• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.2 Analisis Data .1 Uji Stasioner .1 Uji Stasioner

4.1.2.3 Uji Bound Testing

Pengujian bounds testing bertujuan untuk mengetahui adanya long-run association pada model ARDL yang terpilih. Uji bounds testing dengan membandingkan nilai F-statistic yang diperoleh dengan Pesaran critical value. Jika nilai F-statistic lebih besar dari upper bounds value, maka null hypothesis yang menyatakan bahwa tidak terjadi long-run association ditolak, yang artinya variabel-variabel dalam penelitian bergerak bersama-sama dalam jangka panjang.

Tabel 4.5 Uji Cointegration/Bound Testing

Variabel F-Statistik Keterangan

LOG_PDB, SBI, LOG_INOVASI LOG_KONSUMSI,

LOG_KREDITINVESTASI

39,02 Terdapat Hubungan Jangka Panjang

Dari Tabel 4.5 hasil bound testing memperlihatkan F-statistik sebesar 39,02 yang angkanya lebih besar dari semua critical value yang tersedia (1%, 5% dan 10%), sehingga null hypothesis yang menyatakan bahwa tidak terjadi long-run association

Universitas Sumatera Utara

79

ditolak. Temuan ini memperlihatkan bahwa PDB, SBI, inovasi, konsumsi, kredit investasi bergerak bersama-sama dalam jangka panjang.

4.1.2.4 Estimasi Model ARDL

Estimasi model ARDL terbaik berdasarkan Akaike Info Criterion (AIC) yaitu ARDL (4,1,3,2,2) yang hasilnya memperlihatkan R-squared sebesar 0,99 dan R-squared adjusted sebesar 0,99 (Tabel 4.6). Hasil ini menyatakan bahwa 99%

oleh variabel bebas pada model ARDL (4,1,3,2,2) dapat menjelaskan variabel terikat pertumbuhan ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa model ARDL (4,1,3,2,2) ini baik untuk dianalisis.

Tabel 4.6 Estimasi Model ARDL Dependent Variable: LOG_PDB

Dynamic regressors (3 lags, automatic): SBI LOG_INOVASI

LOG_KONSUMSI LOG_KREDITINVESTASI Fixed regressors: DUMMY C

Selected Model: ARDL(4, 1, 3, 2, 2)

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob

LOG_PDB(-1) -0.135 0.100 -1.352 0.190

LOG_KREDITINVESTASI -0.022 0.031 -0.711 0.484

LOG_KREDITINVESTASI(-1) -0.018 0.029 -0.620 0.541

LOG_KREDITINVESTASI(-2) 0.067 0.029 2.332 0.029

DUMMY 0.002 0.005 0.529 0.602

C 1.218 0.277 4.391 0.000

Universitas Sumatera Utara

80

Model ARDL merupakan perpaduan autoregressive (AR) dan distributed lag (DL) yang memperlihatkan hubungan variabel terikat (Yt) dan variabel bebas (Xt)

yang dinamis (adanya perubahan nilai variabel dari waktu ke waktu).

Autoregressive (AR) menggambarkan data masa lampau dari variabel dependen, sedangkan distributed lag (DL) menggambarkan data pada waktu sekarang dan waktu lampau dari variabel independen. (Gujarati, 2003)

Tabel 4.6 menunjukkan bahwa perubahan PDB bergerak dinamis mulai periode lag (-4), yang artinya empat triwulan sebelumnya, sedangkan efek perubahan SBI, inovasi, konsumsi dan kredit investasi terdistribusi bervariasi pada periode waktu tertentu. Efek perubahan masing-masing variabel sebagai berikut: efek perubahan SBI terdistribusi pada periode lag (-1), efek perubahan inovasi terdistribusi pada periode lag (-3), efek perubahan konsumsi terdistribusi pada periode lag (-2), dan efek perubahan kredit investasi terdistribusi pada periode lag (-2).

Model ARDL ini juga menujukkan bahwa konsumsi yang memiliki koefisien terbesar yang menunjukkan bahwa konsumsi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Universitas Sumatera Utara

81

4.1.2.5 Uji Stabilitas

Uji stabilitas model ARDL (4,1,3,2,2) dalam penelitian ini menggunakan uji digunakan CUSUM (cumulative sum of recursive residuals) dengan tingkat kepercayaan 95%. Kriteri uji CUSUM, yaitu: (1) jika garis CUSUM berada pada nilai kritis 5 persen atau tidak keluar dari garis batas atas dan batas bawah, maka estimasi dianggap stabil, dan (2) jika garis CUSUM keluar dari garis batas atas dan batas bawah, maka estimasi dianggap tidak stabil.

-6

Gambar 4.6 Grafik CUSUM

Hasil uji model ARDL (4,1,3,2,2) menunjukkan bahwa garis CUSUM berada diantara garis batas atas dan batas bawah nilai kritis 5 persen (gambar 4.6), maka estimasi model dianggap stabil.

Langkah selanjutnya melakukan uji CUSUMQ (cumulative sum of squares of recursive residuals) dengan tingkat kepercayaan 95% untuk memastikan bahwa model benar-benar stabil. Kriteria uji CUSUMQ, yaitu: (1) jika garis CUSUMQ berada diantara nilai kritis 5 persen atau tidak keluar dari garis batas atas

Universitas Sumatera Utara

82

dan batas bawah, maka estimasi dianggap stabil, dan (2) jika garis CUSUMQ keluar dari garis batas atas dan batas bawah, maka estimasi dianggap tidak stabil.

-0.4

CUSUM of Squares 5% Significance

Gambar 4.7 Grafik CUSUMQ

Hasil uji model ARDL (4,1,3,2,2) menunjukkan bahwa garis CUSUMQ berada diantara garis batas atas dan batas bawah nilai kritis 5 persen (gambar 4.7), maka estimasi model dianggap stabil.

Hasil uji CUSUM dan CUSUMQ menunjukkan bahwa model estimasi model ARDL (4,1,3,2,2) stabil sehingga hasil estimasi dapat digunakan untuk mengintepretasi hubungan antara SBI, inovasi, konsumsi, kredit investasi terhadap pertumbuhan ekonomi.

4.1.2.6 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik untuk memastikan koefisien yang dihasilkan memenuhi kriteria sifat BLUE (best linear unbiased estimator), dengan melakukan uji normalitas, autokorelasi dan heteroskedastisitas.

Universitas Sumatera Utara

83

a. Normalitas

Uji normalitas menggunakan metode Jarque-Berra Test (JB) dengan kriteria: (1) Jika nilai prob lebih besar dari 0,05, maka model terdistribusi normal dan (2) Jika nilai prob lebih kecil dari 0,05, maka model tidak terdistribusi normal.

Hasil uji normalitas memperlihatkan bahwa model terdistribusi secara normal, sehingga memenuhi kriteria asumsi klasik (gambar 4.8).

0

-0.004 -0.002 0.000 0.002 0.004

Series: Residuals Skewness 0.144700 Kurtosis 2.152903

Jarque-Bera 1.368932 Probability 0.504359

Gambar 4.8 Hasil Uji Normalitas

Gambar 4.8 memperlihatkan nilai probilitas Jargue-Bera sebesar 0,504 yang menunjukkan nilai prob lebih besar dari 0,05 yang artinya model terdistribusi normal.

b. Autokorelasi

Uji autokorelasi menggunakan metode Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test dengan kriteria: (1) jika prob dari nilai Obs*R-squared lebih besar dari 0,05, maka tidak ada autokorelasi dan jika prob dari nilai Obs*R-squared lebih kecil dari 0,05, maka ada korelasi). Hasil uji autokorelasi memperlihatkan bahwa model tidak ada autokorelasi, sehingga memenuhi kriteria asumsi klasik (tabel 4.7).

Universitas Sumatera Utara

84

Tabel 4.7 .Uji Autokorelasi Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:

Null hypothesis: No serial correlation at up to 2 lags

F-statistic 1,643 Prob. F(2,21) 0,217

Obs*R-squared 5,548 Prob. Chi-Square(2) 0,062

Tabel 4.7 memperlihatkan nilai probilitas Obs*R-squared sebesar 0,062 yang menunjukkan nilai prob lebih besar dari 0,05 yang artinya model tidak terdapat autokorelasi.

c. Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas menggunakan metode Breusch-Pagan-Godfrey dengan kriteria : (1) jika prob dari nilai Obs*R-squared lebih besar dari 0,05 maka tidak ada heteroskedastisitas dan jika prob dari nilai Obs*R-squared lebih kecil dari 0,05 maka ada gejala heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas memperlihatkan bahwa model tidak ada heteroskedastisitas, sehingga memenuhi kriteria asumsi klasik (tabel 4.8).

Tabel 4.8 Uji Heteroskedastisitas Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey

Null hypothesis: Homoskedasticity

F-statistic 0,961 Prob. F(17,23) 0,526

Obs*R-squared 17,028 Prob. Chi-Square(17) 0,453 Scaled explained SS 3,089 Prob. Chi-Square(17) 0,999

Tabel 4.8 memperlihatkan nilai probilitas Obs*R-squared sebesar 0,453 yang menunjukkan nilai prob lebih besar dari 0,05 yang artinya model tidak terdapat heteroskedastisitas.

Universitas Sumatera Utara

85

Secara keseluruhan hasil uji asumsi klasik dapat diringkas sebagai berikut:

Tabel 4.9 Ringkasan Uji Asumsi Statistik

Uji Nilai Prob Keterangan

Normalitas 0,504 Diterima

Autokorelasi 0,062 Diterima

Heteroskedastisitas 0,453 Diterima

Tabel 4.9 memperlihatkan bahwa model ARDL (4,1,3,2,2) memenuhi kriteria asumsi klasik sehingga dapat dilakukan penentuan persamaan jangka panjang dan jangka pendek terhadap model ARDL (4,1,3,2,2).

Dokumen terkait