• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran Surat No : 517.2/EQ.S/IX/2015, tanggal 15 September 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Lampiran Surat No : 517.2/EQ.S/IX/2015, tanggal 15 September 2015"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran Surat No : 517.2/EQ.S/IX/2015, tanggal 15 September 2015

PENGUMUMAN HASIL VERIFIKASI LEGALITAS KAYU (VLK)

DI KUB ADJIE CAHAYA BERLIAN KABUPATEN JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH

Identitas LV-LK :

I. Nama LV-LK

:

PT. EQUALITY INDONESIA

Alamat

:

Jl. Raya Sukaraja No. 72 Ciater, Kec. Sukaraja

Kabupaten Bogor 16710

Telp.

:

(0251) 7550722

Fax.

:

(0251) 7550724

Email

:

[email protected]

Website

:

www.equalityindonesia.com

Identitas Auditee :

II. Nama Kelompok

:

KUB ADJIE CAHAYA BERLIAN

Akta/Kesepakatan

:

Kesepakatan Kelompok tanggal 27 Mei 2015

Kapasitas Produksi

:

-

Jenis Usaha

:

Tempat penampungan Terdaftar

Produk

:

Kayu Bulat/Kayu Olahan

Alamat

:

Ds. Ngabul RT. 02/RW. 02 Kec. Tahunan, Kab. Jepara,

Prov. Jawa Tengah.

III. Waktu Pelaksanaan

:

18 – 25 Agustus 2015

IV. Hasil Penilaian

:

NILAI AKHIR VERIFIKASI LEGALITAS KAYU MENDAPAT

PREDIKAT LULUS, SEHINGGA KUB ADJIE CAHAYA BERLIAN

PROVINSI JAWA TENGAH BERHAK MENDAPATKAN

SERTIFIKAT LEGALITAS KAYU (S-LK).

Demikian agar pihak yang berkepentingan maklum.

Bogor, 15 September 2015

PT. EQUALITY INDONESIA

Ucep Sucitra, A.Md

(2)

Halaman 1 dari 4

LEMBAGA VERIFIKASI LEGALITAS KAYU LVLK – 006 – IDN

SURAT KEPUTUSAN

DIREKTUR UTAMA PT EQUALITY INDONESIA

Nomor : 159/EQI-KEP.Cert/IX/2015

TENTANG

PENERBITAN SERTIFIKAT LEGALITAS KAYU (S-LK)

PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) ADJIE CAHAYA BERLIAN

DI KABUPATEN JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH

KESEPAKATAN KELOMPOK TANGGAL 27 MEI 2015

JUMLAH 6 ANGGOTA

DIREKTUR UTAMA PT EQUALITY INDONESIA

Menimbang

:

a. bahwa Tim Auditor PT EQUALITY Indonesia telah melaporkan hasil Verifikasi pada KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) ADJIE CAHAYA BERLIAN Berita Acara Penyerahan Laporan Nomor 077/EQI-F090 tanggal 4 September 2015;

b. bahwa Tim Auditor PT EQUALITY Indonesia telah menyampaikan Usulan Lembar Rekomendasi Nomor 076/EQI-F037 tanggal 4 September 2015 dan Tinjauan Hasil Pemeriksaan oleh Pengambil Keputusan Nomor 136/EQI-F039 tanggal 8 September 2015 dan pernyataan pemeriksaan yang disahkan oleh Pengambil Keputusan;

c. bahwa hasil Pengambilan Keputusan dalam Tabel Rekapitulasi Nilai Indikator Penilaian/Verifikasi (EQI-F077) Nomor Urut 155 tanggal 8 September 2015 menunjukkan telah “MEMENUHI” seluruh norma penilaian untuk setiap verifier Legalitas Kayu (LK);

d. bahwa dengan hasil Pengambilan Keputusan sebagaimana huruf c, sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Nomor P.14/VI-BPPHH/2014 tanggal 29 Desember 2014, KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) ADJIE CAHAYA BERLIAN telah memenuhi syarat untuk diberikan Sertifikat Legalitas Kayu (S-LK).

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor : 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor : 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor : 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor : 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan menjadi Undang-Undang; 2. Peraturan Pemerintah Nomor : 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional;

3. Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 3 Tahun 2008 dan Nomor : 16;

4. Peraturan Presiden Nomor : 10 Tahun 2008 tentang Penggunaan Sistem Elektronik Dalam Kerangka Indonesia National Single Window;

5. ISO/IEC Guide 65-1996 (Pedoman BSN 401-2000) Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Produk;

6. Pedoman KAN 402 – 2007 - Panduan Interpretasi Untuk Butir-Butir Pedoman BSN 401-2000 : Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Produk;

7. ISO/IEC Guide 23:1982 : Methods of Indicating Confirmity with Standards for Third-party

Certification Systems:

8. SNI ISO/IEC 17065:2012 tentang Penilaian Kesesuaian – Persyaratan untuk Lembaga Sertifikasi Produk, Proses dan Jasa;

(3)

LEMBAGA VERIFIKASI LEGALITAS KAYU LVLK – 006 – IDN 9. ISO/IEC 19011:2011 (SNI ISO/IEC 19011:2012) : Panduan Audit Sistem Manajemen

(Guidelines for Auditing Management Systems);

10. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.30/Menhut-II/2012 tanggal 20 Juli 2012 tentang Penatausahaan Hasil Hutan yang berasal dari Hutan Hak;

11. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.41/Menhut-II/2014 tanggal 10 Juni 2014 tentang Penatausahaan Hasil Hutan kayu yang berasal dari Hutan Alam;

12. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.42/Menhut-II/2014 tanggal 10 Juni 2014 tentang Penatausahaan Hasil Hutan kayu yang berasal dari Hutan Tanaman Industri; 13. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.38/Menhut-II/2009 tanggal 12 Juni 2009

tentang Standar dan Pedoman Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin atau pada Hutan Hak sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.95/Menhut-II/2014 tanggal 29 Desember 2014;

14. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.7/Menhut-II/2011 tentang Pelayanan Informasi Publik di Lingkungan Kementerian Kehutanan;

15. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.641/Menhut-II/2011 tentang Penetapan Tanda V-Legal;

16. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK. 418/Menhut-VI/2012 tentang Sistem Informasi Verifikasi Legalitas Kayu;

17. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.18/Menhut-II/2013 tanggal 18 Maret 2013 tentang Informasi Verifikasi Legalitas Kayu Melalui Portal Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK) dan Penerbitan Dokumen V-Legal;

18. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 28/M-DAG/Per/6/2009 tentang Ketentuan Pelayanan Perijinan Ekspor dan Impor dengan Sistem Elektronik melalui INATRADE dalam kerangka Indonesia National Single Window;

19. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 97/M-DAG/PER/12/2014 Tanggal 24 Desember 2014 tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan;

20. Perjanjian Kerjasama Antara Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan Lembaga Penilai Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (LP-PHPL) tentang Penggunaan Tanda V-Legal; 21. DPLS 14 Rev.0 : Syarat dan Aturan Tambahan Akreditasi Lembaga Verifikasi Legalitas

Kayu dan perubahannya;

22. Sertifikat Akreditasi oleh Lembaga Komite Akreditasi Nasional (KAN) Nomor : LVLK-006-IDN tanggal 18 Agustus 2011 yang diberikan kepada PT EQUALITY Indonesia sebagai Lembaga Verifikasi Legalitas Kayu dengan memenuhi ISO/IEC Guide 65:1996 General

requirements for bodies operating product certification systems dengan masa berlaku

sampai dengan 17 Agustus 2015 dan pengesahan dari Menteri Kehutanan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK 6202/Menhut-VI/BPPHH/2011 Tanggal 26 Agustus 2011 yang diperbaharui dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.6067/Menhut-VI/BPPHH/2012 Tanggal 5 Nopember 2012 tentang Penetapan Lembaga Penilai Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (LP-PHPL) dan Lembaga Verifikasi Legalitas Kayu (LV-LK) sebagai Lembaga Penilai dan Verifikasi Independen (LP & VI);

23. Peraturan Dlrektur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Nomor : P.18/Menhut-II/2013 tanggal 18 Maret 2013 tentang Informasi Verifikasi Legalitas Kayu Melalui Portal Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK) dan penerbitan dokumen V-Legal;

24. Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Nomor: P.14/VI-BPPHH/2014 tanggal 29 Desember 2014 jo. P.1/VI-BPPHH/2015 tanggal 16 Januari 2015 tentang Standar dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan Verifikasi Legalitas Kayu (VLK);

25.

Manual Sertifikasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan Sertifikasi Legalitas Kayu (SLK) beserta Dokumen Sistem Sertifikasi PT EQUALITY Indonesia.

(4)

Halaman 3 dari 4

LEMBAGA VERIFIKASI LEGALITAS KAYU LVLK – 006 – IDN

Memperhatikan

:

Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) Nomor : PSC – 019/2015 tanggal 3 Agustus 2015.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

PENERBITAN SERTIFIKAT LEGALITAS KAYU (S-LK) PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) ADJIE CAHAYA BERLIAN DI KABUPATEN JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH KESEPAKATAN KELOMPOK TANGGAL 27 MEI 2015 JUMLAH 6 ANGGOTA.

PERTAMA : KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) ADJIE CAHAYA BERLIAN dinyatakan “LULUS” dan berhak mendapatkan Sertifikat Legalitas Kayu (S-LK) Nomor : 133/EQC-VLK/IX/2015.

