• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

3.7 Uji Coba Instrumen

Tabel 3. deskripsi Konsep Variabel Penelitian

No Variabel

Penelitian

Definisi Konsep Indikator

1 Cara Belajar (X)

Cara belajar adalah metode atau jalan yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tujuan dalam belajar, yaitu mendapatkan pengetahuan, sikap, kecakapan, dan keterampilan (Slameto, 2010:82). 1. Mengatur waktu pembelajaran 2. Membuat catatan 3. Membaca 4. Mengulangi bahan pelajaran 5. Konsentrasi 6. Mengerjakan tugas

Sumber: Dimodifikasi dari Slameto (2010: 82)

Angket ini terdiri dari 50 pernyataan , kemudian akan dipilih pernyataan valid yang digunakan untuk mengukur cara belajar siswa. Adapu cara memberikan skor pada angket penelitian dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Skor Items Alternatif Jawaban Responden

Pilihan Jawaban Skor Jawaban

Pernayataan (+) Pernyataan (-) Selalu (SL) 4 1 Sering (SR) 3 2 Kadang-kadang (KD) 2 3 Tidak Pernah (TP) 1 4 Sumber: Widoyoko (2012:126

3.7 Uji Coba Instrumen

Setelah instrumen penlaian disusun maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba terhadap angket atau instrumen tersebut disalah satu kelas . uji coba dilakukan sebelum pelaksaam penelitian sesungguhnya. Tujuan uji coba ini adalah untuk melihat validitas dan reliabilitas instrumen atau angket yang digunakan dalam penelitian. Tinggi rendahnya kemampuan instrumen pengumpulan data, tergantung pada tinggi rendahnya validitas dan reliabilitas yang digunakan. Oleh karena itu, sebelum peneliti terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data, dia harus melakukan pembahasan untuk mempertimbangkan

33 mengenai validitas dan reliabilitas instrumen yang akandigunakan dalam proses penelitian (Darmadi, 2013:109).

Peneliti melakukan uji coba instrumen ini pada kelas X SMA Negeri 2 Siak Hulu bukan sampel sampai penelitian dengan jumlah 35 orang siswa. Adapun hasil uji coba instrumen diperoleh sebagai berikut:

3.8 Validitas

Validitas berasal dari bahasa Inggris yaitu validity yang berarti valid atau benar. Dalam konteks alat ukur, validitas berarti sejauh mana kecermatan atau ketepatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Sebuah instrumen yang valid akan menghasilkan data yang tepat seperti yang diingikan. Dengan kata lain, sifat valid memberikan pengertian bahwa alat ukur yang digunakan mampu mengukur secara tepat keadaan yang akan diukur (Purwanto, 2013:62). Sedangkan Sugiyono (2013:173), jika instrumen dikatakan valid berarti menunjukan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid sehingga valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Data yang diperoleh dari uji coba, kemudian dilakukan uji validitas dengan menggunakan program SPSS (Statistic Program for Social Science) for windows 0. 22. . Data yang didapat kemudian dibandingkan dengan r tabel, dengan taraf signifikan 5% apabila rhitung>rtabel, maka insttrumen tersebut dinyatakan valid. Sebaliknya apabila rhitung<rtabel, maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid.

Pelaksanaan validitas dilakukan melalui konsultasi dan atas persetujuan dosen pembimbing sampai instrumen tersebut memenuhi syarat dalam segi validitas. Berdasarkan hasil pengujian validitas, butir soal yang berjumlah 50 soal ternyata ada 12 soal yang tidak memenuhi kriteria validitas. Butir soal yang tidak valid tersebut tidak bisa dipakai pada angket penelitian, yaitu nomor 5, 11, 16, 23, 25, 27, 31, 33, 34, 39,41, 44. Sedangkan 38 butir soal yang valid, yaitu nomor 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 24, 26, 28, 29, 30, 32, 35, 36, 37, 38, 40, 42, 43, 45, 46, 47, 48, 49, 50. Secara umum, jika koefisien jumlah n = 35, maka taraf signifikan (α ) = 0.05 adalah 0.333

34 Tabel 5. Tabel Item sesudah validasi dan penomoran ulang

Variabel Indikator Sebaran pernyataan Cara Belajar Sesudah validitas Pernyataan (+) Pernyataan (-) 1. Mengatur waktu Pembelajaran 1, 2, 3, 4 6, 7, 8, 9, 10 2. Membuat Catatan 12, 13, 14, 15 17 3. Membaca 18, 19, 20, 21, 22 24, 26, 28 4. mengulangi Bahan Pelajaran 29, 30, 32 35 5. konsentrasi 36, 37, 38, 40 42 6. mengerjakan Tugas 43, 45, 46 47, 48, 49, 50 Jumlah 38 3.9 Reliabilitas

