• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Penggunaan Informasi

BAB V. ANALISIS HASIL PENELITIAN

5.8 Tujuan Penggunaan Informasi

Masyarakat Desa Hutan dalam menggunakan dan memanfaatkan

informasi secara umum bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan hidup

mereka. Peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat dilakaukan dengan

meningkatkan pedapatan, kualitas hasil produksi getah serta kemampuan

mengatasi masalah penyakit tanaman untuk menyelamatkan ladang pertanian

mereka. Secara keseluruhan hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan

perekonomian warga.

Sebagai contoh, hasil wawancara terhadap informan bernama Caridi yang

menyebutkan bahwa tujuan untuk menggunakan informasi dimaksudkan

untuk meningkatkan hasil getah yang disadap sehingga dapat menambah

penghasilan. Dari hal itu dapat diketahui bahwa masyarakat menginginkan

peningkatan penghasilan dalam rangka meningkatkan perekonomian mereka.

bahwa ia menggunakan informasi agar dapat mengetahui penyakit tanaman

sehingga berpengaruh dalam peningkatan hasil produksi

Selain tujuan penggunaan informasi dalam rangka peningkatan

kesejahteraan hidup, ada juga masyarakat yang menggunakan informasi untuk

menemukan solusi. Sehingga tidak ada permasalahan yang sama terjadi

diwilayahnya. Tujuan meningkatkan kemampuan mengakses setiap kebijakan

untuk kehidupan lebih terjamin ada karena beberapa masyarakat Desa Hutan

tidak mendapatkan jaminan keselamatan kerja maupun bantuan fasilitas kerja

yang seharusnya menjadi hak mereka, menjadi bagian dari tujuan penggunaan

informasi ini. Seperti, hasil wawancara terhadap informan yang bernama

Sunarto yang mengatakan “Agar kebijakan dari dinas terkait mampu diakses

dan dipahami oleh masyarakat. Sehingga masyarakat terjamin kehidupannya.” Dari pernyataan tersebut dapat bahwa tujuan informasi yang

dibutuhkan masyarakat agar kebijakan dari Dinas terkait mampu diakses oleh

masyarkat untuk kemudian dipahami. Sehingga masyarakat dapat

memperoleh haknya dan terjamin kehidupannya.

Penggunaan informasi juga dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan

dalam memperoleh kehidupan masa depan yang lebih baik. Sebagai Contoh

hasil wawancara terhadap informan yang bernama Turijo:

“Ya harapannya kalau saya mengetahui informasinya kemudian saya tahu mana yang baik mana yang tidak, yang baik saya amalkan ke keluarga kemudian bisa meningkatkan kesejahteraan ya semoga anak saya bisa sekolah tinggi dan bisa bekerja dibidang kesehatan, anak saya perempuan masih kecil saya ingin dia jadi bidan, karena disini belum ada. Saya membutuhkan informasi untuk meningkatkan kesejahteraan, juga tentang agama karena saya ingin mencari rejeki yang halal.”

Dari pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa informasi digunakan dengan

tujuan untuk memberikan masa depan yang lebih baik untuk keluarga

terutama generasi penerusnya. Dengan mengetahui apa saja hal-hal baik yang

dapat digunakan untuk memberikan arahan pada anggota keluarga. Selain itu

informasi ini tentu saja digunakan untuk peningkatan kesejahteraan dan

ketentraman dengan mencari rejeki yang halal sesuai tujuan hidupnya.

Dengan demikian, kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa penggunaan

informasi masyarakat Desa Hutan secara umum bertujuan untuk peningkatan

kesejahteraan hidup mereka, mulai dari peningkatan pendapatan,

meningkatakan produksi dan kualitas hasil pekerjaan mereka sebagai petani

hutan. Tetapi, tidak sedikit pula yang mempunyai tujuan penggunaan

informasi sebagai solusi dari pemasalahan yang dihadapi untuk memudahkan

dan memberkan kehidupan lebih terjamin.