KEDUA : Sertifikat mulai berlaku dari tanggal 8 September 2015 sampai dengan tanggal 7 September 2021 selama KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) ADJIE CAHAYA BERLIAN (Pemegang Sertifikat) tetap memenuhi persyaratan standar sesuai Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Nomor : P.14/VI-BPPHH/2014 tanggal 29 Desember 2014.

KETIGA : Sertifikat, Logo dan Tanda V-Legal yang diterbitkan oleh PT EQUALITY Indonesia dapat dipergunakan oleh Pemegang Sertifikat untuk tujuan publikasi dan promosi di media cetak, brosur atau pun iklan di televisi sebagaimana Panduan Sistem yang ditetapkan.

KEEMPAT : Apabila Pemegang Sertifikat memerlukan penerbitan Dokumen V-Legal dan atau penggunaan Tanda V-Legal, PT EQUALITY Indonesia dapat memberikan hak/sub-lisensi penggunaan Tanda V-Legal kepada Pemegang Sertifikat melalui ”Perjanjian Penggunaan Tanda V-Legal”, mencakup kewajiban dan hak PT EQUALITY Indonesia serta kewajiban dan hak Pemegang Sertifikat. KELIMA : Pemegang Sertifikat harus melaporkan kepada PT EQUALITY Indonesia

apabila terjadi hal-hal yang mempengaruhi sistem legalitas kayu, perubahan nama perusahaan dan/atau kepemilikan, perubahan struktur atau manajemen Pemegang Sertifikat.

KEENAM : PT EQUALITY Indonesia akan melakukan penilaian/verifikasi lebih lanjut terhadap kondisi sebagaimana Diktum KELIMA melalui Penilikan (surveillance) atau Percepatan Penilikan (Audit Khusus).

KETUJUH : Penilikan (Surveillance) dilakukan setiap 2 (dua) tahun sekali selama masa berlaku sertifikat dan segala biaya yang diperlukan untuk penilikan dibebankan kepada Pemegang Sertifikat sesuai kesepakatan.

KEDELAPAN : Percepatan Penilikan (Audit Khusus) dapat dilakukan apabila diperlukan; dengan segala biaya dibebankan kepada Pemegang Sertifikat sesuai kesepakatan; untuk menindaklanjuti kondisi-kondisi yang berkaitan dengan: a. Masukan dari Pemantau Independen (PI) berkaitan dengan kinerja

Pemegang Sertifikat;

b. Informasi lain yang menunjukkan Pemegang Sertifikat tidak memenuhi lagi persyaratan sesuai standar yang berlaku;

c. Laporan dari Pemegang Sertifikat terhadap kondisi sebagaimana diktum KELIMA;

d. Perubahan nama perusahaan dan/atau kepemilikan;

e. Pemenuhan standar kembali sebagai tindak lanjut terhadap pengaktifan sertifikat yang dibekukan sertifikasinya.

KESEMBILAN : Sertifikat dapat dibekukan apabila Pemegang Sertifikat tidak bersedia dilakukan penilikan sesuai jangka waktu yang ditetapkan atau terdapat temuan ketidaksesuaian yang tidak dilakukan tindakan koreksi/perbaikan

(5)

LEMBAGA VERIFIKASI LEGALITAS KAYU LVLK – 006 – IDN sebagai hasil Penilikan, Audit Khusus atau hal-hal lain sebagaimana kesepakatan yang diatur dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak).

KESEPULUH : Sertifikat dapat dicabut apabila :

a. Pemegang Sertifikat tetap tidak bersedia dilakukan penilikan setelah 3 (tiga) bulan penetapan pembekuan sertifikat;

b. Secara hukum terbukti melakukan pelanggaran antara lain pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM), membeli dan/atau menerima dan/atau menyimpan dan/atau mengolah dan/atau menjual kayu illegal;

c. Pemegang Sertifikat kehilangan haknya untuk menjalankan usahanya atau izin usahanya dicabut.

d. Hal-hal lain sebagaimana kesepakatan yang diatur dalam Surat Perjanjian Kerja (Kontrak).

KESEBELAS : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Bogor Pada Tanggal : 8 September 2015 PT EQUALITY Indonesia

Ir. Agustri Warsono Direktur Utama

Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth :

1. Ketua KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) ADJIE CAHAYA BERLIAN, di Jepara;

2. Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari u.p. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan di Jakarta;

3. Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari u.p. Kepala Bagian Program dan Pelaporan.

(6)
(7)
(8)

(1) Identitas LVLK

a. Nama Lembaga : PT EQUALITY Indonesia

b. Nomor

Akreditasi

: LVLK-006-IDN

c. Alamat

: JL Sukaraja No 72 Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor-

16710

d. Nomor Telepon

Nomor Faks

E-mail

:

:

:

0251-7550722, 7157103

0251-7550724

[email protected]

e. Direktur

: Ir. Agustri Warsono

f. Standar

: P.14/VI-BPPHH/2014, P.95/Menhut-II/2014

g. Tim Audit

: 1. Artha Aryesta, S.Hut (Lead Auditor)

h. Tim Pengambil

Keputusan

: 1. Ir. Agustri Warsono (Ketua PK)

2. Rita Sugiarti, S.Hut (Peninjau)

(2) Identitas Auditee

a. Nama Pemegang

Izin

: KUB Adjie Cahaya Berlian

b. Nomor &

Tanggal SK

: Kesepakatan Kelompok TPT KUB Adjie Cahaya Berlian

tanggal 27 Mei 2015

c. Kapasitas

:

d. Alamat kantor

: Ds. Ngabul RT 02 / II Tahunan – Kabupaten Jepara –

Jawa Tengah

e. Nomor telepon

Nomor Fax

E-mail

:

:

:

f. Pengurus

Ketua

Sekretaris

Bendahara

Aggota

:

:

Choiroyaroh

Nurohmad

Risa Widiarti

Ma’ruf

Edi Raharjo

Mustofa

(9)

(3) Ringkasan Tahapan

Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan

Konsultasi Publik (bila

dibutuhkan) Tidakada -

Pertemuan Pembukaan

Tanggal 18 Agustus 2015, di ruang rapat Kelompok Adjie Cahaya Berlian, Jepara Jawa Tengah

 Pertemuan dilaksanakan di di ruang rapat Kelompok Adjie Cahaya Berlian ;

perkenalan anggota Tim Audit,

menyampaikan tujuan dan ruang

lingkup verifikasi, menyampaikan

jadwal/rencana kerja verifikasi,

menyampaikan metodologi dan

prosedur verifikasi, menyampaikan

ketidaksesuaian pada verifikasi, serta menkonfirmasikan waktu, tempat, dan peserta pertemuan penutupan.

 Pertemuan pembukaan diakhiri dengan pembuatan BAP.

Verifikasi Dokumen dan Observasi Lapangan

Tanggal 18 - 25 Agustus 2015

Lokasi Anggota

Kelompok Adjie Cahaya Berlian Observasi di Lokasi TPT

 Tim Audit menghimpun, mempelajari data dan dokumen dan menggunakan kriteria dan indikator pada Lampiran 2.9 Peraturan Jenderal Bina Usaha

Kehutanan Nomor

P.14/VI-BPPHH/2014.

 Untuk menguji kebenaran data, tim

Audit melakukan pengamatan,

pencatatan, uji petik menggunakan kriteria dan indikator pada Lampiran 2.9 Peraturan Jenderal Bina Usaha

Kehutanan Nomor

P.14/VI-BPPHH/2014.

Pertemuan Penutupan Tanggal 18 - 25 Agustus

2015, di ruang rapat Kelompok Adjie Cahaya Berlian

 Menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kelompok Adjie Cahaya Berlian atas kerjasamanya selama verifikasi.

 Menyampaikan daftar periksa VLK  Pertemuan penutupan diakhiri dengan

pembuatan BAP Pengambilan Keputusan Tanggal 8 September 2015, di Ruang Meeting

PT EQUALITY Indonesia.

 Rapat pengambilan keputusan meninjau dokumen verifikasi yang diajukan untuk menjamin bahwa verifikasi dilakukan secara efektif dan efisien sesuai dengan ketentuan PT EQUALITY Indonesia.

(10)

(4) Resume Hasil Penilaian :

UD. Adjie Prima

Kriteria/Indikator/Verifier Nilai Ringkasan Justifikasi

Prinsip 1 : TPT mendukung terselenggaranya perdagangan kayu sah Kriteria K1.1 : TPT

Indikator 1.1.1: TPT memiliki izin yang sah Veriifier .a

Surat ijin TPT dari Kepala Dinas yang membidangi Kehutanan Kabupaten/Kota atau Provinsi.

MEMENUHI

Auditee telah memilki dan dapat menunjukan dokumen Izin TPT berupa Surat Keputusan Dinas Kehutanan dan

Perkebunan Kabupaten Jepara Nomor :

522.3.6/032/TAHUN 2015 tentang Penetapan

Perusahaan Penampung Terdaftar Kayu Bulat Rakyat yang dikeluarkan tanggal 4 Maret 2015 dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jepara. Izin TPT ini berlaku selama 1 tahun sejak tanggal ditetapkannya keputusan tersebut.

