• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

Untuk penelitian lebih maksimal, perlu dilakukan perbaikan kekurangan yang terdapat pada penelitian tugas akhir ini. Beberapa saran yang bisa diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut :

1. Tugas akhir ini dapat dikembangkan dengan menambahkan lamanya waktu mengukur tegangan tembusnya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Elektroda Bola

Pengukuran tegangan tinggi dengan elektroda bola pada kenyataannya dipengaruhi beberapa hal, salah satunya adalah keadaan udara. Dalam prakteknya, keadaan udara saat pengujian tidak selalu sama dengan keadaan standar. Oleh karena itu hasil pengukuran pada keadaan udara sembarang adalah sebagai berikut:

= δ s

(2.1)

dimana :

= Tegangan sela bola pada saat pengujian (keadaan udara sembarang) s = Tegangan tembus sela bola standar

δ = faktor koreksi udara

Faktor koreksi udara tergantung kepada suhu dan tekanan udara, besarnya adalah sebagai berikut :

δ = . (2.2)

dimana :

P = Tekanan (mmHg) θ = Suhu (°C)

Elektroda bola standar terdiri dari dua elektroda bola yang disusun satu sumbu dan jarak kedua elektroda dapat diatur. Udara yang mengisolasi kedua elektroda disebut sela bola. Udara yang terdapat diantara sela bola disebut dalam

kondisi standar jika temperaturnya 20°C, tekananan 760 mmHg dan kelembaban nya mutlak 11 g/m3. Pada kondisi udara standar ini, sela bola akan mengalami tembus listrik pada suatu nilai tegangan tetap dan sudah diketahui, asalkan medan elektrik pada sela bola uniform [4].

Pada Gambar 2.1 dan Gambar 2.2, ditunjukkan elektroda bola standar yang disusun horizontal dan vertikal. Salah satu elektroda dihubungkan ke terminal tegangan tinggi yang hendak diukur, sedangkan elektroda bola yang lain ditanahkan. Sebuah resistor disusun seri dengan elektroda bola, agar ketika udara mengalami tembus listrik, besar arus hubung singkat dapat dibatasi dan osilasi pada sumber tegangan dapat diredam dengan cepat. Nilai resistor ini 100-1000 kiloOhm pada pengukuran tegangan tinggi ac dan dc, dan tidak lebih dari 500 Ohm pada pengukuran tegangan tinggi impuls.

Syarat-syarat agar medan elektrik pada sela bola uniform adalah 1. Diameter bola sama.

2. Letak kedua elektroda harus satu sumbu.

3. Panjang sela tidak lebih dari setengah diameter bola.

4. Titik percikan elektroda bola bertegangan tinggi harus memiliki jarak bebas(clearance)[1].

Elektroda bola umumnya terbuat dari bahan tembaga, kuningan atau alumunium. Permukaannya harus halus dan kelengkungannya seragam (uniform). Ukuran standar diameter elektroda bola antara lain 2 cm, 10 cm, 50 cm, bahkan ada yang mencapai 200 cm. Jarak-jarak itu dirancang dan dipilih seperti itu agar lewat denyar (flashover) terjadi di dekat titik percik. Permukaan bola harus bersih dari debu, minyak, atau pelapis lainnya. Permukaan elektroda harus

S

D

dipertahankan tetap bersih tetapi tidak perlu dipoles. Jika ada lubang yang terjadi akibat tembus listrik yang berulang-ulang maka elektroda harus dibersihkan.

Untuk memperoleh ketelitian yang tinggi, hal-hal ini diperhatikan : 1. Jarak sela (S) < Diameter (D).

2. Jarak sela > 5 % jari-jari elektroda. 3. Permukaan elektroda tidak boleh berdebu.

4. Elektroda harus licin (jangan dibersihkan dengan pembersih kasar). 5. Jarak benda disekitar elektroda > (0,25 + VBD/ 300) m.

