• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

F. Hasil dan Pembahasan 1.Deskripsi Data

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji normalitas

Pengujian normalitas bertujuan untuk menguji sebaran data pada variabel independen yaitu peran dan tanggung jawab auditor intern, dan variabel dependen yaitu pencegahan tindakan kecurangan dalam sebuah model regresi terdistribusi secara normal atau tidak yaitu distribusi data dengan bentuk lonceng (bell shaped). Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test (k-s). Pedoman suatu model dikatakan terdistribusi normal jika distribusi data tersebut tidak miring ke kiri atau ke kanan (Santoso, 2004:312) dengan dasar pengambilan keputusan jika probabilitas probabilitasnya > 0.05 maka data terdistribusi secara normal dan jika probabilitas < 0.05 maka data tidak terdistribusi secara normal.

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 34 34 34 97,26 47,26 48,00 7,794 6,012 4,780 ,198 ,210 ,206 ,198 ,210 ,206 -,123 -,166 -,176 1,153 1,224 1,200 ,140 ,100 ,112 N Mean Std. Deviation

Normal Parametersa,b

Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

Total_PAI Total_TA Total_TK

Test distribution is Normal. a.

Calculated from data. b.

Dari hasil pengujian normalitas terlihat bahwa taraf signifikansi peran, tanggung jawab auditor intern dan pencegahan tindakan kecurangan masing-masing sebesar 0.140, 0.100 dan 0.112, angka-angka tersebut lebih besar dari 0.05. Hal ini berarti hipotesis nol diterima atau variabel terdistribusi secara normal, begitu juga dengan nilai K-S variabel peran, tanggung jawab auditor intern dan pencegahan tindakan kecurangan terdistribusi secara normal. Jika pengujian menggunakan grafik adalah sebagai berikut:

lxxix

Grafik Normalitas Variabel Peran Auditor Intern

80 90 100 110 Total_PAI 0 2 4 6 8 10 12 Freq uency Mean = 97.26 Std. Dev. = 7.794 N = 34

Hasil tampilan grafik 4.1 menunjukkan bahwa variabel peran auditor intern terdistribusi secara normal (tidak miring ke kiri dan tidak miring ke kanan)

Gambar 4. 2

Grafik Normalitas Variabel Tanggung Jawab Auditor Intern

35 40 45 50 55 60 Total_TA 0 3 6 9 12 15 Freq uency Mean = 47.26 Std. Dev. = 6.012 N = 34

Hasil tampilan grafik 4.2 menunjukkan bahwa variabel tanggung jawab auditor intern terdistribusi secara normal (tidak miring ke kiri dan tidak miring ke kanan)

lxxxi

Gambar 4. 3

Grafik Normalitas Variabel Pencegahan Tindakan Kecurangan

40 45 50 55 60 Total_TK 0 2 4 6 8 10 12 14 Frequency Mean = 48 Std. Dev. = 4.78 N = 34

Hasil tampilan grafik 4.3 menunjukkan bahwa variabel pencegahan tindakan kecurangan terdistribusi secara normal (tidak miring ke kiri dan tidak miring ke kanan)

b. Heteroskedastisitas

Gambar Scatterplot dibawah ini merupakan hasil uji heteroskedastisitas untuk variabel independen yaitu peran auditor intern dan tanggung jawab auditor intern, dan variabel dependen yaitu pencegahan tindakan kecurangan. Berdasarkan hasil uji tersebut menunjukkan bahwa titik-titik data menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola, baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian ini memenuhi asumsi homoskedastisitas.

Gambar 4.4

-2 -1 0 1 2 3

Regression Standardized Predicted Value -4 -2 0 2 4 Re gr es

sion Studentized Resi

dual

Dependent Variable: Total_TK Scatterplot

lxxxiii c. Multikoliniearitas

Deteksi terhadap multikoliniearitas dapat dilihat dari Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance (TOL).

Tabel 4. 15 Multikoliniearitas

Collinearity Statistics Model

Tolerance VIF 1 Total_ Peran Auditor ,436 2,296 Total_Tanggung Jawab ,436 2,296 a Dependent Variable: Total_Pencegahan Tindakan Kecurangan Sumber: Data diolah

Dari tabel 4.15 menunjukkan bahwa nilai VIF adalah 2.296 dan

tolerance 0.436, dapat diambil kesimpulan bahwa model regresi ini bebas multikoliniearitas atau tidak ditemukan adanya korelasi antar variable peran dan tanggung jawab auditor intern. Hal ini menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan peran auditor intern tidak memiliki pengaruh atau hubungan terhadap besar kecilnya tanggung jawab auditor intern (Stanislaus: 2006).

