• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAGA-LEMBAGA PENUNJANG Puslitbank

D. Tujuan Pengembangan Kepribadian Sekretaris

Tujuan utama pengembangan kepribadian untuk sekretaris pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara adalah membentuk citra pribadi sekretaris. Kepribadian seorang sekretaris terletak pada personal image, integritas, intelektual, watak, perilaku, karya, dan penampilan seorang sekretaris didepan umum. Hal ini untuk mengikuti perkembangan jaman, perkembangan teknologi yang semakin pesat, dan untuk menghadapu persaingan dunia bisnis serta perubahan tingkat kualitas seorang sekretaris. Tujuan pengembangan kepribadian bagi sekretaris pada dasarnya untuk memperoleh 3 (tiga) hal, yaitu :

1. Menambah wawasan dan pengetahuan.

Adapun pengetahuan dan wawasan yang harus diketahui oleh seorang sekretaris terhadap mahasiswa D III Kesekretariatan meliputi : pengetahuan akan bidang tempat bekerja, serta pengetahuan akan rekanan bisnis pimpinan. Ada banyak cara yang dapat diakukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan diantara : banyak membaca dan mengikuti perkembangan dari berita dan surat kabar dan media, lalu juga banyak mengikuti forum (seperti : workshop, seminar-seminar yang diadakan oleh perusahaan, pelatihan khusus,

43

   

serta diskusi bersama rekanan kerja, baik pimpinan maupun sekretaris lainnya yang ada diperusahaan tersebut) serta belajar menuangkan ide dalam bentuk tulisan dan karya yang dapat mengembangkan kreatifitas seorang sekretaris. 2. Menambah keterampilan.

Didalam pekerjaannya sekretaris tidak hanya dituntut untuk memahami tugas dalam kantor saja, tetapi juga untuk menjadi seorang sekretaris juga dapat menambah keterampilannya seperti: meningkatkan kreatifitas dalam bekerja, meningkatkan profesionalisme kerja dan lingkungan kerja yang nyaman, memproyeksikan diri yang positif dimata oranglain, serta mencapai prestasi yang unggul dalam keberhasilan setiap pekerjaan dan tanggungjawabnya. Hal ini dapat terjadi apabila sekretaris rutin untuk mengasah keterampilannya baik dalam bekerja maupun berinteraksi dalam bidang pekerjaanya secara luas. Dengan keterampilan yang dimilikinya akan membantu meningkatkan mutu dan kualitas seorang sekretaris.

3. Bekerja secara efisien

Efisiensi kerja yaitu pelaksanaan cara-cara tertentu dengan tanpa mengurangi tujuannya. Hal ini dapat bertujuan untuk mempermudah sekretaris dalam mengerjakan tugas dalam pekerjaannya, dapat juga mempersingkat waktu pada saat melakukan tugasnya, meringakan beban tanggungjawabnya, serta dapat merubah sikap yang menunda atau mengulur-ulur pada saat ada pekerjaan yang diberikan padanya. Bekerja secara efisien yang diterapkan tersebut guna membiasakan diri bekerja sesuai prosedur kerja yang praktis dan tepat namun masih sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku ditempat kerja.

4. Menjadikan citra kepribadian yang baik

Sebagai seorang sekretaris yang menjadi kepercayaan pimpinan, diperlukan sikap yang sopan, ramah, santun, serta murah senyum untuk mendapat pribadi yang positif dalam diri seorang sekreatris. Sikap positif tersebut dapat membangun hubungan yang bisa menstimulasi sukses karir seorang sekretaris. Sikap tersebut nantinya akan mencerminkan citra diri dan dapat memunculkan penilaian yang baik bagi sekretaris. Untuk menciptakan kesan yang menyenangkan, yang perlu diperhatikan adalah penampilan diri yang diibaratkan seperti sampul dalam buku, yang dibentuk agar menarik. Ini menjadi acuan penting untuk kepribadian sekretaris.

