BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengembangan
4. Uji Coba Lapangan Awal
2 4 Uji coba lapangan utama 12
3 4 Uji lapangan operasional 20
F. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data
Metode dan instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan 3 metode. Metode tersebut adalah:
1. Metode Observasi
Metode observasi dilakukan sebagai langkah awal untuk melakukan pengumpulan data dan informasi mengenai proses pembelajaran, dan media yang digunakan. Menurut Nana Syaodih (2005: 220-221) metode observasi merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Kegiatan terebut bisa berkenaan dengan cara guru mengajar, siswa belajar, kepala sekolah yang sedang memberikan pengarahan, personil bidang kepegawaian yang sedang rapat, dsb. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2010: 203) mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang komplek, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.
Dari segi proses, pelaksanaan pengumpulan data observasi dapat dibedakan mejadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant observation, selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan, observasi dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur. Dari
53
segi proses peneliti melakukan pengumpulan data menggunakan metode observasi nonpartisipan. Peneliti tidak terlibat langsung dan hanya sebagai pengamat independen saja. Dari segi instrumentasi, peneliti menggunakan metode observasi tidak terstruktur. Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Observasi pada penelitian ini dilakukan pada saat penelitian awal dengan mengamati kegiatan pembelajaran yang terjadi dikelas. Hasil pengamatan digunakan sebagai petunjuk awal dalam pembuatan media pembelajaran.
2. Metode Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahu hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah responden sedikit. Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2010: 194) mengemukakan bahwa anggapan yang perlu dipegang peneliti dalam menggunakan metode wawancara dan kuesioner (angket) adalah sebagai berikut:
a. Subyek adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri.
b. Apa yang dinyatakan oleh subyek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya.
c. Interpretasi subyek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh peneliti.
54
Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka maupun dengan menggunakan telepon.
Penelitian pengembangan monopoli ini menggunakan metode wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur merupakan wawancara yang bebas, dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang terlah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
3. Metode Angket (kuesioner)
Menurut Sugiono (2010: 199) kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertuli kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.
Dalam penelitian ini, angket akan diberikan kepada ahli media, ahli materi, dan siwa kelas 4 SD negeri 1 Sinduadi Sleman. Angket dalam penelitian pengembangan ini digunakan sebagai alat ukur untuk menentukan kelayakan produk yang dikembangkan. Data angket diperoleh dari hasil penilaian produk oleh ahli media, ahli materi, dan subyek uji coba lapangan, yaitu siswa kelas 4. Penilaian yang dilakukan dalam penilitian ini menggunakan jenis angket semi tertutup dengan menambahkan kolom
55
komentar atau saran. Pada penelitian pengembangan monopoli pembelajaran ini menggunakna 3 instrumen, yaitu:
1) Instrumen 1
Instrumen pertama adalah lembar angket penilaian ahli materi yang berhubungan dengan materi IPA pokok bahasan penggolongan hewan berdasarkan makanan dan tahapan daur hidup hewan untuk kelas 4 SD. Hasil dari penilaian ahli materi tersebut, digunakan sebagai bahan revisi dan penyempurnaan materi agar sesuai dengan materi yang pelajaran IPA kelas 4 SD.
2) Instrumen 2
Instrumen kedua adalah lembar angket penilaian ahli media pembelajaran. Angket penilaian kedua digunakan untuk menilai produk dari segi pemilihan bahan, kualitas bahan, ketahanan bahan , ketetapan bentuk dan ukuran, kombinasi warna, dan lain-lain. Hasil dari penilaian akan digunakan sebagai bahan revisi produk media agar tercipta suatu media pembelajaran yang baik.
3) Instrumen 3
Instrumen ketiga adalah lembar respon siswa yang ditujukan kepada siswa berupa penilaian untuk mengetahui tingkat kelayakan media bila digunakan di lapangan.
G. Langkah Pengembangan Instrumen
Penggunaan instrumen bertujuan sebagai dasar penilaian media yang akan dikembangkan. Media yang layak digunakan didapat dengan instrumen
56
yang baik pula. Langkah-langkah pengembangan instrumen dalam pengembangan media monopoli pembelajaran penggolongan hewan berdasarkan makanan dan tahapan daur hidup hewan untuk siswa kelas 4 di SD Negeri 1 Sinduadi, Sleman, Yogyakarta adalah sebagai berikut:
1. Mengembangkan kisi-kisi instrumen.
Peneliti membuat kisi-kisi instrumen berbentuk tabel yang memuat indikator atau unsur penilaian. Selanjutnya, peneliti mengembangkan butir-butir instrumen berbentuk pernyataan.
