• Tidak ada hasil yang ditemukan

YANG BERBEDA

UCAPAN TERIMA KASIH

Alhamdulillahi Robbil’alamin, segala puji Penulis panjatkan kehadirat Allah

SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya Penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Ayahanda tercinta Gozali Siregar dan Ibunda tercinta Mardiana yang telah memberikan do’a, kasih sayang, perhatian, motivasi serta pengorbanan kepada Penulis baik secara moril maupun materiil. Terima kasih kepada Ir. Niken Ulupi, M.S. dan Dr. Rudi Afnan, S.Pt., M.Sc. Agr. selaku dosen Pembimbing Skripsi yang dengan penuh kesabaran mengarahkan dan membimbing, memberikan semangat, saran dan kritik selama penelitian dan penulisan skripsi. Terima kasih kepada Dr. Ir. Rukmiasih, MS selaku pembahas seminar yang telah memberikan masukan dan saran. Terima kasih kepada Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt., M.Si dan Ir. Dwi Margi Suci, M.Si selaku dosen penguji sidang yang telah memberikan masukan, saran dan arahan. Terima kasih kepada Dr. Jakaria, S.Pt.,M.Si selaku panitia seminar atas masukan, saran dan arahan. Terima kasih kepada Ir. Salundik, M.Si. selaku pembimbing akademik atas bimbingan dan arahannya, serta tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Mulya Putra dan keluarga yang telah memperkenankan Penulis untuk melakukan penelitian di CV Mitra Sejahtera Mandiri.

Terima kasih kepada teman-teman satu lokasi penelitian (Mulya Putra dan Eddy J. Manurung) terima kasih atas kerja samanya yang baik dalam penelitian ini. Terima kasih kepada kakak (Deva Z.S.) dan adik (Fitriyati S. dan Ashari J.S.) yang selalu memberikan motivasi dan perhatiannya. Terima kasih kepada teman-teman Alih Jenis Fakultas Peternakan Angkatan II yang saling memberikan semangat dan motivasi dalam mengerjakan skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak.

Bogor, November 2011

26

DAFTAR PUSTAKA

Aliyani, A. 2002. Persentase berat karkas dan organ dalam ayam broiler yang diberi tepung daun talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) dalam ransumnya. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Anggorodi, R. 1985. Ilmu Makanan Ternak Unggas Kemajuan Mutakhir. UI Press, Jakarta.

Awad, W. A., K. Ghareeb, S. Abdel-Raheem, & J. Bohm. 2009. Effects of dietary inclusion of probiotic and synbiotic on growth performance, organ weight, and intestinal histomorphology of broiler chickens. Poult. Sci. 88: 49-55. Azis, A., H. Abbas, Y. Heryandi & E. Kusnadi. 2011. Pertumbuhan kompensasi dan

efisiensi produksi ayam broiler yang mendapat pembatasan waktu makan. Med. Pet. 34(1): 50-57.

Badan Standardisasi Nasional. 1997. [SNI 01-4869-1997] Potongan Karkas Broiler. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. 2005. [SNI 01-4868.1-2005] Bibit niaga (slaughtered stock) ayam ras tipe pedaging umur sehari (kuri/doc). Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Bell, D.D., & W.D. Weaver. 2002. Comercial Chicken Meat and Egg Production. 5th Edition. Springer Science and Business Media, Inc., New York.

Blakely, D. & D. H. Bade.1991. Ilmu Peternakan. Edisi ke-4. Penerjemah : Bambang Srigandono. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Brake, J., G. B. Havenstein. S. E. Schidelet, P. R. Ferket, & D. V. River. 1993. Relationship of sex, age and body weight to broiler carcass yield and offal production. Poult.Sci. 70:680-688.

Dewi, H. R. K. 2007. Evaluasi beberapa ransum komersil terhadap persentase bobot karkas, lemak abdomen dan organ dalam ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Djunaidi, I. H., T. Yuwanta, Supadmo & M. Nurcahyanto. 2009. Performa dan bobot organ pencernaan ayam broiler yang diberi pakan limbah udang hasil fermentasi Bacillus sp. Med. Pet. 32(3): 212-218.

Elfiandra. 2007. Pemberian warna lampu penerangan yang berbeda terhadap organ dalam ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

27 Ensminger. M. E. 1992. Poultry Science. 3rd Edition. Interstate Publisher. Inc.,

Danville.

