HASIL PENELITIAN
5.1 Analisa Data Penelitian
5.1.3 Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah distribusi data normal atau tidak, salah satu cara melihat normalitas adalah melihat grafik histogram dan normal P-P Plot yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal (Ghozali, 2005:31). Metode pengujian normal tidaknya distribusi data dilakukan dengan melihat bentuk grafik histogram, jika grafik membentuk lonceng atau gunung maka distribusi normal. Sedangkan metode grafik normal P-P Plot dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual sebagai dasar pengambilan keputusan-keputusannya, jika menyebar sekitar garis dan mengikuti garis dan mengikuti garis diagonal maka residual pada model regresi tersebut terdistribusi secara normal.
Hasil output spss untuk uji normalitas dengan analisa grafik histogram dan berdasarkan grafik Normal P-P Plot adalah sebagai berikut:
46
Sumber: Data penelitian yang diolah, 2017 Grafik 5.1 Histogram
Dari grafik 5.1 histogram dapat diketahui bahwa grafik membentuk gunung atau lonceng. Dengan ini maka data residual terdistribusi seecara normal.
Sumber: Data penelitian yang diolah, 2017 Grafik 5.2 Normal P-P Plot
47
Dari grafik 5.2 normal P-P Plot dapat diketahui bahwa titik-titik menyebar sekitar garis dan mengikuti garis diagonal. Dengan ini maka data residual terdistribusi secara normal.
2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regrersi ditemukan adanya korelasi yang tinggi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi yang tinggi di antara variabel bebas. Metode pengujian yang biasa digunakan yaitu dengan melihat nilai inflation Factor (VIF) dan Tolerance lebih dari 0,1 maka model regresi bebas dari multikolinearitas.
Tabel 5.12 Uji Multikolinearitas
No Variabel Tolerance VIF Keterangan
1 Disiplin Kerja 0,918 1,090 Bebas Multikolinieritas 2 Motivasi Kerja 0,918 1,090 Bebas
Multikolinieritas Sumber: Data penelitian yang diolah, 2017
Berdasarkan hasil tabel 5.12 uji multikolineritas di atas bahwa nilai VIF kurang dari 10 dan nilai Tolerance lebih dari 0,1 untuk ketiga variabel maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi masalah multikolineritas.
3. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2005:105) uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance
48
residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Uji heteroskedastisitas dengan metode scatterplot yaitu dengan melihat pola titik-titik pada scatterplot regresi. Jika titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y mka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.
Grafik 5.3 Uji Heteroskedastisitas
Sumber: Data penelitian yang diolah, 2017
Hasil uji heteroskedastisitas dapat diketahui bahwa titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi.
49
4. Uji Linieritas
Uji linieritas merupakan uji prasyarat yang biasanya dilakukan jika akan melakukan analisis korelasi pearson atau regresi linier. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel secara signifikan mempunyai hubungan yang linear atau tidak. Untuk uji linieritas pada SPSS digunakan test for linearity dengan taraf signifikansi 0,05. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear bila nilai signifikansi 0,05 pada Deviation from Linearity lebih dari 0,05. Pendapat lain menyatakan juga jika signifikansi pada F Linearity kurang dari 0,05 maka hubungan ke dua variabel adalah linear.
Tabel 5.13
Uji Linieritas Disiplin Kerja dan Kinerja Karyawan
ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. Kinerja Karyaw an * Displin Kerja Between Groups (Combined) 1672.088 13 128.622 7.772 .000 Linearity 929.699 1 929.699 56.18 1 .000 Deviation from Linearity 742.389 12 61.866 3.738 .000 Within Groups 1522.450 92 16.548 Total 3194.538 105
Sumber: Data penelitian yang diolah, 2017
Dari tabel 5.13 uji linieritas disiplin kerja dan kinerja karyawan dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada Deviation from Linearity
50
sebesar 0,000. Karena signifikansi lebih dari 0,05 (0,000 < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel disiplin kerja dan kinerja karyawan terdapat hubungan yang linear. Dengan ini maka asumsi linearitas terpenuhi.
Tabel 5.14
Uji Linieritas Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan
ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. Kinerja Karyawan * Motivasi Kerja Between Groups (Combined) 1277.735 20 63.887 2.833 .000 Linearity 402.283 1 402.283 17.839 .000 Deviation from Linearity 875.452 19 46.076 2.043 .014 Within Groups 1916.803 85 22.551 Total 3194.538 105
Sumber: Data penelitian yang diolah, 2017
Dari tabel 5.14 uji linieritas motivasi kerja dan kinerja karyawan diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada Deviation from Linearity sebesar 0,014. Karena signifikansi kurang dari 0,05 (0,014 < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel motivasi kerja dan kinerja karyawan terdapat hubungan yang linear. Dengan ini maka asumsi linearitas terpenuhi.
5. Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan sebagai uji prasyarat jika akan melakukan uji Independent Samples T Test atau uji One Way Anova. Uji ini untuk
51
mengetahui apakah beberapa varian populasi data adalah sama atau berbeda. Jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari dua atau lebih kelompok data adalah sama.
Tabel 5.15
Uji Homogenitas Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, dan Kinerja Karyawan
Test of Homogeneity of Variances
Levene Statistic df1 df2 Sig.
Displin Kerja 7.508 18 85 .000
Motivasi Kerja .923 18 85 .554
Sumber: Data penelitian yang diolah, 2017
Dari hasil pengujian tabel 5.15 uji homogenitas dapat dilihat pada Teat of homogeneity of Variance. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa nilai signifikansi (sig) disiplin kerja sebesar 0,000 dan nilai signifikansi (sig) motivasi kerja sebesar (0,554). Karena variabel disiplin kerja nilai signifikansi dibawah dari 0,05 dan motivasi kerja nilai signifikansi diatas dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel mempunyai varian yang tidak sama.
6. Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi digunakan untuk menguji apakah model regresi ada korelasi antara residual pada periode t dengan residual pada periode sebelumnya (t-1). Model regresi yang baik adalah tidak adanya masalah autokorelasi. Metode pengujian yang sering digunakan adalah dengan uji Durbin-Watson (uji DW).
du < dw < 4 – du maka H0 diterima, artinya tidak terjadi autokorelasi.