PENEMUAN DAN PEMBAHASAN
C. Uji Asumsi Persamaan Regres
Pada bagian ini akan dilakukan persamaan regresi, menggunakan asumsi-asumsi berikut:
1. Uji Asumsi Multikolinieritas
Tujuan dari pengujian ini adalah untuk melihat apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebasnya. Pengolahan di lakukan dengan menggunakan SPSS Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 4.1.
Tabel 4.1 Collinerity Statistics periode Feb 2005-Jan 2008
Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF 1 (Constant) PBV EPS DER NPM .300 .475 .321 .517 3.329 2.104 3.114 1.934
Sumber : Hasil Pengujian SPSS
Kita lihat pada periode Feb 2005-Jan 2008 bahwa antara variabel bebas PBV, EPS, DER dan NPM’ mempunyai tolerance 0,300, 0,475, 0,321 dan 0,517 > 0.10 dan VIF 3,329, 2,104, 3,114 dan 1,934 < 10 maka tidak terdapat persoalan multikolinier dengan variabel bebas lainnya.
2. Uji Normalitas
a. Uji Normalitas untuk Share
1,0
,8
,5
,3
Normal P-P Plot of Regression Dependent Variabel: SHARE
0,0
0,0 ,3 ,5 ,8 1,0
O bserved Cu m Pr ob
Gambar 4.1: Uji Normalitas untuk share
Terlihat bahwa sebaran data pada chart di atas bisa dikatakan tersebar di sekeliling garis lurus tersebut (tidak terpencar jauh dari garis lurus). Maka dapat dikatakan bahwa persyaratan Normalitas bisa dipenuhi.
b. Uji Normalitas untuk Sharpe's measure
1,0
,8
,5
,3
Normal P-P Plot of Regression Dependent Variable: SHARPES
0,0
0,0 ,3 ,5 ,8 1,0
Observed Cum Prob
Gambar 4.2: Uji Normalitas untuk sharpes
Terlihat bahwa sebaran data pada chart di atas bisa dikatakan tersebar di sekeliling garis lurus tersebut (tidak terpencar jauh dari garis lurus). Maka dapat dikatakan bahwa persyaratan Normalitas bisa dipenuhi.
3. Uji Asumsi Heteroskedastisitas
Pengujian ini bertujuan untuk melihat apakah dalam sebuah model regresi yang dibentuk terjadi ketidaksamaan varians residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap, maka di sebut homokedastisitas. Sedangkan jika variance berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Pengujian asumsi ini dilakukan dengan White Heteroscedasticity (Eviews 5). Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 4.2 dan 4.3.
a. Heteroskedastisitas Untuk Share Price
Tabel 4.2 White Heterokedastis Test untuk Share Price periode Feb 2005-Jan 2008
White Heteroskedasticity Test:
F-statistic 1.274213 Probability 0.340125
Obs*R-squared 9.645428 Probability 0.290799
Sumber: Data pengolahan dengan eviews lxxxi
Berdasarkan tabel 4.8 hasilnya dapat telihat bahwa Obs*R- Squared adalah 9,645428 dan nilai probabilitas-nya lebih besar dari = 5% yaitu 0,290799. Ini berarti dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.
b. Heteroskedastisitas Untuk Return (Sharpe’s Measure)
Tabel 4.3 White Heterokedastis Test untuk Return (Sharpe’s Measure) periode Feb 2005-Jan 2008
White Heteroskedasticity Test:
F-statistic 1.901105 Probability 0.152300
Obs*R-squared 11.73830 Probability 0.163268
Sumber: Data pengolahan dengan eviews
Berdasarkan tabel 4.9 hasilnya dapat telihat bahwa Obs*R- Squared adalah 11,73830 dan nilai probabilitas-nya lebih besar dari = 5% yaitu 0,163268. Ini berarti dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.
4. Uji F dan Uji t
a. Hasil Regresi Untuk Share Price
Hasil analisis regresi berganda dengan variabel terikat harga saham dan empat variabel bebas terdiri dari PBV, EPS, DER dan NPM menghasilkan koefisien regresi sebagaimana tercantum pada tabel.4.4dan 4.5.
