tujuan pendidikan Islam secara
efektif dan efisien. h. 10
efektif dan efisien. h. 10
Implikasi dari definisi MPI :
Implikasi dari definisi MPI :
1. Menghendaki ada muatan nilai-nilai Islam semisal
1. Menghendaki ada muatan nilai-nilai Islam semisal
penghargaan, mashlahat, kualitas, kemajuan,
penghargaan, mashlahat, kualitas, kemajuan,
pemberdayaan yang bersumberkan Qur’an dan
pemberdayaan yang bersumberkan Qur’an dan
al-Sunnah nabi saw.
Sunnah nabi saw.
2. Pelbagai LPI dengan segala keunikannya sebagai
2. Pelbagai LPI dengan segala keunikannya sebagai
objek.
objek.
3. Inklusif (secara islami) : kesesuaian nilai-nilai Islam
3. Inklusif (secara islami) : kesesuaian nilai-nilai Islam
dengan kaidah-kaidah manajemen; Eksklusif (LPI).
dengan kaidah-kaidah manajemen; Eksklusif (LPI).
4. Penuh siasat dan strategi untuk mencapai suatu
4. Penuh siasat dan strategi untuk mencapai suatu
tujuan.
tujuan.
5. Cakupan sumber belajar relatif luas.
5. Cakupan sumber belajar relatif luas.
6. Tujuan pendidikan Islam.
6. Tujuan pendidikan Islam.
7. Efektif (aksiologi) dan efisien (epistemologi). h. 11-12
7. Efektif (aksiologi) dan efisien (epistemologi). h. 11-12
Pemetaan Komponen Definisi MLPI Pemetaan Komponen Definisi MLPI
Subsistem
Subsistem
Filsafat
Filsafat KomponenKomponen KeteranganKeterangan
Ontologi
Ontologi . LPI. LPI
. Sumber-sumber
. Sumber-sumber
belajar
belajar
. Hal-2 lain yang
. Hal-2 lain yang
terkait
terkait
. Objek pengelolaan makro
. Objek pengelolaan makro
. Objek pengelolaan meso
. Objek pengelolaan meso
. Objek pengelolaan mikro
. Objek pengelolaan mikro
Epistemologi
Epistemologi . Proses secara Islami. Proses secara Islami
. Cara menyiasati
. Cara menyiasati
. Cara pengelolaan makro
. Cara pengelolaan makro
. Cara pengelolaan mikro
. Cara pengelolaan mikro
Aksiologi
Aksiologi . Pencapaian tujuan PI. Pencapaian tujuan PI . Hasil pengelolaan. Hasil pengelolaan Gabungan Gabungan aksiologi aksiologi dengan dengan epistemologi epistemologi
. Efektif dan efisien
. Efektif dan efisien . Menjelaskan keadaan . Menjelaskan keadaan ak
aksiologi siologi ++ epepistemologiistemologi
Landasan MLPI
Landasan MLPI
Dasar yang sangat berperan dalam Dasar yang sangat berperan dalam
pembahasan manajemen pendidikan Islam pembahasan manajemen pendidikan Islam
ini adalah
ini adalah wahyu dan kulturwahyu dan kultur. Wahyu . Wahyu
berperan memberikan payung normatif bagi berperan memberikan payung normatif bagi
formulasi kaidah-kaidah manajemen formulasi kaidah-kaidah manajemen
pendidikan Islam sehingga dapat dirinci pendidikan Islam sehingga dapat dirinci
menjadi strategi-strategi yang spesifik. menjadi strategi-strategi yang spesifik.
Sementara itu, kultur menjadi dasar Sementara itu, kultur menjadi dasar
pertimbangan dalam memilih alternatif pertimbangan dalam memilih alternatif
strategi pengelolaan lembaga pendidikan strategi pengelolaan lembaga pendidikan
Islam. h. 6-7. Islam. h. 6-7.
Landasan : teologis, rasional, empiris, teoritis,
Landasan : teologis, rasional, empiris, teoritis,
yuridis.
yuridis.
