BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Analisis Data
4. Uji Hipotesis
a. Uji Koefisien Determinasi (R square)
Koefisien determinasi adalah kadar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat (r2, R2). Koefisien determinasi dilambangkan dengan r2. Nilai ini menyatakan proposi variasi keseluruhan dalam nilai variabel dependen yang dapat diterangkan atau diakibatkan oleh hubungan linier dengan nilai variabel dependen. Selain itu, misalkan nilai r2 = 96 %, maka nilai variabel dependen yang dapat diterangkan oleh variabel dependen adalah sebesar 96 %, sedangkan 4 % sisanya diterangkan oleh galat (error) atau pengaruh variabel lainnya (Neolaka, 2014 : 130)
b. Uji Signifikansi Parameter Individual ( Uji Statistik t )
Uji statistik t pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.
Cara melakukan uji t adalah sebagai berikut :
1) Bila jumlah degree of freedom (df) adalah 20 atau lebih, dan derajat kepercayaan sebesar 5% maka H0 yang menyatakan bi = 0 dapat ditolak bila nilai t lebih besar dari 2 (dalam nilai absolut).
Dengan kata lain kita menerima hipotesis alternatif, yang
45
menyatakan bahwa suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen.
2) Membandingkan nilai statistik t titik kritis menurut tabel. Apabila nilai statistik t hitung perhitungan lebih tinggi dibandingkan nilai t tabel, kita menerima hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen (Ghozali, 2016: 97)
c. Uji Signifikansi Simultan ( Uji Statistik F )
Uji statistik F pada dasarnya menunjukan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terkait.
Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F dengan kriteria pengambilan keputusan (Ghozali, 2016:96) :
1) Bila nilai F lebih besar dari pada 4 maka H0 dapat ditolak pada derajat kepercayaan 5%. Dengan kata lain menerima hipotesis alternative, yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.
2) Membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan nilai F menurut tabel. Bila nilai F menurut tabel. Bila nilai F hitung lebih besar dari pada nilai F tabel maka H0 ditolak dan menerima Hα.
46 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan
1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) a. Sejarah PT Astra Agro Lestari Tbk
PT Astra Agro Lestari Tbk (“Perseroan”) didirikan dengan nama PT Suryaraya Cakrawala bedasarkan Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 12 tanggal 3 Oktober 1988.
Pada tanggal 30 Juni 1997, Perseroan melakukan penggabungan usaha dengan PT Suryaraya Bahtera melalui perjanjian penggabungan usaha yang diaktakan dengan Akta Notaris Benny Kristianto, S.H., No. 126 tanggal 19 Juni 1997 beserta perubahannya No. 176 tanggal 30 Juni 1997. Setelah penggabungan usaha ini, nama Perseroan diubah menjadi PT Astra Agro Lestari. PT Astra Agro Lestari Tbk berkedudukan di Jalan Puloayang Raya Blok OR-1 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta, Indonesia.
Bedasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah perkebunan, perdagangan umum, perindustrian, pengangkutan, konsultan dan jasa. Kegiatan utama Perseroan adalah bergerak dalam bidang usaha kelapa sawit.
Penawaran Saham Perdana (Initial Public Offering/ IPO) pada tanggal 9 Desember 1997 dengan harga saham Rp 1.550 per lembar saham.
b. Visi dan Misi PT Astra Agro Lestari Tbk 1) Visi Perusahaan
“Menjadikan Perusahaan Agribisnis yang paling Produktif dan paling Inovatif di Dunia”
47
2) Misi Perusahaan
“Menjadi Panutan dan Berkontribusi untuk Pembangunan serta Kesejahteraan Bangsa”
2. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) a. Sejarah PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk didirikan pada tanggal 22 November 1995, bedasarkan Akta No. 51 tanggal 22 November 1995 yang dibuat di hadapan Notaris Enimarya Agoes Suwarko, S.H., yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. 02-8176.HT.01.01.TH.96 tanggal 26 Juli 1996, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
839, Tambahan No. 36 tanggal 22 Februari 2011. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, selanjutnya disebut Perseroan, senantiasa berupaya untuk memaksimalkan potensi sawit yang dimilikinya seiring dengan upaya untuk mewujudkan visi Perseroan menjadi perusahaan perkebunan sawit berkelas dunia.
