HASIL DAN PEMBAHASAN
E. Uji Analisis Regresi Linier Berganda
1. Uji determinasi (R2)
Uji Koefesien determinasi dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y dalam penelitian ini. Uji ini dapat dilakukan melalui pengujian nilai R² ( R-Squared). Adapun hasil uji determinasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Tabel 4.38 UJi Determinasi (R2)
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .895a .800 .786 1.507 1.915
a. Predictors: (Constant), PROMOSI, KUALITAS PRODUK, HARGA, MEREK b. Dependent Variable: PERILAKU KONSUMEN
Berdasarkan data hasil oleh model summary di atas maka dapat diambil sebuah kesimpulan bahwasanya penelitian ini memiliki nilai
Adjusted R² (Adjusted R Squared) sebesar 0.786. Nilai tersebut dapat digunakan untuk melihat besarnya pengaruh variabel harga, kualitas produk, merek, promosi terhadap perilaku konsumen dengan menghitung koefesien determinasi, sebagai berikut :
KD = R² x 100% KD = 0.786 x 100% KD = 78,6 %
Koefesien determinasi tersebut memiliki maksud bahwa pengaruh variabel independent (secara keseluruhan) terhadap variabel dependent adalah sebesar 78,6%. Sisanya sebesar 18,4% dipengaruhi faktor lain selain dalam penelitian ini.
2. Uji Anova ( Uji F)
Untuk lebih meyakinkan akan kebenaran uji koefesien determinasi di atas maka dapat diketahui melalui uji Anova atau Uji F. Adapun bunyi hipotesa atas uji F ini adalah sebagai berikut :
(a) H0 : Tidak ada hubungan linier antara seluruh variabel independent dengan variable dependent.
(b) Ha : Ada hubungan linier antara seluruh variabel independent dengan variabel dependent.
Pada uji ini berlaku ketentuan sebagai berikut :
(a) Apabila nilai signifikan > 0.05 maka H0 diterima dan Ha ditolak (b) Apabila nilai signifikan < 0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima Dalam penelitian ini diperoleh hasil uji Anova sebagai berikut :
Tabel 4.39 UJi F
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 500.297 4 125.074 55.053 .000a
Residual 124.953 55 2.272
Total 625.250 59
a. Predictors: (Constant), PROMOSI, KUALITAS PRODUK, HARGA, MEREK b. Dependent Variable: PERILAKU KONSUMEN
Dari data di atas diperoleh hasil nilai signifikan sebesar 0.000 ini mengartikan bahwa ketentuan nomor dua berlaku dalam penelitian ini bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil Uji F ini menyatakan bahwa hasil uji koefisien determinasi di atas benar adanya.
Untuk lebih meyakinkan hasil uji F ini maka dapat dilihat dari nilai F table dari Uji Anova di atas, dengan ketentuan sebagai berikut :
(a)Apabila nilai F hitung < F tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak (b)Apabila nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima
ketentuan nomor dua adalah benar. Kesimpulanya, terdapat hubungan yang linier antara variabel independent dengan variabel dependent.
3. Uji t / Uji Signifikansi Parsial
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari setiap variable independent terhadap variable dependent, maka dapat dilakukan melalui Uji t. Berikut adalah hasil Uji t dalam penelitian ini :
Tabel 4.40 UJi t Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 6.297 2.482 2.537 .014 HARGA .487 .161 .378 3.018 .004 KUALITAS PRODUK .164 .060 .189 2.736 .008 MEREK .399 .132 .387 3.028 .004 PROMOSI .111 .112 .080 .992 .326
a. Dependent Variable: PERILAKU KONSUMEN
a. Pengaruh antara Harga dengan Perilaku Konsumen
Terlihat bahwa thitung untuk koefisien harga adalah 3.018, Sedang ttabel pada tabel t-test, dengan α = 0.05, diperoleh hasil sebesar 2.00 (karena digunakan hipotesa dua arah, ketika mencari ttabel, nilai α dibagi dua menjadi 0.025, dan df = 56, didapat dari rumus n - 4, dimana n adalah jumlah data, 60 - 4=56).
Variabel harga memiliki nilai probabilitas signifikan sebesar 0.004 < 0.05 dan thitung > ttabel, (3.018 > 2.00), maka dengan demikian Ho ditolak, hipotesis yang menyatakan harga berpengaruh terhadap perilaku konsumen, sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien harga
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumen. hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh cece Abdurrohman (2008) yang berjudul “analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap pembelian mobil kijang”. Hasil penelitian diduga faktor kelompok referensi, ekonomi, sosial, promosi, harga, distribusi, produk dan budaya mempunyai pengaruh terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian mobil kijang. b. Pengaruh antara Kualitas Produk dengan Perilaku Konsumen
Terlihat bahwa thitung untuk koefisien Kualitas Produk adalah 2.376, Sedang ttabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α = 0.05,
karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel, nilai α dibagi dua menjadi 0.025, dan df = 56 (didapat dari rumus n-4, dimana n adalah jumlah data, 60-4=56). Didapat ttabel adalah 2.00.
Variabel Kualitas Produk memiliki nilai p-value 0.008 < 0.05 artinya signifikan, sedangkan thitung > ttabel, (2.376 > 2.00), maka Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien Kualitas Produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumen. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ritawati Tedjakusuma, Sri Hartati, Maryani (2001) yaitu dalam jurnalnya tentang “Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian air minum mineral di kotamadya surabaya”. Hasil penelitiannya adalah faktor pendidikan, penghasilan,
mempunyai pengaruh terhadap perilaku konsumen dalam melakukan pembelian air minum mineral di kotamadya Surabaya. Sedangkan hasil dari uji t menunjukan bahwa faktor pendidikan, penghasilan, harga, kualitas, distribusi, penghasilan dan promosi, secara parsial mempunyai pengaruh terhadap perilaku konsumen dalam melakukan pembelian air minum mineral di kotamadya Surabaya.
c. Pengaruh antara Merek dengan Perilaku Konsumen
Terlihat bahwa thitung untuk koefisien Merek adalah 3.028, Sedang ttabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α = 0.05, karena
digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel, nilai α dibagi dua menjadi 0.025, dan df = 56 (didapat dari rumus n - 4, dimana n adalah jumlah data, 60 - 4 = 56). Didapat ttabel adalah 2.00.
Variabel Merek memiliki nilai p-value 0.004 < 0.05 artinya signifikan, sedangkan thitung > ttabel, (2.376 > 2.00), maka Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien Merek secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumen. Hasil sesuai dengan Penelitian yang dilakukan oleh Nurcahyo (2009) dengan judul “faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda”. Penelitian ini menggunakan metode penentuan sampel adalah non-probabiliti sampling yaitu penarikan sampel secara tidak acak, dengan cara convenien sampling untuk mendapatkan sampel dengan mudah. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang dianalisa dengan model analisis
faktor ada 9 faktor yang terbentuk, factor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli motor Honda yaitu factor : social budaya, pribadi dan psikologi, merek, pelayanan, produk, harga, promosi, tempat dan kepercayaan.
d. Pengaruh antara Promosi dengan Perilaku Konsumen
Terlihat bahwa thitung untuk koefisien Promosi adalah 0.992, Sedang ttabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α = 0.05, karena
digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel, nilai α dibagi dua
menjadi 0.025, dan df = 56 (didapat dari rumus n - 4, dimana n adalah jumlah data, 60 - 4=56). didapat ttabel adalah 2.00.
Variabel Promosi memiliki nilai p-value 0.326 > 0.05 artinya tidak signifikan, sedangkan thitung < ttabel, (0.992 < 2.00), maka Ha ditolak dan Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien Promosi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumen. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh cece Abdurrohman (2008) yang berjudul“analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap pembelian mobil kijang”. Hasil penelitian diduga faktor kelompok referensi, ekonomi, sosial, promosi, harga, distribusi, produk dan budaya mempunyai pengaruh terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pembelian mobil kijang.