Frandson, R.D. 1992. Anatomy and Physiology on Farm Animals. Edidi ke-4. Terjemahan : D. Srigando dan K. Praseno. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Fuller, H. L., W.M. Kirland & L.W. Chaney. 1993. Methode of delaying seksual maturity of pullets restricted energy consumption. Poult.Sci. 53:229-236 Gasperz, V. 1994. Metode Perancangan Percobaan. Armico, Bandung.

Gordon, S. H. & D. R. Charles. 2002. Niche and Organic Chicken Product: Their Technology and Scientific Principles. Nottingham Univercity Press, Nottingham.

Grist, A. 2006. Poultry Inspection. Anatomy, Phisiology, and Disease Conditions. 2nd Edition. Nottingham University Press, Nottingham.

Kusnadi, E. 2004. Peranan vitamin C sebagai penangkal cekaman panas ayam broiler dalam ransum yang mengandung hidrolisat bulu ayam. Disertasi. Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Lehninger, A. L. 1982. Dasar-Dasar Biokimia. Jilid 3. Terjemahan: M. Thenawijaya. Erlangga, Jakarta.

McLelland, J. 1990. A Colour Atlas of Avian Anatomy. Wolfe Publishing Ltd., London.

Murugesan, G.S., M. Sathishkumar, & K. Swarninathan. 2005. Suplementation of waste tea fungal biomass as a dietary ingredient for broiler chicken. Biores-Technol. 96 : 1743-1748.

Mustaqim. 2006. Persentase bobot karkas, organ dalam dan lemak abdomen ayam broiler yang diberi imbuhan tepung daun sambiloto (Andrographis paniculatana Ness). Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

North, M.O. & D.D. Bell. 1990. Comercial Chicken Production Manual.4th Edition. Chapman and Hall, New York.

Nova, K. 2008. Pengaruh perbedaan persentase pemberian ransum antara siang dan malam hari terhadap performans broiler strain CP 707. J. Anim. Sci. 10(2): 117-121.

Nuraini. 2010. Performa, persentase karkas, lemak abdominal dan organ dalam ayam broiler yang diberi ransum dengan penambahan prebiotik dan

28 tongkol jagung. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Nurhalimah. 2010. Pengaruh pemberian dl- metionin pada ransum yang terkontaminasi aflatoksin terhadap organ dalam serta saluran pencernaan ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Pesti, G. M. & R. I. Bakalli. 1997. Estimation of the compotition broiler carcass fom their specific gravity. Poult.Sci. 76: 88-101

Pond, W. G., D.C. Church & K. R. Pond.1995. Basic Animal Nutrition and Feeding. 4th Edition. John Wiley and Sons, New York.

PT. Charoen Pokphand Indonesia. 2006. Manual Manajemen Broiler CP 707, Jakarta.

Putnam, P. A. 1991. Handbook of Animal Science. Academy Press, San Diego. Resnawati, H. 2002. Produksi karkas dan organ dalam ayam pedaging yang diberi

ransum mengandung tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus). Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor.

Ressang, A. A. 1963. Patologi Khusus Veteriner. Edisi II. N.V. Percetakan Bali, Denpasar.

Rudiansyah, Zuprizal & M. Kamal. 1997. Pengaruh suplemen pakan dalam ransum komersial terhadap kinerja ayam broiler jantan umur dua sampai enam minggu. Bul. Pet. 21 (2): 96-107.

Sinurat, A.P., T. Purwadaria, I.A.K. Bintang, P.P. Ketaren, N. Bermawie, M. Raharjo & M. Rizal. 2009. Pemanfatan kunyit dan temulawak sebagai imbuhan pakan untuk ayam broiler. JITV 14(2): 90-96.

Soeparno. 2005. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Suci, D. M., E. Mursyida, T. Setianah, & R. Mutia. 2005. Program pemberian makanan berdasarkan kebutuhan protein dan energy pada setiap fase pertumbuhan ayam Poncin. Med. Pet. 28: 70-76.

Summers, J. D. 2004. Broiler Carcass Composition. Poultry Industry Council for Research an Education, Guelph.

Suprayitno, 2006. Persentase karkas, lemak abdominal dan organ dalam ayam pedaging yang diberi ransum mengandung limbah restoran hotel sahid sebagai substitusi dedak padi. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

29 Supriadin, J. 2006. Persentase karkas, organ dalam, dan lemak abdomen ayam broiler yang diberi feed additive sigi indah. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Suprijatna, E., U. Atmomarsono, & R. Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya, Jakarta.

