BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Uji Asumsi Klasik
Sebelum menggunakan teknik analisis Regresi Linier Sederhana untuk uji hipotesis, maka terlebih dahulu dilaksanakan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik dilakukan untuk melihat apakah asumsi-asumsi yang diperlukan dalam normalitas data secara statistik, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas.
1. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data dalam penelitan ini adalah dengan melihat grafik “Normal Probability Report Plot” yang membandingkan distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk garis diagonal dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonalnya.
Gambar 4.1 Hasil Uji Normalitas-Normal Probability Plot
Sumber: Output SPSS 26 (2021)
Gambar 4.1 menunjukkan bahwa data terdistribusi normal karena bentuk grafik normal dan tidak melonceng ke kanan atau ke kiri. Gambar 4.1 menunjukkan adanya titik-titik (data) yang tersebar di sekitar garis diagonal dan penyebaran titik-titik tersebut mengikuti arah garis diagonal. Hal ini berarti bahwa model-model regresi dalam penelitian ini memenuhi asumsi normalitas berdasarkan analisis grafik normal probability plot.
2. Uji Multikolonieritas
Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (independen).
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Pengujian multikolonieritas dapat dilihat dari
Tolerance Value atau Variance Inflation Factor (VIF), sebagai berikut : a. Jika nilai tolerance > 0,01 dan VIF < 10, maka dapat diartikan
bahwa tidak terdapat multikolonieritas pada penelitian tersebut.
b. Jika nilai tolerance < 0,10 dan VIF > 10, maka dapat diartikan bahwa terdapat multikolonieritas pada penelitian tesebut.
3. Tabel 4.8 Uji Multikolonieritas
Model
a. Departemen Variabel : Y Sumber: Output SPSS 26 (2021)
Berdasarkan hasil pengujian tabel 4.8 diatas, karena nilai VIF untuk variabel memiliki nilai lebih kecil dari pada 10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,01, maka dapat disimpulkan tidak terdapat gejala multikolinearitas antar variabel independen.
4. Uji Heteroskedastistas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dan residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk mendeteksi adanya
heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan Sactter Plot. Apabilah tidak terdapat pola yang terartur, maka model regresi tersebut bebas dari masalah heteroskedastisitas. Hasil pengujian heteroskedastisitas dengan metode Scatterplot diperoleh sebagai berikut;
Gambar 4.2 Hasil Heteroskedastisitas – Grafik Scatterplot
Sumber: Output SPSS 26 (2021)
Hasil uji heteroskedastisitas dari gambar 4.2 menunjukkan bahwa grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED menunjukkan pola penyebaran, dimana titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angkah 0 pada sumbu Y hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada
model regresi, sehingga model regresi layak untuk pakai.
E. Analisis Regresi Linier berganda
Untuk membuktikan hipotesis pada penelitian ini perlu di lakukan teknik regresi linear berganda, teknik regresi linear berganda bertujuan untuk memprediksi keterkaitan antara variable independen (X) terhadap variable dependen (Y). Berdasarkan dari hasil uji regresi linear berganda yang di dapatkan dari penelitian ini dengan menggunakan SPSS 26 (2021) dapat di lihat pada table berikut:
Tabel 4.9 Analisis Regresi Linier Sederhan Coefficientsa
a. Departemen Variabel: Y
Sumber: Output SPSS 26 (2021)
Berdasarkan persamaan regresi menunjukkan bahwa nilai konstanta mempunyai arah koefisien regresi positif yaitu sebesar 3.032 artinya jika modal, luas lahan dan harga sawit di jalankan dengan baik dan sesuai dijalankan mengalami kenaikan sebesar Rp. 1 maka pendapatan petani sawit akan meningkats sebesar
3.032
1) Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan uji regresi linier berganda koefisien X1 (modal) bernilai negatif sebesar -0.119.
Menunjukkan jika produk tidak mempengaruhi dalam peningkatan pendapatan petani sawit.
2) Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan uji regresi linier berganda koefisien X2 ( luas lahan) bernilai positif sebesar 0.106.artinya menunjukkan bahwa setiap kenaikan luas lahan sebesar satuan, sementara modal dan harga sawit dianggap konstan maka akan meningkatkan pendapatan petani sebesar Rp.
0.106. jika semakin luas lahan maka semakin meningkat pula pendapatan petani sawit.
3) Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan uji regresi linier berganda koefisien X3 (harga sawit) bernilai positif sebesar 0.866 artinya menunjukkan jika harga sawit mengalami peningkatan sebesar satuan, sementara modal dan luas lahan dianggap konstan maka akan menyebabkan pendapatan petani sawit F. Uji Hepotesis
a. Uji Persial ( Uji t )
Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara individual terhadap variabel dependen, apakah pengaruhnya signifikan atau tidak. Kriteria dalam pengambilan keputusan untuk uji t, yaitu apabila t hitung < t tabel maka hipotesis
diterimah, sedangkan apabila t hitung > t tabel maka hipotesis di tolak.
Tabel 4.10 Hasil Uji T – Uji Persial Coefficientsa
Sumber: Output SPSS 26 (2021)
Berdasarkan tabel 4.10 (coefficients) diperoleh nilai t hitung sebesar 26.052,, sedangkan nilai t tabel dengan sin α= 0,05 dan df=
84- 2= 82 jadi t tabel sama dengan 1,664. Jadi, -2.232, 2.294, 26.052.
> 1,664 menandakan hipotesis diterimah yang artinya pemberian Modal, Luas Lahan, Harga Sawit berpengaruh terhadap Pendapatan.
b. Analisis koefesien koerelasi ( R )
Analisis korelasi (R) digunakan untuk mecari arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel atau lebih, baik hubungna yang bersifat simetris, kasual dan reciprocal. Analisis korelasi untuk mengatahui kuat lemahnya hubungan antara variabel yang dianalisis. Adapun nilai koefisien korelasi dalam penelitian ini ditunjukkan tabel berikut ini:
Tabel 4.11 Hasil Uji koefisien Korelasi
Predictors: (Constant), X3, X2, X1a
Dependent Variable: Yb
Sumber: Output SPSS 26 (2021)
Nilai koefisien korelasi yang ditunjukkan pada tabel 4.11 yaitu 0,950. Dengan begitu dapat dinyatakan ada hubungan yang positif antara variabel Kredit Usaha Rakyat dan variabel Pendapatan usaha Mikro Kecil dan Menengah dan berdasarkan tabel 4.13 dikategorikaran
“Sangat Kuat”.
c. Uji Koefeien Determinasi (R2)
Tabel 4.12 Hasil Uji Keofisien Determinasi (R2) Model Summaryb
Predictors: (Constant), X3, X2, X1a
Dependent Variable: Yb
Sumber: Output SPSS 26 (2021)
Dengan kata lain hal ini menunjukkan bahwa besar presentase variasi pendapatan yang biasa dijelaskan oleh variasi dari satu variabel bebas yaitu Modal, Luas Lahan, Harga Sawit sebesar 51,1%
sedangkan sisanya 48,7% (100% - 51,1%) dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian.
G. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Pengaruh Modal (X1) terhadap Pendapatan Petani Sawit Di Desa Waeputeh Kabupaten Mamuju Tengah
Modal kerja petani adalah total biaya – biaya yang dikeluarkan petani penggarap meliputi biaya bibit, biaya pupuk, biaya penyewaan peralatan pertanian dan biaya serta biaya lain-lain yaitu biaya yang dikeluarkan di luar biaya pokok.
Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda diketahui bahwa modal kerja berpengatuh negatif terhadap pendapatan petani sawit. Hal ini berarti adanya hubungan berlawanan antara modal dan pendapatan petani. Semakin besar modal yang diberikan maka akan berdampak pada semakin kecilnya pendapatan petani. Sementara berdasarkan hasil uji parsial diketahui bahwa modal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. hal ini menunjukkan bahwa modal merupakan factor penentu naik dan turunnya pendapat petani.
Hasil penelitian ini penelitian ini menujukkan modal menjadi faktor penting yang mengurangi pendapat petani sawit. Hal ini dikarenakan dengan modal yang besar para petani harus melakukan mengalokasikan pengembalian atas modal tersebut dalam angsuran bulanan setiap bulannya beserta bunga pinjaman.
Kondisi ini mengakibatkan pendapatan petani berkurang.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari Sianturi (2015), yang menemukan bahwa modal kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan nelayan di Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan Kota Madya Medan. Selain itu, temuan penelitian ini juga didukung penelitian sebelumnya dari Sitanggang (2020), yang menemukan bahwa modal kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan petani kopi arabika di Desa Baganding Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo.
2. Pengaruh Luas Lahan (X2) terhadap Pendapatan Petani Sawit Di Desa Woeputeh Kabupaten Mamuju Tengah
Luas lahan adalah keseluruhan wilayah yang menjadi tempat penanaman atau mengerjakan proses penanaman, luas lahan menjamin jumlah atau hasil yang akan diperoleh oleh para petani.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa luas lahan berpengaruh positif terhadap pendapatan petani sawit. Hal ini berarti bahwa luas lahan merupakan faktor pendukung peningkatan pendapatan petani sawit. Dengan kata lain semakin luas lahan petani maka akan memberikan dampak pada semakin meningkatnya pendapatan. Sementara itu berdasarkan hasil uji parsial diketahui bahwa luas lahan memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan petani sawit. Hal ini menunjukkan bahwa luas
lahan merupakan faktor penentu naik dan turunnya pendapatan petani.
Temuan penelitian ini sejalan dengan teori dari Suratiyah (2011), menyatakan bahwa dipandang dari sudut efisiensi semakin luas lahan yang diusahakan maka semakin tinggi produksi dan pendapatan per satuan luasnya. Luas lahan pertanian akan mempengaruhi skala usaha dan skala usaha ini pada akhirnya akan mempengaruhi efisien atau tidaknya suatu usaha pertanian. Luas lahan tani menentukan pendapatan, taraf hidup, dan derajat rumah tangga kesejahteraan rumah tangga tani.
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian dari Iskandar (2018), yang menemukan bahwa luas lahan berpengaruh nyata terhadap keuntungan usahatani kelapa sawit. Selain itu, temuan penelitian ini juga terdukung dengan hasil penelitian dari Rosmiyati (2019), yang menemukan bahwa luas lahan mempunyai pengaruh positif terhadap pendapatan petani nanas Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang.
3. Pengaruh Harga sawit (X3) terhadap Pendapatan petani Sawit Di Desa Waeputeh Kabupaten mamuju tengah
Harga sawit dalam penelitian ini adalah persepsi dari kedua pelaku ekonomi (penjual dan pembeli) sebagai titik keseimbangan di antara jumlah barang yang di minta dengan jumlah barang yang di tawarkan.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa harga berpengaruh positif terhadap pendapatan petani sawit. Hal ini berarti bahwa harga merupakan faktor pendukung peningkatan pendapatan petani sawit. Dengan kata lain semakin baik persepsi harga oleh pelaku ekonomi maka akan memberikan dampak pada semakin meningkatnya pendapatan petani. Sementara itu berdasarkan hasil uji parsial diketahui bahwa harga memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan petani sawit. Hal ini menunjukkan bahwa harga merupakan faktor penentu naik dan turunnya pendapatan petani.
Temuan penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Suratiyah (2011), yang menyatakan bahwa apabila dilihat dari segi output jika permintaan akan produksi tinggi maka harga di tingkat petani tinggi pula sehingga dengan biaya yang sama petani akan memperoleh pendapatan yang tinggi pula. Sebaliknya, jika petani berhasil meningkatkan produksi, tetapi harga turun maka pendapatan petani akan turun juga. Maka dari itu harga berpengaruh terhadap pendapatan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian dari Mawardati (2015), yang menemukan bahwa harga jual merupakan faktor yang berpengaruh sangat signifikan terhadap pendapatan usahatani pinang di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara.