Izin TPT ini dikeluarkan berdasarkan Surat Pimpinan UD. AdJie Prima Nomor : 01/TPT/II/2015 dan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan lokasi Penampungan Terdaftar Kayu Rakyat tanggal 18 Februari 2015. Izin Tempat Penampungan Terdaftar tersebut telah sesuai dengan Peraturan yang berlaku seperti Permenhut P.30/Menhut-II/2012 dan P.42/MenHut-II/2014. Dengan demikian kepemilikan dokumen Izin tempat Penampungan yang ditunjukan oleh Auditee telah sesuai dengan ketentuan. Indikator.1.1.2 TPT Memiliki Dokumen Lingkungan

Verifier 1.1.2

Dokumen lingkungan hidup (UKL-UPL/SPPL/ PDLH/SIL/ DELH dokumen hidup lain yang setara)

MEMENUHI

Untuk pengelolaan lingkungan, Auditee telah membuat Surat Pernyataan Kesanggupan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan diatas materai.

Dokumen SPPL tersebut telah diketahui oleh camat setempat dengan bukti penerimaan nomor 03/02/2015 tanggal 23-02-2015 yang ditandatangani oleh Kasi Bina Lingkungan Hidup Kecamatan Pakis Aji, sesuai dengan Peraturan Bupati Jepara Nomor 31 Tahun 2010 junto Peraturan Bupati Jepara Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pola Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Pada Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. K.1.2:Importir kayu dan produk kayu

Indikator 1.2.1 Importir memiliki izin yang sah. Verifier

Dokumen pengakuan /pengenal

sebagai importir -

Auditee bukan sebagai importir kayu atau produk kayu dan tidak melakukan pembelian kayu impor, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan.

Indikator 1.2.1

Importir memiliki sistem uji tuntas (due diligence) Verifier1.2.1

Panduan/ pedoman/prosedur pelaksanaan dan bukti pelaksanaan sistem uji tuntas (due diligence)

-

Auditee bukan sebagai importir kayu atau produk kayu dan tidak melakukan pembelian kayu impor, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan.

Kriteria.1.3 Unit Usaha dalam bentuk kelompok

Indikator 1.3.1 Kelompok Memiliki akte notaris Pembentukan kelompok atau Dokumen pembentukan kelompok

(11)

Verifier 1.3.1

Akte notaris pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok

MEMENUHI

Auditee merupakan anggota dari kelompok TPT Kelompok Usaha Bersama Adjie Cahaya Berlian, dibentuk sesuai kesepakatan Kelompok KUB TPT Adjie Cahaya Berlian tanggal 27 Mei 2015.

Pada pasal 15 kesepakatan tersebut dijelaskan bahwa Ketentuan antar anggota kelompok sepakat menerima konsekuensi pembekuan atau pencabutan sertifikat kelompok dalam hal salah satu anggota kelompok tidak memenuhi persyaratan sertifikasi.

Kesepakatan Kelompok TPT KUB Adjie Cahaya Berlian telah ditandatangani diatas materai yang cukup.

Pada tanggal 7 Agustus 2015 telah dilakukan audit internal pada UD. Adjie Prima .

Prinsip 2.

TPT menerapkan sistem penulusuran kayu yang menjamin keterlacakan kayu dari asalnya. Kriteria K2.1.

Keberadaan dan penerapan sistem penelusuran kayu bulat / kayu olahan Indikator 2.1.1

TPT mampu membuktikan bahwa kayu bulat/kayu olahan yang diterima ber- asal dari Sumber yang telah bersertifikat dan/atau memiliki Deklarasi Kesesuaian Pemasok

Verifier 2.1.1.a

Dokumen jual beli/nota atau kontrak suplai kayu bulat/kayu olahan dan/atau bukti pembelian

dilengkapi dengan dokumen

angkutan hasil hutan yang sah.

MEMENUHI

Sesuai dengan izin TPT yang diberikan yaitu sebagai TPT Kayu Rakyat, kayu bulat yang dibeli oleh auditee adalah kayu berasal dari kayu rakyat dengan jenis Mahoni dan Mindi. Pembelian kayu bulat dilakukan auditee dilakukan secara bebas tanpa melalui kontrak.

Pembayaran dilakukan secara tunai dengan dilengkapi bukti berupa kwitansi pembayaran yang ditandatangani oleh pihak penjual.

Berdasarkan hasil pemeriksaan selama periode audit bulan Mei sampai Juli 2015, auditee telah melakukan pembelian kayu bulat sebanyak 10 kali dengan 636 batang dan volume 74,33 M3, dan dilengkapi dengan

bukti pembayaran dan dokumen angkutan hasil hutan yang berasal dari kayu rakyat yaitu Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang diterbitkan oleh penerbit yang berwenang dalam hal ini Kepala Desa asal kayu tersebut. Verifier 2.1.1..b

Bukti Penerimaan kayu

bulat/kayu olahan dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.

MEMENUHI

Seluruh penerimaan kayu bulat telah dilengkapi dengan surat angkutan hasil hutan yang sah dan sesuai dengan izin TPT, yaitu Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang diterbitkan oleh Kepala Desa setempat.

Setiap kedatangan kayu bulat auditee melakukan pemeriksaan untuk membandingkan dengan dokumen angkutan, lokasi penerimaan dipisahkan untuk setiap kedatangan, sehingga memudahkan untuk pengawasan stock. Apabila terdapat perbedaan maka yang dijadikan dasar adalah hasil pemeriksaan. Hasil pemeriksaan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima yang ditanda tangani kedua belah pihak sebagai bukti penerimaan kayu bulat dan dicatat pada Laporan Mutasi Kayu sebagai penerimaan. Berdasarkan pemeriksaan dokumen angkutan yang diterima selama periode audit menunjukan kesesuaian dengan Laporan Mutasi Kayu pada periode yang sama, meliputi jumlah batang dan volume.

Berdasarkan uji petik jumlah kayu bulat stock akhir bulan Juli atau awal bulan Agustus sebanyak 100 batang

(12)

menunjukan kesesuaian dengan dokumen angkutan. Auditee dan pemasok tidak membeli kayu bulat dari hasil lelang.

Verifier 2.1.1.c

Fotocopy S-PHPL atau S-LK atau Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP)

MEMENUHI

Kayu yang diterima auditee adalah kayu rakyat yang cukup menggunakan Dokumen Kesesuaian Pemasok (DKP).

Selama periode bulan Mei sampai dengan Juli 2015 telah melakukan pembelian kayu bulat sebanyak 10 kali, dan telah dilengkapi DKP sebanyak 10 dokumen.

Sebagai panduan dalam pedoman terkait DKP, auditee telah menyusun Prosedur Pemeriksaan Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP) yang dijadikan pedoman dalam pengecekan terhadap penerbit DKP yang disahkan pada tanggal 03 Maret 2015.

Telah terdapat Surat Pernyataan Pemeriksa DKP tanggal 3 Maret 2015, yang menunjuk Bpk. Ma’ruf sebagai

Pimpinan Perusahaan sebagai petugas yang

bertanggungjawab dalam Pemeriksaan terhadap DKP dan pemasok yang menerbitkan DKP.

Petugas tersebut telah melakukan pemeriksaan pemasok dan menuangkannya dalam Laporan Pemeriksaan Pemasok UD. Adjie Prima pada tanggal 5 Maret 2015. Verifier 2.1.1.d

Dokumen catatan/laporan mutasi kayu

MEMENUHI

Auditee telah memiliki dokumen laporan mutasi kayu bulat (LMK) untuk periode Mei sampai dengan Juli 2015 dan telah disampaikan kepada instansi terkait setiap tanggal 5 bulan berikutnya, dengan bukti tanda terima yang diketahui petugas penerima.

Laporan Mutasi Kayu auditee disusun berdasarkan penerimaan kayu, penjualan dan stock awal serta akhir. Penerimaan kayu merupakan data hasil pemeriksaan kayu atau data dalam dokumen Surat Angkutan hasil hutan. Sedangkan pengurangan atau pengeluaran merupakan data penjualan kayu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan menunjukan kesesuaian antara dokumen pendukung dalam hal ini dokumen penerimaan dan dokumen penjualan kayu pada periode yang sama

Indikator 2.1.2

Importir mampu membuktikan bahwa kayu yang diimpor berasal dari sumber yang sah Verifier.a.

Pemberitahuan Impor Barang

(PIB). -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier.b.

Bill of Lading (B/L) - Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier .c.

Packing List (P/L) -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier .d

Invoice -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier .e

Dokumen Deklarasi Kesesuaian Pemasok untuk kayu impor

- Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan. Verifier.f

Rekomendasi impor -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier.g

Bukti pembayaran bea masuk bila terkena bea masuk

(13)

Verifier 2.1.2.h

Dokumen lain yang relevan (diantaranya CITES) untuk jenis kayu yang dibatasi

perdagangannya.

-

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier 2.1.2.i

Bukti penggunaan kayu impor -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Prinsip 3 Keabsahan penjualan atau pemindahtanganan kayu bulat/kayu olahan dari TPT Kriteria.3.1 Perdagangan atau pemindah-tanganan hasil produksi dengan tujuan domestik.

Indikator. 3.1.1. Unit usaha menggunakan dokumen angkutan hasil hutan yang sah untuk perdagangan atau pemindah tanganan hasil produksi dengan tujuan domestik

Verifier

Dokumen yang menunjukan penjualan dan/atau angkutan kayu bulat/ kayu olahan

MEMENUHI

Selama periode audit, bulan Mei sampai Juli 2015, auditee telah menjual kayu bulat sebanyak 7 kali dengan 21 batang dan volume 35,63 M3 ke berbagai tujuan.

Penjualan tersebut dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan berupa Nota Angkutan dan DKP yang dibuat oleh pemilik kayu. Serta dilengkapi DKP pemasok asal dan Nota Kayu.

