• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUJUAN

Dalam dokumen Rencana Aksi Kegiatan i (Halaman 21-0)

Rumusan tentang tujuan dan sasaran strategis adalah untuk menggambarkan ukuran ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi. Guna mewujudkan visi dan misi tersebut di atas, Kementerian Kesehatan dalam renstra 2020-2024 menetapkan tiga tujuan yaitu:

1. Meningkatnya cakupan kesehatan semesta yang bermutu

2. Meningkatnya pencegahan dan pengendalian penyakit, dan pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat

3. Terwujudnya masyarakat sehat dan bugar melalui pemberdayaan masyarakat dan pengarusutamaan Kesehatan.

Agenda pembangunan Kesehatan pada RPJMN 2020-2024 yakni meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Peningkatan akses dan kualitas

pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta, visi, misi Presiden dan tujuan Kementerian Kesehatan dalam pembangunan Kesehatan 2020-2024 perlu di publikasi dan dikomunikasikan pada semua stakeholder dan masyarakat luas. Guna mewujudkan pelbagai hal tersebut maka tujuan strategis program kerja Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat dalam kurun waktu 2020-2024 adalah terselenggaranya kegiatan pengelolaan Publikasi-Komunikasi dan pelayanan masyarakat dengan sasaran kegiatan meningkatnya pengelolaan Publikasi-Komunikasi dan pelayanan masyarakat sebagai berikut:

Rencana Aksi Kegiatan

17

KODE TUJUAN STRATEGIS

TS1 Penguatan pengelolaan Manajemen Isu

TS2 Penguatan Pengelolaan Publikasi Cetak, Elektrik dan Digital TS3 Penguatan koordinasi hubungan komunikasi dan jejaring antar

Lembaga Pemerintah dan Lembaga Non Pemerintah

TS4 Penguatan Layanan Informasi, Peliputan dan Pendokumentasian TS5 Penguatan Hubungan Media Massa dan Pengelolaan Media Sosial TS6 Penguatan Pengelolaan Pengaduan Masyarakat dan Perpustakaan TS7 Peningkatan pembinaan Jabfung Pranata Humas dan Pustakawan TS8 Penguatan Koordinasi dan penyusunan pedoman/juknis/panduan

Publikasi-Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat TS9. Penguatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan

TS10 Peningkatan pembinaan dan pemberian dukungan administrasi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, BMN, layanan masyarakat, arsip, dan dokumentasi Biro

Jabaran dari masing-masing tujuan strategis yang akan dicapai dalam periode 2020— 2024 adalah sebagai berikut:

1. Tujuan Strategis 1: Penguatan pengelolaan Manajemen Isu bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas memonitoring opini/isu koordinasi, penguatan dalam strategi komunikasi dan komunikasi risiko. sinkronisasi,

2. Tujuan Strategis 2: Penguatan Pengelolaan Publikasi Cetak, Elektrik dan Digital bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi-komunikasi cetak, elektrik dan digital. pengelolaan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, layanan masyarakat, arsip, dan dokumentasi Kemendikbud.

3. Tujuan Strategis 3: Penguatan koordinasi hubungan komunikasi dan jejaring antar Lembaga Pemerintah dan Lembaga Non Pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil koordinasi, sinkronisasi hubungan antar Lembaga pemerintah dan Lembaga non pemerintah dalam bidang Kesehatan.

4. Tujuan Strategis 4: Penguatan Layanan Informasi, Peliputan dan Pendokumentasian bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan layanan informasi yang dibutuhkan public, peliputan dan pendokumentasian produk Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat.

Rencana Aksi Kegiatan

18

5. Tujuan Strategis 5: Penguatan Hubungan Media Massa dan Pengelolaan Media Sosial bertujuan untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan media massa dan dalam pemngelolaan media sosial

6. Tujuan Stratgis 6: Penguatan Pengelolaan Pengaduan Masyarakat dan Perpustakaan bertujuan untuk meningkatkan kualitas penanganan pengaduan masyarakat dan transparansi di era keterbukaan serta dalam pengelolaan perpustakaan Kesehatan.