2. Mengkonsultasikan kisi-kisi instrumen kepada dosen pembimbing. Peneliti melakukan konsultasi kepada pembimbing, dan meminta pendapat, kepada ahli seberapa jauh butir instrumen yang dibuat secara tepat dapat mengukur indikator.
3. Menyusun dan melengkapi instrumen yang telah dikoreksi dosen pembimbing dan mendapatkan expert judgement.
Pada tahap ini, peneliti melakukan revisi instrumen yang telah didiskusikan dengan expert judgement, sehingga instrumen yang digunakan dalam penilitian telah sesuai.
Lembar instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa lembar instrumen validasi ahli materi, instrumen validasi ahli media, dan lembar instrumen untuk siswa. Instrumen berisi pertanyaan yang berkaitan dengan media pembelajaran digunakan sebagai dasar penilaian kelayakan ahli media, ahli materi dan siswa. Berikut merupakan kisi-kisi instrumen pengembangan media monopoli pembelajaran IPA pokok bahasan
57
penggolongan hewan berdasarakan makanan dan tahapan daur hidup hewan untuk siswa kelas 4 SD Negeri 1 Sinduadi Sleman yang ditujuakn kepada ahli materi:
Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen Ahli Materi
Kisi-kisi instrumen di atas, selanjutnya akan dikembangkan menjadi pertanyaan penilaian untuk ahli materi. Kisi-kisi instrumen yang kedua adalah untuk ahli media. Adapun kisi-kisi instrumen yang ditujukan untuk ahli media adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Kisi-kisi Instrumen Ahli Media
No Aspek Indikator No. Butir
1 Fisik Tampilan media secara umum 1
Jenis bahan yang digunakan 2
Keawetan bahan yang digunakan 3
Kemenarikan bentuk media 4
Ukuran media secara keseluruhan 5 Keamanan bahan yang digunakan 6 2 Warna Komposisi warna, gambar, dan tulisan 7
Kesesuaian warna dengan karakteristik siswa kelas 4
8
Daya tarik warna pada media 9
3 Penggunan Kesesuaian media monopoli dengan karakteristik siswa kelas 4
10
Kepraktisan media 11
Kemudahan pemakaian media 12
Kejelasan petunjuk penggunaan 13
No. Indikator No. Butir
1 Kesesuaian materi dengan standar kompetensi dan
kompetensi dasar saat ini 1
2 Kesesuaian materi dengan karakteristik siswa 2 3 Kesesuaian materi dengan gambar yang disajikan 3
4 Kejelasan isi materi 4
5 Kemudahan bahasa yang digunakan 5
6 Daya tarik materi yang disajikan dalam media monopoli
pembelajaran 6
58
Kesesuaian media dengan keaktifan siswa dalam pembelajaran
14 4 Ilustarsi
(gambar)
Kejelasan gambar 15
Kesesuaian gambar dengan materi 16 Kesesuaian gambar dengan karakteristik
siswa kelas 4
17
5 Huruf Ketepatan pemilihan jenis huruf 18
Kesesuaian ukuran huruf 19
Kejelasan tulisan dalam permainan 20
Selain instrumen untuk ahli materi dan ahli media, disediakan juga kisi-kisi instrumen untuk siswa sebagai sasaran pengguna. Pemberian kisi-kisi untuk siswa ditujukan untuk melihat respon siswa setelah menggunakan media monopoli pembelajaran tersebut. Adapun kisi-kisi butir instrumen untuk siswa sebagai berikut:
Tabel 5. Kisi-kisi Instrumen Untuk Siswa
No. Indikator No. Butir
1 Kemenarikan media 1
2 Ketepatan penggunaan warna 2
3 Kejelasan dan kemenarikan gambar 3
4 Kemudahan penggunaan media 4
5 Kejelasan materi yang disajikan 5
6 Kemenarikan penyampaian materi 6
7 Kemudahan materi 7
8 Kejelasan penggunaan bahasa 8
Perolehan data dari judgement expert media dan materi, selanjutnya diubah menjadi data yang bersifat deskriptif kualitatif, dengan skala penilaian 5, sehingga diperoleh kriteria media yang disebut “sangat layak”, “layak”, “cukup layak”, “kurang layak”, dan “tidak layak”. Sedangkan data yang diperoleh dari hasil instrumen siswa diubah menjadi data yang bersifat deskriptif kualitatif, dengan skala penilaian 2, sehingga diperoleh hasil media dengan kriteria “layak” dan “tidak layak” untuk digunakan.