E. Meningkatkan Kemampuan Sekretaris Dalam Mencari,

Menginterprestasikan, dan Memanfaatkan Informasi

Sekretaris bertugas mencarikan dan menyajikan informasi kepada pimpinannya. Untuk itu sekretaris harus mahir dalam menggali informasi dari berbagai sumber, lalu menginterpretasikan sehingga dapat memilih informasi yang dinilai bermanfaat untuk disajikan kepada pemimpin. pimpinan tidak perlu terus menerus menuntun dan membimbing sekretaris, namun cukup memberikan setiap tugas kepada sekretaris dan sekretaris yang bersangkutan mampu menyelesaikannya dengan baik. Pimpinan memberi instruksi kepada sekretaris secara garis besar dan memberi pengarahan, setelah itu menjadi tanggung jawab sekretaris untuk menjalankan tugasnya, termasuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam setiap menyelesaikan tugasnya. Disitu lah sekretaris di tuntut

45

   

mampu bekerja mandiri, bekerja tanpa pengawasan, untuk itu harus memiliki komitmen pada tugas sebagai salah satu ciri sekretaris yang profesional.

Mencari informasi dapat dilakukan sekretaris dalam kegiatan sehari-hari, seperti dari berbagai info-info dan berita terbaru, serta dari berbagai media seperti koran, majalah, internet dan jejaring sosial yang semakin berkembang. Untuk informasi yang didapat, sekretaris harus mampu memanfaatkan informasi yang bersifat baik demi kelancaran tugas. Memanfaatkan informasi dilakukan dengan mengkaji sisi baik dari informasi. Oleh karena itu sekretaris perlu diarahkan untuk mengerti dan memahami informasi sebagai komponen dalam menginterprestasikn informasi.

F. Standard Penampilan Sekretaris

Image atau penampilan merupakan lukisan diri yang ditampilkan kepada

orang lain. Seringkali orang tidak menyadari pentingnya kesan atau image ini. Keahlian atau keterampilan yang baik dan kualitas kerja yang tingi memang sangat dibutuhkan, akan tetapi kesan yang buruk bisa menutupi keahlian yang paling sempurna sekalipun. Penampilan banyak dipengaruhi oleh faktor fisik, misalnya kebersihan badan, berpakaian dan kesehatan. Image yang buruk dapat juga mempengaruhi penerimaan rekan kerja akan ide-ide dan permintaan-permintaan karir sesorang. Penunjang penampilan diatas sifatnya fisikal (Sulistiyani, 2003:33).

Appearance , tampil menarik. Yaitu keadaan lahiriah yang dapat dilihat

oleh orang lain. Untuk itu sekretaris mutlak harus memperhatikan agar selalu berpenampilan menarik dan rapi. Kenyataan bahwa penampilan merupakan fakor

utama saat anda dipilih atau diterima untuk posisi sekretaris seperti halnya kemampuan kerja dan kepribadian anda. Pada umumnya penampilan yang baik dapat dibangun dalam waktu yang relatif lama, karena dibutuhkan proses penyesuaian. Dengan penampilan menarik, orang dengan mudah memberikan kesan positif terlebih dahulu (Sulistiyani, 2003 : 33).

Untuk mencapai kepribadian yang sempurna bukan hanya urusan fisik dan tampil menarik saja, tetapi juga perlu memiliki intelektualitas, keterampilan dan sikap yang baik. Dengan memiliki hal tersebut seseorang tidak dipandang remeh. Dewasa ini semakin diperlukan sekretaris yang menguasai diri dan dapat diajak berbicara masalah dan bertukar fikiran daripada yang pasif. Sekretaris yang bijaksana juga mampu menempatkan etiket penampilan sesuai dengan kondisi dan waktunya.

Penampilan yang harus diperhatikan karena dianggap penting untuk kebutuhan fisik ataupun penampilan menarik. Saat menilai seseorang, yang paling terutama dinilai adalah melalui penglihatan, lalu baru yang lain-lainnya. Apa yang dilihat, itulah yang pertama kali menjadi penilaian terbesar. Cara berpenampilan akan sangat mendukung karir yang dimiliki, oleh sebab itu perlu untuk menjaga penampilan yang dimiliki.

Menurut La Rose (2003:40) sekretaris haruslah menggunakan prinsip tampil sempurna dan tetap mejaga integritas serta meningkatkan kinerja dalam diri sebagai seorang sekretaris. Sikap positif adalah kunci kesuksesan di tempat kerja manapun yang akan memudahkan dalam melewati masa kesusahan saat membawa diri dengan kepercayaan diri dan sikap positif seperti mencoba berlatih bicara dengan diri sendiri (selftalk). Karena itulah, mengatakan hal-hal positif

47

   

kepada diri sendiri bisa sangat membantu membuat diri terlihat lebih menarik karena dan akan merasa lebih baik. Hadapi cermin dengan mantra positif setiap pagi dan melihat betapa makeup akan membantu seorang sekretaris terlihat lebih bersinar karena dibantu dengan semangat cantik dari dalam. Itulah sebabnya sekretaris harus mempunyai kemampuan semakin hari semakin bijak, lebih semangat, lebih sehat, serta lebih meningkatkan kinerja.