Selain itu hasil penelitian Rosmiyati (2019), juga mendukung temuan
penelitian ini di mana harga mempunyai pengaruh positif terhadap pendapatan petani nanas Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang.
65 A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan, bahwa:
1. Variabel modal (XI) diperoleh t-hitung (-2.232) < t-tabel (1,664), dari hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa variabel modal memiliki pengaruh signifikan tetapi berhubungan negatif, hal ini berati ada hubungan berlawanan antara modal dan pendapatan petani sawit.
2. Variabel luas lahan (X2) di peroleh t-hitung ( 2.294) > t-tabel(1,664), sehingga dapat di sumpulkan bahwa luas lahan pengaruh positif hal ini dapat di simpulkan berati ada hubungan signifikan antara luas lahan terhadapan pendapatan petani sawit.
3. Variabel harga (X3) di peroleh t-hitung ( 26.052) > t-tabel (1,664), sehingga dapat di simpulkan bahwa harga berpengaruh positif hal ini dapat di simpulkan bahwa ada hubungan signifikan terhadap harga terhadap pendapatan petani sawit.
B. Saran
Berdasarkan evaluasi dari hasil penelitian serta kesimpulan yang telah dirumuskan di atas, maka perlu untuk mengajukan saran – saran yang relevan sebagai usaha untuk memecahkan permasalahan yang ditentukan dalam analisis serta diharapkan dapat berguna bagi pihak – pihak terkait. Adapun saran – saran tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Penggunaan faktor - faktor modal produksi seperti pembelian pupuk, benih, pestisida, dan tenaga kerja luar harus ditingkatkan dari penggunaan aktualnya supaya usaha tani sawit yang dilakukan lebih efisien dan mengguntungkan bagi petani dan dapat mensejahterakan petani.
2. Pemberian bimbingan dan penyuluhan dari instansi terkait
3. Teknik budidaya sawit yang tepat seperti kombinasi pupuk, pestisida yang tepat menambah lahan dari tanah yang tidak di tanami pohonan lain.
DAFTAR PUSTAKA
Akmal, Azhari Tarigan. et.al. 2013 .Pedoman Pemilihan Proposal dan Skripsi Ekonomi Islam. Medan: Wal Ashri Publishing.
Bawono,Anton. 2006 Multivariate Analysis dengan SPSS.Salatiga: STAIN Salatiga Press
Fikri, K., & Sudrajat, U. 2019. Pengaruh Pengetahuan Ekonomi Dan Pendapatan Terhadap Konsumsi Mahasiswa. Eko dan Bisnis:
Riau Economic and Business Review, 10(3), 333-338.
Ghozali,Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.Semarang: Undip.
Ikhsan,Arfan dan Misri (ed.). 2012 . Metodologi Penelitian untuk Manajemen, Akuntansi dan Bisnis. Bandung: Citapustaka Media Perintis.
Iskandar, R., Nainggolan, S., & Kernalis, E. 2018 . Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keuntungan Usahatani Kelapa Sawit (Swadaya Murni) di Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi.
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis, 21(1), 7-7.
Kamal. 1998. Pendapatan Dalam Perusahaan. Jakarta:Erlangga.
Mawardati,M. 2015 .Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Pinang Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Agrisep, 16(1), 61-65.
M. Tuanakotta. Theodorus . 2002 . Teori akuntansi. Jakarta:FE UI.
Nafaria Muhammad. 2007. Penganggaran Perusahaan.Jakarta:Salemba Empat.
Niswonger.2006. Prinsip-Prinsip Akuntansi. Edisi ke Sembilanbelas.
Diterjemahkan oleh Alfonsus sirait, Helda Gunawan. Erlangga.
Jakarta.
ROSMIYATI, Vina. PENGARUH MODAL, LUAS LAHAN, DAN HARGA JUAL TERHADAP PENDAPATAN PETANI NANAS (Studi Pada Petani Nanas Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang). 2019. Phd Thesis.