6. Untuk mencegah osilasi saat percikan, sebuah resistor yang tahanannya > 500 ohm diserikan degan elektroda bola. [4]

Gambar 2.1 Elektroda Bola Susunan Horizontal

Gambar 2.2 Elektroda Bola Susunan Vertikal. S

2.2 Distribusi Medan Listrik Pada Permukaan Elektroda Bola

Distribusi medan listrik pada elektroda bola bisa terjadi pada permukaan yang rata dan permukaan yang tidak rata. Permukaan rata merupakan permukaan yang sangat halus dan bentuknya sama sedangkan permukaan yang tidak rata merupakan permukaan yang mengalami perubahan bentuk karena pengaruh dari luar seperti benturan, polusi dan lain-lain. Distribusi medan listrik pada permukaan tidak rata lebih tinggi dibandingkan permukaan yang rata.

2.2.1 Distribusi Medan Listrik Pada Permukaan Yang Rata

Distribusi medan listrik pada dua elektroda bola dengan permukaan yang rata dapat dilihat pada Gambar 2.3 di bawah ini. Pada Gambar 2.3 terlihat bahwa distribusi medan listrik di setiap titik adalah sama atau uniform. dengan permukaan yang halus atau sama maka medan listrik disekitar elektroda bola juga sama, sehingga tidak ada gaya yang mendorong pergerakan elektron terlepas dari molekulnya.

Gambar 2.3 Distribusi medan listrik diantara dua elektroda bola dengan permukaan yang rata

2.2.1 Distribusi Medan Listrik Pada Permukaan Yang Tidak Rata

Distribusi medan listrik pada dua elektroda bola dengan permukaan yang tidak rata dapat dilihat pada gambar 2.4 di bawah ini :

Gambar 2.4 Distribusi medan listrik diantara dua elektroda bola dengan permukaan yang tidak rata.

Pada Gambar 2.4 terlihat bahwa distribusi medan listrik di setiap titik tidak serba sama atau non uniform. Ini disebabkan adanya bagian yang runcing di salah satu atau beberapa titik pada elektroda bola. Sehingga distribusi medan magnet antara bahagian yang runcing dengan yang rata tidaklah sama. Medan listrik pada bahagian yang runcing lebih rapat dibandingkan dengan medan listrik pada bahagian yang rata atau EB > EA. Ini menyebabkan bagian yang runcing mengalami gaya yang lebih besar dibandingkan dengan bagian yang rata, atau :

a a a q E F(2.3) b b b q E F(2.4) a b F F(2.5) Dimana :

Ea = Medan elektrik pada elektroda bola a Eb = Medan elektrik pada elektroda bola b Fa = Gaya yang timbul pada elektroda bola a Fb = Gaya yang timbul pada elektroda bola

Selanjutnya, kemungkinan terjadinya polarisasi, ionisasi, dan tembus listrik pada bagian yang runcing lebih besar dari pada bahagian yang rata.

2.3 Pengaruh Temperatur Terhadap Tegangan Tembus Udara

Jika temperatur udara mengalami kenaikan, maka molekul-molekul udara akan bersikulasi dengan kecepatan tinggi sehingga terjadi benturan antar molekul dengan molekul. Jika temperatur semakin tinggi, maka kecepatan molekul semakin tinggi. Sehingga benturan antar molekul semakin keras dan dapat membuat terlepasnya elektron dari molekul netral. Terlepasnya elektron dari molekul netral menyebabkan banyaknya elektron-elektron bebas diudara. Banyaknya elektron diudara akan memungkinkan terjadinya tembus listrik pada udara tersebut.

Gambar 2.6 Peristiwa terlepasnya elektron dari molekul netral akibat kenaikan temperatur.

2.4 Pengaruh Objek Sekitar Terhadap Pengukuran Dengan Elektroda Bola-Bola

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tegangan tembus pada pengukuran dengan elektroda bola di antaranya adalah:

1. Objek di sekitar elektroda bola, 2. Kondisi dan kelembaban udara,

4. Polaritas dan kenaikan waktu gelombang tegangan.

Gambar 2.6 menunjukkan bentuk medan listrik yang terbentuk akibat pengaruh objek di sekitar elektroda bola.