Tabel. 4.4 Least Square untuk Share Price periode Feb 2005-Jan 2008
Dependent Variable: SHARE? Method: Pooled Least Squares Date: 09/09/08 Time: 11:53 Sample: 2005 2007
Included observations: 3 Cross-sections included: 21
Total pool (balanced) observations: 63
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
PBV? 0.000520 0.001863 0.278902 0.7813 EPS? 0.092097 0.007216 12.76273 0.0000 DER? -2.17E-05 0.000166 -0.131050 0.8962 NPM? 0.001490 0.000336 4.429884 0.0000 C 0.250832 0.185961 1.348847 0.1826 R-squared 0.775799 Adjusted R-squared 0.760337 F-statistic 50.17419 Prob(F-statistic) 0.000000 1) Uji F
Pada bagian ini akan diuji nilai R2, F-statistic dan signifikan level. Nilai Adjusted R2 menunjukkan bagaimana model yang dibentuk dengan variabel-variabel bebas dimasukkan secara bersamaan, dapat menjelaskan variabel terikat.
Pada bagian metode least squares seperti terlihat pada tabel. 4.4, nilai Adjusted R2 sebesar 0,760337. hal ini menunjukkan 76,03 persen harga saham (Share Price) dapat dijelaskan oleh variabel PBV, EPS, DER dan NPM. Sedangkan sisanya (100% - 76,03% = 23,97 %) dijelaskan oleh sebab-sebab lain.
Nilai tes F dan signifikan level bertujuan menguji apakah variabel-variabel bebas berhubungan dengan harga saham (Share Price) sebagai variabel terikat. Uji hipotesis dilakukan dengan melihat F-hitung sebagai daerah keritis yang dapat dilihat pada tabel. 4.4. Jika F-hitung > F-tabel atau nilai probabilitas signifikan < 0,05 maka Ho Tolak atau model signifikan.
Pada tabel. 4.4 terlihat bahwa nilai F-hitung adalah 50,17419, sedangkan F-tabel adalah 4,00398 maka F-hitung > F-tabel maka Ho tolak. Tingkat probabilitas signifikan sebesar 0,000000. Karena nilai probabilitas signifikan-nya < 0,05 maka Ho Tolak, artinya model yang dibentuk adalah signifikan. Dalam kasus ini, variabel- variabel bebas (PBV, EPS, DER dan NPM) secara simultan berpengaruh terhadap market performance dilihat dari harga saham (Share Price).
2) Uji t
Bagian uji statistik t digunakan untuk menguji signifikan variabel bebas, apakah variabel-variabel bebas tersebut secara parsial memiliki pengaruh terhadap market performance dilihat harga saham (Share Price) dengan menggunakan model regresi.
Dari uji statistik t tersebut terlihat bahwa nilai PBV t-hitung adalah 0,278902, sedangkan t-tabel adalah 1,669804 maka t-hitung
< t-tabel maka Ho Tolak. Probabilitas signifikan untuk PBV adalah 0,7813 nilai probabilitas signifikan variabel ini lebih besar dari tingkat signifikan 0,05 maka PBV tidak berpengaruh terhadap market performance dilihat harga saham (Share Price).
Dari uji statistik t tersebut terlihat bahwa nilai EPS t-hitung adalah 12,76273, sedangkan t-tabel adalah 1,669804 maka t-hitung > t-tabel maka Ho Tolak. Probabilitas signifikan untuk EPS adalah 0.0000 nilai probabilitas signifikan variabel ini lebih kecil dari tingkat signifikan 0,05 maka EPS berpengaruh terhadap market performance dilihat harga saham (Share Price).
Dari uji statistik t tersebut terlihat bahwa nilai DER t-hitung adalah -0,131050 sedangkan t-tabel -1,669804 adalah maka t- hitung < t-tabel maka Ho Terima. Probabilitas signifikan untuk DER adalah 0,8962 nilai probabilitas signifikan variabel ini lebih besar dari tingkat signifikan 0,05 maka DER tidak berpengaruh terhadap market performance dilihat harga saham (Share Price)
Dari uji statistik t tersebut terlihat bahwa nilai NPM t-hitung adalah 4,429884, sedangkan t-tabel adalah 1,669804 maka t-hitung > t-tabel maka Ho Tolak. Probabilitas signifikan untuk NPM adalah 0,0000 nilai probabilitas signifikan variabel ini lebih kecil dari tingkat signifikan 0,05 maka NPM berpengaruh terhadap market performance dilihat harga saham (Share Price).