Sekretaris merupakan salah satu profesi yang mengutamakan penampilan. Memang kecantikan bukanlah syarat mutlak, akan tetapi sekretaris harus tahu bagaimana cara harus menampilkan diri, seperti : bagaimana cara duduk, berbicara, berjalan, berdiri, berpakaian dan merias diri. Respons Positif atau Negative tergantung dari image yang disampaikan, misalanya melalui cara berpakaian , sikap dan perbuatan, sopan santun dan lain-lain. Relasi bisnis pimpinan anda bahkan mendapat kesan pertama akan perusahaan anda dari diri sekretarisnya. Sekretaris yang sukses sangat memperhatikan penampilan. Ada beberapa hal tentang penampilan yang perlu diketahui seorang sekretaris (Rosidah dan Ambar, 2005 : 64) antara lain:

1. Pakaian

Walaupun mode pakaian berubah-ubah, hendaklah pakaian yang anda gunakan cocok untuk kantor tempat bekerja dan sesuai dengan pekerjaan yang dijalankan. Salah satu tuntutan profesi sekretaris untuk selalu bekerja cepat, lebih baik diantisipasi dengan pakaian yang praktis dan sedikit sportif. Pilihlah pakaian yang pantas dan membuat percaya diri, menarik, yang cocok dengan bentuk dan tinggi tubuh, serta warna kulit. Pakaian tidak harus selalu dari produk-produk yang ternama, akan tetapi hendaknya terlihat berkualitas.

Yang terpenting, sekretaris perlu memperhatikan pengaturan perpanduan warna, mempunyai cita rasa (taste) yang baik agar dengan pakaian tersebut dapat mengubah penampilan menjadi lebih baik. Mengatur dan merencanakan pembelian pakaian dengan baik, dimana sekretaris harus mampu melihat

fashion pada pakaian agat tidak membosankan, mudah dikombinasikan

dengan situasi dalam suatu kegiatan. Hal ini untuk memberikan variasi yang cukup menarik dalam tata cara berpakaian sekretaris. Bahan baju kantor tidak banyak berubah dari waktu ke waktu (konservatif). Untuk pakaian setiap harinya, sekretaris haruslah membuat perencanaan pada malam hari, apa yang harus di pakai keesokan harinya. Hal ini untuk mencegah keterburu-buruan pada waktu yang terbatas. Perencanaan yang baik mencakup pemilihan baju dan kombinasi yang sesuai dengan tugas besok, warna, acsesoriss, pengecekan bagian-bagian baju (kancing, robek, jahitan lepas) dan yang lebih penting, apakah pakain tersebut sudah tersedia bersih dan disetrika. Sekretaris disarankan untuk tidak berseksi-seksi dengan rok yang terlalu pendek. Intinya seorang sekretaris harus mampu menyesuaikan gaya berpakaiannya di kantor.

2. Make Up

Make-Up bukan hanya rias wajah, melainkan mencakup perawatan kulit

muka agar bersih dan berseri-seri. Penggunaan bahan make-up yang cocok merupakan perawatan dasar wajah. Merias wajah harus dilakukan sewajar mungkin (naturaly) sesuai dengan jabatan dan ciri pembawaan seorang sekretaris. Agar jangan berdandan terlalu menor, namun juga tidak

49

   

melupakan riasan sehingga wajah terlihat sangat pucat. Sekretaris wajib mengetahui cara merawat dan menata rias wajah secara tepat dan benar. 3. Kulit

Kulit juga harus bersih dan bebas penyakit. Jika kulit wajah dan tubuh sehat, penampilan akan terlihat segar dan sempurna walaupun tanpa make up yang berarti. Kulit yang bersih juga menghindari anda dari bau badan yang menyengat.

4. Rambut

Rambut harus selalu dalam keadaan bersih dan tertata rapi dengan model yang sederhana. Keramaslah dengan selang waktu normal. Rambut yang panjang membutuhkan perawatan ekstra, tetapi bila cocok dengan rambut panjang, jangan terlalu ikut-ikutan mode pendek yang sedang trend saat ini. Namun, jangan sampai rambut yang panjang mengganggu saat melakukan pekerjaan. Sesuaikan model rambut dengan raut muka dan gunakan model rambut yang bisa mencerminkan rasa percaya diri dan keprofesionalan sebagai seorang sekretaris.