Gambar 2.6 Pengaruh Objek Terhadap Pengukuran Elektroda Bola-Bola

2.5 Korosi

Korosi adalah teroksidasinya suatu logam. Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi dengan lingkungan yang korosif. Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Korosi juga akan membuat bentuk permukaan suatu logam berubah.

2.5.1 Faktor yang mempengaruhi Korosi

Korosi pada permukaan suatu logam dapat dipercepat oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Kontak Langsung logam dengan H2O dan O2

2. Kontak dengan Elektrolit 3. Keberadaan Zat Pengotor 4. Temperatur

5. pH 6. Mikroba.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Udara merupakan isolasi yang banyak digunakan untuk mengisolasi peralatan tegangan tinggi karena biaya lebih murah. Isolasi digunakan untuk memisahkan dua atau lebih penghantar listrik yang bertegangan sehingga tidak terjadi tembus listrik. Namun dalam kenyataan, udara sesungguhnya terdiri dari molekul yang sebagian kecil di dalamnya terdapat ion dan elektron yang mengakibatkan udara mengalirkan arus. Kejadian ini bisa dipengaruhi oleh bentuk permukaan yang disebabkan oleh polutan dan temperatur yang semakin tinggi menyebabkan molekul memperoleh energi yang dapat mempercepat pergerakan elektron di udara. Sehingga menurunkan fungsi udara sebagai bahan isolasi, hal ini ditunjukan oleh terjadinya tegangan tembus pada peralatan listrik. Misalnya apabila peralatan listrik yang berada di daerah padat industri, kemungkinan akan terpolusi dan suhu disekitarnya semakin tinggi maka akan lebih cepat terjadi tegangan tembusnya. Dalam hal ini, fungsi udara sebagai isolasi akan berkurang sehingga perlu dilakukan pengujian untuk memberikan solusi untuk mengatasinya atau mengurangi terjadinya tegangan tembus.

Pengujian ini dilakukan pada elektroda bola yang telah terpolusi asam nitrat dengan lama waktu yang berbeda dan dibandingkan dengan keadaan normal atau tidak terpolusi dengan masing-masing elektroda bola dinaikkan temperaturnya setiap 3°C mulai dari suhu 27°C sampai dengan suhu 45°C.

Dari hasil pengujian ini, diketahui pengaruh kenaikan temperatur terhadap elektroda bola apabila elektrodanya terpolusi. Dengan mengetahui karakteristik

tegangan tembus yang dihasilkan, maka dapat diketahui seberapa besar kemampuan udara untuk tetap mengisolasi elektroda bola apabila telah terpolusi dan suhu udaranya tinggi. Sehingga hasilnya bisa digunakan untuk memberikan solusi dalam mengurangi tegangan tembusnya apabila hal itu terjadi pada peralatan listrik.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan pada Tugas Akhir ini yaitu :

1. Bagaimana pengaruh kenaikan temperatur terhadap penurunan tegangan tembus udara.

2. Bagaimana pengaruh konduktor yang terpolusi asam terhadap tegangan tembus udara.

3. Bagaimana pengaruh jangka waktu terhadap tegangan tembus udara setelah konduktor terpolusi asam.

1.3 BATASAN MASALAH

Adapun yang menjadi batasan masalah pada Tugas Akhir ini adalah : 1. Penempatan elektroda adalah vertikal.

2. Jarak sela antara elektroda bola bervariasi 1 cm, 1,5 cm, 2 cm, dan 2,5 cm. 3. Besarnya diameter elektroda bola adalah 5 cm dan 10 cm besarnya tetap

untuk berbagai pengukuran.