4. Analisis Regresi Linier Berganda
Adapun hasil regresi linier berganda pengaruh harga, kualitas produk, merek, promosi terhadap prilaku konsumen adalah :
Tabel 4.41 UJi Regresi Berganda
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 6.297 2.482 2.537 .014
HARGA .487 .161 .378 3.018 .004 .232 4.314
KUALITAS PRODUK .164 .060 .189 2.736 .008 .765 1.307
MEREK .399 .132 .387 3.028 .004 .222 4.501
PROMOSI .111 .112 .080 .992 .326 .560 1.787
a. Dependent Variable: PERILAKU KONSUMEN
Dari tabel di atas dapat dirumuskan suatu persamaan regresi untuk mengetahui pengaruh harga, kualitas produk, merek, promosi terhadap perilaku konsumen sebagai berikut:
Y = a + βX1 + βX2 + βX3 Y = 6.297 + 0.487X1 + 0.164X2 + 0.399 X3 Keterangan : Y : Perilaku Konsumen X1 : Harga X2 : Kualitas Produk X3 : Merek
Koefisien-koefisien persamaan regresi linier berganda di atas dapat diartikan koefisien regresi untuk konstan sebesar 6.297 menunjukkan bahwa jika variabel harga, kualitas produk, merek, promosi bernilai nol
maka nilai perilaku konsumen adalah 6.297 satuan.
Variabel Harga 0,487 menunjukkan bahwa jika variabel Harga meningkat 1 satuan maka akan meningkatkan perilaku konsumen sebesar 0,487 satuan dengan catatan variabel lain dianggap konstan.
Variabel Kualitas Produk 0.164 menunjukkan bahwa jika vaiabel Kualitas Produk meningkat 1 satuan maka akan meningkatkan perilaku konsumen sebesar 0.164 satuan. dengan catatan variabel lain dianggap konstan.
Variabel Merek 0.399 menunjukkan bahwa jika vaiabel Merek meningkat 1 satuan maka akan meningkatkan perilaku konsumen sebesar 0.399 satuan. dengan catatan variabel lain dianggap konstan.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dSiuraikan pada bab IV, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Uji simultan (F-Test)
Secara simultan, hasil uji F menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara variabel harga, kualitas produk, merek, promosi secara bersama-sama terhadap prilaku konsumen. Hasil ini sesuai dengan teori yang diungkapkan pada penelitian-penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa secara keseluruhan variabel berpengaruh terhadap prilaku konsumen. Dan berdasarkan jawaban dari responden hampir setiap pertanyaan menyatakan setuju.
2. Uji Parsial (t-Test)
Secara parsial, hasil uji t menunjukkan bahwa variabel bebas yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah harga, kualitas produk, merek, Sedangkan variabel Promosi tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Hal ini membuktikan bahwa helm INK adalah produk yang memiliki harga yang murah, berkualitas dan telah lama dikenal, dan promosi tidak menjadi patokan dari helm INK, karena telah dikenal lama dengan kepercayaan konsumen terhadap helm INK.
3. Koefisien determinasi (R2)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80 % pengaruh perilaku konsumen yang dijelaskan oleh variabel harga, kualitas produk, merek, promosi dan sisanya 20 % dipengaruhi oleh variabel lain dan tidak termasuk kedalam analisis regresi ini, seperti desain produk, budaya
B. Implikasi
Berdasarkan hasil analisis data, secara parsial (uji t) perilaku konsumen dipengaruhi harga, kualitas produk, merek karena dengan penelitian tersebut kita dapat melihat bahwa pentingnya analisis menggenai harga, kualitas produk, merek. Karena akan meningkatkan keinginan konsumen memilih helm INK sebagai produk yang murah, berkualitas dan memiliki merek yang terkenal.
Dalam hal ini promosi tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumen, hal ini membuktikan bahwa promosi bukanlah hal yang mempengaruhi prilaku konsumen. Hal ini terbukti bahwa helm INK jarang melakukan promosi, hanya dengan keyakinan akan kualitas dan harga serta merek yang telah dikenal lama, helm INK mampu bersaing dengan pesaing lainya.
C. Saran
Dari hasil penelitian ingin memberikan beberapa saran yang dapat disampaikan yaitu :
1. Perusahaan helm INK harus meningkatkan kualitas produknya bukan saja dari fitur dan kekuatanya, perlu adanya penambahan variasi warna
2. Perusahaan helm INK harus melakukan penentuan harga sesuai dengan pendapatan masyarakat melalu strategi penentuan harga berdasrkan wilayah atau target pasar.
3. Bagi penelitian selanjutnya, perbanyak variabel yang lainya selain harga, kualitas, merek dan promosi karena masih terdapat 20 % yang dapat mempengaruhi prilaku konsumen.