Dalam Nota angkutan tersebut memuat informasi mengenai asal hasil hutan meliputi bukti kepemilikan tanah, nama pemilik, alamat pemilik, tempat muat dan tujuan pengangkutan serta dokumen hasil hutan dari asal kayu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan auditee dapat

menunjukan 7 dokumen penjualan kayu bulat berupa Nota Angkutan, DKP dan Nota Kayu.

Kriteria 3.2 Pemenuhan penggunaan Tanda V – Legal Indikator 3.3.1. Implementasi Tanda V - Legal

Verifier 3.3.1.

Tanda V – Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan

-Auditee dalam proses sertifikasi Legalitas Kayu sehingga implementasi tanda V-legal pada produk belum dilakukan, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan Prinsip 4. Pemenuhan terhadap peraturan ketenaga kerjaan .

Kriteria K.4.1. Pemenuhan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja Indikator 4.1.1 Prosedur dan implementasi K3

Verifier a.

Pedoman/prosedur K3

MEMENUHI

Auditee telah memiliki prosedur Keselamatan Kesehatan dan Kerja (K3) dalam kegiatan operasionalnya yang dibuat dan disahkan pada tanggal 3 Maret 2015. Auditee juga telah mempunyai penanggung jawab K3, berdasarkan surat kuasa penanggung jawab K3 pada tanggal 20 Mei 2015 dengan menunjuk bpk. Supriyanto, sebagai penanggung jawab K3 UD. Adjie Prima, yang

mempunyai tanggung jawab untuk menjamin

pelaksanaan prosedur K3 dengan sesuai dan benar. Verifier.b.

Implementasi K3

MEMENUHI

Auditee telah melaksanakan implementasi K3 dengan menyiapkan peralatan penunjang pelaksanaan K3, meliputi APAR yang masih berfungsi dengan baik dan Alat Pelindung Diri berupa masker, sarung tangan, helm, sepatu bot serta Kotak P3K. Juga tersedia jalur evakuasi dan titik kumpul dilokasi yang terbuka dan aman, telah

(14)

sesuai yang diatur dalam Undang-undang nomor 13 tahun 2003.

Verifier.c

Catatan kecelakaan kerja

MEMENUHI

Auditee telah membuat catatan kecelakaan kerja sebagai implementasi prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dimana untuk periode 3 bulan terakhir (Mei – Juli) catatan kecelakaan kerja di lokasi auditee dilaporkan NIHIL.

Berdasarkan wawancara, apabila terjadi kecelakaan ringan cukup ditangani dengan peralatan dalam kotak P3K, namun bila perlu tindakan lebih lanjut Auditee menanggung biaya pengobatan. Untuk menjamin pelayan kesehatan, auditee menyarankan kepada karyawannya untuk menjadi anggota BPJS secara mandiri.

Kriteria K.4.2 Pemenuhan hak hak tenaga kerja Indikator. 4.2.1 Kebebasan berserikat bagi pekerja Verifier :

Serikat pekerja atau

kebijaksanaan Perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan

serikat pekerja MEMENUHI

Auditee belum memiliki Serikat Pekerja, namun berdasarkan Surat Persetujuan yang dikeluarkan pada tanggal 3 Maret 2015 yang ditandatangani oleh Pimpinan Perusahaan diatas materai, yang menyatakan bahwa perusahaan memberikan kebebasan bagi karyawan untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kebebasan berserikat selama tidak mengganggu produktifitas dan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku di perusahaan.

Indikator 4.2.2

Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) untuk TPT yang mempeker- jakan karyawan > 10 orang.

Verifier :

Ketersediaan dokumen KKB atau PP yang mengatur hak-hak pekerja

-Jumlah karyawan auditee hanya sebanyak 4 (empat) orang sehingga verifier tersebut tidak diterapkan

Indikator. 4.2.3

Tidak mempekerja- kan anak di bawah umur Verifier :

Tidak ada pekerja yang masih di bawah umur

MEMENUHI

Berdasarkan data karyawan sampai dengan bulan Juli 2015, auditee memiliki karyawan sebanyak 4 (empat) orang. Dari data dan informasi nama pegawai, auditee tidak mempekerjakan tenaga dibawah umur, dimana usia karyawan paling muda 32 tahun.

(15)

UD. Berlian Jati

Kriteria/Indikator/Verifier Nilai Ringkasan Justifikasi

Prinsip 1 : TPT mendukung terselenggaranya perdagangan kayu sah Kriteria K1.1 : TPT

Indikator 1.1.1: TPT memiliki izin yang sah Veriifier .a

Surat ijin TPT dari Kepala Dinas yang membidangi Kehutanan Kabupaten/Kota atau Provinsi.

MEMENUHI

Auditee telah memilki dan dapat menunjukan dokumen Izin TPT berupa Surat Keputusan Dinas Kehutanan dan

Perkebunan Kabupaten Jepara Nomor :

522.3.6/105/TAHUN 2015 tentang Penetapan

Perusahaan Penampung Terdaftar Kayu Bulat Rakyat yang ditetapkan tanggal 4 Mei 2015 dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jepara. Izin TPT ini berlaku selama 2 tahun sejak tanggal 14 Juni 2014 sampai dengan 13 Juni 2016. Izin TPT tersebut merupakan perpanjangan dari izin TPT Nomor : 522.3.6/045/TAHUN 2013 yang habis masa berlakunya pada 13 Januari 2014.

Izin TPT ini dikeluarkan berdasarkan Surat Pimpinan UD. Berlian Jati Nomor : 01/RW/IV/2015 dan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan lokasi Penampungan Terdaftar Kayu Rakyat tanggal 29 April 2015.

Izin Tempat Penampungan Terdaftar tersebut telah sesuai dengan Peraturan yang berlaku seperti Permenhut P.30/Menhut-II/2012 dan P.42/MenHut-II/2014. Dengan

demikian kepemilikan dokumen Izin tempat

Penampungan yang ditunjukan oleh Auditee telah sesuai dengan ketentuan.

Indikator.1.1.2 TPT Memiliki Dokumen Lingkungan Verifier 1.1.2

Dokumen lingkungan hidup (UKL-UPL/SPPL/ PDLH/SIL/ DELH dokumen hidup lain yang setara)

MEMENUHI

Untuk pengelolaan lingkungan, Auditee telah membuat Surat Pernyataan Kesanggupan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan diatas materai pada tanggal 21 Agustus 2015.

Dokumen SPPL tersebut telah diketahui oleh camat

setempat dengan bukti penerimaan nomor

12/KEC/VIII/2015 tanggal 21 Agustus -2015 yang ditandatangani oleh Kasi Pelayanan Umum Kecamatan

Jepara, sesuai dengan Peraturan Bupati JeparaNomor 31

Tahun 2010 junto Peraturan Bupati Jepara Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pola Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Pada Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara.

K.1.2:Importir kayu dan produk kayu

Indikator 1.2.1 Importir memiliki izin yang sah. Verifier

Dokumen pengakuan /pengenal

sebagai importir -

Auditee bukan sebagai importir kayu atau produk kayu dan tidak melakukan pembelian kayu impor, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan.

Indikator 1.2.1

Importir memiliki sistem uji tuntas (due diligence) Verifier1.2.1

Panduan/ pedoman/prosedur pelaksanaan dan bukti pelaksanaan sistem uji tuntas (due diligence)

-

Auditee bukan sebagai importir kayu atau produk kayu dan tidak melakukan pembelian kayu impor, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan.

(16)

Kriteria.1.3 Unit Usaha dalam bentuk kelompok

Indikator 1.3.1 Kelompok Memiliki akte notaris Pembentukan kelompok atau Dokumen pembentukan kelompok

Verifier 1.3.1

Akte notaris pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok

MEMENUHI

Auditee merupakan anggota dari kelompok TPT Kelompok Usaha Bersama Adjie Cahaya Berlian, dibentuk sesuai kesepakatan Kelompok KUB TPT Adjie Cahaya Berlian tanggal 27 Mei 2015.

Pada pasal 15 kesepakatan tersebut dijelaskan bahwa Ketentuan antar anggota kelompok sepakat menerima konsekuensi pembekuan atau pencabutan sertifikat kelompok dalam hal salah satu anggota kelompok tidak memenuhi persyaratan sertifikasi.

Kesepakatan Kelompok TPT KUB Adjie Cahaya Berlian telah ditandatangani diatas materai yang cukup.

Pada tanggal 7 Agustus 2015 telah dilakukan audit internal pada UD. Berlian Jati .

Prinsip 2.

TPT menerapkan sistem penulusuran kayu yang menjamin keterlacakan kayu dari asalnya. Kriteria K2.1.

Keberadaan dan penerapan sistem penelusuran kayu bulat / kayu olahan Indikator 2.1.1

TPT mampu membuktikan bahwa kayu bulat/kayu olahan yang diterima ber- asal dari Sumber yang telah bersertifikat dan/atau memiliki Deklarasi Kesesuaian Pemasok

Verifier 2.1.1.a

Dokumen jual beli/nota atau kontrak suplai kayu bulat/kayu olahan dan/atau bukti pembelian

dilengkapi dengan dokumen

angkutan hasil hutan yang sah.

MEMENUHI

Sesuai dengan izin TPT yang diberikan yaitu sebagai TPT Kayu Rakyat, kayu bulat yang dibeli oleh auditee adalah kayu berasal dari kayu rakyat dengan jenis Jati. Pembelian kayu bulat dilakukan auditee dilakukan secara bebas tanpa melalui kontrak.

