Informasi Dokumen
- Penulis:
- Candra Asri Pertiwi
- Pengajar:
- Drs. Daroni, M.Pd
- Dra. Marjuni, M.Pd
- Sekolah: Universitas Negeri Semarang
- Mata Pelajaran: Pendidikan Guru Sekolah Dasar
- Topik: Keefektifan Model GI dan CLIS dalam Pembelajaran Jenis-Jenis Tanah Siswa Kelas V SDN Kraton 3 dan Tegalsari 5 Kota Tegal
- Tipe: Skripsi
- Tahun: 2016
- Kota: Tegal
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Pendahuluan skripsi ini membahas latar belakang masalah yang menekankan perlunya model pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran IPA, khususnya materi jenis-jenis tanah di kelas V SD. Latar belakang ini didasari oleh observasi dan wawancara yang menunjukkan pembelajaran masih berpusat pada guru, keterlibatan siswa rendah, dan capaian KKM yang belum optimal. Skripsi ini kemudian mengidentifikasi masalah-masalah tersebut, membatasi ruang lingkup penelitian pada siswa kelas V di tiga SD di Kota Tegal dengan fokus pada hasil belajar kognitif terkait jenis-jenis tanah, dan menggunakan model pembelajaran GI dan CLIS. Paradigma penelitian yang digunakan digambarkan secara visual, serta merumuskan masalah penelitian yang berfokus pada perbedaan hasil belajar antara model GI, CLIS, dan pembelajaran konvensional, serta keefektifan masing-masing model. Tujuan penelitian dirumuskan secara umum dan khusus, dengan tujuan utama untuk membandingkan keefektifan GI dan CLIS. Manfaat penelitian mencakup aspek teoritis dan praktis, yang meliputi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pembelajaran, dan peningkatan keterampilan guru.
1.1 Latar Belakang Masalah
Bagian ini menjelaskan pentingnya pendidikan dalam mengembangkan potensi diri individu dan kontribusinya terhadap kemajuan bangsa. Dirujuk Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan nasional dibahas, yang menekankan pentingnya pengembangan spiritual, moral, dan intelektual. Pembelajaran IPA, khususnya materi jenis-jenis tanah, dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan pemahaman dan daya ingat siswa. Peran guru sebagai kunci keberhasilan pembelajaran dibahas, dan pentingnya memilih model pembelajaran yang tepat ditegaskan. Pembelajaran kooperatif, seperti GI dan CLIS, diperkenalkan sebagai alternatif untuk meningkatkan partisipasi siswa dan hasil belajar. Kekurangan pembelajaran konvensional yang masih dominan di sekolah-sekolah yang diteliti dijelaskan, dan dijelaskan bagaimana GI dan CLIS menawarkan solusi yang lebih efektif dan relevan dengan materi pembelajaran jenis-jenis tanah.
1.2 Identifikasi Masalah
Bagian ini mengidentifikasi empat masalah utama: Pembelajaran konvensional yang masih mendominasi, pembelajaran yang berpusat pada guru, kurangnya interaksi kelompok dalam memahami materi jenis-jenis tanah secara holistik, dan kurangnya pengetahuan guru tentang model pembelajaran kooperatif yang efektif. Masalah-masalah ini menunjukkan celah dalam praktik pembelajaran yang perlu diatasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
1.3 Pembatasan Masalah dan Paradigma Penelitian
Pembatasan masalah penelitian difokuskan pada populasi (siswa kelas V di tiga SD), variabel penelitian (hasil belajar kognitif), materi (jenis-jenis tanah), dan model pembelajaran (GI dan CLIS). Paradigma penelitian dijelaskan, yang menunjukkan hubungan antara variabel independen (model GI dan CLIS) dan variabel dependen (hasil belajar). Bagan paradigma penelitian yang dijelaskan secara visual untuk memperlihatkan hubungan antara variabel tersebut.