5.9

Pengaruh Latar Belakang Pendidikan dengan Kebutuhan

Informasi

Dilihat dari kondisi latar belakang pendidikan masyarakat Desa Hutan,

kabupaten Pekalongan, sedikit sekali dari mereka yang memiliki pendidikan

setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sederajat. Terlebih mereka

yang bekerja dan menggantungkan pendapatannya dengan memanfaatkan

sumber daya hutan. Hanya penduduk usia muda yang saat ini mulai

sebagian besar dari mereka lebih memilih merantau, dan sedikit yang

bersedia bekerja dengan memanfaatkan sumber daya hutan.

Sebagian besar Desa Hutan kabupaten Pekalongan hanya memiliki

Sekolah Dasar, sedikit sekali yang tersedia Sekolah Menengah Pertama

maupun Sekolah Menengah Atas. Warga harus menempuh jarak yang cukup

jauh untuk belajar di sekolah SMA secara formal. Faktor inilah yang sedikit

mempengaruhi rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di Desa Hutan

khususnya untuk generasi menengah ke atas. Sehingga dalam meneliti

kebutuhan informasi masyarakat yang tinggal di desa sekitar hutan dan

memanfaatkan hasil hutan untuk mencukupi kebutuhan kehidupannya,

sedikit sekali menemukan mereka yang memiliki pendidikan tinggi. Hanya

dua dari 11 informan yang menempuh pendidikan hingga SMA atau

sederajad, salah satunya memiliki ijazah paket C. Hal ini dapat dilihat dari

tabel berikut ini:

Tabel.5.10.1 Tingkat pendidikan informan

No. Nama Informan Tingkat Pendidikan

1. Turijo Paket C 2. Basuki SMA 3. Sunarto SD 4. Datu SD 5. Caridi SD 6. Siswoyo SD 7. Karim SD 8. Yatim SD 9. Caslani SD 10. Slamet SD 11. Wahidi SD

Pada pembahasan tinjauan teori bahwa saracevic (dalam pendit 2008)

menyarankan dalam meneliti kebutuhan informasi untuk memperhatikan

kondisi pengetahuan seseorang yang relevan dengan dengan kebutuhannya.

Berdasarkan hasil wawancara kepada 11 informan diketahui tingkat

pendidikan mempengaruhi kebutuhan informasi seseorang. Hal ini terlihat

dari, hasil wawancara kepada informan terhadap subyek, jenis, bentuk

informasi yang dibutuhkan. Informan bernama Turijo memaparkan

“Inginnya kalau ada informasi apapun ya langsung disampaikan, ya tentang usaha, atau misalnya ada program apa, saya ingin tahu, mungkin yang belum saya tahu. Kalau bisa program yang ada kaitannya dengan lowongan pekerjaan, untuk meningkatkan kesejahteraan. Warga disini kebanyakan butuh informasi tentang peningkatan ekonomi keluarga, kalau saya sering beli buku biasanya tentang dunia islam, koleksi saya kebanyakan majalah Ummi, Tarbawi, Hidayah dan yang terbaru “7 Keajaiban Rezeki”. Kalau ekonomi relatif, sedangkan tentang islam saya membutuhkan.”

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa selain membutuhkan informasi

tentang usaha, lowongan pekerjaan dan informasi untuk peningkatan

kesejahteraan, ia membutuhkan informasi tentang dunia islam, bahkan Turijo

sudah terbiasa menggunakan sumber informasi buku bacaan dan majalah dan

perpustakaan, dan kadang membeli buku unntuk dikoleksi sendiri. Selain itu,

dia membutuhkan informasi jenis lisan dan terekam dan lebih membutuhkan

bentuk informasi tercetak seperti buku dan majalah, seperti yang disampaikan

saat di wawancara “Orang sini itu tidak mau membaca, anak-anak justru

yang suka meminjam buku saya. Paling saya cari informasi dari buku bacaan dan majalah.”

Sedangkan Informan bernama Basuki menuturkan selain informasi tentang

pekerjaan, dia membutuhkan informasi yang ia sukai yakni tentang tanaman

obat, olah raga dan apapun yang berkaitan dengan kesehatan. Selain itu ia

membutuhkan informasi terekam dan bentuk informasi tercetak seperti buku

bacaan.

