• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Dan Sasaran Renja OPD

Dalam dokumen RENCANA KERJA TAHUN 2022 (Halaman 13-27)

BAB III Tujuan, Sasaran, Program Dan Kegiaatan

3.2 Tujuan Dan Sasaran Renja OPD

BAB IV. RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH BAB V. PENUTUP

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA-PD TAHUN LALU

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja-PD Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur Rencana Kerja Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur adalah penjabaran perencanaan tahunan dan rencana strategis Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur. Tercapai tidaknya pelaksanaan kegiatan-kegiatan atau program yang telah disusun dapat dilihat berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Tahun 2017 dan 2022.

Untuk tahun 2020 Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur mendapat alokasi dana sebesar Rp. 6.729.980.504,- dana tersebut dijabarkan dalam 8 program dan 34 kegiatan, capaian realisasi sebesar Rp. 6.337.519.410,- dengan persentase sebesar 94,17%.

TABEL 2.1

MATRIK PERBANDINGAN RENCANA KERJA TAHUN 2020 DAN CAPAIAN ATAU REALISASI KINERJA KEUANGAN

( Rp.) ( % )

Pelayanan Administrasi Perkantoran 1.091.723.200 1.053.966.230 47

Penyediaan Jasa Surat Menyurat 4.800.000 4.698.000 97,88

Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 113.100.000 100.659.030 89,00

Penyediaan Jasa Adm Keuangan 89.100.000 85.500.000 95,96

Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 26.400.000 24.948.000 94,50

Penyediaan Alat Tulis Kantor 22.599.500 22.563.000 99,84

Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 18.228.500 18.200.000 99,84 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan

Kantor

Sumber : Data Realisasi Keuangan Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur Tahun 2020

Dari tabel 2.1 di atas terlihat bahwa secara umum Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur telah mampu mencapai seluruh target indikator kegiatan yang ditetapkan pada Renstra Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur 2017-2022 yang dijabarkan pada Rencana Kerja Tahunan. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat pencapaian program kegiatan mencapai 94,17% dari Pagu Anggaran yang tersedia yakni Rp. 6.729.980.504.- (Enam milyar tujuh ratus dua puluh sembilan juta sembilan ratus delapan puluh ribu lima ratus empat rupiah ).

Capaian Kinerja Renja OPD Tahun 2020 berisi perbandingan target dan realisasi yang dilaksanakan dari dokumen renja tahun 2020 yang sudah ditetapkan dalam APBK Aceh Timur Tahun Anggaran 2020. Jumlah/besaran target kinerja untuk setiap program sesuai dengan yang direncanakan dalam renja.

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 272.430.000 257.781.400 11,4

Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

15.000.000

14.969.000 100

Peningkatan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

15.000.000

14.969.000 100 Peningkatan Sistem pengawasan Internal & pengendalian

Pelaksanaan Kebijakan KDH

Pelaksanaan Stock Opname Kas dan Persediaan Barang Per 31

Desember keseluruh SKPK 28.468.750 28.468.000 100,00

Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah 36.300.000 36.150.000 99,59

Review Laporan Keuangan SKPK 44.900.000 44.550.000 99,22

Pembinaan Pengawasan Pemerintaha Desa 110.977.500 95.763.200 86,29

Reviu Rencana Kerja Anggaran (RKA) 40.666.250 34.076.900 83,80

Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) 22.023.750 21.992.500 99,86

Pemeriksaan Khusus Dana BOS 49.700.000 49.630.000 99,86

Pemeriksaan Refocissing 45.000.000 44.956.400 99,90

Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasn

103.102.375

101.301.800 98,25

Pelaksanaan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR)

36.521.875

36.486.300 99,9

Koordinasi Rencana Aks Daerah Pencegahan dan pemberatsan Koruspsi

Berdasarkan hal tersebut di atas, adapun hasil evaluasi pelaksanaan Renja Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur tahun lalu dan pencapaian kinerja Renstra Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur, sebagaimana tercantum pada Tabel T.C.

29 (lampiran terlampir).

2.2. Program/Kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

Untuk menunjang optimalisasi pelayanan Inspektorat Kabupaten Aceh Timur masih terdapat beberapa masalah yang muncul antara lain :

a. Jumlah personil yang masih terbatas dan belum mencukupi sehingga tidak dapat melaksanakan program secara maksimal.

b. Sarana dan prasarana penunjang kegiatan operasional dilapangan masih sangat minim terutama fasilitas kenderaan operasional yang belum memadai.

c. Alokasi anggaran yang terbatas tidak sebanding dengan jumlah Obyek Pemeriksaan sebanyak 963 yang harus di awasi.

d. Keterbatasan jumlah Auditor belum mampu mengawasi seluruh Obyek Pemeriksaan.