Kayu yang sampai di lokasi TPT auditee diperiksa kelengkapan dokumennya, bila dinilai lengkap, kayu dibongkar dan dihitung jumlah dan memeriksa kualitasnya. Berdasarkan hasil hitung dan pemeriksaan maka dibuat berita acara serah terima kayu yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak, sebagai dasar untuk pembayaran jual beli kayu tersebut.

Pembayaran dilakukan secara tunai dengan kwitansi yang ditandatangani penjual sebagai bukti jual beli kayu bulat. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama periode audit bulan Mei sampai Juli 2015, auditee telah melakukan pembelian kayu bulat sebanyak 2 kali dengan 249 batang dan volume 12,997 M3, dan telah dilengkapi dengan 2

bukti pembayaran berupa kwitansi pembayaran dan 2 dokumen angkutan hasil hutan yang berasal dari kayu rakyat yaitu Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang diterbitkan oleh penerbit yang berwenang dalam hal ini Kepala Desa asal kayu tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan seluruh pembelian kayu bulat telah dilengkapi dengan bukti pembayaran dan dokumen surat angkutan hasil hutan yang sah dan sesuai dengan izin TPT.

Verifier 2.1.1..b

Bukti Penerimaan kayu

bulat/kayu olahan dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil

hutan yang sah. MEMENUHI

Seperti yang telah dijelaskan pada verifier 2.1.1.a, seluruh penerimaan kayu bulat telah dilengkapi dengan surat angkutan hasil hutan yang sah dan sesuai dengan izin TPT, yaitu Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang diterbitkan oleh Kepala Desa setempat.

Setiap kedatangan kayu bulat auditee melakukan pemeriksaan untuk membandingkan dengan dokumen angkutan, lokasi penerimaan dipisahkan untuk setiap

(17)

kedatangan, sehingga memudahkan untuk pengawasan stock. Hasil pemeriksaan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima yang ditanda tangani kedua belah pihak sebagai bukti penerimaan kayu bulat dan dicatat pada Laporan Mutasi Kayu sebagai penerimaan. Berdasarkan pemeriksaan dokumen angkutan yang diterima selama periode audit menunjukan kesesuaian dengan Laporan Mutasi Kayu pada periode yang sama, meliputi jumlah batang dan volume.

Tidak dilakukan uji petik karena jumlah kayu bulat stock akhir bulan Juli atau awal bulan Agustus nihil.

Auditee dan pemasok tidak membeli kayu bulat dari hasil lelang.

Verifier 2.1.1.c

Fotocopy S-PHPL atau S-LK atau Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP)

MEMENUHI

Kayu yang diterima auditee adalah kayu rakyat yang cukup menggunakan Dokumen Kesesuaian Pemasok (DKP).

Selama periode audit yaitu periode bulan Mei sampai dengan Juli 2015 telah melakukan pembelian kayu bulat sebanyak 2 kali, dan telah dilengkapi DKP sebanyak 2 dokumen.

Sebagai panduan dalam pedoman terkait DKP, auditee telah menyusun Prosedur Pemeriksaan Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP) yang dijadikan pedoman dalam pengecekan terhadap penerbit DKP yang disahkan pada tanggal 2 Maret 2015.

Telah terdapat Surat Pernyataan Pemeriksa DKP tanggal 3 Maret 2015, yang menyatakan. Risa Widiarti sebagai petugas yang bertanggungjawab dalam Pemeriksaan terhadap DKP dan pemasok yang menerbitkan DKP. Petugas tersebut telah melakukan pemeriksaan terhadap pemasok dan menuangkan dalam laporan pemeriksaan pemasok pada tanggal 3 Maret 2015.

Verifier 2.1.1.d

Dokumen catatan/laporan mutasi kayu

MEMENUHI

Auditee telah memiliki dokumen laporan mutasi kayu bulat (LMK) untuk periode Mei sampai dengan Juli 2015 dan telah disampaikan kepada instansi terkait setiap tanggal 5 bulan berikutnya, dengan bukti tanda terima yang diketahui petugas penerima.

Laporan Mutasi Kayu auditee disusun berdasarkan penerimaan kayu, penjualan dan stock awal serta akhir. Penerimaan kayu merupakan data hasil pemeriksaan kayu atau data dalam dokumen Surat Angkutan hasil hutan. Sedangkan pengurangan atau pengeluaran merupakan data penjualan kayu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan menunjukan kesesuaian antara dokumen pendukung dalam hal ini dokumen penerimaan dan dokumen penjualan kayu pada periode yang sama.

Indikator 2.1.2

Importir mampu membuktikan bahwa kayu yang diimpor berasal dari sumber yang sah Verifier.a.

Pemberitahuan Impor Barang

(PIB). -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier.b.

Bill of Lading (B/L) - Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier .c.

Packing List (P/L) -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

(18)

Invoice demikian verifier ini tidak diterapkan. Verifier .e

Dokumen Deklarasi Kesesuaian Pemasok untuk kayu impor

- Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan. Verifier.f

Rekomendasi impor -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier.g

Bukti pembayaran bea masuk bila terkena bea masuk

- Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan. Verifier 2.1.2.h

Dokumen lain yang relevan (diantaranya CITES) untuk jenis kayu yang dibatasi

perdagangannya.

-

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier 2.1.2.i

Bukti penggunaan kayu impor -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Prinsip 3 Keabsahan penjualan atau pemindahtanganan kayu bulat/kayu olahan dari TPT Kriteria.3.1 Perdagangan atau pemindah-tanganan hasil produksi dengan tujuan domestik.

Indikator. 3.1.1. Unit usaha menggunakan dokumen angkutan hasil hutan yang sah untuk perdagangan atau pemindah tanganan hasil produksi dengan tujuan domestik

Verifier

Dokumen yang menunjukan penjualan dan/atau angkutan kayu bulat/ kayu olahan

MEMENUHI

Selama periode audit, bulan Mei sampai Juli 2015, auditee telah menjual kayu bulat sebanyak 6 kali dengan

1271 batang dan volume 56,483 M3 ke berbagai tujuan.

Penjualan tersebut dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan berupa Nota Angkutan dan DKP yang dibuat oleh pemilik kayu. Serta dilengkapi juga dengan DKP pemasok dan nota kayu.

Dalam Nota angkutan tersebut memuat informasi mengenai asal hasil hutan meliputi bukti kepemilikan tanah, nama pemilik, alamat pemilik, tempat muat dan tujuan pengangkutan. Dalam keterangan dokumen tersebut terdapat informasi dokumen hasil hutan dari asal kayu dalam hal ini dokumen SKAU kayu yang dijual dan dilampirkan Daftar Kayu Bulat (DKB).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh penjualan kayu bulat auditee telah dilengkapi dengan 6 dokumen Nota Angkutan, DKP dan Nota Kayu.

Kriteria 3.2 Pemenuhan penggunaan Tanda V – Legal Indikator 3.3.1. Implementasi Tanda V - Legal

Verifier 3.3.1.

Tanda V – Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan

-Auditee dalam proses sertifikasi Legalitas Kayu sehingga implementasi tanda V-legal pada produk belum dilakukan, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan Prinsip 4. Pemenuhan terhadap peraturan ketenaga kerjaan .

Kriteria K.4.1. Pemenuhan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja Indikator 4.1.1 Prosedur dan implementasi K3

Verifier a.

Pedoman/prosedur K3

MEMENUHI

Auditee telah memiliki prosedur Keselamatan Kesehatan dan Kerja (K3) dalam kegiatan operasionalnya tanggal 4 Mei 2015. Auditee juga telah mempunyai penanggung jawab K3, berdasarkan surat kuasa penanggung jawab K3 pada tanggal 20 Mei 2015 dengan menunjuk bpk.

(19)

Mashadi, sebagai penanggung jawab K3 UD. Berlian Jati, yang mempunyai tanggung jawab untuk menjamin pelaksanaan prosedur K3 dengan sesuai dan benar. Verifier.b.

Implementasi K3

MEMENUHI

Auditee telah melaksanakan implementasi K3 dengan menyiapkan peralatan penunjang pelaksanaan K3, meliputi APAR yang masih berfungsi dengan baik dan Alat Pelindung Diri berupa masker, sarung tangan serta sepatu, helm serta Kotak P3K. Juga tersedia jalur evakuasi dan titik kumpul dilokasi yang terbuka dan aman, telah sesuai yang diatur dalam Undang-undang nomor 13 tahun 2003.

Verifier.c

Catatan kecelakaan kerja

MEMENUHI

Auditee telah membuat catatan kecelakaan kerja sebagai implementasi prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dimana untuk periode 3 bulan terakhir (Mei – Juli) catatan kecelakaan kerja di lokasi auditee dilaporkan NIHIL.

Berdasarkan wawancara, apabila terjadi kecelakaan ringan cukup ditangani dengan peralatan dalam kotak P3K, namun bila perlu tindakan lebih lanjut Auditee menanggung biaya pengobatan. Untuk menjamin pelayan kesehatan, auditee menyarankan kepada karyawan nya untuk menjadi anggota BPJS secara mandiri.

Kriteria K.4.2 Pemenuhan hak hak tenaga kerja Indikator. 4.2.1 Kebebasan berserikat bagi pekerja Verifier :

Serikat pekerja atau

kebijaksanaan Perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan

serikat pekerja MEMENUHI

Auditee belum memiliki Serikat Pekerja, namun berdasarkan Surat Persetujuan yang dikeluarkan pada tanggal 3 Maret 2015 yang ditandatangani oleh Pimpinan Perusahaan diatas materai, yang menyatakan bahwa perusahaan memberikan kebebasan bagi karyawan untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kebebasan berserikat selama tidak mengganggu produktifitas dan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku di perusahaan.

