• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

5.1.3 Uji Asumsi Klasik

Dari data yang diperoleh, maka didapatkan hasil penelitian tentang pengaruh Earning per Share (EPS) Price Earning Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), dan Debt to Total Asset (DTA) terhadap harga saham pada Perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut:

5.1.3.1 Uji Normalitas Data

Pengujian normalitas data penelitian adalah untuk menguji apakah dalam model statistik variabel-variabel penelitian berdistribusi normal atau tidak normal. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Untuk menguji apakah distribusi normal atau tidak, salah satunya dengan

menggunakan analisis grafik. Cara yang paling sederhana adalah dengan melihat histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati normal. Seperti dijelaskan pada gambar berikut ini:

Histogram

Dependent Variable : Harga Saham

Gambar 5.1 Grafik Histogram Sumber: Data Primer yang diolah

Dengan melihat tampilan grafik histogram dapat disimpulkan bahwa grafik histogram memberikan pola distribusi yang mendekati normal. Namun demikian dengan hanya melihat histogram, hal ini dapat memberikan hasil yang meragukan khususnya untuk sampel kecil. Metode yang handal adalah dengan melihat normal probability plot, dimana pada grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar disekitar diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal, sebagaimana ditampilkan pada gambar 5.2 berikut:

Gambar 5.2 Grafik Normal Plot Sumber: Data Primer, 2009 (diolah)

Berdasarkan grafik histogram dan grafik normal plot, menunjukkan bahwa model regresi yang layak dipakai dalam penelitian ini karena memenuhi asumsi normalitas. Untuk menentukan data dengan uji Kolmogrov-Smirnov, nilai signifikansi harus diatas 0,050 atau 5% (Imam Ghozali, 2002:53).

Observed Cum Prob

1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0

Expected Cum Prob

1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Harga saham

Tabel 5.8 Kolmogrov-Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

EPS PER PBV DTA

HARGA SAHAM

N 30 30 30 30 30

Normal Parameters(a,b) Mean 721.647 .077 .0793 .4051 .2505

Std. Deviation 1332.07680 .04712 .07646 .17534 .620773 1 Most Extreme Differences Absolute .312 .115 .148 .078 .100 Positive .312 .115 .148 .078 .97 Negative -.275 -.078 -.101 -.056 -.100 Kolmogorov-Smirnov Z 1.461 1.095 1.323 .741 .945

Asymp. Sig. (2-tailed)

.061 .182 .069 .642 .334

a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

Dari hasil pengujian sebagaimana yang ditunjukkan pada Tabel 5.6 untuk variabel Earning per share (EPS) mempunyai koefisien Kolmogorov-Smirnov sebesar 1,461 dengan nilai Sig. 0,061 > 0,05. Variabel Price Earning Ratio (PER) mempunyai koefisien Kolmogorov-Smirnov sebesar 1,095 dengan nilai Sig. 0,182 > 0,05. Variabel Price to Book Value (PBV) mempunyai koefisien Kolmogorov-Smirnov sebesar 1,323 dengan nilai Sig. 0,069 > 0,05. Variabel Debt to Total Asset (DTA) mempunyai koefisien Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,741 dengan nilai Sig. 0,642 > 0,05. variabel Harga Saham mempunyai koefisien Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,945 dengan nilai Sig. 0,334 > 0,05. Dari hasil pengujian ini menunjukkan semua variabel mempunyai nilai Sig. pada pengujian dua sisi lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data-data yang digunakan dalam variabel penelitian terdistribusi normal dan memenuhi uji normalitas data.

5.1.3.2 Uji Multikolinearitas

Untuk mendeteksi ada tidaknya gejala multikolinearitas antar variabel independent digunakan variance inflation factor (VIF). Berdasar hasil dari masing-masing variabel independent dapat dilihat pada Tabel 5.8 berikut:

Tabel 5.9 Hasil perhitungan VIF Coefficients(a)

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF 1 (Constant) EPS .850 1.177 PER PBV .141 .873 7.103 1.146 DTA .142 7.021

a Dependent Variable: Harga saham

Sumber: Data Primer yang diolah

Berdasarkan Tabel 5.8 tidak terdapat satu variabel yang mempunyai nilai VIF > 10, artinya keempat variabel independent tersebut tidak terdapat hubungan multikolinearitas dan dapat digunakan untuk memprediksi harga saham selama periode pengamatan (2003- 2007). Berdasarkan Tabel 5.8 menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan multikolinearitas pada variabel EPS, PER, PBV, dan DTA karena nilai VIF > 10,00.

5.1.3.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam modelregresi terjadi ketidaksamaan varience dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan cara

melihat grafik scatterplot. Berdasarkan Gambar 5.3, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitan. Hal ini berdasarkan gambar grafik dimana titik-titik yang ada dalam grafik tidak membentuk pola tertentu yang jelas dan titik-titik tersebut tersebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y.