59 H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penilitian ini akan dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dari analisis deskriptif kuantitatif dihasilkan dari angket uji ahli, uji lapangan awal, uji lapangan utama, dan uji lapangan operasional.
Menurut Suharsimi Arikunto (1998: 246), data kuantitatif yang berwujud angka-angka hasil perhitungan atau pengukuran dapat diproses dengan cara dijumlah, dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan dan diperoleh. Kadang-kadang pencarian persentase dimaksudkan untuk mengetahui status sesuatu yang dipersentassekan dan disajikan tetap berupa presentase. Tetapi kadang-kadang sesudah sampai ke presentase, lalu ditafsirkan dengan kalimat yang bersifat kualitatif, misalnya layak (76~100%), cukup layak (56~75%), kurang layak (40~55%), dan tidak baik (kurang dari 40%).
Data dari penelitian ini, menggunakan skala Likert, dengan skala penilaian 1-5. Skala tersebut memiliki penjelasan sebagai berikut: angka 5) sangat layak, 4) layak, 3) cukup, 2) kurang layak, dan 1) sangat kurang layak. Skor yang diperoleh kemudian dikonversikan menjadi nilai dengan skala 5 menggunakan acuan konversi dari Sukardjo (2008: 52-53) pada tabel di bawah ini:
60
Tabel 6. Kriteria Penilaian Data Kualitatif dengan Skala 5
Interval Skor Skor Kategori
X > Xi + 1,80 Sbi 5 Sangat Layak
Xi + 0,60 Sbi < X ≤ Xi + 1,80 Sbi 4 Layak Xi – 0,60 Sbi < X ≤ Xi + 0,60 Sbi 3 Cukup
Xi – 1,80 Sbi < X ≤ Xi - 0,60 Sbi 2 Kurang Layak
X ≤ Xi – 1,80 Sbi 1 Sangat Kurang
Layak Keterangan:
Xi(Rerata skor ideal) = 1/2(skor mak ideal + skor min ideal)
Sbi(Simpangan baku ideal) = 1/6 (skor mak – skor min)
X = Skor empiris
Berdasarkan perhitungan rentang skor rata-rata diatas, kriteria penilaian dapat disederhanakan menjadi sebagai berikut:
Tabel 7. Pedoman Hasil Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif
Mencari skor (X) dengan menggunakan rumus rata-rata : X = ∑X
n
X = skor rata-rata ∑x = jumlah skor n = jumlah responden
Tabel pedoman konversi diatas digunakan untuk menilai tingkat kelayakan media monopoli pembelajaran IPA pokok bahasan penggolongan
Skor Rentang Kriteria
5 X > 4,08 Sangat layak
4 3,36 < X ≤ 4,08 Layak
3 2,64 < X ≤ 3,36 Cukup
2 1,92 < X ≤ 2,64 Kurang layak
61
hewan berdasarkan makanan dan tahapan daur hidup hewan dikatakan layak jika hasil penilaian uji coba lapangan minimal dalam kriteria “Baik”.