2.3. Uraian Realisasi Program/Kegiatan yang telah dilakukan memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

Berdasarkan hasil Laporan Penyusunan Pengukuran Kinerja Kegiatan dan Pengukuran Pencapaian Sasaran Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur Tahun Anggaran 2020 termasuk dalam kategori berhasil.

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran untuk mendukung kelancaran operasional urusan administrasi dan pengelolaan keuangan Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur serta untuk mendukung kelancaran pelaksanaan seluruh program-program yang lain dengan rincian kegiatan sebagai berikut:

- Penyediaan Jasa Surat Menyurat

- Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik - Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

- Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor - Penyediaan Alat Tulis Kantor

- Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan

- Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor - Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan - Penyediaan Makanan dan Minuman

- Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah - Penyediaan Jasa Kantor Lainnya

- Pengawasan Objek Pemeriksaan dalam Wilayah Kabupaten Aceh Timur

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur digunakan untuk menunjang kelancaran operasional kerja aparatur di kantor, pemenuhan fasilitas dan kelengkapan kerja, serta kenyamanan suasana kerja dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

- Pengadaan Peralatan Gedung Kantor - Pengadaan Mebeleur

- Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor

- Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional - Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor - Pemeliharaan Rutin/Berkala Mebeleur

3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Program ini dituangkan dalam suatu kegiatan yaitu Pendidikan dan Pelatihan formal bagi Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan

Program ini dituangkan dalam suatu kegiatan yaitu Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD. Tujuan penyusunan laporan ini adalah sebagai media yang dapat digunakan oleh publik atau masyarakat yang memerlukannya dalam rangka menilai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas.

5. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH

Program ini dituangkan dalam suatu kegiatan yaitu Kegiatan peningkatan pengawasan, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

- Penanganan Kasus Pengaduan di Lingkungan Pemerintah Daerah - Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan

- Penyusunan PKPT Kabupaten Aceh Timur

- Pelaksanaan Stock Opname kas dan Persediaan Barang per 31 Desember ke seluruh SKPK

- Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah - Review Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) - Pembinaan Pengawasan Pemerintah Desa

- Review Rencana Kerja Anggaran (RKA) - Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) - Pemeriksaan Dana Hibah/Bansos

- Pemeriksaan Khusus Biaya Operasional Sekolah (BOS) - Pemeriksaan Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

6. Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan

Program ini dituangkan dalam suatu kegiatan yaitu Pelatihan Pengembangan Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan

7. Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan

Program ini dituangkan dalam suatu kegiatan antara lain : - Penyusunan Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P)

- Pelaksanaan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) - Koordinasi Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi

8. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi

Program ini dituangkan dalam suatu kegiatan yaitu Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Publik.

Dapat dilihat pada lampiran Tabel T-C.29. Rekapitulasi Hasil Pelaksanaan Renja-PD dan Pencapaian Renstra Perangkat Daerah s/d tahun 2020 Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur.

2.4. Analisis Kinerja Pelayanan Inspektorat Daerah

Secara umum analisis kinerja pelayanan Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur sesuai target yang ditetapkan dalam rencana strategis, telah dilaksanakan secara optimal. Hal ini terlihat dari jumlah alokasi dana dan realisasi anggaran setiap tahunnya, dapat diserap sesuai dengan target yang ditetapkan.

Pada tahun 2020, sesuai tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur telah berupaya optimal merealisasikan target kinerja untuk mendukung perbaikan tata kelola pemerintahan melalui pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Pemerintah Daerah. Pencapaian kinerja tahun 2020 dijabarkan kedalam 8 program dan 34 kegiatan (lebih detailnya lihat tabel terlampir 2.1) dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 6.729.980.504.- (Enam milyar tujuh ratus dua puluh sembilan juta sembilan ratus delapan puluh ribu lima ratus empat rupiah ).

Pelayanan yang diberikan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur kepada masyarakat adalah melakukan pengawasan dan pemeriksaan diantaranya:

➢ Pemeriksaan Reguler

Pemeriksaan Reguler yaitu pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT).

➢ Pemeriksaan Khusus

Pemeriksaan Khusus dilakukan atas dasar Perintah Bupati Aceh Timur, atau dilakukan apabila terjadi serah terima jabatan beberapa kepala dinas/badan/kantor dilingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.

