Gafrik Kehilangan Massa (%)
4.1.7 Uji Analisis FT-IR
Pengujian gugus fungsi atau analisa FT-IR dilakukan untuk mengetahui gugus-gugus fungsi yang muncul dalam bioplastik yang dihasilkan. Identifikasi gugus-gugus fungsional dapat dilakukan dengan menganalisa spektrum IR sesuai dengan puncak dan bilangan gelombang yang terbentuk. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 4.5 dibawah ini. Analisis FTIR ini dilakukan untuk mengetahui gugus -OH pada pati biji jagung dan juga gugus -OH setelah pati menjadi bioplastik dengan campuran kitosan dan gliserol.
Pati biji jagung itu sendiri mengandung beberapa gugus fungsi yang terdiri dari amilosa dan amilopektin, diantaranya adalah O-H, C=C dan C-H.
IV-19 Gambar 4.7 Struktur Amilosa dan Amilopektin
Sumber : Penulis., 2021
Tabel 4.2 Hasil Analisis FT-IR Bioplastik dari Jagung
No Variasi Ikatan
Daerah Frekuensi
( )
Intensitas Serapan ( )
1 (1,5 ; 8 ; 0,5)
O-H (Fenol, Monomer
Alkohol, Alkohol
Ikatan Hidrogen)
3590-3650 Berubah-ubah 3599,17
O-H(Fenol, Monomer
Alkohol, Alkohol
Ikatan Hidrogen)
3200-3600 Berubah-ubah 3556,74
C-H
(Alkana) 2850-2970 Kuat 2989,66
C-H
(Alkana) 2850-2970 Kuat 2877,79
O-H (Monomer
Asam Karboksilat,
Ikatan Hidrogen
Asam Karboksilat)
2500-2700 Melebar 2399,45
IV-20
1690-1760 Kuat 1705,07
C=C (Cincin Aromatik)
1500-1600 Berubah-ubah 1585,49 C-H
(Alkana) 1340-1470 Kuat 1481,33
C-H
(Alkana) 1340-1470 Kuat 1435,04
(Senyawa
Nitro)
1300-1370 Kuat 1350,17
C-O (Alkohol, Eter, Asam Karboksilat,
Ester)
1050-1300 Kuat 1168,86
C-O (Alkohol, Eter, Asam Karboksilat,
Ester)
1050-1300 Kuat 1122,57
2
3590-3650 Berubah-ubah 3614,60
C-H (Alkana)
2850-2970 Kuat 2989,66
C-H (Alkana)
2850-2970 Kuat 2877,79
O-H
2500-2700 Melebar 2399,45
C=C (Alkena)
1610-1680 Berubah-ubah 1697,36 C=C
(Cincin Aromatik)
1500-1600 Berubah-ubah 1585,49
IV-21
No Variasi Ikatan
Daerah Frekuensi
( )
Intensitas Serapan ( ) C-H
(Alkana)
1340-1470 Kuat 1481,33
C-H (Alkana)
1340-1470 Kuat 1438,90
C-H (Alkana)
1340-1470 Kuat 1346,31
C-O (Alkohol, Eter, Asam Karboksilat,
Ester)
1050-1300 Kuat 1172,72
C-O (Alkohol, Eter, Asam Karboksilat,
Ester)
1050-1300 Kuat 1122,57
C-O (Alkohol, Eter, Asam Karboksilat,
Ester)
1050-1300 Kuat 1080,14
Sumber : Penulis., 2021
Pengujian menggunakan alat FT-IR dilakukan untuk mengidentifikasi adanya gugus-gugus fungsi yang terkandung dalam bioplastik yang dibuat. Pengujian ini dilakukan untuk menetapkan gugus fungsional apa yang terdapat dalam sampel. Apabila frekuensi energi elektromagnetik inframerah yang dilewatkan pada suatu molekul sama dengan frekuensi mengulur atau menekuknya ikatan maka energi tersebut akan diserap. Hasil spektrum dapat dilihat pada gambar 4.6 dibawah ini.
IV-22 Gambar 4.8 Grafik Hasil FT-IR Pada Bioplastik Variasi 1,4
Sumber : Penulis., 2021
Pada gambar 4.8 dapat dilihat bahwa hasil analisis FT-IR pada bioplastik terdapat beberapa puncak yang menunjukkan adanya gugus-gugus fungsi yang menyatakan kandungan dari pati, kitosan dan gliserol. Pada bilangan gelombang 3614,60 menunjukkan adanya gugus O-H yang terdapat jenis senyawanya fenol, monomer alkohol, alkohol ikatan hidrogen, dimana intensitasnya berubah-ubah dan adanya gugus OH ini berasal dari komponen penyusun dari pati yaitu amilosa dan amilopektin.