7. Tujuan Strategis 7: Peningkatan pembinaan Jabfung Pranata Humas dan Pustakawan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan Jabatan Fungsional Pranata Humas dan Pustakawan yang dikelola Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat.

8. Tujuan Strategis 8: Penguatan Koordinasi dan penyusunan pedoman/juknis/panduan Publikasi-Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengkajian NSPK Publikasi-Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat dalam mendukung pelaksanaan kebijakan/program Kesehatan

9. Tujuan Strategis 9: Penguatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan bertujuan untuk meningkat kualitas pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan publikasi-komunikasi dan pelayanan publik.

10. Tujuan strategis 10: Peningkatan pembinaan dan pemberian dukungan administrasi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, BMN, layanan masyarakat, arsip, dan dokumentasi Biro bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, BMN, layanan masyarakat, arsip, dan dokumentasi Biro.

Rencana Aksi Kegiatan

19

BAB IV

ARAH KEBIJAKAN, SASARAN STRATEGIS DAN STRATEGI

1. Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan

Grand design dan arah kebijakan pembangunan kesehatan tahun 2020-2024 dirumuskan berdasarkan pada visi, misi Presiden RI, RPJMN 2020-2024 yaitu:

meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dengan penekanan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar melalui peningkatan upaya promotif dan preventif didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Untuk mencapai Misi Presiden “Terwujudnya SDM Indonesia Berkualitas” dan tercapainya arah kebijakan RPJMN 2020-2024 telah ditetapkan 5 (lima) Strategi RPJMN 2020-2024 bidang kesehatan, yaitu: 1) Peningkatan kesehatan ibu, anak, KB, dan kesehatan reproduksi; 2) Percepatan perbaikan gizi masyarakat; 3) Peningkatan pengendalian penyakit (Strategi 1, 2 dan 3 ditujukan untuk peningkatan pelayanan); 4) Pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), sebagai upaya penguatan preventif dan promotif; 5) Penguatan sistem kesehatan dan pengawasan obat dan makanan, sebagai upaya penguatan sistem.

2. Strategi Kementerian Kesehatan

Dalam menjalankan pembangunan kesehatan 2020–2024 Kementerian Kesehatan telah menetapkan 8 (delapan) sasaran strategis, sebagai berikut:

1. Meningkatnya kesehatan ibu, anak dan gizi masyarakat

2. Meningkatnya ketersediaan dan mutu fasyankes dasar dan rujukan, penanggung jawab.

3. Meningkatnya pencegahan dan pengendalian penyakit serta pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat,

4. Meningkatnya akses, kemandirian dan mutu kefarmasian dan alat Kesehatan.

5. Meningkatnya pemenuhan SDM Kesehatan dan kompetensi sesuai standar.

6. Terjaminnya pembiayaan kesehatan khususnya untuk masyarakat miskin,

7. Meningkatnya sinergisme pusat dan daerah serta meningkatnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

8. Meningkatnya efektivitas pengelolaan litbangkes dan sistem informasi kesehatan untuk pengambilan keputusan.

Rencana Aksi Kegiatan

20

Gambar 4.1:

Peta Strategi Kementerian Kesehatan

Untuk mewujudkan tujuan pembangunan Kesehatan sesuai arah kebijakan dan sasaran strategis ditetapkan 5 (lima) strategi pencapaian sebagai berikut:

Untuk pencapain tujuan, sasaran dan strategi yang telah dirancang tentu ditunjang pula dengan program-program yang ada. Pada Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2020-2024 telah ditetapkan 6 (enam) program yaitu:

1. Program Dukungan Manajemen (teralokasi pada tiap Unit Utama dan masing-masing Satuan Kerja):

2. Program Pelayanan Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional;

3. Program Riset dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi:

4. Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi;

Peningkata

Rencana Aksi Kegiatan

21

5. Program Kesehatan Masyarakat;

6. Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

3. Arah Kebijakan dan Sasaran Strategis Biro Komunikasi Pelayanan Masyarakat 2020-2024

Grand design, arah kebijakan, tujuan, sasaran dan strategi yang telah ditetapkan dalam RPJMN dan Renstra Kementerian Kesehatan 2020-2024 sebagai upaya meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk di publikasi atau diseminasikan ke semua pemangku kepentingan dan masyarakat umum.