5. Tas

Sekretaris yang mengikuti mode akan memperhatikan apakah tas yang akan dipakai keesokan harinya sesuai dengan pakaian yang akan di pakai. Sebaiknya sekretaris memiliki lebih dari satu tas dalam aneka warna, besar dan kecil untuk aneka kesempatan, bila tidak, tas hitam merupakan pilihan tepat untuk seluruh koleksi pakaian sekretaris. Seperti halnya model pakaian, pilihlah model tas yang konservatif, tidak terlalu banyak pernik sehingga cocok dikombinasikan dengan pakaian.

6. Sepatu

Lebih baik tidak memakai sepatu sandal atau sepatu yang tidak berhak. Sepatu yang bertumit tinggi lebih sedap di pandang dan membuat figur tubuh lebih tegap sewaktu berjalan. Perencanaan pemakaian sepatu juga perlu dilakukan bagi seorang sekretaris. Apakah sepatu yang akan dipakai masih dalam keadaan baik, solnya, atau kulitnya. Apakah telah disemir dan telah sesuai warnanya dengan pakaian yang akan dipakai. Jangan melepas sepatu ketika bekerja, apalagi berjalan ke meja lain.

7. Perhiasan

Sekretaris tidak diharuskan memakai semua perhiasan yang dimilikinya, hanya secukupnya saja, yang wajar dan tidak perlu berharga mahal. Selain jam tangan, anting, atau gelang merupakan perhiasan yang sudah selayaknya dimiliki.

8. Parfum

Dalam kehidupan kantor, parfum memegang peranan yang lebih dominan dari pada asesori/perhiasan. Pilihlah parfum yang cocok dengan kepribadian anda dan tentu saja yang aromanya tidak terlalu menyengat. Demikian berkulirnya waktu, anda akan mampu membeli parfum dari merek-merek terkenal.

Tidak hanya penampilan luar yang harus diperhatikan oleh, tetapi juga penampilan dalam sikap tubuh diri sekretaris. Sikap tubuh juga bisa mencerminkan kepribadian. Perhatikan sikap tubuh dengan sungguh-sungguh sebab akan meumnculkan penilaian tersendiri dari penampilan tersebut. Ada beberapa sikap yang harus diperhatikan ( Nuraeni, 2008:58 ) seperti :

51

   

a. Sikap berjalan yaitu berjalan yang sesuai profesi sekretaris. Berjalan dengan tegap, jaga kecepatan yang wajar, jangan terburu-buru, tetapi penuh percaya diri dan selalu siap disapa atau menyapa orang dengan senyum.

b. Sikap duduk yaitu duduklah yang sopan. Duduk lemas apalagi sampai merosot menimbulkan kesan negative (malas).

c. Sikap berdiri yaitu berdirilah dengan tegak. Hindari berdiri dengan satu kaki, bersandar maupun bertolak pinggang di jalan karena akan menimbulkan kesan negatif.

d. Sikap berbicara dapat diekspresikan dengan menatap pandangan mata lawan bicara anda, jangan terlalu banyak menggoyang-goyangkan tangan atau bagian tubuh/wajah lainnya saat anda berbicara (mengernyitkan dahi, memutar-mutar mata) apalagi sambil menggaruk-garuk kepala, membunyikan jari-jari tangan, membersihkan gigi dengan jari, da hal-hal lain yang berkesan tidak sopan. Berbicaralah dengan volume suara yang jelas, tidak terlalu keras dan jangan pula berbisik-bisik. Usahakan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh lawan bicara atau bila terdapat anggota kelompok yang tidak mengerti bahasa yang anda gunakan terjemahkan apa yang anda katakan agar ia tidak merasa tersisihkan.

e. Sikap diam yaitu dengan menghindari kebiasaan menggigit kuku, pensil, bolpen, mengetuk-ketuk meja atau menggaruk-garuk rambut, bila sedang diam dan berpikir. Apabila seorang sekretaris sedang berkonsentrasi memikirkan suatu hal, harus mampu mengusahakan jangan sampai melupakan situasi sekeliling dan kemudian kaget, bila sesuatu terjadi. Hal ini

akan menimbulkan kesan bahwa sekretaris tersebut tidak konsentrasi terhadap perkerjaan.

