BAB 4 PEMBAHASAN
4.3 Analisis Statistik Data Hasil Penelitian
4.3.3 Uji Hipotesis
Uji hipotesis berguna untuk mengetahui simpulan penelitian dan untuk mengetahui hipotesis yang diterima. Uji hipotesis dilakukan setelah semua uji prasyarat terpenuhi, baik uji normalitas maupun uji homogenitas. Berdasarkan uji normalitas dan homogenitas diketahui data berdistribusi normal dan homogen.
Penelitian ini memiliki enam hipotesis. Pengujian hipotesis akhir dalam penelitian ini menggunakan SPSS versi 21 dengan menggunakan uji one way anova dan one sample t-test. Uji one way anova digunakan untuk menguji perbedaan ada tidaknya pengaruh penggunaan model pembelajaran GI dan CLIS terhadap hasil belajar siswa. Uji one way anova belum dapat mengetahui kelas mana yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan uji lanjut melalui uji post hoc yaitu Tukey HSD. Jika hasilnya menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar, maka dilanjutkan uji keefektifan menggunakan one sample t-test.
Berdasarkan hasil uji one way anova yang hasilnya dapat dilihat pada kolom Anova. Hasil uji one way anova disajikan pada tabel berikut ini:
Tabel 4.15 Hasil Uji Anova ANOVA
Nilai
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 3233,000 2 1616,500 13,232 ,000
Within Groups 11239,105 92 122,164
Berdasarkan tabel 4.15, menunjukkan nilai Ftabel yaitu 13,232. Nilai Fhitung
dengan df1 = 2 dan df2 = 92 yaitu 3,095. Jadi Ftabel lebih dari Fhitung (13,232 >
3,095). Kriteria pengambilan keputusan pada taraf signifikansi 5% yaitu dengan membandingka nilai Fhitung dengan Ftabel. Jika Fhitung ≤ Ftabel, maka Ho diterima.
Jika Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak (Priyatno 2010:46). Kesimpulannya yaitu Ho
ditolak atau terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelas eksperimen 1, kelas eksperimen 2, dan kelas kontrol.
Hasil uji Anova menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA pada ketiga kelas. Namun uji Anova belum bisa menentukan model pembelajaran yang efektif digunakan. Data hasil belajar siswa kemudian diuji dengan uji Tukey HSD. Menu dalam SPSS versi 21 melalui Analyze→Compare Means→One Way Anova, kemudian klik pada Post Hoc lalu beri tanda cek (√) pada uji Tukey HSD. Hasil uji Tukey HSD dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.16 Hasil Uji Tukey HSD
Multiple Comparisons Dependent Variable: Nilai
Tukey HSD
(I) Kelas (J) Kelas Mean
Difference (I-J)
Std. Error
Sig. 95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Eksperimen 1 Eksperimen 2 -6,97 * 2,809 ,039 -13,66 -,28 Kontrol 7,14* 2,788 ,032 ,49 13,78 Eksperimen 2 Eksperimen 1 6,97 * 2,809 ,039 ,28 13,66 Kontrol 14,11* 2,742 ,000 7,57 20,64 Kontrol Eksperimen 1 -7,14 * 2,788 ,032 -13,78 -,49 Eksperimen 2 -14,11* 2,742 ,000 -20,64 -7,57
Based on observed means. The error term is Mean Square(Error) = 122,164. *. The mean difference is significant at the ,05 level.