Kata Reliabilitas dalam bahasa Indonesia diambil dari kata Reliability dalam bahasa inggris, berasal dari kata reliabel yang artinya dapat dipercaya (Arikunto, 2011:59). Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsisten dari instrumen sebagai alat ukur, sebagai hasil dari suatu pengukuran dapat dipercaya (Riduwan, 2013:102). Instrumen yang reiabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama pula (Sugiyono, 2013:173). Untuk menguji realibilitas instrumen pemeliti dapat dilakukan pengolahan data teknik Alpha Cronbach dengan SPSS (Statistic Program for Social Science) for windows 0.22. . Berdasaekan hasil uji realibilitas nilai r tabel untuk (α) = 0,05 dengan derajat kebebasan (dk= n-2,35-2 = 33) sehingga didapat rtabel = 0,3356 . Siregar (2013:57), menyatakan bahwa metode AlphaCronbach digunakan untuk menghitung reliabilitas suatu tes yang mengukur sikap atau prilaku. Teknik ini digunakan untuk menentukan apakah suatu instrumen penelitian reliabelitas atau tidak, bila jawaban yang diberikan responden berbentuk skala 1-4 atau jawaban responden yang menginterpretasikan penilaian sikap. Kriteria suatu instrumen penelitiandikatakan relibilitas dengan menggunakan teknik ini jika koefisien reliabilitas (r11)>06.

35 3.10 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik sebagai berikut:

1) Angket (quesionaire)

Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respons (responden) sesuai dengan permintaan pengguna. Tujuan penyebaran angket ialah untuk mencari informasi yang lengkap (Riduwan, 2013:71).

Pemakaian angket ini didasarkan pada anggapan bahwa responden untuk penelitian adalah orang yang paling tau dengan dirinya sendiri. Teknik angket digunakan untuk mengungkapkan data tentang cara belajar siswa (Lampiran 4 dan 5).

2) Dokumentasi

Dokumentasi adalah suatu cara untuk mengetahui sesuatu dengan melihat catatan-catatan, arsip-arsip, dokumen-dokumen yang berhubungan dengan orang yang diselidiki (Djamarah, 2011:248). Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah foto-foto siswa yang sedang menjawab angket uji coba dan penelitian, serta data hasil MID semester genap siswa yang diperoleh dari guru. 3) Wawancara

Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya (Riduwan, 2013:74). Sedangkan Sudijono (2011:82) mengatakan bahwa wawancara adalah suatu cara menghitung bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melaksanakan dengan melakukan tanaya jawab secara lisan secara sepihak, berhadapan muka, dan dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini, peneliti mewawancarai siswa dan guru kelas XI SMA Negeri se-kecamatan Tampan Tahun Ajaran 2017/2018”.

36 3.11 Teknik Analisis Data Deskriptif

Setelah data terkumpul dengan lengkap tahap berikutnya adalah tahap analisis data. Sugiyono (2013;207) analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Analisis data dilakukan untuk menghitung persentase data jawaban responden, peneliti menggunakan teknik deskriptif persentase dengan rumus yang dikemukakan Sudijono (2008;43)

Keterangan:

P : Persentase yang dicari f : Frekuensi jawaban N : Jumlah skor maksimal

Setelah dipersentasekan, untuk mengetahui tingkat cara belajar siswa, maka akan dilihat dengan menggolongkan hasil data cara belajar yang telah diisi oleh siswa melalui angka yang telah dibagikan.

Penggolongan dimodifikasi sesuai dengan skor angket yang peneliti gunakan, dimana angket yang peneliti gunakan untuk angket cara belajar memili 38 pernyataan dan abnayaknya kelas dapat ditentukan krteria skor, sehingga diperoleh:

1. Skor terendah jika semua item mendapat skor 1 = 1 x 38 = 38 skor 2. Skor tertinggi, jika semua item mendapat skor 4 = 4 x 38 = 152 skor 3. Skor terendah dalam bentuk persen menjadi = 38

152 x 100% =25 % 4. Rentang = 100% - 25% = 75%

5. Panjang interval =𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔

𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖=75 %3 = 25% P =𝑓𝑁x 100%

Dokumen terkait