• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Analisis Hasil Penelitian

4.2.2 Uji Asumsi Klasik .1 Uji Normalitas .1 Uji Normalitas

Uji Normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel independen, dan variabel dependen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji ini akan dideteksi melalui dua cara, yaitu analisis grafik (histogram dan Normal P-Plots) dan analisis statistik (Non-Parametrik Kolmogorov-Smirnov).

1. Analisis Grafik

Analisis grafik dilakukan dengan melihat grafik histogram dan grafik normal P-Plots berikut ini:

Sumber : Hasil Olahan SPSS 16.00, 2014 Gambar 4.1

Histogram Dependent Variabel

Pada gambar 4.1 di atas dapat disimpulkan bawa variabel tidak terdistribusi secara normal. Hal ini dikarenakan kurva histogram yang tidak memiliki keseimbangan ke kiri dan ke kanan atau berbentuk seperti lonceng.

Sumber: Hasil Olahan SPSS 16.00, 2014 Gambar 4.2

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Gambar 4.2 memperlihatkan garis normal probability plot dimana variabel tidak terdistribusi secara normal. Hal ini dikarenakan titik-titik penyebaran data menyebar jauh dari garis diagonal serta tidak mengikuti arah garis diagonal.

Menurut Erlina (2011) ada beberapa cara yang dapat digunakan mengatasi data yang tidak normal diantaranya:

1. Lakukan transformasi data ke bentuk lainnya. Pelanggaran asumsi normalitas biasanya disebabkan bentuknya menceng (skew), sehingga untuk mengubah bentuk yang menceng tersebut dapat mengubah nilai atau mentransformasikan nilai ke dalam bentuk logaritma natural.

2. Lakukan trimming. Trimming adalah membuang data yang outlier.

3. Lakukan winsorizing, yaitu mengubah nilai data yang outlier ke suatu nilai tertentu. Melakukan winsorizing yaitu mengubah nilai observasi yang outlier menjadi nilai maksimum dan minimum yang diizinkan.

Dalam penelitian ini cara yang digunakan yaitu dengan melakukan transformasi data ke dalam bentuk logaritma natural (Ln), dimana data yang ditransformasikan adalah harga saham menjadi LnHargaSaham dan kemudian data diuji ulang berdasarkan uji normalitas data, berikut ini hasil analisis grafik menggunakan histogram dan normal P-Plots setelah dilakukan transformasi data yaitu:

Sumber : Hasil Olahan SPSS 16.00, 2014 Gambar 4.3

Histogram Dependent Variabel

Gambar 4.3 ini menunjukkan kurva histogram yang memiliki kemiringan seimbang ke kiri dan ke kanan atau tidak condong kekiri dan kekanan, melainkan ketengah dengan bentuk seperti lonceng, sehingga data dengan pola seperti ini memiliki distribusi normal. Akan tetapi jika kesimpulan normal atau tidak nya data hanya dilihat dari

grafik histogram, maka hal ini dapat menyesatkan khususnya untuk jumlah sampel yang kecil. Metode lain yang digunakan dalam analisis grafik adalah dengan melihat normal probability plot. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang akan menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. Uji normalitas dengan melihat normal probability plot dapat dilihat pada gambar berikut:

Sumber : Hasil Olahan SPSS 16.00, 2014 Gambar 4.4

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Gambar 4.4 ini merupakan kurva P-Plot yang menunjukkan penyebaran titik-titik data disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Hal ini berarti data pada variabel yang digunakan, yaitu variabel harga saham berdistribusi normal.

2. Analisis Statistik

Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji

kolmogorov-smirnov untuk mendapatkan tingkat uji normalitas yang lebih

signifikan. Data yang berdistribusi normal ditunjukkan dengan nilai signifikansi diatas 0,05.

