• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.2 Landasan teori

2.2.9 Tujuan Sistem pengendalian internal

Dalam Standar Profesional Akuntan Publik pada SA 319 par 06 dikemukakan bahwa pengendalian intern adalah proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga tujuan berikut ini menurut Widjaja (2010:126) yaitu:

1. Menjaga keandalan pelaporan keuangan entitas.

Agar dapat menyelenggarakan operasi usahanya, manajemen memerlukan informasi yang akurat. Oleh karena itu dengan adanya pengendalian internal diharapkan dapat menyediakan data yang dapat dipercaya, sebab dengan adanya data atau catatan yang andal akan

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

30

memungkinkan akan tersusunnya laporan keuangan yang dapat diandalkan.

2. Menjaga efektivitas dan efisiensi operasi yang dijalankan. Pengendalian internal dimaksudkan untuk menghindarkan pengulangan kerjasama yang tidak perlu dan pemborosan dalam seluruh aspek usaha serta mencegah penggunaan sumber daya yang tidak efisien.

3. Menjaga kepatuhan hukum dan peraturan yang berlaku. Pengendalian internal dimaksudkan untuk memastikan bahwa segala peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan dapat ditaati oleh karyawan perusahaan.

Tujuan sistem pengendalian internal juga dikemukakan oleh Mulyadi (2010:163) yaitu:

1. Menjaga kekayaan oganisasi

Kekayaan suatu perusahaan dapat dicuri, disalahgunakan atau hancur karena kecelakaan kecuali jika kekayaan tersebut dilindungi dengan pengendalian yang memadahi. Begitu juga dengan kekayaan perusahaan yang tidak memiliki wujud fisik seperti piutang dagang akan rawan oleh kekurangan jika dokumen penting dan catatan tidak dijaga.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

31

2. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi

Managemen memer lukan informasi keuangan yang diteliti dan andal untuk menjalankan kegiatan usahanya. Banyak informasi akuntansi yang digunakan oleh managemen untuk dasar pengambilan keputusan yang penting. Pengendalian internal dirancang untuk memberikan jaminan proses pengolahan data akuntansi akan menghasilkan informasi keuangan yang teliti dan andal karena data akuntansi mencerminkan perubahan kekayaan perusahaan.

3. Mendorong efisiensi

Pengendalian internal ditujukan untuk mencegah duplikasi usaha yang tidak perlu atau pemborosan dalam segala hal kegiatan bisnis perusahaan dan untuk mencegah penggunaan sumber daya perusahaan yang tidak efisien.

4. Mendorong dipatuhinya kebijakan managemen

Untuk mencapai tujuan perusahaan, managemen menetapkan kebijakan dan prosedur. Pengendalian internal ini ditujukan untuk memberikan jaminan yang memadai agar kebijakan managemen dipatuhi oleh karyawan.

Menurut tujuannya sistem pengendalian internal dibedakan menjadi: 1. Pengendalian Internal Akuntansi (Internal Accounting Control)

Pengendalian internal akuntansi meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan terutama untuk

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

32

menjagakekayaan organisasi dan dapat dipercayainya catatan akuntansi serta dirancang untuk meyakinkan dalam hal berikut :

a. Transaksi-transaksi dilaksanakan sesuai dengan persetujuan atau wewenang manajemen.

b. Transaksi dicatat agar memudahkan penyiapan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip yang berlaku umum dan dalam mengadakan pertanggungjawaban manajemen.

c. Penggunaan harta atau aktiva diberikan atas persetujuan manajemen.

d. Jumlah aktiva yang terdapat dalam laporan keuangan sesuai dengan kenyataan yang ada.

Untuk dapat mencapai tujuan pengendalian akuntansi, suatu sistem harus mempunyai enam prinsip dasar, yaitu : pemisahan fungsi, prosedur pemberian wewenang, prosedur dokumentasi, prosedur catatan dan akuntansi, pengawasan fisik atas aktiva dan catatan akuntansi, pemeriksaan intern secara bebas. Pengendalian internal akuntansi yang baik akan menjamin kekayaan para investor dan kreditur yang ditanamkan dalam perusahaan dan akan menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan diandalkan.