Berdasarkan pada Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan lingkup bisinis Perseroan meliputi pertanian, perdagangan dan industri. Setelah mulai beroperasi secara komersial tahun 2005.
Perseroan dan anak usahanya menjalankan usaha di bidang perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit. Perseroan menghasilkan produk-produk yang terdiri dari Tandan Buah Segar, Minyak Kelapa Sawit, Inti Sawit, dan Minyak Inti Sawit.
Tahun 2018, Perseroan memperkuat fundamental bisnis dengan mendirikan Pabrik Bio Gas yang mengubah limbah sawit menjadi tenaga listrik berkapasitas 1,5 Mega Watt. Listrik yang dihasilkan ini disalurkan ke permukiman karyawan di sekitar lokasi usaha Perseroan serta untuk mendukung kegiatan operasional.
Pendirian Pabrik Bio Gas ini tidak hanya memberikan solusi bagi
ketersediaan pasokan listrik yang ramah lingkungan tapi sekaligus membuktikan langkah konkrit dari penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan industri sawit.
b. Visi dan Misi PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk 1) Visi Perusahaan
“Menjadi perusahaan perkebunan berkelas dunia”
2) Misi Perusahaan
a) Membangun bisnis perkebunan secara profesional
b) Meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan
c) Melaksanakan prinsip tata kelola perusahaan yang sempurna
d) Menggunakan teknologi maju ramah lingkungan
e) Mengembangkan sumber daya manusia & potensi daerah dalam kemitraan
3. PT Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) a. Sejarah PT Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk
Perusahaan Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk (PP London Sumatra Indonesia Tbk / Lonsum) didirikan tanggal 18 Desember 1962 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1962. Kantor pusat LSIP terletak di Ariobimo Sentral Lt. 12, Jln. HR. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5, Jakarta 12950 – Indonesia, sedangkan kantor cabang operasional beralokasi di Medan, Palembang, Makassar, Surabaya dan Samarinda. Bedasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan LSIP bergerak di bidang usaha perkebunan yang beralokasi di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Produk utama Lonsum adalah minyak kelapa sawit dan karet, serta kakao, teh dan benih dalam kuantitas yang lebih kecil.
49
b. Visi dan Misi PT Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk 1) Visi Perusahaan
“Menjadi Perusahaan Agribisnis Terkemuka yang Berkelanjutan dalam hal Produksi, Biaya, Kondisi (3C) yang Berbasis Penelitian dan Pengembangan”
2) Misi Perusahaan
“Menambah Nilai bagi “Stakeholders” di Bidang Agribisnis”
4. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) a. Sejarah PT Salim Ivomas Pratama Tbk
Salim Ivomas Pratama Tbk didirikan dengan nama PT Ivomas Pratama tanggal 12 Agustus 1992 dan memulai kegiatan komersial pada tahun 1994. Kantor pusat SIMP beralamat di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lantai 11, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 76-78, Jakarta 12910 – Indonesia. Induk usaha dari Salim Ivomas Pratama Tbk adalah Indofood Sukses Makmur Tbk dan Indofood Agri Resources Ltd. Singapura, dimana INDF dan IndoAgri masing-masing memiliki 6,47% dan 72,00% saham yang ditempatkan dan disetor penuh SIMP, sedangkan 60,5% saham IndoAgri secara tidak langsung dimiliki oleh INDF, jadi kepemilikan Indofood secara efektif di SIMP adalah sebesar 52,00%. Adapun induk usaha terakhir dari Salim Ivomas Pratama Tbk adalah First Pacific Company Limited (FP), Hong kong.
Bedasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SIMP dan Entitas-entitas Anak adalah produsen minyak dan lemak nabati serta produk turunnya yang terintegritasi secara vertikal, dengan kegitan utama mencakup pemuliaan benih kelapa sawit, mengelola dan memelihara perkebunan kelapa sawit, produksi dan penyulingan minyak kelapa sawit mentah dan minyak kelapa mentah, pengelolaan dan pemeliharaan perkebunan karet serta proses pemasaran dan penjualan produk akhir terkait.
b. Visi dan Misi PT Salim Ivomas Pratama Tbk 1) Visi Perusahaan
“Menjadi sebuah grup agribisnis terintegrasi yang terdepan, dan menjadi salah satu grup kelas dunia di bidang penelitian dan pemuliaan benih bibit agrikultural”
2) Misi Perusahaan
a) Menjadi produsen dengan biaya produksi rendah melalui hasil produksi yang tinggi dan operasional yang efektif dan efesien
b) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, proses produksi dan teknologi secara berkesinambungan
c) Dapat melebihi harapan konsumen dengan memastikan standar kualitas tertinggi
d) Berperan sebagai perusahaan yang bertanggung jawab di dalam segala aspek pengelolaan usahanya, termasuk pratik-pratik yang sehat dan berkelanjutan dalam menjaga lingkungan hidup dan sosial
e) Meningkatkan nilai bagi para pemangku kepentingan secara berkesinambungan
5. PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) a. Sejarah PT Tunas Baru Lampung Tbk
PT Tunas Baru Lampung Tbk didirikan tahun 1973, menjadi salah satu anggota kelompok usaha Sungai Budi yang dibentuk tahun 1947 dan menjadi salah satu perintis industri pertanian di Indonesia. Keterlibatan tersebut berasal dari keinginan mendukung kemajuan negara dan memanfaatkan keunggulan kompetitif Indonesia di bidang pertanian. Sejak PT Tunas Baru Lampung mulai beroperasi di Lampung pada awal 1975.
Perseoroan telah berkembang menjadi salah satu produsen minyak
51
goreng terbesar dan termurah. PT Tunas Baru Lampung pertama kali terdaftar dalam Bursa Efek Jakarta tanggal 14 Februari 2000.
b. Visi dan Misi PT Tunas Baru Lampung Tbk 1) Visi Perusahaan
“Menjadi produsen minyak goreng nabati dan gula serta turunnya yang terintegrasi penuh dengan biaya produksi yang rendah dan ramah lingkungan”
2) Misi Perusahaan
a) Mencari dan mengembangkan peluang pertumbuhan yang terintegrasi di bisnis inti kami dengan tetap menjaga pengeluaran biaya yang terkontrol.
b) Ikut berpartisipasi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar bisnis unit.
c) Menjaga dan mempromosikan standar lingkungan hidup yang berlaku di dalam segala aspek pengembangan, produksi serta pengolahan dengan menerapkan standar GMP dan GAP
d) Mengembangkan tim manajemen yang profesional yang berintegritas tinggi dan didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan termotivasi
6. PT BISI Internasional Tbk (BISI) a. Sejarah PT BISI Internasional Tbk
PT BISI Internasional Tbk didirikan di Indonesia dengan nama PT Bright Indonesia Seed Industry, bedasarkan akta pendirian yang dimuat dalam Akta No. 35 tanggal 22 Juni 1983, sebagaimana diubah dengan Akta No. 20 tanggal 23 Agustus 1984, kedua nya dibuat dihadapan Drs. Gde Ngurah Rai, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
C2-5415.HT.01.01.TH.84 tanggal 27 September 1984 dan telah didaftarkan pada Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan No. 13/Leg/1985 tanggal 15 Januari 1985, serta telah diumumkan dalam Berita Negara No. 94 tanggal 23 November 1990, Tambahan No. 4731.
Anggaran Dasar Perseroan tersebut telah diubah, terakhir dengan Akta Notaris Marcivia Rahmani, S.H., M.Kn. No.25 tanggal 29 Mei 2015. Akta tersebut telah diterima dan dicatat oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.03-0946367 tanggal 19 Juni 2015.
b. Visi dan Misi PT BISI Internasional Tbk 1) Visi Perusahaan
“Menyediakan pangan bagi dunia yang berkembang”
2) Misi Perusahaan
“Dengan meningkatnya permintaan dunia akan pangan, pakan, bahan bakar dan serat, kami memberikan produk, teknologi dan dukungan yang inovatif untuk membantu petani meningkatkan produktivitas.
7. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) a. Sejarah PT Dharma Satya Nusantara Tbk
PT Dharma Satya Nusantara Tbk didirikan tanggal 29 September 1980. Akta Pendirian Nomor 279, yang dibuat di hadapan Notaris James Herman Rahardjo, Sarjana Hukum sebagai pengganti Kartini Muljadi, Sarjana Hukum Notaris di Jakarta, yang telah diperbaiki dengan Akta Nomor 24 tanggal 03 September 1981, yang dibuat di hadapan Notaris James Herman Rahardjo , Sarjana Hukum sebagai pengganti Kartini Muljadi, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia Y.A.5/496/21, tanggal 21 September 1981, dan selanjutnya telah didaftarkan
53
dalam buku register Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dibawah Nomor 3291 tanggal 23 September 1981, serta telah diumumkan dalam Berita Negara R.I tanggal 09 Februari 1982 Nomor 12 Tambahan Nomor 180.
Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali diubah dan perubahan terakhirnya sebagaimana terdapat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 02 tanggal 02 April 2018 yang dibuat dihadapan Notaris Kumala Tjahjani Widodo, SH, MH, MKn di Jakarta dan telah mendapat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Nomor AHU-AH.01.03-0169769 tanggal 28 April 2018.
b. Visi dan Misi PT Dharma Satya Nusantara Tbk 1) Visi Perusahaan
“Menjadi perusahaan kelas dunia yang tumbuh bersama masyarakat dan dibanggakan Negara”
2) Misi Perusahaan
“Menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dalam industri berbasis sumber daya alam yang memberi nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan melalui tata kelola yang baik”
8. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) a. Sejarah PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
PT Austindo Nusantara Jaya didirikan pada tanggal 16 April 1993 dengan nama PT Austindo Teguh Jaya (ATJ). Nama Perseroan kemudian diubah menjadi PT. Austindo Nusantara Jaya pada tanggal 16 Juli 1998. Pada awalnya perseroan memiliki ketertarikan di bidang jasa keuangan, layanan kesehatan dan energi terbarukan serta agribisinis, selanjutnya di tahun 2012, ANJ mulai berkosentrasi pada sektor minyak kelapa sawit seraya memulai bisnis baru yang bersumber dari hasil pangan lainnya, dalam
rangka mendukung visi untuk menjadi perusahaan pangan berbasis agribisnis berkelas dunia.
b. Visi dan Misi PT Austindo Nusantara Jaya Tbk 1) Visi Perusahaan
“Perusahaan pangan berbasis agribisnis berkelas dunia yang meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan alam”
2) Misi Perusahaan
a) Berorientasi pada manusia dan alam
b) Gigih mengupayakan keunggulan berstandar internasinal c) Pertumbuhan berkelanjutan demi kesejahteraan
d) Integritas
9. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) a. Sejarah PT Sampoerna Agro Tbk
PT Sampoerna Agro Tbk didirikan dengan nama PT Selapan Jaya tanggal 7 Juni 1993. Nama Perseroan mengalami perubahan menjadi PT Sampoerna Agro Tbk pada tahun 2007. PT Sampoerna Agro Tbk beserta entitas anaknya yang selanjutnya disebut Sampoerna Agro atau perseroan merupakan perusahaan perkebunan yang berupaya untuk menjadi terdiversifikasi dan terintegrasi dalam jangka panjang. Perseroan saat ini bergerak dalam bidang produksi untuk menghasilkan produk sawit, benih unggul sawit, karet, dan sagu. Minyak sawit dan inti sawit mempresentasikan 96 % dari total pendapatan Perseroan pada tahun 2018. Bagi Sampoerna Agro, keberlanjutan usaha merupakan perwujudan dari kegiatan usaha yang mengedepankan aspek lingkungan. Hal ini termasuk memenuhi standar pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dan kriteria lainnya tentang kegiatan ramah lingkungan.
b. Visi dan Misi PT Sampoerna Agro Tbk 1) Visi Perusahaan
55
“Menjadi salah satu perusahaan terdepan yang bertanggung jawab di sektor agribisnis di Indonesia”
2) Misi Perusahaan
a) Mengembangkan tim manajemen profesional yang berintegritas tinggi dan didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan termotivasi.
b) Mencari dan mengembangkan peluang pertumbuhan yang menguntungkan pada bisnis inti kami, dengan tetap menjaga pengeluaran biaya secara terkontrol.
c) Terus berusaha mencapai kesempurnaan melalui inovasi penelitian dan pengembangan.
d) Ikut berpartisipasi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar perkebunan.
e) Menjaga dan mempromosikan standart lingkungan hidup yang baku dalam segala aspek pengembangan, produksi dan pengolahan.
B. Deskripsi Data
1. Variabel Earning Per Share (EPS)
Earning Per Share (EPS) merupakan variabel bebas (independen) pertama (X1). Earning Per Share (EPS) menggambarkan jumlah keuntungan yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa, jumlah EPS yang akan didistribusikan kepada investor saham tergantung pada kebijakan perusahaan dalam pembayaran dividen.
EPS yang tinggi menandakan bahwa perusahaan memberikan keuntungan sebagaimana yang diharapkan oleh pemegang saham.
Rumus yang digunakan untuk mencari Earning Per Share (EPS) sebagai berikut :
Tabel 4.1
Rincian Earning Per Share Perusahaan Pertanian Tahun 2014-2018
Tahun 2014 19.181.000.000.000 40.483.533.140 473,7975792 473,80 2015 14.464.000.000.000 40.483.533.140 357,2810691 357,28 2016 2.006.973.000 1.924.688.333 1,042752203 1,042,73 2017 2.010.332.000 1.924.688.333 1,044497421 1.044,50 2018 1.438.511.000.000 1.924.688.333 747,3994492 747,40
Tahun 2014 722.683.282.000 9.525.000.000 75,87226058 75,87 2015 560.912.349.000 9.525.000.000 58,88843559 58,89 2016 591.658.772.000 9.525.000.000 62,11640651 62,12 2017 806.971.270.000 9.525.000.000 84,72139318 84,72 2018 86.203.451.000 9.525.000.000 9,050231076 9,05
Tahun 2014 929.414.000.000 6.822.863.965 136,2205087 136,22 2015 623.312.000.000 6.822.863.965 91,35635756 91,36 2016 561.384.000.000 6.822.863.965 82,27981723 82,28 2017 702.021.000.000 6.822.863.965 102,8924222 102,89 2018 331.364.000.000 6.822.863.965 48,56670186 48,57
Tahun 2014 842.286.000.000 15.816.310.000 53,25426727 53,25 2015 264.490.000.000 15.816.310.000 16,72261103 16,72 2016 538.330.000.000 15.816.310.000 34,03638396 34,03 2017 512.000.000.000 15.816.310.000 32,37164674 32,37 2018 76.566.000.000 15.816.310.000 4,840952156 4,84 Sumber : Laporan Keuangan dan Data Olahan
57 2014 436.503.000.000 5.342.098.939 87,7082805 87,71 2015 200.783.000.000 5.342.098.939 39,86403397 39,86 2016 615.446.000.000 5.342.098.939 115,2067768 115,21 2017 948.993.000.000 5.342.098.939 177,6442202 177,64 2018 757.740.000.000 5.342.098.939 141,8431236 141,84
Tahun 2014 164.973.000.000 3.000.000.000 54,991 54,99 2015 263.967.000.000 3.000.000.000 87,989 87,99 2016 336.220.000.000 3.000.000.000 112,0733333 112,07 2017 403.287.000.000 3.000.000.000 134,429 134,43 2018 403.870.000.000 3.000.000.000 134,6233333 134,62
Tahun 2014 649.695.000.000 2.119.700.000 61,30065575 61,30 2015 269.661.000.000 10.598.500.000 25,44331745 25,44 2016 250.707.000.000 10.598.500.000 23,65495117 23,65 2017 585.153.000.000 10.598.500.000 55,21092607 55,21 2018 420.502.000.000 10.598.500.000 39,67561447 39,68
Tahun 2014 228.879.200.000 3.333.350.000 68,66341668 68,66 2015 113.939.600.000 3.334.900.000 34,16582206 34,17 2016 124.610.000.000 3.335.525.000 37,35843683 37,36 2017 643.053.800.000 3.354.175.000 191,7174268 191,72 2018 4.464.084.060 3.354.175.000 1,330903742 1,33 Sumber : Laporan Keuangan dan Data Olahan
Tahun 2014 340.262.628.000 1.890.000.000 180,0331365 180,03 2015 279.880.024.000 1.890.000.000 130,9889265 131,99 2016 441.876.744.000 1.890.000.000 233,797219 233,80 2017 287.660.825.000 1.890.000.000 152,2014947 152,20 2018 55.529.255.000 1.890.000.000 29,3805582 29,38 Sumber : Laporan Keuangan dan Data Olahan
2. Variabel Dividen Per Share (DPS)
Dividen Per Share (DPS) merupakan variabel bebas (independen) kedua (X2) Rasio ini mengambarkan bahagian dari laba bersih yang dibagikan sebagai dividen untuk setiap lembaran saham biasa (Nofrivul, 2008:28). Dividen Per Share (DPS) digunakan untuk mengukur berapa rupiah yang diberikan kepada pemilik saham dari keuntungan perusahaan untuk setiap lembar saham. Rumus yang digunakan untuk mencari Dividen Per Share (DPS) sebagai berikut :
DPS =
Tabel 4.2
Rincian Dividen Per Share Perusahaan Pertanian Tahun 2014-2018
Tahun 2014 8.700.000.000.000 40.483.533.140 214,9021917 214,90 2015 2.600.000.000.000 40.483.533.140 64,2236435 64,22 2016 190.540.000.000 1.924.688.333 98,99784642 98,99 2017 902.679.000.000 1.924.688.333 469,0000893 469,00 2018 284.854.000.000 1.924.688.333 148,0000658 148,00 Sumber : Laporan Keuangan dan Data Olahan
59 2014 215.741.000.000 9.525.000.000 22,64997375 22,65 2015 215.741.250.000 9.525.000.000 22,65 22,65 2016 168.273.705.000 9.525.000.000 17,66653071 17,67 2017 177.546.000.000 9.525.000.000 18,64 18,64 2018 236.126.174.000 9.525.000.000 24,7901495 24,79
Tahun 2014 313.719.000.000 6.822.863.965 45,98054448 45,98 2015 361.500.000.000 6.822.863.965 52,98361536 52,98 2016 252.300.000.000 6.822.863.965 36,97860624 36,98 2017 238.700.000.000 6.822.863.965 34,9853084 34,99 2018 306.900.000.000 6.822.863.965 44,9811108 44,98
Tahun 2014 155.013.000.000 15.816.310.000 9,800832179 9,80 2015 248.021.000.000 15.816.310.000 15,68134413 15,68 2016 77.500.000.000 15.816.310.000 4,900005121 4,90 2017 155.000.000.000 15.816.310.000 9,800010243 9,80 2018 155.000.000.000 15.816.310.000 9,800010243 9,80
Tahun 2014 59.305.000.000 5.342.098.939 11,10144171 11,10 2015 42.654.000.000 5.342.098.939 7,984502063 7,98 2016 106.388.000.000 5.342.098.939 19,91501865 19,91 2017 160.263.000.000 5.342.098.939 30,00000596 30,00 2018 240.394.000.000 5.342.098.939 44,99991534 44,99 Sumber : Laporan Keuangan dan Data Olahan
Tahun
2017 264.000.000.000 3.000.000.000 88 88
2018 264.000.000.000 3.000.000.000 88 88
Tahun
2015 52.290.000.000 10.598.500.000 4,933717035 4,93 2016 52.290.000.000 10.598.500.000 4,933717035 4,93 2017 52.290.000.000 10.598.500.000 4,933717035 4,93 2018 104.600.000.000 10.598.500.000 9,86932113 9,87
Tahun
2014 116.667.250.000 3.333.350.000 35 35
2015 112.673.700.000 3.334.900.000 33,78623047 33,79 2016 113.300.000.000 3.335.525.000 33,96766626 33,97 2017 59.600.000.000 3.354.175.000 17,76889995 17,77 2018 39.700.000.000 3.354.175.000 11,83599544 11,84
Tahun
2016 45.465.550.000 1.890.000.000 24,05584656 24,05 2017 45.465.550.000 1.890.000.000 24,05584656 24,05 2018 127.303.540.000 1.890.000.000 67,35637037 67,36 Sumber : Laporan Keuangan dan Data Olahan
3. Variabel Dividen Payout Ratio (DPR)
Dividen Payout Ratio (DPR) merupakan variabel bebas (independen) ketiga (X3). Divident Payout Ratio digunakan mengukur porsi penghasilan yang dibayarkan dalam dividen. Investor yang
61
mencari pertumbuhan dalam harga pasar akan mengharapkan rasio ini kecil, sebaliknya investor yang mencari dividen akan mengharapkan rasio besar. Rumus yang digunakan untuk mencari Dividen Payout Ratio (DPR) sebagai berikut :
DPR =
× 100%
Tabel 4.3
Rincian Dividen Payout Ratio Perusahaan Pertanian Tahun 2014-2018
Tahun
Tahun
63
4. Variabel Dividen Yield Ratio (DYR)
Dividen Yield Ratio (DYR) merupakan variabel bebas (independen) keempat (X4). Rasio hasil dividen (Dividen Yield Ratio) dapat diperoleh dengan membagi dividen perlembar saham dengan harga pasar perlembar saham. Pendekatan ini bedasarkan pada perkiraan dividen yang dibayarkan untuk satu tahun dan hasilnya dibandingkan dengan tingkat bunga umum di pasar (risk free rate) (Sudirman, 2015:68). Rumus yang digunakan untuk mencari Dividen Yield Ratio (DYR) sebagai berikut :
DYR =
×100%
Tabel 4.4
Rincian Dividen Yield Ratio Perusahaan Pertanian Tahun 2014-2018
Tahun
65
Tahun
SGRO Dividen Per
Share (Rp)
Harga Saham Per Lembar (Rp)
DYR %
2014 15 2.100 0,007142857 1
2015 36 1.700 0,021176471 2
2016 24,05 1.910 0,012565445 1
2017 24,05 2.570 0,009338521 1
2018 67,36 2.370 0,028270042 3
Sumber : Data Olahan
C. Analisis Data
1. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskriptif suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (kemenangan distribusi) (Ghozali, 2016: 19). Analisis deskriptif data dalam penelitian ini menggunakan data dari 9 perusahaan pertanian yaitu PT. Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT. PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT. Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA), PT. BISI International Tbk (BISI), PT. Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT. Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), dan PT. Sampoerna Agro Tbk (SGRO) pada tahun 2014-2018 dengan jumlah data pengamatan sebanyak 45 buah data (9 × 5).
Bedasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS versi 24, statistik deskriptif dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
67
Tabel 4.5
Hasil Statistik Deskriptif Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
EPS 45 1,33 1044,50 153,5816 234,31621
DPS 45 1,00 469,00 45,6860 75,78808
DPR 45 2,00 99,00 30,9991 25,36666
DYR 45 1,00 5,00 2,0889 1,25811
Harga Saham 45 332,00 24250,00 2899,9556 5038,05506
Valid N (listwise) 45
Sumber data : Pengolahan SPSS 24.0
Tabel diatas menggambarkan deskripsi variabel-variabel statistik dalam penelitian. Minimum adalah nilai terkecil dari suatu rangkaian pengamatan. Maksimum adalah nilai terbesar dari suatu rangkaian pengamatan. Mean (rata-rata) adalah hasil dari penjumlahan nilai seluruh data dibagi dengan banyak data. Sedangkan standart deviasi adalah akar dari jumlah kuadrat dari selisih nilai data dengan rata-rata yang dibagi dengan banyak data. Dari tabel diatas terlihat deskripsi variabel penelitian dengan jumlah data setiap variabel yang valid adalah 45 sebagai berikut :
1) Harga saham mempunyai nilai minimum sebesar 332,00 yaitu terdapat pada perusahaan SIMP pada tahun 2015 dan nilai maksimum sebesar 24250,00 pada perusahaan AALI tahun 2014.
2) Eaning Per Share mempunyai nilai minimum sebesar 1,33 yaitu terdapat pada perusahaan ANJT pada tahun 2018 dan nilai maksimum sebesar 1044,50 pada perusahaan AALI tahun 2017.
3) Dividen Per Share mempunyai nilai minimum sebesar 1,00 yaitu terdapat pada perusahaan BISI pada tahun 2014 dan nilai maksimum sebesar 469,00 pada perusahaan AALI pada tahun 2017.
4) Dividen Payout Ratio mempunyai nilai minimum sebesar 2,00 yaitu terdapat pada perusahaan BISI pada tahun 2014 dan nilai maksimum 99,00 pada perusahaan ANJT tahun 2015.
5) Dividen Yield Ratio mempunyai nilai minimum sebesar 1,00 yaitu terdapat pada seluruh perusahaan yang dijadikan sampel dan nilai maksimum 5,00 pada perusahaan SIMP tahun 2015, TBLA tahun 2018 dan BISI tahun 2017 dan 2018.
2. Uji Asumsi Klasik
Untuk mengetahui apakah Earning Per Share, Dividen Per Share, Dividen Payout Ratio dan Dividen Yield Ratio berpengaruh baik secara simultan (bersama) ataupun secara parsial (individu) terhadap harga saham maka digunakan analisis regresi berganda dengan melakukan pengujian asumsi klasik. Uji asumsi klasik terdiri dari atas uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas dan uji autokolerasi. Berikut penjelasan beberapa uji asumsi klasik:
a. Uji Normalitas
Tujuan dari uji normalitas untuk mengetahui apakah suatu populasi berdistribusi normal atau tidak. Di dalam uji normalitas digunakan bantuan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Uji normalitas dikatakan normal apabila menghasilkan nilai signifikansi Asymp. Sig.(2-tailed) = 0,05 atau di atas 0,05. Apabila nilai < 0,05 artinya data residual terdistribusi tidak normal, sedangkan nilai > 0,05 maka nilai artinya data residual terdistribusi normal. Berikut uji normalitas yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 24.
69
Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 45
Normal Parametersa,b Mean -494,0148498 Std. Deviation 954,28149670 Most Extreme Differences Absolute ,138
Positive ,138
Negative -,127
Test Statistic ,138
Asymp. Sig. (2-tailed) ,127c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber Data : Hasil Pengolahan SPSS 24.0
Dari hasil uji normalitas di atas dengan menggunakan uji statistik One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test terlihat bahwa Asymp. Sig (2 tailed) berdistribusi normal karena hasil signifikannya besar dari (α = 0,05) yaitu 0,127. Hal ini mengindikasikan bahwa data residual berdistribusi normal.
Gambar 4.1
Hasil Uji Normalitas dengan Normal P-P Plot
Sumber Data : Hasil Pengolahan SPSS 24.0
Uji normalitas residual jika dilihat dari grafik normal P-P Plot, jika setiap lingkaran data residual berada disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka residual mengikuti fungsi distribusi normal. Hasil uji pada grafik P-P Plot diatas terlihat bahwa titk-titik menyebar sekitar garis mengkuti garis diagonal, maka dari itu residual tersebut berdistribusi normal.
Dari kedua hasil uji tersebut dapat dilihat bahwa data dari variabel harga saham, Earning Per Share, Dividen Per Share, Dividen Payout Ratio dan Dividen Yield Ratio sudah berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas
71
(independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak orthogonal.
Variabel orthogonal adalah variabel indepeden yang sama dengan nol. Bedasarkan hasil pengolahan data menggunakan software
Variabel orthogonal adalah variabel indepeden yang sama dengan nol. Bedasarkan hasil pengolahan data menggunakan software