Berbeda dengan informan lainnya yang tidak membutuhkan informasi lain

selain yang berkaitan dengan permasalahan pekerjaan maupun kehidupan

sehari-hari. Hal ini jelas menunjukan pengaruh tingkat pendidikan dengan

kebutuhan informasi.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Tingkat pendidikan seseorang

mempengaruhi informasi yang dibutuhkan terutama dari segi subyek, jenis

dan bentuk informasi. dan kesadaran akan pentingnya sumber informasi bagi

masyarakat di sekitar hutan.

5.10 Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal dengan Kebutuhan

Informasi

Wilayah desa yang berada di sekitar hutan KPH Pekalongan Timur,

menjadikan jarak antar perkampungan warga satu dengan lainnya

terpisahkan oleh hutan yang luas. Sehingga meskipun berada dalam satu

desa, jarak antara dukuh satu dengan dukuh lainnya berkilo-kilo meter,

bahkan dapat dimungkinkan pula terpisah oleh hutan.

Berdasarkan hasil wawancara dan survei yang dilakukan dapat

mempengaruhi kebutuhan informasi. Selain sumber informasi seperti

perpustakaan keliling, taman baca masyarakat berada di wilayah-wilayah

strategis seperti di lingkungan Sekolah, Balai Desa tempat masyarakat

sering berkunjung atau menjadi tujuan masyarakat, permasalahan yang

dihadapi masyarakat sekitar hutan juga hampir sama, yakni berkaitan

dengan permasalahan sehari-hari dan pekerjaan. Peneliti tidak menemukan

jawaban lain dari pertanyaan-pertanyan yang diajukan seputar kebutuhan

informasi. Baik masyarakat itu tinggal di lokasi yang strategis, dekat dengan

pusat pemerintahan desa, sekolah, pariwisata maupun jalan raya tidak

terdapat perbedaan dari informasi yang dibutuhkan dan permasalahan yang

dihadapi. Hal ini menyimpulkan bahwa lingkungan tempat tinggal tidak

mempengaruhi informasi yang dibutuhkan masyarakat Desa Hutan

Kabupaten Pekalongan.

5.11 Kendala

Pemenuhan kebutuhan informasi bagi masyarakat Desa Hutan tentu akan

mendapatkan beberapa hambatan atau kendala. Seperti rendahnya kualitas

SDM disertai dengan kurangnya kemauan atau inisiatif masyarakat Desa

Hutan menjadikan mereka kurang mampu mengakses informasi yang mereka

butuhkan. Sebagai contoh, hasil wawancara yang dilakukan oleh informan

yang bernama Turijo, dia mengatakan “Tidak ada sebenarnya, disini Taman

Baca Masyarakat juga sudah ada. Lagi-lagi hanya masalah SDM petani hutan itu masih rendah dan kemauannya kurang.” Dari pernyataan tersebut

justru semakin menegaskan, seharusnya tidak ada kendala serius yang

dihadapi, karena ditengah-tengah mereka sudah ada sumber informasi seperti

Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hanya saja masalah SDM petani hutan

yang masih kurang.

Beberapa kendala lain yang dikemukakan oleh masyarakat Desa Hutan

dalam memenuhi kebutuhan informasinya yakni kurangnya waktu bagi

masyarakat untuk mencari informasi ataupun membaca. Seperti yang

disampaikan informan bernama wahidi dari hasil wawancara, dia mengatakan

“Tidak sempatnya itu, petani hutan biasanya pekerjaannya banyak tapi penghasilan sangat jarang sekali.” Banyak menghabiskan waktu bekerja di

hutan, ditambah dengan banyaknya pekerjaan tambahan yang dilakukan para

petani hutan, menghambat masyarakat dapat meluangkan waktu untuk

membaca atau berkunjung ke perpustakaan keliling demi memenuhi

kebutuhan informasinya.