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa perumusan hipotesis 1a benar yang menyatakan variabel–variabel dapat berpengaruh secara signifikan pada market performance dilihat dari share price secara simultan. Secara parsial perumusan hipotesis 1b,1c 1d dan 1e hanya hipotesis 1c dan 1e yang mendukung menyatakan variabel–variabel dapat berpengaruh secara signifikan pada market performance dilihat dari share price, sedangkan perumusan hipotesis pada 1b dan 1d tidak mendukung yang menyatakan dapat berpengaruh secara signifikan pada market performance dilihat dari share price. Hasil penelitian sebagaimana tersaji pada tabel. 4.5.
Tabel 4.5 Hipotesis berdasarkan periode waktu dilihat dari Share Price
Hipotesis Periode Keputusan Kesimpulan
Hipotesis 1a Feb 2005- Jan 2008 Ho tolak
PBV, EPS, DER dan NPM berpengaruh secara
simultan terhadap harga saham (Share Price).
Hipotesis 1b Feb 2005- Jan 2008 Ho terima
PBV tidak berpengaruh secara parsial terhadap
harga saham (Share Price)
Hipotesis 1c Feb 2005- Jan 2008 Ho tolak
EPS berpengaruh secara parsial terhadap harga
saham (Share Price)
Hipotesis 1d Feb 2005- Jan 2008 Ho terima
DER tidak berpengaruh secara parsial terhadap
harga saham (Share Price)
Hipotesis 1e Feb 2005- Jan 2008 Ho tolak
NPM berpengaruh secara parsial terhadap Harga
Saham (Share Price)
b. Hasil Regresi Untuk Return (Sharpe's Measure)
Hasil analisis regresi berganda dengan variabel terikat return dan empat variabel bebas terdiri dari PBV, EPS, DER dan NPM menghasilkan koefisien regresi sebagaimana tercantum pada tabel. 4.5
Tabel. 4.6 Least Square untuk return (sharpe's Measure) periode Feb 2005-Jan 2008
Dependent Variable: SHARPES? Method: Pooled Least Squares Date: 09/09/08 Time: 12:06 Sample: 2005 2007
Included observations: 3 Cross-sections included: 21
Total pool (balanced) observations: 63
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
PBV? 0.003828 0.001974 1.939823 0.0573 EPS? 0.089460 0.008427 10.61632 0.0000 DER? -0.000127 0.000190 -0.666921 0.5075 NPM? 0.244476 0.362874 0.673722 0.5032 C 0.812417 0.154785 5.248664 0.0000 R-squared 0.702273 Adjusted R-squared 0.681740 F-statistic 34.20227 Prob(F-statistic) 0.000000 1) Uji F
Pada bagian ini akan diuji nilai R2, F-statistic dan signifikan level. Nilai Adjusted R2 menunjukkan bagaimana model yang dibentuk dengan variabel-variabel bebas dimasukkan secara bersamaan, dapat menjelaskan variabel terikat.
Pada bagian metode least squares seperti terlihat pada tabel. 4.6, nilai Adjusted R2 sebesar 0,681740. hal ini menunjukkan 68,17 persen return (sharpe's measure) dapat dijelaskan oleh variabel PBV, EPS, DER dan NPM. Sedangkan sisanya (100% - 68,17% = 31,83 %) dijelaskan oleh sebab-sebab lain.
Nilai tes F dan signifikan level bertujuan menguji apakah variabel-variabel bebas berhubungan dengan return (sharpe's measure) sebagai variabel terikat. Uji hipotesis dilakukan dengan melihat F-hitung sebagai daerah keritis yang dapat dilihat pada tabel. 4.5. Jika F-hitung > F-tabel atau nilai probabilitas signifikan < 0,05 maka Ho tolak atau model signifikan.