Setelah dilakukan transformasi data dengan mengubah variabel dependen dan independen dalam bentuk logaritma natural (Ln) maka didapatkan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.3

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 44

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 1.34961167

Most Extreme Differences Absolute .055

Positive .055

Negative -.038

Kolmogorov-Smirnov Z .364

Asymp. Sig. (2-tailed) .999

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Hasil Olahan SPSS 16.00, 2014

Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa data sudah terdistribusi secara normal. Hal ini di lihat dari nilai kolmogorov-smirnov Z sebesar 0,364 dengan nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,999 atau probabilitas diatas 0,05. Hal ini berarti bahwa H0 diterima, yang berarti data residual berasal dari distribusi normal.

4.2.2.2 Uji Multikolinearitas

Menurut Ghozali (2005), pengujian ini dapat dilihat melalui nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Apabila nilai VIF > 10 dan nilai tolerance < 0,1 maka terjadi multikolinearitas dan apabila nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,1 maka tidak terjadi multikolinearitas. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel berikut :

Sumber : Hasil olahan SPSS 16.00, 2014

Berdasarkan tabel 4.4 nilai tolerance dan VIF dari variabel ROA adalah sebesar 0,676 dan 1,479. Untuk variabel DER adalah sebesar 0,787 dan 1,270. Variabel EPS adalah sebesar 0,836 dan 1,196 Oleh karena itu, dapat disimpulkan dalam model ini tidak terdapat masalah multikolinearitas antara variabel bebas karena nilai tolerance berada di bawah 1 dan nilai VIF jauh di bawah angka 10.

Tabel 4.4 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std.

Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 7.079 .496 14.275 .000 ROA .025 .020 .181 1.224 .228 .676 1.479 DER -.241 .256 -.129 -.939 .353 .787 1.270 EPS .001 .000 .496 3.732 .001 .836 1.196 a. Dependent Variable: LNHargaSaham

4.2.2.3 Uji Autokorelasi

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (periode sebelumnya). Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi maka dilakukan pengujian

Durbin Watson (DW) dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Angka D-W (pada output Model Summary) di bawah -2 berarti ada autokorelasi positif.

b. Angka D-W (pada output Model Summary) di antara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi.

c. Angka D-W (pada output Model Summary) di atas +2 berarti ada autokorelasi negatif. Tabel 4.5 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .640a .410 .365 1.39931 1.548

a. Predictors: (Constant), EPS, DER, ROA b. Dependent Variable: LNHargaSaham Sumber : Hasil olahan SPSS 16.00, 2014

Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa nilai Durbin Watson (DW) sebesar 1,548. Oleh karena nilai D_W di bawah antara -2 <1,548 < +2. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada terjadi autokorelasi pada model regresi yang digunakan dalam penelitian ini.

4.2.2.4 Uji Heteroskedastisitas

Pengujian ini digunakan untuk melihat apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual dalam rangkaian suatu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas, dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Salah satu uji untuk menguji heteroskedastisitas ini adalah dengan melihat penyebaran dari varians residual pada diagram pencar (Scatterplot).

Gambar 4.5

Scatterplot Standardized Predicted Value

Pada gambar 4.5 diatas terlihat penyebaran residual cenderung tidak teratur, terdapat beberapa plot yang berpencar dan tidak membentuk pola tertentu, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat gejala heteroskedastisitas pada model regresi dalam penelitian ini. untuk memperoleh tingkat uji heteroskedastisitas yang lebih signifikan, maka

dalam penelitian ini juga dilakukan uji glejser. Apabila signifikansi dari variabel bebas lebih besar dari taraf nyata 5%, maka dianggap tidak terjadi masalah heteroskedastisitas dan begitu juga sebaliknya.

Tabel 4.6 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.548 .279 5.539 .000 ROA -.018 .011 -.294 -1.587 .120 DER -.199 .144 -.237 -1.383 .174 EPS 2.316E-5 .000 .035 .211 .834

a. Dependent Variable: ABS

Sumber : Hasil olahan SPSS 16.00, 2014

Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan bahwa nilai signifikansinya diatas tingkat kepercayaan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa dalam pengujian ini tidak ada terjadi heteroskedastisitas.

Dokumen terkait