Tujuan MLPI
Tujuan MLPI : mewujudkan layanan-layanan : mewujudkan layanan-layanan
sistemik yang memadai bagi kesuksesan
sistemik yang memadai bagi kesuksesan
peserta-didik mencapai tujuan pendidikan
peserta-didik mencapai tujuan pendidikan
Islamiy secara
PELAYANAN PRIMA :
PELAYANAN PRIMA :
1.
1. TangibleTangible (nyata), (nyata),
2.
2. ReliabilityReliability (pantas), (pantas),
3.
3. ResponsivenessResponsiveness (mudah, kesediaan (mudah, kesediaan
melayani),
melayani),
4.
4. CompetenceCompetence (ahli), (ahli),
5.
5. CourtesyCourtesy (perkataan sopan dan ramah), (perkataan sopan dan ramah),
6.
6. CredibilityCredibility (yakin), (yakin),
7.
7. ScurityScurity (aman), (aman),
8.
8. CommunicationCommunication (informasi), (informasi),
9.
9. UnderstandingUnderstanding (empati). (empati).
P E L A Y A N A N P R I M A
Vide, Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, 2nd ed, Bumi Aksara, Jakarta, 2010, h. 1. antas : tepat janji dan biaya, mutu, waktu.
mpati : memahami kebutuhan konsumen.
angsung : responsif, segera dikerjakan dan tidak berbelit-belit. kurat : tepat atau teliti, reliabel.
akin : kredibilitas, dapat dipercaya. man : risiko kecil, keraguan kecil.
yaman : menyenangkan dan memuaskan. lat : lengkap dan modern.
yata : penampilan sarana dan prasarana, personil.
erkataan : sopan santun, bersahabat, mudah berkomunikasi, konsisten. ahasia : kerahasiaan pelayanan terjamin.
nformasi : mudah dipahami, obyektif, valid, komprehensif, mutakhir. udah : melayani, dihubungi, ditemui, disuruh.
Fungsi MLPI
Fungsi MLPI : :
No
No PakarPakar Fungsi/ProsesFungsi/Proses 1
1 George R. TerryGeorge R. Terry a. Planning, b. Organizing, c. Actuating, d. a. Planning, b. Organizing, c. Actuating, d. Controlling.
Controlling. 2
2 Koont O’Donnel Koont O’Donnel and Niclender
and Niclender a. Planning, b. Organizing, c. Staffing, d. Directing, e. Controlling.a. Planning, b. Organizing, c. Staffing, d. Directing, e. Controlling. 3
3 NewmanNewman a. Planning, b. Organizing, c. Assembling, d. a. Planning, b. Organizing, c. Assembling, d. Resources, e. Directing, f. Controlling.
Resources, e. Directing, f. Controlling. 4
4 Henri FayolHenri Fayol a. Forecasting and Planning, b. Organizing, c. a. Forecasting and Planning, b. Organizing, c. Commanding, d. Coordinating.
Commanding, d. Coordinating.
5
5 Herbert G. HicksHerbert G. Hicks a. Creating, b. Planning, c. Organizing, d. Motivating, a. Creating, b. Planning, c. Organizing, d. Motivating, e. Communicating, f. Controlling.
e. Communicating, f. Controlling. 6
6 Luther CulickLuther Culick a. Planning, b. Organizing, c. Staffing, d. Directing, e. a. Planning, b. Organizing, c. Staffing, d. Directing, e.
Coordinating, f. Reporting, g. Budgeting.
Coordinating, f. Reporting, g. Budgeting.
7
7 James A.F.StonerJames A.F.Stoner a. Planning, b. Organizing, c. Leading, d. Controlling.a. Planning, b. Organizing, c. Leading, d. Controlling. 8
8 Harold KoontzHarold Koontz a. Planning, b. Organizing, c. Staffing, d. Leading, e. a. Planning, b. Organizing, c. Staffing, d. Leading, e. Controlling
Controlling
9
9 Sondang Sondang
P.Siagian
P.Siagian a. Planning, b. Organizing, c. Motivating, d. Controlling, e. Evaluating.a. Planning, b. Organizing, c. Motivating, d. Controlling, e. Evaluating.