1.4 Rumusan Masalah
Rumusan masalah penelitian dirumuskan dalam enam pertanyaan yang spesifik, menguji perbedaan hasil belajar antara model GI, CLIS, dan pembelajaran konvensional, serta keefektifan masing-masing model dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi jenis-jenis tanah. Setiap rumusan masalah dirancang untuk menguji hipotesis penelitian secara sistematis.
1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian dirumuskan secara umum dan khusus. Tujuan umum adalah untuk membandingkan keefektifan GI dan CLIS dalam pembelajaran jenis-jenis tanah. Tujuan khusus menjabarkan tujuan umum menjadi enam tujuan yang lebih spesifik, yang mengarahkan analisis data untuk menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sebelumnya.
1.6 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian dibagi menjadi manfaat teoritis dan praktis. Manfaat teoritis meliputi kontribusi terhadap pengembangan ilmu pendidikan, khususnya model pembelajaran. Manfaat praktis meliputi peningkatan hasil belajar siswa, peningkatan wawasan guru tentang model pembelajaran efektif, dan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Manfaat bagi peneliti sendiri juga termasuk dalam bagian ini.
II. KAJIAN PUSTAKA
Kajian pustaka memberikan landasan teoritis bagi penelitian. Bagian ini menjabarkan konsep belajar dan pembelajaran, menjelaskan hasil belajar IPA, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan karakteristik perkembangan siswa SD. Konsep pembelajaran IPA di SD juga dibahas, serta penjelasan mendalam tentang model pembelajaran kooperatif, GI, dan CLIS. Hasil penelitian yang relevan diulas untuk menunjukkan efektivitas GI dan CLIS dalam meningkatkan hasil belajar IPA. Kerangka berpikir penelitian disajikan, yang menggambarkan bagaimana variabel-variabel saling berkaitan dan bagaimana model GI dan CLIS diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hipotesis penelitian juga dirumuskan berdasarkan kerangka berpikir tersebut.
2.1 Landasan Teori
Sub-bab ini menjabarkan berbagai teori yang relevan dengan penelitian, termasuk definisi belajar dan pembelajaran dari berbagai perspektif, pengertian hasil belajar IPA dan aspek-aspeknya (kognitif, afektif, dan psikomotorik), faktor-faktor yang memengaruhi hasil belajar, serta karakteristik perkembangan siswa SD. Penjelasan rinci tentang model pembelajaran kooperatif, Group Investigation (GI), dan Children Learning in Science (CLIS) disertai dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing model untuk memberikan konteks teoritis yang kuat bagi penelitian.
2.2 Hasil Penelitian yang Relevan
Bagian ini mereview studi-studi terdahulu yang telah meneliti keefektifan model GI dan CLIS terhadap hasil belajar. Penelitian-penelitian tersebut diuraikan untuk memberikan dasar empiris dan membandingkan temuan-temuan sebelumnya dengan penelitian yang dilakukan. Review ini bertujuan untuk menunjukkan relevansi dan kontribusi penelitian saat ini terhadap perkembangan pengetahuan dalam bidang pendidikan.
2.3 Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir menjelaskan hubungan antara variabel-variabel dalam penelitian, menunjukkan bagaimana model GI dan CLIS diharapkan dapat memengaruhi hasil belajar siswa pada materi jenis-jenis tanah. Bagian ini menjelaskan alur logika penelitian, menunjukkan bagaimana variabel independen (model pembelajaran) dihipotesiskan akan berpengaruh terhadap variabel dependen (hasil belajar). Penjelasan ini memberikan gambaran yang sistematis tentang bagaimana penelitian akan dilakukan.
2.4 Hipotesis
Hipotesis penelitian dirumuskan berdasarkan kerangka berpikir. Hipotesis ini merupakan pernyataan sementara yang akan diuji kebenarannya melalui analisis data. Hipotesis-hipotesis tersebut merupakan prediksi tentang hubungan antara variabel independen dan dependen, yang akan diuji melalui metode statistik.