➢ Pemeriksaan Kasus

Pemeriksaan kasus adalah pemeriksaan yang dilakukan apabila adanya indikasi yang dapat merugikan negara atau daerah di bidang kepegawaian, keuangan dan aset berdasarkan perintah Bupati Aceh Timur atau adanya pengaduan masyarakat.

➢ Melakukan Review Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Timur setiap tahun anggaran.

Hasil review Renja Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur dengan Rancangan awal RKPD dapat dilihat pada tabel T.C. 31 (lampiran terlampir).

2.5. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas Dan Fungsi

Pada aspek kelembagaan Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur masih terdapat kelemahan di antaranya :

a. Jumlah personil yang masih terbatas dan belum mencukupi sehingga tidak dapat melaksanakan program secara maksimal.

b. Sarana dan prasarana penunjang kegiatan operasional dilapangan masih sangat minim terutama fasilitas kenderaan operasional yang belum memadai.

c. Alokasi anggaran yang terbatas tidak sebanding dengan jumlah Obyek Pemeriksaan sebanyak 963 yang harus di awasi.

d. Keterbatasan jumlah Auditor belum mampu mengawasi seluruh Obyek Pemeriksaan.

Jumlah alokasi anggaran dalam rangka penguatan Pembinaan dan Pengawasan pada Inspektorat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sebesar Rp. 7.237.278.887,- atau 0,35% dari total belanja daerah dalam Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Timur tentang APBK Tahun Anggaran 2020.

Sementara sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah Tahun 2020 mewajibkan Pemerintah mengalokasikan anggaran paling sedikit 0,75% untuk pengawasan sesuai kewenangan dalam APBD untuk mendanai program, kegiatan dan sub kegiatan pembinaan dan pengawasan atau sebesar Rp. 14.476.294.310 (Empat belas milyar empat ratus tujuh puluh enam juta dua ratus Sembilan puluh empat ribu tiga ratus sepuluh rupiah) dari total belanja daerah dalam Rancangan Qanun Kabupaten Aceh Timur tentang APBK Tahun Anggaran 2020.

Secara umum, permasalahan-permasalahan yang dihadapi Inspektorat untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi adalah sebagai berikut :

1. Peralatan transportasi belum memadai

2. Sumber daya manusia yang ahli di bidang teknik dan konstruksi, ilmu hukum, masih terbatas.

3. Pendanaan kepengawasan yang masih rendah.

4. Kondisi geografis objek pemeriksaan dipelosok perkampungan dan beratnya medan yang harus dilalui sehingga sulit untuk dijangkau.

2.6. Review Terhadap Rancangan Awal Renja-PD

Rencana Kerja (Renja) Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur Tahun 2022 merupakan rencana kerja tahunan yang juga mengacu pada Renstra Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur jangka waktu lima tahun. Renja Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur memuat program dan kegiatan sesuai tugas dan fungsi pokok Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur.

Review hasil evaluasi pelaksanaan Renja Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur tahun lalu, dan realisasi Renstra Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur dan/atau realisasi APBK untuk Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur.

Berdasarkan hasil yang diperolah melalui penilaian kinerja terhadap program dan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2020 dapat dikemukakan beberapa permasalahan dalam pelaksanaan program dan kegiatan Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur sebagai berikut:

a. Masih rendahnya pemahaman indikator kinerja yang berorentasi pada program dan kegiatan.

b. Belum optimalnya pencapaian target yang direncanakan dalam Rencana Strategis Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur.

c. Belum memahaminya secara utuh tentang outcome yang ingin dicapai dari setiap kegiatan.

Hasil analisis kebutuhan tahun 2022 adalah :

1. Seluruh Program dan Kegiatan yang ada pada RKPD tahun 2022 sama dengan Program dan Kegiatan yang ada dalam renja tahun 2022, hanya saja program dan kegiatan menyesuaikan dengan nomenklatur baru dalam Permendagri 90 Tahun 2017 serta Kepmen 050-3708 Tahun 2020.

2. Seluruh Program yang ada dalam Renja tahun 2022 sesuai dengan program yang ada dalam RENSTRA Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur tahun 2017 – 2022 serta menyesuaikan dengan Permendagri 90 Tahun 2017 serta Kepmen 050-3708 Tahun 2020.

2.7. Penelaah usulan Program dan Kegiatan Usulan Masyarakat

Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur sebagai lembaga yang bertugas melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, tidak memiliki program dan kegiatan yang diusulkan oleh masyarakat. Secara rinci dapat disajikan dalam tabel. T-C.32 (lampiran Terlampir).