Ada 17 fungsi-tugas-proses manajemen : Ada 17 fungsi-tugas-proses manajemen :
No
No Fungsi/ProsesFungsi/Proses NoNo Fungsi/ProsesFungsi/Proses 01
01 Planning (Perencanaan)Planning (Perencanaan) 1010 Coordinating (koordinasi)Coordinating (koordinasi) 02
02 Organizing Organizing
(Pengorganisasian)
(Pengorganisasian) 1111 Creating (kreasi)Creating (kreasi)
03
03 Actuating (Penggerakan)Actuating (Penggerakan) 1212 Motivating (motivasi)Motivating (motivasi) 04
04 Controlling (Pengendalian)Controlling (Pengendalian) 1313 Communicating Communicating (komunikasi)
(komunikasi)
05
05 Staffing (penyusunan Staffing (penyusunan pegawai)
pegawai) 1414 Reporting (pelaporan)Reporting (pelaporan)
06
06 Directing (pemberian Directing (pemberian bimbingan)
bimbingan) 1515 Budgeting (penganggaran)Budgeting (penganggaran)
07
07 Assembling (perwakilan)Assembling (perwakilan) 1616 Leading (pemimpinan)Leading (pemimpinan) 08
08 Resources (penggalian Resources (penggalian sumber)
sumber) 17
17 Evaluating (penilaian)Evaluating (penilaian) 09
Sasaran-bidang
Sasaran-bidang M Manajemen : sumber daya pendidikan (7M+I).anajemen : sumber daya pendidikan (7M+I). 1. Man 2. Money 3. Material 4. Machines 5. Methods-media 6. Marketing 7. Minutes 8. Information
Hubungan Fungsi dan Sumber Daya Manajemen
Hubungan Fungsi dan Sumber Daya Manajemen
Planning
Planning OrganizingOrganizing ActuatingActuating ControllingControlling ......
Man VV VV VV VV ...... Money VV VV VV VV ...... Material VV VV VV VV ...... Machines VV VV VV VV ...... Methods VV VV VV VV ...... Marketing VV VV VV VV ...... Minutes VV VV VV VV ...... Information VV VV VV VV ......
Keterampilan Manajerial
Keterampilan Manajerial Keterampilan Manajerial
Keterampilan Manajerial Level Level Manager
Manager Bertanggung Jawab keBertanggung Jawab ke Konseptu
Konseptu
al
al SosialSosial OperasionalOperasional
40% 40% 50%50% 10%10% Top Top Manager Manager Atasan langsung Atasan langsung atau pemilik atau pemilik perusahaan perusahaan 25% 25% 50%50% 25%25% Middle Middle Manager
Manager Top ManagerTop Manager
10%
10% 50%50% 40%40% Low Low
Manager
Manager Middle ManagerMiddle Manager
MLPI MLPI Top Manager Low Manager LEVEL MANAGER Middle Manager Pendidik-Tenaga Kependidikan 17 Fungsi Manajemen 7M + I Bidang Manajemen P E L A Y A N A N P R I M A
USER Tujuan LPI
Tujuan Sisdiknas Tujuan individual
Pemerintah RI Pemda 1 + 2
Urgensi MLPI
Urgensi MLPI : sebagai faktor penggerak : sebagai faktor penggerak
utama kemajuan LPI.
utama kemajuan LPI.
