BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.5 Uji Coba Lapangan Terbatas
Peneliti melakukan uji coba lapangan terbatas kepada 10 siswa kelas I SD N 2 Sambi. Kesepuluh siswa tersebut terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Peneliti melakukan uji coba lapangan terbatas pada tanggal 5 Mei 2018 yang berlangsung selama 2 jam pelajaran atau selama 70 menit. Tempat
75 untuk melaksanakan uji coba lapangan terbatas ini adalah kelas I SD N 2 Sambi karena telah dipersiapkan oleh guru, sehingga peneliti menyesuaikan dengan keadaan yang ada di sekolah. Kesepuluh siswa yang sudah dipilih kemudian diajak untuk menuju ruang kelas I SD N 2 Sambi. Siswa kemudian menempati tempat duduk yang telah dipersiapkan. Setelah semua siswa siap kemudian peneliti memulai uji coba lapangan terbatas dengan membagikan buku skala kecemasan aspek fisik kepada kesepuluh siswa tersebut.
Peneliti memberikan penjelasan kepada siswa tentang cara pengisian skala kecemasan aspek fisik. Peneliti memberikan pertanyaan kepada siswa untuk memastikan bahwa semua siswa sudah memahami cara pengisian skala kecemasan aspek fisik. Peneliti mengajak siswa untuk mulai menjawab setiap pernyataan dalam skala kecemasan aspek fisik ini. Siswa mulai mengisi skala kecemasan aspek fisik dengan menuliskan data identitas terlebih dahulu. Siswa yang telah selesai mengisi data identitas kemudian mulai menjawab setiap pernyataan yang ada pada buku skala kecemasan. Jawaban yang diberikan oleh siswa pada setiap pernyataan kemudian dihitung dan dianalisis oleh peneliti. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 4.20.
Tabel 4. 20 Hasil Analisis Jawaban Siswa Kelas I SD N 2 Sambi
Nama Skor Total Tingkatan Skor
Ris 59 Sangat Tinggi
76 Dari tabel 4.20 peneliti mengetahui bahwa terdapat 2 siswa berada pada tingkat kecemasan sangat rendah, 3 siswa berada pada tingkat kecemasan sedang dan 5 siswa berada pada tingkat kecemasan tinggi.
Peneliti juga membagikan kuesioner tanggapan mengenai produk buku skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar. Kuesioner tanggapan hasil produk diberikan setelah uji coba lapangan terbatas. Berikut ini adalah tanggapan siswa mengenai buku skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar yang dapat dilihat pada tabel 4.21.
Tabel 4. 21 Tanggapan Mengenai Produk Skala Kecemasan Aspek Fisik oleh Siswa Kelas I SD N 2 Sambi
Berdasarkan hasil tanggapan megenai produk skala kecemasan aspek fisik oleh siswa kelas I SD N 2 Sambi melalui tabel 4.21 didapatkan hasil rerata skor sebesar 3,5. Jika dibandingkan dengan tabel 3.10, rerata tersebut memiliki skor lebih dari 3,25 sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar sudah layak digunakan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh siswa. Lembar hasil tanggapan mengenai produk skala kecemasan aspek fisik oleh siswa kelas I SD N 2 Sambi dapat dilihat melalui lampiran.
77 4.2 Pembahasan
Pada subbab ini membahasa tentang prosedur dan kualitas penyusunan skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar.
4.2.1 Prosedur Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Fisik untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar
Prosedur dalam penyusunan skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar terdiri dari lima tahap yaitu potensi dan masalah, perencanaan, pengembangan bentuk awal produk, validasi produk, dan uji coba lapangan terbatas.
Pada tahap pertama yaitu potensi dan masalah, peneliti melakukan observasi dan wawancara. Dari hasil observasi dan wawancara, peneliti melakukan idetifikasi masalah untuk mengetahui kebutuhan dari guru. Peneliti juga memperdalam pemahaman tentang skala kecemasan dengan mencari informasi mengenai skala kecemasan dari berbagai sumber. Berdasarkan hasil identifikasi masalah melalui observasi dan wawancara diketahui bahwa terdapat 10 siswa yang mengalami kecemasan. Guru menjelaskan bahwa kesepuluh siswa tersebut mengalami kecemasan pada fisik, yang disebabkan karena siswa belum dapat melaksanakan gerakan olahraga roll depan dengan baik.
Tahap kedua yaitu perencanaan. Peneliti menyusun blue-print skala kecemasan aspek fisik dalam bentuk angka dan kalimat. Blue-print penyusunan skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar dapat dilihat pada tabel 3.4 dan tabel 3.5. Blue-print yang telah disusun oleh peneliti mendapatkan kritik dan saran dari guru yang disampaikan secara lisan bahwa jumlah komponen favorable dan unfavorable harus sama. Berdasarkan saran tersebut maka peneliti
78 memperbaiki Blue-print penyusunan skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar yang dapat dilihat pada tabel 4.4 dan tabel 4.5.
Tahap ketiga yaitu pengembangan bentuk awal produk. Produk yang dikembangkan oleh peneliti berupa skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar yang kemudian dicetak menjadi sebuah buku.
Tahap keempat yaitu validasi produk. Skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar yang telah disusun oleh peneliti kemudian divalidasi oleh lima validator, yaitu 2 ahli psikologi, 1 ahli bahasa, 1 guru kelas I SD N 2 Sambi, dan 1 guru olahraga SD N 2 Sambi. Berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan oleh kelima validator, peneliti mendapatkan kritik dan saran untuk melakukan perbaikan. Perbaikan yang dilakukan oleh peneliti dapat dilihat pada tabel 4.15.
Tahap kelima yaitu uji coba lapangan terbatas. Pada tahap ini peneliti melakukan uji coba lapangan terbatas kepada sepuluh siswa kelas I di SD N 2 Sambi. Peneliti membagikan buku skala kecemasan asprk fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar. Buku skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar yang telah diisi oleh siswa kemudian dianalisis oleh peneliti. Hasil analisis jawaban siswa dapat dilihat pada tabel 4.18 peneliti mengetahui bahwa terdapat 2 siswa berada dalam kategori kecemasan ringan, 7 siswa berada dalam kategori kecemasan sedang, dan 1 siswa berada dalam kategori kecemasan berat.
Berdasarkan hasil analisis kuesioner tanggapan mengenai buku skala kecemasan fisik yang sudah diisi oleh siswa didapatkan hasil rerata skor sebesar 3,5. Rerata tersebut termasuk dalam kategori sangat baik. Siswa juga tidak memberikan saran
79 untuk perbaikan sehingga peneliti tidak melakukan perbaikan pada produk skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar.
Hasil penelitian di SD N 2 Sambi siswa kelas I yang belum dapat mempraktikkan roll depan dengan baik ada 10 siswa. Permasalahan ini disebabkan karena siswa takut, malu, dan khawatir ketika akan mempraktikkan gerakan olahraga roll depan. Permasalahan yang dialami oleh siswa menyebabkan siswa merasakan kecemasan. Sutardjo (2005), Nevid (2005), dan Corey (2005) menjelaskan bahwa kecemasan adalah suatu keadaan yang dirasakan seseorang karena munculnya rasa takut, hilangnya percaya diri dan kekhawatiran untuk melakukan sesuatu. Berdasarkan pengertian tersebut, kecemasan yang dialami oleh siswa kelas I SD N 2 Sambi berkaitan dengan adanya rasa takut dan khawatir yang dialami oleh siswa ketika akan mempraktikkan gerakan olahraga roll depan dengan menggunakan fisik yang dimilikinya.
Kecemasan yang dialami oleh siswa kelas I SD N 2 Sambi yang berjumlah 10, masuk ke dalam kecemasan rasional menurut Pedak (2009:30). Kecemasan rasional berkaitan dengan adanya rasa takut akibat adanya sesuatu yang mengancam. Dalam hal ini, adalah rasa takut siswa ketika akan mempraktikkan roll depan. Tingkat kecemasan yang dialami oleh siswa dapat dilihat dengan menggunakan skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar yamg disusun berdasarkan indikator kecemasan menurut Nevid (2005).
Penyusunan skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar diawali dengan pemilihan indikator yang mudah diamati oleh guru dan peneliti serta mudah untuk dirasakan oleh siswa. Indikator kecemasan kemudian disusun menjadi sebuah blue-print skala kecemasan aspek fisik supaya peneliti dapat
80 menyusun pernyataan dengan mudah dan tidak ada pernyataan yang ditulis secara berulang. Terdapat dua jenis pernyataan yaitu pernyataan favorable dan unfavorable. Peneliti menyusun kedua jenis pernyataan tersebut dengan jumlah yang sama dan dapat menunjukkan tingkat kecemasan dengan jelas. Total pernyataan yang dibuat oleh peneliti yaitu 10 aitem pernyataan, 5 aitem pernyataan favorable dan 5 aitem pernyataan unfavorable.