IAIN Purwokerto.
Samuelson, P. A., & William, D. N. 2003 . Ilmu Mikro Ekonomi (Terjemahan).
Sadono, S. 2002 . Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Sitanggang, Aria Sempurna, Et Al. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Kopi Arabika (Coffea Arabica) Di Desa Beganding Kecamatan Simpangempat Kabupaten Karo. 2019. Phd Thesis.
Universitas Quality.
SIANTURI, Roy Asido; GINTING, Rahmanta; SUPRIANA, Tavi. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan serta persepsi nelayan terhadap program peningkatan pendapatan nelayan oleh Pemerintah (studi kasus:
Kelurahan Bagan Deli, Kec. Medan Belawan, Kota Madya Medan). Journal of Agriculture and Agribusiness Socioeconomics, 2016, 4.11: 94725.
Suparmoko.2000. Pengantar Ekonomi Mikro. Yogyakarta BPFE.
Suliyanto.2003.Ekonometrika Terapan.Yogyakarta.
Supanggat, Andi. 2007. Statistika dalam Pengkajian Deskriptif, Inferensi dan Non- Parametrik, Jakarta: Prenada Media Group.
Yuroh, F., & Maesaroh, I. 2018. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Pendapatan dan Produktivitas Agroindustri Gula Kelapa di Kabupaten Pangandaran. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribinis, 4(2), 254-273.
L A M P I R A N
LAMPIRAN 1 : Kuesioner Penelitian
KUESIONER PENELITIAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN EKONOMI INDUSTRI KECIL KELAPA SAWIT (Desa Waepute Kec. Topoyo Kab.
Mamuju Tengah)
Responden yang terhormat,
Saya atas nama Ismail wahyudi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Pembangunan, mengharap kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner ini, guna membantu menyelesaikan penelitian saya tentang FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN EKONOMI INDUSTRI KECIL KELAPA SAWIT (Desa Waepute Kec. Topoyo Kab. Mamuju Tengah). Atas waktu yang digunakan saya ucapkan terima kasih.
A. Identitas responden B. Cara pengisian kuesioner
a. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberikan tanda check list (√) sesuai petunjuk berikut ini:
Skor 5 : Sangat Setuju (SS) Skor 4 : Setuju (S)
Skor 3 : Netral (N)
Skor 2 : Tidak Setuju (TS)
Skor 1 : Sangat Tidak Setuju (STS) b. Setiap pertanyaan hanya memiliki satu jawaban saja c. Mohon memberi jawaban yang sebenar-benarnya
No
Pertanyaan Jawaban
Modal (X1) SS S N TS STS
1
Modal sangat berperan pentimg dalam mendirikan atau menjalankan sebuah Pertanian
2
Modal yang di gunakan untuk melakukan penanaman kelapa sawit lebih dari satu sumber
3 Modal digunakan untuk membeli bibit, pupuk, penyewaan peralatan dan biaya penyewaan peralatan pertanian
4 Pembelian pupuk membutuhkan dana yang besar, sehingga harus
menyisikhkan uang setiap masa panen 5 Biaya perawatan membutuhkan modal
besar, sehingga harus menyisikhkan uang setiap masa panen
Luas lahan (X2) SS S N TS STS
1 Apakah luas lahan berperan penting dalam peningkatan hasil produksi 2 Apakah jarak penanaman kelapa sawit
berpengaruh dengan hasil panen 3 Apakah jenis tanah berpengaruh
dengan pemilihan pupuk
4 Apakah pemilihan bibit berpengaruh dengan hasil panen
5 Ketidak cocokan jenis tanah dan jenis tanaman akan berpengaruh besar pada pertumbuhan tanaman
Harga (X3) SS S N TS STS
1 apakah kelapa sawit selalu mengalami perubahan harga setiap bulannya 2 Apakah kenaikan harga kelapa sawit
berpengaruh besar terhadap tingkat kesejahteraan bapak
3 Apakah penurunan harga kelapa sawit berpengaruh besar terhadap tingkat kesejahteraan bapak
4 Apakah harga kelapa sawit berpengaruh dengan jarak yang ditempuh untuk penjualan kelapa sawit
5 Penentuan harga di pengaruhi oleh ku alitas/mutu TBS
Pendapatan (Y) SS S N TS STS
1 Apakah cuaca mempengaruhi hasil produksi dan nilai produksinya 2 Tenaga kerja juga berpengaruh
terhadap pendapatan petani (produksi dan nilai produksinya)
3 Apakah pendapatan dari hasil kelapa sawit memenuhi kebutuhan sehari-hari 4 Apakah hasil kelapa sawit menjadi
pendapatan utama anda
5 Pendapatan produksi kelapa sawit sangat membantu meningkatkan perekonomian
Wawancara Peneltian Pertanyaan :
1. Berapa luas lahan yang bapak miliki ditanami kelapa sawit ? 2. Berapa pohon per hektarnya kelapa sawit yang bapak tanami?