4. Variasi temperatur dalam ruang uji diatur dengan menggunakan lampu pijar Philips dengan daya 150 & 200 Watt tanpa tambahan tekanan udara.

5. Isolasi yang digunakan adalah isolasi udara.

6. Tegangan yang diterapkan adalah tegangan AC dengan frekuensi 50 Hz. 7. Pengujian isolator terpolusi dilakukan 1 hari setelah terpolusi, 7 hari

setelah terpolusi, dan 14 hari setelah terpolusi. 8. Pengaruh medan listrik pada pengujian diabaikan.

1.4 TUJUAN PENGUJIAN

Adapun tujuan dari pengujian ini adalah untuk mendapatkan nilai dari tegangan tembus udara yang diakibatkan oleh kenaikan dari temperatur kondisi sekitar konduktor pengujian yang disertain dengan polusi asam yang terdapat pada konduktor yang diuji.

ABSTRAK

Peralatan listrik yang memerlukan udara sebagai bahan isolasinya banyak dijumpai pada daerah padat industri. Peralatan listrik ini tidak jauh dari kemungkinan terjadinya peristiwa korosi yang disebabkan oleh polusi seperti hujan asam di sekitar daerah tersebut. Peristiwa korosi ini akan menyebabkan perubahan bentuk peralatan listrik yang akan berpengaruh pada distribusi medan listriknya. Dimana distribusi medan listrik pada peralatan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh korosi tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi temperatur di sekitar peralatan listrik.

Dalam pengujian ini kondisi temperatur dinaikan di sekitar elektroda bola yang telah terpolusi asam, dengan jarak sela yang berbeda. Elektroda yang digunakan berdiameter 5 cm dan 10 cm, serta asam yang digunakan adalah asam

Nitrat (HNO3). Dari hasil pengujian didapatkan bahwa terjadi penurunan

tegangan tembus udara akibat dari kenaikan temperatur disekitar elektroda bola-bola dan polusi yang terdapat pada elektroda tersebut, besarnya persentase penurunan tegangan tembus pada berbagai sela sebesar 8,25 %

PENGARUH KENAIKAN TEMPERATUR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS UDARA PADA ELEKTRODA BOLA TERPOLUSI ASAM

Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan sarjana (S-1) pada Departemen Teknik Elektro Sub Konsentrasi Energi

Oleh:

CHRISTIAN DANIEL SIMANJUNTAK NIM : 080402087

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR

PENGARUH KENAIKAN TEMPERATUR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS UDARA PADA ELEKTRODA BOLA TERPOLUSI ASAM

Oleh :

CHRISTIAN DANIEL SIMANJUNTAK 080402087

Tugas Akhir ini diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

Sidang pada Tanggal 11 Bulan Desember Tahun 2013 di depan penguji : 1. Ketua Penguji : Ir. Hendra Zulkarnaen ………… 2. Anggota Penguji : Ir. Zulkarnaen Pane …………

Disetujui Oleh: Pembimbing Tugas Akhir

(Ir. Syahrawardi ) NIP : 19570223 198303 1 002

Diketahui Oleh:

Ketua Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik USU

(Ir. Surya Tarmizi Kasim, M.Si.) NIP : 19540531 198601 1 002

ABSTRAK

Peralatan listrik yang memerlukan udara sebagai bahan isolasinya banyak dijumpai pada daerah padat industri. Peralatan listrik ini tidak jauh dari kemungkinan terjadinya peristiwa korosi yang disebabkan oleh polusi seperti hujan asam di sekitar daerah tersebut. Peristiwa korosi ini akan menyebabkan perubahan bentuk peralatan listrik yang akan berpengaruh pada distribusi medan listriknya. Dimana distribusi medan listrik pada peralatan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh korosi tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi temperatur di sekitar peralatan listrik.