BAB III

TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

Pembangunan nasional merupakan upaya semua komponen bangsa yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan berdasarkan Pancasila. Pencapaian tujuan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari jangka panjang, jangka menengah, hingga tahunan. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 menggariskan visi Indonesia tahun 2025 yaitu Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan sebagaimana RPJPN 2005-2025, telah ditetapkan 9 (sembilan) Bidang yang menjadi fokus pembangunan jangka panjang hingga tahun 2025, yaitu: (1) Sosial Budaya dan Kehidupan Beragama, (2) Ekonomi, (3) Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), (4) Politik, (5) Pertahanan dan Keamanan, (6) Hukum dan Aparatur, (7) Pembangunan Wilayah dan Tata Ruang, (8) Penyediaan Sarana dan Prasarana, serta (9) Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan Hidup.

Visi nasional pembangunan jangka panjang adalah terciptanya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia dan masyarakat yang makin sejahtera dalam pembangunan yang berkelanjutan didorong oleh perekonomian yang makin maju, mandiri, dan merata di seluruh wilayah didukung oleh penyediaan infrastruktur yang memadai serta makin kokohnya kesatuan dan persatuan bangsa yang dijiwai oleh karakter yang tangguh dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diselenggarakan dengan demokrasi yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta menjunjung tegaknya supremasi hukum.

Kaitannya untuk mewujudkan fokus pembangunan jangka menengah hingga visi dan misi nasional pembangunan jangka Panjang di atas, dapat dilihat pada point enam bidang hukum dan aparatur yang mengharapkan terwujudnya Aparatur Negara yang amanah dan mampu mendukung pembangunan nasional serta menjawab kebutuhan dinamika bangsa sesuai Pancasila dan UUD 1945. Arah pembangunan aparatur negara dilakukan melalui penuntasan penanggulangan penyalahgunaan

kewenangan dalam bentuk KKN, peningkatan kualitas penyelenggaraan administrasi negara, dan peningkatkan keberdayaan masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan. Penuntasan penanggulangan penyalahgunaan kewenangan dalam bentuk KKN dicapai dengan cara: (a). Penerapan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance) pada semua tingkat dan lini pemerintahan dan pada semua kegiatan; (b). Pemberian sanksi yang seberat-beratnya kepada pelaku KKN sesuai dengan ketentuan yang berlaku; (c). Peningkatan intensitas dan efektivitas pengawasan aparatur negara melalui pengawasan internal, pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat; (d). Peningkatan etika birokrasi dan budaya kerja serta pengetahuan dan pemahaman para penyelenggara negara terhadap prinsip-prinsip good governance.

Peningkatan kualitas penyelenggaraan administrasi negara dicapai dengan cara: (a). Penataan kembali fungsi-fungsi kelembagaan pemerintahan agar dapat berfungsi secara lebih memadai, ramping, luwes dan responsif; (b). Peningkatan efektivitas dan efisiensi ketatalaksanaan dan prosedur pada semua tingkat dan antar tingkat pemerintahan; (c). Penataan dan peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur agar sesuai dengan kebutuhan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat; (d). Peningkatan kesejahteraan pegawai dan pemberlakuan sistem karier berdasarkan prestasi.

Dalam rangka menciptakan Pemerintahan yang baik (Good Governance) dan Pemerintahan yang bersih (Clean Governtment) maka Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur menegaskan tidak menghendaki terjadinya segala bentuk penyalahgunaan wewenang dalam jabatan dan penyalahgunaan keuangan daerah, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme yang dapat mengakibatkan kebobrokan ekonomi rakyat dan menggerogoti keuangan daerah sehingga pada akhirnya akan mengganggu proses damai yang telah dibangun susah payah.

Aparat Pengawasan Intern Pemerintah memiliki peran penting dalam membantu mendeteksi dan menurunkan kasus korupsi. Sejak sekarang dan seterusnya, Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur menghendaki pengelolaan anggaran dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel serta menganut prinsip 3 E yaitu efisien, efektif dan ekonomis agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang dan keuangan daerah yang dapat merugikan daerah.

Sesui dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, terdapat 4 (empat) pilar dari RPJMN ke IV tahun 2020-2024 yang merupakan amanat RPJPN

2005- 2025 untuk mencapai tujuan utama dari rencana pembangunan nasional periode terakhir. Keempat pilar tersebut diterjemahkan ke dalam 7 agenda pembangunan yaitu :

1) Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas;

2) Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan;

3) Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing;

4) Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan;

5) Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar;

6) Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim;

7) Memperkuat Stabilitas Polhukkam dan Transformasi Pelayanan Publik.