Publikasi tentu perlu di desain dengan kemasan yang sederhana, padat, ringkas, cepat dan secara massif disebarluaskan pada publik melalui berbagai medium informasi yang ada.

Publikasi atau diseminasi yang di sebarluaskan ke publik tersebut perlu dikawal dengan cermat dan baik serta dibuat brand yang menarik sehingga nantinya akan membuat kebijakan/program pemerintah dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh publik. Untuk menjalankan dan mengawal hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2020 pekerjaan ini menjadi tugas dan fungsi Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik (Biro Komyanlik) yakni melaksanakan pengelolaan komunikasi, pelayanan publik dan peliputan serta urusan administrasi Biro.

Mendapat tugas yang cukup berat dalam menjaga Citra dan Reputasi Kementerian Kesehatan ke depan dan sesuai harapan bahwa publik mengerti dan memahami Kebijakan/Program Indonesia Sehat, maka arah kebijakan Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat 2020-2024 yakni “Meningkatkan publikasi-komunikasi dan pelayanan publik dengan cepat, akurat dan empirik yang disebarluaskan ke publik” atau dengan istilah Sikomlik Cakep.

Rencana Aksi Kegiatan

22

Untuk mendukung pelaksanaan pembangunan Kesehatan melalui publikasi-komunikasi dan pelayanan publik dan sesuai dengan arah kebijakan Rokomyanlik 2020-2024 ditetapkan 8 (delapan) sasaran strategis;

8 (delapan) sasaran Strategis Rokomyanmas 2020-2024

4. Strategi Biro Komunikasi Pelayanan Masyarakat 2020-2024

Dalam 5 (lima) tahun kedepan gambaran Peta Strategi Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat sebagai berikut :

Rencana Aksi Kegiatan

23

Gambar 4.2:

Peta Strategi Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

Dalam mendukung dan mewujudkan tujuan pembangunan Kesehatan sesuai arah kebijakan nasional, arah kebijakan Rokomyanmas dan sasaran strategis dirancang dan ditetapkan 5 (lima) strategi pencapaian sebagai berikut:

Strategi Rokomyanmas 2020-2024

1.

Rencana Aksi Kegiatan

24

BAB V

PROSES BISNIS, TARGET KINERJA, KEGIATAN POKOK DAN KERANGKA PENDANAAN

1. Proses Bisnis Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

Salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh Informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hak atas Informasi menjadi sangat penting karena makin terbuka penyelenggaraan negara untuk diawasi publik, penyelenggaraan negara tersebut makin dapat dipertanggungjawabkan. Hak setiap Orang untuk memperoleh Informasi juga relevan untuk meningkatkan kualitas pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik. Partisipasi atau pelibatan masyarakat tidak banyak berarti tanpa jaminan keterbukaan Informasi Publik

Keberadaan Undang-undang tentang Keterbukaan Informasi Publik sangat penting sebagai landasan hukum yang berkaitan dengan (1) hak setiap Orang untuk memperoleh Informasi; (2) kewajiban Badan Publik menyediakan dan melayani permintaan Informasi secara cepat, tepat waktu, biaya ringan/proporsional, dan cara sederhana; (3) pengecualian bersifat ketat dan terbatas; (4) kewajiban Badan Publik untuk membenahi sistem dokumentasi dan pelayanan Informasi

Setiap Badan Publik mempunyai kewajiban untuk membuka akses atas Informasi Publik yang berkaitan dengan Badan Publik tersebut untuk masyarakat luas. UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menjelaskan bahwa Lingkup Badan Publik dalam Undang- undang ini meliputi lembaga eksekutif, yudikatif, legislatif, serta penyelenggara negara lainnya yang mendapatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan mencakup pula organisasi nonpemerintah, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, seperti lembaga swadaya masyarakat, perkumpulan, serta organisasi lainnya yang mengelola atau menggunakan dana yang sebagian atau seluruhnya bersumber dari APBN/APBD, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.