Pada tabel. 4.6 terlihat bahwa nilai F-hitung adalah 34,20227, sedangkan F-tabel adalah 4,00398 maka F-hitung > F-tabel maka Ho tolak. Tingkat probabilitas signifikan sebesar 0,000000. Karena nilai probabilitas signifikan-nya < 0,05 maka Ho tolak, artinya model yang dibentuk adalah signifikan. Dalam kasus ini, variabel- variabel bebas (PBV, EPS, DER dan NPM) secara simultan tidak berpengaruh terhadap market performance dilihat dari return (sharpe's measure).
2) Uji t
Bagian uji statistik t digunakan untuk menguji signifikan variabel bebas, apakah variabel-variabel bebas tersebut secara parsial memiliki pengaruh terhadap market performance dilihat return (sharpe's measure) dengan menggunakan model regresi.
Dari uji statistik t tersebut terlihat bahwa nilai PBV t-hitung adalah 1,939823, sedangkan t-tabel adalah 1,669804 maka t-hitung
< t-tabel maka Ho tolak. Probabilitas signifikan untuk PBV adalah 0,0573 nilai probabilitas signifikan variabel ini lebih besar dari tingkat signifikan 0,05 maka PBV tidak berpengaruh terhadap market performance dilihat return (sharpe's measure).
Dari uji statistik t tersebut terlihat bahwa nilai EPS t-hitung adalah 10,61632, sedangkan t-tabel adalah 1,669804 maka t-hitung > t-tabel maka Ho tolak. Probabilitas signifikan untuk EPS adalah 0,000 nilai probabilitas signifikan variabel ini lebih kecil dari tingkat signifikan 0,05 maka EPS berpengaruh terhadap market performance dilihat return (sharpe's measure).
Dari uji statistik t tersebut terlihat bahwa nilai DER t-hitung adalah -0,666921, sedangkan t-tabel adalah -1,669804 maka t- hitung < t-tabel maka Ho terima. Probabilitas signifikan untuk DER adalah 0,5075 nilai probabilitas signifikan variabel ini lebih besar dari tingkat signifikan 0,05 maka DER tidak berpengaruh terhadap market performance dilihat return (sharpe's measure).
Dari uji statistik t tersebut terlihat bahwa nilai NPM t-hitung adalah 0,673722, sedangkan t-tabel adalah 1,669804 maka t-hitung < t-tabel maka Ho terima. Probabilitas signifikan untuk NPM adalah 0,5033 nilai probabilitas signifikan variabel ini lebih besar dari tingkat signifikan 0,05 maka NPM tidak berpengaruh terhadap market performance dilihat return (sharpe's measure).
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa perumusan hipotesis 1a benar yang menyatakan variabel–variabel dapat berpengaruh secara signifikan pada market performance dilihat dari return (sharpe's measure) secara simultan. Secara parsial perumusan hipotesis 1c yang mendukung menyatakan variabel– variabel dapat berpengaruh secara signifikan pada market performance dilihat dari return (sharpe's measure). Sedangkan perumusan hipotesis 1b, 1d dan 1e tidak mendukung menyatakan variabel–variabel dapat berpengaruh secara signifikan pada market performance dilihat dari return (sharpe's measure). Hasil penelitian sebagaimana tersaji pada tabel. 4.7.
Tabel 4.7 Hipotesis berdasarkan periode waktu dilihat dari Sharpe's Measure
Hipotesis Periode Keputusan Kesimpulan
Hipotesis 1a Feb 2005- Jan 2008 Ho tolak
PBV, EPS, DER dan NPM berpengaruh secara
simultan terhadap return (sharpe's measure).
Hipotesis 1b Feb 2005- Jan 2008 Ho tolak
PBV berpengaruh secara parsial terhadap return (sharpe's measure).
Hipotesis 1c Feb 2005- Jan 2008 Ho tolak
EPS berpengaruh secara parsial terhadap return (sharpe's measure).
Hipotesis 1d Feb 2005- Jan 2008 Ho terima
DER tidak berpengaruh secara parsial terhadap
return (sharpe's measure).
Hipotesis 1e Feb 2005- Jan 2008 Ho terima
NPM tidak berpengaruh secara parsial terhadap
return (sharpe's measure).