3. Dari sekian luas tanaman kelapa sawit bapak, berapa hektar yang telah 4. Menghasilkan
5. Dalam sebulan berapa kali bapak memanen kelapa sawit ?
6. Dalam sebulan berapa hasil produksi yang bapak terima dari hasil panen kelapa Sawit?
7. Berapa hasil produksi kelapa sawit yang di miliki dalam satu kali panen dari keseluruhan luas kebun yang di miliki ?
8. Hasil produksi kelapa sawit tersebut kemana bapak menjualnya?
9. Apakah bapak menggunakan tenaga kerja didalam mengelola perkebunan kelapa sawit?
10. Berapa upah per hari nya yang bapak berikan kepada tenaga kerja yang mengelola perkebunan kelapa sawit?
11. Untuk mengerjakan lahan perkebunan tersebut, dari mana bapak memperoleh modal
Lampiran 2 : Tabulasi Data
No Res.
MODAL LUAS LAHAN HARGA SAWIT PENDAPATAN
(X1) (X2) (X3) (Y)
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 1 5 5 4 4 5
1 5 4 5 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 3 4 5 4 4 5
39 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 5 4 5 3 1 5 5 4 4 5
77 5 5 5 2 2 4 4 4 4 4 4 4 5 4 2 5 5 5 5 5
78 5 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 3 2 4 4 3 5 5 4 3
79 5 4 4 4 3 5 4 2 5 4 4 4 5 2 3 4 4 4 5 5
80 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 2 4 4 5 3 5 5 5 3 5
81 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 5 5 5 5 5
82 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 4 5 4 3 4 3
83 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 3 5 5 5 3 4
84 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 3 3 3 4 5 4 3
Lampiran 3 : Hasil Olah Data
Correlations
X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 Total_X1
X1.1
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
Total_X2
Pearson Correlation .766** .930** .861** .779** .687** 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000
N 84 84 84 84 84 84
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Correlations
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
Y.1 Y.2 Y.3 Y.4 Y.5 Total_Y
Y.1
Pearson Correlation 1 .438** .172 .300** .438** .648**
Sig. (2-tailed) .000 .117 .005 .000 .000
N 84 84 84 84 84 84
Y.2
Pearson Correlation .438** 1 .507** .416** .359** .796**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .001 .000
N 84 84 84 84 84 84
Y.3
Pearson Correlation .172 .507** 1 .495** .197 .716**
Sig. (2-tailed) .117 .000 .000 .072 .000
N 84 84 84 84 84 84
Y.4
Pearson Correlation .300** .416** .495** 1 .250* .715**
Sig. (2-tailed) .005 .000 .000 .022 .000
N 84 84 84 84 84 84
Y.5
Pearson Correlation .438** .359** .197 .250* 1 .602**
Sig. (2-tailed) .000 .001 .072 .022 .000
N 84 84 84 84 84 84
Total_Y
Pearson Correlation .648** .796** .716** .715** .602** 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000
N 84 84 84 84 84 84
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Reliability
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
/VARIABLES=X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL
/MODEL=ALPHA.
