• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan dan Sasaran Renja OPD

TUJUAN DAN SASARAN, PROGRAM, DAN KEGIATAN

3.2. Tujuan dan Sasaran Renja OPD

1. Tujuan

Penetapan tujuan pada umumnya didasarkan kepada faktor-faktor kunci keberhasilan yang dilakukan setelah penetapan Visi dan Misi. Tujuan menyerahkan perumusan sasaran, kebijaksanaan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi berdasarkan tujuan yang ditetapkan, untuk mengetahui yang akan dilaksanakan pada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar dalam kurun waktu satu tahun sampai lima tahun ke depan dengan mempertimbangkan sumber daya dam kemampuan yang dimiliki serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya.

Tujuan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar berdasarkan misi ditetapkan adalah :

1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Profesional.

2. Mewujudkan Ketersedian data mikro BKBPP dan dapat menginformasikan kepada masyarakat .

3. Mewujudkan Pemberdayaan Keluarga Secara Keseluruhan sehingga tercipta keluarga yang berkualitas.

4. Menciptakan pelayanan KB yang optimal dengan pemenuhan sarana prasarana pelayanan dan peningkatan SDM yang berkompeten.

5. Mengoptimalkan pemberdayaan perempuan dan anak, pengarusutamaan gender serta perlindungan terhadap anak.

2. Sasaran

Sasaran adalah penjabaran tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai / dihasilkan secara nyata oleh Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar dalan jangka waktu tahunan, sampai lima tahun mendatang.

Perumusan sasaran harus memiliki kriteria “SMART”, Analisis smart digunakan untuk menjabarkan isu yang telah dipilih menjadi sasaran yang lebih jelas dan tegas. Analisis ini juga memberikan pembobotan kriteria yaitu khusus (spesific), terukur (mensuable) dapat dicapai (attainable) nyata (realistic) dan tepat waktu (time bound).

Sasaran di dalam Rencana Strategis Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Banjar Tahun 2014 – 2018 adalah sebagai berikut :

1. Meningkatnya kinerja aparatur untuk mewujudkan pelayanan prima.

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator :

a) Presentase SDM aparatur yang mengikuti diklat teknis, subtantif maupun struktural sesuai jengjang kepangkatan.

b) Presentase SPM yang diterapkan.

c) Presentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti. d) Persentase SOP yang diterapkan.

e) Indeks Kepuasan Masyarakat di Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga sejahtera, juga Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak.

2. Meningkatnya ketersediaan data mikro dan infromasi KBKS dan PP.

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator :

a) Cakupan penyediaan informasi data mikro keluarga disetiap desa/kelurahan.

b) Cakupan pencatatan dan pelaporan

3. Meningkatnya Pemberdayaan Keluarga Yang Berkualitas dan meningkatnya kualitas dan kuantitas tenaga pendamping.

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

a) Cakupan petugas lapangan keluarga berencana (PKB/PLKB) 1 petugas di setiap 1 desa/kelurahan.

b) Ratio Pembantu pembina KB (PPKBD) 1 petugas di setiap desa/ kelurahan.

c) Ketersediaan tenaga pendamping kelompok bina keluarga

d) Prosentase ketersediaan bina bina dan lomba terhadap kelompok pendamping.

e) Prosentase pemberdayaan ekonomi keluarga f) Prosentase koordinasi pengelola program

4. Meningkanya optimalisasi program KB dan Kesehatan Reproduksi

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator :

a) Partisipasi pria dalam ber-KB. b) Prosentase cakupan akseptor KB c) Prosentase cakupan pelayanan KB

d) Cakupan penyediaan alat kontasepsi dan obat kontrasepsi yang memenuhi permintaan orang.

e) Cakupan PUS yang isterinya dibawah usia 20 tahun sebesar 1,70% pada tahun 2018.

f) Cakupan sasaran PUS menjadi peserta KB Aktif 85%.

g) Cakupan pasangan usia subur yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (unmet need) 5 %.

h) Cakupan PUS Peserta KB anggota UPPKS 85 % pada tahun 2018. i) Cakupan perlindungan hak reproduksi individu

j) Prosentase cakupan akses dan kualitas PIK KRR k) Prosentase cakupan kampoeng KB

l) Cakupan sarana prasarana pendukung program KB

5. Meningkatnya upaya pemberdayaan perempuan yang berbasis

kemandirian.

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

a) Terbinanya keluarga binaan.

b) Prosentase partisipasi perempuan-perempuan se-kota Banjar. 6. Meningkatnya upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator:

a) Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan bantuan hukum.

b) Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh petugas terlatih didalam unit pelayanan terpadu

c) Cakupan layanan pemulangan bagi perempuan dan anak korban kekerasan

d) Cakupan pengembangan kreatifitas dan pemenuhan hak anak

1. Sasaran 1 : Meningkatnya kinerja aparatur untuk mewujudkan

pelayanan prima.

Strategi : Penguatan sumber daya aparatur.

Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini yaitu :

a. Penerapan sistem pelatihan dan pengembangan SDM aparatur yang sesuai dengan kebutuhan.

b. Penerapan SOP Pelayanan

c. Kepatuhan petugas terhadap SOP

2. Sasaran 2 : Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana Badan dan ketersediaan data mikro dan informasi

BKBPP.

Strategi : Pengoptimalan data dan informasi yang akurat dan

Pengoptimalan pencatatan pelaporan yang akurat. .

Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini yaitu : a. Adanya data yang akurat dan akuntabel.

b. Pencatatan pelaporan yang akurat dan tepat waktu.

3. Sasaran 3 : Meningkatnya pemberdayaan keluarga yang berkualitas dan meningkatnya kualitas dan kuantitas tenaga

pendamping.

Strategi :

 Melaksanakan momentum dalam rangka

pendukungan terhadap kreatifitas kelompok UPPKS.

 Melaksanakan Koordinasi dengan kader Tribina (BKB,

BKR, dan BKL)

 Melaksanakan Koordinasi antar lembaga dan lintas

sektor.

 Melaksanakan Update data secara berkala dengan

petugas lapangan.

 Sosialisasi kebijakan Keluarga Berencana secara terus

menerus.

 Melaksanakan Pembinaan Terhadap Tenaga

Pendamping

Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini yaitu:

a. Penerapan kerjasama di semua element terkait secara

berkesinambungan.

b. Pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan element terkait d. Peningkatan akses ekonomi keluarga yang berkualitas.

e. Peningkatan peran serta masyarakat dalam program KB-KR melalui pemberdayaan institusi masyarakat pedesaan (IMP).

f. Pemenuhan sarana pendukung pendataan kepada PKB/PLKB berupa laptop untuk kelancaran pendataan keluarga.

g. Pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan element terkait

4. Sasaran 4 : Meningkatnya Pelayanan KB secara optimal.

Strategi : Pengoptiamalan segala bentuk pelayanan KB bagi

Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini yaitu: a. Peningkatan penyediaan pelayanan KB dan alat kontrasepsi.

b. Peningkatan pelayanan pemasangan kontrasepsi KB khususnya bagi keluarga miskin.

c. Peningkatan kerjasama seluruh komponen masyarakat dan lintas sektoral melalui peningkatan komitmen penyelenggaraan program KB.

5. Sasaran 5 : Meningkatnya upaya pemberdayaan perempuan yang

berbasis kemandirian.

Strategi : Peningkatan komitmen dalam peningkatan paritisipasi

perempuan dalam berkarya .

Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini yaitu :

 Adanya sarana dan prasarana yang mendukung terhadap

pengembangan partisipasi perempuan.

6. Sasaran 5 : Meningkatnya upaya perlindungan terhadap

perempuan dan anak.

Strategi : Penguatan kepastian hukum terhadap tindak kekerasan

perempuan dan anak .

Kebijakan yang ditempuh untuk melaksanakan strategi ini yaitu : a. Peningkatan perlindungan terhadap perempuan dan anak. b. Pengembangan data gender.

c. Penanganan terhadap korban kekerasan. d. Penanganan pengaduan masyarakat.

3.3. Program dan Kegiatan

Dokumen terkait