Peneliti kemudian mengembangkan blue-print skala kecemasan aspek fisik menjadi pernyataan yang sesuai dengan jenisnya. Penyusunan buku skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar ini dicetak dengan jenis huruf Times New Roman ukuran 16pt, kertas HVS g m ukuran A5 dengan ukuran panjang buku 20,5 cm dan lebar buku 14,5 cm. Sampul buku yang disusun oleh peneliti berjudul “SKALA PSIKOLOGI” yang ditulis dengan jenis huruf Cooper Black dengan ukuran 36pt. Judul diatur menggunakan rata tengah dan diletakkan dibagian atas sampul. Judul skala psikologi menggunakan spasi 2.
Sampul skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar dicetak menggunakan kertas ivory 230. Peneliti menyusun tata letak skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar sesuai yang diungkapkan oleh Azwar (2009:73) tentang tampilan penyajian. Peneliti menentukan format dan tata letak supaya mudah dibaca oleh siswa. Pada bagian format penulisan dan tata letak, penulis memilih menggunakan skala likert model empat pilihan jawaban. Empat pilihan jawaban tersebut yaitu ;
SS = Jika penyataan tersebut sangat sesuai dengan kondisi siswa S = Jika pernyataan tersebut sesuai dengan kondisi siswa TS = Jika pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kondisi siswa
81 STS = Jika pernyataan tersebut sangat tidak sesuai dengan kondisi siswa
Warna pada sampul skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar ini adalah hijau. Warna hijau memberikan kesan semangat, bergairah dan menyenangkan. Warna hitam dan putih dipadukan pada bagian isi skala kecemasan aspek fisik. Penggunaan warna hitam dan putih agar tulisan mudah dibaca oleh siswa. Isi skala kecemasan aspek fisik ini terdiri dari lembar kata permohonan, petunjuk pengisian, skala kecemasan, dan ucapan terima kasih.
Skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar yang telah disusun oleh peneliti kemudian divalidasi oleh lima validator, yaitu 2 ahli psikologi, 1 ahli bahasa, guru olahraga SD N 2 Sambi dan guru kelas I SD N 2 Sambi. Berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan oleh kelima validator, peneliti mendapatkan saran dan kritik untuk melakukan perbaikan. Perbaikan yang dilakukan oleh peneliti dapat dilihat pada tabel 4.15.
Peneliti melakukan uji coba lapangan terbatas kepada 10 siswa kelas I SD N 2 Sambi. Peneliti membagikan skala kecemasan aspek fisik untuk diisi oleh siswa.
Setelah skala diisi oleh siswa, maka peneliti menganalisis hasil jawaban siswa yang dapat dilihat pada tabel 4.20 peneliti mengetahui bahwa terdapat 2 siswa berada pada tingkat kecemasan sangat rendah, 3 siswa berada pada tingkat kecemasan sedang dan 5 siswa berada pada tingkat kecemasan tinggi.
Berdasarkan hasil analisis kuesioner tanggapan mengenai buku skala kecemasan aspek fisik yang sudah diisi oleh siswa, didapatkan hasil rerata skor sebesar 3,5.
Rerata tersebut termasuk dalam kategori sangat baik. Siswa juga tidak memberikan saran untuk perbaikan sehingga peneliti tidak melakukan perbaikan pada produk skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar.
82 4.2.2 Kualitas Penyusunan Skala Kecemasan Aspek Fisik untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar
Kualitas penyusunan skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar dilihat dari hasil validasi yang dilakukan oleh para validator. Pada penelitian ini produk yang telah disusun oleh peneliti divalidasi oleh lima validator yaitu, dua ahli psikologi, satu ahli bahasa, satu guru kelas I SD N 2 Sambi, dan satu guru olahraga SD N 2 Sambi. Validator menggunakan instrumen yang sama untuk memberikan penilaian kepada produk yang telah disusun oleh peneliti.
Hasil validasi dari kelima validator dapat dilihat pada tabel 4.14.
Berdasarkan hasil tersebut diperoleh rerata hitung sebesar 3,39. Rerata hitung yang diperoleh masuk ke dalam kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa penyusunan skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar memiliki kualitas yang sangat baik dan layak untuk digunakan.
Kualitas produk juga dilihat dari hasil pengisian instrumen tanggapan mengenai produk yang diisi oleh siswa. Hasil tanggapan megenai produk skala kecemasan aspek fisik oleh siswa kelas I SD N 2 Sambi mendapatkan rerata skor sebesar 3,5. Rerata tersebut memiliki skor lebih dari 3,25 sehingga termasuk dalam kategori sangat baik.
83 BAB V
PENUTUP
Bab V berisi uraian mengenai (1) kesimpulan, (2) keterbatasan penelitian, dan (3) saran bagi penelitian selanjutnya.