Dalam pengujian ini kondisi temperatur dinaikan di sekitar elektroda bola yang telah terpolusi asam, dengan jarak sela yang berbeda. Elektroda yang digunakan berdiameter 5 cm dan 10 cm, serta asam yang digunakan adalah asam Nitrat (HNO3). Dari hasil pengujian didapatkan bahwa terjadi penurunan tegangan tembus udara akibat dari kenaikan temperatur disekitar elektroda bola-bola dan polusi yang terdapat pada elektroda tersebut, besarnya persentase penurunan tegangan tembus pada berbagai sela sebesar 8,25 %

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang karena berkatnya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul :

“PENGARUH KENAIKAN TEMPERATUR TERHADAP TEGANGAN

TEMBUS UDARA PADA ELEKTRODA BOLA TERPOLUSI ASAM” Selama masa perkuliahan sampai menyelesaikan Tugas Akhir ini, penulis banyak memperoleh bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ayahanda Purba Humala Simanjuntak, Ibunda Warniwati br.Panjaitan, Saudara/ i penulis : Christine Dameria Putri Simanjuntak, Anggi Simanjuntak dan Gerry Simanjuntak yang menyediakan segala keperluan, dan senantiasa memberi dukungan semangat dan doa selama perkuliahan hingga penyelesaian Tugas Akhir ini.

2. Bapak Ir. Syahrawardi sebagai Dosen Pembimbing Tugas Akhir, atas segala bimbingan, pengarahan dan motivasi dalam menyelesaikan Tugas Akhir.

3. Bapak Ir. Zulkarnaen Pane, sebagai Dosen Wali penulis yang membantu selama mengukuti perkuliahan.

4. Ir. Surya Tarmizi Kasim, M.Si selaku Ketua Departemen Teknik Elektro FT-USU dan Bapak Rahmat Fauzi ST, MT selaku Sekretaris Departemen Teknik Elektro FT-USU.

5. Buat Bang Divo, Bang Martin, Kak Umi, Kak Ester dan seluruh staf pegawai Departemen Teknik Elektro FT USU.

kepada penulis, terima kasih atas perhatian dan doanya selama penyelesaian tugas akhirini.

7. Teman-teman Asisten Lab Tegangan Tinggi, Wilvian, Wangto, dan Kentrik. Atas bantuannya selama penulis mengambil data di laboratorium Teknik Tegangan Tinggi.

8. Buat teman-teman stambuk 08, stambuk 09, stambuk 010 dan stambuk 011 yang telah memberikan motivasi dalam penyelesaian tugas akhir ini.

9. Semua pihak yang banyak memberi masukan kepada penulis yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi penyempurnaan isi dan analisa yang disajikan. Akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca.