Ada sekolah atau madrasah yang awalnya Ada sekolah atau madrasah yang awalnya mengalami kemunduran, kemudian bisa mengalami kemunduran, kemudian bisa
maju dengan pesat. Sebaliknya, ada maju dengan pesat. Sebaliknya, ada
sekolah atau madrasah yang awalnya maju, sekolah atau madrasah yang awalnya maju,
tetapi kemudian hampir gulung tikar. Ada tetapi kemudian hampir gulung tikar. Ada
yang awalnya maju dan tetap bertahan, yang awalnya maju dan tetap bertahan,
sebaliknya ada juga yang awalnya termasuk sebaliknya ada juga yang awalnya termasuk
dalam kategori “l
dalam kategori “lââ yahy yahyââ wa l wa lââ yam yamûûtu tu (hidup enggan mati tak mau). h. 3
(hidup enggan mati tak mau). h. 3
Belakangan ini, ada beberapa madrasah yang
Belakangan ini, ada beberapa madrasah yang
mengalami kemajuan pesat sekali dan
mengalami kemajuan pesat sekali dan
berhasil mengalahkan sekolah-sekolah
berhasil mengalahkan sekolah-sekolah
umum di sekitar madrasah tersebut,
umum di sekitar madrasah tersebut,
bahkan mampu mengalahkan
bahkan mampu mengalahkan
sekolah-sekolah umum yang lebih dahulu dikenal
sekolah umum yang lebih dahulu dikenal
sebagai sekolah yang maju. Misalnya,
sebagai sekolah yang maju. Misalnya,
Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, MIN 1
Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, MIN 1
Malang, MAN-IC Serpong dan Gorontalo. h.
Malang, MAN-IC Serpong dan Gorontalo. h.
3-4
3-4
Sifat MLPI
Sifat MLPI : : N
N
o
o SandaranSandaran BahanBahan
1
1 TeologisTeologis Teks-teks wahyu baik Al-Qur’an maupun hadis Teks-teks wahyu baik Al-Qur’an maupun hadis yang terkait dengan manajemen pendidikan.
yang terkait dengan manajemen pendidikan.
2
2 RasionalRasional Perkataan-perkataan (aqwPerkataan-perkataan (aqwââl) para sahabat Nabi l) para sahabat Nabi maupun ulama dan cendekiawan muslim yang
maupun ulama dan cendekiawan muslim yang
terkait dengan manajemen pendidikan.
terkait dengan manajemen pendidikan.
3
3 EmpirisEmpiris Realitas perkembangan lembaga pendidikan Realitas perkembangan lembaga pendidikan Islam.
Islam.
Kultur komunitas (pimpinan dan pegawai)
Kultur komunitas (pimpinan dan pegawai)
lembaga pendidikan Islam.
lembaga pendidikan Islam.
4
4 TeoritisTeoritis Ketentuan kaidah-kaidah manajemen pendidikan.Ketentuan kaidah-kaidah manajemen pendidikan.
5
5 YuridisYuridis Peraturan perundang-undangan yang berlaku Peraturan perundang-undangan yang berlaku
setempat.
setempat.
Sandaran teologis menimbulkan keyakinan
Sandaran teologis menimbulkan keyakinan
adanya kebenaran pesan-pesan wahyu
adanya kebenaran pesan-pesan wahyu
karena berasal dari Tuhan, sandaran
karena berasal dari Tuhan, sandaran
rasional menimbulkan keyakinan
rasional menimbulkan keyakinan
kebenaran berdasarkan pertimbangan
kebenaran berdasarkan pertimbangan
akal-pikiran. Sandaran empiris
akal-pikiran. Sandaran empiris
menimbulkan keyakinan adanya
menimbulkan keyakinan adanya
kebenaran berdasarkan data-data riil dan
kebenaran berdasarkan data-data riil dan
akurat, sedangkan sandaran teoritis
akurat, sedangkan sandaran teoritis
menimbulkan keyakinan adanya
menimbulkan keyakinan adanya
kebenaran berdasarkan akal pikiran dan
kebenaran berdasarkan akal pikiran dan
data sekaligus serta telah dipraktikkan
data sekaligus serta telah dipraktikkan
berkali-kali dalam pengelolaan pendidikan.
berkali-kali dalam pengelolaan pendidikan.
h. 17.
h. 17.
Sayangnya, selama ini aspek manajemen
Sayangnya, selama ini aspek manajemen
pendidikan pada berbagai tingkat dan
pendidikan pada berbagai tingkat dan
satuan pendidikan belum mendapat
satuan pendidikan belum mendapat
perhatian yang serius sehingga seluruh
perhatian yang serius sehingga seluruh
komponen sistem pendidikan kurang
komponen sistem pendidikan kurang
berfungsi dengan baik.
berfungsi dengan baik.