Dalam mensinergikan pembangunaan Nasional dengan pembangunan daerah Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.1

Keterkaitan Prioritas Pembangunan Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur (Prioritas Pembangunan Nasional)

No Prioritas Pembangunan Nasional Prioritas Pembangunan Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur 1. Memperkuat Ketahanan Ekonomi

untuk Pertumbuhan yang Berkualitas 2. Mengembangkan Wilayah untuk

Mengurangi Kesenjangan

3. Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing 4. Revolusi Mental dan Pembangunan

Kebudayaan

5. Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar

6. Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim

No Prioritas Pembangunan Nasional Prioritas Pembangunan Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur 7. Memperkuat Stabilitas Polhukkam dan

Transformasi Pelayanan Publik

Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan : a. Meningkatkan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel

b. Meningkatkan penyelenggaraan tata kelola pemerintah yang baik

Sehubungan dengan tugas Pokok dan Fungsi Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur yang berkaitan langsung adalah Prioritas Pembangunan Nomor Tujuh Memperkuat Stabilitas Polhukkam dan Transformasi Pelayanan Publik. Negara wajib terus hadir dalam melindungi segenap bangsa, memberikan rasa aman serta pelayanan publik yang berkualitas pada seluruh warga negara dan menegakkan kedaulatan negara. Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan yang dapat diakses oleh semua masyarakat melalui Reformasi kelembagaan birokrasi untuk pelayanan publik berkualitas, Memperbaiki sistem peradilan, penataan regulasi dan tata kelola keamanan siber, Mempermudah akses terhadap keadilan dan sistem anti korupsi.

Kaitannya dengan perwujudan prioritas pembangunan di atas, Inspektorat Daerah sebagai aparat pengawas berperan dalam mendukung dan mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih dan akuntabel dengan cara mengoptimalkan fungsi pengawasan, pengendalian dan pembinaan untuk mendorong reformasi birokrasi, mewujudkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan, mencegah terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), dan mendorong terwujudnya aparatur pemerintah yang produktif, transparan, akuntabel dan profesional. Untuk mendukung tercapainya hal tersebut di atas, kompetensi aparatur pengawasan di Inspektorat Daerah perlu ditingkatkan agar pengawasan dan pembinaan kepada seluruh perangkat daerah berjalan lebih efektif dan efisien. Agenda pembangunan yang telah tertuang dalam RPJMN 2020-2024 tersebut menjadi peluang yang sangat baik bagi Inspektorat Daerah untuk meningkatkan kinerja dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Apabila peluang internal dan eksternal sebagaimana telah disebutkan di atas dapat dimanfaatkan secara optimal dan kendala - kendala sebagai faktor penghambat dapat diatasi dengan baik, maka Inspektorat Daerah benar-benar dapat menjadi aparat pengawas yang mempunyai peran strategis

dalam mendukung terwujudnya Prioritas Pembangunan Kabupaten Aceh Timur Tahun Anggaran 2022.

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur

Penetapan tujuan dan sasaran didasarkan pada identifikasi faktor – faktor kunci keberhasilan (Critical Succes Factor) yang ditetapkan setelah penetapan visi dan misi. Penetapan tujuan akan mengarah kepada perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan Visi dan Misi. Sedangkan sasaran menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan – tindakan terfokus yang bersifat spesifik, terukur dan dapat dicapai.

Tujuan penyusunan Rencana Kerja Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur Tahun 2022 dimaksudkan sebagai pedoman umum pelaksanaan tugas pembinaan dan pengawasan, sehingga program-program yang telah direncanakan tersebut dapat berjalan sesuai arah dan kebijakan yang ditetapkan Kepala Daerah. Hal ini merupakan pemetaan (mapping) kegiatan dan indikator kinerja berdasarkan kebijakan, program dan sasaran yang telah ditetapkan dengan mengakomodasikan sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta dukungan dana yang memadai. Sedangkan sasaran utama dan rencana kerja adalah terlaksananya tugas pokok dan fungsi serta kewenangan Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur guna mewujudkan Pemerintahan yang Baik (Good Governance) dan Pemerintahan yang Bersih (Clean Government).

Dalam dokumen RENCANA KERJA TAHUN 2022 (Halaman 13-27)

Dokumen terkait