3. Uji Hipotesis

a. Uji t (uji parsial)

Tabel 4. 16 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Model B Std. Error Beta 1 (Constant) 5,561 7,032 ,791 ,435 Total_Peran Auditor ,332 ,107 0.541 3,089 ,004 Total_Tanggung Jawab ,215 ,139 0.271 1,545 ,132

a Dependent Variable: Total _Pencegahan Tindakan Kecurangan Sumber: Data primer yang diolah

Uji secara parsial (individual) dari hasil pengolahan data program SPSS 12 ditunjukan pada tabel Coefficientsa, dasar pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak hipotesis tiap variabel independen adalah sebagai berikut:

1) Jika nilai probabilitas sig lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas 0.05 atau (sig < 0.05), maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya signifikan (terdapat pengaruh yang nyata).

2) Jika nilai probabilitas sig lebih besar dari nilai probabilitas 0.05 atau (sig > 0.05), maka Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak signifikan (tidak terdapat pengaruh yang nyata).

a) Hipotesis yang akan diuji untuk variabel peran auditor intern (X1) akan dirumuskan sebagai berikut:

Ha 1 = Peran auditor intern berpengaruh terhadap pencegahan tindakan kecurangan.

Ho1 = Peran auditor intern tidak berpengaruh terhadap pencegahan tindakan kecurangan.

Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.16 dapat diketahui bahwa variabel peran auditor intern memiliki sig 0.004 kemudian dibandingkan dengan probabilitas 0.05. Ternyata nilai probabilitas sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0.05 atau (0.004 < 0.05) maka antara peran auditor intern berpengaruh terhadap pencegahan tindakan kecurangan sebesar 0.541 atau 54.1%.

lxxxv

Penelitian ini konsisten dengan penelitian H. Mohamad Iqbal (2003) yang menyatakan bahwa peran auditor intern berpengaruh secara signifikan dalam mendeteksi kecurangan, auditor intern berperan memperbaiki keefektifan sistem pengendalian intern yang lemah serta mengawasi ketaatan prosedur atau kebjakan yang berlaku di dalam perusahaan untuk mencegah suatu tindakan kecurangan.

Hipotesis yang akan diuji untuk variabel tanggung jawab auditor intern (X2) akan dirumuskan sebagai berikut:

Ha2 = Tanggung jawab auditor intern berpengaruh terhadap pencegahan tindakan kecurangan.

Ho2= Tanggung jawab auditor intern tidak berpengaruh terhadap pencegahan tindakan kecurangan

Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas dapat diketahui bahwa variabel tanggung jawab auditor intern memiliki sig 0.132, ini berarti nilai probabilitas sig lebih besar dari nilai probabilitas 0.05 atau (0.132 > 0.05) maka tanggung jawab auditor intern tidak berpengaruh terhadap pencegahan tindakan kecurangan.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa, dalam prakteknya peranan auditor intern yang paling menentukan dalam mencegah adanya suatu tindakan kecurangan. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan bahwa peran auditor intern memiliki pengaruh sebesar 54.1% terhadap pencegahan tindakan kecurangan dirasa sangat wajar. Karena peranan auditor intern di dalam perusahaan adalah memberikan informasi yang diperlukan manajer,

mengelola risiko dan mengevaluasi sistem control yang ada pada lini bisnis. Dalam prakteknya rancangan audit mengenai pelaksanaan sistem pengendalian intern, menyusun kebijakan, prosedur, dan program audit serta penentuan risiko tidak hanya dibuat oleh auditor intern tetapi rancangan audit tersebut yang telah di-review oleh Komite audit dan disetujui oleh Dewan komisaris serta Direksi, tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh entitas perusahaan, oleh karena itu adanya kemungkinan auditor intern kurang setuju terhadap tanggung jawab yang dibebankan sepenuhnya oleh auditor intern apabila terjadinya tindakan kecurangan.

Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya bahwa pencegahan tindakan kecurangan merupakan serangkaian prosedur dan pelaksanaan pemeriksaan yang digunakan untuk merencanakan, mengindentifikasikan, mengukur, memantau dan mengendalikan sistem intern yang lemah yang timbul dari kegiatan operasional. Sehingga pada tahap pelaksanaannya tidak dipengaruhi oleh variabel tanggung jawab audtor internal, karena dalam penelitian Magnaz Lestira Oktaroza (2003) mengemukakan secara eksplisit bahwa terdapat perbedaan persepsi para pemakai laporan keuangan dalam melihat besarnya pengaruh tanggung jawab auditor terhadap pendeteksian dan pengungkapan kecurangan, dan bukan pula menjadi sebuah tanggung jawab sepenuhnya terhadap terjadinya suatu tindakan kecurangan akan tetapi auditor intern lebih bersifat membantu pencegahan tindakan kecurangan, karena dalam penelitian Yogi (2003) mengemukakan bahwa tidak ada standar formal yang ditetapkan untuk

lxxxvii

menentukan tanggung jawab seorang auditor intern untuk mencegah dan mendeteksi terjadinya kecurangan.