Sumber: Hasil Pengujian-pengujian Hipotesis Dua
5. Persamaan Regresi
a. Persamaan Regresi Untuk Share Price
Dengan hasil tersebut dapat dituliskan persamaan regresinya sebagai berikut:
Periode Feb 2005-Jan 2008
Share = 0.0005196358056*PBV + 0.09209676445*EPS - 2.172343889e-005*DER + 0.001490193622*NPM + 0.2508323074
Pada bagian selanjutnya, akan dilakukan pengujian kelayakan model atas persamaan tersebut. Jika dari uji kelayakan model didapatkan hasil bahwa market performance dengan menggunakan harga saham dapat dijelaskan oleh variabel PBV, EPS, DER dan NPM maka persamaan regresi tersebut dapat diinterprestasikan sebagaimana berikut ini.
Intercept pada bernilai 0,2508312074 dapat diinterprestasikan bahwa jika seluruh variabel-variabel bebasnya bernilai nol, maka besarnya Sharpe's Measure untuk saham BIIP, BMSR, CKRA, CTRA, CTRS, DART, DILD, DUTI, KIJA, LPCK, LPKR, MDLN, 0MRE, PWON, PWSI, RBMS, RODA, SIIP, SMDM, SMRA, BKSL adalah sama dengan nilai intercept tersebut, yakni 0,2508312074.
Koefisien regresi PBV sebesar 0,0005196358056 memberikan gambaran bahwa jika PBV meningkat 1 poin, dengan asumsi variabel konstan, maka market performance dengan menggunakan harga saham (Share Price) yang ditunjukkan untuk saham BIIP, BMSR, CKRA, CTRA, CTRS, DART, DILD, DUTI, KIJA, LPCK, LPKR, MDLN, 0MRE, PWON, PWSI, RBMS, RODA, SIIP, SMDM, SMRA, BKSL akan meningkat sebesar 0,0005196358056 poin Sebaliknya, jika PBV turun sebesar 1 poin maka market performance dengan menggunakan harga saham akan turun sebesar 0,0005196358056 poin.
Koefisien regresi EPS sebesar 0,09209676445 memberikan gambaran bahwa jika EPS meningkat 1 rupiah, dengan asumsi variabel konstan, maka market performance dengan menggunakan harga saham (Share Price) yang ditunjukkan untuk saham BIIP, BMSR, CKRA, CTRA, CTRS, DART, DILD, DUTI, KIJA, LPCK, LPKR, MDLN, 0MRE, PWON, PWSI, RBMS, RODA, SIIP, SMDM, SMRA, BKSL akan meningkat sebesar 0,09209676445 rupiah. Sebaliknya, jika EPS turun sebesar 1 rupiah maka market performance dengan menggunakan harga saham akan turun sebesar 0,09209676445 rupiah.
Nilai koefisien DER sebesar -2,172343889e-005, artinya DER mempunyai pengaruh negatif terhadap market performance dengan
menggunakan harga saham (Share Price) untuk saham BIIP, BMSR, CKRA, CTRA, CTRS, DART, DILD, DUTI, KIJA, LPCK, LPKR, MDLN, 0MRE, PWON, PWSI, RBMS, RODA, SIIP, SMDM, SMRA, BKSL. Dalam hal ini, jika variabel DER meningkat satu poin ini, dengan asumsi variabel lainnya konstan, maka nilai market performance dengan menggunakan harga saham (Share Price) akan turun sebesar –2,172343889e-005 poin. Sebaliknya jika variabel DER turun satu poin, maka market performance dengan menggunakan Harga Saham (Share Price) naik sebesar 2,172343889e-005 poin.
Koefisien regresi NPM sebesar 0,001490193622 memberikan gambaran bahwa jika NPM meningkat 1 rupiah, dengan asumsi variabel konstan, maka market performance dengan menggunakan harga saham (Share Price) untuk saham BIIP, BMSR, CKRA, CTRA, CTRS, DART, DILD, DUTI, KIJA, LPCK, LPKR, MDLN, 0MRE, PWON, PWSI, RBMS, RODA, SIIP, SMDM, SMRA, BKSL akan meningkat sebesar 0,09209676445 rupiah. Sebaliknya, jika NPM turun sebesar 1 rupiah maka market performance dengan menggunakan harga saham akan turun sebesar 0,09209676445 rupiah
b. Persamaan Regresi Untuk Return (Sharpe’s Measure)
Dengan hasil tersebut dapat dituliskan persamaan regresinya sebagai berikut:
Periode Feb 2005-Jan 2008
Sharpes = 0.003828383967*PBV + 0.08946005384*EPS - 0.000126604433*DER + 0.2444764207*NPM + 0.8124166126
Pada bagian selanjutnya, akan dilakukan pengujian kelayakan model atas persamaan tersebut. Jika dari uji kelayakan model didapatkan hasil bahwa market performance dengan menggunakan Return (Sharpe’s Measure) dapat dijelaskan oleh variabel PBV, EPS, DER dan NPM maka persamaan regresi tersebut dapat diinterprestasikan sebagaimana berikut ini.