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
5.1.1 Prosedur penelitian dan pengembangan penyusunan skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar dimodifikasi ke dalam lima tahap, yaitu potensi dan masalah, perencanaan, pengembangan bentuk awal produk, validasi produk, dan uji coba lapangan terbatas. Pada tahap potensi dan masalah, peneliti melakukan identifikasi masalah melalui observasi di kelas I SD N 2 Sambi ketika mengikuti pelajaran olahraga roll depan dan wawancara dengan guru olahraga SD N 2 Sambi serta menganalisis kebutuhan guru olahraga SD N 2 Sambi dan siswa kelas I SD N 2 Sambi. Kemudian, pada tahap perencanaan peneliti menyusun skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar yang diawali dengan kajian teori dan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan blue-print yang memuat indikator skala kecemasan aspek fisik serta penyusunan lembar validasi isi produk skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar.
Selanjutnya, pada tahap validasi produk, skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar divalidasikan kepada ahli sebelum digunakan pada uji coba lapangan terbatas. Pada tahap terakhir, skala kecemasan aspek fisik untuk siswa
84 kelas I sekolah dasar yang telah divalidasi kemudian diujicobakan dan dilakukan revisi apabila terdapat kekurangan pada produk.
5.1.2 Kualitas penyusunan skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar dilihat dari hasil validasi isi skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar yang dilakukan oleh para validator. Pada penelitian ini produk skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar yang telah disusun oleh peneliti divalidasi oleh lima validator yaitu, dua ahli psikologi, satu ahli bahasa, satu guru kelas I SD N 2 Sambi, dan satu guru olahraga SD N 2 Sambi. Validator menggunakan instrumen yang sama untuk memberikan penilaian kepada produk skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar yang telah disusun oleh peneliti. Hasil validasi buku skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar dari kelima validator diperoleh rerata hitung sebesar 3,39. Rerata hitung yang diperoleh masuk ke dalam kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa penyusunan skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar memiliki kualitas yang sangat baik dan layak untuk digunakan. Kualitas produk skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar juga dilihat dari hasil pengisian instrumen tanggapan mengenai produk skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar yang diisi oleh siswa. Hasil tanggapan megenai produk skala kecemasan aspek fisik oleh siswa kelas I SD N 2 Sambi mendapatkan rerata skor sebesar 3,5. Rerata tersebut memiliki skor lebih dari 3,25 sehingga termasuk dalam kategori sangat baik.
85 5.2 Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
5.2.1 Ketika peneliti melaksanakan uji coba, siswa kelas I sekolah dasar kurang memahami dua aitem pernyataan yang ada pada skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar.
5.2.2 Skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar tidak dapat digeneralisasikan ke beberapa sekolah lain.
5.3 Saran
Saran yang dapat dipertimbangkan untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut:
5.3.1 Pada penelitian selanjutnya, pernyataan yang ada pada skala kecemasan aspek fisik untuk siswa kelas I sekolah dasar dibuat dengan bahasa yang mudah dipahami siswa kelas I sekolah dasar.
5.3.2 Pada penelitian selanjutnya, peneliti mewawancara dan mengobservasi ke beberapa sekolah agar skala dapat digeneralisasikan ke beberapa sekolahan lain.
86 DAFTAR PUSTAKA
A, Morrisan. M. (2014). Metode Penelitian Survei. Jakarta: Kencana.
A, Yusuf. Z. (2015). Metode Penelitian Komunikasi, Penelitian Kuantitatif Teori dan Aplikasi. Bandung: Pustaka Setia.
Anwar. (2013). Metodologi Penelitian. Jakarta: Salemba Empat.
Arifin, Z. (2011). Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. (2008). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Rinieka Cipta.
Azwar. (2009). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Az zahrani. (2005). Konseling Terapi. Jakarta: Gema Insani.
Corey, G. (2005). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT.
Refika Aditama.
Feist. (2008). Teori Kepribadian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Gall, M. D., Gall, J. P., & Borg, W. R. (2007). Educational Research: An Introduction. Boston: Pearson.
Hajidin, (2014). Pengembangan Alat Ukur Kecemasan Olahraga. Jurnal Olahraga. Vol. 4. No. 2. Agustus 2014. 1-9.
Hamzah, B.Uno, dkk. (2010). Pengembangan Instrumen Untuk Penelitian.
Jakarta: Delima Press.
Https://nasional.kompas.com/read/2009/10/21/2029108/mengatasi.cemas.saat.ana k.hendak.ujian. (Diakses pada tanggal 20 Agustus 2018).