Syamsuhaidi. 1997. Penggunaan duckweed (Family Lemnacea) sebagai pakan serat sumber protein dalam ransum ayam pedaging. Disertasi. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tambunan, I. R. 2007. Pengaruh pemberian tepung kertas koran pada periode grower terhadap persentase karkas, lemak abdominal, organ dalam dan saluran pencernaan ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Usman, A. N. R. 2010. Pertumbuhan ayam broiler (melalui sistem pencernaanya) yang diberi pakan nabati dan komersial dengan penambahan dysapro. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Wahju, J. 2004. Ilmu Nutrisi Ternak Unggas. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Walad, G. S. 2007. Pengaruh warna lampu penerangan terhadap bobot hidup, persentase karkas, giblet dan lemak abdomen ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

30

31 Lampiran 1. Analisis Ragam Bobot Potong

Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 2044 1022 0,15 0,860 Galat 12 80312 6693 Total 14 82356

Lampiran 2. Analisis Ragam Persentase Karkas Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 0,1948 0,0974 0,25 0,783 Galat 12 4,6860 0,3905 Total 14 4,8808

Lampiran 3. Analisis Ragam Persentase Hati Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 0,006265 0,003133 0,82 0,465 Galat 12 0,046061 0,003838 Total 14 0,052326

Lampiran 4. Analisis Ragam Persentase Proventrikulus Sumber Keragaman Db JK KT F hitung P Perlakuan 2 0,015379 0,007690 2,55 0,119 Galat 12 0,036147 0,003012 Total 14 0,051526

32 Lampiran 5. Analisis Ragam Persentase Rempela

Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 0,003420 0,001710 0,80 0,470 Galat 12 0,025504 0,002125 Total 14 0,028924

Lampiran 6. Analisis Ragam Persentase Usus Halus Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 0,017131 0,008566 2,31 0,141 Galat 12 0,044438 0,003703 Total 14 0,061569

Lampiran 7. Analisis Ragam Persentase Usus Besar Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 0,000272 0,000136 0,11 0,899 Galat 12 0,015133 0,001261 Total 14 0,015404

Lampiran 8. Analisis Ragam Panjang Usus Halus Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 1,110 0,555 0,07 0,937 Galat 12 101,964 8,497 Total 14 103,074

Lampiran 9. Analisis Ragam Panjang Usus Besar Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 0,06919 0,03460 2,04 0,173 Galat 12 0,20373 0,01698 Total 14 0,27292

33 Lampiran 10. Data Konsumsi Pakan Ayam Broiler Umur 3-5 Minggu

Perlakuan Konsumsi Pakan (g/ekor)

P1 2583,40 ± 31,56

P2 2563,29 ± 26,72

P3 2582,32 ± 48,13

Rataan 2576,34 ± 35,47

Keterangan: P1 = Pakan diberikan pagi 100%

P2 = Pakan diberikan pagi 50% dan sore 50% P3 = Pakan diberikan pagi 40%, siang 20%, sore 40%

Lampiran 11. Data Bobot Karkas Ayam Broiler Umur 5 Minggu

Perlakuan Bobot Karkas (g/ekor)

P1 1466,80 ± 58,30

P2 1486,10 ± 61,95

P3 1479,30 ± 75,59

Rataan 1477,40 ± 55,20

Keterangan: P1 = Pakan diberikan pagi 100%

P2 = Pakan diberikan pagi 50% dan sore 50% P3 = Pakan diberikan pagi 40%, siang 20%, sore 40% Lampiran 12. Denah Petak Kandang Penelitian

15 P2U2 13 P2U1 11 P1U3 9 P3U5 7 P2U4 5 P3U1 3 P2U3 1 P3U3 Tempat Pakan 14 P1U1 12 P3U4 10 P3U2 8 P1U4 6 P2U5 4 P1U2 2 P1U5 Keterangan: P1 = Pakan diberikan pagi 100%

P2 = Pakan diberikan pagi 50% dan sore 50% P3 = Pakan diberikan pagi 40%, siang 20%, sore 40% U = Ulangan

34 Lampiran 13. Suhu Kandang Penelitian saat Ayam Broiler Umur 3-5 Minggu

Hari ke- Pagi (oC) Siang (oC) Sore (oC) Rataan Harian (oC)