Jadwal kunjungan perpustakaan keliling yang tidak diketahui secara jelas

atau tanpa diinformasikan kepada masyarakat, sumber informasi yang jauh

dari tempat tinggal mereka, serta kebingungan yang dialami kerena pemikiran

masyarakat Desa Hutan belum mampu memahami bahasa yang digunakan

dalam sumber informasi terekam menjadi kendala lain dalam pemenuhan

kebutuhan infomasi. Selain itu, ketersediaan informasi dalam bentuk dan

subyek yang dibutuhkan belum terpenuhi. Hal ini karena Taman Baca

Masyarakat yang ada dilingkungan Desa Hutan lebih banyak memberikan

masyarakat merasa sulit dan tidak mampu mencari sendiri informasi yang

dibutuhkan. Aspek biaya juga menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan

informasi masyarakat Desa Hutan.

Beberapa penjelasan tersebut mengantarkan pada kesimpulan bahwa

hambatan atau kendala yang dihadapi masyarakat Desa Hutan dalam

memenuhi kebutuhan informasi mereka antara lain: rendahnya SDM dan

kurangnya kemampuan masyarakat, keterbatasan masyarakat akan waktu dan

biaya untuk mengakses informasi, belum terpenuhinya informasi yang

dibutuhkan baik subyek maupun bentuknya, ketidaktahuan jadwal kunjungan

perpustakaan keliling, sumber informasi yang jauh lokasinya dan pemikiran

BAB VI

PENUTUP

6.1. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis tentang kebutuhan informasi

masyarakat Desa Hutan kabupaten Pekalongan yang telah dijabarkan pada

bab sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat dua kondisi

utama yang melatarbelakangi kebutuhan informasi masyarakat, yaitu

kesejahteraan masyarakat yang perlu ditingkatkan dan SDM Desa Hutan yang

masih rendah. Sehingga diketahui kebutuhan informasi masyarakat secara

rinci sebagai berikut:

1. Subyek kebutuhan informasi Masyarakat Desa Hutan dibagi menjadi 3

kelompok. Pertama, informasi yang berkaitan dengan kebutuhan

peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, seperti: informasi

tentang usaha, lowongan pekerjaan, perkembangan harga hasil komoditas

hutan, program pemberdayaan masyarakat (pemberian modal), budidaya

di bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan maupun peternakan.

Kedua, informasi yang berkaitan dengan permasalahan pekerjaan

maupun kebutuhan hidup setiap hari (keselamatan kerja, kebijakan dalam

pertanian maupun kehutanan dan sistim pengelolaan sumber air bersih

atau sistim irigasi). Ketiga, informasi yang menjadi hobby atau minat

masyarakat, seperti kesehatan, tanaman obat, olahraga dan tentang agama

(Islam).

2. Sumber informasi masyarakat Desa Hutan di Kabupaten Pekalongan

masih mengandalkan masyarakat lingkungan sekitarnya untuk

memperoleh informasi. Sedikit sekali yang memanfaatkan informasi

terekam seperti buku dan majalah, maupun perpustakaan dan taman baca

masyarakat.

3. Jenis informasi lisan masih mendominasi kebutuhan masyarakat Desa

Hutan kabupaten Pekalongan. Sebagian menganggap jenis informasi

terekam penting, tetapi tidak mampu mendapatkan informasi yang

dibutuhkan dari sumber terekam, sehingga tidak membutuhkannya.

Hanya sedikit dari masyarakat yang membutuhkan informasi terekam.

4. Bentuk informasi yang dibutuhkan masyarakat Desa Hutan kabupaten

Pekalongan yaitu bentuk informasi tercetak seperti buku panduan, buku

bacaan dan majalah serta sosialisasi atau pemberitahuan langsung hanya

bagi yang mengalami kesulitan untuk memahami informasi terekam.

5. Kegunaan informasi bagi masyarakat Desa Hutan kabupaten Pekalongan

untuk dipraktikkan atau diterapkan bagi diri sendiri (meningkatkan

produksi hasil, memenuhi kebutuhan juga untuk menambah wawasan),

dan untuk solusi atas permasalahan.