Https://www.kompasiana.com/theeadomo/552fd3116ea8341d438b45a8/gangguan -jiwa-pada-anak. (Diakses pada tanggal 20 Agustus 2018).
Mulyatiningsih, E. (2014). Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan.
Bandung: Alfabeta.
Nevid, S. J. dkk. (2005). Psikologi Abnormal. Jakarta: Erlangga.
Pedak, M. (2009). Metode Supernol Menaklukkan Stres. Jakarta: Hikmah Publishing House.
Rohmansyah. (2017). Kecemasan Dalam Olahraga. Jurnal Ilmiah PENJAS, ISSN : 2442-3874 Vol.3 No.1, Januari 2017. 1-17.
Sudjana. (2014). Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Sugiyono (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
87 Sukardi. (2008). Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi
Aksara.
Sukmadinata, N S. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdayakarya.
Sutardjo, W. (2005). Pengantar Psikologi Abnormal. Bandung: Refika Aditama Tustiyana. (2012). Instrumen Untuk Menjaring Data Interval Nominal, Ordinal,
dan Data Tentang Kondisi Keadaan Hal Tertentu dam Data Untuk Menjaring Variabel Kepribadian. Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3 No 5 Desember 2012.
Widoyoko, S. Eko Putro. (2015). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yanti, dkk. (2013). Hubungan Antara Kecemasan Dalam Belajar dengan Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Ilmiah Konseling Vol 2 No 1 Januari 2013. 1-6.
Yusuf, M. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenamedia Group,
Zuriah. (2006). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
88
LAMPIRAN
89 Lampiran 1 Instrumen Identifikasi Masalah
Lampiran 1.1 Transkip Wawancara dengan Guru Olahraga SD N 2 Sambi
TRANSKIP WAWANCARA DENGAN GURU OLAHRAGA SD N 2 SAMBI Peneliti : apakah ibu mengetahui tentang kecemasan?
Guru Olahraga :saya sedikit memahami apa itu kecemasan yakni suatu rasa mengkhawatirkan hal-hal yang belum pasti terjadi, bahkan tetap merasa khawatir meskipun kondisinya sedang baik-baik saja. Orang yang mengalami cemas, juga cenderung membiarkan ketakutan menguasai dirinya. Seperti itu pengertian yang saya pahami mbak.
Peneliti :apakah siswa kelas I sekolah dasar aktif dalam pelajaran olahraga khususnya roll depan bu?
Guru Olahraga :Siswa kurang aktif mbak dalam mengikuti pelajaran olahraga roll depan. Dikarenakan siswa belum dapat melakukan dengan benar apa yang diminta oleh guru. Hal itu menjadikan siswa kurang bersemangat dalam pelajaran olahraga roll depan.
Peneliti :lalu, apakah siswa kelas I sekolah dasar merasa takut untuk mengikuti pelajaran olahraga roll depan bu?
Guru Olahraga :Siswa yang belum dapat melakukan dengan benar gerakan roll depan, siswa merasakan takut mbak dan tetap tidak mau mengulanginya apabila siswa telah gagal melakukan gerakan roll depan dengan baik dan benar.
Peneliti :pertanyaan selanjutnya bu apakah siswa kelas I sekolah dasar mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran olahraga roll depan?
Guru Olahraga :iya mbak siswa merasa kesulitan dikarenakan siswa melakukan gerakan roll depan dengan baik dan benar.
Peneliti :pertanyaan yang terakhir bu apakah siswa kelas I sekolah dasar merasa khawatir apabila tidak dapat melakukan apa yang diperintah oleh guru?
90 Guru Olahraga : iya mbak siswa apabila tidak dapat melakukan apa yang diperintah guru maka siswa sangat khawatir dan gugup bila tidak dapat melakukan gerakan roll depan dengan baik dan juga hal itu berdampak nilai olahraga roll depan siswa kurang baik.
91 Lampiran 2 Validasi Produk
Lampiran 2.1 Instrumen Validasi Oleh Guru Kelas 1 SD N 2 Sambi
92
93 Lampiran 2.2 Instrumen Validasi Oleh Guru Olahraga SD N 2 Sambi
94
95 Lampiran 2.3 Instrumen Validasi Oleh Ahli Psikologi 1
96
97 Lampiran 2.4 Instrumen Validasi Oleh Ahli Psikologi 2
98
99 Lampiran 2.5 Instrumen Validasi Oleh Ahli Bahasa
100
101 Lampiran 3 Produk Skala Kecemasan Aspek Fisik
102
Hallo adik-adik,
Berkaitan dengan penelitian mengenai penyusunan skala kecemasan aspek fisik, perkenankan saya memohon bantuan kepada adik-adik kelas I SD N 2 Sambi untuk mengisi skala psikologi. Skala ini berisi pernyataan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan ketika mengikuti pelajaran olahraga roll depan. Adik-adik diminta untuk mengisi pilihan jawaban yang tertera di dalam skala.