Indikator 4.2.2

Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) untuk TPT yang mempeker- jakan karyawan > 10 orang.

Verifier :

Ketersediaan dokumen KKB atau PP yang mengatur hak-hak pekerja

-Jumlah karyawan auditee hanya sebanyak 2 (dua) orang sehingga verifier tersebut tidak diterapkan

Indikator. 4.2.3

Tidak mempekerja- kan anak di bawah umur Verifier :

Tidak ada pekerja yang masih di bawah umur

MEMENUHI

Berdasarkan data karyawan sampai dengan bulan Juli 2015, auditee memiliki karyawan sebanyak 2 (dua) orang. Dari data dan informasi nama pegawai, auditee tidak mempekerjakan tenaga dibawah umur, dimana usia karyawan berkisar 36 tahun dan 54 tahun.

(20)

UD. Cahaya Jati

Kriteria/Indikator/Verifier Nilai Ringkasan Justifikasi

Prinsip 1 : TPT mendukung terselenggaranya perdagangan kayu sah Kriteria K1.1 : TPT

Indikator 1.1.1: TPT memiliki izin yang sah Veriifier .a

Surat ijin TPT dari Kepala Dinas yang membidangi Kehutanan Kabupaten/Kota atau Provinsi.

MEMENUHI

Auditee telah memiliki dan dapat menunjukan dokumen Izin TPT berupa Surat Keputusan Dinas Kehutanan dan

Perkebunan Kabupaten Jepara Nomor :

522.3.6/112/TAHUN 2015 tentang Penetapan

Perusahaan Penampung Terdaftar Kayu Bulat Rakyat yang dikeluarkan tanggal 8 Mei 2015 dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jepara. Izin TPT ini berlaku selama 3 tahun sejak tanggal ditetapkannya keputusan.

Izin TPT ini dikeluarkan berdasarkan Surat Pimpinan UD. Cahaya Jati Nomor : 01/CJ/V/2015 dan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan lokasi Penampungan Terdaftar Kayu Rakyat tanggal 04 Mei 2015.

Izin Tempat Penampungan Terdaftar tersebut telah sesuai dengan Peraturan yang berlaku yaitu Permenhut P.30/Menhut-II/2012 dan P.42/MenHut-II/2014. Dengan

demikian kepemilikan dokumen Izin Tempat

Penampungan Auditee telah sesuai dengan ketentuan. Indikator.1.1.2 TPT Memiliki Dokumen Lingkungan

Verifier 1.1.2

Dokumen lingkungan hidup (UKL-UPL/SPPL/ PDLH/SIL/ DELH dokumen hidup lain yang setara)

MEMENUHI

Untuk pengelolaan lingkungan, Auditee telah membuat Surat Pernyataan Kesanggupan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan diatas materai pada tanggal 23 April 2015. Dokumen SPPL tersebut telah diketahui oleh camat

setempat dengan bukti penerimaan nomor

003/W/KEC/2015 tanggal 28-04-2015 yang

ditandatangani oleh Kasi Pelayanan Umum Kecamatan

Jepara, sesuai dengan Peraturan Bupati JeparaNomor 31

Tahun 2010 junto Peraturan Bupati Jepara Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pola Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Pada Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara.

K.1.2:Importir kayu dan produk kayu

Indikator 1.2.1 Importir memiliki izin yang sah. Verifier

Dokumen pengakuan /pengenal

sebagai importir -

Auditee bukan sebagai importir kayu atau produk kayu dan tidak melakukan pembelian kayu impor, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan.

Indikator 1.2.1

Importir memiliki sistem uji tuntas (due diligence) Verifier1.2.1

Panduan/ pedoman/prosedur pelaksanaan dan bukti pelaksanaan sistem uji tuntas (due diligence)

-

Auditee bukan sebagai importir kayu atau produk kayu dan tidak melakukan pembelian kayu impor, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan.

Kriteria.1.3 Unit Usaha dalam bentuk kelompok

Indikator 1.3.1 Kelompok Memiliki akte notaris Pembentukan kelompok atau Dokumen pembentukan kelompok

(21)

Verifier 1.3.1

Akte notaris pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok

MEMENUHI

Auditee merupakan anggota dari kelompok TPT Kelompok Usaha Bersama Adjie Cahaya Berlian, dibentuk sesuai kesepakatan Kelompok KUB TPT Adjie Cahaya Berlian tanggal 27 Mei 2015.

Pada pasal 15 kesepakatan tersebut dijelaskan bahwa Ketentuan antar anggota kelompok sepakat menerima konsekuensi pembekuan atau pencabutan sertifikat kelompok dalam hal salah satu anggota kelompok tidak memenuhi persyaratan sertifikasi.

Kesepakatan Kelompok TPT KUB Adjie Cahaya Berlian telah ditandatangani diatas materai yang cukup.

Pada tanggal 7 Agustus 2015 telah dilakukan audit internal pada UD. Cahaya Jati .

Prinsip 2.

TPT menerapkan sistem penulusuran kayu yang menjamin keterlacakan kayu dari asalnya. Kriteria K2.1.

Keberadaan dan penerapan sistem penelusuran kayu bulat / kayu olahan Indikator 2.1.1

TPT mampu membuktikan bahwa kayu bulat/kayu olahan yang diterima ber- asal dari Sumber yang telah bersertifikat dan/atau memiliki Deklarasi Kesesuaian Pemasok

Verifier 2.1.1.a

Dokumen jual beli/nota atau kontrak suplai kayu bulat/kayu olahan dan/atau bukti pembelian

dilengkapi dengan dokumen

angkutan hasil hutan yang sah.

MEMENUHI

Sesuai dengan izin TPT yang diberikan yaitu sebagai TPT Kayu Rakyat, kayu bulat yang dibeli oleh auditee adalah kayu berasal dari kayu rakyat dengan jenis Jati. Pembelian kayu bulat dilakukan auditee dilakukan secara bebas tanpa melalui kontrak.

Auditee telah mensyaratkan bahwa kayu yang dikirim harus menggunakan dokumen angkutan yang sah serta dokumen lain yaitu DKP dan bukti kepemilikan tanah. Kayu yang sampai di lokasi TPT auditee diperiksa kelengkapan dokumennya, bila dinilai lengkap, kayu dibongkar dan dihitung jumlah dan memeriksa kualitasnya. Berdasarkan hasil hitung dan pemeriksaan maka dibuat berita acara serah terima kayu yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak. Dalam berita acara tersebut dinyatakan jumlah hasil pemeriksaan yang disepakati oleh kedua belah pihak sebagai dasar untuk pembayaran jual beli kayu tersebut.

Pembayaran dilakukan secara tunai dengan dilengkapi bukti berupa kwitansi pembayaran yang ditandatangani oleh pihak penjual.

Berdasarkan hasil pemeriksaan selama periode audit bulan Mei sampai Juli 2015, auditee telah melakukan pembelian kayu bulat sebanyak 2 kali dengan 201 batang dan volume 20,42 M3, dan dilengkapi dengan bukti

pembayaran dan dokumen angkutan hasil hutan yang berasal dari kayu rakyat yaitu Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang diterbitkan oleh penerbit yang berwenang dalam hal ini Kepala Desa asal kayu tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan seluruh pembelian kayu bulat telah dilengkapi dengan bukti pembayaran dan dokumen surat angkutan hasil hutan yang sah dan sesuai dengan izin TPT.

Verifier 2.1.1..b

Bukti Penerimaan kayu

bulat/kayu olahan dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.

MEMENUHI

Seperti yang telah dijelaskan pada verifier 2.1.1.a, seluruh penerimaan kayu bulat telah dilengkapi dengan surat angkutan hasil hutan yang sah dan sesuai dengan izin TPT, yaitu Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang diterbitkan oleh penerbit yang sesuai dalam hal ini Kepala Desa setempat.

(22)

Setiap kedatangan kayu bulat auditee melakukan pemeriksaan untuk membandingkan dengan dokumen angkutan, lokasi penerimaan dipisahkan untuk setiap kedatangan, sehingga memudahkan untuk pengawasan stock. Hasil pemeriksaan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima yang ditanda tangani kedua belah pihak sebagai bukti penerimaan kayu bulat kemudian dicatat pada Laporan Mutasi Kayu sebagai

penerimaan. Berdasarkan pemeriksaan dokumen

angkutan yang diterima selama periode audit menunjukan kesesuaian dengan Laporan Mutasi Kayu pada periode yang sama, meliputi jumlah batang dan volume.

Hasil uji petik jumlah kayu bulat stock akhir bulan Juli atau awal bulan Agustus sebanyak 100 batang menunjukan kesesuaian dengan dokumen angkutan. Auditee dan pemasok tidak membeli kayu bulat dari hasil lelang.

Verifier 2.1.1.c

Fotocopy S-PHPL atau S-LK atau Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP)

MEMENUHI

Kayu yang diterima auditee adalah kayu rakyat yang cukup menggunakan Dokumen Kesesuaian Pemasok (DKP).

Selama periode audit yaitu periode bulan Mei sampai dengan Juli 2015 telah melakukan pembelian kayu bulat sebanyak 2 kali, dan telah dilengkapi DKP sebanyak 2 dokumen.

Sebagai panduan dalam pedoman terkait DKP, auditee telah menyusun Prosedur Pemeriksaan Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP) yang dijadikan pedoman dalam pengecekan terhadap penerbit DKP yang disahkan pada tanggal 03 Maret 2015.