Untuk memenuhi kebutuhan publik akan informasi Kesehatan sesuai amanat UU KIP Nomor 14 Tahun 2008, Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik sebagai Badan Publik sesuai dengan Tugas dan Fungsinya yaitu melaksanakan pengelolaan komunikasi dan pelayanan masyarakat dengan output publikasi dan pelayanan informasi.

Rencana Aksi Kegiatan

25

Adapun proses bisnis difokuskan pada; a) pengelolaan isu/opini publik; b) pengelolaan publikasi Kesehatan; c) koordinasi dan sinergi antar Kementerian/Lembaga d) pengelolaan pelayanan publik dan dukungan administrasi Biro.

Gambar 5.1 : Proses Bisnis Rokomyanmas

2. Target Kinerja

Memperhatikan RPJMN 2020-2024, dan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2020-2024 yang telah ditetapkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2020 telah ditetapkan 2 (dua) kategori Program Kementerian Kesehatan yaitu program generik dan program teknis. Program generik meliputi: 1) Program Dukungan Manajemen; 2) Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi; 3) Program Riset dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Adapun Program teknis meliputi: 1) Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 2) Program Kesehatan Masyarakat 3) Program Pelayanan Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Merujuk Renstra Kementerian Kesehatan 2020-2024 pada Bab IV sub A Target Kinerja di point 2 Sasaran, Indikator Kinerja Program dan Kegiatan ditetapkan Sasaran Program Dukungan Manajemen pada Sekretariat Jenderal adalah meningkatnya koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan manajemen Kementerian Kesehatan dengan Indikator pencapaian sasaran adalah: a) Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Kesehatan 80,58; b) Dukungan pusat dalam penguatan manajemen bidang kesehatan sebanyak 10; c) Persentase provinsi yang mendapatkan penguatan dalam penyelenggaraan SPM Bidang Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota sebesar 100%; d) Persentase provinsi dengan anggaran kesehatan daerah dalam APBD yang sesuai dengan prioritas nasional di bidang kesehatan sebesar 100% dan e) Jumlah bahan kebijakan teknis

Rencana Aksi Kegiatan

26

pengembangan pembiayaan kesehatan dan jaminan kesehatan sebanyak 10 bahan kebijakan.

Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka disusun berbagai kegiatan yang akan dilakukan oleh Satuan Kerja (Satker) dilingkungan Sekretariat Jenderal. Salah satu diantaranya Satker Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat yang Sasaran kegiatannya adalah meningkatnya pengelolaan komunikasi publik dan pelayanan masyarakat dengan Indikator pencapaian sasaran tersebut adalah: (1) Jumlah publikasi program pembangunan kesehatan yang disebarluaskan kepada masyarakat melalui berbagai media sebanyak 309.000 publikasi, (2) Jumlah layanan informasi publik (permohonan informasi dan pengaduan masyarakat) yang diselesaikan sebanyak 98.750 layanan, (3) Jumlah UPT Kemenkes dengan kategori baik dalam pelaksanaan standar interaksi pelayanan sebanyak 167 UPT.

Selanjutnya dapat dijabarkan secara rinci target Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat dalam 5 (lima) tahun kedepan (2020-2024) sebagai berikut:

Matrik Kinerja Kegiatan

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat 2020-2024

N

Rencana Aksi Kegiatan

27

Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat yang direncanakan dan ditetapkan ini telah disusun dengan pendekatan metode Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time-bound (SMART). Langkah pertama dari metode ini Specific yaitu berhubungan dengan target yang dibuat/direncanakan. Target harus jelas dan spesifik agar saat melakukan sesuatu semuanya terarah dengan baik. Cara sederhana untuk bisa membuat target dengan spesifik, bisa gunakan cara 5 W (What, Why, Who, Where, Which). Langkah kedua adalah Measurable lebih berhubungan pada pencapaian target serta kebutuhan pada sesuatu yang terukur. Misal, berapa besar kah perkembangan/capaian yang ingin dicapai? Dengan adanya pencapaian yang terukur maka akan membuat kita semakin termotivasi agar bisa mencapai target sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Langkah ketiga Achievable, selain harus ada ukuran untuk mencapai sebuah target, kita juga harus bisa membuat target yang realistis atau pencapaiannya benar-benar bisa dilakukan. Kita bisa membuat target apa saja, setinggi mungkin, tapi pastikan apakah target tersebut dapat dicapai atau tidak? misalnya pertanyaan agar bisa memastikan target yang direncanakan dapat tercapai dengan baik atau tidak. Usaha seperti apa yang dilakukan untuk proses pencapaian target? Berdasar hambatan yang diketahui, seberapa besar kira-kira peluang target tersebut bisa tercapai secara realistis?. Untuk, penetapan target yang achieveable juga mesti memperhatikan prinsip “stretching goals” (atau menggantungkan target setinggi dan sejauh mungkin). Berbagai pengalaman menunjukkan, penetapan target yang sangat menantang (very challenging goals) memberikan dapak positif bagi peningkatan kinerja pegawai secara dramatis

Langkah ke empat Realistic, artinya, secara akal atau logic bisa dicapai. Bukan berarti milih yang mudah menurut kita. Ukuran realistis akan berbeda-beda bagi setiap orang. Pada dasarnya apa yang pernah dilakukan oleh seseorang/manusia itu adalah realistis. Adalah realistis jika kita atau organisasi memiliki tujuan untuk mencapai yang diinginkan. Selanjutnya Langkah terakhir SMART adalah Time-Bound yaitu adalah mengenai jangka waktu yang akan ditentukan. Soal waktu tidak bisa disepelekan. Bila tak ada waktu, sangat mustahil suatu capaian dapat diselesaikan dengan baik. Perlu ditentukan rentang waktu dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Ke 3 (tiga) indikator kinerja kegiatan Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik telah memenuhi metode SMART. Indikator tersebut secara spesifik mempunyai target yang jelas, terukur, dan target yang disusun realistis dengan mempunyai jangka waktu dalam pencapaiannya.

Rencana Aksi Kegiatan

28

3. Kegiatan Pokok (GIATPOK)

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor: 64 tahun 2015 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian pada pasal 5 disebutkan bahwa Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan komunikasi dan pelayanan masyarakat serta dokumentasi sesuai peraturan perundang-undangan.

Dalam melaksanakan tugas Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: 1) Pengelolaan opini publik, produksi komunikasi dan peliputan; 2) Pelaksanaan hubungan media dan Lembaga; 3) Pelaksanaan urusan pelayanan masyarakat; dan 4) Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

Kebijakan pemerintah kedepan menjalankan penyederhanaan Birokrasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor: 28 Tahun 2019 bahwa nanti bekerjanya sebuah birokrasi tidak berdasarkan kotak/struktur lagi tetapi berdasarkan pada fungsi organsiasi yang akan dijalankan oleh tenaga-tenaga fungsional. Dalam mengantisipasi kebijakan ini telah ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 25 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan baru ini ada perubahan nama Satuan Kerja (Satker) Biro Komunikasi yang semula Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat (Biro Komyanmas) menjadi Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik (Biro Komyanlik). Adapun tugas Biro Komyanlik yaitu melaksanakan pengelolaan komunikasi, pelayanan masyarakat, dan dokumentasi.

Sesuai permenkes baru ini dalam melaksanakan tugas, Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat menyelenggarakan fungsi; a) pengelolaan opini publik, manajemen isu, strategi komunikasi, dan komunikasi resiko; b) pengelolaan publikasi cetak, eletronik, dan digital; c) pengelolaan layanan informasi, peliputan, dan pendokumentasian;

d) pelaksanaan hubungan media massa dan pengelolaan media social; e) pelaksanaan hubungan komunikasi dan jejaring informasi antar lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah; f) pengelolaan pengaduan masyarakat; g) pengelolaan perpustakaan; h) pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; i) pelaksanaan urusan administrasi Biro.