Demikian permohonan saya, atas kerjasama dan bantuan yang diberikan oleh adik-adik saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Choirun Nissa
103
PETUNJUK PENGISIAN
1. Baca dan pahamilah pernyataan-pernyataan pada skala berikut.
2. Kolom identitas diisi secara lengkap sesuai dengan diri kalian masing-masing.
3. Pilihlah salah satu dari empat pilihan jawaban sesuai dengan keadaan diri kalian, dengan cara memberi tanda centang (˅).
Adapun pilihan jawaban yang disediakan adalah sebagai berikut:
SS : Jika pernyataan sangat sesuai dengan kondisi kalian.
S : Jika pernyataan sesuai dengan kondisi kalian.
TS : Jika pernyataan tidak sesuai dengan kondisi kalian.
STS : Jika pernyataan sangat tidak sesuai dengan kondisi
kalian.
104
4. Contoh pengisian:
Pernyataan SS S TS STS
Saya gemar menulis ˅
Jawaban diatas menunjukkan bahwa pernyataan sesuai dengan kondisi kalian.
5. Apabila ingin mengubah jawaban, kalian dapat memberikan tanda dua garis mendatar (=) pada jawaban kalian, kemudian kalian dapat mengganti jawaban tersebut dengan jawaban yang lebih sesuai dengan diri kalian.
Contoh:
Pernyataan SS S TS STS
Saya gemar menulis ˅ ˅
Artinya, kalian mengubah jawaban dari sesuai menjadi tidak sesuai.
6. Semua jawaban yang kalian berikan adalah benar bila hal itu sesuai dengan diri kalian masing-masing.
7. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama yang telah kalian
berikan. Selamat mengerjakan.
105
SKALA PSIKOLOGI
Nama :
Kelas :
Usia :
Jenis Kelamin :
Berilah tanda centang (˅) pada 4 pilihan jawaban yang tersedia!
No Pernyataan Jawaban
SS S TS STS 1. tangan saya banyak gerak
ketika mengikuti pelajaran olahraga roll depan.
2. kepala saya tiba-tiba sakit ketika mengikuti pelajaran olahraga roll depan.
3. baju saya basah ketika
mengikuti pelajaran olahraga
roll depan.
106
4. tiba-tiba saya sulit berbicara ketika ditanya oleh guru.
5. jantung saya berdebar-debar ketika guru memanggil nama saya.
6. telapak tangan saya tiba-tiba dingin ketika memulai pelajaran olahraga roll depan.
7. saya buang air kecil ketika mengikuti pelajaran olahraga roll depan.
8. saya percaya diri ketika dapat menjawab pertanyaan dari guru.
9. saya mual ketika mengikuti pelajaran olahraga roll depan.
10. ketika mengikuti pelajaran
olahraga roll depan perut saya
107
tidak bermasalah.
Periksa kembali jawaban kalian, jangan sampai ada yang terlewat.
TERIMA KASIH
108
109 Lampiran 4 Instrumen Hasil Siswa
Lampiran 4.1 Contoh Hasil Jawaban Siswa Mengisi Produk Skala Kecemasan Aspek Fisik
110 Lampiran 4.2 Contoh Hasil Tanggapan Produk Skala Kecemasan Aspek Fisik Oleh Siswa Kelas I SD N 2 Sambi
111 Lampiran 4.3 Transkip Hasil Kerja Siswa Kelas I SD N 2 Sambi Mengisi Skala Kecemasan Aspek Fisik
Nama
No Item
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Skor Total
Ris 3 4 4 2 2 2 3 4 4 3 31
Mug 2 2 4 3 2 2 3 4 1 4 27
Tir 3 1 3 4 2 2 3 3 1 2 24
Alv 1 1 1 1 1 1 1 3 1 3 14
Nau 1 1 3 1 1 1 1 3 1 1 14
Mal 3 1 3 3 3 4 3 3 1 3 27
Far 3 2 3 1 4 4 1 4 2 4 32
Fan 4 3 3 3 2 4 3 3 2 4 31
Dya 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 31
Gal 3 2 4 3 3 4 2 4 2 3 30
112 Lampiran 4.4 Transkip Hasil Tanggapan Produk Skala Kecemasan Aspek Fisik Oleh Siswa Kelas I SD N 2 Sambi
Siswa No Item Total Rerata
1 2 3 4 5
Ris 3 4 4 4 3 18 3,6
Mug 4 4 3 3 3 17 3,5
Tir 4 4 3 2 3 16 3,2
Alv 3 4 4 3 4 18 3,6
Nau 3 4 2 4 4 17 3,5
Mal 4 4 2 3 4 17 3,5
Far 4 4 4 2 3 17 3,5
Fan 4 4 4 3 3 18 3,6
Dya 3 4 3 3 3 16 3,2
Gal 4 4 3 4 4 19 3,8
Rerata 17,3 3,5
113 Lampiran 5 Hasil Analisis SPSS Uji Validitas Skala Kecemasan Aspek Fisik Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar
Correlations
P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 TotalP
P1 Pearson
Correlation 1 -.668* .597 -.315 .395 -.597 .605 -.319 .652* -.340 .763* -.219 -.315 .611 .703* -.604 .172 .041 .453 .445 .638
Sig.