Selain penilaian dari ahli media dan ahli materi, kelayakan media juga dinilai dari hasil instrumen siswa yang diperoleh dari hasil uji coba. Perhitungan persentase siswa menggunakan skala guttmen dan dihitung dengan rumus sebagai berikut:
� = � �ℎ �� � ��� ��� � ��� � � ℎ � �� %
X = Persentase Skor
Jadi, media monopoli pembelajaran IPA pokok bahasan penggolongan hewan berdasarkan makanan dan tahapan daur hidup hewan dapat dikatakan “layak” digunakan dalam pembelajaran apabila persentase kelayakan mencapai > 75%. Sebaliknya, media pembelajaran dikatakan “Tidak layak” apabila persentase kelayakan ≤ 75%. Lebih jelas dengan melihat tabel 6 sebagai berikut:
Tabel 8. Penilaian Total Instrumen Siswa
Persentase Kategori
̅ > 5% Layak
62 BAB IV
HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengembangan
1. Hasil Penelitian dan Pengumpulan Data Awal
Pengembangan media monopoli penggolongan hewan ini dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada guru dan siswa kelas 4 SD Negeri 1 Sinduadi, Mlati Sleman. Observasi dan pengumpulan data awal dilakukan untuk mengetahui kendala apa yang sedang dihadapi murid dalam pembelajaran mata pelajaran IPA. Dari hasil observasi awal, diketahui bahwa kegiatan belajar mengajar di kelas tersebut masih menggunakan metode belajar konvensional, yaitu ceramah. Pembelajaran yang berlangsung, masih belum menggunakan media pembelajaran sebagai sarana pembantu kegiatan belajar. Selain melakukan observasi, pengambilan data awal juga dilakukan dengan metode wawanacara. Dari hasil wawancara terhadap guru, diketahui bahwa penggunaan media pembelajaran untuk membantu kegiatan belajar, masih sangat kurang, dikarenakan masih terbatasnya media yang tersedia di sekolah tersebut.
Selain wawancara pada guru, dilakukan juga wawancara pada siswa kelas 4 SD Negeri 1 Sinduadi. Hasil wawancara pada siswa, diketahui bahwa mereka merasa kurang tertarik dengan metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru mereka. Hal ini menyebabkan adanya beberapa siswa yang perhatiannya teralihkan dikarenakan kurang menariknya proses pembelajaran yang sedang berlangsung.
63
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dijelaskan di atas, peneliti mulai melakukan perencanaan membuat media pembelajaran mata pelajaran IPA untuk siswa kelas 4 SD Negeri 1 Sinduadi, Mlati, Sleman. Hasil dari perencanaan yang dilakukan oleh peneleiti akan dijelaskan di poin selanjutnya.
2. Hasil Perencanaan
Pengembangan media monopoli pengembangan hewan ini diawali dengan merancang komponen media yang akan digunakan dalam permainan monopoli tersebut. Berikut langkah-langkah penyusunan rancangan media:
a. Tahap pertama, peneliti merancang komponen apa saja yang akan dibutuhkan dalam permainan media monopoli yang akan dibuat nantinya. Komponen yang akan digunakan dalam media tersebut adalah: Papan monopoli, dadu, stik poin, buku petunjuk, buku kunci jawaban,kartu pertanyaan, kartu materi umum dan pion untuk pemain.
b. Tahap kedua, setelah menentukan komponen apa saja yang dibutuh peneliti mulai membuat desain awal media monopoli tersebut menggunakan software Corel Draw X7.
c. Tahap ketiga, menentukan materi yang akan digunakan dalam media monopoli pembelajaran tersebut dengan berpedoman pada Silabus dan RPP yang digunakan di SD Negeri 1 Sinduadi, Sleman.
d. Tahap keempat, mencari dan mengumpulkan gambar-gambar yang mendukung dan berkaitan dengan materi. Gambar yang digunakan pada
64
media ini, beberapa peneliti kumpulkan dari hasil memotret sendiri dan sisanya dari internet.
e. Tahap kelima, perancangan papan monopoli pembelajaran menggunakan software Corel Draw X7.
f. Tahap keenam, perancangan dadu, stik poin, kartu pertanyaan, kartu materi umum, buku petunjuk, dan buku kunci jawaban menggunakan software Corel Draw X7.
g. Tahap ketujuh, membuat dadu menggunakan kayu, dengan ukuran 3x3cm. h. Tahap kedelapan, mencari pion untuk pemain.
3. Hasil Pengembangan Produk Awal a. Langkah Pengembangan
Setelah perancangan media, peneliti melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu tahap pengembangan media. Adapun langkah-langkah pengembangan media adalah sebagai berikut:
1) Pembuatan desain sticker menggunakan Corel Draw X7 untuk papan dasar media monopoli yang akan ditempelkan pada papan plastik berukuran 35x35cm. Setelah desain selesai, selanjutnya peneliti mencetak desain papan tersebut menggunakan kertas stiker jenis Chromo.
2) Pembuatan desain kartu pertanyaan, materi, dan bonus poin menggunakan Corel Draw X7. Kartu yang didesain berukuran 6x8cm. Setelah desain selesai, selanjutnya dicetak menggunakan kertas ivory 230gr.