Sc a t t e rplot

De pe nde nt va ria ble : H a rga Sa ha m

Gambar 5.3 Grafik scatterplot Sumber: Data Primer, 2009 (diolah)

5.1.3.4 Hasil Uji Autokorelasi

Penyimpangan autokorelasi dalam penelitian diuji dengan uji Durbin-Watson (DW-test). Hasil regresi dengan level of significance 0.05 (α=0.05)

dengan sejumlah variabel independent (k = 4) dan banyaknya data (n = 30). Berdasarkan output SPSS 12.00, maka hasil uji autokorelasi pada Tabel 5.9 sebagai berikut:

Tabel 5. 10 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of

the Estimate Durbin-Watson 1 .562ª .315 .266 0.0258870 1.888 a Predictors: (Constant), EPS, PER, PBV, DTA

b. Dependent Variabel ; Harga saham

Sumber : Data Primer yang diolah

Pengambilan keputusan ada atau tidaknya autokorelasi berdasarkan tabel autokorelasi yang menyebutkan bahwa nilai Uji Dw = 1,888 berada di daerah tidak ada autokorelasi (1,69 sampai 2,31) sehingga dapat disimpulkan bahwa pada persamaan regresi tersebut tidak terdapat autokorelasi.

5.1.4 Uji Hipotesis

Penelitian ini menguji hipotesis-hipotesis dengan menggunakan metode analisis regrei berganda (multiple regression). Metode regresi berganda menghubungkan satu variabel dependent dengan beberapa variabel independent dalam suatu model prediktif tunggal. Adapun untuk menguji signifikan tidaknya hipotesis tersebut digunakan Uji F dan Uji t.

5.1.4.1Uji Simultan (Uji F statistik)

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama variabel bebas terhadap variabel terikat dilakukan uji F. Uji F dapat dicari dengan membandingkan hasil dari probabilitas value. Jika probabilitas > 0,05 maka Ha ditolak dan jika probabilitas < 0,05 maka Ha diterima.

Tabel 5.7 Hasil Perhitungan ANOVA Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,562(a) ,315 ,266 ,02258870

Sumber: Data Primer yang diolah

Dari Tabel diatas, maka dapat dilihat probabilitas value dalam penelitian ini yaitu sebesar 0,000 yang berarti angka ini jauh berada di bawah angka 0,05 maka Ha diterima. Kesimpulan yang dapat diambil adalah Earning per Share (EPS) Price Earning Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), dan Debt to Total Asset (DTA) secara bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham.

5.1.4.2 Uji Parsial (Uji t)

Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu antara Earning Per Share terhadap harga saham, Price Earning Ratio terhadap harga saham, Price to Book Value terhadap harga saham, Debt to Total Assets terhadap harga saham, dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap koefisien regresi yaitu dengan uji t.

ANOVAb 1.995 4 .665 6.376 .000a 5.085 25 .081 7.080 29 Regression Residual Total Model 1 Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Constant), EPS, PER, PBV, DTA a.

Tabel 5.6 Hasil Perhitungan Regresi Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .053 .012 4.415 ,000 EPS .000 .000 .330 3.432 ,001 PER -.023 .009 -.612 -2.450 ,016 PBV .111 .062 .203 1.748 ,044 DTA -.124 .042 -.719 -2.984 ,004

a Dependent Variable: Harga Saham

Sumber: Data Primer yang diolah

Berdasarkan hasil analisis regresi pada table diatas, maka pengujian koefisien regresinya adalah:

a. Pengujian koefisien regresi Earning Per Share (b1)

Dari Tabel 5.6 dapat dilihat bahwa probabilitas value sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari Earning Per Share terhadap harga saham, yang berarti bahwa variasi perubahan nilai variabel independent dapat menjelaskan variabel dependent maka Ha diterima dan Ho ditolak.

b. Pengujian koefisien regresi Price earning Ratio (b2)

Dari Tabel 5.6 dapat dilihat bahwa probabilitas value sebesar 0,016 lebih kecil dari 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Price Earning Ratio terhadap harga saham, yang berarti bahwa variasi perubahan nilai variabel independent dapat menjelaskan variabel dependent maka Ha diterima dan Ho ditolak.

c. Pengujian koefisien regresi Price to Book Value (b3)

Dari Tabel 5.6 dapat dilihat bahwa probabilitas value sebesar 0,044 lebih kecil dari 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Price to Book Value terhadap harga saham, yang berarti bahwa variasi perubahan nilai variabel independent dapat menjelaskan variabel dependent maka Ha diterima dan Ho ditolak.

d. Pengujian koefisien regresi Debt to Total Assets (b4)

Dari Tabel 5.6 dapat dilihat bahwa probabilitas value sebesar 0,004 lebih kecil dari 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Debt to Total Assets terhadap harga saham, yang berarti bahwa variasi perubahan nilai variabel independent dapat menjelaskan variabel dependent maka Ha diterima dan Ho ditolak

Dokumen terkait