Medan, September 2013 Penulis,

(CHRISTIAN D SIMANJUNTAK) NIM : 080402087

DAFTAR ISI

ABSTRAK... i

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR GAMBAR... vii

DAFTAR TABEL ... xiv

I. PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Batasan Masalah... 2

1.4 Tujuan Pengujian... 3

II. TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1 Elektroda Bola... 4

2.2 Distribusi Medan Listrik Pada Permukaan Elektroda Bola-Bola…... ... 7

2.2.1 Distribusi Medan Listrik Pada Permukan Yang Rata ... 7

2.2.2 Distribusi Medan Listrik Pada Permukaan Yang Tidak Rata ... 7

2.3 Pengaruh Temperatur Terhadap Tegangan Tembus Udara ... 9

2.4 Pengaruh Objek Sekitar Terhadap Pengukurn Dengan Elektroda Bola-bola... 9

v

2.5.1 Faktor yang mempengaruhi korosi... 11

III. METODE PENGUJIAN……… 12

3.1 Tempat dan Waktu ... 12

3.2 Bahan dan Peralatan Serta Metode ... 12

3.2.1 Bahan yang Digunakan dalam Penelitian ... 12

3.2.2 Peralatan yang Digunakan dalam Penelitian ... 12

3.3 Metode yang Dilakukan Dalam Penelitian ... 15

3.4 Rangkaian Penelitian ... 17

3.5 Prosedur Penelitian... 17

3.5.1 Percobaan Pengujian Pengaruh Temperatur Terhadap Tegangan Tembus Dengan Elektroda Bola Tidak Terpolusi Asam ... 17

3.5.2 Pengujian Pengaruh Temperatur Terhadap Tegangan Tembus Dengan Elektroda Bola Terpolusi Asam ... 18

IV. HASIL PENGUJIAN DAN ANALISIS ... 20

4.1 Umum ... 20

4.2 Hasil Percobaan Untuk Elektroda Bola berdiameter 10 Cm ... 22

4.2.1 Hasil percobaan untuk jarak sela 1 cm ... 22

4.2.1.1 Analisis Percobaan Untuk Elektroda Bola Berdiameter 10 cm dengan jarak sela 1 cm ... 27

4.2.2 Hasil percobaan untuk jarak sela 1.5 cm... 28

4.2.2.1 Analisis Percobaan Untuk Elektroda Bola Berdiameter 10 cm dengan jarak sela 1.5 cm ... 33

4.2.3 Hasil percobaan untuk jarak sela 2 cm ... 34

4.2.3.1 Analisis Percobaan Untuk Elektroda Bola Berdiameter 10 cm dengan jarak sela 2 cm ... 38

4.2.4 Hasil percobaan untuk jarak sela 2.5 cm... 39

4.2.4.1 Analisis Percobaan Untuk Elektroda Bola Berdiameter 10 cm dengan jarak sela 2.5 cm ... 45

4.3 Hasil Percobaab Untuk Elektroda Bola berdiameter 5 Cm ... 45

4.3.1 Hasil percobaan untuk jarak sela 1 cm... 45

4.3.1.1 Analisis Percobaan Untuk Elektroda Bola Berdiameter 5 cm dengan jarak sela 1 cm ... 50

4.3.2 Hasil percobaan untuk jarak sela 1.5 cm... 51

4.3.2.1 Analisis Percobaan Untuk Elektroda Bola Berdiameter 5 cm dengan jarak sela 1.5 cm ... 56

4.3.3 Hasil percobaan untuk jarak sela 2 cm ... 57

4.3.3.1 Analisis Percobaan Untuk Elektroda Bola Berdiameter 5 cm dengan jarak sela 2 cm ... 62

4.3.4 Hasil percobaan untuk jarak sela 2.5 cm... 63

4.3.4.1 Analisis Percobaan Untuk Elektroda Bola Berdiameter 5 cm dengan jarak sela 2.5 cm ... 68

V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 69

5.1 Kesimpulan ... 69

vii DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN A LAMPIRAN B

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Elektroda Bola Susunan Horizontal... 6

Gambar 2.2 Elektroda Bola SusunanVertikal ... 6

Gambar 2.3 Distribusi Medan Listrik Diantara Dua Elektroda Bola Dengan Permukaan yang Rata ... 7

Gambar 2.4 Distribusi Medan Listrik Diantara Dua Elektroda Bola Dengan Permukaan yang Tidak Rata ... 8

Gambar 2.5 Peristiwa Terlepasnya Elekron dari Molekul Netral Akibat Kenaikan Temperatur ... 9

Gambar 2.6 Pengaruh Objek Terhadap Pengukuran Elektron Bola-Bola ... 10

Gambar 2.7 Benda Sebelum Korosi ... 10

Gambar 2.8 Benda Telah Korosi ... 10

Gambar 3.1 Trafo Uji... 12

Gambar 3.2 Auto Trafo ... 13

Gambar 3.3 Tahanan Peredam... 13

Gambar 3.4 Multimeter... 13

Gambar 3.5 Barometer/Humiditymeter/Thermometerdigital ... 14

Gambar 3.6 Termometer Kaca ... 14

Gambar 3.7 Lampu Halogen ... 15

Gambar 3.8 Rangkaian Bola Lampu... 15

Gambar 3.9 Rangkaian ekivaen Pengujian Pengaruh Kenaikan Temperatur Terhadap Tegangan Tembus Udara pada Elektron Bola Terpolusi Asam ... 17

ix Gambar 4.1 Rangkaian Pengujian Pengaruh Kenaikan Temperatur Terhadap

Tegangan Tembus Udara pada Elektron Bola Terpolusi Asam . 21 Gambar 4.2 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 1 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Kondisi Normal ... 23 Gambar 4.3 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 1 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Hari Ke-1 Setelah Terpolusi Asam ... 24 Gambar 4.4 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 1 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Hari Ke-7 Setelah Terpolusi Asam ... 25 Gambar 4.5 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 1 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Hari Ke-14 Setelah Terpolusi Asam ... 26 Gambar 4.6 Grafik Perbandingan Persentase Penurunan Tegangan Tembus

Udara Pada Kondisi Normal Dengan Terpolusi Pada Elektroda Bola Berdiameter 10 cm Dengan Jarak Sela 1 cm ... 27 Gambar 4.7 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 1,5 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Kondisi Normal .... 29 Gambar 4.8 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 1,5 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Hari Ke-1 Setelah Terpolusi Asam ... 30 Gambar 4.9 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Terpolusi Asam ... 31 Gambar 4.10 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 1,5 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Hari Ke-14 Setelah Terpolusi Asam ... 32 Gambar 4.11 Grafik Perbandingan Persentase Penurunan Tegangan Tembus

Udara Pada Kondisi Normal Dengan Terpolusi Pada Elektroda Bola Berdiameter 10 cm Dengan Jarak Sela 1.5 cm ... 33 Gambar 4.12 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 2 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Kondisi Normal ... 35 Gambar 4.13 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 2 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Hari Ke-1 Setelah Terpolusi Asam ... 36 Gambar 4.14 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 2 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Hari Ke-7 Setelah Terpolusi Asam ... 37 Gambar 4.15 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 2 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Hari Ke-14 Setelah Terpolusi Asam ... 38 Gambar 4.16 Grafik Perbandingan Persentase Penurunan Tegangan Tembus

Udara Pada Kondisi Normal Dengan Terpolusi Pada Elektroda Bola Berdiameter 10 cm Dengan Jarak Sela 2 cm ... 39 Gambar 4.17 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

xi Gambar 4.18 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 2,5 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Hari Ke-1 Setelah Terpolusi Asam ... 42 Gambar 4.19 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 2,5 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Hari Ke-7 Setelah Terpolusi Asam ... 43 Gambar 4.20 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 2,5 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Hari Ke-14 Setelah Terpolusi Asam ... 44 Gambar 4.21 Grafik Perbandingan Persentase Penurunan Tegangan Tembus

Udara Pada Kondisi Normal Dengan Terpolusi Pada Elektroda Bola Berdiameter 10 cm Dengan Jarak Sela 2.5 cm ... 45 Gambar 4.22 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 1 Cm Dengan Diameter 5 Cm Pada Kondisi Normal ... 47 Gambar 4.23 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 1 Cm Dengan Diameter 5 Cm Pada Hari Ke-1 Setelah Terpolusi Asam ... 48 Gambar 4.24 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 1 Cm Dengan Diameter 5 Cm Pada Hari Ke-7 Setelah Terpolusi Asam ... 49 Gambar 4.25 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 1 Cm Dengan Diameter 10 Cm Pada Hari Ke-14 Setelah Terpolusi Asam ... 50

Gambar 4.26 Grafik Perbandingan Persentase Penurunan Tegangan Tembus Udara Pada Kondisi Normal Dengan Terpolusi Pada Elektroda Bola Berdiameter 5 cm Dengan Jarak Sela 1 cm ... 51 Gambar 4.27 Grafik Perhitungan Persentase Penurunan Tegangan Jarak

Sela 1,5 Cm Dengan Diameter 5 Cm Pada Kondisi Normal ... 53

Dokumen terkait