6. Informasi bagi masyarakat Desa Hutan bermanfaat untuk memperoleh

hal-hal positif, semangat dalam bekerja, memudahkan aktivitas setiap

hari, tercukupinya kebutuhan dan menambah wawasan.

7. Tujuan penggunaan informasi bagi masyarakat Desa Hutan kabupaten

pendapatan, meningkatkan produksi dan kualitas hasil pekerjaan mereka

sebagai petani hutan, serta solusi pemasalahan untuk memudahkan dan

memberkan kehidupan menjadi lebih terjamin.

Kebutuhan informasi tersebut dipengaruhi oleh tingkat pendidikan seseorang

terutama dari segi subyek, jenis dan bentuk informasi serta kesadaran akan

pentingnya sumber informasi bagi masyarakat di sekitar hutan. Sedangkan

Lingkungan tempat tinggal tidak mempengaruhi kebutuhan informasi

masyarakat Desa Hutan.

Kendala yang dihadapi masyarakat Desa Hutan kabupaten Pekalongan

dalam memenuhi kebutuhan informasi antara lain: rendahnya SDM dan

kemampuan mengakses informasi karena keterbatasan waktu dan biaya,

belum terpenuhinya informasi yang dibutuhkan baik subyek maupun

bentuknya, lokasi sumber informasi yang jauh dan ketidaktahuan jadwal

kunjungan perpustakaan keliling, dan kesulitan menjangkau bahasa informasi

terekam.

6.2. Saran

Berdasarkan simpulan di atas, maka peneliti mengajukan beberapa saran

yang dapat direkomendasikan untuk perbaikan dalam pemenuhan kebutuhan

informasi masyarakat Desa Hutan Kabupaten Pekalongan sebagai berikut:

1. Perpustakaan Umum Kabupaten Pekalongan melalui perpustakaan

keliling selain memberikan layanan baca dan sirkulasi kepada masyarakat,

masyarakat setempat untuk mengadakan pendidikan pemakai tingkat

dasar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan motivasi masyarakat

Desa Hutan agar mengakses informasi dan memanfaatkan perpustakaan

sebagai sumber informasi.

2. Memaksimalkan fungsi Taman Baca Masyarakat (TBM) di sekitar wilayah

Desa Hutan sebagai solusi sumber informasi bagi masyarakat dengan

memaksimalkan layanan dan penyediaan koleksi yang dibutuhkan.

3. Penelitian ini merupakan kegiatan penelitian pertama dan hanya fokus

terhadap kebutuhan informasi, sehingga sangat diperlukan penelitian

lanjutan terutama dalam hal perilaku pencarian informasi dan kajian

terhadap ketersediaan informasi bagi masyarakat Desa Hutan Kabupaten

DAFTAR PUSTAKA

Aedi, Nur. 2010. “Pengolahan dan Analisis Data Hasil Penelitian. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia”. http://file.upi.edu/ Direktori/ DUAL-MODES/PENELITIAN_PENDIDIKAN/BBM_8.pdf [20 Juni 2013]

Alfitri. 2005. “Model Perhutanan Sosial Berbasis Partisipasi Masyarakat Pada Program Konservasi Hutan Tanaman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)”.

Indonesian Journal for SUSTAINABLE FUTURE, 1(2), Desember 29-42.

Awang, San Afri dkk. 2008. Panduan Pemberdayaan Lembaga Masyarakat ‘Desa Hutan’ (LMDH). Yogyakarta: Fakultas Kehutanan UGM.

Baruchson-Arbib, Shifra, dkk. 2006. “Community Information Needs of the Urban Population in Israel”. LIBRI: international Journal of Libraries and Information Servces, Vol. 56. http://www.librijournal.org/ [ 7 Maret 2013]

Case, Donald O. 2002. Looking For Information: A Survey of Research on information Seeking, Needs, and Behavior. California: Academic Press.

Kartika, Widyana Dewi. 2012. “Kebutuhan dan perilaku pencarian Informasi Peneliti: Studi Kasus di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.” Skripsi

Sarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Semarang.