(2-tailed) .035 .068 .376 .258 .068 .064 .369 .041 .337 .010 .543 .376 .060 .023 .064 .635 .911 .188 .198 .052
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P2 Pearson
Correlation -.668* 1 .000 .452 -.189 .286 -.616 .725* -.683* .334 -.686* -.397 .452 -.837** -.616 .526 .091 .175 .206 -.319 -.217 Sig.
(2-tailed) .035 1.000 .190 .601 .424 .058 .018 .030 .346 .029 .256 .190 .003 .058 .118 .803 .629 .567 .368 .547
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P3 Pearson
Correlation .597 .000 1 -.158 .482 -.333 .098 .000 .222 -.269 .253 -.479 .316 .000 .490 -.299 .364 .408 .889** .447 .779**
Sig.
(2-tailed) .068 1.000 .663 .159 .347 .788 1.000 .537 .452 .481 .161 .373 1.000 .150 .402 .302 .242 .001 .195 .008
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
114
P4 Pearson
Correlation -.315 .452 -.158 1 .190 .264 .000 .423 -.176 .710* -.399 .151 .375 -.678* -.155 .315 -.575 .323 .176 -.354 .185 Sig.
(2-tailed) .376 .190 .663 .598 .462 1.000 .224 .627 .021 .253 .676 .286 .031 .669 .376 .082 .363 .627 .316 .609
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P5 Pearson
Correlation .395 -.189 .482 .190 1 -.562 .425 -.354 .361 -.151 .335 -.104 .666* -.189 .425 -.036 .295 .639* .441 .135 .849**
Sig.
(2-tailed) .258 .601 .159 .598 .091 .221 .316 .305 .676 .345 .775 .035 .601 .221 .921 .407 .047 .202 .711 .002
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P6 Pearson
Correlation -.597 .286 -.333 .264 -.562 1 -.196 .312 -.630 .419 -.786** .607 .000 -.190 -.033 -.066 -.515 -.408 -.296 -.373 -.467 Sig.
(2-tailed) .068 .424 .347 .462 .091 .587 .380 .051 .228 .007 .063 1.000 .598 .929 .856 .128 .242 .406 .289 .173
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P7 Pearson
Correlation .605 -.616 .098 .000 .425 -.196 1 -.367 .196 -.229 .347 .319 -.078 .504 .808** -.605 -.107 -.120 -.087 .110 .635 Sig.
(2-tailed) .064 .058 .788 1.000 .221 .587 .297 .587 .525 .326 .368 .831 .137 .005 .064 .769 .741 .811 .763 .208
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
115
P8 Pearson
Correlation -.319 .725* .000 .423 -.354 .312 -.367 1 -.535 .384 -.608 -.230 .000 -.611 -.367 .186 .049 -.218 .238 -.598 -.250 Sig.
(2-tailed) .369 .018 1.000 .224 .316 .380 .297 .111 .273 .062 .522 1.000 .061 .297 .607 .894 .545 .509 .068 .486
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P9 Pearson
Correlation .652* -.683* .222 -.176 .361 -.630 .196 -.535 1 -.220 .833** -.074 -.264 .429 .196 .011 -.091 .408 .235 .497 .667 Sig.
(2-tailed) .041 .030 .537 .627 .305 .051 .587 .111 .542 .003 .838 .462 .217 .587 .976 .803 .242 .514 .144 .173
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P10 Pearson
Correlation -.340 .334 -.269 .710* -.151 .419 -.229 .384 -.220 1 -.287 .120 .071 -.436 -.229 -.018 -.506 -.110 .120 -.502 -.143 Sig.