Menurut penelitian (Darni Yuli.,dkk) 2014 menyatakan bahwa Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya, bioplastik dari sorgum dan selulosa diperoleh gugus O-H pada puncak serapan 3415.90 . Pada puncak 2989,66 menunjukkan adanya gugus C-H dengan tipe senyawa alkana dimana intensitasnya kuat, pada puncak serapan 2877,79 menunjukkan adanya gugus C-H. Pada puncak 1697,36 menunjukkan adanya gugus C=C dengan jenis senyawanya alkena, dimana intensitasnya berubah-ubah. Pada puncak 1585,49 menunjukkan adanya gugus C=C dengan jenis senyawanya ialah cincin aromatik, intensitasnya berubah-ubah. Pada puncak 1481,33 , 1438,90 , 1346,31 menunjukkan adanya gugus C-H dengan jenis senyawanya alkana, dimana intensitasnya kuat. pada puncak 11,72,72
IV-23 , 1122,57 , 1080,14 menunjukkan adanya gugus C-O dengan jenis senyawa alkohol, eter, asam karboksilat, ester, dimana intensitasnya kuat dan gugus ini menunjukkan eksistensi ikatan antara lignin dan karbohidrat.
Berdasaran gambar grafik diatas dapat dilihat bahwa spektrum hasil analisis FT-IR menunjukkan adanya gugus hidroksil OH yang diperkuat dengan munculnya gugus C=O. Adanya dua gugus fungsi tersebut menunjukkan bahwa bioplastik yang dihasilkan dapat terdegradasi. Sesuai dengan peneltian yang dilakukan oleh Darni dan Utami (2010) menyatakan bahwa terdapatnya gugus fungsi karboksil (CO) pada bahan bioplastik menyebabkan bioplastik masih dapat terdegradasi, hal ini dikarenakan sifat CO yang polar dan dapat larut didalam air. Adanya gugus fungsi O-H, C- O, C=C berasal dari kitosan dan gliserol dimana bioplastik tersebut mampu tahan terhadap air, karean dari sifat kitosan yaitu hidrofobik (tidak suka air), adanya kemamapuan kuat tarik dan elongasi karena adanya penambahan gliserol.
Gambar 4.9 Grafik Hasil FT-IR Pada Bioplastik Variasi 1,5 Sumber : Penulis.,2021
IV-24 Pada gambar 4.7 dapat dilihat bahwa hasil analisis FT-IR pada bioplastik terdapat beberapa puncak yang menunjukkan adanya gugus-gugus fungsi yang menyatakan kandungan dari pati, kitosan dan gliserol. Pada bilangan gelombang 3599,17 O-H jenis senyawa yang terdapat di dalamnya yaitu ada fenol, monomer alkohol, alkohol ikatan hidrogen, fenol, dengan intensitasnya berubah-ubah sedangkan 3556,74 menunjukkan adanya gugus O-H jenis senyawa yang terdapat di dalamnya yaitu ada monomer asam karboksilat, ikatan hidrogen, asam karboksilat dengan intensitasnya sedang .
Pada puncak 2989,66 jenis senyawa yang terdapat di dalamnya alkana dengan intensitas kuat, 2877,79 menunjukkan adanya gugus C-H jenis senyawa yang terdapat di dalamnya alkana dengan intensitas kuat. Pada puncak 2399,45 menunjukkan adanya gugus O-H dimana senyawa yang terdapat didalamnya fenol, monomer alkohol, alkohol ikatan hidrogen untuk intensitasnya berubah-ubah, menurut (Sriwahyuni) 2018 adanya gugus O-H yang menandakan gugus-gugus tersebut merupakan kandungan dari senyawa pati.
Pada puncak 1705,07 adanya gugus C=O jenis senyawa didalamnya ialah aldehid, keton, asam karboksilat, ester dan intensitasnya kuat. Pada puncak 1585,49 menunjukkan adanya gugus C=C senyawa didalamnya ialah cincin aromatik dengan intensitasnya berubah-ubah. Pada puncak 1481,33 , 1435,04 menunjukkan adanya gugus C-H senyawa yang terdapat didalamnya yaitu alkana dengan intesitasnya kuat. Pada puncak 1350,17 menunjukkan adanya gugus C-H jenis senyawa yang terdapat yaitu senyawa yang terdapat didalamnya yaitu alkana dengan intesitasnya kuat.
Pada puncak 1168,86 , dan 1122,57 menunjukkan adanya gugus C-O dengan senyawa didalamnya yaitu alkohol, eter, asam karboksilat, ester dengan intensitasnya kuat.
Berdasarkan hasil analisis grafik gugus fungsi di atas, adanya keberadaan gugus fungsi O-H dan C-O akan menandakan adanya kemampuan degradabilitas pada bioplastik yang dihasilkan dan dari gugus fungsi adanya kemampuan terhadap uji ketahanan air, kemampuan uji kuat tarik. Hal ini disebabkan karena gugus O-H, C-O, C-H berasal dari adanya penambahan kitosan merupakan gugus fungsi yang bersifat hidrofobik (tidak suka air) dan gliserol, maka dari itu bioplastik tersebut bisa dilakukannya uji tarik serta
IV-25 elongasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan gugus fungsi pada nilai daya tarik tertinggi dan terendah.