Namun bukan berarti tanggung jawab auditor intern tidak berpengaruh sama sekali dalam penelitian ini, terutama dengan pencegahan tindakan kecurangan, karena peneliti menggunakan sub variabel tanggung jawab auditor intern yang disarikan dari berbagai literatur dalam penyusunan kuesioner sehingga kemungkinannya adalah bahwa untuk melihat pengaruh antara tanggung jawab auditor intern dengan pencegahan tindakan kecurangan ada sub variabel yang tidak dapat mencakup dalam penelitian ini.

b. Uji F (uji simultan)

Tabel 4. 17

ANOVAb

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 441,702 2 220,851 21,923 ,000a

Residual 312,298 31 10,074

Total 754,000 33

a Predictors: (Constant), Peran_Auditor, Tanggung Jawab_Auditor b Dependent Variable: Pencegahan_Tindakan Kecurangan sumber: Data Primer yang diolah

Dasar pengambilan keputusan untuk uji simultan antara variabel X dan Y adalah sebagai berikut:

1) Jika nilai probabilitas sig lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas 0.05 atau (sig < 0.05), maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya signifikan (terdapat pengaruh yang nyata).

2) Jika nilai probabilitas sig lebih besar dari nilai probabilitas 0.05 atau (sig > 0.05), maka Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak signifikan (tidak terdapat pengaruh yang nyata).

Hipotesis untuk uji simultan akan dirumuskan seperti dibawah ini: Ha3 = Peran dan tanggung jawab auditor intern berpengaruh secara

simultan terhadap pencegahan tindakan kecurangan.

Ho3 = Peran dan tanggung jawab auditor intern tidak berpengaruh secara simultan terhadap pencegahan tindakan kecurangan.

Hasil analisis pada tabel ANOVAb diatas diperoleh F sebesar 21.923 dengan nilai probabilitas (sig) sebesar 0.000 ini berarti nilai probabilitas signifikan lebih kecil dari nilai probabilitas 0.05 atau (0.000 < 0.05). Maka terdapat pengaruh secara simultan antara peran dan tanggung jawab auditor intern terhadap pencegahan tindakan kecurangan.

Penelitian ini konsisten dengan penelitian H. Mohamad Iqbal (2003) tentang peran dan tanggung jawab auditor intern dalam mendeteksi kecurangan yang menyatakan bahwa peranan auditor intern sangat penting dalam menelaah dan menguji sistem pengendalian intern yang lemah untuk mencapai tujuan perusahaan yang ingin dicapai.

c. Uji R2 (koefisien determinasi)

Tabel 4. 18

lxxxix Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,765(a) ,586 ,559 3,174

a Predictors: (Constant), Total_TA, Total_PAI b Dependent Variable: Total_TK

Sumber: Data diolah

Karena jumlah variabel independen tidak lebih dari dua, maka peneliti menggunakan R2 (koefisien determinasi) dan bukan Adjusted R2 (Singgih Santoso, 2004). Berdasarkan tabel Model Summaryb diatas diperoleh hasil bahwa R2 0.586, jika disajikan persentasenya adalah sebesar 58.6 %. Angka tersebut mempunyai maksud bahwa variabel peran dan tanggung jawab auditor intern secara bersama dapat menjelaskan sebesar 58.6 % variabel pencegahan tindakan kecurangan. Adapun sisanya sebesar 41.4% (100%-58.6%) dipengaruhi oleh variabel lain seperti profesionalisme, pertimbangan auditor, keahlian serta pengetahuan sistem teknologi seorang auditor intern dalam mencegah kecurangan yang tidak termasuk dalam analisa regresi ini.

Hal ini menunjukkan bahwa peran dan tanggung jawab auditor intern dapat memberikan pengaruh positif terhadap pencegahan tindakan kecurangan. Standard Error of Estimate (SEE) adalah sebesar 3.174 semakin kecil SEE akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel dependen.

BAB V PENUTUP

D. Kesimpulan

1. Peran auditor intern (variabel X1) yang diukur oleh pencegahan tindakan kecurangan (variabel Y) memiliki sig 0.004 ini berarti nilai probabilitas sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0.05. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, hipotesis penelitian yang menyatakan peran auditor intern berpengaruh terhadap pencegahan tindakan kecurangan dapat diterima yaitu sebesar 0.541 atau 54.1%.

2. tanggung jawab auditor intern (variabel X2) yang diukur oleh pencegahan tindakan kecurangan (variabel Y) memiliki sig 0.132 ini berarti nilai probabilitas sig lebih besar dari nilai probabilitas 0.05. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, hipotesis penelitian yang menyatakan tanggung jawab auditor intern berpengaruh terhadap pencegahan tindakan kecurangan ditolak.