(2-tailed) .337 .346 .452 .021 .676 .228 .525 .273 .542 .421 .740 .845 .208 .525 .961 .135 .762 .742 .139 .693
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P11 Pearson
Correlation .763* -.686* .253 -.399 .335 -.786** .347 -.608 .833** -.287 1 -.347 -.333 .638* .264 -.260 .145 .206 .197 .565 .695 Sig.
(2-tailed) .010 .029 .481 .253 .345 .007 .326 .062 .003 .421 .326 .347 .047 .461 .469 .688 .567 .586 .089 .252
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
116
P12 Pearson
Correlation -.219 -.397 -.479 .151 -.104 .607 .319 -.230 -.074 .120 -.347 1 -.076 .151 .319 -.162 -.496 -.313 -.564 -.321 -.209 Sig.
(2-tailed) .543 .256 .161 .676 .775 .063 .368 .522 .838 .740 .326 .835 .678 .368 .655 .145 .379 .089 .365 .562
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P13 Pearson
Correlation -.315 .452 .316 .375 .666* .000 -.078 .000 -.264 .071 -.333 -.076 1 -.678* .000 .315 .216 .645* .351 -.088 .453 Sig.
(2-tailed) .376 .190 .373 .286 .035 1.000 .831 1.000 .462 .845 .347 .835 .031 1.000 .376 .550 .044 .319 .808 .148
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P14 Pearson
Correlation .611
-.837** .000 -.678* -.189 -.190 .504 -.611 .429 -.436 .638* .151 -.678* 1 .504 -.611 -.039 -.408 -.270 .479 -.050 Sig.
(2-tailed) .060 .003 1.000 .031 .601 .598 .137 .061 .217 .208 .047 .678 .031 .137 .060 .915 .242 .451 .161 .891
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P15 Pearson
Correlation .703* -.616 .490 -.155 .425 -.033 .808** -.367 .196 -.229 .264 .319 .000 .504 1 -.800** -.018 -.120 .240 .219 .688 Sig.
(2-tailed) .023 .058 .150 .669 .221 .929 .005 .297 .587 .525 .461 .368 1.000 .137 .005 .961 .741 .505 .543 .074
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
117
P16 Pearson
Correlation -.604 .526 -.299 .315 -.036 -.066 -.605 .186 .011 -.018 -.260 -.162 .315 -.611 -.800** 1 -.081 .569 -.122 .000 -.182 Sig.
(2-tailed) .064 .118 .402 .376 .921 .856 .064 .607 .976 .961 .469 .655 .376 .060 .005 .823 .086 .738 1.000 .614
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P17 Pearson
Correlation .172 .091 .364 -.575 .295 -.515 -.107 .049 -.091 -.506 .145 -.496 .216 -.039 -.018 -.081 1 -.037 .192 -.102 .099 Sig.
(2-tailed) .635 .803 .302 .082 .407 .128 .769 .894 .803 .135 .688 .145 .550 .915 .961 .823 .919 .595 .780 .785
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P18 Pearson
Correlation .041 .175 .408 .323 .639* -.408 -.120 -.218 .408 -.110 .206 -.313 .645* -.408 -.120 .569 -.037 1 .499 .456 .668* Sig.
(2-tailed) .911 .629 .242 .363 .047 .242 .741 .545 .242 .762 .567 .379 .044 .242 .741 .086 .919 .142 .185 .035
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
P19 Pearson
Correlation .453 .206 .889** .176 .441 -.296 -.087 .238 .235 .120 .197 -.564 .351 -.270 .240 -.122 .192 .499 1 .248 .744* Sig.
(2-tailed) .188 .567 .001 .627 .202 .406 .811 .509 .514 .742 .586 .089 .319 .451 .505 .738 .595 .142 .489 .014
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
118
P20 Pearson
Correlation .445 -.319 .447 -.354 .135 -.373 .110 -.598 .497 -.502 .565 -.321 -.088 .479 .219 .000 -.102 .456 .248 1 .692 Sig.
(2-tailed) .198 .368 .195 .316 .711 .289 .763 .068 .144 .139 .089 .365 .808 .161 .543 1.000 .780 .185 .489 .263
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
Total P
Pearson
Correlation .628 -.217 .779** .185 .849** -.467 .435 -.250 .467 -.143 .400 -.209 .493 -.050 .588 -.182 .099 .668* .744* .392 1 Sig.
(2-tailed) .052 .547 .008 .609 .002 .173 .208 .486 .173 .693 .252 .562 .148 .891 .074 .614 .785 .035 .014 .263
N 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
119 Lampiran 6 Surat Penelitian
Lampiran 6.1 Surat Ijin Penelitian
120 Lampiran 6.2 Surat Telah Melaksanakan Penelitian