Guna mewujudkan visi, misi, tujuan, arah kebijakan dan sasaran pada bab-bab sebelumnya, maka disusun kegiatan pokok dan kegiatan-kegiatan indikatif untuk mendukung penyebarluasan kebijakan/program pembangunan Kesehatan. Adapun kegiatan pokok Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik 2020-2024 adalah:

Rencana Aksi Kegiatan

29

Berdasarkan kegiatan pokok tersebut, maka disusun kegiatan indikatif yang selanjutnya direncanakan setiap tahun sesuai dengan kebutuhan, sebagai berikut;

Gambaran Kegiatan Pokok dan Indikatif Rokomyanmas 2020-2024

Kegiatan Indikatif tersebut dapat dijabarkan berikut ini;

1. Pengelolaan Manajemen Isu

Kegiatan indikatif ini fokus untuk memonitor berbagai isu/opini kesehatan yang beredar di berbagai meda pemberitaan, beberapa bentuk kegiatan dapat dirancang seperti rapat-rapat, pertemuan evaluasi, konsinyasi, survei dll.

2. Penyiapan guidance/pedoman/Juknis

Kegiatan indikatif ini mencakup penyiapan buku buku pedoman dalam pengelolaan Komunikasi Publikasi dan Pelayanan Publik, seperti Strategi

Komunikasi, Komunikasi Risiko, Komunikasi Publik di lingkungan Kementerian Kesehatan, Pelayanan Publik dan lain lain. Kegiatan dapat dirancang seperti rapat-rapat, workshop, diseminasi, kerjasama dengan pihak ketiga dan lain-lain.

3. Publikasi Kebijakan/Program

Kegiatan indikatif ini mencakup semua bentuk publikasi atau penyebarluasan informasi kebijakan/program Kesehatan kepada publik melalui media cetak, elektronik dan digital.

Berbagai bentuk kegiatan dapat dirancang seperti advertorial, talkshow, gatering media, penulisan di Mediakom, temu media, Podecast, reportase berita kesehatan, ekspose pembangunan kesehatan di daerah bersama media, peliputan dan dokumentasi kegiatan Kesehatan dan lain- lain.

Rencana Aksi Kegiatan

30

4. Koordinasi Komunikasi dan Sinergi antar Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah

Kegiatan indikatif mencakup komunikasi secara internal dan eksternal dengan Kementerian/Lembaga, termasuk dengan lembaga non pemerintah. Berbagai kegiatan dapat dirancang seperti Rapat-rapat, pendampingan pimpinan Raker/RDP dengan DPR/DPD, temu Bakohumas, pendampingan pimpinan dalam kunjungan kerja bersama dewan, pendampingan pimpinan pada daerah binaan, dan lain-lain.

5. Pengelolaan Pelayanan Informasi

Kegiatan indikatif mencakup semua bentuk layanan informasi yang diberikan sesuai permintaan publik. Berbagai kegiatan dapat dirancang seperti informasi Signage, layanan melalui contact center 1500567, PPID, LAPOR, Pojok Info (POJIN), ULT.

6. Pengelolaan Perpustakaan

Kegiatan indikatif ini mencakup pengelolaan perpustakaan yang terbaik untuk semua customer yang membutuhkan informasi akan literatur kesehatan baik secara manual atau berbasis IT. Beberapa kegiatan dapat dirancang seperti rapat-rapat, temu nasional perpustakaan, pengembangan sistem layanan perpustakaan (hardware dan software) dan lain-lain.