15 24 34 28 27,5 16 23 31 28 26,25 17 25 35 29 28,5 18 24 35 28 27,75 19 25 35 29 28,5 20 23 33 28 26,75 21 22 31 29 26 Minggu 3 22-25 31-35 28-29 26-28,5 22 22 32 28 26 23 23 32 29 26,75 24 24 33 30 27,75 25 24 35 31 28,5 26 25 33 29 28 27 24 35 29 28 28 25 35 32 29,25 Minggu 4 22-25 32-35 28-32 26-29,25 29 21 30 28 25 30 23 33 29 27 31 22 32 29 26,25 32 24 34 29 27,75 33 25 35 30 28,75 34 23 32 29 26,75 35 22 32 30 26,5 Minggu 5 21-25 30-35 28-30 25-28,75

35 Lampiran 14. Gambar Dokumentasi Penelitian

36

26

DAFTAR PUSTAKA

Aliyani, A. 2002. Persentase berat karkas dan organ dalam ayam broiler yang diberi tepung daun talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) dalam ransumnya. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Anggorodi, R. 1985. Ilmu Makanan Ternak Unggas Kemajuan Mutakhir. UI Press, Jakarta.

Awad, W. A., K. Ghareeb, S. Abdel-Raheem, & J. Bohm. 2009. Effects of dietary inclusion of probiotic and synbiotic on growth performance, organ weight, and intestinal histomorphology of broiler chickens. Poult. Sci. 88: 49-55. Azis, A., H. Abbas, Y. Heryandi & E. Kusnadi. 2011. Pertumbuhan kompensasi dan

efisiensi produksi ayam broiler yang mendapat pembatasan waktu makan. Med. Pet. 34(1): 50-57.

Badan Standardisasi Nasional. 1997. [SNI 01-4869-1997] Potongan Karkas Broiler. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. 2005. [SNI 01-4868.1-2005] Bibit niaga (slaughtered stock) ayam ras tipe pedaging umur sehari (kuri/doc). Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Bell, D.D., & W.D. Weaver. 2002. Comercial Chicken Meat and Egg Production. 5th Edition. Springer Science and Business Media, Inc., New York.

Blakely, D. & D. H. Bade.1991. Ilmu Peternakan. Edisi ke-4. Penerjemah : Bambang Srigandono. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Brake, J., G. B. Havenstein. S. E. Schidelet, P. R. Ferket, & D. V. River. 1993. Relationship of sex, age and body weight to broiler carcass yield and offal production. Poult.Sci. 70:680-688.

Dewi, H. R. K. 2007. Evaluasi beberapa ransum komersil terhadap persentase bobot karkas, lemak abdomen dan organ dalam ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Djunaidi, I. H., T. Yuwanta, Supadmo & M. Nurcahyanto. 2009. Performa dan bobot organ pencernaan ayam broiler yang diberi pakan limbah udang hasil fermentasi Bacillus sp. Med. Pet. 32(3): 212-218.

Elfiandra. 2007. Pemberian warna lampu penerangan yang berbeda terhadap organ dalam ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

27 Ensminger. M. E. 1992. Poultry Science. 3rd Edition. Interstate Publisher. Inc.,

Danville.

Frandson, R.D. 1992. Anatomy and Physiology on Farm Animals. Edidi ke-4. Terjemahan : D. Srigando dan K. Praseno. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Fuller, H. L., W.M. Kirland & L.W. Chaney. 1993. Methode of delaying seksual maturity of pullets restricted energy consumption. Poult.Sci. 53:229-236 Gasperz, V. 1994. Metode Perancangan Percobaan. Armico, Bandung.

Gordon, S. H. & D. R. Charles. 2002. Niche and Organic Chicken Product: Their Technology and Scientific Principles. Nottingham Univercity Press, Nottingham.

Grist, A. 2006. Poultry Inspection. Anatomy, Phisiology, and Disease Conditions. 2nd Edition. Nottingham University Press, Nottingham.

Kusnadi, E. 2004. Peranan vitamin C sebagai penangkal cekaman panas ayam broiler dalam ransum yang mengandung hidrolisat bulu ayam. Disertasi. Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Lehninger, A. L. 1982. Dasar-Dasar Biokimia. Jilid 3. Terjemahan: M. Thenawijaya. Erlangga, Jakarta.