Kementerian Kehutanan. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.49/Menhut-II/2008 tentang Hutan Desa.2008.(Jakarta: Biro Hukum dan Organisasi)

Laloo, Bikika Tariang. 2002. Information Needs, Information Seeking Behaviour and Users. New Delhi: Ess Ess Publications

Leach, Athol. 1999. “The Provision of Information to Adults in Rural KwaZulu-Natal, South Africa, by Non-Govermental Organizations”. LIBRI: international Journal of Libraries and Information Servces, 49.

http://www.librijournal.org/ [ 7 Maret 2013]

Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi).Bandung: Remaja Rosdakarya

Murniatmo, Gatut, dkk. 1997. Dampak Globalisasi Informasi Terhadap Kehidupan Sosial budaya masyarakat di daerah istimewa Yogyakarta.

Jakarta: Proyek pengkajian BNP

Mustofa, Moh. Solehatul. 2011. “Perilaku Masyarakat Desa Hutan dalam Memanfaatkan Lahan dibawah Tegakan”. JURNAL KOMUNITAS: http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas, 3(1), (2011) I-II.

Paguyuban LMDH. “Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa hutan (P3MDH)”. Rev. 25 April 2011 http://paguyubanlmdh.blogspot.com /2011/04/pusat-pendidikan-dan-pemberdayaan.html [ 19 September 2012]

Pendit, Putu Laxman. 2008. “Informasi: Dibutuhkan, Diinginkan, Diperlukan”.

http://iperpin.wordpress.com/2008/10/11/informasi-dibutuhkan-diinginkan-diperlukan/?blogsub=confirming#subscribe-blog [ 9 Oktober 2012]

Sandjaja, B. dan Albertus Heriyanto. 2006. Panduan Penelitian. Jakarta: Prestasi Pustakarya.

Sasmita, Hernada Argha. 2012. ”Alur komunikasi Organisasi di UPT Perpustkaan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang,” Skripsi Sarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Semarang.

Sulistyo-Basuki. 1992. Teknik dan Jasa Dokumentasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

. 2004. Pengantar Dokumentasi. Bandung: Rekayasa Sains

. 2006.Metode Penelitian. Jakarta: Werdatama Widya Sastra

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, dan R&D.Bandung: Alfabeta.

Suwanto, Sri Ati. 1997. “Kebutuhan dan Perilaku Pencarian Informasi Dosen Fakultas Kedokteran UNDIP dan UNISSULA Semarang”. Tesis Magister Universitas Indonesia.

Tugirin. 2012. “Kebutuhan dan Pencarian Informasi oleh Mahasiswa yang Menjadi Anggota Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Undip.” Skripsi

Widyawan, Rosa. 2011. ‘Sumber Informasi referensi.’ http://irs-reference.blogspot.com/2011/10/sumber-informasi-referensi.html [ 3 Mei 2013]

Wollenberg, eva; dkk. “Why are forest areas relevant to reducing proverty in Indonesia.” Governance Brief: forest and Governance program, Desember 2004: 1-4.

Wulandari, Florentina Ratih. 2007. Materi Pokok Dasar-dasar Informasi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Yusop, Nor Iadah, dkk. 2013. “Information Needs of Rural Communities”. The Journal of Community Informatics. 9 (1) Error! Hyperlink reference not valid. [19 April 2013].

Yusup, Pawid M. 2010. Teori & Praktik Penelusuran Informasi: Information retrieval.Jakarta: Kencana Prenada media Group

Zulaifah, Siti. 2006. “Pemanfaatan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat untuk Pengembangan Kawasan hutan Regaloh di Kabupaten Pati Jawa Tengah.”Tesis Magister, Universitas Diponegoro. Semarang.

78

Beberapa pertanyaan diajukan ke informan merupakan pengembangan dari

kisi-kisi wawancara berikut:

1. Pentingnya informasi bagi Maasyarakat Desa Hutan. 2. Informasi yang dibutuhkan (subyek).

3. Kegunaan informasi yang dibutuhkan. 4. Sumber mendapat informasi.

5. Jenis dan bentuk informasi yang diperoleh. 6. Informasi lain yang dibutuhkan.

7. Manfaat yang diperoleh setelah mendapat informasi. 8. Tujuan pemanfaatan informasi.

9. Terpenuhi atau tidak informasi-informasi yang diperlukan. 10.Kendala memperoleh informasi yang dibutuhkan.

11.Latar belakang pendidikan yang pernah ditempuh. 12.Kondisi lingkungan tempat tinggal.

