• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

PENYEBARAN KUESIONER

C. Analisa Data

2. Pengujian Kualitas Data a.Uji Validitas

Teknik yang digunakan untuk mengukur validitas dalam penelitian

ini adalah dengan menggunakan Pearson’s Correlation Product Moment,

dengan cara mengkorelasikan antara skor masing-masing item pernyataan

dengan skor total item pernyataan tersebut. Instrumen dinyatakan valid

jika nilai probabilitas < 0,05 (

α

= 5%). Hasil uji validitas terhadap item pernyataan dari semua variabel yang digunakan ditunjukkan dalam

tabel-tabel berikut.

Tabel 4.8

Hasil Uji Validitas Kompensasi

No.

Item Probabilitas Interpretasi

1 0,000 Valid 2 0,000 Valid 3 0,000 Valid 4 0,000 Valid 5 0,000 Valid 6 0,000 Valid 7 0,000 Valid 8 0,000 Valid 9 0,000 Valid 10 0,000 Valid 11 0,000 Valid

commit to user

Tabel 4.8 menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan valid

karena nilai probabilitasnya < 0,05. Kesimpulannya, seluruh item

pernyataan dalam instrumen kompensasi adalah valid.

Tabel 4.9

Hasil Uji Validitas Motivasi Kerja A

No.

Item Probabilitas Interpretasi

1 0,000 Valid 2 0,000 Valid 3 0,000 Valid 4 0,001 Valid 5 0,000 Valid 6 0,000 Valid 7 0,000 Valid 8 0,000 Valid 9 0,000 Valid 10 0,000 Valid 11 0,000 Valid

Sumber : Output SPSS diolah

Tabel 4.10

Hasil Uji Validitas Motivasi Kerja B

No. Item Probabilitas Interpretasi

1 0,000 Valid 2 0,000 Valid 3 0,000 Valid 4 0,000 Valid 5 0,000 Valid 6 0,000 Valid 7 0,000 Valid 8 0,000 Valid 9 0,000 Valid 10 0,000 Valid 11 0,000 Valid

commit to user

Tabel 4.9 menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan valid

karena nilai probabilitasnya < 0,05. Kesimpulannya, seluruh item

pernyataan dalam instrumen motivasi kerja bagian A adalah valid.

Tabel 4.10 menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan valid

karena nilai probabilitasnya < 0,05. Kesimpulannya, seluruh item

pernyataan dalam instrumen motivasi kerja bagian B adalah valid.

Tabel 4.11

Hasil Uji Validitas Motivasi Kerja C

No.

Item Probabilitas Interpretasi

1 0,000 Valid 2 0,000 Valid 3 0,000 Valid

Sumber : Output SPSS diolah

Tabel 4.12

Hasil Uji Validitas Kinerja

No.

Item Probabilitas Interpretasi

1 0,001 Valid 2 0,000 Valid 3 0,000 Valid 4 0,000 Valid 5 0,000 Valid 6 0,000 Valid 7 0,000 Valid 8 0,000 Valid 9 0,000 Valid 10 0,000 Valid 11 0,000 Valid 12 0,000 Valid 13 0,000 Valid 14 0,000 Valid 15 0,000 Valid

commit to user

Tabel 4.11 menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan valid

karena nilai probabilitasnya < 0,05. Kesimpulannya, seluruh item

pernyataan dalam instrumen motivasi kerja bagian C adalah valid.

Tabel 4.12 menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan valid

karena nilai probabilitasnya < 0,05. Kesimpulannya, seluruh item

pernyataan dalam instrumen kinerja adalah valid.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan uji statistik

Cronbach Alpha dari masing-masing instrumen dalam satu variabel. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai

Cronbach Alpha > 0,60 (Nunnally, 1967 dalam Ghozali, 2006: 42). Hasil pengujian reliabilitas dalam penelitian ini disajikan dalam Tabel 4.13

berikut.

Tabel 4.13 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach

Alpha Interpretasi

Kompensasi 0,787 Reliabel Motivasi Kerja Bagian A 0,649 Reliabel Motivasi Kerja Bagian B 0,814 Reliabel Motivasi Kerja Bagian C 0,715 Reliabel

Kinerja 0,870 Reliabel

Sumber : Output SPSS diolah

Dari hasil uji reliabilitas di atas diperoleh koefisien Cronbach’s

commit to user

variabel motivasi kerja bagian A; (3) 0,814 untuk variabel variabel

motivasi kerja bagian B; (4) 0,715 untuk variabel motivasi kerja bagian

C; (5) 0,870 untuk variabel kinerja. Berdasarkan kriteria Nunnally (1967)

dalam Ghozali (2006: 42), maka instrumen yang digunakan dalam

penelitian ini dapat dikatakan reliabel karena nilai Cronbach’s Alpha >

0,60. Hal tersebut berarti bahwa konstruk pernyataan yang diberikan

dalam variabel kompensasi, motivasi, dan kinerja, adalah reliabel

sehingga setiap item pernyataan dalam kuesioner tersebut dapat

digunakan dalam pengukuran.

c. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas

Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan uji statistik

non-parametrik One Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Pengambilan

keputusan dilakukan dengan membandingkan p value yang diperoleh

dari hasil pengujian normalitas dengan tingkat signifikansi yang

ditentukan yaitu sebesar 0,05. Data dikatakan terdistribusi secara

normal jika p value > α 0,05, begitu juga sebaliknya.

Hasil pengujian One Sample Kolmogorov-Smirnov Test seperti

terlihat dalam Tabel 4.14, menunjukkan bahwa nilai probabilitas (p

value) residual dalam penelitian ini memliki nilai lebih besar dari

0,05, yaitu sebesar 0,566. Hal ini berarti bahwa data residual

commit to user Tabel 4.14 Hasil Uji Normalitas

Unstandardized Residual

N 84

Normal Parametersa Mean .0000000 Std. Deviation 4.16721697 Most Extreme Differences Absolute .086

Positive .086

Negative -.037

Kolmogorov-Smirnov Z .787

Asymp. Sig. (2-tailed) .566

Sumber : Output SPSS diolah

2) Uji Multikolinieritas

Uji multikolinearitas dilakukan dengan membandingkan nilai

tolerance dan variances inflation factor (VIF). Kedua ukuran tersebut menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan

oleh variabel independen yang lain. Jika nilai tolerance lebih besar

dari 0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10, maka tidak terjadi

multikoliniearitas.

Tabel 4.15

Hasil Uji Multikolinieritas

Variabel Collinearity Statistics

Tolerance VIF

Kompensasi 0,982 1,018 Motivasi Kerja 0,982 1,018

commit to user

Seperti terlihat pada Tabel 4.15 diatas, nilai tolerance untuk

masing-masing variabel lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF lebih kecil

dari 10 sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi masalah

multikolinieritas dalam model penelitian ini

3) Uji Heteroskedastisitas

Untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas dalam

penelitian ini, digunakan uji park. Indikasi heterosidaksitas melalui uji

park ditunjukkan oleh koefisien parameter beta dari persamaan regresi

tersebut, apakah signifikan atau tidak, jika signifikan, hal tersebut

menandakan adanya heretosidaksitas pada data model. Hasil uji park

dapat dilihat pada Tabel 4.16 berikut.

Tabel 4.16 Hasil Uji Park

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1(Constant) -3.780 3.836 -.986 .327 TotKom .108 .078 .154 1.387 .169 TotMot .000 .008 -.006 -.055 .956

Sumber : Output SPSS diolah

Dari Tabel 4.16 diatas dapat diketahui bahwa koefisien

parameter untuk variabel kompensasi dan motivasi kerja tidak ada

yang signifikan. Berdasarkan hasil uji park tersebut, maka dapat

disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heterosidaksitas pada model

commit to user 4) Uji Autokorelasi

Untuk menguji ada tidaknya autokorelasi dalam penelitian ini,

digunakan uji Durbin-Watson. Hasil uji Durbin-Watson dapat dilihat

pada Tabel 4.17 berikut.

Tabel 4.17

Hasil Durbin-Watson

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .613a .375 .360 4.21835 1.789

Sumber : Output SPSS diolah

Dari hasil pengujian di atas tampak bahwa nilai DW untuk

model regresi adalah 1,689. nilai tersebut kemudian dibandingkan

dengan nilai du pada tabel Durbin-Watson dengan menggunakan

tingkat signifikansi 0,05, n =84, k=2. Kriteria pengujian yang

digunakan didasari oleh Ghozali (2005) seperti yang telah

diungkapkan pada bab sebelumnya. Hasil pengujian menunjukkan

bahwa tidak terjadi autokorelasi pada model regresi, karena 1,6942(du)

< 1,789 (d) < 2,3058 (4 - du).

3. Pengujian Hipotesis a. Hipotesis Pertama

Hasil pengujian regresi I dengan kompensasi sebagai variabel dependen dan kinerja sebagai variabel independen disajikan pada Tabel 4.18 berikut.

commit to user

Tabel 4.18

Hasil Model Regresi I

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .416a .173 .163 4.82372

Sumber : Output SPSS diolah

Angka adjusted Rsquare menunjukkan koefisien determinasi atau

peranan variance (variabel independen dalam hubungan dengan variabel

dependen). Angka adjusted R square sebesar 0,163 menunjukkan bahwa hanya

16,3% variabel kinerja yang bisa dijelaskan oleh variabel kompensasi, sisanya 83,7% dijelaskan oleh faktor lain.

Tabel 4.19

Signifikansi Nilai F Model Regresi I

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 399.810 1 399.810 17.183 .000a

Residual 1907.999 82 23.268 Total 2307.810 83

Sumber : Output SPSS diolah

Tabel 4.20

Signifikansi Nilai T Model Regresi I

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 38.431 6.042 6.361 .000

TotKom .535 .129 .416 4.145 .000 1.000 1.000

Sumber : Output SPSS diolah

Persamaan regresi yang diperoleh Y = 38,431 + 0,535 X1

commit to user

Seperti terlihat dari Tabel 4.19 diatas, nilai Fhitung adalah sebesar 17,183 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil daripada 0,05. Hal ini

menunjukkan kompensasi berpengaruh terhadap kinerja.

Hasil analisis regresi I (Tabel 4.20) menunjukkan t hitung

kompensasi adalah sebesar 4,145 dengan signifikansi t bernilai 0,000

(siginifikan) dan koefisien regresi sebesar 0,535. Hal ini berarti bahwa

kompensasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.

b. Hipotesis kedua

Hasil pengujian regresi II dengan kompensasi sebagai variabel

dependen dan kinerja sebagai variabel independen, serta motivasi kerja

sebagai pemoderasi disajikan pada Tabel 4.21 berikut.

Tabel 4.21

Hasil Model Regresi II

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .613a .375 .352 4.24462

Sumber : Output SPSS diolah

Angka adjusted R square menunjukkan koefisien determinasi atau

peranan variance (variabel independen dalam hubungan dengan variabel

dependen). Dari Tabel 4.21 dapat dilihat ada kenaikan nilai adjusted R

square dari model regresi I ke model regresi II sebesar 18,9% (adjusted R square pada model regresi I sebesar 16,3%). Angka adjusted R square

commit to user

bisa dijelaskan oleh variabel kompensasi, sisanya 64,8% dijelaskan oleh

faktor lain.

Tabel 4.22

Signifikansi Nilai F Model Regresi II

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 866.464 3 288.821 16.031 .000a

Residual 1441.345 80 18.017 Total 2307.810 83

Sumber : Output SPSS diolah

Dari Tabel 4.22 diatas, nilai Fhitung adalah sebesar 16,031 dengan

tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil daripada 0,05. Hal ini menunjukkan

kompensasi, motivasi kerja, serta interaksi antara kompensasi dan

motivasi kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja.

Tabel 4.23

Signifikansi Nilai T Model Regresi II

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 28.470 25.711 1.107 .271

TotKom .468 .565 .364 .828 .410 .040 24.748 TotMot .065 .119 .472 .548 .586 .011 95.070 Kom*Mot -5.450E-5 .003 -.021 -.021 .983 .008 131.504 Sumber : Output SPSS diolah

Persamaan regresi yang diperoleh

Y = 28.470 + 0,468 X1 + 0,065 X2 – 5,450E-5 X1 X2

Hasil analisis regresi II (Tabel 4.23) menunjukkan t hitung

kompensasi adalah sebesar 0,828 dengan signifikansi t bernilai 0,410

commit to user

(interaksi antara variabel kompensasi dan motivasi kerja) mempunyai t

hitung sebesar - 0,021 dengan signifikansi 0,983 (tidak signifikan). Hal

ini berarti bahwa variabel motivasi kerja bukan merupakan pemoderasi

dalam hubungan antara kompensasi dengan kinerja.

Berdasarkan hasil analisis regresi II yang menolak motivasi kerja

sebagai variabel moderasi, maka dilakukan analisis regresi III untuk

mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja. Hasil pengujian

regresi III dengan kompensasi dan motivasi kerja sebagai variabel

independen dan kinerja sebagai variabel dependen disajikan pada Tabel

4. 24 berikut.

TABEL 4.24

SIGNIFIKANSI NILAI F MODEL REGRESI III

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 864.078 2 432.039 25.121 .000a Residual 1341.477 78 17.198

Total 2205.556 80 Sumber: Output SPSS diolah

Dari Tabel 4.24 di atas, nilai Fhitung adalah sebesar 25,121 dengan

tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil daripada 0,05. Hal ini menunjukkan

kompensasi dan motivasi kerja berpengaruh secara bersama-sama

terhadap kinerja. Hasil analisis regresi III juga membuktikan bahwa

motivasi kerja adalah sebagai variabel independen (predictor) dalam

commit to user D.Pembahasan Hasil Penelitian

Dokumen terkait