METODE PENELITIAN 3.1.Desain Penelitian
IV. TEMUAN DAN PEMBAHASAN
4. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji perbedaan variance residu suatu periode pengamatan ke periode pengamatan yang lain atau gambaran hubungan antara nilai yang
diprediksi dengan Studentized Delete Residual. Model regresi dalam penelitian ini diuji berdasarkan pesebaran titik berada dalam scatterplot dengan nilai pesebaran yang disajikan pada tabel berikut :
Tabel 10. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Model Minimum Maximum Mean
-5,477 4,387 0,000
Sumber : Lampiran.
Tabel 10 menunjukkan bahwa nilai regresi berada pada batasan -5,477 hingga 4,387. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan model yang baik.
4.3.2 Pengaruh Kompensasi, Kepuasan Kerja dan Promosi Jabatan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai.
Berdasarkan hasil analisis dengan program SPSS 15 diperoleh data sebagai berikut : Tabel 11. Ringkasan Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Variabel
Bebas Standardized Koefisienregresi thitung tsignifikan
X1 0,522 4,406 0,000 X2 0,089 1,030 0,308 X3 0,346 2,941 0,005 R Square = 0.808 R = 0.899 N = 55 Fhitung = 71.321 α = 0,05 Fsignifikan = 0.000
Sumber : Hasil olahan data primer (Lampiran 4)
Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda yang disajikan pada tabel 11 diperoleh persamaa regresi linear berganda pengaruh pengaruh kompensasi, kepuasan kerja dan promosi jabatan terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara adalah :
Persamaan tersebut menggambarkan pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dimana setiap perubahan yang terjadi terhadap nilai X1,X2,
dan X3, yang disebabkan oleh naik atau turunnya nilai koefisien regresi (β) akan
memberikan pengaruh terhadap nilai Y. Untuk jelasnya dapat diintepretasikan sebagai berikut :
1. Hasil uji menunjukkan angka konstanta (α) dengan nilai signifikansi sebesar 0,165 berarti lebih besar dari nilai α = 0.05, maka dapat diintepretasikan bahwa secara statistik nilai konstanta (a) tersebut tidak berbeda nyata dengan nol (a = 0). Karena itu nilai konstanta tersebut (α = 0,662) tidak dapat dimasukkan dalam model regresi. 2. Nilai X1 = 0,522 menunjukkan bahwa jika kompensasi (X1) ditingkatkan, maka
prestasi kerja pegawai akan meningkatkan sebesar 52,2 %, dengan asumsi bahwa variabel lain konstan.
3. Nilai X2 = 0,089 menunjukkan bahwa jika kepuasan kerja (X2) dalam bekerja
ditingkatkan, maka prestasi kerja pegawai akan meningkatkan sebesar 8,9% dengan asumsi bahwa variabel lain konstan.
Kepuasan kerja pada pegawai negeri berpengaruh tidak signifikan, makna ini mengilustrasikan bahwa setiap pegawai harga dapat melaksanakan pekerjaanya hingga selesai. Tingkat kepuasan kerja pegawai adalah pada saat pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik, sesuai dengan dengan aturan dan perintah (Siagian, 1986). Pernyataan di atas, dapat diasumsikan bahwa jika pekerjaan dikerjakana sesuai dengan aturan dan perintah atasan, maka hasilnya akan memberikan kepuasan kepada pegawai tersebut. Berkaitan dengan hasil uji terhadap variabel kepuasan kerja, maka pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah orang-orang yang bekerja sesuai dengan
uraian tugas dan perintah atas dan jika hasil kerjanya hasil kerjanya sesuai, maka mereka akan merasa puas.
Ekspresi pegawai untuk menampakan rasa puas dengan hasil kerja yang diterima atasannya cukup bervariabel, ada yang sangat senang, sedang dan ada yang biasa saja karena pekerjaan masih tetap dikerjakan dan kemungkinan akan menjadi bertambah dengan demikian pengaruh kepuasan kerja pegawai adalah tidak signifikan dengan prestasi kerja pegawai. Namun demikian pegawai diharapkan dapat bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab.
