• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

E- mail dapat mengirim dan menerima data/pesan

IV.5. Uji Hipotesa

Setelah analisis tabel tunggal dan analisis tabel silang dilakukan, maka peneliti melakukan langkah selanjutnya, yakni pengujian hipotesa. Uji hipotesa penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesa dalam penelitian dapat di terima atau di tolak. Hipotesa ini meliputi variabel bebas (X) yakni penggunaan fasilitas internet dan variabel terikat (Y) yakni pemenuhan kebutuhan informasi.

Berdasarkan tabel dan hasil temuan dari tabel, maka korelasi dapat diketahui dengan rumus Produk Momen

N ∑xy – ∑xy

r = ---

Keterangan: r : Koefisien Korelasi Produk Momen N : Jumlah Sampel

x : Variabel bebas y : Variabel Terikat

Pengujian hipotesis korelasi ini menggunakan korelasi Product Moment

(pearson’s Correlation). Penghitungannya dengan mengunakan piranti lunak (software) SPSS 15.0 for windows, dengan hasil uji korelasinya adalah Bivariate.

     

2 2 2 2

 

X

X N YY N

Dalam penggunaan software SPSS 15.0 for windows, pengujian t-test dan uji Z tidak dibutuhkan lagi, karena di dalam software tersebut sudah di perlihatkan secara jelas dan rinci.

Tabel 28 Correlations Penggunaan Fasilitas Internet Pemenuhan Kebutuhan Informasi Penggunaan Fasilitas Internet Pearson Correlation 1 .233(**) Sig. (2-tailed) .027 N 90 90 Pemenuhan Kebutuhan Informasi Pearson Correlation .233(**) 1 Sig. (2-tailed) .027 N 90 90

** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Dari hasil tabel korelasi di atas, dapat dilihat bahwa korelasi yang diperoleh bersifat positif yaitu +0,233. Ini menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan fasilitas internet di Perpustakaan USU dengan pemenuhan kebutuhan informasi Mahasiswa FISIP . Total sampel keseluruhan berjumlah 90 responden. Tingkat signifikansi korelasi adalah lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,027. Jika Probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak. Ini bermakna adanya hubungan antara variabel X dan Y.

Berdasarkan hasil korelasi dengan penggunaan rumus produk momen korelasi, diketahui harga r adalah 0,233. Sesuai dengan skala Guilford, maka besar korelasi (hubungan) antara Penggunaan Fasilitas Internet di Perpustakaan USU dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi di kalangan Mahasiswa FISIP USU berkorelasi rendah tapi pasti. Dimana, 0,233 berada pada tingkat 0,20-0,40.

Untuk melihat besarnya Kekuatan Pengaruh (KP) yang ditimbulkan oleh Penggunaan Fasilitas Internet dan Pemenuhan Kebutuhan Informasi, dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

KP = (rs) 2 x 100% = (0,233) 2 x 100% = 0,054 x 100% = 5,4%

Jadi, hubungan Penggunaan Fasilitas Internet Di Perpustakaan USU terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi di kalangan Mahasiswa FISIP USU adalah sebesar 5,4%. Hal ini berarti bahwa hanya 5,4% Pengaruh Penggunaan Fasilitas Internet Di Perpustakaan USU terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi di kalangan Mahasiswa FISIP USU.

IV.6. Pembahasan

Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat menuntut kita untuk dapat mengikutinya, khususnya dalam bidang teknologi media. Teknologi media saat ini sangatlah tinggi termasuk media internet. Internet merupakan salah satu media massa yang sangat dibutuhkan dan menjadi suatu kebutuhan bagi sebagian orang termasuk mahasiswa.

Dengan melihat situasi di atas, semakin banyak juga penyedia fasilitas internet seperti warung internet, lokasi tertentu yang telah dilengkapi fasilitas wi-fi

yang memudahkan pengaksesan internet, lembaga pendidikan (universitas). Universitas juga harus dapat menyediakan fasilitas ini, baik itu di setiap fakultas (termasuk FISIP) maupun di perpustakaan. Salah satunya adalah Perpustakaan

USU, karena selain dapat membaca dan meminjam buku, mahasiswa juga dapat mencari informasi yang dibutuhkan dengan mengakses internet. Maka peneliti mencoba untuk meneliti sejauhmana hubungan yang ditimbulkan antara Penggunaan Fasilitas Internet di Perpustakaan USU terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mahasiswa FISIP.

Penelitian ini menggunakan Teori S-O-R. Teori S-O-R ini mendasarkan asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku tergantung kepada kualitas rangsang (stimulus) yang berkomunikasi dengan organisme. Artinya, kualitas dari sumber komunikasi (sources) misalnya kredibilitas, kepemimpinan, gaya berbicara sangat menentukan keberhasilan perubahan perilaku seseorang, kelompok atau masyarakat. Teori ini digunakan untuk melihat perubahan sikap dari mahasiswa setelah mengakses internet di Perpustakaan USU, khususnya dengan adanya layanan gratis satu jam. Dalam hal ini yang menjadi stimulus adalah Penggunaan Fasilitas Internet, organisme adalah Mahasiswa FISIP, dan Respon adalah perubahan sikap, berupa kognitif, afektif, konatif, dan behavioral.

Penentuan sampel menggunakan perhitungan rumus Taro Yamane dengan tingkat kepercayaan 90% dan presisi 10%. Teknik penarikan sampel dalam menentukan responden adalah teknik stratified proporsional sampling dari enam jurusan FISIP USU angkatan 2007/2008, selanjutnya menggunakan purposive sampling, dimana respondennya masih berstatus mahasiswa FISIP USU.

Selanjutnya, melakukan analisis tabel tunggal dan tabel silang dari setiap pernyataan atau pertanyaan yang diberikan melalui penyebaran kuesioner kepada

bahwa sebahagian besar responden berjenis kelamin perempuan, berusia 19 sampai 20 Tahun, dan intensitas mengakses internet tidak sering.

Analisis tabel tunggal untuk Variabel X dan Y adalah penggunaan fasilitas internet dan pemenuhan kebutuhan informasi. Analisis variabel X, sebahagian besar responden menyatakan Sangat Setuju atas setiap fasilitas program internet seperti e-mail, chatting, download, up-load, browsing dan sebagainya, guna memenuhi kebutuhan informasi mereka serta kebutuhan hiburan (escapist) mereka. Analisis variabel Y, peneliti menjadikan Teori S-O-R sebagai grounded theory yang digunakan. Dari analisis ini, diperoleh bahwa pengguaan fasilitas internet di Perpustakaan USU dapat menambah pengetahuan dan pengalaman mereka (perubahan sikap kognitif) di dalam memenuhi kebutuhan informasi yang dapat mendukung kegiatan perkuliahan serta efektif dalam mencari informasi. Tetapi, fasilitas internet di Perpustakaan USU belum didukung pelayanan yang baik, kurangnya fasilitas pendukung, dan kecepatan “loading” yang masih tergolong lambat sehingga mengurangi tingkat keefektifan penggunaannya. Walaupun begitu, layanan gratis satu jam sangat bermanfaat bagi responden (mahasiswa).

Setelah analisis tabel tunggal, dilakukan analisis tabel silang untuk melihat besar perbandingan yang ditimbulkan oleh kedua variabel tersebut, yaitu Up-load

memudahkan dalam memindahkan dokumen dengan Fasilitas internet di Perpustakaan USU mendukung kegiatan perkuliahan, Website dapat mengakses berbagai informasi dengan Fasilitas internet di Perpustakaan USU menambah pengetahuan dan pengalaman, serta Download fasilitas untuk

mengambil/menyimpan data yang diinginkan dengan Kecepatan "loading" di Perpustakaan USU cukup baik.

Untuk melihat besarnya hubungan diantara variabel X dan Y, dilakukan pengujian hipotesa. Pengujian hipotesa merupakan pengukuran tingkat hubungan diantara kedua variabel yang linear dengan menggunakan rumus koefisien

Pearson Product Moment Correlation guna mencari hubungan antara Penggunaan Fasilitas internet di Perpustakaan USU dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mahasiswa FISIP USU.

Pengujian hipotesa dimulai dengan membuat penilaian dari jawaban-jawaban responden atas pernyataan dan pertanyaan yang disebarkan melalui kuesioner dan kode dari setiap jawaban. Pengujian hipotesa menggunakan

software SPSS 15.0 for windows, penggunaan software ini tidak diikuti dengan pengujian t-test dan z. Berdasarkan analisis korelasi diantara variabel X dan Y, diperoleh harga r sebesar 0,233. Tanda positif pada 0,233 (+0,233) bermakna terdapatnya hubungan diantara kedua variabel. Angka korelasi 0,233 yang jauh dari 0,5 menunjukkan lemahnya hubungan diantara variabel penggunaan fasilitas internet di Perpustakaan USU dengan pemenuhan kebutuhan informasi di Kalangan Mahasiswa FISIP USU.

Uji tingkat signifikansi hasil uji hipotesa, dilakukan dengan membandingkan probabilitas yang ditentukan. Jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima, dan jika probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak. Signifikansi korelasi yang diperoleh adalah sebesar 0,027. Ini bermakna Ho ditolak dan Ha (hipotesa

Penggunaan skala Guilford ditujukan untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan diantara kedua variabel dalam penelitian ini. Dari hasil perhitungan korelasi, diperoleh harga r sebesar 0,233 yang berarti penggunaan fasilitas internet di Perpustakaan USU dengan pemenuhan kebutuhan informasi di kalangan Mahasiswa FISIP USU berkorelasi rendah tapi pasti. Dimana angka 0,233 berada pada tingkat 0,20-0,40.

Untuk melihat besarnya kuat pengaruh antara kedua variabel, digunakan rumus: KP = (rs) 2 x 100%

= (0,233) 2 x 100%

= 0,054 x 100%

= 5,4%

Kekuatan pengaruh antara kedua variabel adalah sebesar 5,4%, ini berarti hanya 5,4% kekuatan pengaruh penggunaan fasilitas internet di Perpustakaan USU dengan pemenuhan kebutuhan informasi di kalangan Mahasiswa FISIP USU Medan.

Hal ini dikarenakan fasilitas internet di Perpustakaan USU kurang memperhatikan berbagai hal seperti pelayanan yang diberikan oleh penyedia (American Corner dan Saiberlib) yang kurang, kecepatan untuk mengakses yang masih tergolong lambat ketika di saat mahasiswa hendak menggunakannya, terutama di saat hendak download dan up-load. Disamping itu, kurangnya kenyamanan ketika hendak mengakses internet sehingga intensitas frekuensi mahasiswa FISIP untuk mengaksesnya tidak sering

Arti lain yang dapat diberikan adalah bahwa hubungan kedua variabel signifikan dengan penggunaan Teori S-O-R . Hasil signifikan tersebut dapat dijelaskan bahwa Penggunaan Fasilitas Internet Di Perpustakaan USU merupakan stimulus yang selanjutnya akan menimbulkan perhatian mahasiswa terhadap program-program di internet dan pengertian akan internet, serta penerimaan untuk penggunaan fasilitas internet. Setelah penerimaan, Mahasiswa FISIP akan mengolahnya dan mengalami perubahan sikap untuk mengunjungi Perpustakaan USU dan mengakses fasilitas internet.

Selebihnya, sekitar 94,6% responden mengakses internet di luar perpustakaan USU, seperti di warung internet yang jumlahnya kini kian banyak ditambah dengan fasilitas wi-fi yang telah tersedia di lingkungan FISIP USU atau tempat-tempat lain untuk mengakses internet dengan cepat dan mudah. Hal ini disebabkan kualitas fasilitas internet di Perpustakaan USU masih sangat rendah, misalnya, kecepatan “loading”, kenyamanan yang kurang, serta pelayanan yang kurang memuaskan.

BAB V

PENUTUP

V.1. Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas dan hasil penelitian mengenai Penggunaan Fasilitas Penggunaan Internet di Perpustakaan USU Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi di Kalangan Mahasiswa FISIP USU, maka peneliti dapat menyimpulkan:

1. Penggunaan Fasilitas Internet di kalangan mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan mereka akan setiap informasi. Melaui program-program internet seperti:

a. Dengan e-mail, mereka dapat mengirim dan menerima pesan dengan cepat, khususnya pengiriman surat yang dilakukan secara online, sehingga

e-mail sangat dibutuhkan.

b. Program chatting digunakan sebagai fasilitas dalam mengirim dan menerima pesan dengan cepat, dan digunakan untuk mengobrol dan mencari banyak teman dalam waktu singkat sebagai pemenuhan kebutuhan escapist.

c. Up-load dan download adalah salah satu fasilitas inernet yang digunakan untuk proses pemindahan data dan pengambilan atau penyimpanan data yang dibutuhkan.

d. Browsing merupakan fasilitas untuk menemukan alamat website yang dibutuhkan.

2. Komputer dan internet merupakan bagian dari media massa yang sudah menjadi suatu kebutuhan dan yang dibutuhkan untuk mencari berbagai informasi yang dibutuhkan. Penggunaan komputer dan internet merupakan bagian dari teknologi informasi yang kemajuan dan perkembangannya semakin pesat. Setiap mahasiswa dapat mengetahui bertita atau informasi terbaru melalui internet karena informasi yang disajikan selalu up to date. Dengan kata lain, tingkat kebutuhan mahasiswa terhadap informasi semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Penggunaan media massa internet ini tergantung pada motif penggunaan media dan pemenuhan kebutuhan akan informasi.

3. Penggunaan fasilitas internet di Perpustakaan USU dapat menambah pengetahuan dan pengalaman mereka, dapat mendukung kegiatan perkuliahan dalam mencari informasi atau hal-hal yang dibutuhkan yang berhubungan dengan perkuliahan, selain dapat membaca dan meminjam buku, mahasiswa dapat mencari bahan atau referensi tambahan dengan mengakses internet seperti di American corner dan Saiberlib, serta adanya pemberian gratis layanan selama satu jam setiap harinya. Oleh karena itu, kedua variabel ini memiliki hubungan rendah tapi pasti yaitu sebesar 0,233.

V.2. Saran

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya pada era globalisasi saat ini kebutuhan internet sudah menjadi suatu kebutuhan bagi sebahagian besar orang guna memenuhi kebutuhan mereka akan informasi. Begitu juga halnya dengan mahasiswa, internet juga sudah menjadi suatu hal yang dibutuhkan khususnya guna mendukung kegiatan perkuliahan mereka.

Pada saat ini, sudah banyak penyedia fasilitas internet salah satunya Perpustakaan USU. Perpustakaan USU yang juga merupakan penyedia fasilitas internet harus mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi melalui internet, karena perpustakaan USU merupakan satu tempat yang sangat dibutuhkan oleh Mahasiswa USU dalam mencari dan meminjam buku-buku yang mendukung kegiatan perkuliahan mereka. Dengan adanya fasilitas internet ini, selain mereka dapat membaca dan meminjam buku, mereka juga dapat mengakses internet sebagai fasilitas pendukung. Untuk itulah Perpustakaan USU harus dapat mengimbangi kualitas fasilitas internetnya agar tidak ketinggalan.

Adapun saran-saran yang peneliti ajukan bagi Perpustakaan USU adalah sebagai berikut:

1. Menambah fasilitas pendukung dalam penggunaan internet, seperti headset,

webcam, dan sebagainya.

2. Lebih memperhatikan pelayanan yang diberikan.

3. Memperhatikan kenyamanan bagi para pengguna fasilitas internet.

4. Layanan gratis 1 (satu) jam lebih dimaksimalkan sehingga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan internet.

Dokumen terkait