2. Pengendalian Internal Administratif (Internal Administrative Control)

Pengendalian internal administratif meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan terutama untuk

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

33

mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen. Pengendalian administrasi berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dan mengarah pada otorisasi transaksi. Tujuan pengendalian administrasi diutamakan pada pencapaian tujuan operasional seperti hubungan masyarakat, efisiensi operasi atau pabrik, efektivitas operasi dan efektivitas manajemen. Pengendalian internal administrasi mempunyai pengaruh langsung terhadap pengendalian akuntansi karena merupakan titik awal untuk menciptakan pengendalian akuntansi, meskipun pengaruhnya terhadap keandalan pelaporan keuangan kecil.

Pengendalian Internal Menurut COSO/The Committe of Sponsoring Organizations (2013:4) mengidentifikasi sistem pengendalian internal yang

efektif meliputi lima komponen yang saling berhubungan untuk mendukung pencapaian tujuan entitas, yaitu:

1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

Merupakan pondasi dari komponen lainnya dan meliputi beberapa faktor diantaranya : integritas dan etika, komitmen untuk meningkatkan kompetensi, dewan komisaris dan komite audit, filosofi manajemen dan jenis operasi, kebijakan dan praktek sumber daya manusia. COSO/The

Committe of Sponsoring Organizations menyediakan pedoman untuk

mengevaluasi tiap faktor tersebut diatas. Misal, Filosofi manajemen dan jenis operasi dapat dinilai dengan cara menguji sifat dari penerimaan risiko

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

34

bisnis, frekuensi interaksi dari tiap subordinat, dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan.

2. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Terdiri dari identifikasi risiko dan analisis risiko.Identifikasi risiko meliputi pengujian terhadap faktor-faktor eksternal seperti perkembangan teknologi, persaingan, dan perubahan ekonomi. Faktor internal diantaranya kompetensi karyawan, sifat dari aktivitas bisnis, dan karakteristik pengelolaan sistim informasi. Sedangkan analisis risiko meliputi mengestimasi signifikasi risiko, menilai kemungkinan terjadinya risiko, dan bagaimana mengelola risiko.

3. Aktivitas Pengendalian (Control Activities)

Terdiri dari kebijakan dan prosedur yang menjamin karyawan melaksanakan arahan manajemen. Aktivitas pengendalian meliputi review

terhadap sistem pengendalian, pemisahan tugas, dan pengendalian terhadap sistem informasi. Pengendalian terhadap sistem informasi meliputi dua cara yaitu General controls, mencakup kontrol terhadap

akses, perangkat lunak, dan system development dan Application controls,

mencakup pencegahan dan deteksi transaksi yang tidak terotorisasi. Berfungsi untuk menjamin kelengkapan, akurasi, otorisasi and validasi dari proses transaksi.

4. Informasi dan komunikasi

COSO/The Committe of Sponsoring Organizations menyatakan

perlunya untuk mengakses informasi dari dalam dan luar,

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

35

mengembangkan strategi yang potensial dan system terintegrasi, serta perlunya data yang berkualitas. Sedangkan diskusi mengenai komunikasi berfokus kepada menyampaikan permasalahan pengendalian internal, dan mengumpulkan informasi pesaing.

5. Pengawasan (Monitoring)

Karena pengendalian internal harus dilakukan sepanjang waktu, maka COSO/The Committe of Sponsoring Organizations menyatakan

perlunya manajemen untuk terus melakukan pengawasan terhadap keseluruhan sistem pengendalian internal melalui aktivitas yang berkelanjutan dan melalui evaluasi yang ditujukan terhadap aktivitas atau area yang khusus.

Dokumen terkait