Telah terdapat Surat Pernyataan Pemeriksa DKP tanggal 30 April 2015, yang menyatakan Bpk. Nurohmad sebagai petugas yang bertanggungjawab dalam Pemeriksaan terhadap DKP dan pemasok yang menerbitkan DKP. Petugas tersebut telah melakukan pemeriksaan pemasok dan menuangkannya dalam Laporan Pemeriksaan Pemasok UD. Cahaya Jati pada tanggal 2 Mei 2015. Verifier 2.1.1.d

Dokumen catatan/laporan mutasi kayu

MEMENUHI

Auditee telah memiliki dokumen laporan mutasi kayu bulat (LMK) untuk periode Mei sampai dengan Juli 2015 dan telah disampaikan kepada instansi terkait setiap tanggal 5 bulan berikutnya, dengan bukti tanda terima yang diketahui petugas penerima.

Laporan Mutasi Kayu auditee disusun berdasarkan penerimaan kayu, penjualan dan stock awal serta akhir. Penerimaan kayu merupakan data hasil pemeriksaan kayu atau data dalam dokumen Surat Angkutan hasil hutan. Sedangkan pengurangan atau pengeluaran merupakan data penjualan kayu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan menunjukan kesesuaian antara dokumen pendukung dalam hal ini dokumen penerimaan dan dokumen penjualan kayu pada periode yang sama

Indikator 2.1.2

Importir mampu membuktikan bahwa kayu yang diimpor berasal dari sumber yang sah Verifier.a.

Pemberitahuan Impor Barang

(PIB). -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier.b.

(23)

Verifier .c.

Packing List (P/L) -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier .d

Invoice -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier .e

Dokumen Deklarasi Kesesuaian Pemasok untuk kayu impor

- Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan. Verifier.f

Rekomendasi impor -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier.g

Bukti pembayaran bea masuk bila terkena bea masuk

- Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan. Verifier 2.1.2.h

Dokumen lain yang relevan (diantaranya CITES) untuk jenis kayu yang dibatasi

perdagangannya.

-

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier 2.1.2.i

Bukti penggunaan kayu impor -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Prinsip 3 Keabsahan penjualan atau pemindahtanganan kayu bulat/kayu olahan dari TPT Kriteria.3.1 Perdagangan atau pemindah-tanganan hasil produksi dengan tujuan domestik.

Indikator. 3.1.1. Unit usaha menggunakan dokumen angkutan hasil hutan yang sah untuk perdagangan atau pemindah tanganan hasil produksi dengan tujuan domestik

Verifier

Dokumen yang menunjukan penjualan dan/atau angkutan kayu bulat/ kayu olahan

MEMENUHI

Selama periode audit, bulan Mei sampai Juli 2015, auditee telah menjual kayu bulat sebanyak 5 kali dengan 356 batang dan volume 29,343 M3 ke berbagai tujuan.

Penjualan tersebut dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan berupa Nota Angkutan dan DKP yang dibuat oleh pemilik kayu. Serta dilengkapi DKP pemasok asal dan Nota Kayu.

Dalam Nota angkutan tersebut memuat informasi mengenai asal hasil hutan meliputi bukti kepemilikan tanah, nama pemilik, alamat pemilik, tempat muat dan tujuan pengangkutan. Dalam keterangan dokumen tersebut terdapat informasi dokumen hasil hutan dari asal kayu dalam hal ini dokumen SKAU kayu yang dijual dan dilampirkan Daftar Kayu Bulat (DKB).

Berdasarkan hasil pemeriksaan auditee dapat

menunjukan 5 dokumen penjualan kayu bulat berupa Nota Angkutan, DKP dan Nota Kayu.

Kriteria 3.2 Pemenuhan penggunaan Tanda V – Legal Indikator 3.3.1. Implementasi Tanda V - Legal

Verifier 3.3.1.

Tanda V – Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan

-Auditee dalam proses sertifikasi Legalitas Kayu sehingga implementasi tanda V-legal pada produk belum dilakukan, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan Prinsip 4. Pemenuhan terhadap peraturan ketenaga kerjaan .

Kriteria K.4.1. Pemenuhan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja Indikator 4.1.1 Prosedur dan implementasi K3

(24)

Verifier a.

Pedoman/prosedur K3

MEMENUHI

Auditee telah memiliki prosedur Keselamatan Kesehatan dan Kerja (K3) dalam kegiatan operasionalnya yang dibuat dan disahkan pada tanggal 30 April 2015. Auditee juga telah mempunyai penanggung jawab K3, berdasarkan surat kuasa penanggung jawab K3 pada tanggal 30 April 2015 dengan menunjuk bpk. Suparman, sebagai penanggung jawab K3 UD. Cahaya Jati, yang

mempunyai tanggung jawab untuk menjamin

pelaksanaan prosedur K3 dengan sesuai dan benar. Verifier.b.

Implementasi K3

MEMENUHI

Auditee telah melaksanakan implementasi K3 dengan menyiapkan peralatan penunjang pelaksanaan K3, meliputi APAR yang masih berfungsi dengan baik dan Alat Pelindung Diri berupa masker, sarung tangan serta sepatu, helm serta Kotak P3K. Juga tersedia jalur evakuasi dan titik kumpul dilokasi yang terbuka dan aman, telah sesuai yang diatur dalam Undang-undang nomor 13 tahun 2003.

Verifier.c

Catatan kecelakaan kerja

MEMENUHI

Auditee telah membuat catatan kecelakaan kerja sebagai implementasi prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dimana untuk periode 3 bulan terakhir (Mei – Juli) catatan kecelakaan kerja di lokasi auditee dilaporkan NIHIL.

Berdasarkan wawancara, apabila terjadi kecelakaan ringan cukup ditangani dengan peralatan dalam kotak P3K, namun bila perlu tindakan lebih lanjut Auditee menanggung biaya pengobatan. Untuk menjamin pelayan kesehatan, auditee menyarankan kepada karyawan nya untuk menjadi anggota BPJS secara mandiri.

Kriteria K.4.2 Pemenuhan hak hak tenaga kerja Indikator. 4.2.1 Kebebasan berserikat bagi pekerja Verifier :

Serikat pekerja atau

kebijaksanaan Perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan

serikat pekerja MEMENUHI

Auditee belum memiliki Serikat Pekerja, namun berdasarkan Surat Persetujuan yang dikeluarkan pada tanggal 30 April 2015 yang ditandatangani oleh Pimpinan Perusahaan diatas materai, yang menyatakan bahwa perusahaan memberikan kebebasan bagi karyawan untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kebebasan berserikat selama tidak mengganggu produktifitas dan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku di perusahaan.

Indikator 4.2.2

Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) untuk TPT yang mempeker- jakan karyawan > 10 orang.

Verifier :

Ketersediaan dokumen KKB atau PP yang mengatur hak-hak pekerja

-Jumlah karyawan auditee hanya sebanyak 4 (empat) orang sehingga verifier tersebut tidak diterapkan

Indikator. 4.2.3

Tidak mempekerja- kan anak di bawah umur Verifier :

Tidak ada pekerja yang masih di bawah umur

MEMENUHI

Berdasarkan data karyawan sampai dengan bulan Juli 2015, auditee memiliki karyawan sebanyak 4 (empat) orang. Dari data dan informasi nama pegawai, auditee tidak mempekerjakan tenaga dibawah umur, dimana usia karyawan berkisar 45 tahun dan 65 tahun.

(25)

UD. Karya Raharja

Kriteria/Indikator/Verifier Nilai Ringkasan Justifikasi

Prinsip 1 : TPT mendukung terselenggaranya perdagangan kayu sah Kriteria K1.1 : TPT

Indikator 1.1.1: TPT memiliki izin yang sah Veriifier .a

Surat ijin TPT dari Kepala Dinas yang membidangi Kehutanan Kabupaten/Kota atau Provinsi.

MEMENUHI

Auditee telah memilki dan dapat menunjukan dokumen Izin TPT berupa Surat Keputusan Dinas Kehutanan dan

Perkebunan Kabupaten Jepara Nomor :

522.3.6/104/TAHUN 2015 tentang Penetapan

Perusahaan Penampung Terdaftar Kayu Bulat Rakyat yang ditetapkan tanggal 4 Mei 2015 dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jepara. Izin TPT ini berlaku selama 1 tahun sejak tanggal ditetapkan.

Izin TPT ini dikeluarkan berdasarkan Surat Pimpinan UD. Karya Raharja Nomor : 01/KR/IV/2015 dan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan lokasi Penampungan Terdaftar Kayu Rakyat tanggal 29 April 2015.

Izin Tempat Penampungan Terdaftar tersebut telah sesuai dengan Peraturan yang berlaku yaitu Permenhut P.30/Menhut-II/2012 dan P.42/MenHut-II/2014. Dengan

demikian kepemilikan dokumen Izin Tempat

Penampungan Auditee telah sesuai dengan ketentuan. Indikator.1.1.2 TPT Memiliki Dokumen Lingkungan

Verifier 1.1.2

Dokumen lingkungan hidup (UKL-UPL/SPPL/ PDLH/SIL/ DELH dokumen hidup lain yang setara)

MEMENUHI

Untuk pengelolaan lingkungan, Auditee telah membuat Surat Pernyataan Kesanggupan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan diatas materai. Dalam surat pernyataan tersebut auditee bersedia untuk dengan sungguh-sungguh

untuk melaksanakan seluruh pengelolaan dan

pemantauan dampak lingkungan dan bersedia untuk diawasi oleh instansi berwenang.