Hasil uji Tukey HSD pada tabel 4.16 digunakan untuk menjawab hipotesis pertama sampai ketiga. Kriteria pengambilan keputusan pada uji hipotesis pertama
sampai ketiga berdasarkan nilai signifikansi. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka Ho diterima, atau nilai signifikansi < 0,05, maka Ho ditolak (Pramesti 2013:17). Kriteria pengambilan keputusan untuk uji hipotesis keempat sampai keenam berdasarkan nilai signifikansi dan nilai t. Jika -ttabel ≤ thitung ≤ ttabel, maka Ho
diterima, dan jika -thitung < -ttabel atau thitung > ttabel, maka Ho ditolak (Priyatno
2010:31). Berikut ini merupakan jawaban dari masing-masing hipotesis: 4.3.3.1Hipotesis Pertama
Pengujian hipotesis yang pertama yaitu untuk menguji perbedaan hasil belajar antara yang menerapkan model pembelajaran GI dengan pembelajaran konvensional. Hipotesisnyayaitu:
Ho1 : tidak ada perbedaan hasil belajar IPA kelas V antara siswa yang
menggunakan model pembelajaran GI dan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional
Ho1: μ1= μ2
Ha1 : ada perbedaan hasil belajar IPA kelas V antara siswa yang menggunakan
model pembelajaran GI dan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional
Ha1: μ1≠ μ2
Penghitungan hipotesis pertama menggunakan one way anova dengan uji
Tukey HSD. Berdasarkan tabel 4.16 dapat dibaca bahwa nilai signifikansi hasil belajar IPA sebesar 0,032 (0,032 < 0,05). Apabila mengacu pada ketentuan pengambilan keputusan uji hipotesis, maka Ha1 diterima. Dapat disimpulkan
model pembelajaran GI dan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.
4.3.3.2Hipotesis Kedua
Hipotesis yang kedua yaitu menguji perbedaan hasil belajar antara yang menerapkan model pembelajaran CLIS dengan pembelajaran konvensional. Hipotesisnya sebagai berikut:
Ho2 : tidak ada perbedaan hasil belajar IPA kelas V antara siswa yang
menggunakan model pembelajaran CLIS dan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional
Ho2: μ1= μ2
Ha2 : ada perbedaan hasil belajar IPA kelas V antara siswa yang menggunakan
model pembelajaran CLIS dan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional
Ha2: μ1 ≠ μ2
Penghitungan hipotesis kedua menggunakan one way anova dengan uji
Tukey HSD. Berdasarkan tabel 4.16 dapat dibaca bahwa nilai signifikansi hasil belajar IPA sebesar 0,000 (0,000 < 0,05). Apabila mengacu pada ketentuan pengambilan keputusan uji hipotesis, maka Ha2 diterima. Dengan demikian, dapat
disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA kelas V antara siswa yang menggunakan model pembelajaran CLIS dan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.
4.3.3.3Hipotesis Ketiga
menerapkan model pembelajaran GI dengan model pembelajaran CLIS. Hipotesisnya sebagai berikut:
Ho3 : tidak ada perbedaan hasil belajar IPA kelas V antara siswa yang
menggunakan model pembelajaran GI dan siswa yang menggunakan model pembelajaran CLIS
Ho3: μ1= μ2
Ha3 : ada perbedaan hasil belajar IPA kelas V antara siswa yang menggunakan
model pembelajaran GI dan siswa yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran CLIS
Ha3: μ1 ≠ μ2
Penghitungan hipotesis ketiga menggunakan one way anova dengan uji
Tukey HSD. Berdasarkan tabel 4.16 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi hasil belajar IPA sebesar 0,039 (0,039 < 0,05). Apabila mengacu pada ketentuan pengambilan keputusan uji hipotesis, maka Ha3 diterima. Dengan demikian, dapat
disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA kelas V antara siswa yang menggunakan model pembelajaran GI dan siswa yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran CLIS.