Intercept pada bernilai 0,8124166125 dapat diinterprestasikan bahwa jika seluruh variabel-variabel bebasnya bernilai nol, maka besarnya Sharpe's Measure untuk saham BIIP, BMSR, CKRA, CTRA, CTRS, DART, DILD, DUTI, KIJA, LPCK, LPKR, MDLN, 0MRE, PWON, PWSI, RBMS, RODA, SIIP, SMDM, SMRA, BKSL adalah sama dengan nilai intercept tersebut, yakni 0,8124166125.
Koefisien regresi PBV sebesar 0,003828383967 memberikan gambaran bahwa jika PBV meningkat 1 poin, dengan asumsi
variabel konstan, maka market performance dengan menggunakan harga saham (Share Price) yang ditunjukkan untuk saham BIIP, BMSR, CKRA, CTRA, CTRS, DART, DILD, DUTI, KIJA, LPCK, LPKR, MDLN, 0MRE, PWON, PWSI, RBMS, RODA, SIIP, SMDM, SMRA, BKSL akan meningkat sebesar 0,003828383967 poin Sebaliknya, jika PBV turun sebesar 1 poin maka market performance dengan menggunakan harga saham akan turun sebesar 0,003828383967 poin.
Koefisien regresi EPS sebesar 0,08946005304 memberikan gambaran bahwa jika EPS meningkat 1 rupiah, dengan asumsi variabel konstan, maka market performance dengan menggunakan harga saham (Share Price) yang ditunjukkan untuk saham BIIP, BMSR, CKRA, CTRA, CTRS, DART, DILD, DUTI, KIJA, LPCK, LPKR, MDLN, 0MRE, PWON, PWSI, RBMS, RODA, SIIP, SMDM, SMRA, BKSL akan meningkat sebesar 0,09209676445 rupiah. Sebaliknya, jika EPS turun sebesar 1 rupiah maka market performance dengan menggunakan harga saham akan turun sebesar 0,08946005304 rupiah.
Nilai koefisien DER sebesar -0,000126604433, artinya DER mempunyai pengaruh negatif terhadap market performance dengan menggunakan harga saham (Share Price) untuk saham BIIP, BMSR, CKRA, CTRA, CTRS, DART, DILD, DUTI, KIJA,
LPCK, LPKR, MDLN, 0MRE, PWON, PWSI, RBMS, RODA, SIIP, SMDM, SMRA, BKSL. Dalam hal ini, jika variabel DER meningkat satu poin ini, dengan asumsi variabel lainnya konstan, maka nilai market performance dengan menggunakan harga saham (Share Price) akan turun sebesar –0,000126604433 poin. Sebaliknya jika variabel DER turun satu poin, maka market performance dengan menggunakan Harga Saham (Share Price) naik sebesar 0,000126604433 poin.
Koefisien regresi NPM sebesar 0,2444764207 memberikan gambaran bahwa jika NPM meningkat 1 rupiah, dengan asumsi variabel konstan, maka market performance dengan menggunakan harga saham (Share Price) untuk saham BIIP, BMSR, CKRA, CTRA, CTRS, DART, DILD, DUTI, KIJA, LPCK, LPKR, MDLN, 0MRE, PWON, PWSI, RBMS, RODA, SIIP, SMDM, SMRA, BKSL akan meningkat sebesar 0,2444764207 rupiah. Sebaliknya, jika NPM turun sebesar 1 rupiah maka market performance dengan menggunakan harga saham akan turun sebesar 0,2444764207.
BAB V