McLelland, J. 1990. A Colour Atlas of Avian Anatomy. Wolfe Publishing Ltd., London.

Murugesan, G.S., M. Sathishkumar, & K. Swarninathan. 2005. Suplementation of waste tea fungal biomass as a dietary ingredient for broiler chicken. Biores-Technol. 96 : 1743-1748.

Mustaqim. 2006. Persentase bobot karkas, organ dalam dan lemak abdomen ayam broiler yang diberi imbuhan tepung daun sambiloto (Andrographis paniculatana Ness). Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

North, M.O. & D.D. Bell. 1990. Comercial Chicken Production Manual.4th Edition. Chapman and Hall, New York.

Nova, K. 2008. Pengaruh perbedaan persentase pemberian ransum antara siang dan malam hari terhadap performans broiler strain CP 707. J. Anim. Sci. 10(2): 117-121.

Nuraini. 2010. Performa, persentase karkas, lemak abdominal dan organ dalam ayam broiler yang diberi ransum dengan penambahan prebiotik dan

28 tongkol jagung. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Nurhalimah. 2010. Pengaruh pemberian dl- metionin pada ransum yang terkontaminasi aflatoksin terhadap organ dalam serta saluran pencernaan ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Pesti, G. M. & R. I. Bakalli. 1997. Estimation of the compotition broiler carcass fom their specific gravity. Poult.Sci. 76: 88-101

Pond, W. G., D.C. Church & K. R. Pond.1995. Basic Animal Nutrition and Feeding. 4th Edition. John Wiley and Sons, New York.

PT. Charoen Pokphand Indonesia. 2006. Manual Manajemen Broiler CP 707, Jakarta.

Putnam, P. A. 1991. Handbook of Animal Science. Academy Press, San Diego. Resnawati, H. 2002. Produksi karkas dan organ dalam ayam pedaging yang diberi

ransum mengandung tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus). Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor.

Ressang, A. A. 1963. Patologi Khusus Veteriner. Edisi II. N.V. Percetakan Bali, Denpasar.

Rudiansyah, Zuprizal & M. Kamal. 1997. Pengaruh suplemen pakan dalam ransum komersial terhadap kinerja ayam broiler jantan umur dua sampai enam minggu. Bul. Pet. 21 (2): 96-107.

Sinurat, A.P., T. Purwadaria, I.A.K. Bintang, P.P. Ketaren, N. Bermawie, M. Raharjo & M. Rizal. 2009. Pemanfatan kunyit dan temulawak sebagai imbuhan pakan untuk ayam broiler. JITV 14(2): 90-96.

Soeparno. 2005. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Suci, D. M., E. Mursyida, T. Setianah, & R. Mutia. 2005. Program pemberian makanan berdasarkan kebutuhan protein dan energy pada setiap fase pertumbuhan ayam Poncin. Med. Pet. 28: 70-76.

Summers, J. D. 2004. Broiler Carcass Composition. Poultry Industry Council for Research an Education, Guelph.

Suprayitno, 2006. Persentase karkas, lemak abdominal dan organ dalam ayam pedaging yang diberi ransum mengandung limbah restoran hotel sahid sebagai substitusi dedak padi. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

29 Supriadin, J. 2006. Persentase karkas, organ dalam, dan lemak abdomen ayam broiler yang diberi feed additive sigi indah. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Suprijatna, E., U. Atmomarsono, & R. Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya, Jakarta.

Syamsuhaidi. 1997. Penggunaan duckweed (Family Lemnacea) sebagai pakan serat sumber protein dalam ransum ayam pedaging. Disertasi. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tambunan, I. R. 2007. Pengaruh pemberian tepung kertas koran pada periode grower terhadap persentase karkas, lemak abdominal, organ dalam dan saluran pencernaan ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Usman, A. N. R. 2010. Pertumbuhan ayam broiler (melalui sistem pencernaanya) yang diberi pakan nabati dan komersial dengan penambahan dysapro. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Wahju, J. 2004. Ilmu Nutrisi Ternak Unggas. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Walad, G. S. 2007. Pengaruh warna lampu penerangan terhadap bobot hidup, persentase karkas, giblet dan lemak abdomen ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

30

31 Lampiran 1. Analisis Ragam Bobot Potong

Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 2044 1022 0,15 0,860 Galat 12 80312 6693 Total 14 82356