4.3.3.4Hipotesis Keempat
Hipotesis yang keempat akan menguji keefektifan penerapan model pembelajaran GI terhadap hasil belajar IPA. Berikut ini hipotesisnya:
Ho4 : penerapan model pembelajaran GI tidak efektif terhadap hasil belajar
IPA siswa kelas V Ho4: μ1≤ μ2
Ha4 : penerapan model pembelajaran GI efektif terhadap hasil belajar IPA
siswa kelas V Ha4: μ1 > μ2
Penghitungan hipotesis keempat menggunakan one samples t-test dengan menggunakan SPSS versi 21. Hasil uji keefektifan model pembelajaran GI terhadap pembelajaran konvensional dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.17 Hasil Uji Keefektifan Model Pembelajaran GI terhadap Konvensional One-Sample Test
Test Value = 71.36
t df Sig. (2-tailed) Mean
Difference
95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
GI 3,348 29 ,002 7,140 2,78 11,50
Berdasarkan tabel 4.17 menunjukkan nilai signifikansi kelas yang menerapkan model pembelajaran GI sebesar 0,001 (0,002 < 0,05). Nilai ttabel
dengan df 29 yaitu 1,699. Nilai thitung yaitu 3,348, sedangkan nilai ttabel yaitu 1,699
(3,348 > 1,699). Mengacu pada kriteria pengambilan keputusan, dapat disimpulkan Ha4 diterima atau penerapan model pembelajaran GIefektif terhadap
hasil belajar IPA siswa kelas V. Hasil uji one samples t-test antara model pembelajaran GI dan konvensional dapat dilihat pada lampiran 52.
4.3.3.5Hipotesis Kelima
Hipotesis yang kelima akan menguji keefektifan penerapan model pembelajaran GI terhadap hasil belajar IPA. Hipotesisnya sebagai berikut:
IPA siswa kelas V Ho5: μ1≤ μ2
Ha5 : penerapan model pembelajaran CLIS efektif terhadap hasil belajar IPA
siswa kelas V Ha5: μ1 > μ2
Penghitungan hipotesis kelima menggunakan one samples t-test dengan menggunakan SPSS versi 21. Hasil uji keefektifan model pembelajaran CLIS terhadap pembelajaran konvensional dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.18 Hasil Uji Keefektifan Model Pembelajaran CLIS terhadap Konvensional One-Sample Test
Test Value = 71.36
t df Sig. (2-tailed) Mean
Difference
95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
CLIS 9,132 31 ,000 14,109 10,96 17,26
Tabel 4.18 menunjukkan nilai signifikansi kelas yang menerapkan model pembelajaran CLIS sebesar 0,000 (0,000 < 0,05). Nilai ttabel dengan df 31 yaitu
1,696. Nilai thitung sebesar 9,132, sedangkan nilai ttabel 1,696 yaitu (9,132 > 1,696).
Dapat disimpulkan Ha5 diterima atau penerapan model pembelajaran CLIS efektif
terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V. Hasil uji one samples t-test antara model pembelajaran CLIS dan konvensional dapat dilihat pada lampiran 52.
4.3.3.6Hipotesis Keenam
Ho6 : penerapan model pembelajaran GItidak lebih efektif dari CLISterhadap
hasil belajar IPA siswa kelas V Ho6: μ1≤ μ2
belajar IPA siswa kelas V Ha6: μ1> μ2
Penghitungan hipotesis keenam menggunakan one samples t-test dengan menggunakan SPSS versi 21. Hasil uji keefektifan model pembelajaran GI terhadap model pembelajaran CLIS dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.19 Hasil Uji Keefektifan Model Pembelajaran GI terhadap CLIS One-Sample Test
Test Value = 85.47
t df Sig. (2-tailed) Mean
Difference
95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
GI -3,268 29 ,003 -6,970 -11,33 -2,61
Tabel 4.19 menunjukkan kelas yang menerapkan model pembelajaran CLIS jika dibandingkan dengan yang menerapkan model pembelajaran GI memiliki nilai signifikansi sebesar 0,003 (0,003 < 0,05). Nilai ttabel dengan df 29
yaitu 1,699. Nilai thitung sebesar -3,268, sedangkan nilai ttabel yaitu 1,699 (-3,268 <
1,699). Dapat disimpulkan Ha6 ditolak atau penerapan model pembelajaran GI
tidak lebihefektif dari model pembelajaran CLIS terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V. Hasil uji one samples t-test antara model pembelajaran GI dan CLIS dapat dilihat pada lampiran 52.