f. Menumbuhkan rasa percaya diri dan kepribadian yang kuat. Sebenarnya tanpa memoles make up, seseorang sekretaris tetap dapat memperlihatkan kecantikannya, yaitu dengan menumbuhkan citra diri yang positif. Citra diri adalah persepsi pradigma atau konsep sendiri tentang dirinya, identitas, kemampuan, dan martabatnya sebagai seorang sekretaris profesional yang memiliki sisi diri positif. Kecantikan diri dari dalam bersinar lebih cemerlang dari pada kecantikan hasil polesan semata. Yang lebih penting adalah citra positif mampu membuat berpikir positif dan pada akhirnya menuntun anda mencapai sukses.

g. Beri kesan baik dari dalam diri. Artinya kesan baik yaitu kesan yang meliputi tutur kata, penampilan, gaya berbicara, sikap dan sopan santun yang berhubungan dengan profesi anda sebagai seorang sekretaris yang profesional.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Penampilan

Penampilan seorang Sekretaris dapat diukur dari kepribadiannya. Oleh karena itu seorang sekretaris hendaknya berperilaku sesuai dengan norma dan etis seorang sekretaris. Selain itu penampilan sekretaris untuk dapat melaksankan tugas dengan sebaik-baiknya, dan dapat menampilkan diri secara terampil maka perlu memperhatikan hal-hal berikut ini (Sulistiyani, 2003 : 44) yaitu:

1. Kondisi Fisik. Masalah kesehatan besar pengaruhnya terhadap produktivitas kerja, baik kualitas maupun kuantitas. Segi-segi yang perlu diperhatikan

53

   

dalam hubungannya dengan menjaga kesehatan, antara lain : makan makanan yang cukup gizinya, olahraga yang teratur, dan istirahat yang cukup.

2. Perawatan Badan. Seorang sekretaris perlu memperhatikan perawatan badannya yang meliputi : perawatan rambut, perawatan wajah atau muka, perawatan tangan dan kaki, kesehatan jasmani yang dilakan dengan baik. 3. Seorang sekretaris dituntut untuk berpenampilan rapih, menarik, dan sopan.

Hal inilah yang sering kali diabaikan oleh para sekretaris dalam berpenampilan yang rapih dan sopan, seperti : jangan menggunakan pakaian terlalu ketat, jangan pula memakai pakaian yang terlalu besar. Gunakan pakaian yang nyaman namun tetap sopan. Harus memperhatikan bahan, warna, motif pakaian yang umum dipakai. Pengaruh warna dapat dapat memberikan kesan tersendiri bagi orang yang melihat. Cara berbusana yang baik merupakan ciri khusus, menunjukkan kepribadian dan kewibawaan bagi sekretaris. Berbusana yang baik berarti penampilan diri (personal appearance) secara keseluruhan mulai dari dandanan rambut, wajah, badan, kaki dan segala kelengkapannya. Oleh karena itu, pengaturan dan pemilihan busana hendaknya sesuai untuk dipakai pagi, siang sampai sore hari. Misalnya rok dan blus ditambah jas atau blazer.

4. Menghindarkan sifat yang berkesan berlebihan yang mencakup pemakaian aksesoris yang berlebihan seperti memakai gelang yang bertumpuk tumpuk,anting yang terlalu besar, dan kalung yang menimbulkan bunyi yang dapat mengganggu kelancaran pada saat bekerja dan kenyamanan diruangan kantor. Tidak hanya dari segi perhiasan , tetapi juga dari segi pemakaian baju

yang terlalu mengkilap yang dapat mengganggu penglihatan orang sekitar yang berada diruang lingkup kantor.

5. Memadukan warna pada pakaian agar berkesan modis dan elegan. Dalam hal ini tidak harus menggunakan merek termuka dan mahal , tetapi dengan memadukan setiap apa yang dipakai agar berkesan menarik dan disesuaikan dengan ruang lingkup kerja.

6. Menjaga kesehatan dengan membiasakan hidup dan makan yang sehat. Tidak ada perusahaan yang menginginkan karyawan yang sakit-sakitan. Kesehatan yang baik akan sangat menolong anda untuk tampil prima atau fit dan merasa lebih baik. Sekretaris yang selalu mengantuk, sering batuk-batuk atau pileknya tidak sembuh-sembuh akan menurunkan image-nya sendiri. Ketahuilah saat-saat kritis dimana tubuh anda memerlukan perhatian ekstra. Istirahat yang cukup, segera minum obat atau vitamin agar kondisi tubuh tidak terus menurun.