Dokumen SPPL tersebut telah diketahui oleh camat

setempat dengan bukti penerimaan nomor

660.1/30/SPPL/V/2015 tanggal 12-Mei-2015 yang ditandatangani oleh Kasi Bina Lingkungan Hidup Kecamatan Tahunan sesuai dengan Peraturan Bupati Jepara Nomor 31 Tahun 2010 junto Peraturan Bupati Jepara Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pola Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Pada Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara.

K.1.2:Importir kayu dan produk kayu

Indikator 1.2.1 Importir memiliki izin yang sah. Verifier

Dokumen pengakuan /pengenal

sebagai importir -

Auditee bukan sebagai importir kayu atau produk kayu dan tidak melakukan pembelian kayu impor, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan.

Indikator 1.2.1

Importir memiliki sistem uji tuntas (due diligence) Verifier1.2.1

Panduan/ pedoman/prosedur

pelaksanaan dan bukti -

Auditee bukan sebagai importir kayu atau produk kayu dan tidak melakukan pembelian kayu impor, dengan demikian verifier tersebut tidak diterapkan.

(26)

pelaksanaan sistem uji tuntas (due diligence)

Kriteria.1.3 Unit Usaha dalam bentuk kelompok

Indikator 1.3.1 Kelompok Memiliki akte notaris Pembentukan kelompok atau Dokumen pembentukan kelompok

Verifier 1.3.1

Akte notaris pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok

MEMENUHI

Auditee merupakan anggota dari kelompok TPT Kelompok Usaha Bersama Adjie Cahaya Berlian, dibentuk sesuai kesepakatan Kelompok KUB TPT Adjie Cahaya Berlian tanggal 27 Mei 2015.

Pada pasal 15 kesepakatan tersebut dijelaskan bahwa Ketentuan antar anggota kelompok sepakat menerima konsekuensi pembekuan atau pencabutan sertifikat kelompok dalam hal salah satu anggota kelompok tidak memenuhi persyaratan sertifikasi.

Kesepakatan Kelompok TPT KUB Adjie Cahaya Berlian telah ditandatangani diatas materai yang cukup.

Pada tanggal 7 Agustus 2015 telah dilakukan audit internal pada UD. Karya Raharja .

Prinsip 2.

TPT menerapkan sistem penulusuran kayu yang menjamin keterlacakan kayu dari asalnya. Kriteria K2.1.

Keberadaan dan penerapan sistem penelusuran kayu bulat / kayu olahan Indikator 2.1.1

TPT mampu membuktikan bahwa kayu bulat/kayu olahan yang diterima ber- asal dari Sumber yang telah bersertifikat dan/atau memiliki Deklarasi Kesesuaian Pemasok

Verifier 2.1.1.a

Dokumen jual beli/nota atau kontrak suplai kayu bulat/kayu olahan dan/atau bukti pembelian

dilengkapi dengan dokumen

angkutan hasil hutan yang sah.

MEMENUHI

Sesuai dengan izin TPT yang diberikan yaitu sebagai TPT Kayu Rakyat, kayu bulat yang dibeli oleh auditee adalah kayu berasal dari kayu rakyat dengan jenis Jati dan Sungkai. Pembelian kayu bulat dilakukan auditee dilakukan secara bebas tanpa melalui kontrak.

Auditee telah mensyaratkan bahwa kayu yang dikirim harus menggunakan dokumen angkutan yang sah serta dokumen lain yaitu DKP dan bukti kepemilikan tanah. Berdasarkan hasil hitung dan pemeriksaan maka dibuat berita acara serah terima sebagai dasar untuk pembayaran jual beli kayu tersebut.

Pembayaran dilakukan secara tunai dengan dilengkapi bukti berupa kwitansi pembayaran yang ditandatangani oleh pihak penjual.

Berdasarkan hasil pemeriksaan selama periode audit bulan Mei sampai Juli 2015, auditee telah melakukan pembelian kayu bulat sebanyak 10 kali dengan 1339 batang volume 71,195 M3, dan telah dilengkapi dengan

10 bukti pembayaran berupa kwitansi pembayaran dan 10 dokumen angkutan hasil hutan yang berasal dari kayu rakyat yaitu Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang diterbitkan oleh penerbit yang berwenang dalam hal ini Kepala Desa asal kayu tersebut.

Verifier 2.1.1..b

Bukti Penerimaan kayu

bulat/kayu olahan dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil

hutan yang sah. MEMENUHI

Seperti yang telah dijelaskan pada verifier 2.1.1.a, seluruh penerimaan kayu bulat telah dilengkapi dengan surat angkutan hasil hutan yang sah dan sesuai dengan izin TPT, yaitu Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) yang diterbitkan oleh Kepala Desa setempat.

Setiap kedatangan kayu bulat auditee melakukan pemeriksaan untuk membandingkan dengan dokumen angkutan, lokasi penerimaan dipisahkan untuk setiap kedatangan, sehingga memudahkan untuk pengawasan

(27)

stock. Hasil pemeriksaan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima yang ditanda tangani kedua belah pihak sebagai bukti penerimaan kayu bulat kemudian dicatat pada Laporan Mutasi Kayu sebagai

penerimaan. Berdasarkan pemeriksaan dokumen

angkutan yang diterima selama periode audit menunjukan kesesuaian dengan Laporan Mutasi Kayu pada periode yang sama, meliputi jumlah batang dan volume.

Hasil uji petik jumlah kayu bulat stock akhir bulan Juli atau awal bulan Agustus sebanyak 100 batang menunjukan kesesuaian dengan dokumen angkutan. Auditee dan pemasok tidak membeli kayu bulat dari hasil lelang.

Verifier 2.1.1.c

Fotocopy S-PHPL atau S-LK atau Deklarasi Kesesuaian Pemasok (DKP)

MEMENUHI

Kayu yang diterima auditee adalah kayu rakyat yang cukup menggunakan Dokumen Kesesuaian Pemasok (DKP).

Selama periode audit yaitu periode bulan Mei sampai dengan Juli 2015 telah melakukan pembelian kayu bulat sebanyak 10 kali, dan telah dilengkapi DKP sebanyak 10 dokumen.

Sebagai panduan dalam pedoman terkait DKP, auditee telah menyusun Prosedur Pemeriksaan Deklarasi

Kesesuaian Pemasok (DKP) dengan nomor :

01/KR/IV/2015 yang dijadikan pedoman dalam pengecekan terhadap penerbit DKP yang disahkan pada tanggal 15 April 2015.

Telah terdapat Surat Pernyataan Pemeriksa DKP tanggal 15 April 2015, yang menunjuk Bpk. Edison sebagai petugas yang bertanggungjawab dalam Pemeriksaan terhadap DKP dan pemasok yang menerbitkan DKP. Petugas tersebut telah melakukan pemeriksaan terhadap pemasok dan menuangkan dalam laporan pemeriksaan pemasok pada tanggal 17 April 2015.

Verifier 2.1.1.d

Dokumen catatan/laporan mutasi kayu

MEMENUHI

Auditee telah memiliki dokumen laporan mutasi kayu bulat (LMK) untuk periode Mei sampai dengan Juli 2015 dan telah disampaikan kepada instansi terkait setiap tanggal 5 bulan berikutnya, dengan bukti tanda terima yang diketahui petugas penerima.

Laporan Mutasi Kayu auditee disusun berdasarkan penerimaan kayu, penjualan dan stock awal serta akhir. Penerimaan kayu merupakan data hasil pemeriksaan kayu atau data dalam dokumen Surat Angkutan hasil hutan. Sedangkan pengurangan atau pengeluaran merupakan data penjualan kayu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan menunjukan kesesuaian antara dokumen pendukung dalam hal ini dokumen penerimaan dan dokumen penjualan kayu pada periode yang sama.

Indikator 2.1.2

Importir mampu membuktikan bahwa kayu yang diimpor berasal dari sumber yang sah Verifier.a.

Pemberitahuan Impor Barang

(PIB). -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier.b.

Bill of Lading (B/L) - Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Verifier .c.

Packing List (P/L) -

Auditee tidak melakukan pembelian kayu Impor, dengan demikian verifier ini tidak diterapkan.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil telaah dokumen menunjukkan bahwa Auditee adalah Koperasi Pemilik Hutan Rakyat yang diverifikasi legalitas kayu pada hutan hak bukan pemegang HGU, sehingga

Kelompok TPT Mekar Jaya berupa kayu bulat dari Hutan Rakyat/hutan hak telah sesuai dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah dan terdapat BAP c. Penerimaan kayu Log

Dilakukan verifikasi namun tidak dapat diterapkan (Not Applicable) karena Izin pemanfaatan hasil hutan kayu pada areal yang digunakan Auditee adalah pada areal

Semua kayu bulat yang diterima baik berasal dari hutan negara telah dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah sesuai ketentuan yang berlaku. Semua penerimaan kayu

Bahan baku yang diterima oleh auditee adalah kayu bulat dari hutan Negara yang dilengkapi dengan dokumen FA- KB, namun karena untuk daerah Cianjur belum memiliki

Koresh Nature Stone yang berasal dari hutan hak tumbuh alami telah dilengkapi dengan dokumen angkutan yang sah berupa SKSHH-KB dan dokumen Bukti Penerimaan Kayu Bulat Verifier c..

Bukti serah terima selain kayu bulat dari hutan negara, dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah Memenuhi Seluruh penerimaan bahan baku di PT Cahaya Sakti Furintraco

Memenuhi Seluruh penerimaan bahan baku kayu lanjutan, telah dilengkapi dengan bukti serah terima kayu dan dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.. Dokumen angkutan