3. Peran auditor intern (variabel X1) dan tanggung jawab auditor intern (variabel X2) secara simultan diperoleh F sebesar 21.923 dengan nilai probabilitas sig sebesar 0.000 ini berarti nilai probabilitas sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0.05. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, hipotesis penelitian yang menyatakan peran dan tanggung jawab auditor intern berpengaruh secara simultan terhadap pencegahan tindakan kecurangan diterima.

4. Untuk menentukan besar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen diperoleh hasil bahwa R2 0.586. Angka tersebut mempunyai maksud bahwa variabel peran dan tanggung jawab auditor intern secara bersama dapat

xci

menjelaskan sebesar 58.6% variabel pencegahan tindakan kecurangan. Adapun sisanya sebesar 41.4% (100%-58.6%) dipengaruhi oleh variabel lain.

E. Implikasi

Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan di atas, berikut ini akan diuraikan beberapa implikasi yang dianggap relevan dengan penelitian.

1. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan bahwa tanggung jawab auditor intern tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pencegahan tindakan kecurangan dapat diterima. Karena tanggung jawab auditor intrenal lebih cenderung kepada perancangan sistem pengendalian intern yang efektif dan terstruktur dalam lima komponen yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi komunikasi dan pengawasan, serta dengan melakukan pengujian kecukupan atau mengevaluasi seberapa jauh risiko yang potensial telah diidentifikasi dan sifatnya hanya membantu pencegahan kecurangan bukan menjadi tanggung jawab auditor intern sepenuhnya apabila terjadi suatu tindakan kecurangan.

2. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan bahwa peran auditor intern memiliki pengaruh sebesar 54.1% terhadap pencegahan tindakan kecurangan dirasa sangat wajar. Karena peranan auditor intern di dalam perusahaan adalah memberikan informasi yang diperlukan manajer, mengelola risiko dan mengevaluasi sistem control yang ada pada lini bisnis memiliki pengaruh atau kontribusi yang sangat besar terhadap pencegahan tindakan kecurangan serta

untuk meminimalisasikan risiko-risiko lainnya yang terjadi pada entitas bisnis. Karena dalam prakteknya, rancangan audit mengenai pelaksanaan sistem pengendalian intern, menyusun kebijakan, prosedur, dan program audit serta penentuan risiko tidak hanya dibuat oleh auditor intern tetapi rancangan audit tersebut yang telah di-review oleh Komite Audit dan disetujui oleh Dewan Komisaris serta Direksi, tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh entitas perusahaan.

3. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan bahwa peran dan tanggung jawab auditor intern secara simultan memiliki pengaruh terhadap pencegahan tindakan kecurangan sebesar 21.92% dirasa cukup baik. Karena dengan adanya peranan dan tanggung jawab auditor intern dapat mengamankan aktiva dari risiko terjadinya kecurangan, serta memperoleh laporan keuangan yang dapat diandalkan.

F. Saran

1. Agar pihak perusahaan lebih memperhatikan akan kesejahteraan pegawai dengan memberikan berbagai macam tunjangan yang dibutuhkan, serta adanya keterbukaan antara pimpinan dan pegawai sehingga pegawai merasa memiliki karena senantiasa diberikan perhatian yang lebih.

2. Pimpinan diupayakan agar menunjukkan keteladanannya dengan memberikan pencerahan berupa pembinaan mental atau moral hazard serta untuk mengembangkan kompetensinya dengan memberikan pendidikan atau pelatihan kepada pegawai yang membutuhkan dan berkompeten sehingga tidak

xciii

timbul adanya tekanan dan alasan pembenaran untuk melakukan suatu tindakan kecurangan.

3. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata auditor berpendidikan terakhir Sarjana S1 atau yang sederajat, ini ditunjukkan dengan angka 88.2%, berpendidikan Sarjana S2 5.92% dan hanya 2.9% berpendidikan akademi dan S3. Menurut peneliti tingkatan pendidikan tersebut dirasa cukup karena melihat kompleksnya tugas dan tanggung jawab yang menuntut kualilfikasi tinggi dari seorang auditor. Hal tersebut akan sejalan dengan hasil yang akan diberikan kepada perusahaan, bahwa semakin baik tingkat pengetahuan dan keahlian auditor maka akan memberikan pelaksanaan tugas yang baik pula. 4. Lamanya penelitian yang dilakukan ini disebabkan karena beberapa faktor, dan

faktor utama adalah sulitnya akses melakukan penelitian dengan objek auditor intern karena pada masing-masing perusahaan hanya memiliki auditor intern maksimal 5 orang. Oleh karenanya, bagi pihak lain yang ingin melakukan penelitian dengan objek auditor intern sebaiknya memilih perusahaan yang telah go public karena memiliki auditor intern dalam jumlah yang cukup banyak.

Dokumen terkait