Tidak hanya hal diatas yang perlu diperhatikan oleh seorang sekretaris , keunikan juga bisa membuat seseorang tampil berbeda dan diperhatikan. Tetapi bukan menjadi akibat tren yang negatif, namun dengan menciptakan kekhasan tersendiri dalam penampilan. Gaya unik bisa jadi cara efektif dalam menciptakan pesona kuat. Mereka yang lebih sering senyum sering dinilai sebagai orang yang cerdas, tulus, bisa dipercaya dan percaya diri daripada mereka yang jarang tersenyum. Atribut positif ini datang dari senyum sempurna. Saat menyangkut karier, dandanan simpel dan profesional adalah pilihan yang tepat. Upayakan dandanan tetap rapi, nyaman dan tidak berlebihan. Pergunakan pakaian kerja yang rapi, formal dan yang bisa menunjukkan posisi yang dimiliki. Pakaian yang

55

   

formal akan membuat kita lebih dihargai, namun penampilan yang bersih dan rapi akan membuat penampilan kita lebih percaya diri. Orang yang melihat kitapun juga pasti suka.

Dalam meniti karir juga perlu menjaga setiap kepercayaan yang telah di berikan oleh pimpinan atau atasan. Saat ini profesi sekretaris dianggap tinggi dan penting profesi karena berhadapan langsung dengan inti dari suatu perusahaan. Sekretaris yang berintelektual tinggi juga haruslah di barengi dengan etika pada saat bekerja. Etika merupakan azas akhlak dan moral tentang baik atau buruknya perilaku seseorang yang bertujuan agar orang tau norma, tata krama yang berlaku dalam masyarakat. Maka dari itu, sekretaris haruslah mampu memperhatikian secara detail semua hal yang berkaitan dengan kinerja dan profesi yang dimilikinya. Intinya, jadilah seorang sekretaris yang profesioanal dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab, sertai dengan memperhatikan beberapa hal penting seperti dalam penampilan, siikap, dan tanggungjawab, dan tujukkan kinerja yang baik untuk mencapai tingkat yang terbaik dalam pekerjaan di dalam kantor.

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian terhadap pentingnya pengembangan kepribadian untuk seorang sekretaris terhadap mahasiswa D-III Kesekretariatan, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Untuk menjadi seorang Sekretaris Profesional diperlukan kemampuan dan keterampilan teknis yang harus dan mutlak dikuasai serta diterapkan oleh seorang sekretaris seperti : komunikasi, keterampilan kantor, penggunaan bahasa yang baik dan benar, etika, penampilan serta citra pribadi yang positif.

2. Dalam pengembangan kepribadian diri terhadap mahasiswa D-III Kesekretariatan, sekretaris haruslah berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya serta memiliki keterampilan dalam bidang kesekretariatan dan berinteraksi, karena tugas sekretaris berhubungan dengan banyak orang yang masing-masing berbeda latar belakang, status sosial, kepentingan, serta kedudukan/jabatan. Maka sekretaris dituntut mampu memahami dan berbaur dengan anggota lainnya dan masyarakat luas. 3. Sekretaris haruslah berjiwa setia kepada pimpinan tempat bekerja, dan

57

   

B. Saran

Dalam kesempatan ini, adapun saran yang dapat penulis berikan sebagai bahan masukan sebagai berikut :

1. Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara sebaiknya melakukan praktek secara langsung mengenai sekretaris profesional dan mendukung keterampilan sekretaris dengan memberikan fasilitas yang memadai seperti : mesin fax, ruangan praktikum khusus sekretaris, dan seminar table manner untuk sekretaris serta hal-hal yang menunjang kinerja sekretaris pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

2. Melakukan pembelajaran serta pengajaran mengenai peranan pengembangan kepribadian kepada setiap sekretaris-sekretaris yang ada pada Fakultas Ekonomi, dimana dengan mengetahui hal ini maka tiap-tiap sekretaris dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kegigihan yang lebih menunjang efisiensi dan efektivitas.

3. Untuk menjadikan setiap sekretaris menjadi profesional dan memiliki kecakapan, sebaiknya Fakultas Ekonomi mengadakan evaluasi dan

Dokumen terkait