65
3) Pembuatan desain buku petunjuk dan kunci jawaban menggunakan Corel Draw X7. Buku petunjuk dan kunci jawaban berukuran A5 dan dicetak menggunakan kertas ivory 230gr.
4) Pembuatan desain stik poin dan desain dadu menggunakan Corel Draw X7. Desain stik poin berukuran 1x12cm dan dadu berukuran 3x3cm. Stik poin dan dadu di cetak menggunakan kertas stiker glosy berukuran A4.
5) Pembuatan dadu menggunakan bahan kayu berukuran 3x3cm. Pembuatan dadu dilakukan dengan bantuan tukang kayu.
6) Menempel stiker dasar monopoli di papan plastik berukuran 35x35cm.
7) Memotong kartu pertanyaan, kartu materi, dan bonus poin sesuai ukuran.
8) Memotong dan menempelkan stiker stik poin pada stik kayu untuk gagang es krim.
9) Memotong dan menempelkan stiker dadu pada kubus yang berukuran 3x3cm terbuat dari kayu.
Proses desain media dan pembuatan perlengkapan untuk media membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan. Media didesain oleh peneliti sendiri, tetapi untuk pembuatan dadu, dibantu oleh tukang kayu. Penggunaan dan pemilihan bahan media dirancang agar media awet, dan mudah untuk dibawa oleh pengguna.
66 b. Hasil Produk Awal
Hasil Produk awal dari penelitian pengembangan ini adalah produk media monopoli pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada pokok bahasan penggolongan hewan berdasarkan makanan dan daur hidup untuk siswa kelas 4 SD, dengan spesifikasi sebagai berikut:
1) Papan monopoli berbentuk persegi, dengan ukuran 35x35 cm, berbahan plastik, dengan ketebalan 2cm.
2) Kartu soal, kartu materi dan kartu bonus poin berkuruan 6x8cm, dicetak menggunakan kertas ivory 230gr, dengan jumlah masing-masing 26 lembar untuk kartu soal, 15 lembar untuk kartu materi, dan 10 lembar untuk kartu bonus poin.
3) Dadu berbentuk kubus dengan ukuran 3x3x3cm, terbuat dari kayu dan ditempeli stiker yang terbuat dari kertas stiker glosy. 4) Stik poin berukuran 1x12cm terbuat dari kayu, dengan tempelan
stiker yang terbuat dari kertas stiker glosy. Stik poin terdiri dari 3 jenis, yaitu stik poin bernilai 500 poin dengan warna dasar biru, stik poin bernilai 100 poin dengan warna dasar kuning, dan stik poin bernilai 25 poin dengan warna dasar merah.
5) Buku petunjuk dan buku kunci jawaban berukuran A5, terbuat menggunakan kertas ivory 230gr.
6) Empat buah pion untuk pemain, berbentuk lingkaran dengan warna yang berbeda.
67 c. Hasil Validasi Ahli Materi
Ahli materi dalam penilitian ini adalah Dr. Pratiwi Puji Astuti, M.Pd, dosen program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Yogyakarta yang mengampu bidang Pendidikan IPA. Terdapat 7 indikator penilaian yang digunakan untuk menilai media ini. Hasil penilaian kualitass oleh ahli materi terhadap media ini dengan instrumen pengumpulan data kuesioner adalah sebagai berikut:
Tabel 9. Skor Penilaian Media oleh Ahli Materi
No Indikator Skor Nilai
1 Kesesuaian materi dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar saat ini
5 Sangat Layak 2 Kesesuaian materi dengan karakteristik siswa 4 Layak 3 Kesesuaian materi dengan gambar yang
disajikan
4 Layak
4 Kejelasan isi materi 5 Sangat
Layak
5 Kemudahan bahasa yang digunakan 5 Sangat
Layak 6 Daya tarik materi yang disajikan dalam media
monopoli pembelajaran
5 Sangat Layak 7 Daya tarik penggunaan media monopoli
pembelajaran
4 Layak
Total 32
Rata-Rata 4,57 Sangat
Layak Berdasarkan data di atas, jumlah skor yang didapat secara keseluruhan adalah 32, dengan rata-rata skor 4,57. Angka ini, jika dikonversikan kedalam skala 5, maka dapat disimpulkan bahwa, media monopoli pembelajaran penggolongan hewan yang dikembangkan menunjukkan kualitas “Sangat Layak”.