4. Nilai X3 = 0,346 menunjukkan bahwa jika terjadi pelaksanaan promosi jabatan (X3)
dalam kantor dengan tepat, maka prestasi kerja pegawai akan meningkatkan sebesar 34,6% dengan asumsi bahwa variabel lain konstan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi jabatan dilaksanakan untuk meningkatkan karier pegawai. Setiap pegawai mempunyai hak untuk di promosikan dari suatu jabatan lama ke jabatan baru dengan pendapatan yang wajar untuk jabatan tersebut. Variabel promosi jabatan dinyatakan berpengaruh karena dalam tradisi pomosi jabatan secara kolusif masih tergambar dalam wacana jabatan struktural di pemerintahan seperti pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara yang tidak lepas dari adanya pelaksanaan promosi jabatan yang tidak sesuai, bahkan menimbulkan kesenjangan sosial antara atasan dan bawahan yang berdampak pada pelaksanaan dan pencapaian hasil pekerjaan.
5. Nilai R² ( R-Square ) sebesar 0,808 menunjukkan bahwa 80,8 % variasi dari prestasi kerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara dijelaskan oleh variabel kompensasi, kepuasan kerja dan promosi jabatan dan sisanya 19,2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.
6. Nilai R (angka koefisien korelasi ) sebesar 0,899 menunjukkan korelasi hubungan antara variabel kompensasi (X1), kepuasan kerja (X2), dan promosi jabatan (X3)
terhadap prestasi kerja pegawai (Y) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara adalah sangat kuat berada di atas 0,5.
4.3.2 Hasil Pengujian Hipotesis
Berdasarkan hasil analisis regresi pada lampiran hasil analisis statistik SPSS yang diringkas pada tabel 4.15 dapat diinterpretasikan pengaruh kompensasi, kepuasan kerja, dan promosi jabatan terhadap prestasi kerja pegawai secara parsial dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Variabel kompensasi (X1) memiliki nilai p-value = 0,000 < 0,05, sedangkan thitung =
4,406 > ttabel = 2.015 artinya kompesasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap
prestasi kerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara.
b. Variabel kepuasan kerja (X3) memiliki nilai p-value = 0,308 > 0,05 artinya
signifikan, sedangkan thitung = 1,030 < ttabel = 2,015 artinya variabel kepuasan kerja
secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara.
c. Variabel promosi jabatan (X3) memiliki nilai p-value = 0,005 < 0,05, sedangkan
thitung = 2,941 > ttabel = 2,015 artinya varaibel promosi jabatan secara parsial
berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pemahaman terhadap kalimat ”berpengaruh tidak signifikan” sering menimbulkan kontraversi pada sebagian kalangan. Jika hasil suatu penelitian diperoleh salah satu variabelnya berpengaruh tidak signifikan adalah merupakan bukti bahwa tidak semua
variabel memiliki tingkat signifikan yang sama sekalipun berpengaruh sehingga hal ini wajar untuk dapat dilanjutnya pada penelitian selanjutnya.
Pengujian simultan (Anova Test) bertujuan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji F menunjukkan variabel kompensasi, kepuasan kerja dan promosi jabatan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil uji F menunjukkan nilai p-value 0,00 < 0,005, sedangkan Fhitung
= 133,203 > Ftabel =2.56, (df1= 5 - 1 dan df2 = 55 - 5), Disini berarti kompensasi, kepuasan
kerja dan promosi jabatan secara simultan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kompensasi, kepuasan kerja dan promosi jabatan merupakan variabel independen yang secara bersama memiliki pengaruh terhadap prestasi kerja. Atau dapat dikatakan bahwa prestasi kerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggaran dipengaruhi oleh kompensasi yang layak, kepuasan terhadap hasil kerja dan promosi jabatan yang tepat
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN