Kriteria/Indikator/Verifier Nilai Ringkasan Justifikasi
Prinsip 1 : TPT mendukung terselenggaranya perdagangan kayu sah Kriteria K1.1 : TPT
Indikator 1.1.1: TPT memiliki izin yang sah Veriifier .a
Surat ijin TPT dari Kepala Dinas yang membidangi Kehutanan Kabupaten/Kota atau Provinsi.
MEMENUHI
Untuk pengelolaan lingkungan, Auditee telah membuat Surat Pernyataan Kesanggupan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan diatas materai. Dalam surat pernyataan tersebut auditee bersedia untuk dengan sungguh-sungguh
untuk melaksanakan seluruh pengelolaan dan
pemantauan dampak lingkungan dan bersedia untuk diawasi oleh instansi berwenang.
Dokumen SPPL tersebut telah diketahui oleh camat
setempat dengan bukti penerimaan nomor
660.1/33/SPPL/V/2015 tanggal 21 Mei - 2015 yang ditandatangani oleh Kasi Bina Lingkungan Hidup Kecamatan Tahunan, sesuai dengan Peraturan Bupati Jepara Nomor 31 Tahun 2010 junto Peraturan Bupati Jepara Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pola Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Pada Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara.
Indikator.1.1.2 TPT Memiliki Dokumen Lingkungan Verifier 1.1.2
Dokumen lingkungan hidup (UKL-UPL/SPPL/ PDLH/SIL/ DELH dokumen hidup lain yang setara)
MEMENUHI
Untuk pengelolaan lingkungan, Auditee telah membuat Surat Pernyataan Kesanggupan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan diatas materai. Dalam surat pernyataan tersebut auditee bersedia untuk dengan sungguh-sungguh
untuk melaksanakan seluruh pengelolaan dan
pemantauan dampak lingkungan dan bersedia untuk diawasi oleh instansi berwenang.
Dokumen SPPL tersebut telah diketahui oleh camat
setempat dengan bukti penerimaan nomor
660.1/33/SPPL/V/2015 tanggal 21 Mei - 2015 yang ditandatangani oleh Kasi Bina Lingkungan Hidup Kecamatan Tahunan, sesuai dengan Peraturan Bupati Jepara Nomor 31 Tahun 2010 junto Peraturan Bupati Jepara Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pola Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Pada Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara.
K.1.2:Importir kayu dan produk kayu
Indikator 1.2.1 Importir memiliki izin yang sah. Verifier
Dokumen pengakuan /pengenal
sebagai importir -
Auditee bukan sebagai importir kayu atau produk kayu dan tidak melakukan pembelian kayu impor, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan.
Indikator 1.2.1
Importir memiliki sistem uji tuntas (due diligence) Verifier1.2.1
Panduan/ pedoman/prosedur pelaksanaan dan bukti pelaksanaan sistem uji tuntas (due diligence)
-
Auditee bukan sebagai importir kayu atau produk kayu dan tidak melakukan pembelian kayu impor, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan.
Kriteria.1.3 Unit Usaha dalam bentuk kelompok
Indikator 1.3.1 Kelompok Memiliki akte notaris Pembentukan kelompok atau Dokumen pembentukan kelompok
Verifier 1.3.1
Akte notaris pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok
MEMENUHI
Auditee merupakan anggota dari kelompok TPT Kelompok Usaha Bersama Adjie Cahaya Berlian, dibentuk sesuai kesepakatan Kelompok KUB TPT Adjie Cahaya Berlian tanggal 27 Mei 2015.
Pada pasal 15 kesepakatan tersebut dijelaskan bahwa Ketentuan antar anggota kelompok sepakat menerima konsekuensi pembekuan atau pencabutan sertifikat kelompok dalam hal salah satu anggota kelompok tidak memenuhi persyaratan sertifikasi.
Kesepakatan Kelompok TPT KUB Adjie Cahaya Berlian telah ditandatangani diatas materai yang cukup.
Pada tanggal 7 Agustus 2015 telah dilakukan audit internal pada UD. Top Jati.
Prinsip 2.
TPT menerapkan sistem penulusuran kayu yang menjamin keterlacakan kayu dari asalnya. Kriteria K2.1.
Keberadaan dan penerapan sistem penelusuran kayu bulat / kayu olahan Indikator 2.1.1
TPT mampu membuktikan bahwa kayu bulat/kayu olahan yang diterima ber- asal dari Sumber yang telah bersertifikat dan/atau memiliki Deklarasi Kesesuaian Pemasok
Verifier 2.1.1.a
Dokumen jual beli/nota atau kontrak suplai kayu bulat/kayu olahan dan/atau bukti pembelian
dilengkapi dengan dokumen
angkutan hasil hutan yang sah.
MEMENUHI
Sesuai dengan izin TPT yang diberikan yaitu sebagai TPT Kayu Rakyat, kayu yang dibeli oleh auditee adalah berupa kayu log Square yang berasal dari kayu rakyat dengan jenis kayu Jati. Pembelian kayu tersebut dilakukan auditee dilakukan secara bebas tanpa melalui kontrak. Auditee telah mensyaratkan bahwa kayu yang dikirim harus menggunakan dokumen angkutan yang sah serta dokumen lain yaitu DKP dan bukti kepemilikan tanah. Berdasarkan hasil hitung dan pemeriksaan maka dibuat berita acara serah terima sebagai dasar untuk pembayaran jual beli kayu tersebut.
Pembayaran dilakukan secara tunai dengan dilengkapi bukti berupa kwitansi pembayaran yang ditandatangani oleh pihak penjual.
Pembayaran dilakukan secara transfer melalui bank dibuktikan dengan bukti transfer kepada penjual. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama periode audit bulan Mei sampai Juli 2015, auditee telah melakukan pembelian kayu sebanyak 4 kali dengan 1727 batang dan volume 80,7728 M3, dan telah dilengkapi dengan 4 bukti pembayaran berupa kuitansi jual beli yang ditandatangan penjual dan 4 dokumen angkutan hasil hutan yang berasal dari kayu rakyat yaitu Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang diterbitkan oleh penerbit yang berwenang dalam hal ini Kepala Desa asal kayu tersebut.
Verifier 2.1.1..b
Bukti Penerimaan kayu
bulat/kayu olahan dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil
hutan yang sah. MEMENUHI
Seperti yang telah dijelaskan pada verifier 2.1.1.a, seluruh penerimaan kayu telah dilengkapi dengan surat angkutan hasil hutan yang sah dan sesuai dengan izin TPT, yaitu Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang diterbitkan oleh Kepala Desa setempat.
Setiap kedatangan kayu auditee melakukan pemeriksaan untuk membandingkan dengan dokumen angkutan, lokasi penerimaan dipisahkan untuk setiap kedatangan, sehingga memudahkan untuk pengawasan stock. Hasil pemeriksaan tersebut dituangkan dalam Berita Acara
Serah Terima yang ditanda tangani kedua belah pihak sebagai bukti penerimaan kayu kemudian dicatat pada Laporan Mutasi Kayu sebagai penerimaan. Berdasarkan pemeriksaan dokumen angkutan yang diterima selama periode audit menunjukan kesesuaian dengan Laporan Mutasi Kayu pada periode yang sama, meliputi jumlah batang dan volume.
Hasil uji petik jumlah kayu bulat stock akhir bulan Juli atau awal bulan Agustus sebanyak 100 batang menunjukan kesesuaian dengan dokumen angkutan. Auditee dan pemasok tidak membeli kayu bulat dari hasil lelang.
Verifier 2.1.1.c
Fotocopy S-PHPL atau S-LK atau Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP)
MEMENUHI
Kayu yang diterima auditee adalah kayu rakyat yang cukup menggunakan Dokumen Kesesuaian Pemasok (DKP).
Selama periode audit yaitu periode bulan Mei sampai dengan Juli 2015 telah melakukan pembelian kayu bulat sebanyak 4 kali, dan telah dilengkapi DKP sebanyak 4 dokumen.
Sebagai panduan dalam pedoman terkait DKP, auditee telah menyusun Prosedur Pemeriksaan Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP) yang dijadikan pedoman dalam pengecekan terhadap penerbit DKP yang disahkan pada tanggal 4 Mei 2015.
Telah terdapat Surat Penunjukan Petugas Pemeriksa DKP tanggal 20 Mei 2015, yang menunjuk Bpk. Sholekhan
sebagai petugas yang bertanggungjawab dalam
Pemeriksaan terhadap DKP dan pemasok yang menerbitkan DKP.
Petugas tersebut telah melakukan pemeriksaan terhadap pemasok dan menuangkan dalam laporan pemeriksaan pemasok pada tanggal 20 Mei 2015.
Verifier 2.1.1.d
Dokumen catatan/laporan mutasi kayu
MEMENUHI
Auditee telah memiliki dokumen laporan mutasi kayu (LMK) untuk periode Mei sampai dengan Juli 2015 dan telah disampaikan kepada instansi terkait setiap tanggal 5 bulan berikutnya, dengan bukti tanda terima yang diketahui petugas penerima.
Laporan Mutasi Kayu auditee disusun berdasarkan penerimaan kayu, penjualan dan stock awal serta akhir. Penerimaan kayu merupakan data hasil pemeriksaan kayu atau data dalam dokumen Surat Angkutan hasil hutan. Sedangkan pengurangan atau pengeluaran merupakan data penjualan kayu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan menunjukan kesesuaian antara dokumen pendukung dalam hal ini dokumen penerimaan dan dokumen penjualan kayu pada periode yang sama.
Indikator 2.1.2
Importir mampu membuktikan bahwa kayu yang diimpor berasal dari sumber yang sah Verifier.a.
Pemberitahuan Impor Barang
(PIB). -
Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.
Verifier.b.
Bill of Lading (B/L) - Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.
Verifier .c.
Packing List (P/L) -
Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.
Verifier .d
Invoice -
Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.
Verifier .e
Dokumen Deklarasi Kesesuaian Pemasok untuk kayu impor
- Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan. Verifier.f
Rekomendasi impor -
Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.
Verifier.g
Bukti pembayaran bea masuk bila terkena bea masuk
- Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan. Verifier 2.1.2.h
Dokumen lain yang relevan (diantaranya CITES) untuk jenis kayu yang dibatasi
perdagangannya.
-
Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.
Verifier 2.1.2.i
Bukti penggunaan kayu impor -
Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.
Prinsip 3 Keabsahan penjualan atau pemindahtanganan kayu bulat/kayu olahan dari TPT Kriteria.3.1 Perdagangan atau pemindah-tanganan hasil produksi dengan tujuan domestik.
Indikator. 3.1.1. Unit usaha menggunakan dokumen angkutan hasil hutan yang sah untuk perdagangan atau pemindah tanganan hasil produksi dengan tujuan domestik
Verifier
Dokumen yang menunjukan penjualan dan/atau angkutan kayu bulat/ kayu olahan
MEMENUHI
Selama periode audit, bulan Mei sampai Juli 2015, auditee telah menjual kayu olahan sebanyak 5 kali
dengan 1208 batang dan volume 58,156 M3 ke berbagai
tujuan. Penjualan tersebut dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan berupa Nota Angkutan dan DKP yang dibuat oleh pemilik kayu. Serta dilengkapi DKP pemasok asal dan Nota Kayu.
Dalam Nota angkutan tersebut memuat informasi mengenai asal hasil hutan meliputi bukti kepemilikan tanah, nama pemilik, alamat pemilik, tempat muat dan tujuan pengangkutan. Dalam keterangan dokumen tersebut terdapat informasi dokumen hasil hutan dari asal kayu dalam hal ini dokumen SKAU kayu yang dijual dan dilampirkan Daftar Kayu Bulat (DKB).
