• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Asumsi Klasik

Dalam dokumen BAB I VI ILMI (Halaman 36-46)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian 1. Analisis Deskriptif

2. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Analisis regresi adalah statistik parametrik sehingga model regresi yang valid jika data berdistribusi normal yaitu titik-titik pada grafik P-P Plot menyebar di sekitar garis diagonal. Adapun hasil uji normalitas dapat dilihat pada gambar berikut:

Sumber: Data Primer Diolah, 2019 Gambar 2. Hasil Uji Normalitas

Berdasarkan gambar diagram P-P Plot pada output terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal sehingga diputuskan model regresi berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Model regresi bebas dari masalah multikolenieritas apabila nilai Tolerance

lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10 yang berarti tidak ada korelasi antar

variabel bebas. Lihat output pada kotak Coefficients. Adapun hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toleranc e VIF 1 (Constant) 7.376 2.685 2.747 .029 Inflasi .608 .637 .362 .954 .372 .837 1.194 SukuBung a .074 .375 .075 .197 .850 .837 1.194

a. Dependent Variable: ROA Sumber: Data Diolah, 2019

Berdasarkan tabel hasil uji multikolinearitas, menujukkan bahwa semua nilai Tolerance untuk masing-masing variabel berada di atas 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10 sehingga disimpulkan bahwa model regresi bebas dari multikolenieritas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas yaitu titik-titik pada Scatterplot menyebar di atas dan di bawah atau di sekitar 0 serta tidak membentuk pola tertentu. Adapun hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar berikut:

38

Sumber: Data Primer, 2019 Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan gambar diagram Scatterplot pada output terlihat titik-titik menyebar antara -2 hingga 1 dan tidak membentuk pola tertentu sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi adalah homoskedastisitas atau tidak heteroskedastisitas.

3. Analisis Regresi Linear Berganda

Untuk mengetahui pengaruh inflasi (X1) dan tingkat suku bunga (X2) terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo , pada penelitian ini digunakan analisis regresi linear berganda digunakan. Adapun hasil uji regersi linear berganda dapat kita lihat pada tabel berikut ini:

Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 7.376 2.685 2.747 .029 Inflasi .608 .637 .362 .954 .372 Suku Bunga .074 .375 .075 .197 .850

a. Dependent Variable: ROA Sumber: Data Diolah, 2019

Berdasarkann data pada tabel di atas diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:

Y = 7,376 + 0,608X1 + 0,074X2 + e

Dari persemaan regresi linear berganda di atas, dapat disimpukan sebagai berikut:

a. Nilai a = 7,376, berarti bahwa apabila nilai koefisien regresi untuk variabel inflasi dan tingkat suku bunga sama dengan nol, maka Return on Asset

(ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo sebesar 7,376.

b. Nilai b1 = 0,608, berarti bahwa apabila variabel inflasi ditingkatkan sebesar satu satuan, maka akan berpengaruh terhadap peningkatan Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo sebesar 0,608 satuan. Dengan kata lain bahwa variabel inflasi berpengaruh positif terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo.

c. Nilai b2 = 0,074, berarti bahwa apabila variabel tingkat suku bunga ditingkatkan sebesar satu satuan, maka akan berpengaruh terhadap peningkatan Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo sebesar 0,074 satuan. Dengan kata lain bahwa variabel tingkat suku bunga berpengaruh positif terhadap

Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo.

a. Uji Parsial (uji t)

Pengujian statistik uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen yaitu inflasi dan tingkat suku bunga terhadap variabel dependen yaitu Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo. Formulasi pengujian t sebagai berikut:

1) Jika signifikan thitung ≥ ttabel, maka Ho ditolak, yang berarti variabel independen secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

2) Jika signifikan thitung < ttabel, maka Ho diterima, berarti variabel independen secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

Adapun hasil pengujian masing-masing variabel berdasarkan data pada Tabel 6 dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Untuk variabel inflasi (X1) diperoleh nilai t hitung sebesar 0,954 < nilai t tabel yaitu 2,365 dan signifikansi sebesar 0,372 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap

Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo .

40

2) Untuk variabel tingkat suku bunga (X2) diperoleh nilai t hitung sebesar 0,197 < nilai t tabel yaitu 2,365 dan signifikansi sebesar 0,850 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel tingkat suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo .

b. Uji Simultan (uji F)

Menguji keberartian regresi ganda dengan uji F. Uji F-statistik digunakan untuk menguji besarnya pengaruh dari seluruh variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. Formulasi pengujian F sebagai berikut:

1) Jika signifikan Fhitung ≥ Ftabel, maka Ho ditolak, yang berarti variabel independen secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

2) Jika signifikan Fhitung < Ftabel maka Ho diterima, berarti variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

Adapun hasil uji simultan (uji F) dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 7. Hasil Uji Simultan (Uji F)

ANOVAb

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 1.873 2 .936 .657 .548a

Residual 9.975 7 1.425

Total 11.847 9

a. Predictors: (Constant), Suku Bunga, Inflasi b. Dependent Variable: ROA

Sumber: Data Diolah, 2019

Berdasarkan hasil uji simulta pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai F hitung pada pendugaan pengaruh variabel inflasi dan tingkat suku bunga terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo sebesar 0,657 sedangkan nilai F tabel adalah 4,737 dan nilai sig sebesar 0,548 > 0,05 pada taraf kepercayaan 95% sehingga dapat

disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama variabel inflasi dan tingkat suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo .

c. Koefiasien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi adalah salah satu nilai statistik yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengaruh antara dua variabel. Nilai koefisien determinasi menunjukkan persentase variasi nilai variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh persamaan regresi yang dihasilkan. Adapun hasil uji koefisien determinasi pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 8. Hasil Uji Koefiasien Determinasi (R2)

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .398a .158 -.082 1.19371

a. Predictors: (Constant), Suku Bunga, Inflasi Sumber: Data Diolah, 2019

Berdasarkan dapa pada tabel di atas, dketahui nilai R Square sebesar 0,158, menunjukkan bahwa inflasi dan tingkat suku bunga berpengaruh sebesar 15,80% terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo dan sisanya sebesar 54,40% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat dijelaskan bahwa variabel inflasi (X1) dan tingkat suku bunga (X2) secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo . Hal ini dibuktikan dengan dengan uji secara simultan di mana diperoleh nilai F hitung sebesar 0,657 lebih besar dari nilai F tabel yaitu 4,737 dan singnifikansi sebesar 0,548 lebih besar dari 0,05 dengan persestase pengaruh sebesar 15,80%. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis ketiga pada penelitian ini yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara inflasi dan tingkat suku bunga terhadap Return on Asset

42

(ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo tidak terbukti kebenarannya atau tidak diterima.

Sedangkan untuk pengujian secara parsial akan dijabarkan sebagai berikut:

1. Pengaruh inflasi (X1) terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo

Inflasi diartikan sebagai suatu keadaan di mana harga-harga meningkat secara umum dan terus-menerus dalam periode tertentu. Semakin tinggi inflasi maka akan menyebabkan daya beli masyarakat semakin menurun dan menaikkan tingkat suku bunga pada bank konvensional. Tingginya tingkat suku bunga akan menyebabkan masyarakat enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas tingkat bunga, nilai uang tetap saja turun. Bila masyarakat enggan untuk menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Untuk berkembang, dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.

Berdasarkan hasil uji secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar 0,954 < nilai t tabel yaitu 2,365 dan signifikansi sebesar 0,372 > 0,05 serta koefisien regresi untuk variabel inflasi bernilai positif (0,608) yang berarti bahwa setiap peningkatan variabel inflasi akan mempengaruhi peningkatan Return on Asset

(ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel inflasi (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return on Asset

(ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis pertama pada penelitian ini yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara inflasi terhadap

Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo tidak terbukti kebenarannya atau tidak diterima.

2. Pengaruh tingkat suku bunga (X2) terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo

BI rate diartikan sebagai suku bunga yang diterbitkan oleh BI dan dijadikan acuan bagi bank umum ataupun swasta dalam menentukan tingkat suku bunganya. Besarnya tingkat BI rate ini menjadi salah satu faktor perbankan dalam menentukan besarnya suku bunga yang ditawarkan kepada masyarakat dan suku bunga berpengaruh terhadap keinginan masyarakat untuk menginvestasikan dananya di bank.

Berdasarkan hasil uji secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar 0,197 < nilai t tabel yaitu 2,365 dan signifikansi sebesar 0,850 > 0,05 serta koefisien regresi untuk variabel tingkat suku bunga bernilai negatif (0,074) yang berarti bahwa setiap peningkatan variabel tingkat suku bunga akan mempengaruhi peningkatan Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo. Berdasarkan hasil tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel tingkat suku bunga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis ketiga pada penelitian ini yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingka suku bunga terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo tidak terbukti kebenarannya atau tidak diterima.

BAB VI PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan pembahasan pada hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar 0,954 < nilai t tabel yaitu 2,365 dan signifikansi sebesar 0,372 > 0,05.

2. Tingkat suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset

(ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji secara parsial diperoleh nilai t hitung sebesar 0,197 < nilai t tabel yaitu 2,365dan signifikansi sebesar 0,850 > 0,05.

3. Inflasi dan tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo. Hal ini dibuktikan dengan dengan uji secara simultan di mana diperoleh nilai F hitung sebesar 0,657 lebih besar dari nilai F tabel yaitu 4,737 dan singnifikansi sebesar 0,548 lebih kecil dari 0,05 dengan persestase pengaruh sebesar 15,80%.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan di atas, maka saran yang diajukan penulis adalah:

1. Bagi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Palopo harus dapat menjaga tingkat kesehatan bank, baik dari faktor permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, rentabilitas, likuiditas. Jika kelima faktor tersebut terjaga dengan baik maka krisis perbankan tidak akan terjadi dan kepercayaan nasabah tetap terjaga dengan baik sehingga fungsi perbankan

dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian perbankan membantu terciptanya perekonomian yang baik di suatu negara.

2. Bagi para calon nasabah sebaiknya memperhatikan informasi-informasi mengenai inflasi dan suku bunga BI yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia karena dengan adanya informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperediksi kinerja perbankan yang kemudian mengambil keputusan yang tepat sehubungan dengan kebutuhan para nasabah.

3. Disarankan untuk peneliti selanjutnya agar dapat menambah variabel lain yang dianggap dapat mempenagruhi Return on Asset (ROA) sehingga hasil penelitian akan diperoleh hasil penelitian yang lebih kompleks.

Dalam dokumen BAB I VI ILMI (Halaman 36-46)

Dokumen terkait