79

Beberapa informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

No. Nama Pendidikan Tingkat Diwawancara Tanggal

1. Turijo Paket C 3 Juni 2013

2. Basuki SMA 3 Juni 2013

3. Sunarto SD 4 Juni 2013 4. Datu SD 7 juni 2013 5. Caridi SD 7 Juni 2013 6. Siswoyo SD 7 Juni 2013 7. Karim SD 7 Juni 2013 8. Yatim SD 7 Juni 2013 9. Caslani SD 13 Juni 2013 10. Slamet SD 13 Agustus 2013 11. Wahidi SD 13 Agustus 2013

Seluruh informan tersebut merupakan anggota LMDH atau yang lebih

dikenal sebagai anggota penyadap dan petani yang menanam pada lahan

80

1. Latarbelakang Kebutuhan Informasi

Pertanyaan Informan Jawaban Analisis

Mengapa informasi sangat penting bagi

anda dan

masyarakat?

Turijo informasi itu diperlukan untuk meningkatakan kesejahteraan, seperti saya, dirumah baru lima tahun, dulu merantau di Jakarta. Dirumah itu jadi pingin tahu pekerjaan apa yang bisa menghidupi keluarga dan tidak perlu balik ke Jakarta lagi. Disini kalau rajin sebenarnya jadi penyadap bisa berhasil karena kerjanya hanya setengah hari, kalau siang sudah dirumah, santai dan bisa untuk kerja yang lain. Kalau masyarakat disini lagi-lagi karena SDMnya. Kebutuhan informasi dilatarbelakangi karena kondisi masyarakat yang menginginkan peningkatan kesejahteraan dan kondisi rendahnya kualitas SDM masyarakat. Kondisi yang menginginkan peningkatan kesejahteraan karena kebutuhan masyarakat akan peningkatan pendapatan, hasil produksi getah, kehidupan yang lebih maju, lowongan pekerjaan tambahan, banyaknya kelompok/ komunitas dalam pekerjaan yang digunakan untuk berbagi informasi, Sedangkan rendahnya SDM karena kebutuhan akan kemudahan atas persoalan yang dihadapi termasuk ketidakmampu-andalam mengakses kebijakan yang ditujukan untuk mereka.

Basuki Yang jelas informasi itu untuk meningkatkan kesejahteraan, biar lebih maju.

Sunarto Masyarakat disini rata-rata Penyadap, bekerja dihutan dan banyak resikonya.kalau disini yang lanjut usia, sakit atau meninggal seharusnya dapat santunan, ternyata tidak ada apa-apa. Padahal sudah ada undang-undangnya, semacam jamsostek atau sejenisnya seharusnya ada, tapi katanya sudah diusulkan ke pusat tetap saja. Kalau ingin mengusulkan harus kemana tidak tahu. Makanya informasi itu sangat penting bagi masyarakat, informasi yang terkait itu sangat diperlukan.

Datu Ya untuk meningkatkan kesejahteraan.

Caridi Ya kalau tau informasi kan pendapatan bisa bertambah Siswoyo Informasi itu dapat mempermudah

masyarakat, dari persoalan yang dihadapi keluarga atau pekerjaan. Karim Informasi itu penting, apalagi kita

sebagai penyadap, saat ini semua harga naik, sehingga butuh tambahan untuk mencukupi

81

Caslani Butuh peningkatan hasil getah berkualitas dan karena tidak adanya jamian yang pasti bagi keselamatan warga

Slamet Informasi sangat diperlukan bagi masyarakat karena SDMnya masih rendah, selain itu ya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Disini banyak komunitas-komunitas karena banyak sampingan dan program bantuan untuk petani hutan.jadi ada kelompok tenak, kelompok

Dokumen terkait