pemerintah menetapkan bidang-bidang usaha yang memerlukan penanaman modal dengan berbagai peraturan. Selain itu, pemerintah juga menentukan besarnya modal dan perbandingan antara modal nasional dan modal asing. Hal ini dilakukan agar penanaman modal tersebut dapat diarahkan

pada suatu tujuan yang hendak dicapai. Bukan haya itu seringkali suatu negara tidak dapat menentukan politik ekonominya secara bebas, karena adanya pengaruh serta campur tangan dari pemerintah asing.

Berbagai strategi untuk mengundang investor asing telah dilakukan.

Hal ini didukung oleh arah kebijakan ekonomi dalam TAP MPR RI Nomor IV/MPR/2012 salah satu kebijakan ekonomi tersebut adalah :

“mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar dengan menghilangkan seluruh hambatan yang mengganggu mekanisme pasar, melalui regulasi, layanan publik, subsidi dan insentif yang dilakukan secara transparan dan diatur dengan undang-undang.”

Kebijakan mengundang penanaman modal pihak asing adalah untuk meningkatkan potensi ekspor dan substitusi impor, sehingga Indonesia dapat meningkatkan penghasilan devisa dan mampu menghemat devisa, oleh karena itu usaha-usaha di bidang tersebut diberi prioritas dan fasilitas. Alasan kebijakan yang lain yaitu agar terjadi alih teknologi yang dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional Indonesia khususnya propinsi Sulawesi Selatan.

Ikhtiar pemerintah untuk mencari pemodal asing agar mau kembali menanamkan modalnya di Indoensia sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Ditambah lagi sejak krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 2009, penanaman modal di Indonesia semakin menurun. Jangan menarik investor, menjaga investor yang sudah ada saja belum maksimal, misalnya dengan tutupnya perusahaan asing seperti PT. Sony Electornics Indonesia pada

27 Nopember 2002. Terlebih lagi pada tahun 2003 yang lalu, hal ini dikarenakan adanya invasi Amerika ke Irak serta mewabahnya penyakit sindrom pernafasan akut. Hal ini menimbulkan ketidak pastian perekonomian dunia dan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia terutama terhadap penanam modal, padahal pemerintah telah mencanangkan tahun 2003 ini sebagai tahun investasi.

Harapan untuk bisa memenuhi harapan tersebut, pemerintah, aparat hukum dan komponen masyarakat dituntut untuk segara menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi. Menyadari pentingnya penanaman modal asing, pemerintah Indonesia menciptakan suatu iklim penanaman modal yang dapat menarik modal asing masuk ke Indonesia. Usaha-usaha tersebut antara lain adalah dengan mengeluarkan peraturan-peraturan tentang penanaman modal asing dan kebijaksanaan pemerintah yang pada dasarnya tidak akan merugikan kepentingan nasional dan kepentingan investor.

Ikhtiar pemerintah Indonesia untuk selalu memperbaiki ketentuan yang berkaitan dengan penanaman modal asing antara lain dilakukan dengan memperbaiki peraturan dan pemberian paket yang menarik bagi investor asing.

Pada akhirnya harus tetap diingat bahwa maksud diadakannya penanaman modal asing hanyalah sebagai pelengkap atau penunjang pembangunan ekonomi Indonesia. Pada hakekatnya pembangunan tersebut harus dilaksanakan dengan ketentuan swadaya masyarakat, oleh karena itu pemerintah harus bijaksana dan hati-hati dalam memberikan persetujuan dalam

penanaman modal asing agar tidak menimbulkan ketergantungan pada pihak asing yang akan berdampak buruk bagi negara ini dikemudian hari.

Menurut Siti Nurkhotijah (2014) tujuan penanaman modal harus menjadi bagian dari penyelenggaraan perekonomian nasional dan ditempatkan sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pembangunana ekonomi berkelanjutan, meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi nasional, mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam suatu sistem perekonomian yang berdaya saing.

Tujuan penyelenggaraan penanaman modal hanya dapat tercapai apabila faktor penunjang yang menghambat iklim penanaman modal dapat diatasi, antara lain melalui perbaikan koordinasi antar instansi Pemerintah Pusat dan daerah, penciptaan birokrasi yang efisisen, kepastian hukum di bidang penanaman modal, biaya ekonomi yang berdaya saing tinggi, serta iklim usaha yang kondusif di bidang ketenagakerjaan dan keamanan berusaha.

Dengan perbaikan berbagai faktor penunjang tersebut, diharapkan realisasi penanaman modal akan membaik secara signifikan.

Lebih lanjut menurut Aminuddin Ilmar (2004) mengemukakan bahwa tujuan penanaman modal asing adalah :

1. Investasi mempunyai peranan yang sangat penting untuk pembangunan ekonomi, walaupun investasi bukan satu-satunya komponen pertumbuhan ekonomi. Dalam pembangunan ekonomi., investasi mempunyai dua peran

penting dalam makro ekonomi.Pertama pengaruhnya terhadap permintaan agregat, dan ini akan mendorong tingkat out put dan kesempatan kerja. Ini dampak atau peran jangka pendeknya. Kedua efeknya terhadap pemben-tukan kapital. Adanya investasi, akan menambah berbagai peralatan, mesin, bangunan dan sebagainya. Dalam jangka panjang, tindakan ini akan meningkatkan potensi out put, dan mendorong pertumbuhan untuk secara terus menerus terjadi.

2. Banyak negara dan daerah mengharapkan terjadi peningkatan investasi di wilayahnya. Dalam era Otonomi Daerah sekarang ini, daerah-daerah (seharusnya) berlomba-lomba untuk menarik masuk investor kewilayahnya.

Artinya ada kompetisi sehat untuk mengundang pemodal menanamkan modalnya disuatu wilayah/daerah. Tujuannya adalah agar aktivitas ekonomi daerah meningkat, kesempatan kerja bertambah, pendapatan penduduk naik, daya beli masyarakat meningkat, dan penerimaan pemerintah pun semakin besar. Bagi daerah, menarik investor menjadi lebih penting karena kebutuhan dampak langsung dan tak langsung bagi masyarakat daerah tersebut. Mata rantai seperti inilah yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu seharusnya unsur pemerintahan didaerah berlomba, disamping juga bekerja sama untuk menarik investasi ini, baik itu swasta asing maupun domestik.

3. Upaya penciptaan penanaman modal baru ataupun optimalisasi kontribusi dari penanaman modal yang sudah ada di daerah sebelumnya senantiasa menjadi salah satu obyek pendapatan daerah, Bahkan dari aspek eksternal

masing-masing daerah senantiasa berusaha untuk lebih menarik penanaman modal asing, agar bersama-sama dengan swasta domestik dapat lebih mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

4. Peraturan daerah sebagai salah satu produk hukum merupakan sarana untuk mengatur, mengubah dan memperbaiki keadaan masyarakat. Bahkan secara garis besar dapat dikatakan bahwa, kebijaksanaan pemerintah daerah dalam melaksanakan otonomi daerah dapat dipandang baik, selama kebijakan tersebut tidak menimbulkan hambatan perdagangan masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. Dengan kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah daerah termasuk bidang penanaman modal seharusnya pemerintah dengan prakarsa sendiri menetapkan kebijakan yang mendorong investor untuk menanamkan modalnya di daerah, sebagai salah satu upaya perolehan sumber pendapatan daerah yang prospektif di masa datang.

5. Usaha untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi tentu menjadi sasaran utama dari kebijakan disektor moneter maupun fiskal serta sektor riil. Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi tentunya diperlukan dana investasi yang besar.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan penanaman modal asing pada negara-negara berkembang dalam hal ketersedianya modal yang cukup untuk melaksanakan pembangunan secara menyeluruh mengalami berbagai kesulitan yang disebabkan oleh berbagai faktor ,antara lain; tingkat tabungan (saving) masyarakat yang masih rendah, akumulasi modal yang belum efektif dan efisien ,ketrampilan (skill) yang belum memadai serta

tingkat teknologi yang belum modern. Kendala-kendala ini umumnya oleh negara-negara berkembang atau sedang berkembang dicoba untuk diatasi dengan berbagai macam cara dan alternatif diantaranya melalui bantuan dan kerjasama dengan luar negeri yang dibutuhkan untuk melengkapi modal dalam negeri yang dapat segera dikerahkan.

E. Hubungan Variabel Bebas terhadap Penanaman Modal Asing

Dokumen terkait