7. Penguatan SDM Pelaku Komunikasi Publik

Kegiatan indikatif ini mencakup untuk peningkatan kemampuan dan keterampilan dari para pelaku yang bergerak dalam komunikasi-publik. Beberapa kegiatan dapat dirancang seperti rapat-rapat, koordinasi, peningkatan kemampuan dan keterampilan melalui pelatihan, kursus, pembinaan, rapat atau pertemuan.

8. Penguatan SDM Pelaku Pelayanan Publik

Kegiatan indikatif ini mencakup untuk peningkatan kemampuan dan keterampilan dari para pelaku yang bergerak dalam pengelolaan perpustakaan dari pusat sampai dengan UPT dan pelayanan publik kesehatan lainnya. Beberapa kegiatan dapat dirancang seperti rapat-rapat, pembinaan atau pendampingan, pelatihan, kursus dan lain-lain.

9. Pengelolaan Administrasi Biro

Kegiatan indikatif ini mencakup dukungan Layanan internal organisasi/satuan kerja.

Beberapa kegiatan dapat dirancang seperti; pembinaan perencanaan dan monev program

& anggaran, pembinaan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kapasitas SDM.

10. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Perkantoran

Kegiatan indikatif ini mencakup pemenuhan akan sarana dan prasarana kerja pada satuan kerja Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik seperti pengadaan kamera, computer, printer dan renovasi prasarana.

Rencana Aksi Kegiatan

31

4. Kerangka Pendanaan

Guna memenuhi kebutuhan pendanaan secara keseluruhan untuk mencapai tujuan, dan sasaran kegiatan dan target IKK sebagaimana tersebut diatas dari rencana kerja Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, dibutuhkan pembiayaan yang alokasi anggaran bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dituangkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kementerian Kesehatan (DIPA) dengan kerangka pendanaan dapat lihat dalam tabel berikut :

Rencana Aksi Kegiatan

32

MATRIK TARGET KINERJA RENCANA AKSI BIRO KOMUNIKASI DAN PELAYANAN MASYARAKAT 2020-2024

No Program/

TARGET ALOKASI (dalam jutaan)

2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024

Dukungan Manajemen

Pengelolaan Komunikasi Publik dan Pelayanan Masyarakat

23.044.522 31.726.273 34.726.273 38.726.273 43.726.273

SASARAN KEGIATAN

Meningkatnya Pengelolaan Komunkasi Publik dan Pelayanan Masyarakat

1. INDIKATOR KINERJA I

Jumlah Publikasi Pembangunan Kesehatan yang disebarluaskan ke Masyarakat

69.000 70.000 75.000 80.000 85.000

2. INDIKATOR KINERJA II

Jumlah layanan informasi Publik (permohonan informasi &

pengaduan masyarakat) yang telah diselesaikan

19.690 19.690 19.690 19.840 19.840

3. INDIKATOR KINERJA III

Jumlah UPT Kemenkes dengan katagori baik dalam pelaksanaan Standar Interaksi Pelayanan

30 30 30 37 40

Rencana Aksi Kegiatan

34

BAB VI

PEMANTAUAN DAN EVALUASI

Dokumen Rencana Aksi Kegiatan (RAK) ini disusun sebagai acuan dan pedoman bagi pelaksana, penanggungjawab kegiatan/program di Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat dalam mengelola komunikasi, pelayanan publik dan publikasi kebijakan/program Kesehatan. Untuk mengetahui keberhasilan maupun adanya hambatan dalam pelaksanaannya perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi agar dengan cepat hambatan yang ditemukan dapat diselesaikan dan rekomendasi dapat

Dokumen Rencana Aksi Kegiatan (RAK) ini disusun sebagai acuan dan pedoman bagi pelaksana, penanggungjawab kegiatan/program di Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat dalam mengelola komunikasi, pelayanan publik dan publikasi kebijakan/program Kesehatan. Untuk mengetahui keberhasilan maupun adanya hambatan dalam pelaksanaannya perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi agar dengan cepat hambatan yang ditemukan dapat diselesaikan dan rekomendasi dapat

Dalam dokumen Rencana Aksi Kegiatan i (Halaman 21-0)

Dokumen terkait