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
/VARIABLES=X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL
/MODEL=ALPHA.
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA.
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
a. Dependent Variable: Y
b. All requested variables entered.
Regression
a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1 b. Dependent Variable: Y
ANOVAa
a. Dependent Variable: Y
b. Predictors: (Constant), X3, X2, X1
Coefficientsa
a. Dependent Variable: Y
Residuals Statisticsa
a. Dependent Variable: Y
REGRESSION
/MISSING LISTWISE
/STATISTICS COEFF OUTS CHANGE /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN
/DEPENDENT Y
/METHOD=ENTER X1 X2 X3
/SCATTERPLOT=(*SRESID ,*ZPRED)
/RESIDUALS DURBIN HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID).
Correlations
a. Dependent Variable: Y
b. All requested variables entered.
Model Summaryb
Model Change Statistics
Durbin-Watson
a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1 b. Dependent Variable: Y
Coefficientsa
a. Dependent Variable: Y
Residuals Statisticsa
a. Dependent Variable: Y
Charts
REGRESSION
/MISSING LISTWISE
/STATISTICS COEFF OUTS COLLIN TOL CHANGE ZPP /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10)
/NOORIGIN /DEPENDENT Y
/METHOD=ENTER X1 X2 X3
/SCATTERPLOT=(*SRESID ,*ZPRED)
/RESIDUALS DURBIN HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID).
Regression
a. Dependent Variable: Y
b. All requested variables entered.
Model Summaryb
Model Change Statistics
Durbin-Watson
a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1 b. Dependent Variable: Y
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig. Correlations Collinearity Statistics
B Std. Error Beta
a. Dependent Variable: Y
Collinearity Diagnosticsa Model Dimension Eigenvalue Condition
Index
a. Dependent Variable: Y
Residuals Statisticsa
a. Dependent Variable: Y
Lampiran 4 : Dokumentasi
DOKUMENTASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
MAKASSAR FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
Nomor : 1062/05/C.4-II/II/42/2021 Makassar, Rabu,
03 februari 2021 M Lamp. : -
H a l : Permohonan Izin Penelitian
Kepada Yth.
UD. PUTRA MANDIRI di-
Tempat
Dengan hormat,
Dalam rangka proses penelitian dan penulisan skripsi mahasiswa di bawah ini : N a m a : Ismail Wahyudi
Stambuk 107511118016
Jurusan : EKONOMI PEMBANGUNAN
Judul Penelitian : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN EKONOMI INDUSTRI KECIL KELAPA SAWIT DESA WAEPUTE KECAMATAN TOPOYO KABUPATEN MAMUJU TENGAH
Dimohon kiranya mahasiswa tersebut dapat diberikan izin untuk melakukan penelitian sesuai tempat mahasiswa tersebut melakukan penelitan.
Demikian permohonan kami, atas perhatian dan bantuannya diucapkan
terima kasih.
Tembusan :
1. Rektor Unismuh Makassar
2. Ketua Jurusan
3. Mahasiswa Ybs.
4. Arsip
Jl. Sultan Alauddin No.259 HP. 085230309264 Telp. 0411-866972 Fax. 0411-865588 Makassar 90221 Menara Iqra Lantai 7 Kampus Talasalapang Makassar - Sulawesi Selatan
BIOGRAFI PENULIS
Ismail Wahyudi lahir di Mamuju 12 April 1997 dari pasangan suami istri Bapak Nasuki dan Ibu Hani.
Merupakan anak ketiga dari 3 bersaudara. Peneliti sekarang bertempat tinggal di jalan Mamoa Raya no 5b.
Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Pendidikan yang telah ditempuh oleh penulis yaitu Sekolah Dasar Inpres Waeputeh pada tahun 2010, MTs Miftahul Ulum Toabo lulus pada tahun 2013, SMA Negri 1 Topoyo lulus pada tahun 2016. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Universitas Muhammadiyah Makassar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Ekonomi Pembangunan terhitung mulai tahun 2016 - 2022.