68
Menurut pendapat dari ahli materi, media ini secara umum sudah menarik, dan sangat baik untuk di ujicobakan sebagai media pembelajaran. Ada beberapa saran khusus dari ahli materi untuk memperbaiki media ini, yaitu hanya pada buku kunci jawaban, agar pada bagian keterangan jawaban singkat untuk dipertegas, selebihnya sudah bagus.
Validasi dengan ahli materi dilakukan sebanyak dua kali, pada validasi tahap akhir, ahli materi tidak memberikan penilaian lagi, tetapi langsung menyetujuinya.
Sebelum Revisi Setelah Revisi
Gambar 5. Contoh Isi Buku Kunci Jawaban Sebelum dan Sesudah Revisi
d. Hasil Validasi Ahli Media
Penilaian hasil validasi oleh ahli media diperoleh menggunakan angket. Ahli media dalam penilitian ini adalah Estu Miyarso, M.Pd, dosen jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Ahli media bertugas untuk menilai tampilan dari media yang dikembangkan oleh
69
peneliti. Terdapat 20 indikator yang digunakan untuk menilai aspek tampilan dari media ini. Validasi media dilakukan sebanyak 2 kali. Hasil penelitian dari ahli media, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
1. Hasil penilaian ahli media tahap 1
Tabel 10. Skor Penilaian Media oleh Ahli Media Tahap 1
No. Indikator Skor Nilai
1 Jenis bahan yang digunakan 4 Layak
2 Tampilan media 2 Tidak Layak
3 Daya tarik bentuk media 3 Cukup
4 Ukuran media 4 Layak
5 Keamanan bahan yang digunakan 3 Cukup
6 Keawetan bahan yang digunakan 4 Layak
7 Komposisi warna, gambar, dan tulisan 2 Tidak Layak 8 Kesesuaian warna dengan karakteristik
siswa kelas 4
3 Cukup
9 Daya tarik warna pada media 3 Cukup
10 Kesesuaian media monopoli dengan karakteristik siswa kelas 4
3 Cukup
11 Kepraktisan media 4 Layak
12 Kemudahan pemakaian media 3 Cukup
13 Kejelasan petunjuk penggunaan 4 Layak
14 Kesesuaian media dengan keaktifan siswa dalam pembelajaran
4 Layak
15 Kejelasan gambar 5 Sangat Layak
16 Kesesuaian gambar dengan materi 5 Sangat Layak 17 Kesesuaian gambar dengan karakteristik
siswa kelas 4
4 Layak
18 Ketepatan pemilihan jenis huruf 3 Cukup
19 Kesesuaian ukuran huruf 3 Cukup
20 Kejelasan tulisan dalam permainan 3 Cukup
Total 69
Rata-Rata 3,45 Layak
Berdasarkan data di atas, jumlah skor keseluruhan adalah 69, dengan rata-rata skor 3,45. Angka ini, apabila dikonversikan dalam skala 5, dapat diambil kesimpulan, bahwa media monopoli pembelajaran penggolongan
70
hewan yang dikembangkan menunjukkan kualitas “Layak” dari segi tampilan media pembelajaran.
Ada beberapa poin dari data di atas yang masih menunjukkan kategori “Tidak Layak”, yaitu pada poin nomor 2 dan poin nomor 7. Peneliti mendapat kategori tidak layak dikarenakan beberapa hal dan telah dirubah sesuai dengan saran yang diberikan oleh ahli media. Adapun saran yang diberikan oleh ahli media yaitu:
- Tiap sisi kartu masih runcing, dan perlu ditumpulkan. - Kurang warna merah pada papan monopoli.
- Kontrasing warna background dan teks diperjelas untuk buku petunjuk penggunaan.
- Jenis huruf yang dipakai disesuaikan.
Saran dari ahli media tersebut kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki media. Setelah media direvisi dan disesuaikan dengan saran yang diberikan oleh ahli media, kemudian diujikan kembali kepada ahli media.
71
Sebelum Revisi Sesudah Revisi
Gambar 6. Contoh Kartu Soal Sebelum dan Sesudah Revisi
Sebelum Revisi Sesudah Revisi
72 Sebelum Revisi
Background dasar berwarna hijau
Sesudah Revisi
Background dasar berwarna merah muda
Gambar 8. Contoh Papan Monopoli Sebelum dan Sesudah Revisi