Berdasarkan hasil pemeriksaan auditee dapat
menunjukan 5 dokumen penjualan kayu olahan berupa Nota Angkutan, DKP dan Nota Kayu.
Kriteria 3.2 Pemenuhan penggunaan Tanda V – Legal Indikator 3.3.1. Implementasi Tanda V - Legal
Verifier 3.3.1.
Tanda V – Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan
-Auditee dalam proses sertifikasi Legalitas Kayu sehingga implementasi tanda V-legal pada produk belum dilakukan, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan Prinsip 4. Pemenuhan terhadap peraturan ketenaga kerjaan .
Kriteria K.4.1. Pemenuhan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja Indikator 4.1.1 Prosedur dan implementasi K3
Verifier a.
Pedoman/prosedur K3 MEMENUHI
Auditee telah memiliki prosedur Keselamatan Kesehatan dan Kerja (K3) dalam kegiatan operasionalnya yang dibuat dan disahkan pada tanggal 4 Mei 2015. Auditee juga telah mempunyai penanggung jawab K3,
berdasarkan surat kuasa penanggung jawab K3 pada tanggal 20 Mei 2015 dengan menunjuk bpk. Sholekhan, sebagai penanggung jawab K3 UD. Top Jati, yang
mempunyai tanggung jawab untuk menjamin
pelaksanaan prosedur K3 dengan sesuai dan benar. Verifier.b.
Implementasi K3
MEMENUHI
Auditee telah melaksanakan implementasi K3 dengan menyiapkan peralatan penunjang pelaksanaan K3, meliputi APAR yang masih berfungsi dengan baik dan Alat Pelindung Diri berupa masker, sarung tangan serta sepatu, helm serta Kotak P3K. Juga tersedia jalur evakuasi dan titik kumpul dilokasi yang terbuka dan aman, telah sesuai yang diatur dalam Undang-undang nomor 13 tahun 2003.
Verifier.c
Catatan kecelakaan kerja
MEMENUHI
Auditee telah membuat catatan kecelakaan kerja sebagai implementasi prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dimana untuk periode 3 bulan terakhir (Mei – Juli) catatan kecelakaan kerja di lokasi auditee dilaporkan NIHIL.
Berdasarkan wawancara, apabila terjadi kecelakaan ringan cukup ditangani dengan peralatan dalam kotak P3K, namun bila perlu tindakan lebih lanjut Auditee menanggung biaya pengobatan. Untuk menjamin pelayan kesehatan, auditee menyarankan kepada karyawan nya untuk menjadi anggota BPJS secara mandiri.
Kriteria K.4.2 Pemenuhan hak hak tenaga kerja Indikator. 4.2.1 Kebebasan berserikat bagi pekerja Verifier :
Serikat pekerja atau
kebijaksanaan Perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja
MEMENUHI
Auditee belum memiliki Serikat Pekerja, namun berdasarkan Surat Persetujuan yang dikeluarkan pada tanggal 3 Maret 2015 yang ditandatangani oleh Pimpinan Perusahaan diatas materai, yang menyatakan bahwa perusahaan memberikan kebebasan bagi karyawan untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kebebasan berserikat selama tidak mengganggu produktifitas dan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku di perusahaan.
Indikator 4.2.2
Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) untuk TPT yang mempeker- jakan karyawan > 10 orang.
Verifier :
Ketersediaan dokumen KKB atau PP yang mengatur hak-hak pekerja
-Jumlah karyawan auditee hanya sebanyak 6 (enam) orang sehingga verifier tersebut tidak diterapkan
Indikator. 4.2.3
Tidak mempekerja- kan anak di bawah umur Verifier :
Tidak ada pekerja yang masih di bawah umur
MEMENUHI
Berdasarkan data karyawan sampai dengan bulan Juli 2015, auditee memiliki karyawan sebanyak 6 (enam) orang. Dari data dan informasi nama pegawai, auditee tidak mempekerjakan tenaga dibawah umur, dimana usia karyawan berkisar 27 tahun dan 54 tahun.