Lampiran 2. Analisis Ragam Persentase Karkas Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 0,1948 0,0974 0,25 0,783 Galat 12 4,6860 0,3905 Total 14 4,8808

Lampiran 3. Analisis Ragam Persentase Hati Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 0,006265 0,003133 0,82 0,465 Galat 12 0,046061 0,003838 Total 14 0,052326

Lampiran 4. Analisis Ragam Persentase Proventrikulus Sumber Keragaman Db JK KT F hitung P Perlakuan 2 0,015379 0,007690 2,55 0,119 Galat 12 0,036147 0,003012 Total 14 0,051526

32 Lampiran 5. Analisis Ragam Persentase Rempela

Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 0,003420 0,001710 0,80 0,470 Galat 12 0,025504 0,002125 Total 14 0,028924

Lampiran 6. Analisis Ragam Persentase Usus Halus Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 0,017131 0,008566 2,31 0,141 Galat 12 0,044438 0,003703 Total 14 0,061569

Lampiran 7. Analisis Ragam Persentase Usus Besar Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 0,000272 0,000136 0,11 0,899 Galat 12 0,015133 0,001261 Total 14 0,015404

Lampiran 8. Analisis Ragam Panjang Usus Halus Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 1,110 0,555 0,07 0,937 Galat 12 101,964 8,497 Total 14 103,074

Lampiran 9. Analisis Ragam Panjang Usus Besar Sumber Keragaman Db JK KT F hitung Nilai P Perlakuan 2 0,06919 0,03460 2,04 0,173 Galat 12 0,20373 0,01698 Total 14 0,27292

33 Lampiran 10. Data Konsumsi Pakan Ayam Broiler Umur 3-5 Minggu

Perlakuan Konsumsi Pakan (g/ekor)

P1 2583,40 ± 31,56

P2 2563,29 ± 26,72

P3 2582,32 ± 48,13

Rataan 2576,34 ± 35,47

Keterangan: P1 = Pakan diberikan pagi 100%

P2 = Pakan diberikan pagi 50% dan sore 50% P3 = Pakan diberikan pagi 40%, siang 20%, sore 40%

Lampiran 11. Data Bobot Karkas Ayam Broiler Umur 5 Minggu

Perlakuan Bobot Karkas (g/ekor)

P1 1466,80 ± 58,30

P2 1486,10 ± 61,95

P3 1479,30 ± 75,59

Rataan 1477,40 ± 55,20

Keterangan: P1 = Pakan diberikan pagi 100%

P2 = Pakan diberikan pagi 50% dan sore 50% P3 = Pakan diberikan pagi 40%, siang 20%, sore 40% Lampiran 12. Denah Petak Kandang Penelitian

15 P2U2 13 P2U1 11 P1U3 9 P3U5 7 P2U4 5 P3U1 3 P2U3 1 P3U3 Tempat Pakan 14 P1U1 12 P3U4 10 P3U2 8 P1U4 6 P2U5 4 P1U2 2 P1U5 Keterangan: P1 = Pakan diberikan pagi 100%

P2 = Pakan diberikan pagi 50% dan sore 50% P3 = Pakan diberikan pagi 40%, siang 20%, sore 40% U = Ulangan

34 Lampiran 13. Suhu Kandang Penelitian saat Ayam Broiler Umur 3-5 Minggu

Hari ke- Pagi (oC) Siang (oC) Sore (oC) Rataan Harian (oC)

15 24 34 28 27,5 16 23 31 28 26,25 17 25 35 29 28,5 18 24 35 28 27,75 19 25 35 29 28,5 20 23 33 28 26,75 21 22 31 29 26 Minggu 3 22-25 31-35 28-29 26-28,5 22 22 32 28 26 23 23 32 29 26,75 24 24 33 30 27,75 25 24 35 31 28,5 26 25 33 29 28 27 24 35 29 28 28 25 35 32 29,25 Minggu 4 22-25 32-35 28-32 26-29,25 29 21 30 28 25 30 23 33 29 27 31 22 32 29 26,25 32 24 34 29 27,75 33 25 35 30 28,75 34 23 32 29 26,75 35 22 32 30 26,5 Minggu 5 21-25 30-35 28-30 25-28,75

35 Lampiran 14. Gambar Dokumentasi Penelitian

36

i

RINGKASAN

DEVI ZUHRIANI SIREGAR. D14096004. 2011. Persentase Karkas dan Pertumbuhan Organ Dalam Ayam Broiler pada Frekuensi dan Waktu Pemberian Pakan yang Berbeda. Skripsi. Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Pembimbing Utama : Ir. Niken Ulupi, MS.

Pembimbing Anggota : Dr. Rudi Afnan, S.Pt., M.Sc.Agr.

Pemeliharaan ayam broiler pada sistem kandang terbuka di daerah tropis seringkali pada suhu yang lebih tinggi dari suhu optimal untuk pertumbuhan. Kondisi ini menyebabkan ayam broiler mengalami cekaman panas sehingga ayam broiler meningkatkan konsumsi air minum yang berakibat penurunan konsumsi pakan. Frekuensi dan waktu pemberian pakan perlu diatur untuk menanggulangi masalah tersebut. Frekuensi dan waktu pemberian pakan yang berbeda akan memberikan dampak pertumbuhan yang berbeda dari aspek karkas dan perkembangan organ dalamnya.

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi persentase karkas dan pertumbuhan organ dalam ayam broiler pada frekuensi dan waktu pemberian pakan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan 135 ekor anak ayam umur sehari strain Cobb yang dipelihara selama 35 hari. Perlakuan diberikan pada umur 15 hari. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam percobaan ini dengan tiga frekuensi dan waktu pemberian pakan. Jumlah pemberian pakan disesuaikan dengan kebutuhan ayam sesuai rekomendasi perusahaan pembibitan. Perlakuan frekuensi dan waktu pemberian pakan tersebut adalah P1 (pakan diberikan pada pagi hari pukul 06.00 WIB sebanyak 100%); P2 (pakan diberikan pada pagi hari pukul 06.00 WIB sebanyak 50% dan sore hari pukul 17.00 WIB sebanyak 50%); dan P3 (pakan diberikan pada pagi hari pukul 06.00 WIB sebanyak 40%, siang hari pukul 11.00 WIB sebanyak 20% dan sore hari pukul 17.00 WIB sebanyak 40%). Setiap perlakuan terdiri dari lima ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari 9 ekor ayam broiler. Dua ekor ayam diambil dari setiap ulangan untuk dijadikan sampel setelah ayam mencapai umur lima minggu. Peubah yang diamati adalah bobot potong, persentase bobot karkas, persentase bobot hati, persentase bobot proventrikulus, persentase bobot rempela, persentase bobot usus halus, panjang usus halus, persentase bobot usus besar, dan panjang usus besar. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan bila berbeda maka dilakukan uji Duncan. Selisih harga penjualan karkas dengan biaya pakan dan DOC dianalisis secara dekskriptif.

Frekuensi dan waktu pemberian pakan yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap bobot potong, persentase bobot karkas, persentase bobot hati, persentase bobot proventrikulus, persentase bobot rempela, persentase bobot usus halus, panjang usus halus, persentase bobot usus besar, dan panjang usus besar. Rataan bobot potong yang didapatkan selama pemeliharaan adalah 2140,77 g/ekor dengan kisaran 2128,80-2156,60 g/ekor. Rataan persentase bobot karkas yaitu 68,65% dengan kisaran persentase bobot karkas yang dihasilkan yaitu antara 68,49-68,91%. Rataan persentase bobot hati ayam broiler berkisar antara 1,98-2,12% dari bobot potong. Rataan persentase bobot proventrikulus berkisar antara 0,47-0,57% dari bobot potong. Rataan persentase bobot rempela ayam berkisar antara 0,94-1,00%

ii dari bobot potong. Rataan persentase bobot usus halus berkisar antara 2,30-2,55% dari bobot potong. Rataan panjang usus halus berkisar antara 80,09-81,11 cm/kg bobot potong. Rataan bobot usus besar berkisar antara 0,17-0,18% dan rataan panjang usus besar berkisar antara 4,12-4,78 cm/kg bobot potong. Organ pencernaan ayam broiler secara umum dapat tumbuh dan dapat berfungsi dengan normal. Perhitungan selisih harga penjualan karkas dengan biaya pakan dan DOC selama lima minggu pemeliharaan diperoleh hasil tertinggi pada perlakuan P3.

Kata-kata kunci : ayam broiler, frekuensi dan waktu pemberian pakan, karkas, organ dalam.

Dokumen terkait